Anda di halaman 1dari 22

Makalah Energi Panas Bumi

(Geothermal)
disusun untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah
Penyediaan Energi

Oleh:
Cut Shafira Salsabila 121411007
Febby Novira 121411011
Rima Puspitasari 121411026
Tri Setia Wibowo 121411030

Kelas : 3A

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Segala sesuatu di dunia ini sangat bergantung dari energi.
Setiap hari kita selalu berhubangan dengannya. Energi adalah
pengatur segala benda ,tata nilai,dan aktivitas manusia dan alam.
Krisis

energi

yang

terjadi

di

dunia

termasuk

juga

di

indonesia.cadangan energi di indonesia terutama energi fosil


seperti

minyak

bumi dan batubara

semakin hari

semakin

menyusut. Hal ini juga diperparah dengan pemborosan dalam


penggunaan energi fosil. Penduduk yang semakin meningkat juga
menyebabkan ketersedian akan energi fosil semakin berkurang
karena konsumsi energi perkapita meningkat. Krisis energi inilah
yang membuat para ilmuwan mengembangkan dan mencari
energi-energi

alternatif

guna

mengganti

dan

mengurangi

penggunaan energi fosil.


Indonesia yang dikenal sebagai negara yang kaya akan
sumberdaya

alamnya

memungkinkan

pengembangan terhadap energi alternatif


potensi

yang

besar

dalam

untuk

dilakukannya

ini karena memiliki

pengembangan

sumber

energi

alternatif. Salah satu bentuk energi alternatif yang kini tengah di


kembangkan yaitu energi panas bumi (geothermal). Energi panas
bumi ini termasuk energi yang ramah lingkungan. Di Indonesia
sendiri sudah ada beberapa perusahaan yang mengembangkan
energi panas bumi ini

seperti yang ada di daerah darajat,

kamojang dan salak, jawa barat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah energi geothermal?
2. Bagaimana energi geothermal diperoleh?
3. Seberapa besar potensi pengembangan energi geothermal
di Indonesia?
4. Teknologi apa

saja

yang

digunakan

dalam

proses

pemanfaatan panas bumi?


5. Apa saja jenis sistem panas bumi?
6. Bagaimana prinsip kerja dari Pembangkit Listrik Tenaga
Panas bumi (PLTP)?
7. Apa saja manfaat energi geothermal?
8. Apa saja kendala pemanfaatan energi geothermal?
9. Apa saja kelebihan dan kekurangan energi geothermal di
banding energi alternatif lain?
10.
Bagaimana dampak eksploitasi panas bumi terhadap
lingkungan?
1.3 Tujuan Penulisan
1.
2.
3.
4.

Mengetahui potensi dari energi panas bumi yang ada.


Mengetahui prinsip kerja PLTP.
Memahami pemanfaatan energi panas bumi.
Mengetahui teknologi yang digunakan dalam proses

pemanfaatan panas bumi.


5. Mengetahui dampak dari proses eksplorasi panas bumi.
1.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah
studi literatur, yaitu dengan cara mengumpulkan informasi dari
internet atau buku pustaka.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Panas Bumi (Geothermal)
Energi geothermal merupakan sumber energi terbarukan
berupa energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di
dalam inti bumi. Istilah geothermal berakar dari bahasa Yunani
dimana kata, "geo", berarti bumi dan, "thermos", berarti panas,
menjadi geothermal yang juga sering disebut panas bumi. Energi
panas di inti bumi sebagian besar berasal dari peluruhan
radioaktif dari berbagai mineral di dalam inti bumi.
Temperatur dibawah bumi bertambah seiring bertambahnya
kedalaman. Suhu dipusat bumi diperkirakan mencapai 5400 C.
Menurut pasal 1 UU no 27 tahun 2003 tentang panas bumi panas
bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air
panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas
lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan
dalam suatu sistem panas bumi dan untuk pemanfaatannya
diperlukan proses pengembangan.
Energi panas bumi ini sendiri sebenarnya sudah digunakan
sejak zaman romawi yang digunakan untuk memanaskan ruangan
ketika

musim

dingin

tiba,

namun

sekarang

lebih

populer

digunakan sebagai energi listrik. Sekitar 10 gigawatt pembangkit


listrik tenaga panas bumi telah dipasang di dunia pada tahun
2007 dan menyumbang sekitar 0,3% kebutuhan listrik dunia.
Energi panas bumi cukup ekonomis dan ramah lingkungan namun
terbatas hanya pada dekat area perbatasan lapisan tektonik.
2.2 Sumber Panas Bumi dan Cara Memperoleh Energi
Panas Bumi
Energi panas bumi berasal dari aktivitas tektonik di dalam
bumi yang terjadi sejak planet ini diciptakan. Lempeng tektonik
merupakan pengalir panas dari inti bumi sehingga banyak sekali

geothermal yang dapat didirikan pada zona lempeng tektonik.


Pada di zona ini juga terbentuk gunung api yang berkontribusi
pada reservoir panas menempati batuan vulkanik.
Panas inti bumi mencapai 5000 0C lebih. Dua penyebab inti
bumi itu panas yaitu: tekanan yang begitu besar karena gravitasi
bumi mencoba mengkompres atau menekan materi, sehingga
bagian

yang

tengah

menjadi

paling

terdesak

dan

bumi

mengandung banyak bahan radioaktif seperti Uranium-238,


Uranium-235 dan Thorium-232. Bahan bahan radioaktif ini
membangkitkan jumlah panas yang tinggi. Panas tersebut dengan
sendirinya berusaha untuk mengalir keluar, akan tetapi ditahan
oleh mantel yang mengelilinginya.
Selain itu, panas bumi dapat pula dihasilkan dari panas yang
dilepaskan oleh logam-logam berat karena tenggelam ke dalam
pusat bumi dan Efek elektromagnetik yang dipengaruhi oleh
medan magnet bumi.

Gambar 1

Di permukaan bumi sering terdapat sumber-sumber air panas,


bahkan sumber uap panas. Panas itu datangnya dari batu-batu
yang meleleh atau magma yang menerima panas dari inti bumi.
Gambar 1 memperlihatkan secara skematis terjadinya sumber
uap, yang biasanya disebut fumarole atau geyser serta sumber
air panas.

Magma yang terletak didalam lapisan mantel, memanasi


lapisan batu padat. Diatas batu padat terletak suatu lapisan batu
berpori, yaitu batu mempunyai banyak lubang kecil. Bila lapisan
batu berpori ini berisi air, air itu turut dipanaskan oleh lapisan
batu padat yang panas itu. Maka akan menghasilkan air panas
bahkan terbentuk uap. Bila diatas lapisan batu berpori terdapat
satu lapisan batu padat, maka lapisan batu berpori berfungsi
sebagaiboiler. Uap dan juga air panas bertekanan akan berusaha
keluar. Gejala panas bumi pada umumnya tampak dipermukaan
bumi berupa mata air panas, fumarola, geyser dan sulfatora.
Dengan jalan pengeboran, uap alam yang bersuhu dan tekanan
tinggi dapat diambil dari dalam bumi dan dialirkan kegenerator
turbo yang selanjutnya menghasilkan tenaga listrik.
2.3 Potensi Geothermal Indonesia
Indonesia

termasuk

dalam

jalur

banyak

gunung

berapi

sehingga memiliki potensi sumber daya panas terbesar di dunia,


yaitu: sumber cadangan (13.296 GWe) dan cadangan (15.687
GWe) dengan total 29, 163 GWe yang tersebar di 276 daerah titik
potential panas bumi. Namun saat ini pemanfaatannya hanya
mencapai 1.226 GWe (4,2%). Hal ini membuat Indonesia kalah
dari Filipina yang bisa mengeksplorasi 70% potensi panas
buminya.

Gambar 2

Gambar 3

Panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang


apabila dikembangkan sebagai energi listrik, selain sebagai
sumber energi yang ramah lingkungan, juga dapat dimanfaatkan
secara berkelanjutan. Optimalisasi pemanfaatan panas bumi di
seluruh wilayah Indonesia, yang sampai saat ini mengalami

berbagai kendala antara lain pengembangan panas bumi yang


berada pada wilayah konservasi. Namun, melalui UU Panas Bumi
yang telah disahkan ini, Pemerintah dapat mempercepat proyek
panas

bumi

terutama

yang

berada

lindung. Sedangkan,

manfaat

dari

memudahkan

bagi

para investor

berinvestasi

di

pembangkit

panas

Indonesia guna
bumi

yang

di

kawasan

hutan

UU

Panas

Bumi

adalah

dari

luar

negeri

untuk

mempercepat

ramah

kegiatan

lingkungan. Pasalnya,

dengan adanya UU baru ini, akan melindungi secara hukum


potensi yang besar untuk energi panas bumi yang ada di seluruh
Indonesia.
2.4 Teknologi pemanfaatan panas bumi
Teknologi yang umumnya dipakai untuk mengalihkan sumber
energi yang bertemperatur tinggi menjadi listrik dibagi menjadi
beberapa 3, yaitu:

2.4.1 Dry Steam Power Plants

Gambar 4

Tipe ini merupakan yang paling umum digunakan dalam


pembangkit listrik yang menggunakan geothermal. Uap yang
telah dipisahkan dari air disalurkan ke pipa menuju rumah
pembangkit. Kemudian uap yang sudah terkumpul tersebut
digunakan

untuk

menggerakkan

turbin

uap.

Uap

yang

meninggalkan turbin dikondensasikan, sehingga menciptakan


kehampaan sementara yang dapat memaksimalkan pembangkit
listrik yang digerakkan oleh turbin-generator. Umumnya uap
panas tersebut dikondensasikan dengan cara direct contact
condenser, atau heat exchanger type condenser.
Dalam direct contact condenser, air yang sudah didinginkan
disemprotkan sehingga bercampur dengan uap panas. Uap yang
sudah terkondensasi tersebut menjadi bagian dari sirkuit air yang
sudah didinginkan tersebut, sementara sebagian lagi menguap
dan bergabung dengan atmosfer melalui cooling tower. Hasil
keluaran dari air yang sudah didinginkan ini dinamakan blow
down sering dibuang ke dalam sumur injeksi yang dangkal.

2.4.2 Flash Steam Power Steam

Gambar 5

Panas bumi yang berupa fluida misalnya air panas alam (hot
spring) di atas suhu 1750 C dapat digunakan sebagai sumber
pembangkit Flash Steam Power Plants. Fluida panas tersebut
dialir-kan kedalam tangki flash yang tekanannya lebih rendah
sehingga terjadi uap panas secara cepat. Uap panas yang disebut
dengan flash inilah yang menggerakkan turbin untuk mengaktifkan generator yang kemudian menghasil-kan listrik. Sisa
panas yang tidak terpakai ma-suk kembali ke reservoir melalui
injection well. Con-toh dari Flash Steam Power Plants adalah CalEnergy Navy I flash geothermal power plants di Coso Geothermal
field, California, USA.
2.4.3 Binary Cycle Power Plants

Gambar 6

Dalam reservoirs, di mana temperatur umumnya kurang dari


220 derajat Celsius (430 Farenheit) binary cycle plants umumnya
digunakan. Cairan yang berasal dari reservoir, baik berupa air,

uap, maupun campuran keduanya, disalurkan melalui heat


exchanger.
Cairan dalam binary plant kemudian didaur ulang ke dalam
heat exchanger. Cairan yang sudah dingin tersebut kemudian
diinjeksikan lagi ke dalam reservoir. Umumnya efisiensi binary
cycle type plants mencapai 7 sampai 12 persen tergantung dari
temperatur primer cairan yang ingin dikondensasikan. Binary
Cycle plant secara tipikal bervariasi antara 500 KW hingga 10 MW.
2.5

Jenis Sistem Panas Bumi


Ada

beberapa

klasifikasi

sistem

panas

bumi

yang

dikemukakan oleh para ahli berdasarkan parameter-parameter


tertentu.
2.5.1 Klasifikasi Sistem Panas Bumi oleh Goff & Janik
Goff & Janik (2000) mengklasifikasikan sistem panas bumi
berdasarkan

kriteria

geologi,

geofisika,

hidrologi

dan

engineeringnya.

Young Igneous System


Merupakan sistem yang berhubungan dengan quarternary

volcanism dan intrusi magma. Sekitar 95% dari aktifitas vulkanik


terjadi sepanjang batas lempeng dan di hot spot. Umumnya yang
paling panas (370C) dengan kedalaman reservoir 1,5 km.

Tectonic System
Tectonic system berhubungan dengan adanya pergerakan
lempeng. Sistem ini terdapat di

lingkungan backarc, daerah

rekahan, zona subduksi, dan sepanjang zona patahan. Sistem


tekonik biasanya memiliki temperature reservoir 250C dan
terdapat pada kedalaman 1,5 km. System panas bumi yang
berasosiasi dengan pergerakan lempeng yaitu system sumber
energy panas yang dihasilkan bumi yang terjadi karena adanya
pergerakan lempeng atau yang berhubungan dengan pergerakan
lempeng bumi. perlu diketahui bahwa bumi ini terdiri dari lapisanlapisan lempeng bumi yang bersifat elastis dan mengalami

pergerakan. Pergerakan tersebut bisa berupa konvergen, divergen


dan sesar. Berikut ini adalah gambar formasi lempeng yang ada di
bumi pada saat sekarang ini sekaligus jalur gunung vulkaniknya.

Geopressure System
Sistem ini terdapat pada bagian dalam cekungan sedimen
akibat proses pengendapan yang cepat dan pembentukan sesar
atau patahan yang pada beberapa bagian cekungan terbentuk
penudung sihingga menghasilkan tekanan litostastik karena
adanya

pressure

gradient

dan

menghasilkan

anomalous

temperature. Suhu pada system ini dapat mencapai 100 01200 pada kedalaman 2-3 km. sistem panas bumi yang berasosiasi
dengan sedimen ini bersifat non vulkanik dan non tektonik.

Hot Dry Rock System


Hot dry rock system mengandung panas yang tersimpan di
porositas rendah atau batuan impermeable pada kedalaman
dan temperatur yang bervariasi. Air dari permukaan di pompa
turun melalui sumur injeksi hingga ke patahan dan keluar melalui
sumur

produksi.

Temperatur

pada

reservoir

120

225C

dengan kedalaman 2 4 km. Menerapkan pertukaran panas, dan


sirkulasi fluida yang mana temperatur magma 1200C.

Magma Tap System


Klasifikasi sistem panas bumi yang terakhir oleh Goff&janik
adalah sistem perangkap magma. Sistem magma tap yang
memanfaatkan panas yang keluar daritubuh magma dangkal,
pada sistem ini, magma merupakan bentukpaling murni panas
alamiah yang mempunyai temperatur<1200C.
2.5.2 Klasifikasi Sistem Panas Bumi oleh Hochstein
Berdasarkan suhu rata-rata reservoir, sistem panasbumi
dibagi menjadi tiga yaitu low temperature reservoir (T<125oC),
intermediate temperature reservoir
temperature reservoir (T>225oC).
2.5.2.1 Low Temperature

(T 125-225oC), dan high

Sistem panasbumi low temperature reservoir merupakan


sistem yang rata-rata temperatur reservoirnya adalah kurang dari
125oC. Sistem ini dibagi lagi menjadi empat sistem yaitu Akuifer
Cekungan Sedimen, Akuifer Dasar di bawah Cekungan Sedimen,

Sistem Mata air Panas dan Sistem Tekanan.


Akuifer Cekungan Sedimen (Aquifers in sedimentary basin)
Pada sistem ini akuifer/reservoir dapat meliputi daerah yang
luas

(500km2 atau

lebih).

Fluidanya

bersifat

stagnan/tidak

bergerak, biasanya termineralisasi dan saline (marine pore fluids).


Perpindahan

panasnya

secara

konduktif,

dan

suhu

akuifer

dikontrol oleh terrestrial heat flux, konduktivitas panas batuan


dan kedalaman akuifer, dengan kisaran suhu reservoirbiasanya
60-75oC. Contoh dari system ini misalnya di Panonian Basin
(Hungaria), Aquitaine Basin (Prancis), Wyoming Sedimentary

Basin (USA)
Akuifer Dasar Dibawah Cekungan Sedimen (Basement aquifer
beneath sedimentary basins)
Merupakan akuifer dengan permeabilitas tinggi yang berada
pada basement yang tertutup oleh sekuen batuan sedimen
dengan permeabilitas rendah. Yang biasanya terjadi adalahforced
convection di mana fluida bergerak dari tengah ke tepi cekungan.
Suhu reservoir biasanya berkisar 50-65oC. System ini terdapat di

cina, Italia, swiss, dan amerika


Sistem Mataair panas ( Warm spring systems )
Sistem ini umum dijumpai di kaki-kaki
berasosiasi

dengan deep

reaching

gunung,

yang

fracture berpermeabilitas

tinggi. Panas berasal dari terrestrial heat flow yang dipindahkan

secara forced convection. Suhu 60-80oC


Sistem Tekanan (Geopressured systems)
Sistem ini terdapat pada bagian dalam dari cekungan
sedimen. Akibat pengendapan cepat dan pembentukan sesar
listrik, pada beberapa bagian cekungan akan terbentuk penudung
sehingga menghasilkan tekanan litostatik. Panas terbentuk karena
adanya pressure gradientsmenghasilkan anomalous temperature.

Suhu

pada

sistem

ini

dapat

100-120 oC

mencapai

(pada

kedalaman 2-3 km).


2.5.2.2 Intermediate Temperature Reservoir
Merupakan sistem yang perpindahan panasnya biasanya
konvektif dengan reservoir jenuh air, kehilangan panas alamiah
(natural heat loss) biasanya cukup besar (3-30MWt). Bila tranfer
panas pada reservoir >10 MWt dan dijumpai manifestasi boiling
spring, maka fluida dapat diproduksi langsung dari mataair
tersebut. Sumber panas berupa intrusi dalam atau hot upper
crust (kerak

bagian

atas

yang

panas).

Contohnya

Cisolok-

Cisukarame, Citaman-Banten, Aluto Lagano (Ethiopia), El Tatio


(Cili).
2.5.2.3 High Temperature Reservoir
Sistem ini hanya terdapat

dalam

tatanan

tektonik

lempeng active plate margin, yang umumnya berasosiasi dengan


vulkanisme dan deformasi kerak bumi. Contoh jenis sistem ini
adalah di New Zealand, Filipina, Jepang, Amerika Latin, Afrika dan
Indonesia. Sistem temperatur tinggi dibagi lagi menjadi empat
sistem yaitu :
Sistem Air Panas (hot water systems)
Pada medan datar sistem ini ditemukan apabila sebagian besar
panas yang mengalami perpindahan di dalam sistem dikeluarkan
ke permukaan. Reservoir yang produktif berada di bawah zona
manifestasi permukaan, dan pengendapan mineral hidrotermal
umumnya terjadi pada bagian atas reservoir dan pada bagian
sistem di mana fluida panas bertemu dengan air permukaan yang
dingin. Contohnya diWairakei (NZ).
Pada medan terjal, perbedaan

utama

dengan hot

water

system pada medan datar adalah pola aliran fluidanya (ingat


gradien hidrologi, lihat gambar). Pengeluaran panas alamiah
umumnya terjadi melalui mekanisme concealed lateral outflow
(semacam seepage pada zona lateral). Pada sistem ini biasanya
terdapat

uap

(minor)

atas reservoir yaitu

hasil

kondensasi

evaporasi

uap

dan

pada

oksidasi

H 2S

bagian
yang

menghasilkan kondensat asam, dan batuan yang terdapat di

atas reservoir utama umumnya teralterasi oleh aktivitas uap


tersebut.
Sistem air Asin (Hot brine systems)
Brine pada sistem ini kemungkinan terbentuk dari konveksi air
pada hot water systemyang melarutkan evaporit, atau juga
adanya hypersaline brine yang mengalami advective rise. Pada
sistem ini suhu reservoir umumnya tinggi (di Salton Sea, Utah
mencapai

300oC),

dengan

transfer

panas

secara

konduktif

dan heat loss relatif kecil (< 30 MWt). Karena fluidanya bersifat
salin, maka sangat korosif. Contoh sistem ini antara lain Salton
Sea, Cesano (Italia), Milos (Yunani).

Sistem Dominasi Uap Air (Vapor-dominated systems)


Keterdapatan sistem ini termasuk langka di dunia. Dapat

terbentuk

apabila natural

recharge sangat

kecil

karena

permeabilitas di luar reservoir rendah. Umumnya pada bagian


atas reservoir terbentuk lapisan kondensat yang tebal, di mana
bagian

atas

kondensat

bersifat

asam. Heat

loss lebih

kecil

dibandingkan hot water system pada ukuran yang sama. Contoh


dari sistem ini antara lain Kamojang, Darajat (Garut), The Geyser
(USA), Lardrello (Italia), Matsukawa (Jepang) dan Ketetahi (NZ)
Sistem Panasbumi Gunungapi (Volcanic geothermal system)
Ciri khas dari sistem ini adalah adanya kondensat tebal di
atas reservoir dengan

kandungan

gas

vulkanik

yang

reaktif

misalnya HF dan HCl. System ini sering dikatagorikan dalam


sesumber yang sub-ekonomis. Contoh model sistem ini terdapat
di Tangkuban Parahu, Sibayak, Pinatubo (Filipina), Nevado del Ruiz
(Kolombia), Tatun (Taiwan).
2.6 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
(PLTP)

Gambar 7

Secara sederhana cara kerja PLTP dapat digambarkan sebagai


berikut:

Air disuntikan kedalam perut bumi dimana terdapat sumber

panas alami melalui injektor.


Air akan mengalami pemanasan dan menjadi uap bertekanan

dan keluar melalui sumur produksi.


Uap yang keluar masih mengandung air sehingga harus

dilakukan pemisahan antara uap dan air pada separator.


Dari sini uap kering akan menuju turbin dan selanjutnya
menjalankan generator untuk digunakan sebagai pembangkit

listrik, sedangkan airnya akan menuju kembali kedalam injektor.


Setelah uap menyelesaikan tugasnya menggerakan turbin
maka akan menuju kondensor untuk dijadikan air kembali. Air
dari kondensor akan didinginkan pada tangki pendingin melalui
sistim pendinginan udara untuk selanjutnya air dapat di
injeksikan kembali pada sumur injeksi.

2.7 Manfaat Energi Geothermal


2.7.1 Pemanfaatan Energi Geotermal Untuk Pembangkit Listrik
Pembangkit Listrik tenaga geothermal menggunakan sumur
dengan kedalaman sampai 1.5 KM atau lebih untuk mencapai
cadangan panas bumi yang sangat panas. Beberapa pembangkit
listrik

ini menggunakan panas dari cadangan untuk secara

langsung dialirkan guna menggerakan turbin. Yang lainnya

memompa

air

panas

bertekanan

tinggi

ke

dalam

tangki

bertekanan rendah. Hal ini menyebabkan "kilatan panas" yang


digunakan untuk menjalankan generator turbin. Pembangkit listrik
paling

baru

menggunakan

air

panas

dari

tanah

untuk

memanaskan cairan lain, seperti isobutene, yang dipanaskan


pada temperatur rendah yang lebih rendah dari air. Ketika cairan
ini

menguap

dan

mengembang,

maka

cairan

ini

akan

menggerakan turbin generator.


2.7.2 Pemanfaatan Langsung Energi Geotermal
Energi geotermal dapat dimanfaatkan secara langsung untuk
keperluan greenhouses, ruangan, proyek pemanasan distrik dan
industri. Temperaturnya antara 20C sampai 150C. Pemakaian
panas langsung dapat mengurangi biaya energi sampai 80%.
Biasanya investasi awal lebih besar, untuk sistem mekanis, pipa
dan alat penukar panas dan kontrol. Untuk keperluan itu bisa
dipasang Geothermal Heat Pump (pompa panas geotermal),
teknologi

yang

ekonomis

dan

efisien

untuk

pemanasan,

pendinginan ruangan dan pemanasan air. Teknologi ini tidak


menghasilkan listriktetapi sangant mengurangi konsumsi listrik,
baik untuk rumah, sekolah maupun bisnis. Di musim dingin heat
pump menarik energi panas dari dalam tanah. Di musim panas
mode heat pump membalik dengan menyerap panas yang ada di
dalam ruang atau gedung. Konsumsi listrik bisa dikurangi 30%
sampai 60%.
2.8 Kendala Pemanfaatan Energi Geothermal
Ada beberapa kendala yang menghambat perkembangan
energi

geothermal.

Pertama,

Kita

tidak

bisa

membangun

pembangkit listrik tenaga panas bumi di sembarang lahan kosong


di suatu tempat. Daerah tempat pembangkit energi geothermal
yang akan dibangun harus mengandung batu-batu panas yang
cocok pada kedalaman yang tepat untuk pengeboran. Selain itu,
jenis bebatuannya harus mudah untuk dibor ke dalam. Hal ini
penting untuk menjaga area sekitar karena jika lubang dibor

dengan tidak benar, maka mineral dan gas yang berpotensi


membahayakan bisa menyembur dari bawah tanah. Pencemaran
dapat terjadi karena pengeboran yang tidak tepat di stasiun
panas bumi. Dan juga, memungkinkan pula pada suatu area
panas bumi tertentu terjadi kekeringan.
Selain itu, masa eksplorasi panas bumi cukup panjang hingga
7 tahun. Pengusaha panas bumi selama kurun waktu 7 tahun
belum mendapatkan revenue, tetapi pada tahun ke delapan atau
ke sembilan baru bisa menikmati hasil usahanya. Direktur Panas
Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Tisnaldi
mengatakan bahwa harga panas bumi mahal lantaran dalam
eksplorasinya masih terdapat sejumlah kendala seperti perizinan,
sehingga sejak disahkannya UU Panas Bumi justru mempermudah
perizinan. Terpenting dari itu, ada risiko kegagalan pengeboran
yang masih tinggi dimana dari 2 sumur yang dibor, rasio
keberhasilannya hanya 50 persen, atau satu sumur saja yang
berhasil, sehingga kalau risiko gagalnya cukup tinggi akan
memengaruhi

keekonomian.

Pada

umumnya,

biaya

yang

dibutuhkan untuk panas bumi tergolong relatif cukup tinggi


sekitar 8-9 juta dollar AS per 1 sumur.
2.9 Kelebihan dan Kekurangan Energi Geothermal
2.9.1 Kelebihan Energi Geothermal

Sifatnya yang bersih, bahkan terbersih jika dibandingkan


minyak bumi, batubara, dan nuklir.

Hampir tidak menimbulkan polusi atau emisi gas rumah


kaca.

menghasilkan

listrik

sekitar

90%,

lebih

besar

jika

dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil yaitu


sekitar 65-75 %.

Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil

Emisi yang ditimbulkan sangat kecil.

Energi yang dihasilkannya berkesinambungan mengingat


panas yang dimanfaatkan jauh lebih kecil daripada sumber
panasnya.

Pembangkit yang memanfaatkan energi geothermal bisa


beroperasi tanpa terpengaruh waktu dan iklim, sehingga
bisa berfungsi untuk memenuhi beban dasar listrik.

2.9.2 Kekurangan Energi Terbarukan

Pada suhu relatif rendah, sesuai hukum termodinamika,


efisiensi sistem menurun.

Pembangunan

pembangkit

listrik

geothermal

juga

mempengaruhi kestabilan tanah di area sekitarnya.

Pembangkit listrik yang memanfaatkan energi geothermal


dengan tipe dry steam dan flash steam melepaskan emisi
karbon dioksida, nitrit oksida, dan sulfur meski dalam
jumlah yang sangat kecil.

Air yang bersumber dari geothermal juga akan berbahaya


bagi

mahluk

hidup

jika

dibuang

ke

sungai

karena

mengandung bahan-bahan berbahaya seperti merkuri,


arsenik, antimony dan sebagainya.

tidak bisa membangun pembangkit listrik tenaga panas


bumi di sembarang lahan kosong di suatu tempat.

Jenis bebatuannya harus mudah untuk dibor ke dalam.

Biaya instalasi awalnya yang sangat mahal.

Air/cairan yang bersumber dari geothermal bisa bersifat


korosif.

2.10 Dampak eksploitasi geothermal terhadap lingkungan


Fluida yang ditarik dari dalam bumi membawa campuran
beberapa

gas,

diantaranya karbondioksida (CO2), hidrogensulfida (H2S),metana (C


H4), dan amonia

(NH3). Pencemar-pencemar ini jika lepas ikut

memiliki andil pada pemanasan global, hujan asam, dan bau yang
tidak sedap serta beracun. Pembangkit listrik tenaga panas bumi
yang ada saat ini mengeluarkan rata-rata 40 kg CO2 per megawattjam (MWh), hanya sebagian kecil dari emisi pembangkit berbahan

bakar fosil konvensional. Pembangkit yang berada pada lokasi


dengan tingkat asam tinggi dan memiliki bahan kimia yang mudah
menguap, biasanya dilengkapi dengan sistem kontrol emisi untuk
mengurangi gas buangannya. Pembangkit listrik tenaga panas
bumi secara teoritis dapat menyuntikkan kembali gas-gas ini ke
dalam

bumi

sebagai

bentuk penangkapan

dan

penyimpanan

karbon.
Selain gas-gas terlarut, air panas dari sumber panas bumi
mungkin juga mengandung sejumlah kecil bahan kimia beracun,
seperti

merkuri, arsenik, boron, antimon,

dan garam-garam

kimia. Bahan-bahan kimia ini keluar dari larutan saat air mendingin
dan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan jika dilepaskan.
Praktek modern menyuntikkan kembali fluida panas bumi ke dalam
bumi untuk merangsang produksi, memiliki manfaat sampingan
mengurangi bahaya lingkungan ini.
Pembangunan pembangkit dapat juga merusak stabilitas
tanah. Hal ini terjadi ketika air diinjeksikan ke lapisan batuan
kering ketika di sana tidak ada air sebelumnya. Uap kering dan uap
dalam skala kecil juga membebaskan dalam level rendah gas
karbon dioksida,nitrit oksida, sulfur meskipun hanya sekitar 5%
dari level jika menggunakan bahan bakar fosil. Meskipun demikian,
pembangkit listrik tenaga geothermal dapat dibangun dengan
sedikit

emisi-dengan

membuat

sistem

control

yang

dapat

menginjeksikan gas-gas ke dalam tanah dengan mengurangi emisi


karbon agar kurang dari 0.1% dari total emisi dengan pembangkit
listrik dengan bahan bakar fosil.Meskipun lapisan geothermal dapat
menghasilkan panas dalam beberapa decade akan tetapi secara
spesifik beberapa lokasi akan mengalami pendinginan karena
pembangunan sumber yang terlalu luas sementara hanya sedikit
energi yang tersedia.

BAB III

SIMPULAN

Potensi panas bumi Indonesia mencapai 29, 163 Gwe atau sekitar
40% dari potensi
dunia, akan tetapi pemanfaatannya masih belum optimal, baru

mencapai 1.226 GWe (4,2%).


Prinsip kerja PLTP adalah menginjeksikan air ke dalam sumber panas
bumi, lalu uap panas yang naik dipisahkan oleh separator kemudian
uap kering akan menuju turbin dan selanjutnya menjalankan

generator untuk digunakan sebagai pembangkit listrik.


Pemanfaatan energi panas bumi dibagi menjadi 2, secara langsung
dan tidak langsung. Secara langsung digunakan untuk keperluan
greenhouses, ruangan, proyek pemanasan distrik dan industri.

Sedangkan secara tidak langsung yaitu sebagai pembangkit listrik.


Terdapat 3 teknologi yang umum digunakan dalam proses
pemanfaatan energi panas bumi yaitu dry steam power plant, flash

steam power plant, dan binary cycle power plant.


Eksploitasi panas bumi dapat berdampak buruk

terhadap

lingkungan bila proses yang dilakukan tidak sesuai prosedur yang


seharusnya dan tidak berjalan dengan sempurna.

DAFTAR PUSTAKA
Wikipidia.org/panas bumi diakses tanggal 10 sept 2014

Ipb.ac.id/energi dan permasalahannya diakses tanggal 10 sept


2014
http://www.kadinindonesia.or.id/doc/energy/3%20%20Geothermal
%20(PGE)%20.pdf diakses tanggal 17 sept 2014
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/08/28/potensipengembangan-energi-terbarukan-panas-bumi-di-indonesia671247.html diakses tanggal 17 sept 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_panas_bumi
diakses tanggal 17 sept 2014
http://www.kamase.org/?p=569 diakses tanggal 17 sept 2014
http://www.geothermal.org/what.html diakses tanggal 13 sept
2014