Anda di halaman 1dari 30

CHAPTER 6 (TASK 2)

Kegiatan 1
HUMAN RESPIRATORY SYSTEM
[SISTEM PERNAPASAN MANUSIA]
LKS Uji Kompetensi Diri
Tujuan pembelajaran :
1.

Mempelajari alat-alat yang menyusun sistem respirasi pada manusia serta fungsi
alat-alat respirasi

2.

Mempelajari proses bernapas/respirasi

Panduan pertanyaan :
1.

Gambar berikut adalah alat-alat yang menyusun sistem respirasi pada manusia. Beri
keterangan gambar tentang nama organ serta masing-masing fungsinya.
Struktur sistem respirasi
manusia

Keterangan gambar
1. Rongga hidung

Fungsi organ
Tempat
pertama
kali
masuknya udara ke dalam
tubuh. Udara disaring oleh
rambut rongga hidung dan
dihangatkan
di
ruang
nasal sesuai dengan suhu
tubuh.

2. Pangkal
tenggorok
(laring)

Terdiri
atas
kepingan
tulang
rawan
yang
membentuk jakun.
Terdapat pita suara.

3. Batang
tenggorok
(trachea)

4. Bronkus

5. Bronkiolus

Merupakan
saluran
respirasi berbentuk pipa
yang terdiri atas gelanggelang
tulang
rawan
dengan panjang 10 cm.

Merupakan
percabangan
dari trachea.
Bronchus
bercabang
menjadi bronchus kanan
dan
bronchus
kiri.
Bronkhus
kanan
bercabang
menjadi
3
bronkhiolis,
sedangkan
bronchus kiri bercabang
menjadi 2 bronkhiolus.
Pembuluh-pembuluh
bronkhiolus berakhir di
alveolus.

6. Alveolus

Merupakan
ujung
dari
saluran
respirasi
yang
dibangun
oleh
epithel
skuamosa sederhana.
Memiliki
dinding
yang
sangat tipis dan elastis.

2.

Ada 3 macam respirasi berdasar urutan kegiatan serta tempat berlangsungnya yaitu:
a. Respirasi

eksternal,

pertukaran
dengan

gas

darah

paru-paru,

di

yaitu

proses

antara

udara

dalam

kapiler

berlangsung

di

dalam

alveolus.
b. Respirasi
pertukaran

internal,
gas

yaitu

proses

antara

darah

dengan cairan jaringan, berlangsung


di dalam pembuluh kapiler.
c. Respirasi

intrasel/selular

proses

pembongkaran

senyawa

organik/

zat

makanan [umumnya berupa glukosa sebagai substrat respirasi intrasel] dengan


menggunakan oksigen serta dilepaskannya sejumlah energi, berlangsung di
dalam sel.

3.

Respirasi eksternal yang berlangsung di organ paru-paru meliputi kegiatan-kegiatan

a. Mengambil udara pernapasan yang kadar O2 nya tinggi disebut inspirasi, sedang
mengeluarkan udara pernapasan yang kadar CO2 nya tinggi disebut ekspirasi.

b. Pengikatan oksigen oleh sel-sel darah berlangsung di alveolus yang secara kimiawi
dapat

dituliskan

persamaan

reaksinya

Hb4+4O2

---------

4HbO2

(oksihemoglobin).
Pengikatan CO2 oleh darah berlangsung di dalam darah kemudian diangkut ke
paru-paru untuk dibebaskan di atmosfer. CO2 diangkut darah yang ada dalam
tiga bentuk, yaitu :
Sebesar 5% diangkut dalam bentuk H2CO3 yang larut dalam plasma
darah.
Sebesar 30% diangkut dalam bentuk HbCO2 (karbomino hemoglobin).
Sebesar 65% diangkut dalam bentuk ion HCO3 yang larut dalam plasma
darah setelah melalui proses yang disebut pertukaran klorida.
4.

Dikenal ada dua macam mekanisme pernapasan yaitu pernapasan dada dan
pernapasan perut seperti nampak pada gambar berikut :

a. Fase inspirasi ditunjukkan oleh gambar 1.


b. Fase ekspirasi ditunjukkan oleh gambar 2.
c. Pada mekanisme pernapasan dada yang berperan adalah otot tulang rusuk,
rongga dada, paru-paru.
d. Pada mekanisme pernapasan perut yang berperan adalah diafragma paruparu.
e. Kedudukan tulang rusuk seperti yang ditunjukkan oleh gambar 3a terjadi saat
fase inspirasi.
f.

Sedangkan kedudukan tulang rusuk seperti yang ditunjukkan oleh gamnbar 3b


terjadi saat fase ekspirasi.

5.

Perhatikan gambar berikut :

a. Tanda panah manakah yang menunjukkan kandungan oksigen tinggi?


b. Tanda panah manakah yang menunjukkan kandungan oksigen rendah?
c. Tanda manakah yang menunjukkan difusi karbondioksida?
d. Menuju organ apakah tanda panah 4?
e. Seluruh peristiwa yang digambarkan berlangsung saat fase respirasi eksternal.
f.

Reaksi kimia Hb4 + 4O2 ----- 4HbO2 terjadi saat proses yang ditunjukkan oleh
nomor 1.

g. Reaksi kimia H2CO3 ------ H2O + CO2 berlangsung di dalam darah dan
pelepasan gas CO2 berlangsung di paru-paru.
6.

Volume udara yang dipernapaskan sangat bervariasi sebab dipengaruhi oleh cara dan
kekuatan seseorang melakukan respirasi.

a. Volume udara yang dipernapaskan pada pernapasan biasa disebut udara


pernapasan/volume tidal, volumenya 500 cc yang pada grafik di atas
ditunjukkan oleh bagian yang berlabel IV.
b. Volume udara yang dimasukkan secara kuat dan dikeluarkan pula secara kuat
saat kita mengambil nafas dalam disebut udara cadangan/suplemen yang
dalam grafik ditunjukkan oleh label II.
c. Volume udara yang masih bisa dimasukkan ke paru-paru setelah melakukan
pernapasan biasa disebut udara komplementer, volumenya 1000 1500 cc,
dalam grafik ditunjukkan oleh label II III.
d. Sedang volume udara yang masih dapat kita hembuskan setelah kita melakukan
pernapasan biasa disebut kapasitas vital paru-paru, volumenya 3000 3500
cc, dalam grafik ditunjukkan oleh label II V.

e. Volume udara yang masih dapat diperbesar melalui latihan pernapasan adalah
kapasitas total paru-paru.
7.

Proses bernapas dipengaruhi oleh sistem saraf pusat dan faktor lain. Lihat diagram
dan penjelasan berikut

a. Pusat pernapasan kita dirangsang oleh :


1) Kadar CO2 yang tinggi di dalam darah (penurunan pH)
2) pH darah yang rendah (bersifat asam)
3) kadar O2 yang menurun di dalam darah
b. Jika kita menahan napas dalam waktu yang agak lama, maka keinginan bernapas
menjadi tidak tertahankan. Keadaan ini disebabkan oleh adanya peningkatan
kadar O2 dalam darah yang merangsang pusat pernapasan (medula
oblongata)

untuk

mengirim

impuls

motorik

(perintah

ke

ke

otot

pernapasan).
8.

Respirasi intrasel/respirasi seluler adalah proses pembongkaran senyawa organik/


zat makanan [umumnya berupa glukosa sebagai substrat respirasi intrasel] dengan
menggunakan oksigen serta dilepaskannya sejumlah energi.
a. Pada

reaksi

oksidasi

tersebut

selain

dibebaskan

sejumlah

energi

juga

dilepaskannya gas CO2 dan uap air.


b. Proses pembongkaran energi dari zat makanan [glukosa] berlangsung melalui
beberapa tahapan-tahapan reaksi kimia yang panjang yang dapat dikelompokkan
dalam 3 peristiwa/proses yaitu :

1) Tahap glikolisis, menghasilkan asam piruvat dan CO2


2) Siklus krebs, menghasilkan energi dan CO2
3) Rantai transfer electron, menghasilkan H2O dan energi
c. Secara sederhana dan ringkas, seluruh reaksi kimia dalam respirasi intrasel dapat
dituliskan persamaan reaksinya yaitu C6H12O6 + 6O2 -------aerob
mitokondria------

dalam

6H2O + 6CO2 + energi

d. Energi yang lepas dari hasil pembongkaran glukosa diubah menjadi senyawaan
adenosin pospat melalui reaksi kimia anaerob karena dalam prosesnya tidak
menggunakan O2
e. Reaksi pengikatan energi oleh senyawa adenosin pospat dapat ditulis persamaan
reaksinya ADP + PO43 + energi ----anaerob--- ATP (36 molekul ATP)

f.

Respirasi intrasel/seluler sering disebut sebagai oksidasi atau pernapasan aerob


karena pada proses pemecahan glukosa digunakan sejumlah oksigen.

9.

Pelajari grafik berikut :

a. Apakah penyebab kematian terbesar pada 1930? Kanker paru-paru.


b. Bagaimana angka kematian pada 1950? Terjadi peningkatan yang signifikan
pada jumlah kematian akibat kanker paru-paru.
c. Menurut anda, mengapa angka kematian yang disebabkan oleh kanker paru-paru
terus meningkat? Karena banyak orang yang merokok (hipotesis).
d. Menurut anda, mengapa angka kematian yang disebabkan oleh TBC cenderung
terus menurun? Karena kemajuan pada bidang kedokteran dan farmasi,
tingkat sanitasi masyarakat sudah sangat tinggi, peningkatan gizi yang
baik dalam masyarakat.
e. Populasi perokok dari tahun ke tahun terus meningkat. Padahal hampir semua
orang sudah tahu akan bahaya merokok. Perokok tidak hanya didominasi oleh
orang dewasa tetapi anak-anak dan wanita pun sudah banyak yang menjadi
pecandu rokok. Usaha-usaha apakah yang dapat anda lakukan sebagai pelajar
untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya merokok? Berusaha akrab dan
mendekati orang-orang yang kecanduan merokok, secara perlahan
memberikan nasihat sedikit demi sedikit bahwa merokok itu hanya akan
membawa dampak negatif.
10. Perhatikan gambar berikut :

Timbulnya tampang bodoh yang disebut wajah adenoid sebagai akibat dari
gangguan pernapasan oleh karena adanya penyempitan saluran pernapasan akibat
pembekaan kelenjar limfe yang berada di daerah rongga hidung.
Kegiatan 2
ANIMAL RESPIRATORY SYSTEM
[SISTEM PERNAPASAN HEWAN]
11. Perhatikan gambar berikut tentang respirasi pada hewan. Isikan dalam tabel tentang
proses respirasi yang dilakukan oleh berbagai hewan.
Kelompok hewan yang melakukan respirasi
1.

Pertanyaan

a. Kelompok

hewan yang sedang


melakukan
kegiatan
respirasi
adalah sarpodina/rizhopoda.

b. Adakah alat intrasel yang berperan


sebagai alat pernapasan? Tidak.
Bagaimana
pertukaran
gas
pernapasan
berlangsung?
Berlangsung
melalui
proses
difusi lewat membran sel.
2. Pada laba-laba

3. Pada serangga dan cacing tanah

Alat pernapasan pada laba-laba berupa


paru-paru
buku
yang
lubang
muaranya di perut bagian bawah
(spirakle).

a. Pada cacing tanah pertukaran gas


berlangsung
di
seluruh
permukaan tubuh secara difusi.
b. Pada
serangga
struktur
alat
pernapasannya
terdiri
atas
spirakle trakea kantong
udara
yang
masing-masing
berfungsi :

Spirakle : lubang di permukaan


tubuh bagian perut
keluar
masuknya
pernapasan

tempat
gas

Trakea : saluran yang dilewati


oleh udara pernapasan. Trakea
bercang menjadi trakeolus yang

menembus jaringan tubuh

Kantong udara : menyimpan


udara pernapasan yang banyak
mengandung O2
c. Pertukaran gas pada serangga
terjadi di jaringan tubuh yang
tertembus trakeolus.
4. Pada katak

a. Pertukaran gas pernapsan pada


katak berlangsung di gelembung
paru-paru,
permukaan
kulit
licin, rongga mulut yang banyak
dialiri kapiler darah.
b. Pengikatan O2 terjadi saat fase
inspirasi.
c. Pelepasan CO2 berlangsung pada
fase ekspirasi lewat alat yang
disebut gelembung paru-paru/
pulmosis.
d. Kulit katak sesuai sebagai tempat
berlangsungnya pertukaran gas
karena memiliki struktur tipis,
lembab, dan dialiri banyak
kapiler darah.
e. Struktur paru-paru katak disebut
pulmo/kantung
udara
karena
hanya berupa kantung yang
dialiri banyak kapiler darah.
f. Mekanisme pernapasan pada katak
diatur oleh kontraksi dan relaksasi
otot-otot
sternohiodeus,
geniohiodeus, otot perut, otot
rahang bawah.
g. Letak pita suara katak ada di
bagian faring dan berhubungan
dengan kantung suara. Kantung
suara hanya dimiliki katak yang
berjenis kelamin jantan.

5. Pada burung

a. Alat pernapasan burung serupa


paru-paru dan pundi-pundi udara
(saccus pneumaticus).
b. Paru-paru burung tidak alveolus
oleh karena itu ada struktur yang
berfungsi seperti alveolus pada
mammalian
yang
disebut
parabronkhi yang dialiri oleh

kapiler. Pertukaran gas terjadi di


parabronkhi.
Paru-paru
berhubungan dengan kantung hawa
melalui bronchorecurent.
c. Saccus
pneumaticus/
kantung
udara/ pundi-pundi udara pada
burung
tidak
lain
merupakan
perluasa dari paru-paru. Jumlah
kantung udara pada burung adalah
9 yang terletak pada daerahdaerah :
1)
2)
3)
4)

Pangkal leher [2]


Antar tulang korakoid [1]
Ruang dada depan [2]
Ruang dada belakang [2]

d. Fungsi kantung udara pada burung


adalah sebagai alat pernapasan
saat terbang.
e. Pada saat burung tidak terbang
maka
yang
berfungsi
dalam
pernapasan
adalah paru-paru.
Pengikatan oksigen oleh darah
terjadi pada saat fase inspirasi
dan ekspirasi.
f. Pada saat burung terbang maka
yang berfungsi dalam pernapasan
burung untuk melakukan inspirasi
dan ekspirasi adalah pundi-pundi
udara.
6. Pada reptile
a. Kadal dan reptile darat
b. Penyu dan kura-kura

a. Kadal dan reptile darat : alat


pernapasannya adalah paru-paru.
b. Penyu dan kura-kura : alat
pernapasannya adalah kloaka.

12. Hasil percobaan siswa tentang pernapasan hewan dirangkum dalam tabel berikut :
Kelom

Jumlah

Berat

pok

hewan

tubuh

hewan

yang

hewan

coba

bernapas

coba

2 ekor

1,10

belalang

gram

4 ekor

0,40

belalang

gram

[1]

[2]

Skala kedudukan

Rata-rata

penanda per 5 menit

pemakaian O2

Aktifitas

per menit
I

II

III

0,35

0,50

0,15

0,15

0,10

0,5

hewan

[ml/gram/me
nit]
1,0/1,10/15
= 0,6
0,30/0,4/15
= 0,5

Banyak
bergerak
Tidak
banyak
bergerak

a. Berdasar data dalam tabel di atas, maka analisa datanya adalah :


Kelompok hewan [1] menghabiskan lebih banyak O2 karena memiliki
berat tubuh yang lebih dari kelompok hewan [2], dan banyak
melakukan gerakan.
Kelompok hewan [2] menghabiskan sedikit O2 karena memiliki berat
tubuh yang kurang dari kelompok hewan [1], dan tidak banyak
melakukan gerakan.
b. Berdasar data serta analisa data, maka disimpulkan bahwa :
1) Jumlah pemakaian O2 untuk bernapas dalam jangka waktu yang sama [15
menit] oleh jenis hewan yang sama dengan berat yang berbeda serta
aktifitas berbeda adalah berbeda.
2) Kecepatan respirasi dapat diketahui dari menghitung rata-rata pemakaian
O2 dengan rumus ml/gram/menit.
3) Kecepatan respirasi/pernapasan dipengaruhi oleh jumlah, berat tubuh, dan
aktifitas hewan coba.
13. Kelompok siswa yang lain melakukan percobaan yang sama dengan hasil seperti
berikut
Kelom
pok
hewan
coba
A

Jumlah
hewan yang
bernapas
2 ekor

Berat

Waktu yang diperlukan

tubuh

hewan untuk menghabiskan

Aktifitas hewan

hewan

1,00 ml O2 untuk bernapas/

coba

coba

kecepatan bernapas

1,10 gram

15 menit

Banyak

melakukan

belalang
4 ekor

belalang

gerak
Tidak
0,30 gram

55 menit

banyak

melakukan
gerak

a. Analisa data :

Setiap menit serangga kelompok A menghabiskan oksigen untuk bernapas


sebanyak 2/1,10/15 = 0,1212 ml

Setiap menit serangga kelompok B menghabiskan oksigen untuk bernapas


sebanyak 4/0,30/55 = 0,2424 ml

b. Kesimpulan :

Kecepatan pernapasan serangga dapat diketahui dari jenis hewan coba,


berat tubuh hewan coba, aktifitas hewan coba.

Kecepatan pernapasan dipengaruhi oleh faktor suhu,

Waktu yang digunakan untuk menghabiskan 1 ml O2 dalam proses bernapas


oleh jenis hewan yang sama dengan berat badan yang sama serta
aktifitas yang berbeda adalah berbeda, karena waktu yang diperlukan
untuk hewan coba yang banyak bergerak lebih cepat.

14. Rakitan percobaan tentang kandungan gas-gas pernapasan adalah seperti gambar di
bawah :

Di atas adalah alat untuk membandingkan kadar CO 2 di udara dengan CO2 udara
pernapasan. Bila udara pernapasan mengandung CO 2 lebih banyak akan terlihat
bahwa air kapus pada tabung :
a. A lebih keruh daripada air kapur tabung B
b. A dan B akan tetap jernih
c. A dan B sama-sama keruh
d. B lebih keruh dari tabung A
e. B berwarna merah jambu
Apa yang membedakan perbedaan kekeruhan air kapur pada tabung A dan tabung
B? Kandungan kapur pada tabung A dan tabung B.

15. Tentang kapasitas vital paru-paru dapat dilihat pada data grafik di bawah :

a. Tidal volume adalah udara yang masuk atau keluar paru-paru sebagai
akibat pernapasan biasa.
b. Inspiratory reserve volume [udara cadangan respirasi = udara komplemen]
adalah udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru secara
maksimal setelah inspirasi normal. Volumenya 1000 1500 cc.
c. Exspiratory reserve volume [udara cadangan ekspirasi = udara suplemen] adalah
udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah melakukan
ekspirasi normal. Volumenya 1000 1500 cc.
d. Bagaimanakah

perbandingan

kapasitas

paru-paru

antara

laki-laki

dan

perempuan?
Perbandingan
IRV
(Inspiratory Reserve Volume)
VT
(Resting Tidal Volume)
ERV
(Expiratory Reserve Volume)
Residual Volume
Total

Laki-laki

Perempuan

3300

1900

500

500

1000

700

1200
6000 ml

1100
4200 ml

Jelaskan dalam hal apa kapasitas paru-paru antara laki-laki dan perempuan
adalah sama, dan dalam apakah kapasitas paru-paru laki-laki dan perempuan
berbeda? Sama pada VT dan berbeda pada IRV, ERV, RV.

RESPIRATORY SYSTEM
[SISTEM RESPIRASI]

Bernapas merupakan serangkaian proses yang melibatkan kegiatan-kegiatan :


1. Pertukaran gas oksigen dan karbondioksida
2. Pemanfaatan oksigen dalam bentuk sel untuk metabolism yang bersifat
membongkar dan melepaskan energi yang dikenal sebagai respirasi intrasel/
pernapasan sel yang berlangsung dalam sitoplasma dan mitokondria

Pertukaran gas terjadi secara eksternal dan internal


Pernapasan/respirasi eksternal meliputi kegiatan-kegiatan :
1. Mengambil dan mengeluarkan udara pernapasan dengan mekanisme meliputi
a. Inspirasi, yaitu mengambil udara pernapasan yang kadar oksigennya tinggi
b. Ekspirasi, yaitu mengeluarkan udara pernapasan yang banyak mengandung
karbondioksida
2. Pengikatan oksigen dalam udara alveolar oleh darah dalam pembuluh darah
(kapiler alveolus) dan pelepasan karbondioksida oleh darah dalam pembuluh
darah (kapiler alveolus) ke alveolus

Sistem respirasi pada manusia dibangun oleh alat-alat respirasi yang nampak pada
gambar berikut :

Mekanisme pernapasan
Bernapas meliputi bernapas (pernapasan) dada dan bernapas (pernapasan)
dengan perut. Bernapas dengan dada dan perut disebut juga pernapasan luar.
Pada waktu bernapas berlangsung kegiatan inspirasi yaitu pemasukan gas O 2 dan
udara atmosfer ke paru-paru, dan kegiatan ekspirasi yaitu pengeluaran gas CO 2 dan
uap air dari paru-paru ke luar tubuh. Setiap menit kita melakukan inspirasi maupun
ekspirasi sebanyak 15 sampai 18 kali.
a. Pernapasan dada

Pernapasan dada dimulai dengan berkontraksinya otot-otot antar tulang rusuk


sehingga tulang rusuk terangkat dan rongga dada membesar. Dengan demikian,
udara luar tubuh masuk paru-paru melalui hidung larinks trakea bronkus
paru-paru (inspirasi).
Apabila otot-otot antar tulang rusuk berelaksasi, tulang-tulang rusuk tertekan
sehingga kembali ke bentuk semula. Hal itu mengakibatkan volume rongga dada
mengecil. Dengan demikian, tekanan udara di dalam paru-paru naik (menjadi
besar), akibatnya udara di dalam paru-paru dikeluarkan ke luar tubuh (ekspirasi).
b. Pernapasan perut
Pernapasan perut dimulai dengan berkontraksinya otot-otot diafragma sehingga
diafragma

mendatar

kedudukannya,

hal

ini

mengakibatkan

rongga

dada

membesar sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil. Akibatnya, udara luar
tubuh masuk ke paru-paru (inspirasi).
Apabila otot-otot diafragma berelaksasi,

otot

diafragma

kembali

kepada

kedudukan semula yaitu melengkung ke atas (cembung). Hal ini mengakibatkan


rongga dada mengecil sehingga tekanan udara dalam paru-paru membesar.
Akibatnya udara dalam paru-paru didorong ke luar tubuh (ekspirasi).

Deskripsi perbedaan mekanisme pernapasan dada dan pernapasan perut pada saat
inspirasi dan ekspirasi
Mekanisme pernapasan

Pernapasan dada

I. Inspirasi/ memasukan

Otot antar tulang rsuk

udara pernapsan yang

luar berkontraksi, otot

berkontraksi,

banyak mengandung

antar tulang rusuk

menyebabkan

oksigen.

dalam relaksasi.
Mengakibatkan tulang
rusuk terangkat ke
atas sehingga volume
rongga dada
membesar,
tekanannya diperkecil
sehingga paru-paru
mengembang,
tekanan dalam paru-

Pernapasan perut
Otot diafragma

kedudukan diafragma
mendatar.
Menyebabkan rongga
dada diperbesar,
tekanan diperkecil.
Akibatnya paru-paru
membesar maksimal,
tekanan dalam paruparu makin diperkacil.

paru diperkecil.
Akibatnya udara dari luar/dari atmosfer masuk ke paru-paru lewat rongga hidung
trachea bronkhus bronkhiolus ductus alveolus alveolus
II. Ekspirasi/ pengeluaran

Otot antar tulang rsuk

Otot diafragma

udara pernapasan yang

luar berelaksasi, otot

berelaksasi,

kandungan CO2nya

antar tulang rusuk

menyebabkan

tinggi.

dalam kontraksi.
Mengakibatkan tulang
rusuk terangkat ke

kedudukan diafragma
melengkung.
Menyebabkan rongga

bawah sehingga

dada diperkecil,

volume rongga dada


mengecil, tekanannya

tekanan dipebesar.
Akibatnya paru-paru

diperbesar sehingga

mengecil maksimal,

paru-paru mengecil,

tekanan dalam paru-

tekanan dalam paru-

paru makin

paru diperbesar.

diperbesar.

Akibatnya udara dari alveolus keluar/ke atmosfer melintasi alveolus ductus


alveolus bronkhiolus bronkhus ronggga hidung atmosfer

Pada

saat

pernapasan

luar/eksternal

inilah

terjadi

pengikatan

oksigen

oleh

hemoglobin dalam sel darah merah/eritrosit melalui persamaan reaksi kimia :


Hb4 + 4O2 ----------------dalam eritrosit------------> 4HbO2 (oksihemoglobin)

Proses pengikatan O2 oleh Hb ini terjadi pada saat pernapasan eksternal fase

inspirasi.
Dengan demikian tujuan dari pernapasan eksternal adalah mengambil O2 dari

atmosfer untuk masuk ke peredaran darah lalu diangkut ke jaringan tubuh.


Secara ringkas pernapasan dada pada manusia meliputi tiga macam yaitu :
1. Pernapasan eksternal, yaitu pertukaran gas-gas penapasan yang
berlangsung di paru-paru.
O2 dari udara paru-paru masuk ke dalam darah.
CO2 dari darah berdifusi ke alveolus keluar ke atmosfer saat
respirasi.
2. Pernapasan

internal,

yaitu

pertukaran

gas-gas

pernapasan

yang

berlangsung di jaringan tubuh. O2 yang diangkut darah setelah dilepas


dari ikatan Hb akan berdifusi masuk ke jaringan tubuh.
3. Pernapasan intrasel/selular
Secara sistematis digambarkan sbb :

Pada saat terjadi pernapasan internal maka terjadi proses pelepasan oksigen oleh
sel-sel darah merah melalui persamaan kimia :
4HbO2 ---------dalam darah kapiler-------> Hb4 + 4O2 berdifusi masuk ke jaringan

Dengan demikian tujuan respirasi internal adalah memberikan O2 yang diangkut


oleh darah (HbO2), ke jaringan tubuh untuk kemudian akan digunakan oleh
setiap sel tubuh untuk mengoksidasi/ memecah zat makanan di dalam sel.

Sehingga dibebaskan energi.


Setelah terjadi pengikatan oksigen dari udara oleh darah dalam kapiler alveolus
maka oksigen ditransportasikan ke jaringan tubuh. Bagaimana oksigen dari atmosfer
akhirnya dapat sampai ke jaringan tubuh, demikian pula karbondioksida (CO 2) dari
jaringan tubuh dapat sampai ke atmosfer dapat dipelajari melalui baga berikut :

Penjelasan :
Sehari semalam kita memerlukan 300 liter O 2 atau liter tiap menit. Jumlah itu
akan meningkat apabila aktifitas tubuh meningkat. Dari jumlah tersebut hanya 23% yang larut dalam plasma darah, sedangkan lainnya diangkut oleh hemoglobin.
Aliran oksigen dari paru-paru sampai ke sel-sel jaringan tubuh disebabkan oleh
perbedaan tekanan parsial O2.

Tekanan O2 paru-paru
= 150 mmHg

Tekanan O2 arteri
alveolus = 100 mmHg

Tekanan O2 jaringan =
0 40 mmHg

Setiap 100 cc darah arterial pada tekanan 100 mmHg mampu mengangkut 19 cc
O2. Sedang setiap 100 cc darah vena pada tekanan 40 mmHg mengandung 12 cc
O2. Jadi, setiap 100 cc darah akan menyampaikan 7 cc O 2 ke dalam jaringan. Dan
setiap 5 liter darah menyampaikan 350 cc O 2. Seperti halnya pengangkutan CO2
juga disebabkan oleh perbedaan tekanan parsial CO2.
Tekanan CO2
Tekanan CO2 darah
Tekanan CO2
Setiap liter darah dapat menghasilkan 200 cc CO2 yang mudah larut dalam plasma
jaringan= 60 mmHg
vena= 47 mmHg
alveolus= 35 mmHg
darah, membentuk asam karbonat kemudian diangkut dalam bentuk HCO3.

Difusi oksigen dari paru-paru ke sel-sel jaringan tubuh terjadi akibat perbedaan
tekanan parsial oksigen.
Pada waktu tekanan udara luar 1 atmosfer [760 mmHg], maka besarnya tekanan
oksigen di paru-paru 150 mmHg, sedangkan tekanan oksigen dalam arteri
100 mmHg dan tekanan oksigen dalam darah di vena 40 mmHg, sedangkan
tekanan oksigen dalam jaringan tubuh adalah <40 >0 mmHg. Oleh karena
itulah maka oksigen dapat berdifusi dari alveolus akhirnya sampai ke jaringan
tubuh.

Difusi karbondioksida dari jaringan tubuh ke aliran darah akhirnya sampai ke paruparu juga disebabkan oleh perbedaan tekanan parsial CO2.
Tekanan CO2 dalam jaringan tubuh adalah 60 mmHg, dalam vena 47 mmHg.
dalam arteri >40 <47 mmHg, sedangkan dalam alveolus 35 mmHg. Oleh
karena itulah CO2 dalam jaringan akan diangkut ke alveolus dalam paru-paru.
Pengangkutan CO2 oleh darah ada dalam tiga/ bentuk, yaitu :
1. 5% CO2 diangkut dalam bentuk H2CO3 yang larut dalam plasma darah
2. 30% CO2 diangkut dalam bentuk senyawa karbomino hemoglobin
3. Selebihnya 65 % pengangkutan CO2 dalam bentuk ion HCO3- yang larut
dalam plasma darah, setelah melalui proses beserta yang disebut pertukaran
klorida

Pengangkutan gas-gas pernapasan dalam tubuh kita dapat diskemakan sebagai


berikut :

Pengangkutan oksigen dalam tubuh dilakukan dalam bentuk :


1) Gas oksigen yang larut dalam plasma sebesar 2-3%
2) Senyawa HbO2 (Oksihemoglobin) 92-97% [sebagian

besar

cara

pengangkutan oksigen oleh darah]


Proses pengikatan dan pelepasan O2 dipengaruhi oleh kadar O2, CO2 dan tekanan
oksigen
Proses pengangkutan CO2 dalam bentuk ion HCO3 adalah dalam transportasinya
dari jaringan menuju organ paru-paru
Proses pengangkutan O2 dalam bentuk

senyawa

oksihemoglobin

dalam

transportasinya dari organ paru-paru menuju jaringan

Volume udara pernapasan dalam paru-paru :


Volume udara yang dipernapaskan sangat bervariasi, sebag dipengaruhi oleh cara
dan kekuatan seseorang mellakukan respirasi.

Udara yang dipernapaskan oleh tubuh dapat digolongkan menjadi :


1. Udara pernapasan [UP] yang juga disebut volume tidal yaitu udara yang
masuk atau keluar paru-paru sebagai akibat pernapasan biasa. Udara pernapasan
ini volumenya sebesar 500 cc.
2. Udara komplementer [UK] yaitu udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam
paru-paru secara maksimal setelah inspirasi normal. Volume udara ini 1000 1500 cc.
3. Udara cadangan/ suplemen [UC] yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan
secara maksimal setelah melakukan ekspirasi secara normal. Volume udara
cadangan 1000 - 1500 cc.
4. Udar residu [UR] yaitu udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah
melakukan ekspirasi maksimal. Volume udara ini sekitar 1000 cc.
5. Kapasitas vital paru-paru [KV] yaitu udara yang dapat diembuskan secara
maksimal

setelah

melakukan

inspirasi

maksimal.

Dengan

demikian

maka

besarnya kapasitas vital = UP + UK + UC = 2500 - 3500 cc.


6. Sedangkan volume total paru-paru = KV + UR = 3500 - 4500 cc.

Dalam keadaan biasa, sekali menghirup udara adalah sebanyak 500 cc. Dari
sejumlah udara tersebut hanya 350 cc yang dapat sampai ke alveolus, sedangkan
yang 150 cc mengisi ruangan sepanjang saluran pernapasan.

Frekuensi pernapasan pada umumnya setiap menit manusia mampu bernapas 15-18
kali. Cepat atau lambatnya manusia bernapas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
umur, jenis kelamin, suhu tubuh, posisi tubuh, dan kegiatan. Faktor-faktor tersebut
dapat mempengaruhi frekuensi pernapasan pada manusia dewasa tetapi tidak pada
bayi.

Kapankah alveolus paru-paru kita mengembang sehingga selama hayat dikandung


badan maka keadaannya dipertahankan tetap mengembang oleh adanya udara yang
disebut udara residu.

Kerja otot-otot pernapasan dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Pusat pernapasan
kita

terdapat

pada

bagian

atas

medula

oblongata/sumsum

sambung

yang

merupakan pusat inspirasi dan ekspirasi. Selain dipengaruhi oleh sistem saraf pusat,
pernapasan juga dipengaruhi oleh kadar O2 dalam darah, kadar CO2 dalam
darah, dan pH dalam darah.

Pada saat orang meninggal dunia sering diistilahkan dengan menghembuskan nafas
terakhir. Adakah hubungannya dengan pengeluaran udara yang menyebabkan
alveolus pertama kali mengembang? Ada, yaitu pengeluaran udara residu dari
paru-paru.

Pengembangan Konsep
1. Dapatkah kapasitas vital paru-paru diperbesar? Jelaskan jawaban anda!
Dapat. Karena bila kita berinspirasi sangat besar, secara otomatis kapasitas
vital paru-paru juga semakin membesar.
2.

Pada pernapasan intrasel/pernapasan selular maka terjadilah proses pemecahan


senyawa organ sel dengan menggunakan oksigen yang disertai dengan pembatasan
energi.
a. Dalam alat intrasel apakah prosesnya berlangsung?
b. Substrat respirasi sel adalah glukosa [C6H12O6] yang sebelum dipecah maka harus
diubah dahulu menjadi senyawa glukosa pospat dengan bantuan enzyme
glokokinase. Glukosa pospat kemudian diubah menjadi senyawa asam piruvat.
Proses pengubahan glukosa menjadi asam piruvat secara bertahap ini disebut
daur glikolisis.
c. Oksidasi asam piruvat mengahsilkan ion hidrogen dan CO2 melalui rentetan reaksi
kimia yang panjang dan merupakan suatu siklus yang disebut siklus krebs
pembentukan CO2. Dibantu oleh enzyme dekarboksilase sedang pembentukan ion
H+ oleh enzyme dehidroginase.
d. Pembentukan molekul air melalui rentetan reaksi kimia yang disebut daur
sitokrom karena melibatkan enzyme sitokrom yang membantu memindahkan
electron dari ion H+ ke O2,secara ringkas maka persamaan reaksi pemecahan
glukosa dalam respirasi seluler/intrasel adalah :
C6H12O6 + 6O2 ---------------------------------- 6H2O + 6O2 + energy kkal

e. Energy yang lepas dari molekul glukosa segera diubah dalam bentuk ikatan
pospat sehingga mudah disimpan. Reaksi pengikatannya seperti persamaan
berikut :

ADP + (PO4)3 + energy ----------- 36 ATP


[sebagai energy yang disimpan]
Reaksi ini bersifat anaerob karena

Catatan :
Energi yang
proses

dihasilkan

respirasi

sel

di

dari
hati,

tidak

jantung, dan otak sebanyak 38

membutuhkan oksigen. Senyawa ATP disimpan

ATP. Selain di sel-sel tersebut,

dalam alat intrasel

energi

yang

dihasilkan

ialah

sebanyak 36 ATP.
3.

Difusi oksigen dan karbondioksida dalam alveolus seperti nampak pada gambar.
Difusi oksigen dipengaruhi oleh faktor-faktor perbedaan tekanan parsial oksigen.

4.

Perhatikan data dalam grafik di bawah :


Grafik berikut menunjukkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit paruparu di Inggris dan Wales dari 1916 1960.

a. Apakah penyebab kematian terakhir pada 1930?


Kanker paru-paru.
b. Bagaimana angka kematian pada 1950?
Terjadi peningkatan pada jumlah kematian akibat kanker paru-paru.
c. Menurut anda, mengapa angka kematian yang disebabkan oleh kanker paru-paru
terus meningkat?
Karena semakin banyak orang yang merokok.
d. Menurut anda, mengapa angka kematian yang disebabkan oleh TBC cenderung
terus menurun?
Karena kemajuan di bidang kedokteran dan farmasi, tingkat sanitasi
sudah

sangat

tinggi,

adanya

peningkatan

gizi

yang

baik

dalam

masyarakat.
e. Populasi perokok dari tahun ke tahun terus meningkat. Padahal, hampir semua
orang sudah tahu akan bahaya merokok. Perokok tidak hanya didominasi oleh
orang dewasa tetapi anak-anak dan wanita pun sudah banyak yang menjadi
pecandu rokok. Usaha-usaha apakah yang dapat anda lakukan sebagai pelajar
untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya merokok?
Mendekati dan berusaha akrab dengan masyarakat terutama yang
memiliki kecanduan merokok. Dengan perlahan berusaha menasihati

bahwa merokok hanyalah akan membawakan bahaya/dampak buruk


pada diri seseorang.

REFERENCES
[REFERENSI]
1.
2.
3.
4.

Pratiwi, D. A., dkk. 2007. Biologi 2. Jakarta. Penerbit Erlangga. Halaman 144
Catatan siswa
Wikipedia Indonesia
Biology Online http://www.biologi-online.org/

Task completion date to


[Tanggal penyelesian tugas ke] ....

Value
[Nilai]

Study teacher / guide hand / sign short


signature
[Paraf / tanda tangan guru / pebimbing studi]

GANGGUAN PADA SISTEM PERNAPASAN


1.

Emfisema
Merupakan penyakit pada paru-paru. Paruparu mengalami pembengkakan karena
pembuluh darahnya kemasukan udara.

2.

Asma (sesak nafas)


Merupakan kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi,
seperti debu, bulu, ataupun rambut. Kelainan ini dapat diturunkan. Kelainan ini juga
dapat kambuh jika suhu lingkungan cukup rendah atau keadaan dingin.

3.

Kanker paru-paru
Merupakan salah satu penyakit yang berbahaya. Sel-sel kanker pada paru-paru terus
tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini lamakelamaan dapat menyerang seluruh tubuh.
Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Merokok dapat
memicu terjadinya kanker paru-paru dan kerusakan paru-paru.

4.

Tuberkulosis (TBC)
Merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.
Bakteri tersebut menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus. Jika penyakit ini
menyerang dan dibiarkan semakin luas, dapat menyebabkan sel-sel paru-paru mati.
Akibatnya paru-paru akan kuncup atau mengecil. Hal tersebut menyebabkan para
penderita TBC napasnya sering terengah-engah.

5.

Bronkhitis
Merupakan gangguan pada cabang batang tenggorokan akibat infeksi. Gejalanya
adalah penderita mengalami demam dan menghasilkan lendir yang menyumbat
batang tenggorokan. Akibatnya penderita mengalami sesak napas.

6.

Influenza (flu)
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini timbul dengan
gejala bersin-bersin, demam, dan pilek.

7.

Pneumonia
Merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus
yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru. Wajah adenoid (kesan wajah
bodoh), disebabkan adanya penyempitan saluran napas karena pembengkakan
kelenjar limfa atau polip, pembengkakan ditekak atau amandel.

8.

Difteri
Adalah penyumbatan pada rongga faring maupun laring oleh lendir yang dihasilkan
oleh kuman difteri.

9.

Asfiksi
Merupakan

gangguan

pernapasan

pada

waktu

pengangkutan

oksigen

yang

disebabkan oleh: tenggelam (akibatnya terisi air), pneumonia (akibatnya lendir dan
cairan limfa), keracunan CO atau HCN, atau gangguan sitokrom (enzim pernapasan).
10.

Asidosis
Adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah, sehingga
pernapasan terganggu.

DAMPAK BIOLOGIS ROKOK TERHADAP KESEHATAN

Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)


Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan
padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa,
dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N)
dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara

keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai CvHwOtNySzSi. Dua


reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok :
1.

Reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O,


NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada
temperatur tinggi yaitu diatas 800 oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau
permukaan rokok yang kontak dengan udara.
CvHwOtNySzSi + O2 ---- CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) pada suhu
800 oC reaksi pembakaran rokok

2.

Reaksi

pemecahan

struktur

kimia

rokok

menjadi

senyawa

kimia

lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini
lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih
rendah dari 80 oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok
berada pada area temperatur 400 800

C. Ciri khas reaksi ini adalah

menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya kompleks.


CvHwOtNySzSi ----- 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk
pada suhu 400 800 oC reaksi pirolisa
Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak
senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang
mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung
terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik
bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa
terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen.
Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk
pada area temperatur 400 800

C langsung mengalir kearah mulut yang

bertemperatur sekitar 37 C.
o

Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin


Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang
berlangsung pada temperatur antara 100 400

C. Nikotin yang menguap pada

daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi
dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas
tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran
yang dilewati gas.
Pada temperatur dibawah 100 oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya
sebelum

gas

memasuki

mulut,

kondensasi

nikotin

telah

terjadi.

Berdasarkan

keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki


mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung
nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin
akan terjadi kondensasi lagi.

akan mengalami keseimbangan baru, dan

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya
dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di
kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas
alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan
bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan
keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang
mengeluarkan polusi, tetapi di lain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan
gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka. Jumlah kematian dan klaim
perokok.
Menurut

penelitian

Organisasi

Kesehatan

dunia

(WHO),

setiap

satu

jam,

tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun
terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian
tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun
dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki
benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat
pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang
merupakan penyebab langsung mutasi gen.
Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia
yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat
nyata

dalam

tubuh

dan

dapat

diukur

secara

kuantitatif.

Selain

mengklaim

mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok
dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain.
Klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output
merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubungannya
dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats
seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu
berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan
IQ.
Dampak yang ditimbulkan akibat merokok
1. Gangguan pernapasan
2. Kanker paru-paru
3. Jantung koroner
4. Penyakit stroke
5. Impotensi (disfungsi ereksi)

DATA HASIL PENGAMATAN PROSES RESPIRASI PADA HEWAN


JUMLAH PEMAKAIAN OKSIGEN UNTUK BERNAFAS
Alat dan Bahan yang digunakan :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Respirometer sederhana
Timbangan
Serangga [jengkerik, kecoa atau belalang]
Vaseline / detergent cream
Kristal NaOH / KOH
Kapas
Cairan berwarna sebagai penanda

Langkah Kerja :
Menimbang seekor atau beberapa ekor serangga [hewan coba]
Menyetting respirometer sederhana dengan meletakkan kristal NaOH/KOH pada
dasar tabung, kemudiandisekat dengan kapas agar hewan coba tidak berhubungan
langsung dengan bahan kimia tersebut.
Memasukkan hewan coba ke dalam tabung, kemudian tabung yang telah disetting
berisi hewan coba tersebut ditutup dengan tutup pipa berskala. Pada sela-sela
tabung dengan tutupnya diolesi dengan vaselin/detergent cream agar tidak ada
udara yang masuk.
Tutup ujung pipa berskala dengan ujung jari selama 5 menit, kemudian angkat
ujung jari dari ujung pipa, letakkan segera cairan penanda di ujung pipa. Jika cairan
penanda telah bergerak ke arah tabung maka pencatatan data dimulai saat cairan
penanda pada skala nol [start dari bergeraknya cairan berwarna pada pipa skala ke
arah tabung].

Pemakaian O2 /berat badan/menit = pemakaian O2 rata-rata permenit [ml/gram/menit]


Berat tubuh serangga [gram]

Data kelompok percobaan 1 : Jumlah pemakaian O2 untuk bernapas pada jangka waktu
tertentu (15 menit)

Berat
tubuh
serangga
(gram)

Pemakaian O2 (ml)
I
5

II
5

III
5

Total
(ml)

Rata-rata
pemakaian O2
permenit
(ml/gram/menit)

Aktifitas
hewan coba

1,10 gram
(2 ekor
belalang
besar)

0,35

0,5
(skala
0,85)

0,15
(skala
1,00)

1,00

= 0,6

Banyak
bergerak/
melakukan
gerakan

Data kelompok percobaan 2 : Jumlah pemakaian O2 untuk bernapas pada jangka waktu
tertentu (15 menit)

Berat
tubuh
serangga
(gram)
0,40 gram
(4 ekor
belalang
bertubuh
kecil)

Pemakaian O2 (ml)
I
5

II
5

III
5

0,20

0,20
(skala
0,40)

0,10
(skala
0,50)

Total
(ml)

Rata-rata
pemakaian O2
permenit
(ml/gram/menit)
=

0,50
0,055

Aktifitas
hewan coba

Tidak banyak
melakukan
gerakan

Analisa Data Tabel


Terdapat perbedaan jumlah pemakaian O2 oleh hewan coba pada 5 menit pertama, 5
menit kedua, dan 5 menit ketiga.
Berdasarkan data matematis pada tabel di atas :
a. 2 ekor belalang besar dengan berat 1,10 gram memiliki rata-rata pemakaian O 2
per menit 0,6
b. 4 ekor belalang kecil dengan berat 0,40 gram memiliki rata-rata pemakaian O 2
per menit 0,55
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pemakaian O2 saat bernapas :
a. Berat tubuh hewan coba
b. Jumlah hewan coba
c. Aktifitas hewan coba
Kesimpulan
Pada jenis belalang yang sama dengan berat, jumlah, dan aktifitas hewan coba yang
berbeda memiliki rata-rata pemakaian O2 per menit yang berbeda.
Hewan coba yang banyak bergerak memerlukan

Foto Otentik saat Percobaan :

Beri Nilai