Anda di halaman 1dari 182

Reading fonts Scanning Preparing for files presentationDone device Initializing background

Presented By :

Fanny Silvira Oktarina 160110110066


Cindy Lestari Marshaliana 160110110077

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran 2011

Energi dibutuhkan untuk :


Aktivitas otot Sekresi kelenjar Mempertahankan potensial membran pada saraf dan

serabut otot Pembentukan/sintesa zat di dalam sel Absorpsi makanan dari saluran pencernaan, dan lain sebagainya.

Energi dihasilkan akibat adanya reaksi kimia dalam tubuh kita, yaitu METABOLISME.

Berasal

dari bahasa Yunani, yaitu metabole yang artinya berubah. proses penyusunan (anabolisme) dan proses pembongkaran (katabolisme) zat-zat dalam tubuh. keseluruhan reaksi kimia dan fisik dan pengubahan energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan.

Berupa

Jumlah

Merupakan

proses kimia dari bahan-bahan yang dimakan menjadi bahan-bahan yang dapat digunakan oleh sel tubuh.

Hasil

dari reaksi kimia di dalam sel tersebut adalah terbentuknya energi.

Pengaturan

Metabolisme dilakukan oleh

Kalori Satuan standar untuk energi panas. Kalorimetri Energi yang dibebaskan pada pembakaran zat makanan di luar tubuh. Respiratory quotient (RQ) Angka respirasi perbandingan jumlah CO2 yang dihasilkan dengan O2 yang dipakai per satuan waktu.

Merupakan satuan untuk menyatakan kuantitas energi yang dikeluarkan dari berbagai makanan atau digunakan oleh berbagai proses fungsional tubuh. 1 k (gram-kalori) : kuantitas/jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air sebesar 1celcius. 1 K (kilo-kalori) 1000 kalori : satuan yang digunakan dalam pembahasan mengenai metabolisme energi.

Katabolisme Glukosa Anabolisme Glukosa Pembentukan Asam Laktat

GLIKOLISIS

SIKLUS ASAM SITRAT (S.KREBS)

TRANSPOR ELEKTRON

Proses

ini memecahkan molekul glukosa untuk membentuk dua asam piruvat. melalui 10 reaksi kimia yang berurutan.

Terjadi

Masing-masing

reaksi dikatalis paling sedikit oleh 1 enzim protein yang spesifik. di sitoplasma (cairan sel).

Terjadi

GLUKOSA
ATP

2 ASAM PIRUVAT
ATP ATP

GLUKOSA-6-FOSFAT 2 ASAM FOSFOENOLPIRUVAT FRUKTOSA-6-FOSFAT


ATP

2 (2-ASAM FOSFOGLISERAT)

FRUKTOSA 1,6-DIFOSFAT
DIHIDROKSI ASETON FOSFAT

2 (3-ASAM FOSFOGLISERAT
4H ATP ATP

2 (GLISERALDEHIDA 3-FOSFAT)

2 (1,3-ASAM FOSFOGLISERAT)

Pembentukan

ATP selama glikolisis

Sebagian kecil energi bebas dalam molekul glukosa

yang dibebaskan di sebagian besar langkah.


Terdapat total 4 molekul ATP yang dibentuk, namun 2

molekul ATP dibutuhkan untuk fosforilasi glukosa asal untuk membentuk fruktosa 1,6 difosfat sebelum glikolisis dapat dimulai.
Sehingga hasil akhir glikolisis adalah 2 molekul asam

piruvat, 2 molekul ATP, dan 4 atom H.

Glikolisis

juga menghasilkan dua molekul koenzim NADH tereduksi, akseptor hidrogen, dan carrier energi. Elektron hidrogen yang dibawa molekul ini dapat dipakai untuk menyintesis lebih banyak ATP.

Pada

reaksi ini, dihasilkan 2 molekul karbon dioksida dan 4 atom hidrogen. molekul asam piruvat bergabung dengan koenzim A untuk membentuk 2 molekul asetilKoA. ada ATP yang dibentuk pada tahap ini, namun gantinya ATP akan dibentuk ketika 4 atom hidrogen yang dilepaskan dioksidasi.

Dua

Tidak

Siklus ini merupakan lanjutan reaksi kimia saat gugus asetil dari asetil KoA dipecah menjadi karbon dioksida dan atom hidrogen. Reaksi ini terjadi di dalam matriks mitokondria.
Pada tahap awal siklus asam sitrat, asetil KoA bergabung dengan asam oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat. Pada saat terjadi proses siklus ini, beberapa molekul air ditambahkan ke dalam reaksi, sedangkan karbon dioksida dan atom hidrogen dilepaskan.

Dalam siklus ini, 1 molekul asetil KoA hanya membentuk 1 molekul ATP pada saat pengubahan asam ketoglutarat menjadi asam suksinat. Karena pada siklus ini ada 2 molekul asetil KoA, maka hasil akhir siklus ini dilepaskannya 2 molekul ATP. Reaksi Akhir per molekul glukosa : 4 CO2, 16 H, 2 CoA, dan 2 ATP

Terdiri

dari satu rantai akseptor elektron yang terletak di membran dalam pada mitokondria. bersamaan dengan pembentukan (fosforilasi) ATP dari ADP yang disebut fosforilasi oksidatif.

Terjadi

Sumber elektron :
Molekul NADH + H+ (NADH2) dan FADH2. Saat hidrogen dilepas di sepanjang molekul akseptor elektron,

proton hidrogen akan terpisah dengan elektronnya. Elektron dilepas di sepanjang molekul akseptor elektron dalam serangkaian reaksi redoks.

Akseptor elektron dalam rantai :


Flavin MonoNukleotida (FMN)

Ubiquinon (koenzim Q)
Sitokrom (c, b, a, a3) Merupakan protein yang ditandai dengan gugus hem (zat besi). Dan gugus hem ini akan berikatan dengan elektron atom hidrogen.

Elektron akan bergerak dari sitokrom ke sitokrom lainnya, dan dalam perjalanannya melepaskan energi. Sitokrom terakhir adalah sitokrom a3, melewatkan dua elektron menuju molekul oksigen. Elektron kemudian kembali berikatan dengan proton membentuk hidrogen. Kemudian hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk air.

Model Kemiosmotik
Jika elektron bergerak di sepanjang rantai, proton

yang terpisah akan dipompa dari permukaan dalam membran mitokondria (matriks) menuju permukaan luar (sisi sitoplasma). Mengakibatkan peningkatan konsentrasi H+ pada sisi sitoplasma dan membentuk gradien elektrokimia (proton) yang melewati membran mitokondria. Tekanan yang terbentuk, kimia dan osmotik (kemiosmotik) mengatur sintesis ATP.

Selama

keseluruhan proses pemecahan glukosa, total 24 atom hidrogen dilepaskan. puluh diantaranya dioksidasi melalui mekanisme kemiosmotik dan melepaskan tiga molekul ATP per dua atom hidrogen, sehingga menghasilkan 30 ATP.

Dua

Sisa

4 hidrogen dilepaskan oleh dehidrogenase atom hidrogen ke dalam proses oksidatif kemiosmotik di dalam mitokondria.

Dua

molekul ATP dilepaskan untuk setiap dua atom hidrogen yang dioksidasi, sehingga memberikan total empat molekul ATP.

Apabila

menjumlah semua molekul ATP yang dibentuk, kita mendapatkan maksimum 38 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa yang diubah menjadi karbon dioksida dan air.

Mekanisme

penting lainnya yang digunakan untuk penguraian dan oksidasi glukosa disebut sebagai jalur pentosa fosfat (jalur fosfoglukonat). jawab 30% pemecahan glukosa di hati dan di sel lemak.

Bertanggung

Merupakan

jalur alternatif dalam metabolisme karbohidrat, apabila ada kelainan enzim dalam siklus asam sitrat.

Reaksi kimia untuk pemecahan glukosa menjadi asam piruvat tidak memerlukan oksigen. Hasil akhir glikolisis adalah asam piruvat dan atom hidrogen. Hasil pembentukan salah satu atau keduanya akan menghentikan proses glikolisis dan mencegah pembentukan ATP lebih lanjut. Jika asam piruvat dan atom hidrogen jumlahnya berlebihan, keduanya akan saling bereaksi membentuk asam laktat. Jadi, pada keadaan anaerob, sejumlah asam piruvat akan diubah menjadi asam laktat.

Seseorang yang mulai menghirup oksigen lagi setelah suatu periode metabolisme anaerob, asam laktat akan dikonversikan kembali menjadi asam piruvat dan NADH ditambah H+.
Asam laktat tidak akan hilang, karena begitu tersedia oksigen, asam laktat akan diubah lagi atau langsung dapat dipakai sebagai sumber energi. Pada aktivitas berat, asam laktat dilepaskan ke dalam darah dari otot rangka dan dipakai sebagai sumber energi ekstra oleh jantung.

Otot jantung memiliki kemampuan mengkonversi asam laktat menjadi asam piruvat.

Lemak Katabolisme Lemak Anabolisme Lemak Pengaturan Hormonal dalam Metabolisme Lemak

Beberapa

senyawa kimia di dalam makanan dan tubuh diklasifikasikan sebagai lipid. meliputi :

Lipid

Lemak netral (trigliserida)


Fosfolipid Kolesterol Beberapa lipid lainnya yang kurang penting

Trigliserida dipakai dalam tubuh untuk menyediakan energi bagi berbagai proses metabolik. Fungsinya hampir sama seperti karbohidrat. Kolesterol, fosfolipid, dan sejumlah kecil trigliserida dipakai untuk membentuk semua membran sel dan untuk melakukan fungsi-fungsi sel yang lain.

Pemakaian lemak oleh tubuh untuk energi sama pentingnya dengan pemakaian karbohidrat. Hidrolisis Trigliserida Merupakan tahap pertama. Dalam proses ini, terjadi hidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol. Kemudian, asam lemak dan gliserol ditranspor dalam darah ke jaringan yang aktif tempat oksidasi kedua zat yang menghasilkan energi. Hampir semua sel, kecuali jaringan otak dan sel darah merah, dapat memakai asam lemak sebagai sumber energi.

Gliserol,

saat masuk ke jaringan yang aktif, akan diubah oleh enzim intrasel menjadi gliserol 3fosfat yang masuk jalur glikolisis untuk pemecahan dan pada akhirnya menghasilkan energi.

Masuknya Asam lemak ke dalam Mitokondria


Degradasi dan oksidasi asam lemak terjadi di

mitokondria. Asam lemak diangkut ke dalam mitokondria diperantai oleh pembawa yang memakai karnitin sebagai zat pembawa. Molekul asam lemak didegradasi dalam mitokondria dengan melepaskan segmen berkarbon-dua secara progresif dalam bentuk asetil koenzim A (asetil KoA). Proses ini disebut proses oksidasi beta untuk degradasi asam lemak.

Molekul asetil-KoA yang dibentuk melalui oksidasi beta, asam lemak di mitokondria segera masuk ke dalam siklus asam sitrat. Hasil akhir siklus asam sitrat ini adalah 2 molekul karbon dioksida, 8 atom hidrogen, Hko-A, ATP, dan asam oksaloasetat. Energi yang didapat dari penguraian lemak sangat tinggi, sekitar 135-145 molekul ATP dari molekul asam lemak berantai panjang.

Degradasi asam lemak menjadi asetil-KoA. Pemecahan asam lemak sama dengan pemecahan akhir asetil-KoA yang dibentuk dari asam piruvat selama metabolisme glukosa.

Oksidasi asetil-KoA. Asetil-KoA yang dibentuk melalui oksidasi beta, masuk ke dalam siklus asam sitrat.

Hidrogen ekstra akan dioksidasi dengan melalui sistem oksidasi kemiosmotik mitokondria, yang membebaskan sejumlah besar adenosin trifosfat (ATP).

Asam lemak esensial


Sebagian besar asam lemak dapat disintesis dari asetil KoA dan

dapat diubah oleh hati menjadi asam lemak jenis lainnya. Kecuali 3 asam lemak tak jenuh yang termasuk dalam asam lemak esensial, yaitu asam linolenat, linoleat, dan asam arakidonat.

Sebagian besar lemak dalam tubuh tidak berasal dari lemak dalam makanan. Karbohidrat dan protein yang berlebih akan disintesis menjadi trigliserida yang disebut lipogenesis.

Deposit/kelebihan

lemak akan disimpan dalam dua jaringan tubuh utama, yaitu :


Jaringan adiposa Fungsi utamanya : menyimpan trigliserida sampai diperlukan untuk membentuk energi dalam tubuh serta menyediakan penyekat panas dalam tubuh. Hati

Bila karbohidrat tidak dipakai untuk energi, hampir semua energi tubuh harus berasal dari metabolisme lemak. Tidak tersedianya karbohidrat secara otomatis akan meningkatkan kecepatan pengeluaran asam lemak dari jaringan adiposa. Hal ini diakibatkan oleh faktor hormonal, seperti

Peningkatan sekresi glukokortikoid oleh korteks adrenal Peningkatan sekresi glukagon oleh pankreas Penurunan sekresi insulin oleh pankreas

Akibatnya asam lemak tersedia dalam jumlah yang sangat besar.

Enzim

pencernaan yang terlibat dalam metabolisme lemak, yaitu :


Lipase gastrict Menghasilkan sedikit hidrolisa lemak. Lipase pankreas Mengubah lemak menjadi gliserin dan asam lemak.

Hormon

Mengendalikan keseimbangan antara penguraian

dan penyimpanan lemak.


Mencegah penguraian lemak dalam sel-sel adiposa dengan cara penghambatan enzim lipase. Sekresinya diatur oleh kadar glukosa darah, sehingga glukosa berperan dalam regulator metabolisme lemak.

INSULIN

Epinefrin, glukagon, hormon pertumbuhan, ACTH, dam tiroksin

Merangsang penguraian dan pelepasan asam lemak dari simpanan trigliserida dalam jaringan adiposa.

Kendali

Saraf

Dalam metabolisme lemak, terjadi :

Stimulasi parasimpatis Meningkatkan simpanan lemak Stimulasi simpatis Mempercepat penguraian asam lemak dari simpanan lemak.

Protein Katabolisme Protein Anabolisme Protein Pengaturan Hormonal dalam Metabolisme Protein

Penyusun dasar protein adalah asam amino. Setelah masuk ke dalam sel jaringan, asam amino akan bergabung satu sama lain dengan ikatan peptida, sesuai petunjuk sistem RNA messenger dan ribosom sel, untuk membentuk protein sel. Asam amino akan disimpan dalam bentuk protein yang sesungguhnya, namun akan cepat diubah kembali menjadi asam amino di bawah pengaruh enzim pencernaan lisosom intrasel. Organ yang dapat menyimpan protein adalah hati, ginjal, dan mukosa usus.

Asam amino akan keluar dari sel apabila konsentrasi asam amino plasma turun di bawah nilai normal yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan asam amino dalam plasma.

Asam amino dalam plasma akan dipertahankan pada nilai yang konstan.
Contohnya.

Hormon pertumbuhan dan insulin meningkatkan pembentukan protein jaringan. Hormon glukokortikoid dari korteks adrenal meningkatkan konsentrasi asam amino plasma.

Jika jaringan tertentu membutuhkan protein, jaringan tersebut dapat mensintesis protein baru dari asam amino darah. Selanjutnya asam amino darah tersebut ditambah oleh pemecahan protein dari sel-sel tubuh yang lain, terutama dari sel hati. Suatu sel juga memiliki batas penyimpanan protein itu sendiri. Apabila telah melewati batas atasnya, maka asam amino akan diubah menjadi asam piruvat/ glikogen/ lemak.

Pembentukan protein plasma


Protein plasma berupa albumin, globulin, dan fibrinogen.
Semua albumin dan fibrinogen serta 50-80% globulin dibentuk di

hati. Sisa globulin dibentuk di jaringan limfoid.

Pembentukan protein plasma yang cepat oleh hati berguna untuk mencegah kematian pada keadaan tersebut. Protein plasma berfungsi sebagai media penyimpanan protein yang labil dan merupakan sumber asam amino yang tersedia dengan mudah bila jaringan tersebut membutuhkannya.

Merupakan penguraian asam amino untuk energi yang berlangsung di hati. Katabolisme protein meliputi :
Deaminasi berarti pengeluaran gugus amino dan 1 hidrogen dari

asam amino sehingga membentuk amonia (NH3).


Dalam proses kehilangan gugus amino, asam glutamat sekali lagi

menjadi asam -ketoglutarat, sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang.

Setelah asam amino dideaminasi, asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk melepaskan energi untuk keperluan metabolisme. Oksidasi ini biasanya melibatkan dua proses yang berurutan :
Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai, yang dapat masuk ke

dalam siklus asam sitrat. Zat tersebut dipecah oleh siklus asam sitrat dan digunakan sebagai energi dengan cara yang sama seperti penggunaan asetil KoA yang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat.

Jumlah hasil metabolisme berupa ATP pada metabolisme protein lebih sedikit dibandingkan metabolisme karbohidrat.

Glukoneogenesis
Konversi asam amino menjadi glukosa atau glikogen.

Ketogenesis
Konversi asam amnio menjadi asam keto atau asam lemak.

Dari 20 asam amino yang dideaminasi, 18 diantaranya mempunyai struktur yang memungkinkan asam amino dikonversi menjadi glukosa, dan 19 diantaranya dapat dikonversi menjadi asam lemak.

Sintesis protein
Berlangsung di sebagian besar sel tubuh.
Asam amino bergabung dengan ikatan peptida.

Transaminasi
Berlangsung di hati. Merupakan sintesis asam amino nonesensial melalui

pengubahan jenis asam amino menjadi jenis lainnya.

Asam amino esensial dan nonesensial Asam amino esensial


Meliputi fenilalanin valin, triptofam, treoninm lisin, leusin, isoleusin, metionin, dan histadin. Hanya didapat dari makanan, terutama protein hewani.

Asam amino nonesensial


Dapat disintesis dari makanan.

Hormon Pertumbuhan

Meningkatkan sintesis protein sel sehingga penambahan jumlah protein jaringan.

Insulin

Mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. Menjadi rangsangan bagi pembentukan protein. Menyebabkan berkurangnya kebutuhan asam amino sebagai sumber energi.

Glukokortikoid

Mengurangi jumlah protein di sebagian besar jaringan sementara konsentrasi asam amino dalam plasma dan protein hati serta protein plasma menigkat. Meningkatkan kecepatan pemecahan protein ekstra hepatik

Testosteron

Meningkatkan deposit protein dalam jaringan di seluruh tubuh, terutama protein kontraktil otot.

Menyebabkan sedikit deposit protein.

Estrogen

Tiroksin

Meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel. Memecahkan protein secara cepat dan memakainya sebagai sumber energi karena karbohidrat dan lemak tidak tersedia.

Sejumlah mineral harus terdapat dalam makanan sehari-hari untuk mempertahankan kesehatan. Magnesium

Dibutuhkan sebagai katalis pada kebanyakan reaksi enzimatik

intrasel, terutama yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat.

Kalsium
Terdapat dalam tubuh dalam bentuk kalsium fosfat dalam tulang. Kelebihan kalsium akan menghentikan kerja jantung pada saat

sistol dan dapat bekerja sebagai faktor depresan bagi penyakit kejiwaan Kekurangan kalsium menyebabkan lepasnya muatan serabut saraf secara spontan, sehingga meyebabkan tetanus.

Besi

Besi memiliki peran yang sangat penting dan

mutlak baik untuk transpor oksigen ke jaringan, maupun untuk mempertahankan sistem oksidatif di dalam sel jaringan. Tanpa besi, kehidupan akan berhenti untuk beberapa detik.

Mikronutrien penting dalam tubuh Yodium Nutrien esensial untuk pembentukan tiroksin dan triiodotironin, yang keduanya merupakan 2 hormon esensial untuk mempertahankan laju metabolisme normal di seluruh sel. Seng Merupakan komponen laktat dehidrogenase, oleh karena itu, penting untuk konversi antara asam piruvat dan asam laktat. Fluor Tidak terlalu penting untuk proses metabolisme. Namun, berguna keberadaannya saat gigi dibentuk. Melindungi gigi dari karies.

Vitamin adalah senyawa organik sebagai pelengkap diet, untuk kesehatan, kehidupan, pertumbuhan, dan tidak berfungsi untuk menghasilkan energi. Vitamin yang mudah larut dalam air : Vit. B kompleks, vit C. Vitamin yang larut dalam lemak :Vit. A,D,E,K sukar diserap bila tidak ada empedu dan lipase pankreas.

Dosis vit a,d,k yang tinggi menyebabkan keracunan sangat toksis Hipervit. A sakit kepala, anoreksia, pembesaran hati dan limpa, dermatitis Hipervit. D Berat badan turun , payah ginjal, perkapuran

Hipervit. K anemia, kelainan gastro intestinal tract.

Anabolisme

= Penyusunan

Reaksi-reaksi

kimia untuk membentuk kompleks molekul yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan mempertahankan kehidupan yang disintesis dari zat yang lebih simpel disertai penggunaan energi.

Jalur anabolisme yang membentuk senyawa-senyawa dari prekusor sederhana mencakup :


Glikogenesis Pembentukan glikogen dari glukosa Terjadi dalam sel-sel hati dan sel-sel otot rangka

Glukoneogenesis Pembentukan glukosa dari senyawa organik lain.

Jalur sintesis porfirin

Jalur HMG-CoA reduktase, mengawali pembentukan kolesterol dan isoprenoid.

Metabolisme sekunder Jalur metabolisme yang tidak esensial bagi pertumbuhan, perkembangan maupun reproduksi.

Siklus Calvin dan fiksasi karbon

Fotosintesis

Katabolisme

= Pembongkaran

Reaksi-reaksi

kimia untuk memecah kompleks molekul menjadi molekul yang berukuran lebih kecil disertai pelepasan energi.

Jalur katabolisme mencakup :


Respirasi sel

Merupakan jalur metabolisme yang menghasilkan energi baik dalam bentuk ATP maupun NADPH dari molekul-molekul bahan bakar, seperti karbohidrat, lemak, dan protein.
Katabolisme Karbohidrat

Glikogenolisis

Penguraian glikogen menjadi glukosa saat tubuh membutuhkan energi. Dipercepat oleh glukagon dan epinefrin.
Glikolisis Pengubahan glukosa menjadi piruvat dan ATP tanpa membutuhkan oksigen. Jalur pentosa fosfat, pmbentukan NADPH dan glukosa.
Katabolisme protein

Hidrolisis protein menjadi asam amino.

Fungsi Metabolik Hati Peran hati dalam metabolisme Karbohidrat Peran hati dalam metabolisme Lemak Peran hati dalam metabolisme Protein Peran hati dalam metabolisme Mineral dan Vitamin

Fungsi hati : Fungsi vaskuler untuk penyimpanan dan filtrasi darah. Fungsi sekresi untuk mensekresikan empedu dalam saluran cerna. Fungsi metabolik yg berkaitan dengan sebagian besar sistem metabolisme tubuh.

Hati

merupakan suatu kumpulan besar sel reaktan kimia dengan laju metabolisme yang tinggi, saling memberikan substrat dan energi dari satu sistem metabolisme ke sistem yang lain, mengolah dan menyintesis berbagai zat yang diangkut ke daerah tubuh lainnya, dan melakukan berbagai fungsi metabolisme lain.

Fungsi

hati dalam metabolisme karbohidrat

Menyimpan glikogen dalam jumlah besar Konversi galaktosa dan fruktosa menjadi glukosa Glukoneogenesis Pembentukan banyak senyawa kimia dari produk

antara metabolisme karbohidrat


Hati

juga penting dalam mempertahankan konsentrasi glukosa darah normal.

Fungsi

hati dalam metabolisme lemak

Oksidasi asam lemak untuk menyuplai energi bagi

fungsi tubuh yang lain Sintesis kolesterol, fosfolipid, dan sebagian besar lipoprotein Sintesis lemak dari protein dan karbohidrat
Setelah

lemak disintesis di hati, lemak ditranspor dalam lipoprotein ke jaringan lemak untuk disimpan.

Fungsi

hati dalam metabolisme protein

Deaminasi asam amino Pembentukan ureum untuk mengeluarkan amonia

dari cairan tubuh Pembentukan protein plasma Interkonversi beragam asam amino dan sintesis senyawa lain dari asam amino

Hati

merupakan tempat penyimpanan vitamin

Vitamin yang paling banyak disimpan di hati adalah

vit. A. Ada juga vit. D, vit. K dan vit. B12.


Hati

menyimpan besi dalam bentuk ferritin

Sebagian besar besi di dalam tubuh biasanya

disimpan di hati dalam bentuk ferritin, kecuali besi yang terkandung pada hemoglobin darah.

Hati

membentuk zat-zat yang digunakan untuk koagulasi darah dalam jumlah banyak
Zat-zat tersebut adalah fibrinogen, protrombin,

globulin, akselerator, faktor VII, dan beberapa faktor koagulasi penting lainnya.
Hati

mengekskresikan obat-obatan, hormon, dan zat lain

ATP terbentuk dari Pembakaran karbohidrat Terutama glukosa. Melalui proses glikolisis yang terjadi di sitoplasma dan siklus asam sitrat di mitokondria. Pembakaran asam lemak Terjadi di mitokondria sel oleh oksidasi-beta. Pembakaran protein Hidrolisis pada komponen asam amino dan pemecahan asam amino tersebut menjadi senyawa intermedia pada siklus asam sitrat yang kemudian menjadi asetilKoA dan karbon dioksida.

ATP

merupakan sumber energi untuk segala aktivitas sel. ATP membangkitkan sintesis komponen selular yang paling penting
Sintesis glukosa dari asam laktat Sintesis protein untuk membentuk asam amino Sintesis asam lemak dari asetil-KoA Sintesis kolesterol dan fosfolipid

ATP

membangkitkan kontraksi otot

Kontraksi otot tidak akan terjadi tanpa energi dari ATP.

ATP ----------------- ADP + energi Enzim miosin ATP membangkitkan transpor aktif melewati membran ATP membangkitkan sekresi kelenjar ATP membangkitkan hantaran saraf

Hormon Aldosteron

Yang Menghasilkan Kelenjar adrenal

Fungsi Membantu mengatur keseimbangan garam & air dengan cara menahan garam & air serta membuang kalium

Kortikosteroid

Kelenjar adrenal

Memiliki efek yg luas di seluruh tubuh, terutama sebagai: Anti peradangan Mempertahankan kadar gula darah, tekanan darah & kekuatan otot Membantu mengendalikan keseimbangan garam & air
Meningkatkan kadar gula darah Menurunkan kadar gula darah Mempengaruhi metabolisme glukosa, protein & lemak di seluruh tubuh

Glukagon

Pankreas

Insulin

Pankreas

Hormon
Hormon pertumbuhan TSH (tyroidstimulating hormone)

Yang Menghasilkan
Kelenjar hipofisa

Fungsi
Mengendalikan pertumbuhan & perkembangan Meningkatkan pembentukan protein Merangsang pembentukan & pelepasan hormon oleh kelenjar tiroid Mengendalikan keseimbangan kalsium darah Mengendalikan pembentukan tulang Mengendalikan pelepasan kalsium & fosfat Mengatur pertumbuhan, pematangan & kecepatan metabolisme

Kelenjar hipofisa

Parathormon

Paratiroid

Hormon paratiroid

Kelenjar paratiroid

Hormon tiroid

Kelenjar tiroid

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Metabolisme Metabolisme Basal Hukum Termodinamika

LAJU METABOLISME

Jumlah energi yang dibebaskan per satuan waktu.

Kerja Otot

Pemberian Makan

Suhu Lingkungan

Suhu Tubuh

Kehamilan atau Menstruasi


Kadar epinefrin dan norepinefrin

Emosi

Iklim

Seks

Usia

Kadar Hormon Thyroid

TB , BB, luas permukaan tubuh

Adalah istilah untuk menunjukkan jumlah seluruh aktivitas metabolisme saat tubuh dalam keadaan istirahat fisik dan mental.
Diperlukan sedikit O2 agar jaringan bekerja minimal.

Seseorang

yang sedang dalam keadaan istirahat, sejumlah energi tetap dibutuhkan untuk mengerjakan seluruh reaksi kimia tubuh.
energi minimum yang diperlukan untuk bertahan hidup dinamakan kecepatan metabolik basal (BMR).

Tingkat

Pengukuran BMR berfungsi sebagai perangkat yang berguna dalam membandingkan kecepatan metabolisme seseorang dengan orang lain. Metode yang digunakan untuk menentukan BMR adalah dengan mengukur kecepatan penggunaan oksigen selama waktu yang ditentukan pada kondisi-kondisi tertentu. Nilai BMR normalnya berkisar antara 65-70 kalori per jam pada laki-laki yang berat badannya 70 Kg. BMR terpakai dalam aktivitas esensial sistem saraf pusat, jantung, ginjal, dan organ lainnya.

Seseorang

yang akan melakukan tes BMR,

harus :
Tidak boleh makan paling sedikit 12 jam terakhir Kecepatan metabolisme basal ditentukan setelah tidur

penuh semalaman Tidak melakukan pekerjaan berat selama setidaknya 1jam sebelum pengujian Semua faktor fisik dan psikis yang menimbulkan rangsangan harus dihilangkan Suhu kamar harus nyaman dan berkisar 68 dan 80F Selama ujian, tidak diijinkan melakukan aktivitas fisik apapun

Teknik Pengukuran : naracoba dalam keadaan

Basal diukur kecepatan penggunaan oksigennya.


Jumlah panas yang dikeluarkan tubuh = jumlah

oksigen yang digunakan.

Usia
Kecepatan metabolisme anak-anak 2x lebih cepat dibandingkan

orang tua

Kerja
Bergerak membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan

berdiam diri

Specific Dynamic Action (SDA)


Setelah makan kecepatan metabolime meningkat

Hormon tiroid yang meningkatkan kecepatan metabolisme Hormon kelamin pria meningkatkan kecepatan metabolisme

Hormon pertumbuhan meningkatkan kecepatan metabolisme Perangsangan simpatis meningkatkan kecepatan metabolisme Demam meningkatkan kecepatan metabolisme Tidur menurunkan kecepatam metabolisme Malnutrisi menurunkan kecepatan metabolisme

USIA 1 5 10 15 20 25 30

PRIA 53 49,3 44 41,8 38,6 37,5 36,8

WANITA 53 48,4 42,5 37,9 35,3 35,2 35,1

40
50

36,3
35,8

34,9
33,9

Hukum

I Termodinamika

Energi kalor mengalir ke dalam sebuah sistem, akan diterima sistem untuk mengubah energi di dalamnya dan atau melakukan usaha terhadap lingkungannya.

Maksudnya

Energi dapat diubah atau ditransformasi menjadi

satu bentuk ke bentuk lainnya. Namun, jumlahnya tetap tidak bisa ditambah maupun dikurangi. Jadi, kita tidak dapat membentuk atau memusnahkan energi.

Hukum

II Termodinamika

Total entropi jagad raya tidak berubah ketika proses reversible terjadi bertambah ketika proses ireversible terjadi.

Maksdunya

Walaupun jumlah energi tetap, tetapi dalam

proses transformasi itu sebagian energi berubah dalam bentuk yang tidak dapat digunakan untuk melakukan kerja. Karena itu walaupun jumlah totalnya tetap sama , dayaguna (efisiensi) energi itu telah berkurang. Kita katakan setelah proses transformasi itu tingkat entropi sistem telah bertambah.

Gangguan Metabolisme Karbohidrat Gangguan Metabolisme Protein Gangguan Metabolisme Lemak

Segolongan penyakit akibat gangguan metabolisme dan bersifat sistemik Penyakit ini ada 3 golongan: 1. Gangguan metabolisme karbohidrat 2. Gangguan metabolisme protein 3. Gangguan metabolisme lemak Dapat menimbulkan kelebihan atau kekurangan zat bersangkutan

1. Diabetes melitus (Hiperglykemia)


Dasar penyakit adalah defisiensi insulin Gejala klinis penyakit :

a. Hiperglikemia b.Glikosuria c. Dapat diikuti gangguan sekunder metabolisme protein dan lemak d. Dapat berakhir dengan kematian Insidensi terbanyak usia 50 60 thn Dapat juga dekade pertama atau pada yang sudah lanjut Penyakit ini diturunkan secara autosomal resesif

2. Hipoglykemia Patologis : Sering ditemukan pada 3 keadaan: 1. Akibat pemakaian insulin berlebihan pada diabetes 2. Pada pengobatan psykosis dengan shock hipoglikemik 3. Akibat pembentukan insulin berlebihan pada tumor pankreas yg dibentuk oleh sel beta

Penyakit akibat kelebihan protein (-) Defisiensi protein Terjadi pada pemasukan protein kurang kekurangan kalori, asam amino, mineral, dan faktor lipotropik Akibatnya : Pertumbuhan tubuh Pemeliharaan jaringan tubuh Pembentukkan zat anti dan serum protein akan terganggu.
Penderita mudah terserang penyakit infeksi, perjalanan

infeksi berat, luka sukar sembuh dan mudah terserang penyakit hati akibat kekurangan faktor lipotropik

Hipoproteinemia

Sebab : Exkresi protein darah berlebihan melalui air kemih Pembentukan albumin terganggu spt pada penyakit hati Absorpsi albumin berkurang akibat kelaparan atau penyakit usus, juga pada penyakit ginjal

Hipo dan Agammaglubulinemia


Ada 3 jenis : 1. Hipoagammaglobulinemia kongenital Penyakit herediter, terutama anak laki-laki antara 9 12 thn Mudah terserang infeksi. Kematian sering terjadi akibat infeksi Plasma darah tidak mengandung gamma protein Dapat terjadi penyakit hipersensitivas (ex: penyakit artritis) krn tubuh tidak dapat membentuk Ig

2. Hipo/ (a) gammaglobulinemia


Pada pria dan wanita pada semua usia Penderita mudah terkena infeksi Terjadi hiperplasi konpensatorik sel retikulum

mengakibatkan limfadenopathi dan splenomegali

3. Hipoagammaglobulinemia sementara
Hanya ditemukan pada bayi Merupakan peralihan pada waktu gamma globulin yang

didapat dari ibu habis dan anak harus membentuk gamma globulin sendiri

Akibat gangguan metabolisme asam urat asam urat serum meninggi pengendapan urat pada berbagai jaringan Asam urat merupakan hasil akhir dari pada metabolisme purin. Secara klinis : Arthritis akut yg sering kambuh secara menahun Pada jaringan ditemukan tonjolan-tonjolan disebut tophus Di sekitar sendi Bursa Tulang rawan Telinga Ginjal Katup jantung

1.

Kelebihan lemak (Obesitas)


Terjadi kalori didapat > kalori yg dimetabolisme (hipometabolisme) Terjadi pada hipopituitarisme dan hipotiroidisme. Kalori yg dibutuhkan menurun berat badan naik, meskipun diberi makan tidak berlebihan Lemak ditimbun pada: Jaringan subkutis Jaringan retroperitoneum Peritoneum Omentum Pericardium Pankreas Obesitas memperberat hipertensi, diabetes, penyakit jantung

2. Hiperlipemia
Jumlah lipid darah total dan kholesterol meningkat Terdapat pada :

Diabetes melitus tidak diobati Hipotiroidisme Nefrosis lupoid Penyakit hati Sirhrosis biliaris Xantomatosa Hiperlipidemi Hiperkholesterolemi

Penimbunan lemak terjadi di dinding pembuluh darah arteriosklerosis

3. Defisiensi lemak
Terjadi

pada

Kelaparan (starvation)

Gangguan penyerapan (malabsorption) : penyakit

celiac, sprue, penyakit Whipple.


Tubuh

terpaksa mengambil kalori dari simpanannya karena intake kurang Yang mula-mula dimobilisasi : karbohidrat dan lemak, dan hanya pada keadaan gizi buruk akhirnya protein diambil dari jaringan Pada penyakit Whipple selain difisiensi lemak, juga difisensi protein, karbohidrat dan vitamin.

Radiasi Konduksi Konveksi Evaporasi

Sebagian

besar pembentukan panas di dalam tubuh dihasilkan di organ dalam, terutama di hati, otak, jantung, dan otot rangka selama berolahraga Kemudian panas ini dihantarkan dari organ dan jaringan yang lebih dalam ke kulit, yang kemudian dibuang ke udara dan lingkungan sekitarnya

Laju

hilangnya panas ditentukan oleh 2 faktor: 1. Seberapa cepat panas yang dapat dikonduksi dari tempat asal panas dihasilkan, yakni dari dalam inti tubuh ke kulit 2. Seberapa cepat panas kemudian dapat dihantarkan dari kulit ke lingkungan

Berbagai

cara yang menjelaskan mengenai panas yang hilang dari kulit dan lingkungan, cara tersebut meliputi: a. Radiasi b. Konduksi c. Konveksi d. Evaporasi

Kehilangan panas melalui radiasi berarti kehilangan dalam bentuk gelombang panas infra merah, suatu jenis gelombang elektromagnetik Sebagian besar gelombang panas infra merah yang memancar dari tubuh memiliki panjang gelombang 5 sampai 20 mikrometer

Tubuh

manusia mengeluarkan gelombang panas ke segala penjuru Gelombang panas juga dipancarkan dari dinding ruangan dan benda-benda lain ke tubuh Bila suhu tubuh lebih besar akan dipancarkan keluar dari tubuh daripada yang dipancarkan ke dalam tubuh

Hanya sedikit panas yang biasanya hilang dari tubuh melalui konduksi langsung dari permukaan tubuh ke benda-benda padat Sebaliknya, kehilangan panas melalui konduksi ke udara mencerminkan kehilangan panas tubuh yang cukup besar walaupun dalam keadaan normal Konduksi panas dari tubuh ke udara mempunyai keterbatasan

Kehilangan panas melalui konveksi yaitu perpindahan panas dari tubuh melalui aliran udara konveksi Pertama-tama panas harus dikonduksi ke udara dan kemudian dibawa melalui aliran udara konveksi Sejumlah kecil konveksi hampir selalu terjadi di sekitar tubuh akibat kecenderungan udara di sekitar kulit untuk naik sewaktu menjadi panas

EFEK PENDINGINAN OLEH ANGIN


Bila

tubuh terkena angin, lapisan udara yang berdekatan dengan kulit akan segera digantikan oleh udara baru secara jauh lebih cepat dari keadaan normal, dan kehilangan panas melalui konveksi juga ikut meningkat

KONDUKSI DAN KONVEKSI PANAS PADA ORANG YANG BERDIAM DI AIR Air memiliki panas khusus beberapa ribu kali lebih besar daripada udara, sehingga setiap unit bagian air yang berdekatan ke kulit dapat mengabsorbsi jumlah panas yang lebih besar daripada udara Konduktivitas panas dalam air lebih besar dibandingkan dengan di udara Kecepatan kehilangan panas ke air biasanya beberapa kali lebih besar daripada ke udara

Bila air berevaporasi dari permukaan tubuh, panas sekitar 0,58 kilokalori akan hilang untuk setiap 1gram air yang mengalami evaporasi Bila orang tersebut tidak berkeringat, air masih berevaporasi secara tidak terlihat dari kulit dan paru dengan kecepatan sekitar 600-700 ml/hari

EVAPORASI MERUPAKAN MEKANISME PENDINGINAN YANG DIBUTUHKAN PADA SUHU UDARA YANG SANGAT TINGGI
Selama

suhu kulit lebih tinggi dari suhu lingkungan , panas dapat hilang melalui radiasi dan konduksi Ketika suhu lingkungan menjadi lebih tinggi dari suhu kulit, tubuh memperoleh panas dari radiasi dan konduksi Dalam keadaan tersebut, cara agar tubuh dapat mengeluarkan panas adalah dengan evaporasi

Pakaian

mengurung udara di antara kulit dan rajutan pakaian, sehingga menurunkan aliran udara konveksi Akibatnya, kecepatan kehilangan panas dari tubuh melalui konduksi dan konveksi sangat menurun Sekitar setengah panas dipindahkan dari kulit ke pakaian dipancarkan melalui radiasi ke pakaian

Efektivitas

pakaian dalam mempertahankan suhu tubuh hampir hilang semuanya bila pakaian menjadi basah, karena konduktivitas air yang tinggi meningkatkan kecepatan pemindahan panas melalui baju

Hubungan Antara Metabolisme dengan Pembentukan Panas

Produk

utama metabolisme adalah terbentuknya

panas.
Metabolisme

tubuh secara sederhana berarti semua reaksi kimia di dalam semua sel tubuh. metabolisme dalam keadaan normal dinyatakan dengan istilah kecepatan pembebasan panas selama reaksi kimia.

Kecepatan

Tidak

semua energi dalam makanan ditransfer menjadi ATP, tetapi energi tersebut diubah menjadi panas.
55% energi dalam makanan menjadi panas selama pembentukan ATP. juga dihasilkan pada saat energi di transfer dari ATP ke sistem fungsional sel sebesar 25%.

Rata-rata

Panas

Pada dasarnya, semua pengeluaran energi oleh tubuh diubah menjadi panas, kecuali apabila otot dipakai untuk melakukan beberapa bentuk kerja di luar tubuh.

Tetapi bila tidak terjadi pemakaian energi ke luar, semua energi yang dilepaskan oleh proses metabolik akhirnya menjadi panas tubuh.

Faktor-faktor yang menentukan laju pembentukan panas (laju metabolisme tubuh)


Laju metabolisme basal semua sel tubuh Laju metabolisme tambahan yang disebabkan oleh aktivitas otot,

termasuk kontraksi otot Metabolisme tambahan yang disebabkan oleh pengaruh tiroksin Metabolisme tambahan yang disebabkan oleh pengaruh epinefrin, norepinefrin, dan perangsangan simpatis terhadap sel Metabolisme tambahan yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas kimiawi di dalam sel sendiri Metabolisme tambahan yang diperlukan untuk pencernaan, absorpsim dan penyimpanan makanan

Suhu Tubuh Pengaturan Suhu Tubuh

Suhu 1. 2.

tubuh terbagi atas 2, yaitu: Suhu inti: suhu di bagian dalam tubuh Suhu permukaan: suhu kulit atau suhu jaringan tepat di bawah kulit Suhu tubuh normal 37C bila diukur melalui oral

Pengaturan

suhu dikendalikan oleh keseimbangan antara pembentukan panas dan kehilangan panas Bila laju pembentukan panas di dalam tubuh lebih besar daripada laju hilangnya panas, panas akan timbul di dalam tubuh dan suhu tubuh akan meningkat

Rangsangan

area preoptik di bagian anterior hipotalamus baik secara listrik atau oleh panas yang berlebihan akan menyebabkan berkeringat Kelenjar keringat dipersarafi oleh serabutserabut saraf kolinergik (serabut yang menyekresikan asetilkolin) Kelenjar ini dapat juga dirangsang di beberapa tempat oleh epinefrin atau norepinefrin yang bersikulasi dalam darah

Hal

tersebut penting selama olahraga, saat hormon ini disekresikan oleh medula adrenal dan tubuh perlu melepaskan panas yang berlebihan yang dihasilkan oleh otot yang aktif

MEKANISME SEKRESI KERINGAT Kelenjar keringat terdiri dari 2 bagian: 1. Bagian yang bergelung di subdermis dalam yang menyekresi keringat 2. Bagian duktus yang berjalan keluar melalui dermis dan epidermis kulit

Bagian

sekretorik kelenjar keringat menyekresi cairan yang disebut sekret primer atau sekret prekursor Kemudian konsentrasi zat-zat dalam cairan tersebut dimodifikasi sewaktu cairan itu mengalir melalui duktus Sekret prekursor adalah: hasil sekresi aktif dari sel-sel epitel yang melapisi bagian yang bergelung dari kelenjar keringat Serabut saraf simpatis kolinergik berakhir pada atau dekat sel-sel kelenjar yang mengeluarkan sekret tersebut

terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak Bila darah menjadi terlalu panas, hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada di dalam pons
Fenomena

Suhu

tubuh diatur hampir seluruhnya oleh mekanisme persarafan umpan balik, dan hampir semua mekanisme ini terjadi melalui pusat pengaturan suhu yang terletak di hipotalamus Agar mekanisme umpan balik ini dapat berlangsung, harus juga tersedia pendetektor suhu untuk menentukan kapan suhu tubuh menjadi sangat panas atau sangat dingin

PERANAN AREA PREOPTIK-HIPOTALAMIK ANTERIOR DALAM MENDETEKSI SUHU TERMOSTATIK


Dengan

menggunakan thermode, area preoptik-hipotalamus anterior diketahui mengandung sejumlah besar neuron yang sensitif terhadap panas yang jumlahnya kira-kira sepertiga neuron yang sensitif terhadap dingin Neuron tersebut berfungsi sebagai sensor suhu untuk mengontrol suhu tubuh

Neuron

tersebut meningkatkan kecepatan kerjanya hingga 2-10 kali lipat sebagai respon terhadap kenaikan suhu tubuh Neuron yang sensitif terhadap dingin, sebaliknya meningkatkan kecepatan kerjanya saat suhu tubuh turun

DETEKSI SUHU OLEH RESEPTOR DI KULIT DAN JARINGAN TUBUH BAGIAN DALAM
Walaupun

sinyal yang ditimbulkan oleh reseptor suhu di hipotalamus sangat kuat dalam mengatur suhu tubuh, reseptor suhu di bagian lain dari tubuh mempunyai peranan tambahan dalam pengaturan suhu ini terjadi pada reseptor suhu di kulit dan beberapa jaringan khusus di tubuh bagian dalam

Hal

Apabila

kulit di seluruh tubuh kedinginan, terjadi pengaruh refleks yang segera dibangkitkan dan mulai meningkatkan suhu tubuh melalui beberapa cara: 1. Dengan memberikan rangsangan kuat sehingga menyebabkan menggigil, yang akhirnya meningkatkan kecepatan pembentukan panas tubuh 2. Dengan menghambat proses berkeringat bila hal ini sudah terjadi

3.

Dengan meningkatkan vasokontriksi kulit untuk menghilangkan pemindahan panas tubuh dari kulit Reseptor suhu tubuh bagian dalam terutama ditemukan di medula spinalis, organ dalam abdomen, dan di dalam atau sekitar vena-vena besar di abdomen bagian atas dan rongga dada

HIPOTALAMUS POSTERIOR MENGGABUNGKAN SINYAL SENSORIK SUHU PUSAT DAN PERIFER


Walaupun

banyak sinyal sensorik suhu berasal dari reseptor perifer, sinyal ini membantu pengaturan suhu tubuh terutama melalui hipotalamus Area hipotalamus yang dirangsang oleh sinyal sensorik terletak secara bilateral pada hipotalamus posterior kira-kira setinggi korpus mamilaris

Sinyal

sensorik suhu dari area preoptik di hipotalamus anterior juga dihantarkan ke dalam area hipotalamus posterior ini Di sini sinyal dari area preoptik dan sinyal dari bagian tubuh yang lain dikombinasikan dan digabung untuk mengatur reaksi pembentukan panas atau reaksi penyimpanan panas di dalam tubuh

Bila

pusat suhu hipotalamus mendeteksi bahwa suhu tubuh terlalu panas atau terlalu dingin, hipotalamus akan memberikan prosedur penurunan atau peningkatan suhu yang sesuai

MEKANISME PENURUNAN SUHU BILA TUBUH TERLALU PANAS


Sistem

pengatur suhu menggunakan 3 mekanisme penting untuk menurunkan panas tubuh ketika suhu tubuh menjadi sangat tinggi:
1. Vasodilatasi pembuluh darah kulit 2. Berkeringat 3. Penurunan pembentukan panas

1.

Vasodilatasi pembuluh darah kulit Pada hampir semua area di dalam tubuh, pembuluh darah kulit berdilatasi dengan kuat Hal ini disebabkan oleh hambatan pusat simpatis di hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokontriksi Vasodilatasi penuh akan meningkatkan kecepatan pemindahan panas ke kulit sebanyak 8 kali lipat

2. Berkeringat Efek dari peningkatan suhu tubuh menyebabkan berkeringat


3. Penurunan pembentukan panas Mekanisme yang menyebabkan pembentukan panas yang berlebihan, seperti menggigil dan termogenesis kimia, dihambat dengan kuat

MEKANISME PENINGKATAN SUHU SAAT TUBUH TERLALU DINGIN


Ketika

tubuh terlalu dingin, sistem pengaturan suhu mengadakan prosedur yang tepat berlawana, yaitu: 1. Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh 2. Piloreksi 3. Peningkatan termogenesis (pembentukan panas)

1.

Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh Hal ini disebabkan oleh rangsangan dari pusat simpatis hipotalamus posterior

2. Piloereksi Piloreksi berarti rambut berdiri pada akarnya Rangsangan simpatis menyebabkan otot arektor pili yang melekat ke folikel rambut berkontraksi, yang menyebabkan rambut berdiri tegak

3. Peningkatan Termogenesis (pembentukan panas)


Pembentukan

panas oleh sistem metabolisme meningkat dengan memicu terjadinya menggigil, rangsangan simpatis untuk pembentukan panas, dan sekresi tiroksin

RANGSANGAN HIPOTALAMUS TERHADAP MENGGIGIL


Terletak

pada bagian dorsomedial dari hipotalamus posterior dekat dinding ventrikel ketiga adalah suatu area yang disebut pusat motorik primer untuk menggigil Area ini normalnya dihambat oleh sinyal dari pusat panas di area preoptik-hipotalamus anterior tetapi dirangsang oleh sinyal dingin dari kulit dan medula spinalis

Akibatnya, pusat ini teraktivasi ketika suhu tubuh turun bahkan hanya beberapa derajat di bawah nilai suhu kritis
Pusat ini kemudian meneruskan sinyal yang menyebabkan menggigil melalui traktus bilateral turun ke batang otak, kemudian ke dalam kolumna lateralis medula spinalis, dan akhirnya ke neuronneuron motorik anterior

Sinyal tersebut meningkatkan tonus otot rangka di seluruh tubuh dan saat berada di atas nilai kritis tertentu, proses menggigil dimulai

PENGATURAN PERILAKU SUHU TUBUH


Bila

suhu tubuh internal menjadi sangat tinggi, sinyal dan area pengatur suhu di otak membuat orang mengalami sensasi fisik kepanasan Sebaliknya, bila tubuh menjadi terlalu dingin, sinyal dari kulit dan mungkin juga dari reseptor tubuh bagian dalam mengeluarkan perasaan dingin yang tidak nyaman

Oleh

sebab itu, orang tersebut akan membuat penyesuaian lingkungan yang tepat untuk dapat mencapai kembali kenyamanan Hal ini merupakan sistem pengaturan suhu tubuh yang kuat

Skala yang diinginkan Celsius


Fahrenheit Raumur

Formula

C = K 273,15
F = K 1,8 459,67 R = (K 273,15) 0,8

Skala yang diinginkan


kelvin Fahrenheit Raumur

Formula
K = C + 273,15 F = C 1,8 + 32 R = C 0,8

Skala yang dinginkan

Formula

kelvin
Celsius Raumur

K = (F + 459,67) / 1,8
C = (F 32) / 1,8 R = (F 32) / 2,25

Skala yang diinginkan kelvin

Formula K = R / 0,8 + 273,15

Celsius Fahrenheit

C = R / 0,8 F = R 2,25 + 32

DEMAM

Demam yang berarti suhu tubuh di atas batas normal, dapat disebabkan oleh kelainan di dalam otak sendiri atau oleh bahan-bahan toksik yang memengaruhi pusat pengaturan suhu Penyebab demam ada berbagai macam, diantaranya yaitu oleh bakteri, tumor otak, dan keadaan lingkungan yang dapat berakhir dengan heatstroke

KRISIS/FLUSH
Bila

faktor yang menyebabkan suhu tinggi disingkirkan, pada keadaan ini keringat akan berlebihan, kulit menjadi panas karena terjadi vasodilatasi Perubahan mendadak ini pada demam disebut krisis/flush Obat-obatan untuk demam golongan antipiretik (aspirin, antipirin, aminopirin)

FROSSBITE
Bila

tubuh terkena suhu rendah yang ekstrim Terjadi pada telinga, jari-jari, dan kaki Hal ini harus diatasi dengan melakukan pemanasan, karena bila tidak ditanggulangi dapat menyebabkan kerusakan permanen dan terjadi kerusakan lokal (gangren)

KELELAHAN AKIBAT PANAS

Kelelahan akibat panas terjadi bila diaforesis yang banyak mengakibatkan kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan. Disebabkan oleh lingkungan yang terpajan panas. Tanda dan gejala kurang volume cairan adalah hal yang umum selama kelelahan akibat panas. Tindakan pertama yaitu memindahkan klien ke lingkungan yang lebih dingin serta memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit.

HIPERTERMIA
Peningkatan suhu tubuh sehubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk meningkatkan pengeluaran panas atau menurunkan produksi panas adalah hipertermia. Setiap penyakit atau trauma pada hipotalamus dapat mempengaruhi mekanisme pengeluaran panas. Hipertermia malignan adalah kondisi bawaan tidak dapat mengontrol produksi panas, yang terjadi ketika orang yang rentan menggunakan obatobatan anastetik tertentu.

HEAT STROKE

Pajanan yang lama terhadap sinar matahari atau lingkungan dengan suhu tinggi dapat mempengaruhi mekanisme pengeluaran panas. Kondisi ini disebut heat stroke, kedaruratan yang berbahaya panas dengan angka mortalitas yang tinggi. Klien beresiko termasuk yang masih sangat muda atau sangat tua, yang memiliki penyakit kardiovaskular, hipotiroidisme, diabetes atau alkoholik. Yang termasuk beresiko adalah orang yang mengkonsumsi obat yang menurunkan kemampuan tubuh untuk mengeluarkan panas dan mereka yang menjalani latihan olahraga atau kerja yang berat (mis. atlet, pekerja konstruksi dan petani).

Tanda dan gejala heatstroke termasuk gamang, konfusi, delirium, sangat haus, mual, kram otot, gangguan visual, dan bahkan inkontinensia. Tanda lain yang paling penting adalah kulit yang hangat dan kering. Penderita heatstroke tidak berkeringat karena kehilangan elektrolit sangat berat dan malfungsi hipotalamus. Heatstroke dengan suhu yang lebih besar dari 40,5C mengakibatkan kerusakan jaringan pada sel dari semua organ tubuh.

HIPOTERMIA Pengeluaran panas akibat paparan terus-menerus terhadap dingin mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi panas, mengakibatakan hipotermia. Hipotermia diklasifikasikan melalui pengukuran suhu inti: Ringan: 33-36 Sedang: 30-33 Berat: 27-30 Sangat berat: <30 Hipotermia aksidental biasanya terjadi secara berangsur dan tidak diketahui selama beberapa jam. Ketika suhu tubuh turun menjadi 35C, klien mengalami gemetar yang tidak terkontrol, hilang ingatan, depresi, dan tidak mampu menilai.

Jika

suhu tubuh turun dibawah 34,4c, frekuensi jantung, pernapasan, dan tekanan darah turun. Kulit menjadi sianotik. Jika hipotermia terus berlangsung, klien akan mengalami disritmia jantung, kehilangan kesadaran dan tidak responsif terhadap stimulus nyeri. Dalam kasus hipotermia berat, klien dapat menunjukkan tanda klinis yang mirip dengan orang mati (misalnya tidak ada respons terhadap stimulus dan nadi serta pernapasan sangat lemah).

Untuk

menurunkan suhu dapat dilakukan dengan memberikan obat antipiretik, mengompres, memakai alkohol ke tubuh