Anda di halaman 1dari 24

RISALAH FIQIH WANITA

(HAID, NIFAS DAN MASALAH YANG


BERKAITAN)
:: DAFTAR ISI ::
BAB I : HAIDL
BAB II : HAMIL DAN KELAHIRAN BAYI
BAB III : NIFAS


, "



.

Penutup

Telah diriwayatkan dari Aisyah Radliyallahu Anha


berkata: Rasul Allah bersabda: Tiada seorang wanita yang haid,
melainkan haidnya itu menjadi pelebur untuk masa lalu dari dosadosanya. Apabila di dalam hari pertama ia membaca:
Alhamdulillaah Alaa Kulli Haalin wa Astaghfirullah Min Kulli
Dzanbin, maka Allah untuk wanita itu bebas dari api neraka, ia
berjalan di atas titian dan aman dari siksa, dan Allah Yang Maha
Mulia mengangkat baginya pada setiap hari dan malam derajat
empat puluh orang mati sahid ketika ia ingat kepada Allah Taala di
dalam haidnya.


:
:
.
"

KATA PENGANTAR

BAB IV : HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN


DENGAN HAIDL, NIFAS DAN JUNUB
Bab V : Keputihan Dan Cairan Yang Keluar Dari Vagina
BAB VI. FARDLUNYA MANDI
BAB VII : ISTIHADLOH

*
*

*
: *

Tiada untaian kalimat yang patut kami ucapkan, kecuali


panjatan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Taala, yang
telah melimpahkan kenikmatan dan kasih sayang-Nya kepada
kami. Kalaulah pertolongan dan kenikmatan serta kasih sayang
Allah Azza wa Jalla tidaklah, kami percaya usaha penyusunan
kitab ini tidak akan selesai. Pertolongan Allah inilah, ikhtiar
penulisan kitab ini dapat selesai tanpa ada hambatan yang
berarti.
Kitab yang kecil mungil ini memuat tentang masalah darah
wanita, darah haid, darah nifas, darah wiladat dan darah
istihadlat. Oleh karena itu kami namakan kitab ini, Risalatul
Mahidl, Problematika Darah Wa-nita, Haid, Nifas dan
Istihadlat, menggunakan tulisan latin dan bahasa Indonesia
dengan mengambil rujukan dari kitab-kitab Salaf bermazhab
Syafii yang muktabar dan terkenal di pesantren nusantara ini.
Penulisan ini, pula karena terdorong oleh kebutuhan kaum
wanita, terutama yang kurang memahami tulisan Arab pegon
dan bahasa Jawa kuna, yang sekarang sudah tidak di ajarkan di
sekolah atau madrasah.

Selain itu, menuruti atas permintaan sebagian temanteman setia kami yang sedang mengajar di majelis taklim
wanita, terutama yang mengajarkan masalah haid, nifas,
wiladat dan istihadlat. Di samping itu, kami menganggap perlu
penulisan ini dan merupakan tanggung jawab bersama dalam
mengatasi kekurangan yang dirasakan kaum wanita, dan
sekaligus sebagai sumbangsih terhadap perkembangan dan
kemajuan mereka. Kami melihat
betapa
pentingnya
pengetahuan agama, terutama masalah darah wanita ini,
sebagaimana yang dinyatakan Syaikh Ibrahim al-Bajuri Dalam
kitab karangannya ialah:





.1/113: / .
Bahwa hukumnya wajib bagi seorang wanita akan mengaji
sesuatu yang dibutuhkan dari hukum-hukum haid, nifas dan
istihadlat. Apabila suaminya pintar, maka wajib mengajar istrinya,
dan apabila suaminya tidak pintar, maka boleh, bahkan wajib bagi
istrinya keluar dari rumahnya untuk keperluan bertanya kepada
ulama. Dan hukumnya haram bagi suami yang melarang istrinya
keluar dari rumahnya untuk keperluan itu, kecuali suaminya akan
bertanya kepada ulama, kemudian mengajarkan hukum-hukum
itu kepada istrinya. (Hasyiyah Al-Bajuri: 1/1134).
Akhirul Kalam, harapan penulis atas kitab ini dapatlah
bermanfaat bagi setiap teman-teman yang hajat membaca dan

memahami, manfaat dunia dan manfaat di akhirat nanti. Dan


dijadikanlah kitab ini sebagai amal Jariyah yang pahalanya akan
senantiasa mengalir sepanjang masa. Dan akhirnya kami memohon
ampun dan pertolongan kepada Allah Yang Maha Pengayang lagi
Maha Pengampun. Kepada Allah Rabbul Izzati Wal Jabarut jualah,
penulis berserah dan bertawakal.

>>>1 Tahun Masehi = 365 Hari 6 jam tinggal dikalikan selisihnya dalam kurun 9
tahun dan keluar Secara alami bukan disebabkan melahirkan atau suatu
penyakit. Dengan demikian darah yang keluar ketika wanita belum berumur 9
tahun kurang 16 hari kurang sedikit atau disebabkan penyakit ataupun disebabkan
melahirkan, tidak di namakan darah haidl

,

,

a.Fardlu 'ain atas wanita yang sudah baligh


b.Fardlu kifayah atas orang laki-laki
Tanda-Tanda Baligh
Seorang anak dihukumi baligh apabila sudah memenuhi salah satu dari 4 tanda di
bawah ini

BAB I HAIDL

1.Genap berumur 15 tahun Hijriah bagi laki-laki atau perempuan.


2.Keluar sperma pada usia minimal 9 tahun Hijriah, bagi laki-laki atau
perempuan.
Keluar darah Haid setelah umur 9 tahun Qamariyah Taqriban, yaitu kira-kira atau kurang sedikit dari 15 hari, walaupun hanya
sebentar (Kasyifatu al Syaja: 16).
4. Keluar bulu kemaluan setelah umur 9 tahun Qamariyah
(Tabyinal Ishlah: 157).
5. Dan kedua buah dadanya sudah menonjol ke depan secara
jelas (Bidayatul Ummat: )

I.Dalil Haidl
Haidl adalah kodrat wanita yang tidak bisa dihindari dan sangat erat kaitan nya
dengan ibadahnya sehari hari. Alloh berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 222:
mereka bertanya kepadamu tentang haidl katakan haidl adalah suatu kotoran, oleh
sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidl dan janganlah
kamu mendekati mereka sebelum mereka suci apabila mereka telah suci maka
campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Alloh kepadamu sesungguhnya
Alloh menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
Dan hadits nabi :
"ini (haidl) merupakan sesuatu yang telah ditaqdirkan Alloh kepada cucu-cucu
wanita Adam (HR Bukhari dan muslim)

Hukum belajar ilmu haidl

6 .Hamil/melahirkan..

Pengertian Haidl

Batas Usia Wanita Haidl

Haidl atau yang di sebut dengan menstruasi secara bahasa berarti mengalir,
sedangkan menurut arti syara haidl adalah darah yang keluar dari rahim wanita
melalui alat kelamin wanita yang sudah mencapai usia 9 tahun kurang 16 hari
kurang sedikit (Tahun Hijriyyah) PENGHITUNGN 9 TAHUN DENGAN
TANGGALAN/TAHUN HIJRIYYAH BUKAN MASEHI. sebab selisihnya akan
sangat banyak sekali

Minimal usia wanita mengeluarkan darah disebut darah haidl adalah 9


tahun qomariyah kurang 16 hari kurang sedikit, yaitu kurangnya waktu yang
cukup untuk minimal suci dan minimal haidl. Sehingga jika ia mengeluarkan
darah kurang dari usia tersebut, maka darah yang keluar tidak disebut darah haidl
namun disebut darah istihadloh (penyakit).
Bila darah yang keluar sebagian pada usia haidl dan sebagian pada sebelum usia
haidl, maka darah yang dihukumi haidl hanyalah darah yang keluar pada usia
haidl.

>>>1 Tahun Hijriyyah = 354 hari 8 jam 48 menit ( kurang lebih )

Contoh: wanita usianya 9 tahun kurang 20 hari, mengeluarkan darah selama 10 hari,
maka darah yang 4 hari pertama lebih sedikit dihukumi istihadloh, sedangkan yang
6 hari kurang sedikit dihukumi darah haidl.

b.Bila darah kedua sudah di luar rangkaian masa 15 hari dari permulaan haidl
pertama (jumlah masa pemisah ditambah dengan darah pertama tidak kurang dari
15 hari), sementara jumlah masa pemisah ditambah darah kedua tidak lebih 15
hari,
maka
darah
kedua
dihukumi
darah
fasad
(kotor).

Ketentuan darah haidl


Darah yang keluar dihukumi darah haidl apabila memenuhi 4 syarat:
1.Keluar dari wanita yang usianya minimal 9 tahun kurang 16 hari kurang sedikit.
2.Darah yang keluar minimal sehari semalam jika keluar terus menerus, atau
berjumlah 24 jam jika keluar terputus putus dan masih pada waktu 15 hari dari
keluarnya darah yang pertama.
3.Tidak lebih 15 hari 15 malam jika keluar terus menerus.
4.Keluar setelah masa minimal suci, yakni 15 hari 15 malam dari haidl
sebelumnya.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa: Minimal keluarnya haidl adalah
sehari semalam. Maksimal keluarnya haidl adalah 15 hari 15 malam. Pada
umumnya wanita setiap bulan mengeluarkan darah 6 atau 7 hari. Paling sedikit
jarak waktu yang memisah antara satu haidl dengan haidl sebelumnya adalah 15
hari 15 malam. Maka semuanya dihukumi haidl termasuk masa berhenti di antara
dua darah tersebut. Jika masa pemisah kurang dari 15 hari, maka perinciannya
sebagai berikut:
a.Bila darah pertama dan kedua masih dalam rangkaian 15 hari terhitung
dari
permulaan keluarnya darah pertama maka semuanya dihukumi haidl termasuk masa
berhenti di antara dua darah tersebut.
Contoh 1:
Keluar darah selama 3 hari.
Berhenti selama 3 hari.
Keluar lagi selama 5 hari.
Contoh 2:
Keluar darah selama 2 hari.
Berhenti
selama
10
hari.
Keluar lagi selama 3 hari.
Dari kedua contoh di atas, keseluruhan hari, termasuk waktu tidak keluar darah
dihukumi haidl, sebab semuanya masih dalam masa maksimal haidl (15 hari).

Contoh 1:
Keluar darah pertama selama 3 hari.
Berhenti selama 12 hari.
Keluar darah kedua selama 3 hari.
Maka 3 hari pertama dihukumi haidl,12 hari tidak keluar darah dihukumi suci,
dan 3 hari akhir dihukumi darah fasad (kotor).
Contoh 2:
Keluar darah pertama selama 6 hari.
Berhenti selama 9 hari.
Keluar darah kedua selama 2 hari.
Maka 6 hari pertama dihukumi haidl, berhenti 9 hari dihukumi suci dan 2 hari
dihukumi darah kotor.
c.Bila masa suci pemisah ditambah darah kedua melebihi 15 hari, maka sebagian
darah kedua dihukumi darah fasad (untuk menyempurnakan masa minimal suci
pemisah). dan sisanya dihukumi haidl yang kedua, bila memenuhi ketentuan
haidl.
Contoh:
Keluar darah pertama 5 hari.
Berhenti selama 10 hari.
Keluar darah kedua 10 hari.
Maka 5 hari awal dihukumi haidl, 10 hari ditambah 5 hari (sebagai darah kotor)
dihukumi masa suci, dan 5 hari akhir dihukumi haidl yang kedua.
Ketentuan hukum ini apabila masa keluar darah kedua, setelah dikurangi untuk
menyempurnakan masa minimal suci, sisanya tidak lebih dari maksimal haidl (15
hari). Dan jika melebihi masa 15 hari, maka perempuan tersebut dihukumi
mustahadloh yang hukumnya disesuaikan dengan pembagian mustahadloh yang
akan datang.
Contoh:
Keluar darah pertama 10 hari.

Berhenti selama 10 hari.


Keluar darah kedua selama 25 hari.
Maka, 10 yang pertama dihukumi haidl 10 hari saat tidak keluar darah ditambah 5
hari saat keluar darah yang kedua (sebagai penyempurna 15 hari minimal suci yang
memisahkan antara dua haidl), dihukumi masa suci. Sedangkan satu hari setelah itu
dihukumi haidl yang kedua, dan sisanya dihukumi darah istihadloh.
Hal ini jika ia adalah seorang wanita yang pertama kali mengeluarkan haidl dan
darah yang dikeluarkan tidak bisa dibedakan antara yang kuat dan yang lemah
(mustahadloh mubtadiah ghoiru mumayyizah). Dan jika ia sudah pernah mengalami
haidl (mu'tadah ghoiru mumayyizah), maka haidl dan sucinya disesuaikan
kebiasaannya. Semisal kebiasaannya 5 hari, maka 10 hari awal dihukumi haidl, 10
hari masa tidak keluar darah ditambah 5 hari saat keluar darah yang kedua
dihukumi masa suci. Sedangkan 5 hari setelah itu dihukumi haidl yang kedua,
mengikuti kebiasaannya. Dan sisanya
dihukumi darah istihadloh.
Refrensi serta Rujukan
1.Al-Hawi Al Kabiir Juz I hal 465
2.Jamal Alal Manhaj Juz I Hal 235
3.Subulussalam Juz I Hal 104
4.Bajuri Juz I Hal 112-113
5.Syarqowi Juz I Hal 330
6.Bujairimi Khotib Juz 367
7.I`anah JuzIV hal 80
8.Nihayatuss Zain Hal 11
9.Is`adurrofiq Hal 72-73
dll

BAB II : HAMIL DAN KELAHIRAN BAYI


I. Masa Hamil
Minimal masa hamil adalah enam bulan lebih sedikit (waktu bersetubuh
dan melahirkan). Masa itu terhitung mulai dari waktu yang mungkin digunakan
suami istri bersetubuh setelah akad nikah. Sedangkan pada umumnya, masa hamil
adalah sembilan bulan. dan paling lamanya adalah empat tahun.(Al-Bajuri Juz I

halaman 113 dan Al-BujairimiKhotibJuzI353) Sehingga jika ada bayi yang lahir
setelah enam bulan setelah pernikahan,maka Nasabnya ikut suami.demikian pula
jika lahir sebelum empat tahun dari masa cerai atau wafat.berbeda jika lahir
sebelum masa enam bulan dari pernikahan atau setelah empat tahun dari
perceraian atau wafat,maka Nasabnya tidak pada suami.
( I`anah at-Tholibin Juz IV hal 49 ) Bulan yang dibuat ukuran minimal, umum
dan minimal masa hamil adalah 30 hari, tidak memakai bulan penanggalan.
(Bujairimi JuZ I Hal346)
II. Aborsi (Pengguguran Bayi)
Aborsi yang di lakukan setelah usia kandungan 120 hari (setelah ditiupnya ruh),
hukumnya haram. Sedangkan aborsi sebelum kandungan berusia 120 hari, terjadi
perbedaan pendapat antara ulama. Menurut Imam Ibnu Hajar (pendapat yang
kuat) hukumnya haram.
III. Penggunaan Alat Kontrasepsi.
Menggunakan alat kontrasepsi, baik berupa pil, obat suntik atau spiral hukumnya
adalah sebagai berikut:
a.Apabila penggunaan alat itu bisa menyebabkan tidak bisa hamil selamanya,
maka haram.
b.Apabila penggunaan alat kontrasepsi hanya untuk memperpanjang jarak
kehamilan dan tidak ada udzur, maka hukumnya makruh.
c.Apabila penggunaan alat itu untuk memperpanjang jarak kehamilan, dan
dilatarbelakangi oleh adanya udzur, seperti demi kemaslahatan merawat anak,
khawatir terlantarnya anak dan lain, maka hukumnya tidak makruh.
(-Al Jamal Alal Manhaj Juz IV hal 446-447.-Hamisyi Fatawi Al-Qubro Al
Fiqhiyyah Libnil Hajar al-musamma bi fatawi Ar-romli Juz IV hal 203)
IV.Kesunahan-kesunahan yang berkaitan dengan kelahiran bayi.
HAL-HAL YANG DILAKUKAN SETELAH KELAHIRAN BAYI
Jabang bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibu sayogyanya diusahakan agar
dapat mengikuti jejak sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam, dan para
ulama terdahulu yang salih-salih yaitu antara lain sebagai berikut:
1. Hendaklah dibacakan azan pada telinga bayi sebelah kanan dan diiqamati pada
telinga sebelah kiri, agar diselamatkan Allah dari gangguan Ummus Sibyan (jin),
ank arena mengikuti sunnah Nabi Muhammad Sallallau Alaihi wa Sallam, yang

paduka laksanakan azan dan iqamat itu di telinganya Sayidina Hasan bin Ali, ketika
baru dilahirkan dari kandungan Sayidatina Fatimah al-Zahra Radliyallahu
Anhuma, serta sekaligus menanamkan tauhid ke dalam hati dan pendengarannya.
Disebutkan dalam kitab IRSYADUZZAUJAIN :HALAMAN 53-54
Hendaknya mengadzani pada tyelinga bayi ,diceritakan olehsahabat Rofiq dari
ayahnya berkata :saya melihat Nabi Muhammad mengadzani ditelinga cucunya
Sayyidina Hasan disaat siti fatimah Melahirkanya.
Diceritakan dari Nabi Muammad SAW bersabda : Siapa orang yang melahirkan
seorang anak maka dia mengadzani di telinga kanannya
Dn membacakan Iqomah pada telinga kirinya,maka anak itu akan di jaga dari
ummu sibyan (sebangsa jin atau syetan )
Disebutkan dalam kitab JAMAL sarahnya Imam Romli :Hikmah membacakan
adzan dan iqomah pada bayi ,bahwasannya syetan itu mengganggu seorang anak
diwaktu dilahirkan ,maka syariatnya membacakan adzan dan iqomah karena syaitan
itu lari disaat mendengar adzan dan iqomah .
2. Dan disunnahkan untuk membacakan surat Al ikhlas pada telinga kanan bayi
karna Nabi pernah membacakan surat Alikhlas pada seorang anak bayi.juga
disunnahkan mmbacakan pada telinga kanan bayi yaitu :



Dengan dikehendaki nama apabila laki laki .
3. Hendaklah kepada bayi itu dibacakan surat Ikhlas tiga kali pada telinganya
sebelah kanan, karena Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam, juga pernah berbuat
demikian.
4. Hendaklah dicetaki dengan buah kurma. Kalau tidak ada, biasa dengan
makanan manis, yang tidak dimasak dengan api.
5. Hendaklah dibacakan surat Al-Qadar atau surat Innaa Anzalnahu pada telinganya
yang kanan, karena bayi yang dibacakan surat tersebut, Allah mentakdirkan, anak
tersebut tidak akan berbuat zina selama hidupnya (Hasyiyah Al-Jamal Ala Syarhi
Al-Minhaj: V/267, Hasyiyah Al-Bajuri: 11/305, Fathul Qarib: 63, Fathul Wahab
pada Hamisy Hasyiyah Al-Jamal: V/265).
Mengambil dari ketrangan As-Syekh Dairobi :Bahwasannya disunnahkan untuk
membaca pada telinga kanan seorang bayi surat
Al Qodar yaitu :


Karna orang yang melakukan hal tersebut pada seorang bayi Insya Allah anak itu
tidak akan melakukan perbuatan zina sepanjang hidupnya .
Disebutkan dalam kitab QURROTUL UYUN :Bahwasanya orang yang
membacakan 7 x kemudian membaca :





Pada istri dan anaknya maka Allah akan menjaga istri dan anaknya Juga di
sebutkan dalam kitab AL ADZKARUNNAWAWI untuk membaca

) (

6. Hendaklah sunah mengaqiqahkan putra lelaki dengan menyembelih kambing


dua ekor dan putra wanita dengan menyembelih kambing satu ekor. Ketika
menyembelih aqiqah disunahkan pada hari yang ketujuh dari kelahirannya.
7. Hendaklah sunah memberi nama yang bagus kepada anak ketika pada hari ke
tujuh pula, karena Nabi Muhammad Sallahu Alaihi wa Sallam, bersabda:

) .
(.
Bahwa kamu pada hari kiamat akan diundang dengan nama -namamu dan namanama bapakmu, maka bagusilah nama-nama-mu. (Hadits Dari Abi Darda).
8. Hendaklah, setelah menyembelih aqiqah, disunahkan memo-tong atau
mencukur rambut bayi dan disunahkan pula sede-kah emas atau perak sebobot
rambutnya tadi (Syarhu Al-Minhaj serta Hasyiyah Al-Jamal: V/266).
9. Hendaklah memohon kepada Allah agar pada saatnya lahir bayi nanti
dimudahkan Allah dan lahir dengan selamat yaitu membaca:















.












(Hasyiyah Al-Bujairami Ala Al-Khatib: V/310).
>>Sebelum dimandikan disunahkan mengadzani ditelinga kanan dan diIqomati
ditelinga kiri. Disandarkan pada beberapa hadis antara lain;
Dari Abi Rofi radhiyallahu anhu berkata, Aku pernah melihat Rasulullah
mengadzankan Sayyidina Husain di telinganya pada saat Sayyidina Husain baru
dilahirkan oleh Sayyidatuna Fatimah dengan bacaan adzan untuk sholat . (HR.
Ahmad, Abu dawud, Tarmidzi, dishohihkannya).
Dari Abi Rofi berkata dia, Aku pernah melihat Nabi melakukan adzan pada
telinga Al Hasan dan Al Husain radhiyallahu anhuma. (HR. Thabrani)
Barangsiapa yang kelahiran seorang anak, lalu anaknya diadzankan pada
telinganya yang sebelah kanan serta di iqomatkan pada telinga yang kiri, niscaya
tidaklah anak tersebut diganggu oleh Ummu Shibyan (HR. Ibnu Sunni, Imam
Haitsami menuliskan riwayat ini pada Majmu Az Zawaid, jilid 4,halaman 59).
Menurut pensyarah hadis, Ummu Shibyan adalah jin wanita yang selalu
mengganggu dan mengikuti anak-anak bayi.
>>Di aqiqohi pada hari ke7 dr kelahiran,jk bayinya laki laki maka
menyembelih dua ekor kambing.jk perempuan maka menyembelih 1 ekor kambing.
syarat kambing yg digunakan untuk aqiqoh sama dengan syrat kambing yang

disembilih untuk korban. jika tidak mampu aqiqoh dengan menyembelih kambing
( Fakir) alangkah baiknya mengikuti pendapat Ibnu Abbas yang memperbolehkan
Aqiqoh dengan menyembelih hewan yang halal,misal ayam,itik atau laenya.
(Bughyatul
Murtasyiddiin
hal
257)
Imam Ahmad Bin Hambal Berkata:bayi yang tidak diAqiqohi sedang
orang tuanya mampu maka kelak diakhirat tidak diberi Izin oleh Alloh untuk
memberikan Syafaat pada kedua orang tuanya. ( I`anatuttolibin Juz II hal 335)
jika hari ke 7 blm mampu maka hari ke 14 jk blm mampu mka hari ke 21 jk blm
mampu jua tetep mendapatkan kesunahan sampe baligh. dan bila sudah baliqh
maka kesunahan pada orang tua udah gugur,tp bagi sianak yg bersangkutan maka
diperkenankan untuk memilih Melaksanakan aqiqoh ataupun tidak.tp lebih baik
melaksanakan aqiqoh untuk dirinya sendiri. (keterangan Tausekh hal 272)
1.kesunahan menyembelih aqiqoh ketika matahari terbit /pagi hari.
2.andai bayi meninggal sebelum usia 7 hari orang tua tetep mendapatkan
kesunahan melaksanakan aqiqoh.(keterangan Tausekh hal 272)
>>Kesunahan berikutnya adalah :mencukur seluruh rambut bayi pada hari ke 7
setelah diAqiqohi,kemudian shodaqoh emas atau perak seberat rambut yang
dicukur.
(Bujairimi Juz I halaman 352 dan I`anatuttolibin Juz II Halaman 339-340)
>>Diberi nama yang baik.Nabi bersabda:Sesungguhnya kelak Dihari
Qiyamat kalian semua akan dipanggil dengan nama nama kalian semua serta
nama nama Bapak kalian.maka Buatlah Nama yang baik.(HR.Abu Daud)
Adapun Nama yang paling baik adalah Abdulloh lalu Abdurrohman selanjutnya
kata "Abdu"yang dirangkai dengn salah satu Asma Alloh,seperti Abduljalal,Abdul
Mu`id dll.selanjutnya nama yang diawali Dengan Muhammad selanjutnya
Ahmad.
Ibnu Saad dalam kitab At-Thobaqot Al-Kubro menyebutkan, bahwa
orang-orang Arab telah lama mendengar dari para ahli kitab tentang akan lahirnya
seorang nabi di tanah Arab bernama Muhammad yang waktunya sudah tiba; maka
ada beberapa bayi laki-laki yang lahir pada waktu itu diberi nama Muhammad
dengan harapan semoga menjadi Nabi; mereka itu adalah Muhammad anak
Huzaii dari Bani DZakwan, Muhammad anak Sofyan dari Bani Tamim,


:
Seorang perempuan telah berkata kepada Rasulullah SAW,Ya Rasululloh,
aku ini seorang perempuan yang tidak mempunyai anak lelaki yang hidup, Maka
Rasululloh SAW dawuh,Bernadzarlah engkau kepada Allah bahwa, apabila
engkau mendapat anak lelaki, engkau akan namakan anak itu Muhammad. Maka
ia pun melakukannya, ternyata anak lelakinya hidup selamat dan baik.....(sedikit
) tarjim bebas

DOA HAMIL
Ada sebagian kiyai menganjurkan untuk membaca surat-surat Al-Quran berikut:1.
Yusuf 2. Al Kahfi 3. Maryam4. Yasin5. Waqi'ah6. Al Mulk7. Annaba 8. Innaa
Anzalnaa9. Al-IkhlasAbdullah Afif DOA HAMIL IJAZAH DARI SYAIKHONA
KHOLIL

Untuk Suami.

Muhammad anak Al-Jusami dari Bani Suwaah; dan ada lagi Muhammad Al-Usaidi
dan Muhammad Al-Qufaini,



:

:



-
Barang siapa memiliki istri yang sedang mengandung dan bercita cita
hendak menamakan anak yang masih dalam Rahim itu dengan nama Muhammad,
Allah Taala akan mengaruniakan kepadanya anak lelaki, dan jika ada seorang yang
bernama Muhammad didalam sebuah rumah, niscaya Allah Taala mengaruniakan
berkah didalam rumah itu





:

: :
:

.Untuk Istri

LARANGAN MEMUKUL ANAK KECIL YANG SEDANG MENANGIS

Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kamu memukul anak- anak kamu di


sebabkan mereka menangis dalam masa setahun. Karena pada empat bulan pertama
kelahirannya Ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua

pula ia berselawat ke atas Nabi SAW Dan pada empat bulan seterusnya pula ia
mendoakan kedua ayah bunda nya. ( H.R. Abdullah Ibnu Umar r.a. )
Baginda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tangisan anak di waktu kecil
pada bulan pertama adalah tanda ia bertauhid kepada Tuhan Nya dan empat bulan
kedua pula ia membacakan selawat kepada Nabi nya dan empat bulan seterus nya
ia memohon istighfar untuk kedua ayah bunda nya....
Rasulullah SAW Bersabda : Anak-anak sebelum sampai ia baligh maka apaapa yang di perbuat nya daripada kebaikan maka di tuliskan untuknya dan kedua
ibu bapaknya.
Dan apa yang di perbuat nya daripada kejahatan maka tiadalah di tulis untuk nya
dan tidak pula di tulis untuk kedua ibu bapaknya. Apabila ia telah baligh maka
berlakulah yang di tulis itu atasnya ia itu segala amal baik atau buruknya.
( H.R.Imam Anas bin Malik r.a.)
Sabda Rasulullah SAW ;"Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang
membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada."
(HR. Muslim)

BERBAHAGILAH KALIAN WAHAI WANITA


KEUTAMAAN MENJADI WANITA SHOLEHAH
Point-point dari halaman ini terdapat di dalam kitab Kanzul Ummal, Misykah,
Riadlush Shalihin, Uqudilijjain, Bhahishti Zewar, Al-Hijab, dan lain-lain,.
Mudah-mudahan dapat diambil ibrah darinya.
1. Doa wanita lebih maqbul dari laki-laki karena sifat penyayang yang lebih kuat
dari laki-laki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab
baginda : Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak
akan sia-sia.
2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1.000 orang laki-laki yang tidak soleh.
3. Seorang wanita solehah lebih baik dari 70 orang wali.
4. Seorang wanita solehah lebih baik dari 70 laki-laki soleh.
5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya
diibaratkan seperti orang yang senantiasa menangis karena takut kepada Allah

SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas
tubuhnya.
6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu
diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah
mendahulukan anak perempuan terhadap anak laki-laki. Maka barangsiapa yang
menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib
sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya,
maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.
17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah
SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya (10,000
tahun).

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah
(tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama
haidhnya membaca Alhamdulillahialaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah. Segala
puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari
segala dosa.; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah
melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTaala mengangkat
derajatnya, seperti derajatnya 40 orang yang mati syahid, apabila dia selalu berzikir
kepada Allah selama haidhnya.

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka


beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap
hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah
SAW.) di dalam syurga.

22. Seorang wanita yang mengalami sakit saat melahirkan, maka Allah SWT
memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang berjihad dijalan Allah SWT

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau
dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam
pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta
bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

23. Wanita yang melahirkan akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan
tiap rasa sakit dan pada satu uratnya Allah memberikan satu pahala haji.

10. Dari Aisyah r.ha. Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak
perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi
penghalang baginya dari api neraka.
11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
12. Apabila memanggil kedua ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka
dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia
kehendaki dengan tidak dihisab.
14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara,
malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana
dia taat kepada suaminya dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang dan
puasanya)
15. Aisyah r.ha. berkata Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang
lebih besar haknya terhadap wanita ? Jawab baginda, Suaminya. Siapa pula
berhak terhadap laki-laki ? Jawab Rasulullah SAW. Ibunya.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat
wanita yang tidak hamil.
20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.
21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadah pada malam hari.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa
seperti keadaan ibunya melahirkannya.
25. Wanita yang meninggal dalam masa 40 hari sesudah melahirkan akan
dianggap syahid.
26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (susu
badan) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup (2 1/2 tahun), maka malaikatmalaikat di langit akan memberikan kabar gembira bahwa syurga adalah
balasannya.
28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah
akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.
29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak nyaman karena
menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20
orang hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit
akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia menghibur hati
anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.
31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah
mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu
kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari matahari akan memohonkan
ampun untuknya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat.
32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang laki-laki yang tidak
soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka
ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu syurga,
yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.
33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulang, disapukan
mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau
memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan
hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada
suaminya karena mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap
kalimat ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya
sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah
kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat
itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.
34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan
malamnya menggembirakan suaminya.
35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat
isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.
36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.
37. Wanita yang melayani dengan baik kepada suami yang pulang ke rumah dalam
keadaan letih akan medapat pahala jihad.
38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 emas dan jika
wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala perak.
39. Dari Hadrat Muaz ra.: Wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti
untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan
muka dan tangannya dari bakaran api neraka.
40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah
matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan
makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai

makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya


rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanyayang buta telah
celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu karena
memuliakan dan menghormati suaminya).
41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah.
Beliau menemukan beberapa orang wanita dalam majelis itu. Rasulullah SAW
lalu bertanya, Apakah kamu menyolatkan jenazah ? Jawab mereka,Tidak.
Sabda Rasulullah SAW Sebaiknya kalian semua tidak usah ikur berziarah dan
tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada
suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang laki-laki.
42. Wanita yang memerah susu binatang dengan Bismillah akan didoakan oleh
binatang itu dengan doa keberkatan.
43. Wanita yang membuat adonan tepung gandum dengan Bismillah , Allah
akan berkahkan rezekinya.
44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti
meyapu lantai di Baitullah.
45. Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika
membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka,
jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.
46. Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan
mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan
memadamkan seratus perbuatan jahat.
47. Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menenun kain, Allah telah
menentukan satu tempat khusus untuknya di atas tahta di hari akhirat.
48. Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian
dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan memberikan pahala sama
seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi
pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.
49. Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut
anaknya,menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan memandikan anaknya, Allah
akan memberikan pahala kebaikan sebanyak helai rambut mereka dan menghapus
sebanyak itu pula dosa-dosanya dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata
orang-orang yang memerhatikannya.
50. Sabda Nabi SAW: Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut
dan janggut suaminya, memotong kumis (misai) dan mengerat kukunya, Allah

akan memberinya minum dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya


sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari tamantaman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan
selamatlah ia melintas Titian Shirat.
51. Jika suami mengajarkan isterinya satu hal akan mendapat pahala 80 tahun
ibadat.
52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan
kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal
dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu
akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang
kuda yang dibuat dari yakut.
53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah
akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah
di dunia ini dengan istiqamah.
54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang
solehah.
55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya,cepat pula
kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin).

FAIDAH MELIPAT PAKAIAN

: (

.
.




.


.
(







.

FAEDAH:
Sebagian ahli ilmu berkata: "disunahkan melipat pakaian dimalam hari, karena
dgn melipatnya dapat mengembalikan kondisi pakaian seperti semula dan bacalah
basmalah. Jika tidak dilakukan, maka setan akan memakai pakaian tsb dimalam
hari, sedang pemiliknya memakainya di siang hari. Dg demikian akan
mempercepat proses kerusakannya.
Nabi bersabda : " lipatlah pakaian kalian, sesungguhnya setan tidak akan
mengenakan pakaian yg dilipat".
Ada juga hadis lain : " lipatlah pakaian kalian, karena pakaian itu akan kembali
pada kondisi semula".

BAB III : NIFAS


I. Pengertian Nifas
Nifas menurut bahasa adalah melahirkan, sedangkan menurut istilah syara' adalah

darah yang keluar melalui kelamin wanita setelah melahirkan atau belum melebihi
15 hari setelahnya, bila darah tidak langsung keluar.
Adapun darah yang keluar saat melahirkan (jawa : nglarani manak) atau bersamaan
dengan bayi, tidak disebut darah nifas. dan hukumnya sebagai berikut:

Maka, darah yang keluar 5 hari pertama disebut darah haidl, dan darah yang
keluar saat melahirkan dan yang keluar bersamaan dengan bayi disebut darah
istihadloh. Untuk darah yang keluar setelah melahirkan selama 20 hari disebut
darah nifas. Sedangkan 1 hari masa tidak keluar darah dihukumi suci yang
memisahkan antara haidl dengan nifas.

a.Bila bersambung dengan haidl sebelumnya, maka disebut darah haidl.


Contoh: wanita hamil mengeluarkan darah 3 hari, kemudian melahirkan dan darah
terus keluar sampai 20 hari setelah melahirkan. Maka, darah yang keluar selama 3
hari dan saat melahirkan serta darah yang keluar bersamaan dengan bayi disebut
darah haidl. Sedangkan darah yang keluar setelah melahirkan selama 20 hari
disebut darah nifas.



) (
















(Bujairimi
Khotib)
b.Bila bersambung dengan darah sebelumnya namun tidak mencapai aqollul haidl
(24 jam) atau tidak bersambung dengan darah sebelumnya maka disebut darah
istihadloh.
-Contoh: 01. Wanita hamil mengeluarkan darah selama 20 jam, setelah itu
melahirkan dan darah terus keluar selama 20 hari. Maka, darah yang keluar selama
20 jam dan darah yang keluar saat melahirkan serta yang bersamaan dengan bayi
disebut darah istihadloh. Kemudian darah yang keluar selama 20 hari disebut darah
nifas.
-Contoh: 02. Wanita hamil mengeluarkan darah selama 5 hari, kemudian darah
berhenti selama 1 hari, kemudian melahirkan dan darah keluar selama 20 hari.

Darah yang keluar setelah melahirkan dengan selang waktu 15 hari atau lebih,
disebut darah haidl bila memenuhi syarat haidl.
-Contoh: wanita melahirkan tanggal 1, kemudian tidak keluar darah sampai
tanggal 17, lalu keluar darah selama 3 hari. Maka, darah yang keluar selama 3
hari dihukumi darah haidl dan waktu antara lahirnya bayi dan keluarnya darah (16
hari) dihukumi suci.
II. Ketentuan Darah Nifas.
Minimal masa nifas adalah sebentar walaupun sekejap. Masa maksimalnya 60
hari 60 malam, dan pada umumnya 40 hari 40 malam. Maksimal masa nifas
dihitung mulai dari keluarnya seluruh anggota tubuh bayi dari rahim. Sedangkan
yang dihukumi nifas mulai dari keluarnya darah, dengan syarat darah keluar tidak
mencapai 15 hari dari kelahiran. Sehingga jika seorang ibu melahirkan pada
tanggal 1, kemudian tanggal 5 baru mengeluarkan darah, maka, masa maksimal
nifas dihitung mulai dari tanggal 1, dan dihukumi nifas mulai tanggal 5, waktu
antara
lahirnya
bayi
dan
keluarnya
darah
dihukumi
suci.
Apabila seorang wanita setelah melahirkan mengeluarkan darah secara
terputus putus, maka hukumnya sebagai berikut:
a.Jika semua darah yang keluar tidak lebih dari 60 hari 60 malam dari lahirnya
bayi dan Putusnya tidak lebih dari 15 hari 15 malam, maka semuanya dihukumi
darah nifas (menurut pendepet yg kuat/Qoul As-Sahbi) dan masa tidak keluar
darah dihukumi suci menurut ulama yg lain ( Qoul Talfiq) ket Bujairimi Khotib
bab Talfiq.
-Contoh: seorang ibu setelah melahirkan anak, langsung mengeluarkan darah
selama 5 hari. Kemudian berhenti (tidak keluar darah) selama 10 hari, keluar lagi
selama 10 hari, berhenti lagi selama 13 hari, keluar lagi selama 8 hari. Maka,
semuanya dihukumi nifas, dan di saat darah berhenti dia diwajibkan
melaksanakan sholat sebagaimana orang yang suci.

b.Jika darah yang keluar tidak lebih dari 60 hari 60 malam dari lahirnya bayi dan
putusnya darah hingga 15 hari 15 malam atau lebih. Maka, darah sebelum masa
putus dihukumi nifas dan darah setelah masa putus dihukumi haidl bila memenuhi
syarat syaratnya haidl. Bila tidak memenuhinya maka dihukumi istihadloh.
Sedangkan masa Putusnya darah dihukumi suci yang memisah antara nifas dan
haidl.
-Contoh; seorang ibu setelah melahirkan mengeluarkan darah selama 10 hari.
Kemudian berhenti 16 hari, keluar lagi 5 hari. Maka, darah 10 hari disebut nifas, 5
hari haidl dan masa berhentinya darah selama 16 hari disebut masa suci yang
memisah antara nifas dan haidl.
c.Jika darah yang pertama masih dalam masa 60 hari dari lahirnya bayi dan darah
kedua di luar masa 60 hari dari lahirnya bayi, maka darah yang pertama disebut
nifas dan darah kedua disebut haidl, bila memenuhi ketentuannya. Sedangkan masa
putusnya darah dihukumi suci yang memisah antara nifas dan haidl.
-Contoh; Seorang ibu setelah melahirkan, langsung mengeluarkan darah selama 59
hari. Kemudian putus selama 2 hari, keluar lagi selama 5 hari, maka 59 hari
dihukumi nifas dan 5 hari dihukumi haidl. Sedangkan masa terputusnya darah
selama 2 hari dihukumi suci yang memisah antara nifas dan haidl.
Refrensi
- Bajuri Juz I/109 +111-112
- Iqna` li Asyirbini Juz I/82
- Syarqowi Juz I/146-147 dan 157
- Bujairimi `alal Khotib Juz I/341-342 dan hal 351-352
- Turmuzi Juz I/541-542
- Rodhotuttolibiin Juz I/178
- Hawasyi Al Madaniyyah Juz I /196
- Tuhfah Al muhtaj dan Assarwani Juz I/633-634
- Jamal `Alal Manhaj Juz I/237
BAB IV HUKUM-HUKUM YANG
BERKAITAN DENGAN HAIDL, NIFAS DAN JUNUB

I.Larangan-larangan bagi orang haid dan nifas Bagi wanita yang sedang haid atau
nifas, atau sudah berhenti namun belum mandi besar, maka dilarang melakukan
hal-hal berikut;
1.Haram melakukan sholat baik fardlu ataupun sunah dan tidak wajib
qodlobahkan Harom menurut Imam Baidhowi dan makruh menurut ulama yg
lain, haram sujud syukur atau tilawah.
2.Haram melakukan puasa baik fardlu atau sunah, tapi harus diqodlo. Namun jika
haid atau nifas telah berhenti maka boleh melakukan puasa meskipun belum
mandi besar. jika haid berhenti sebelum fajar dan sudah niat puasa sebelum fajar.
(Fajar dalam istilah Fiqh berbeda arti dengn Fajar dlm bhs Indonesia Dan Fajar
yang dimaksud disini adalah pas masuknya waktu subuh (fajar shodiq ) bukan
ketika matahari terbit.dan jk darah berhenti disiang hari maka sunnah untuk
menjaga hal2 yg membatalkan puasa.)
Tambahan>>>Dalam hal MengQodo` puasa pada masa Naqo` (tidak keluar
darah) yg terletak diantara dua darah dan masih dalam lingkup 15 hari untuk haid
dan tidak lebih 60 hari untuk nifas terdapat perbedaan pendapat antara ulama
-pendapat yang kuat menghukumi Haid ( Qoul As-sahbi) =wajib Qodo`
-ulama yg lain menghukumi Suci (qoul talfiq ) =tidak wajib Qodo`
Bugyah hal 31 dan Majmu` Sayarh Muhadzab Juz II hal 387.
3.Membaca al-Quran. Maksudnya melafalkanya dengan lisan yang sampai bisa
didengar oleh dirinya sendiri. Sehingga apabila dibaca di dalam hati, atau dibaca
dengan niat dzikir atau belajar-mengajar maka diperbolehkan.
4.Haram menyentuh al-Quran baik dengan tangan atau anggota lain, baik dengan
penghalang atau tidak sekiranya masih dianggap menyentuh.
5.Haram membawa al-Quran. Namun boleh membawanya dalam tas atau
sejenisnya yang ada benda lain dengan niat tidak membawa al-Quran saja. Dan
boleh membawa al-Quran yang ada tafsirnya, jika yakin jumlah tulisan tafsirnya
lebih banyak dibanding jumlah tulisan al-Quran.
6.Haram lewat di dalam masjid jika khawatir menetesnya darah. Dan jika tidak
khawatir, maka hukumnya makruh.
7.Haram diam/itikaf di dalam masjid.
8.Thowaf fardlu atau sunah.

9.Haram jima (hubungan intim) sebelum mandi besar. Dan menurut Imam Ghozali,
jima di waktu haid atau setelah haid namun belum mandi akan dapat menyebabkan
sakit lepra pada pelaku atau anaknya. Namun bila benar-benar khawatir melakukan
zina, boleh jima meski darah belum mampet.
Namun bagi pelaku jima` disaat istri sedang haid dan darah keluar dengn deras
maka sunnah sodaqoh satu dinar ( 3,88 Gr emas ) jk darah menjelang berhenti
setengah dinar. ( ket.Fathul qodir hal 19 dan dalam kitab Figh Islami Juz I hal 76
satu dinar = 4,25 Gr ).
10.Istimta (Jawa : ngalap suko) atau bercumbu pada anggota antara pusar dan lutut,
karena akan membangkitkan getaran syahwat untuk melakukan jima.
11.Haram menjatuhkan talaq/cerai pada istri. Dan bila setelah darah berhenti boleh
menjatuhkan talaq meskipun belum mandi besar.
II.Larangan bagi orang junub (Keluar Mani, Sehabis Hubungan Intim Dan Setelah
Melahirkan) Bagi orang junub sebelum mandi haram melakukan lima hal sebagai
berikut;
1.Haram sholat fardlu atau sunah.
2.Haram membaca aL-Quran kecuali di dalam hati atau diniati dzikir.
3.Haram menyentuh al-Quran baik dengan tangan atau dengan anggota lain serta
membawanya tanpa disertai barang atau benda lain.
4.Haram thowaf fardlu atau sunah.
5.Haram diam di dalam masjid.
III.Sholat yang harus diqodlo sebab datang dan berhentinya haidl/nifas.
Dalam istilah fiqh haidl dan nifas termasuk mawani as-sholat (sesuatu yang
mencegah dilakukannya sholat). Datang dan hilangnya mawani as-sholat dapat
mengakibatkan hutang sholat yang harus diqodlo. Dan ketentuannya sebagai
berikut.
a.Jika mani datang setelah masuknya waktu yang cukup digunakan untuk
melakukan sholat, maka setelah suci dia wajib mengqodlo sholat yang belum
sempat dikerjakan waktu datangnya mani. Dan tidak wajib mengqodlo sholat yang
sudah di lakukan sebelum datangnya mani serta sholat yang bisa dijama dengan
sholat waktu datangnya mani. >>>>>>> yang dimaksud disini adalah SHOLAT
YANG CEPAT (hanya melaksanakan rukunya sholat saja atau sholat Qoshor bg
musafir)ket kita Rodhotuttolibiin

-Contoh; Darah haidl keluar jam 13.00 Wib. dan belum melakukan sholat zhuhur,
maka setelah darah haidl berhenti wajib mengqodlo sholat zhuhur.
-Contoh; darah haidl keluar jam 16.00 Wib. dan belum melakukan sholat ashar,
maka setelah suci wajib mengqodlo sholat ashar dan tidak wajib mengqodlo
sholat zhuhur.
b.Jika mani hilang setelah masuknya waktu sampai batas minimal masih
muat digunakan untuk takbirotul ihrom (mengucapkan Allohu Akbar) maka dia
harus melakukan sholatul wakti, yakni sholat yang wajib dikerjakan ketika waktu
hilangnya mani. Demikian juga sholat yang bisa dijama dengan sholatul wakti.
melakukan sholat tersebut dengan adaa atau qodlo.
-Contoh; Darah haidl berhenti pada jam 16.00 Wib. maka dia wajib melakukan
sholat ashar dengan adaa serta sholat zhuhur dengan qodlo.
-Contoh; Darah haidl berhenti pada waktu ashar yang hanya cukup untuk
mengucapkan Allohu Akbar maka dia wajib melakukan sholat ashar dan zhuhur
dengan qodlo.
IV.Puasa Yang Diqodlo Sebab Haidl Dan Nifas
Bila haidl dan nifas terjadi pada bulan romadlon maka semua puasa yang wajib
ditinggalkan harus diqodlo, termasuk puasa yang wajib dilakukan saat darah
berhenti, dan masih dihukumi haidl atau nifas. Hal ini terjadi pada wanita yang
haidl atau nifasnya terputus-putus.
-Contoh; Awal romadlon keluar darah haidl 2 hari, kemudian berhenti selama tiga
hari dan saat itu ia melakukan puasa, kemudian darah ternyata keluar lagi selama
5 hari. Setelah itu suci sampai akhir romadlon. Maka puasa yang harus diqodlo
adalah 10 hari dari awal romadlon. Dikarenakan semua dihukumi haidl termasuk
3 hari yang tidak keluar darah, sehingga puasa yang dilakukan dihukumi tidak
sah.
Refrensi serta rujukan :
- Sohih Bukhori Juz I /90
- Al Mahali Juz I /100
- Hasyiyah Jamal `Alal Manhaj Juz I/240 dan Juz I /237-239 Dan Juz I 292-294

- Bugyah Hal 31.


- Al Mahali Juz I /34-35
- F.Mu`in Juz I /209-210
- Bulughul Marom bab haid hal 25 dan hal 30-31
- Bujairimi Khotib Juz I /356-358 Juz I hal 363-365
- I`anatuttolibin Juz I hal 65-66
- Figh Al islami Juz I hal 470-471 dan Juz I hal 76 dan 475
- Bajuri Juz Hal 115
- Majmu` Syarah Muhadzab Juz II hal 358- 359
- Fathul Qodir Hal 9
- Sulam Taufiq dan Is`adurrofiq Juz I /72
Bab V .Keputihan Dan Cairan Yang Keluar Dari Vagina
Keputihan adalah getah atau cairan yang keluar dari vagina, yang ditimbulkan oleh
jamur. Dalam ilmu Kedokteran disebut jamur candida. Kelembaban dan kehangatan
vagina, merupakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan dan berkembang
biaknya jamur. Getah atau cairan yang ditimbulkan keputihan berwarna putih,
kental, keruh dan kekuning-kuningan. Biasanya rasanya gatal, membuat vagina
meradang dan luka.

makan dan campur dengan + setengah liter air. Gunakan dua hari sekali dalam
satu minggu untuk pembersihan vagina.
Perlindungan Diri Dari Keputihan Di antaranya:
a.Memelihara kesejukan daerah genital (sekitar vagina). b.Menjaga kebersihan.
c.Mencuci pakaian dengan air mendidih tanpa sabun. d.Menjauhi aktifitas
secara.berlebihan.
Apakah getah vagina termasuk darah haidl?
Dalam kitab fiqh dijelaskan bahwa: haidl adalah darah yang keluar dari
urat (otot) yang pintunya terdapat pada penghujung uterus (pangkal rahim) yang
mempunyai warna, sifat dan warna khusus. Sedangkan istihadloh adalah darah
yang keluar dari urat di bawah uterus (adna al-rohmi) di luar masa haidl.
Dengan demikian getah vagina dan keputihan bukanlah darah haidl dan
istihadloh, karena keluar dari luar anggota tersebut, yang dalam istilah fiqh
disebut ruthubah al-farji (cairan farji) dan hukumnya sebagai berikut:
a.Bila keluar dari balik liang farji (anggota farji bagian dalam yang tidak
terjangkau penis saat bersenggama), maka hukumnya najis dan menyebabkan
batalnya wudlu.

Penyebab timbulnya keputihan di antaranya:


a.Menopause. Yaitu masa yang sudah tidak keluar haidl. sebab dengan aktif keluar
haidl, ada cairan yang selalu membasahi dinding vagina dan mempertahankan
vagina tetap segar dan sehat.
b.Pil penghambat atau penyubur kehamilan. Hal ini disebabkan, pil tersebut
mempunyai efek mengurangi ketahanan pelindung vagina dari infeksi jamur.
c.Efek dari kontrasepsi dari rahim.
d.Stres. e.Celana yang terbuat dari nilon.
f.Celana ketat.g.Sabun bubuk pembersih.
Cara pengobatan Keputihan di antaranya:
a.Mendatangi dokter atau klinik khusus.
b.Ramuan-ramuan alami. Seperti merendam + 8 butir bawang putih dalam air cuka
selama dua hari sampai minyak bawang terurai. Kemudian ambil satu sendok

b.Bila keluar dari liang farji (anggota farji yang tidak wajib dibasuh ketika
istinja dan masih terjangkau penis saat bersenggama), maka hukumnya suci
menurut sebagianulama.
c.Bila keluar dari luar liang farji (anggota farji yang tampak ketika
jongkok), maka hukumnya suci.
Dengan demikian, karena keputihan dan cairan yang keluar dari farji
bukan darah haidl, maka tidak mewajibkan mandi. Namun bila cairan tersebut
dihukumi najis (keluar dari dalam tubuh), maka harus disucikan saat mau wudlu
dan sholat. Dan jika terus menerus keluar, maka hukumnya seperti istihadloh dan
tata cara bersuci serta ibadahnya akan dijelaskan pada keterangan berikut.
V. Tata Cara Sholat, Bersuci Bagi Mustahadloh
Dan Wanita Yang Mengalami Keputihan Atau Keluar Cairan.

Hukumnya orang istihadloh tidak sama dengan orang haid/nifas, sebab


istihadloh adalah termasuk hadats kecil yang terus menerus, sehingga dia tetap
kewajiban sholat, puasa Ramadhan dan lain-lain, tidak haram membaca aL-Quran,
hubungan
intim
dengan
suami
dan
lain-lain.
Karena orang istihadloh atau beser kencing/madzi terus-menerus mengeluarkan
hadats kecil dan najis, maka jika hendak sholat maka harus mengikuti aturan-aturan
sebagai berikut:
1.Terlebih dahulu wajib membersihkan farjinya lalu disumbat dengan kapas
atau kain sekiranya tidak sakit sampai darah tidak keluar. Dan bila sedang puasa
maka tidak boleh menyumbat sampe anggota dalem karena dapat membatalkan
puasanya, namun cukup dibalut hingga darah, madzi atau kencing tidak bisa keluar
2.Kemudian wudlu dengan niat agar diperbolehkan melaksanakan sholat dan
tidak boleh niat untuk menghilangkan hadats/najis. Sebab dia orang yang terus
menerus najis dan hadats.
3.Segera melaksanakan sholat. Hanya saja ia boleh menundanya karena
untuk melakukan hal-hal yang terkait dengan kemaslahatan sholat seperti menutup
aurat, menjawab adzan, menanti jamaah dan lain-lain.
Semua hal di atas, mulai dari kewajiban membersihkan farji hingga sholat, wajib
dilakukan dengan terus menerus dan setelah masuknya waktu sholat. Jika salah
satunya tidak terpenuhi maka harus diulangi dari awal.
Tata cara di atas harus dilakukan setiap akan melaksanakan sholat, sehingga satu
rangkaian thoharoh tersebut tidak boleh digunakan untuk dua sholat kecuali sholat
sunah, maka boleh berulang-ulang.
BAB VI. FARDLUNYA MANDI
Yang dimaksud fardlu adalah hal-hal yang harus dilakukan saat
melakukan mandi, baik mandi jinabah maupun mandi sunah. Sebab dalam syari'at
Islam selain mandi jinabah atau mandi menghilangkan hadast besar, juga ada
mandi-mandi yang memang sunah dikerjakan seperti; Mandi karena shalat jum'at,
mandi karena melakukan shalat Id (baik idul adha atau idul fitri), mandi shalat
istisqa' (mengharapkan hujan), mandi shalat gerhana (baik matahari maupun
rembulan), mandi setelah memandikan jenazah, mandi orang yang baru masuk
Islam, mandi ketika masuk Makkah, mandi ketika hendak ihram, mandi ketikan

hendak wuquf, mandi ketika hendak menginap di Mina maupun Muzdalifah,


mandi hendak thawaf, mandi hendak masuk kota Madinah, dll.
Baik mandi wajib maupun mandi sunah agar bisa sah dan mendapat pahala harus
memenuhi ketentuan di bawah ini;
1. Niat
Untuk masalah niat sepertinya tidak perlu pembahasan melebar. Sebab mandi
wajib maupun mandi sunah termasuk ibadah yang keabsahannya tergantung dari
pada niat. Tentang lafadz niat mandi wajib sudah diterangkan dalam bab
sebelumnya, sedangkan bentuk lafadz niat mandi sunah akan dipaparkan beberapa
contoh, diantaranya;
Niat mandi sunah shalat jum'at:

"Saya niat mandi karena menghadiri shalat jum'at sunah karena Allah"
Niat mandi shalat idul fitri atau idul adha:

"Saya niat mandi karena menghadiri shalat Idul Fitri atau Idul Adha sunah karena
Allah"
Lafadz niat di atas adalah contoh niat mandi sunah yang menyangkut dengan
shalat jum'at, shalat Id Sedangkan untuk niat mandi sunah yang lain tinggal
menyebutkan lafadz mandi yang diniati dalam hati. Seandainya sulit dengan
bahasa arab, niat bias dengan bahasa Indonesia, bahasa jawa, dll, asalkan orang
yang niat faham dan dihadirkan di dalam hati.
2. Menghilangkan Najis
Fardlu menghilangkan najis hanya khusus dilakukan saat pada tubuh orang yang
mandi ditemukan najis a'in atau najis hukmiyyah (najis yang hanya cukup sekali
basuhan untuk menghilangkannya). Jika pada tubuh tidak ditemukan najis, maka
bisa langsung memulai mandi
3. Menyiramkan Air
Pada saat melakukan mandi yang sangat perlu diperhatikan adalah menyiramkan
air sampai rata ke seluruh tubuh termasuk rambut. Sebab Rasulullah SAW
bersabda:

) .

"Barangsiapa meninggalkan tempat sehelai rambut dari mandi jinabah yang tidak
membasuhnya, maka dengan begitu akan diberlakukan ini dan itu dari neraka".
(HR. Abu Dawud)
Hadist di atas menunjukkan wajibnya menyiramkan air keseluruh anggota
tubuh yang dhahir (luar) termasuk membasahi semua rambut kepala atau rambut
yang yang lain meskipun lebat. Namun untuk rambut yang ada di dalam mata dan
hidung tidak wajib dibasahi. Sedangkan untuk rambut keriting (ngruwel) terdapat
perincian:
a. Apa bila krinting secara alamiah (tidak dibuat-buat), maka tidak wajib memaksa
air agar sampai ke dalam rambut. Namun tetap disunahkan di sapu rancang.
b. Apa bila kritingnya dibuat sendiri (ada kesengajaan), maka ada dua pendapat:

1. Menurut

Syekh Muhammad Al-Asymawi jika kritingnya hanya sedikit,


maka tidak maslah. Namun jika yang dikriting banyak bahkan semuanya,
maka wajib digundul atau diluruskan kembali (krimbat).

2. Menurut

pendapat yang di ambil oleh Syekh Al-Athfaihi, kriting rambut


yang dibuat sendiri tidak ada ampunan baik sedikit maupun banyak. Artinya
dengan cara apapun harus ditempuh agar air bisa membasahi seluruh
rambut. Sebab orang yang sengaja mengkriting rambutnya disebut orang
yang sembrono (maksiat). Dan orang yang sembrono tidak bisa
mendapatkan kemurahan hukum. Hal ini sebagaimana kaidah fiqih:


3. "Kemurahan

hukum tidak bisa dikaitkan dengan perbuatan maksiat".


Sebagaimana keterangan di atas bahwa dalam melaksanakan mandi baik
mandi wajib maupun sunah harus membasahi semua anggota tubuh bagian
luar. Termasuk anggauta bagian luar yang wajib dibasuh adalah;

- Lubang telinga yang kelihatan dari luar.


- Lubang farjinya perempuan yang terlihat saat duduk jongkok.
- Lipat-lipatan organ tubuh.

- Bagian dalam "kunclup" orang yang belum khitan.


- Dan bagian dalam dubur (anus) yang kelihatan saat duduk jongkok.

BAB VII
ISTIHADLOH
I.Definisi istihadloh
Yaitu darah yang keluar dari vagina di luar masa-masa haid dan nifas.
II. Sifat dan warna darah
Sebelum membahas istihadloh yang perlu diperhatikan adalah mengetahui kuat
dan lemahnya darah. Kuat dan lemahnya darah dipengaruhi oleh warna dan sifat
darah sebagai mana berikut: Warna Darah
1.Hitam
2.Merah
3.Merah kekuning-kuningan
4.Kuning
5.Keruh
Sifat darah
1.a. Kental b. Cair
2.a. Berbau busuk/anyir. b.Tidak berbau
Warna nomor 1 lebih kuat dari pada warna nomor 2, Warna nomor 2 lebih kuat
dari pada warna nomor 3 begitu seterusnya.
Misal darah Hitam-kental-berbau Lebih kuat jk disbanding dengn darah Hitamcair-tidak berbau.
Untuk menetapkan Hukumnya haid,kita harus tahu sifat-sifatnya darah serta dapat
membedakan antara darah kuat dan darah lemah.darah yang dikeluarkan oleh
wanita istikhadoh terkadang terbagi dalam 2 tingkatan:
1.Darah kuat (misal:Hitam-kental-berbau)
2.darah lemah ( misal:kuning-cair-tidak bau)
Namun adakalanya terbagi dalam 3 tingkatan

1.Darah kuat (misal:Hitam-kental-berbau)


2.Darah lemah ( misal:kuning-cair-tidak bau)
3.Darah lebih lemah (missal; keruh-cair-tidak bau)
Darah kuat adalah darah yang sifat kuatnya lebih banyak dibanding darah lainya
(lemah)
Warna hitam lebih kuat dibanding warna merah,merah semu kuning,kuning
dst.begitu juga darah merah lebih kuat dibanding darah warna kuning dst.semua
diurutkan sesuai urutan yg tertulis diatas.
Darah hitam,kental dan berbau lebih kuat jika dibanding dengn darah
-Merah-kental-berbau
-Merah semu kuning-kental-berbau
-Hitam -kental-tidak bau
-Hitam -cair -berbau dst
Sebab darah hitam-kental-berbau memiliki 3 sifat yang mendorong kearah kuat
sedang darah yang lainya hanya memiliki 2 sifat yang mendorong kearah kuat.
Namun jika warna dan sifat yang mendorong kearah kuat jumlahnya sama maka
yang dihukumi darah kuat adalah darah yang keluar lebih dahulu.
Contoh:
Keluar darah Hitam,Kental,tidak bau>>>7 hari
Keluar darah merah ,kental,berbau>>>>10 hari
Maka yang dianggp darah kuat adalh yg 7 hari ( keluar lebih dulu)
Peringatan..!!!ISTILAH DARAH KUAT DAN DARAH LEMAH hanya berlaku
pada wanita yang mengalami Istikhadoh.sedang wanita yang mengeluarkan darah
TIDAK LEBIH dari 15 hari ( bg haid) dan tidak lebih dari 60 hari ( bagi Nifas)
tidak ada istilah hokum darah kuat/lemah tapi SEMUA DARAH DIHUKUMI
HAID/NIFAS.
III. Pembagian Mustahadloh
Wanita yang mengalami istihadloh terbagi menjadi 7 macam yaitu:
1. Mubtadiah mumayyizah.
Yaitu, wanita yang baru pertama kali mengalami haidl dan darah yang keluar
melebihi maksimal haidl (15 hari 15 malam) serta darah dapat dibedakan antara

yang kuat dan yang lemah. Bagi mustahadloh ini ketentuan hukumnya sebagai
berikut;
Darah kuat dihukumi haidl.Darah lemah dihukumi istihadloh.
Wanita semacam ini disebut mumayyizah jika memenuhi empat syarat;
a.Darah kuat tidak kurang dari 1 hari 1 malam (24 jam).
b.Darah kuat tidak melebihi 15 hari 15 malam.
c.Darah lemah tidak kurang dari 15 hari 15 malam (jk darah lemah terletak
diantara darah kuat)
d.tidak selang seling antara darah kuat dan darah lemah.
bila salah satu dari empat syarat di atas tidak terpenuhi maka dia termasuk
kategori mubtadiah ghoiru mumayyizah yang akan dijelaskan nanti.
Contoh 1; Seorang wanita yang belum pernah haidl mengeluarkan darah
sebagai berikut:
-Darah kuat 5 hari.
-Darah lemah 25 hari.
Maka 5 hari dihukumi darah haidl dan 25 hari dihukumi istihadloh.
Contoh 2: Seorang wanita yang belum pernah haidl mengeluarkan darah sebagai
berikut:
-Darah kuat 3 hari
-Darah lemah 16 hari
-Darah kuat 7 hari.
Maka darah kuat pertama (3 hari) dan darah kuat kedua (7 hari) dihukumi haidl
dan 16 hari darah lemah dihukumi istihadloh.
Bagi mubtadiah mumayyizah dalam melaksanakan mandi pada bulan
pertama dia harus menanti setelah 15 hari dan mengqodlo sholat yang
ditinggalkan pada waktu mengeluarkan darah lemah. Sedangkan pada bulan ke 2
dan selanjutnya jika darah masih keluar, maka wajib mandi di saat ia telah melihat
perpindahan sifat dari darah kuat ke darah lemah dan wajib melakukan sholat dan
lain-lain.
2. Mubtadiah Ghoiru Mumayyizah
Yaitu wanita yang baru pertama kali mengalami haid dan darah yang
keluar melebihi batas maksimal haidl serta dalam satu warna atau lebih namun
tidak memenuhi 4 syarat yang terdapat dalam mubtadiah mumayyizah.
Ketentuan hukumnya adalah sehari semalam awal dihukumi haidl dan selebihnya

dihukumi istihadloh untuk tiap bulannya.


Hal ini kalau ia ingat betul kapan mulai mengeluarkan darah. Apabila tidak ingat
maka tergolong mustahadloh mutahayyiroh.
Untuk bulan pertama mandinya harus menanti 15 hari dan mengqodlo sholat
selama 14 hari. Untuk bulan kedua setelah sehari semalam langsung mandi dan
mengerjakan sholat.
Contoh; mengeluarkan darah selama 1 bulan. Semua sifatnya sama, maka yang
dihukumi haidl hanya 1 hari 1 malam yang pertama. Dan selebihnya dihukumi
istihadloh.
3. Mutadah Mumayyizah
Yaitu wanita yang sudah pernah haidl dan suci. Kemudian ia mengeluarkan darah
melebihi batas maksimal haidl (15 hari 15 malam). Serta darah yang keluar dapat
dibedakan antara yang kuat dan lemah dan memenuhi syarat-syarat, mubtadiah
mumayyizah.
Hukum wanita jenis ini ialah persis sebagaimana mubtadiah mumayyizah. Yaitu
darah kuat dihukumi haidl dan darah lemah dihukumi istihadloh, begitu pula
masalah kewajiban mandinya.
Contoh; Wanita yang adat haidnya 7 hari
mengeluarkan darah selama 27 hari, dengan perincian
Darah kuat 12 hari
Darah lemah 15 hari
Maka dia mengalami haidl selama 12 hari dan 15 hari istihadloh. (TIDAK
DISAMAKAN ADAT)
Namun jika antara darah kuat dan adat, terpisah oleh masa 15 hari (aqollu atthuhri), maka darah lemah yang jumlahnya sama dengan kebiasaan haidlnya, serta
darah kuat yang keluar setelahnya dihukumi istihadloh.
Contoh; wanita yang kebiasaan haidlnya 3 hari,
mengeluarkan darah selama 21 hari, dengan perincian;
Darah lemah 19 hari
Darah kuat 2 hari
Maka haidlnya adalah 3 hari pertama, sesuai adatnya, dan 2 hari terakhir. Karena 2
hari itu, keluar setelah darah lemah melewati masa aqollu at-thuhri (15 hari).
Sedangkan darah 16 hari di tengah-tengah dihukumi istihadloh.

Jilbab itu menurut Tafsir al Qurtubi dalam menafsiri ayat ke-59 dari surat al
Ahzab, adalah : Selembar pakaian yang lebih besar daripada kerudung. Menurut
riwayat Ibn Abbas dan Ibn Masud, jilbab itu adalah selendang. Ada yang
mengatakan bahwa jilbab itu adalah cadar yang dipakai untuk menutupi muka
wanita. Yang benar, jilbab itu adalah pakaian yang dipakai untuk menutupi
seluruh badan wanita. Dengan demikian, maka masalah memakai jilbab adalah
sama dengan masalah menutup aurat bagi wanita. Dalam hal menutup aurat bagi
wanita ini menurut madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali, disebutkan
dalam kitab al Fiqhul Islamy wa Adillatuhu karangan Dr. Wahbah az Zuhaili
(terbitan Darul Fikr) juz 1 halaman 584-594 sebagai berikut :

:









- :
-1










,






.












:
.



-2





:



,

,


,

























.(




)

:

-









-3









)






.











:



.

,
(









)




.









,












-4











.





,









,

,













.
,








.








:









.










Madzhab Hanafi : Wanita merdeka dan yang sepertinya adalah orang banci,
auratnya adalah seluruh badanya sampai rambutnya turun, menurut pendapat yang
paling kuat, selain dan tapak dua tangan, kedua kaki bagian dalam dan bagian luar
menurut pendapat yang dapat di jadikan pegangan, karena keumuman dari
keperluan yang mendesak.
Madzhab Maliki : Aurat dipandang dari segi melihatnya: bagi laki-laki adalah apa
yang ada diantara pusat dan lutut. Dan bagi wanita dihadapan orang laki-laki lain
adalah seluruh tubuhnya selain muka dan kedua telapak tangan. Dan di hadapan
muhrimnya (laki-laki) adalah seluruh jasadnya selain muka dan anggauta
anggauta: kepala, leher, kedua tangan dan kedua kaki, kecuali jika di takutkan rasa
lezat, maka hal tersebut haram, bukan karena keadaanya sebagai aurat. Dan wanita
dengan wanita atau yang mempunyai hubungan muhrim adalah laki-laki, yaitu

dapat dilihat apa yang ada dipusat dan lutut. Adapun wanita wanita dalam
memendang ke laki-laki lain adalah seperti hukumnya lain adalah seperti
hukumnya laki-laki beserta para wanita yang menjadi muhrimnya, yaitu
memandang kepada anggauta-anggauta: kepala, kedua tangan dan kedua kaki.
Madzhab Syafii : Aurat wanita merdeka dan yang sepertinya adalah orang banci
adalah: apa yang selain muka dan kedua telapak tangan, bagian luar dan dalam
dari kedua ujung-ujung jari dan dari dua pergelangan tangan (ruas atau tempat
pergelangan tangan) , berdasarkan firman Allah : Janganlah para wanita
menampakan perhiasan mereka kecuali apa yang nampak dari padanya. Ibnu
Abbas dan Aisyah ra. berkata: Yaitu muka dan kedua tapak tangan. Dan Nabi saw.
Telah melarang wanita yang ihram untuk haji atau umroh untuk memakai dua
sarung tangan dan kain tutup maka (cadar). Andaikata tapak tangan dan muka itu
adalah aurat, niscaya tidak diharamkan menutup keduanya dalam ihram, dan
karena hajat mengundang kepada penampakan muka untuk jual beli dan
penampakan tpak tangan untuk mengambil dan memberi, maka hal itu tidak di
jadikan aurat.
Madzhab Hambali : Aurat wanita beserta para muhrimnya laki-laki adalah selain
badanya selain muka, tengkuk, dua tangan, kaki dan betis. Semua badan wanita
sampai muka dan kedua tapak tangan diluar salat adalah aurat, sebagaimana kata
Asy Syafii berdasarkan sabda Nabi saw. yang telah lalu wanita adalah aurat. Dan
diperbolehkan membuka aurat karena keperluan seperti, berobat, berhajat di
tempat yang sunyi, khitan, mengetahui masa baligh, perawan dan tidaknya wanita
dan cacat. Aurat wanita muslim dihadapan wanita kafir, menurut madzhab
Hambali adalah seperti di hadapan laki-laki mahram, yaitu anggota badan yang
ada diantara pusat dan lutut. Jumhur (sebagian besar ulama) berpendapat bahwa
seluruh badan wanita itu adalah aurat, kecuali apa yang nampak pada waktu
melakukan kesibukan-kesibukan rumah.
Di atas sudah dicantumkan menurut Tafsir al Qurtubi dalam menafsiri ayat ke-59
dari surat al Ahzab

(59) Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan


isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha
penyayang.

Ribuan terimakasih seiring doa Jazakumulloh Ahsanal Jaza` kami haturkan pada
akhinal kariim Nur Hasyim S.Anam yang telah rela meluangkan waktunya untuk
mengoreksi serta mantashih risalah ringkas ini.juga kepada ahki Abdrrohim
Astsauri yang berkenan menjadikan risalah ini sebuah Ebook.

KHITAN BAGI WANITA


Dalam kitab- kitab fikih disebutkan bahwa khitan artinya adalah qoth'ul qulfah
aw jildah lil jariyah ,
Pengertian khitan maksudnya memotong kulit penutup KHASYAFAH (GLANDS
PENIS) bagi anak lelaki atau kulit (PREPUCE) yang ada diatas CLITORIS bagi
anak wanita.

Akhirnya, setelah segenap ikhtiar kami usaha-pasrahkan dan semesta doa kami
panjatkan,semoga bermanfaat dunia akhirat.Amiin Ya Robbal `Alamiin.
Wassalamu`alaikum.

BAHTSUL MASAIL

Praktek ini sering disebut juga dengan istilahCIRCUMSISI, mengambil istilah dari
suatu nama sekte Nashrani yang taat melakukan ajaran bersunat seperti apa yang
dilakukan oleh Yesus sendiri dan para murid- muridnya serta dilakukan juga oleh
para penganut Yahudi, sebagai warisan Millah Ibrohiim.

0262. SUARA PEREMPUAN BUKAN AURAT

Nabi Ibrohim menerima wahyu Allah untuk berkhitan tatkala beliau telah berumur
80 tahun, dan dilakukan dengan menggunakan kapak (Qodum), sesuai hadist Nabi
dalam Asshohihain : Ikhtana ibroohiimu wa huwa ibnu tsamaanina sanatan
bilquduumi..

Suara perempuan itu aurat atau bukan ya ?

Dalam satu pendapat yang lain, Qodum adalah nama suatu tempat di negeri Syam.
(Ibnu Hajar Al- Asqolani: Fatkhul Baari 10/ 386)
Imam Nawawi Ad- Dimasyqy dalam Syarah Sohih Muslim menjelaskan: Yang
wajib bagi laki- laki adalah memotong seluruh kulit (Qulf) yang menutupi
kepala Khasyafah sehingga kepala Dzakar itu terbuka seluruhnya. Sedangkan
bagi wanita yang wajib hanyalah memotong SEDIKIT daging (Jildah) yang
berada pada bagian atas Farj. (Syarah Muslim 1/543, Fatkhul Bari 10/384- 387,
Syarhul- Muhadzab).

Penutup
Alhamdulillah risalah ringkas tentang haid dan permasalahanya telah tuntas,tentu
masih banyak kekurangan disana-sini karena keterbatasan pengetahuan
penulis,Kebenaran hanya dari Yang Maha Benar (aL-Haqq) semata, dan jika
terdapat kesalahan apapun dalam buku ini, murni karena kedangkalan pengetahuan
dan kesembronoan penulis sebagai insan dlo'if.

PERTANYAAN :
Mukhsin Aljahil Alfaqir
JAWABAN :
1. Zaine Elarifine Yahya

.209











Haram mendengarkan suara wanita kendati semacam bacaan alQurannya apabila
terkuatirkan timbul fitnah lanatarn hal itu atau ia merasakan kenikmatan syahwat
disebabkannya. Namun jika TIDAK demikian adanya yg terjadi Maka TIDAK apaapa. Sedangkan ketentuan bagi AMROD dalam perkara tersebut sama seperti kaum
wanita. afwan koreksi
2. Masaji Antoro
Menurut pendapat ulama yang paling SHAHIH suara wanita tidak tergolong
AURAT, namun bila dikhawatirkan terjadi fitnah atau menimbulkan rasa nikmat
saat mendengarkannya maka mendengarkan suaranya menjadi HARAM.

Dan suara wanita menurut pendapat yang paling shahih (benar) tidak termasuk
aurat tetapi haram mendengarkannya dengan seksama bila dikhawatirkan terjadi
fitnah. [ Hasyiyah alBujairomi X/70 ].

(

)
(
(Keterangan Tidak masuk bagian aurat adalah suara wanita) seperti halnya suara
Amrod (pemuda tampan tanpa jenggot) maka halal mendengarkannya selagi :
1. Tidak menimbulkan fitnah
2.Tidak merasa nikmat dengan suara tsb,
Namun bila mengakibatkan dua hal diatas hukum mendengarkan suara wanita
adalah haram. (Iaanah at-Thoolibiin III/260). Wallaahu A'lamu Bis Showaab...