Anda di halaman 1dari 11

Heliosentris dan Pro Kontra

Copernicus

Hesty Nugraheny (4201414059)

Heliosentris
Teori Heliosentris
Dalam model heliosentris Copernicus, Matahari
dianggap berada pada pusat alam semesta, bintangbintang terletak pada bulatan angkasa dan berputar
mengelilingi Matahari. Diantara Bintang-bintang dan
Matahari terdapat planet-planet termasuk Bumi yang
berputar mengelilingi Matahari dalam masing-masing
orbitnya dengan lintasan orbit berbentuk lingkaran.
Teori heliosentris ini dituangkan dalam buku berjudul
De Revolutionibus Orbium Coelesticum Copernicus
beranggapan bahwa teori Ptolomeus terlalu mengada-ada
dan rumit.

Kelebihan dari model heliosentris adalah jarak


semua planet dari pusat sistem dapat ditentukan
dengan relatif mudah. Untuk planet dalam (yang
orbitnya berada di antara Matahari dan Bumi),
penghitungan jarak bisa dilakukan dengan
trigonometri pada saat planet mencapai elongasi
terbesarnya dari Matahari.
Sedangkan untuk planet luar (orbitnya lebih jauh
dari posisi Bumi), penghitungan jarak masih bisa
dilakukan walaupun dengan cara yang sedikit lebih
rumit. Perhitungan jarak ini tidak bisa dilakukan
orang dengan model geosentris.

Kelemahan Teori Heliosentris


Kekurangan model Copernicus terjadi pada
dua hal, yakni:
Pertama, Bumi, Matahari, dan planet-planet
lainnya di tata surya adanya fakta bahwa
Bintang-Bintang tidak berputar mengelilingi
Matahari
Kedua, lintasan orbit planet-planet bergerak
mengelilingi
Matahari
bukan
berupa
lingkaran (sirkular)

Kelemahan model Copernicus tentang orbit


planet kemudian disempurnakan oleh Johanes
Kepler (1571-1630). Kepler menghasilkan suatu
kesimpulan bahwa lintasan orbit Planet adalah
berupa elips dan bukan lingkaran.
Pernyataan ini ada pada hukum pertama Kepler
yang menyatakan bahwa semua planet bergerak
dalam lintasan elips mengitari Matahari dengan
Matahari berada disalah satu titik fokus elips.
Titik Fokus lainnya berada di ruang angkasa.

Dalam publikasi De Revolutionibus Orbium


Coelestium, Copernicus menyampaikan sebuah teori
yang membuat semua orang gempar, terutama pihak
gereja.
Matahari ialah pusat tata surya bukan bumi, bumi
bergerak mengelilingi matahari dalam orbit lingkaran
begitu juga dengan planet-planet lainnya.
Copernicus memperlihatkan selembar teori yang
sudah dibentuknya.
Kecepatan
sudut
orbit
planet-planet
memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan
kecepatan, namun bentuk orbit lingkaran masih bisa
dipertahankan dengan orbitnya yang tidak kosentrik.

Setelah penyampaian Copernicus didepan


Paus Pope III, semua orang menjadi gempar,
terbentuklah pro dan kontra yang semakin
menguat. Paus Pope III hanya diam, dia mulai
berpikir tentang kebenaran teori yang
disampaikan oleh Copernicus.

Tahun 1540
Georg Joachim Rhticus mendatangi rumah
Copernicus, dia datang dengan sebuah rasa
penasaran yang mendorong dirinya untuk bisa
mendapatkan jawaban yang pasti dari
Copernicus.
Tahun 1542
Georg Joachim Rhticus pulang membawa
manuskrip yang ditulis oleh Copernicus ke
Jerman dan menyerahkan kepada Andreas
Osiander untuk ditulis ulang.

Tahun 1543
Osiander menyelesaikan dan memberi judul De
revolutionibus orbium coelestium. Cetakan pertama dari buku
itu di dapatkan oleh pihak Gereja suci dan telah dibaca serta
dipelajari oleh setiap orang tanpa sedikit pun kecurigaan bahwa
gagasan ini bertentangan dengan doktrin-doktrin gereja.
Akan tetapi ada beberapa pihak yang meyatakan buku itu
berisikan kebohongan. Mereka adalah kaum Lutheran yang
mengakibatkan pihak Gereja Katolik memutuskan bahwa buku
itu bertentangan dengan doktrin resminya dan pada tahun 1616
mencantumkan karya Copernicus ke dalam buku-buku
terlarang. Copernicus tidak sempat menerima cetakan bukunya
sendiri karena dia meninggal dunia di rumahnya beberapa jam
setelah bukunya itu selesai dicetak.

Tahun 1828
Charles Glenn Wallis, menulis sebuah kata pengantar untuk
buku Copernicus yang akhirnya di cabut dari daftar buku-buku
terlarang dalam bahasa inggris, dia menuliskan sebuah kalimat
yang membuat semua pembaca buku ini tercengang.
Pertikaian antara Katolik dan Protestan membuat kedua
sekte itu takut pada skandal apa pun yang tampaknya dapat
merongrong respek terhadap Kegerejaan Alkitab, dan
akibatnya mereka menjadi terlalu harfiah dalam membaca
ayat Alkitab dan cenderung mengutuki setiap pernyataan yang
dapat dianggap sebagai penyangkalan atas setiap penafsiran
harfiah dari setiap ayat dalam Alkitab.

Copernicuslah yang dengan karyanya


memperlihatkan kepada kita bagaimana
rapuhnya konsep ilmiah yang sudah diterima
untuk waktu yang sangat lama.
Melalui penelitian, pengamatan, dan matematika,
Copernicus menjungkirkbalikkan konsep ilmiah
dan agama yang berurat berakar tetapi keliru.
Dalam pemikiran manusia, ia juga
menghentikan matahari dan menggerakkan
bumi