Anda di halaman 1dari 12

STRATEGI PELAKSANAAN

PERILAKU KEKERASAN

Disusun oleh:
SURASNO
NIM : 151490139250062

PRODI PROFESI NERS
STIKES HARAPAN BANGSA PURWOKERTO
TAHUN 2016

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN
RISIKO PERILAKU KEKERASAN

Melempar atau memukul benda/orang lain j. dan saat ini tidak melakukan perilaku kekerasan tetapi pernah melakukan perilaku kekerasan dan belum mempunyai kemampuan mencegah/mengontrol perilaku kekerasan tersebut. Muka merah dan tegang b. Tindakan keperawatan untuk pasien . orang lain. Tidak mempunyai kemampuan mencegah/mengontrol perilaku kekerasan. Data ini sesuai dengan format pengkajian untuk masalah perilaku kekerasan. RISIKO PERILAKU KEKERASAN C. Perilaku kekerasan dapat terjadi dalam dua bentuk yaitu saat sedang berlangsung perilaku kekerasan atau riwayat perilaku kekerasan. Pandangan tajam c. Tanda dan Gejala Data perilaku kekerasan dapat diperoleh melalui observasi atau wawancara tentang perilaku berikut ini: a. Bicara kasar g. Pengertian Perilaku kekerasan adalah suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis. Suara tinggi. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan ditetapkan sesuai dengan data yang didapat. B. Mengatupkan rahang dengan kuat d. Jalan mondar-mandir f. Mengancam secara verbal atau fisik i. diarahkan pada diri sendiri.Disertai SP 1 – 5 Pasien A. menjerit atau berteriak h. 2. dan lingkungan. Berdasarkan definisi ini maka perilaku kekerasan dapat dilakukan secara verbal. PENGKAJIAN 1. Merusak barang atau benda k. Mengepalkan tangan e. TINDAKAN KEPERAWATAN 1.

Tujuan 1) Pasien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan 2) Pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan 3) Pasien dapat menyebutkan jenis perilaku kekerasan yang pernah dilakukannya 4) Pasien dapat menyebutkan akibat dari perilaku kekerasan yang dilakukannya 5) Pasien dapat menyebutkan cara mencegah/mengontrol perilaku kekerasannya 6) Pasien dapat mencegah/mengontrol perilaku kekerasannya secara fisik. Tindakan yang harus saudara lakukan dalam rangka membina hubungan saling percaya adalah: a) Mengucapkan salam terapeutik b) Berjabat tangan c) Menjelaskan tujuan interaksi d) Membuat kontrak topik. dan dengan terapi psikofarmaka. b. sosial. waktu dan tempat setiap kali bertemu pasien 2) Diskusikan bersama pasien penyebab perilaku kekerasan saat ini dan yang lalu 3) Diskusikan perasaan pasien jika terjadi penyebab perilaku kekerasan a) Diskusikan tanda dan gejala perilaku kekerasan secara fisik b) Diskusikan tanda dan gejala perilaku kekerasan secara psikologis c) Diskusikan tanda dan gejala perilaku kekerasan secara sosial d) Diskusikan tanda dan gejala perilaku kekerasan secara spiritual e) Diskusikan tanda dan gejala perilaku kekerasan secara intelektual 4) Diskusikan bersama pasien perilaku kekerasan yang biasa dilakukan pada saat marah secara: a) verbal b) terhadap orang lain c) terhadap diri sendiri . Tindakan 1) Bina hubungan saling percaya Dalam membina hubungan saling percaya perlu dipertimbangkan agar pasien merasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan saudara.a. spiritual.

berdoa Buat jadwal latihan sholat. tarik nafas dalam b) Obat c) Social/verbal: menyatakan secara asertif rasa marahnya d) Spiritual: sholat/berdoa sesuai keyakinan pasien 7) Latih pasien mengontrol perilaku kekerasan secara fisik: Latihan nafas dalam dan pukul kasur – bantal Susun jadwal latihan dalam dan pukul kasur – bantal 8) Latih pasien mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbal a) Latih mengungkapkan rasa marah secara verbal: menolak dengan baik. berdoa 10) Latih mengontrol perilaku kekerasan dengan patuh minum obat: a) Latih pasien minum obat secara teratur dengan prinsip lima benar (benar nama pasien.00.00-14. 9) Latih mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual: Latih mengontrol marah secara spiritual: sholat. identifikasi penyebab perasaan marah. tanda dan gejala yang dirasakan. mengungkapkan perasaan dengan baik b) Susun jadwal latihan mengungkapkan marah secara verbal. perkenalkan nama saya A K. dan benar dosis obat) disertai penjelasan guna obat dan akibat berhenti minum obat b) Susun jadwal minum obat secara teratur 11) Ikut sertakan pasien dalam Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi mengontrol Perilaku Kekerasan SP 1 Pasien : Membina hubungan saling percaya. Saya yang akan merawat bapak selama bapak di rumah sakit ini. benar waktu minum obat.a) b) d) terhadap lingkungan 5) Diskusikan bersama pasien akibat perilakunya 6) Diskusikan bersama pasien cara mengontrol perilaku kekerasan secara: a) Fisik: pukul kasur dan batal. benar nama obat. Masih ada perasaan kesal atau marah?” “Baiklah kita akan berbincang-bincang sekarang tentang perasaan marah . benar cara minum obat. Hari ini saya dinas pagi dari pk. saya perawat yang dinas di ruangan soka in. Nama bapak siapa. perilaku kekerasan yang dilakukan. meminta dengan baik. akibatnya serta cara mengontrol secara fisik I Peragakan kepada pasangan anda komunikasi dibawah ini ORIENTASI: “Assalamualaikum pak. senangnya dipanggil apa?” “Bagaimana perasaan bapak saat ini?. 07. panggil saya A.

tentu tidak.. pak. sebaiknya latihan ini bapak lakukan secara rutin..iya. bagus. apa yang bapak lakukan kalau marah yang belum kita bahas dan jangan lupa latihan napas dalamnya ya pak. (sebutkan) dan yang bapak lakukan .... istri jadi sakit dan takut.. Apakah sebelumnya bapak pernah marah? Terus.. dan tiup melalui mulut.... jadi bapak memukul istri bapak dan memecahkan piring. lalu keluarkan/tiupu perlahan –lahan melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan... dan tangan mengepal?” “Setelah itu apa yang bapak lakukan? O...iya. lakukan 5 kali. (sebutkan) ”Coba selama saya tidak ada... kalau tanda-tanda marah tadi sudah bapak rasakan maka bapak berdiri. sehingga bila sewaktu-waktu rasa marah itu muncul bapak sudah terbiasa melakukannya” TERMINASI “Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang tentang kemarahan bapak?” ”Iya jadi ada 2 penyebab bapak marah .. O. ‘Sekarang kita buat jadual latihannya ya pak... pak? Bagaimana kalau di ruang tamu?” KERJA: “Apa yang menyebabkan bapak marah?... Nah. apakah dengan cara ini makanan terhidang? Iya... Bagus sekali. apa yang bapak rasakan?” (tunggu respons pasien) “Apakah bapak merasakan kesal kemudian dada bapak berdebar-debar. bapak sudah bisa melakukannya. seperti bapak pulang ke rumah dan istri belum menyediakan makanan(misalnya ini penyebab marah pasien). rahang terkatup rapat. Ayo coba lagi.bapak” “Berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang?” Bagaimana kalau 10 menit? “Dimana enaknya kita duduk untuk berbincang-bincang. Apa kerugian cara yang bapak lakukan? Betul. mata melotot. tahan sebentar...... Bagaimana perasaannya?” “Nah. tahan. Salah satunya adalah dengan cara fisik. (sebutkan) serta akibatnya . lalu tarik napas dari hidung. bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu?” ”Begini pak. Menurut bapak adakah cara lain yang lebih baik? Maukah bapak belajar cara mengungkapkan kemarahan dengan baik tanpa menimbulkan kerugian?” ”Ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahan. berapa kali sehari bapak mau latihan napas dalam?. ingat-ingat lagi penyebab marah bapak yang lalu. jadi ada 2 penyebab marah bapak” “Pada saat penyebab marah itu ada.” ”Ada beberapa cara.. jam berapa saja pak?” .. Jadi melalui kegiatan fisik disalurkanrasa marah.. piring-piring pecah.. (sebutkan) dan yang bapak rasakan . penyebabnya apa? Samakah dengan yang sekarang?. tarik dari hidung.

b. bagaimana kalau 2 jam lagi saya datang dan kita latihan cara yang lain untuk mencegah/mengontrol marah. c. SP 2 Pasien: Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara fisik ke-2 Evaluasi latihan nafas dalam Latih cara fisik ke-2: pukul kasur dan bantal Susun jadwal kegiatan harian cara kedua . assalamualaikum” a. Tempatnya disini saja ya pak.”Baik.

“Sekarang mari kita latihan memukul kasur dan bantal. Mau jam berapa pak? Baik.00 sore. Pukul kasur bantal mau jam berapa? Bagaimana kalau setiap bangun tidur? Baik. Sampai jumpa” SP 3 Pasien : Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbal: a. Sekarang kita buat jadwalnya ya pak.” “Nah cara inipun dapat dilakukan secara rutinjika ada perasaan marah.00 pagi. bagus sekali bapak melakukannya”. langsung ke kamar dan lampiaskan kemarahan tersebut dengan memukul kasur dan bantal. Susun jadwal latihan mengungkapkan marah secara verbal . Mana kamar bapak? Jadi kalau nanti bapak kesal dan ingin marah. berdebar-debar. Latihan mengungkapkan rasa marah secara verbal: menolak dengan baik. pukul kasur dan bantal. coba bapak lakukan. meminta dengan baik. dan jam jam 15. Lalu kalau ada keinginan marah sewaktuwaktu gunakan kedua cara tadi ya pak. mengungkapkan perasaan dengan baik. sekarang kita akan belajar cara mengontrol perasaan marah dengan kegiatan fisik untuk cara yang kedua” “Mau berapa lama? Bagaimana kalau 20 menit?” Dimana kita bicara?Bagaimana kalau di ruang tamu?” KERJA “Kalau ada yang menyebabkan bapak marah dan muncul perasaan kesal. “Kekesalan lampiaskan ke kasur atau bantal. Ya. adakah hal yang menyebabkan bapak marah?” “Baik. Evaluasi jadwal harian untuk dua cara fisik b. coba bapak sebutkan lagi?Bagus!” “Mari kita masukkan kedalam jadual kegiatan sehari-hari bapak.Peragakan kepada pasangan anda komunikasi dibawah ini ORIENTASI “Assalamualaikum pak. sesuai dengan janji saya dua jam yang lalu sekarang saya datang lagi” “Bagaimana perasaan bapak saat ini. Kemudian jangan lupa merapikan tempat tidurnya TERMINASI “Bagaimana perasaan bapak setelah latihan cara menyalurkan marah tadi?” “Ada berapa cara yang sudah kita latih. Nah. mau berapa kali sehari bapak latihan memukul kasur dan bantal serta tarik nafas dalam ini?” “Besok pagi kita ketemu lagi kita akan latihan cara mengontrol marah dengan belajar bicara yang baik. jam 10 pagi ya. mata melotot. jadi jam 05. c. selain napas dalam bapak dapat melakukan pukul kasur dan bantal”.

Coba bapak praktekkan. saya perlu uang untuk membeli rokok. Mengungkapkan perasaan kesal. Kalau marah sudah dusalurkan melalui tarik nafas dalam atau pukul kasur dan bantal. artinya belum bisa melakukan “Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara bicara untuk mencegah marah?” “Dimana enaknya kita berbincang-bincang?Bagaimana kalau di tempat yang sama?” “Berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?” KERJA “Sekarang kita latihan cara bicara yang baik untuk mencegah marah. kalau diingatkan suster baru dilakukan tulis B. jika ada yang menyuruh dan bapak tidak ingin melakukannya. maka kita perlu bicara dengan orang yang membuat kita marah. Meminta dengan baik tanpa marah dengan nada suara yang rendah serta tidak menggunakan kata-kata kasar.” Nanti bisa dicoba di sini untuk meminta baju. Nah kalau tidak dilakukan tulis T. Kemarin Bapak bilang penyebab marahnya larena minta uang sama isteri tidak diberi.” 2. bisa kita buat jadwalnya?” . sudah dilakukan latihan tarik napas dalam dan pukul kasur bantal?. artinya dibantu atau diingatkan. sekarang mari kita masukkan dalam jadual. Menolak dengan baik. Coba Bapat minta uang dengan baik:”Bu.Peragakan kepada pasangan anda komunikasi dibawah ini! ORIENTASI “Assalamualaikum pak. Coba praktekkan. Bagus pak. apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur?” “Coba saya lihat jadwal kegiatan hariannya. Nah kalau tarik nafas dalamnya dilakukan sendiri tulis M. Bagus” TERMINASI “Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara mengontrol marah dengan bicara yang baik?” “Coba bapak sebutkan lagi cara bicara yang baik yang telah kita pelajari” “Bagus sekal. artinya mandiri. minta obat dan lain-lain. katakan: ‘Maaf saya tidak bisa melakukannya karena sedang ada kerjaan’. Ada tiga caranya pak: 1. Coba bapak praktekkan. dan sudah lega.” “Bagus. jika ada perlakuan orang lain yang membuat kesal bapak dapat mengatakan:’ Saya jadi ingin marah karena perkataanmu itu’. Bagus pak” 3. sesuai dengan janji saya kemarin sekarang kita ketemu lagi” “Bagaimana pak. Berapa kali sehari bapak mau latihan bicara yang baik?.

Latihan sholat/berdoa c.Coba masukkan dalam jadual latihan sehari-hari. uang. Diskusikan hasil latihan mengontrol perilaku kekerasan secara fisik dan sosial/verbal b. Bagus nanti dicoba ya Pak!” “Bagaimana kalau dua jam lagi kita ketemu lagi?” “Nanti kita akan membicarakan cara lain untuk mengatasi rasa marah bapak yaitu dengan cara ibadah. Buat jadual latihan sholat/berdoa Peragakan kepada pasangan anda komunikasi dibawah ini . bapak setuju? Mau di mana Pak? Di sini lagi? Baik sampai nanti ya” SP 4 Pasien : Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual a. dll. misalnya meminta obat.

.ORIENTASI “Assalamualaikum pak. bagaimana rasa marahnya” “Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara lain untuk mencegah rasa marah yaitu dengan ibadah?” “Dimana enaknya kita berbincang-bincang?Bagaimana kalau di tempat tadi?” “Berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit? KERJA “Coba ceritakan kegiatan ibadah yang biasa Bapak lakukan! Bagus. “Mari kita masukkan kegiatan ibadah pada jadual kegiatan bapak... Jika tidak reda juga. Baik kita masukkan sholat .. Baik. nanti kita bicarakan cara keempat mengontrol rasa marah.. yang mana mau dicoba? “Nah. ambil air wudhu kemudian sholat”. Jika tidak reda juga marahnya rebahkan badan agar rileks. yaitu dengan patuh minum obat. latihan apa yang sudah dilakukan?Apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur? Bagus sekali. yang mana yang mau dicoba?” “Bagaimana pak. “Bapak bisa melakukan sholat secara teratur untuk meredakan kemarahan.. setuju pak?” .” “Coba Bpk sebutkan sholat 5 waktu? Bagus. (sesuai kesepakatan pasien) “Coba bapak sebutkan lagi cara ibadah yang dapat bapak lakukan bila bapak merasa marah” “Setelah ini coba bapak lakukan jadual sholat sesuai jadual yang telah kita buat tadi” “Besok kita ketemu lagi ya pak.. kalau bapak sedang marah coba bapak langsung duduk dan tarik napas dalam. dan ..... jam 10 ya?” “Nanti kita akan membicarakan cara penggunaan obat yang benar untuk mengontrol rasa marah bapak. sesuai dengan janji saya dua jam yang lalu sekarang saya datang lagi” Baik. Mau jam berapa pak? Seperti sekarang saja..” TERMINASI Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara yang ketiga ini?” “Jadi sudah berapa cara mengontrol marah yang kita pelajari? Bagus”. Mau coba yang mana?Coba sebutkan caranya (untuk yang muslim)... Mau berapa kali bapak sholat.

pukul kasur bantal. bapak sebaiknya istirahat dan jangan beraktivitas dulu” “Nanti di rumah sebelum minum obat ini bapak lihat dulu label di kotak obat apakah benar nama bapak tertulis disitu. jam 1 sian g. yang putih ini namanya THP agar rileks dan tegang.SP 5 Pasien : Latihan mengontrol perilaku kekerasan dengan obat a. Susun jadual minum obat secara teratur Peragakan kepada pasangan anda komunikasi dibawah ini ORIENTASI “Assalamualaikum pak. sudah dilakukan latihan tarik napas dalam. “Bila terasa mata berkunang-kunang. untuk membantu mengatasinya bapak bisa mengisap-isap es batu”. b. Latih pasien minum obat secara teratur dengan prinsip lima benar (benar nama pasien. c. sesuai dengan janji saya kemarin hari ini kita ketemu lagi” “Bagaimana pak. dan benar dosis obat) disertai penjelasan guna obat dan akibat berhenti minum obat. apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur?. “Bila nanti setelah minum obat mulut bapak terasa kering. jam berapa saja harus diminum. “Bagaimana kalau sekarang kita bicara dan latihan tentang cara minum obat yang benar untuk mengontrol rasa marah?” “Dimana enaknya kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau di tempat kemarin?” “Berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit” KERJA (perawat membawa obat pasien) “Bapak sudah dapat obat dari dokter?” Berapa macam obat yang Bapak minum? Warnanya apa saja? Bagus! Jam berapa Bapak minum? Bagus! “Obatnya ada tiga macam pak. berapa dosis yang harus diminum. Semuanya ini harus bapak minum 3 kali sehari jam 7 pagi. benar cara minum obat. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar? Di sini minta obatnya pada suster kemudian cek lagi apakah benar obatnya!” “Jangan pernah menghentikan minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter ya pak. Coba kita lihat cek kegiatannya”. yang warnanya oranye namanya CPZ gunanya agar pikiran tenang. dan jam 7 malam”. Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien untuk cara mencegah marah yang sudah dilatih. benar waktu minum obat. benar nama obat.” . karena dapat terjadi kekambuhan. dan yang merah jambu ini namanya HLP agar pikiran teratur dan rasa marah berkurang. bicara yang baik serta sholat?.

” TERMINASI “Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara minum obat yang benar?” “Coba bapak sebutkan lagijenis obat yang Bapak minum! Bagaimana cara minum obat yang benar?” “Nah. sudah berapa cara mengontrol perasaan marah yang kita pelajari?. Besok kita ketemu kembali untuk melihat sejauhma ana bapak melaksanakan kegiatan dan sejauhmana dapat mencegah rasa marah. “Baik.“Sekarang kita masukkan waktu minum obatnya kedalam jadual ya pak. Jangan lupa laksanakan semua dengan teratur ya”. Sekarang kita tambahkan jadual kegiatannya dengan minum obat. Sampai jumpa” .