Anda di halaman 1dari 4

Tanaman Pestisida Nabati: Sirsak (Annona muricata L.

)
Posted on August 5, 2010 | 14 Comments

Info lengkap pestisida nabati/pestisida organik klik di


sini: Pestisida Nabati
Buah sirsak atau kadang-kadang disebut nangka
sebrang adalah salah satu bahan pestisida
nabati/pestisida organik yang ampuh banget. Nama
latin sirsak adalah Annona muricata L. Beberapa
keluarga sirsak yang lain juga memiliki manfaat yang sama, seperti: Srikaya (Annona
squamosa L.) dan Mulwa (Annona reticulata L.). Bagian yang dimanfaatkan untuk
bahan pestisida nabati adalah daunnya.
Sirsak dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah yang kering. Pembiatakn
tanaman sirsak ini dapat dilakukan dengan biji atau okualasi.

KLASIFIKASI ILMIAH SIRSAK:


Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Magnoliids
Order: Magnoliales
Family: Annonaceae
Genus: Annona
Species: A. muricata

Source: Wikipedia.org

BAGIAN TANAMAN :UNTUK PESTISIDA NABATI


Seluruh bagian tanaman sirsak, srikaya, dan mulwa bisa digunakan untuk bahan pestisida
nabati, yaitu: daun, biji, batang, akar dan buahnya yang belum masak. Bagian biji lebih beracun
daripada daunnya. Akan tetapi karena biji jumlahnya sedikit, daun lebih sering dimanfaatkan
untuk bahan pestisida nabati.

Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Alternatif


Mahalnya harga bensin juga sebagai bahan bakar jadikan bioetanol mempunyai
peluang semakin besar juga sebagai bahan bakar alternatif sekalian bahan bakar
hari esok. Memanglah, pemakaian bioetanol juga sebagai bahan bakar sudah
dikerjakan oleh sebagian negara di beragam belahan dunia sejak era 20, seperti
Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Swedia, Brazil, serta India. Negara-negara itu
sudah memakai bioetanol juga sebagai bahan bakar kendaraan, juga sebagai
alternatif pemakaian petrolium. Hal itu didorong oleh timbulnya kesadaran bakal
efek negatif pemakaian BBM, yang berperan besar pada beragam polusi di muka
bumi. Mesti disadari bahwa pemakaian BBM juga sebagai bahan bakar paling
utama ikut bertindak dalam menyebabkan rusaknya lingkungan, masalah pada
kelestarian alam, serta membahayakan kesehatan manusia. Oleh lantaran
argumen tersebut butuh sangkanya untuk kita seluruhnya untuk mencari
alternatif sumber daya. Pemakaian bioetanol juga sebagai bahan bakar alternatif
sudah pasti jadi salah satu jalan keluar untuk menangani persoalan daya.
Tetapi sayangnya, kesadaran orang-orang Indonesia untuk memakai bioetanol
memanglah belum tinggi. Hal itu dikarenakan harga petrolium sebagian waktu
lalu masih tetap sangatlah murah. Tetapi, bersamaan dengan meningkatnya
harga BBM yang sampai kini jadi bahan bakar paling utama, pasti bakal memberi
ruangan semakin besar untuk bioetanol untuk jadi bahan bakar pengganti. Hal
itu diperkuat oleh pendapat Henry Ford, suatu perusahaan produsen mobil
berkelas internasional, yang melihat bahwa bioetanol adalah salah satu bahan
bakar hari esok. Salah satu kelebihan memakai bioetanol juga sebagai bahan
bakar yakni ramah lingkungan. Diluar itu, bioetanol juga jadi sumber bahan
bakar teranyarkan, tak seperti bahan bakar fosil. Terlebih di dukung dengan
sistem pembuatan bioetanol yang relatif simpel, pasti makin jadi besar peluang
sumber daya alternatif ini jadi bahan bakar paling utama. Tidak cuma itu,
kesadaran orang-orang bakal efek negatif pemakaian BBM juga jadi salah satu
aspek yang bikin bioetanol makin popular.

Bioetanol sebagai bahan bakar ramah lingkungan


Penggunaan bioetanol yang makin luas, terutama bagi para pengguna mesin
otomotif, salah satunya dipengaruhi oleh dampak negatif penggunaan BBM
sebagai bahan bakar utama terhadap lingkungan. Sudah diakui oleh dunia,
bahwa bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
Penggunaanya sebagai bahan bakar utama kendaraan, dapat mengurangi
dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan BBM. Karena faktor itulah

beberapa negara di dunia telah mensosialisasikan penggunaan etanol sebagai


bahan bakar untuk berbagai jenis kendaraan. Pemakaian bioetanol di negara
Brazil pemakaian bioetanol sudah digunakan pada seluruh jenis kendaraan
bermotor, dengan mencampurkan 20% bioetanol pada bahan bakar yang
digunakan. Bahkan pada pertengahan tahun 1980, lebih dari 90% mobil baru di
negara tersebut sudah dirancang menggunakan bioetanol murni.

Sekilas Tentang Etanol?

Etanol atau lebih akrab dikenal dengan sebutan alkohol, pada dasarnya telah
dibuat oleh manusia semenjak ribuan tahun silam. Namun, masyarakat pada
waktu itu tidak sadar bahwa sebenarnya mereka telah memproduksi etanol atau
alkohol dalam makan atau minuman yang mereka buat melalui proses
fermentasi dengan pemberian ragi. Hal itu terjadi lantaran tujuan utamanya
adalah pembuatan makanan atau minuman. Cara pembuatan etanol pada waktu
itu memang sangat sederhanan, hanya dengan memberikan ragi pada bahan
makanan. Misalnya, buah anggur difermentasi menjadi khomar/arak/minuman
keras lain, gandum difermentasi menjadi bir, beras difermentasi menjadi sake,
dan ketan hitam difermentasi menjadi tape ketan. Di Amerika, Jepang, atau
negara-negara Eropa, pembuatan etanol biasanya dalam bentuk minuman keras,
seperti bir, sake, vodka, dan lain-lain.
Pada perubahan setelah itu, pembuatan etanol sekarang ini bukan sekedar
bersumber berbahan makanan, namun juga datang dari bagian-bagian tanaman
yang lain. Tehnik pembuatan yang simpel, serta bahan baku yang relatif murah,
jadikan etanol punya potensi juga sebagai bahan bakar untuk penuhi keperluan
daya yang makin besar. Sejak awal era ke 21, pemakaian etanol juga sebagai
bahan basic kendaraan telah meraih kian lebih 2/3 produksi kendaraan dunia.
Sampai sekarang ini, penggunaan etanol di Brazil telah meraih angka 40-45%. Di
Amerika Serikat, penjualan etanol meraih 1, 2% dari semua market bensin.
Spesial untuk Indonesia, pemakaian etanol juga sebagai bahan bakar kendaraan
dapat untuk menangani krisis bahan bakar. Diluar itu, juga dapat untuk
mendongkrak penambahan tenaga kerja.