Anda di halaman 1dari 22

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LABORATORIUM

UPT. Puskesmas Kupang


HEMOGLOBIN ( cara sahli)
No Dokumen
No. Revisi
Halaman
0
1
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian
Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan penambahan larutan HCl, lalu kadar
asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standar.

Tujuan
Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah.

Kebijakan

Dalam melakukan pemeriksaan darah harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Persiapan alat :
1. Hemoglobinometer (hemometer) sahli terdiri dari :
a. Gelas berwarna sebagai warna standar.
b.
Tabung hemometer dengan perubahan skala putih 2 sampai dengan 22 skala merah untuk
hematokrit.
c. Pengaduk dari gelas.
d. Pipet sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20/ l.
e. Pipet Pasteur.
f. Kertas saring / tissue/kain kasa kering.
2. Reagen.
a. Larutan HCl 0,1 N
b. Aquades.
Pelaksanaan :
1. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCl 0,1 N sampai tanda 2.
2. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20 l.
3.
Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara
hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang.
4.
Masukkan darah sebananyak 20 l ini ke dalam tabung yang berisi larutan HCl tadi tanpa
menimbulka gelombang udara.
5.
Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCl dari dalam
pipet secara berulang-ulang 3 kali.
6. Tunggu 5 menit untuk pembentukan asam hematin.
7.
Asam hematin yangterjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes sambil diaduk
dengan batang pengaduk dari gelas sampai didapt warna yang sama dengan warna standar.
8. Miniskus dari larutan dibaca. Miniskus dalam hal ni adalah permukaan terendah dari larutan.
Pelaporan :
Dinyatakan dalam gr/dl
1.
Unit Terkait
Laborat
UPT. Puskesmas Kupang
HITUNG LEOKOSIT
No Dokumen
No. Revisi
Halaman

0
1
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian
Menghitung jumlah lekosit yang ada dalam volume tertentu.

Tujuan
Menghitung lekosit dalam darah.
Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan darah harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Persiapan alat :
1. Pipet lekosit.
2. Kamar hitung.

3. Mikroskop.
4. Counter tally (bila ada).
Reagen
1. Larutan turk
Pelaksanaan :
1. Hisaplah darah kapiler / darah EDTA dengan pipet lekosit sampai tepat pada garis 0,5.
2. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan cara menghapus dari
pertengahan pipet kebawah dengan kertas saring/ tissue secara cepat.
3.
Masukkan ujung pipet ke dalam larutan turk sambil menahan darah pada garis tadi. Pipet
dipegang dengan sudut 45 dan larutan turk dihisap perlahan-lahan (jangan sampai timbul
gelembung udara sampai garis 11)
4. Angkatlah pipet dari airan dan tutup ujungnya dan ujung jari lalu lepaskan karet penghisap.
5. Kocoklah pipet dengan menutup ujung-ujung pipet dengan ibu jari dan jari tengah selama 2-3
menit.
Bila tidak akan segera diperiksa, letakkan pipet tersebut dalam posisi horizontal.
6. Ambilah kamar hitung improved neubauer yang bersih, letakkan kamar hitung ini di dengan
kaca penutup terpasang mendatar diatasnya.
7.
Kocokklah kembali pipet yang telah diisi tadi, kemudian buangla cairan ke dalam batang
kapiler pipet sebanyak 3-4 tetes dan segera sentuhkan ujung pipet dengan sudut 30C pada
permukaan kamar hitung serta menyinggung pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung terisi
secara perlahan-lahan dengan sendirinya.
8. Biarkan kamar hitung berada di atas mikroskop selama 2 menit agar lekosit mengendap. Bila
tidak segera hitung dapat disimpan dalam petridish tertutup yang berisi kapas basah.
Unit Terkait
Laborat
UPT. Puskesmas Kupang
HITUNG JENIS LEOKOSIT
No Dokumen
No. Revisi
Halaman
0
1
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan

Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian
Menghitung jumlah lekosit yang ada dalam volume tertentu.

Tujuan
Menghitung jumlah tiap-tiap jenis lekosit dalam darah.

Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan darah harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Persiapan alat :
1. Mikroskop.
2. Kaca obyek yang kering bebas debu dan lemak.
3. Lancet steril.
4. P;encatat waktu.
5. Rak pengecatan.
6. Rak pengering.
7. Minyak imersi.
8. Kaca penggeser.
9. Pisnsil kaca.
Reagen :
1. Larutan wright.
2. Larutan penyanggah dengan pH6,4.
Cara Pemeriksaan :

1. Pembuatan sediaan apus darah.


a.
Teteskan satu tetes darah diatas kaca objek 2cm dari tepi.
letakkan kaca tersebut di atas meja dengan darah sebelah kanan.
b.
Dengan kanan tangan diletakkan kaca penggeser di sebelah kiri tetesan darah.
c.
Gerakkan ke kanan hingga menyentuh tetesan tersebut.
d.
Biarkan darah menempel dan menyebar rata di pinggir kaca penggeser.
e.
Segera geserkan kaca tersebut ke kiri dengan sudut 30 - 45. Jangan menekan kaca
penggeser tersebut ke bawah.
f.
Biarkan kesediaan tersebut kering di udara. Lalu tulislah nama pasien, pada bagian tebal dari
sediaan dengan pinsil kaca.
2. Pewarnaan sediaan apus.
a.
Letakkan sediaan yang akan diwarnai pada rak pewarna dengan lapisan darah di atas.
Kemudian teteskan 20 tetes larutan wright dan biarkan selama 20 menit.
b.
Lalu teteskan sama banyaknya lsrutsn penyanggah ke atas sediaan dan biarkan 5 menit.
c.
Siramlah sediaan itu dengan aquades. Mula-mula perlahan-lahan kemudian keras-keras
untuk membersihkan sediaaan dari kotoran.
Unit Terkait
Laborat
UPT. Puskesmas Kupang
LED
No Dokumen
No. Revisi
Halaman

0
1
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian
Laju Endap Darah

Tujuan
Untuk mengetahui banyaknya sel-sel darah yang mengendap dalam waktu tertentu.
Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan darah harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Bahan :
1. Darah vena dengan antikoagulen.
Persiapan alat :
1. Pipet westergren.
2. Rak westergren.
Pelaksanan :
1. Pipetlah larutan NaCl 0,85% (PZ) sebanyak 0,25 ml (menggunakan pipet westergren sampai
tanda 150)
2.
Pipetlah darah sebanyak 1 ml (menggunakan pipet westergren sampai tanda nol (0),
masukkanlah kedalam tabung reaksi yang berisi PZ, lalu kocok.
3. Pipetlah campuran darah tersebut dengan menggunakan pipet yang sama sampai tanda nol.
4. Letakkanlah pada`rak westergren dalm sikap tegak \lurus.
5. Tunggulah selama 1 jam, baca nilai L.E.D nya.
Unit Terkait
Laborat

UPT. Puskesmas Kupang


PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH
No Dokumen
No. Revisi
Halaman
0
1
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian
Suatu tindakan pemeriksaan golongan darah

Tujuan
Untuk mengetahui golongan darah seseorang
Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan darah harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur

Persiapan Alat :
1. Kaca`obyek.
2. Lancet.
3. Kapas alkohol.
Reagen :
1 set antisera yang berisi :
a. Serum anti A.
b. Serum anti B.
c. Serum anti AB.
d. Anti Rh faktor.
Cara pemeriksaan :
1. Taruhlah pada kaca objek :
a. 1 tetes serum anti A.
b. 1 tetes serum anti B.
c. 1 tetes serum anti AB
d. 1 tetes anti Rh factor.
2. Setetes kecil darah kapiler atau diteteskan pada serum-serum tersebut diatas. Campur dengan
ujung lidi (satu lidi untuk satu macam campuran).
3. Goyangkan kaca obyek dengan mmbuat gerakan melingkar selama 4 menit.
4. Lihat bagian mana yang ada aglutinasinya
Perhatian !
Bila :
1. Anti A aglutinasi positif
Anti B aglutinasi negatif
golongan darah A
Anti AB aglutinasi positif
2. Anti A aglutinasi negatif
Anti B aglutinasi positif
golongan darah B
Anti AB aglutinasi positif
3. Anti A aglutinasi positif
Anti B aglutinasi positif
golongan darah AB
Anti AB aglutinasi positif

4. Anti A aglutinasi negatif


Anti B aglutinasi negatif
golongan darah O
Anti AB aglutinasi negative
5. Anti Rh faktor aglutinasi positif Rh+
Anti Rh faktor aglutinasi negatif RhUnit Terkait
Laborat

UPT. Puskesmas Kupang


B TA
No Dokumen
No. Revisi
Halaman
0
1
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian
Pemeriksaan sputum BTA

Tujuan
Untuk menemukan adanya bakteri tahan asam dalam dahak penderita.
Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Persiapan Alat :
1. Kaca obyek yang bersih tidak berminyak dan tidak bergores.
2. Lampu spritus.
3. Pensil kaca.
4. Rak pewarna.
5. Rak pengering.
Reagen :
Larutan Ziehl neelsen.
Cara Pembuatan :
1.
Kaca obyek diberi nomor kode/nomor pasien/nama pasien pada sisi kanan kaca`obyek.
2.
Pilih bagian dahak yang kental, warna kuning kehijauan, ada`perkejuan, ada`pus atau darah.
Ambil sedikit bagian teresebut dengan memakai sengkelit/ose yang sebelumnya dibakar dahulu
sampai pijar. Kemudian didinginkan.
3.
Ratakan diatas kaca obyek dengan ukuran 2 3 cm. apusan dahak jangan terlampau tebal
atau terlampau tipis. Keringkan pada suhu kamar.
4.
Ose sebelum dibakar dielupkan dulu kedalam botol yang berisi campuran alkohol 70% dan
pasir dengan perbandingan 2 : 1 dengan tujuan untuk melepaskan partikel yang melekat pada ose
(untuk mencegah terjadinya perikan atau aerosol pada waktu ose dibakar yang dapat menularkan
kuman tubercoluse).
5.
Kemudian rekatkan/fiksasi dengan cara melakukan di atas lidah api dengan cepat sebanyak 3

kali selama 3 5 detik. Setelah itu sediaan langsung diwarnai dengan pewarnaan Ziehl Neelsen.
6.
Pewarnaan Ziehl Neelsen :
a.
Letakkan sediaan di atas rak pewarna. Kemudian tuang larutan Carbol Fuchsin sampai
menutupi seluruh sediaan.
b.
Panasi sediaan secara hati-hati idatas api selama 3 menit sampai keluar uap, tetapi jangan
sampai mendidih atau kering. Kemudian api digeser dan sediaan didiamkan selama 5 menit.
c.
Cuci dengan aquadest yang mengalir sampai zat warna yang bebas terbuang.
d. Tuang HCl alcohol 3% sampai warna merah dari fuchsin hilang.
e.
Bilas dengan air mengalir.
f.
Tuangkan larutan Methylen blue 0,1% sampai menutupi seluruh permukaan dan tunggu 10
20 detik.
g.
Bilas dengan air mengalir.
h.
Keringkan di rak pengering (jangan dibawah sinar matahari langsung).
i.
Baca`pada mikroskop dengan perbesaran 100x.
Unit Terkait
Laborat

UPT. Puskesmas Kupang

WIDAL
No Dokumen
No. Revisi
Halaman
0
1
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian
Pemeriksaan untuk mengetahui adanya antibody (uji kualitatif) titor antibody (uji kuantitatif)
terhadap infeksi slmonela typhosa.

Tujuan
Untuk membantu diagnosa penyakit thypus.
Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Persiapan Alat :

1.
2.
3.

Obyek glass.
Pipet.
Pengaduk.

Prosedur :
1. Kualitatif
a) 0,06 ml serum diteteskan pada 4 tempat terpisah pada obyek glass.
b) Masing-masing ditetesi dengan antigen salmonella.
c) Diaduk, digoyang melingkar, dibaca aglutinasi.
2. Kuantitatif
a) Dilakukan pengenceran serum.
b) Tiap pengenceran diteteskan pada obyek glass.
c) Dari masing-masing pengenceran dilakukan test seperti pada test kualitatif.
Interpretasi Hasil :
Serum (ml)
0,04
0,02
0,02
0,005
Titer antibody
1 : 40
1 : 80
1 : 160
1 : 320
Unit Terkait
Laborat

UPT. Puskesmas Kupang


TES KEHAMILAN
No Dokumen
No. Revisi
Halaman
0
1
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR

Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian
Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya hormon human chorionie gonadotropin (HCG) dalam
urine.

Tujuan
Untuk membantu diagnose kehamilan dini.
Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Persiapan Alat :
1.
Strip tes kehamilan.
Prosedur :
1.
Strip tes dan urine harus pada suhu (15 30c) untuk pengujian.
2.
Lepaskan strip tes ke dalam kemasan yang disegel.
3.
Celupkan strip ke dalam urine dengan panah menunjuk kearah urine. Ambil strip setelah 3
derik lalu letakkan strip ditempat datar, permukaan bersih, kering dan nonpenyerap (jangan
biarkan tingkat urine melebihi MAX pada garis penanda).

Cara Membaca Hasil Tes :


1.
Negatif, artinya tidak hamil, jika hanya satu warna yang muncul di zona kontrol.
2.
Positif, artinya sedang hamil, jika terlihat warna yang berbeda muncul di zona control dan
zona uji. Intensitas warna dari tes mungkin bervariasi karena berbagai tahap kehamilan memiliki
konsentrasi yang berbeda dari hormon hCG.
3.
Invalid, tidak terlihat warna sama sekali, atau hanya terlihat di zona uji dan tidak di daerah
control
Positif
Invalid
Invalid
Negatif

Unit Terkait
Laborat
UPT. Puskesmas Kupang
SEDIMEN URINE
No Dokumen
No. Revisi
Halaman
0
1
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian

Tujuan
Menemukan adanya unsur-unsur sedimen organik dan anorganik dalam urine secara mikroskopik.
Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Persiapan Alat :
2.
Sentifuge.
3.
Mikroskop.
4.
Obyek glass.
5.
Cover glass.
6.
Pipet.
Prosedur :
1.
Kocok urine dalam botol supayasdimen tercampur rata.
2.
Masukkan 5 10 ml urine ke dalam tabung sentifuge.
3.
Disentifuge selama 5 menit dengan kecepatan 2000 rpm.
4.
Tuang urine bagian atas hingga tersisa ml urine.
5.
Kocok tabung untuk mencampur sedimen.
6.
Dengan pipet tetes, diteteskan 1 tetes sedimen pada obyek glass, kemudian ditutup dengan
cover glass.
7.
Periksa dibawah mikroskop.
Mula-mula dengan perbedaan obyektif 10x (lapang pandang keci/LPK) kemudian dengan

pembesaran obyektif 40x lapang pandang besar / LPB)


Unit Terkait
Laborat

UPT. Puskesmas Kupang


PEMERIKSAAN DAHAK
No Dokumen
No. Revisi
Halaman
0
2
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I
NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian
Pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung untuk diagnosa dalam program penanggulangan
TB.

Tujuan
Menegakkan diagnosis dan menetukan klasifikasi / tipe, menilai kemajuan pengobatan,
menentukan tingkat penularan.
Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Persiapan Alat :
1. Kaca sediaan / obyek glass.
2. OSG.
3. Lampu spirtus.
4. Pinset.
5. Botol berisi pasir dan alkohol 70%
Prosedur :
1. Ambil pot dahak dan kaca sediaan yang beridentitas dama dengan pot dahak.
2. Buka pot dengn hati-hati untuk menghindari terjadinya droplet (percikan dahak).
3. Buat sediaan hapus dengan oase (sengkelit) dengan urutan sebagai berikut :
a) Panaskan oase diatas nyala api spirtus sampai merah dan biarkan sampai dingin.
b)
Ambil sedikit dahak dari bagian yang kental dan kuning kehijau-hijauan (purulen)
menggunakan oase yang telah disterilkan diatas.
c)
Oleskan dahak secara merata (janga terlalu tebal tapi jangan terlalu tipis) pada permukaan
kaca sediaan dengan ukuran 2x3 cm.
d) Masukkan oase ke dalam botol (berukuran 300 500 cc) yangberisi pasir dan alkohol 70%
(setinggi 3-5 cm diatas pasir), kemudian digoyang-goyangkan untuk melepaskan partikel yang
melekat pada oase / sengkelit.
e) Setelah itu dekatkan oase tersebut pada api spirtus sampai kering, kemudian dibakar pada api
spirtus tersebut sampai membara.
f)
Keringkan sediaa diudara terbuka, jangan terkena sinar matahari langsung atau diatas api,
biasanya memerlukan waktu sekitar 15 30 menit, sebelum sediaan hapus tersebut fiksasi.
g)
Gunakan pinset untuk megambil sediaan yang sudah kering pada sisi berlabel dengan
hapusan dahak menghadap keatas.
h)
Lewatkan di atas lampu spirtus sebanyak 3 kali (memerlukan waktu sekitar 3 5 detik)
untuk fiksasi (kalau terlalu lama dapat merubah bentuk kuman dan membuat sediaan pecah).
Unit Terkait
Laborat

UPT. Puskesmas Kupang


PEEWARNAAN ZIEHL NEELSEN
No Dokumen
No. Revisi
Halaman
0
2
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Tanggal Terbit

02 - 01 - 2014

Di Tetapkan
Kepala UPT. Puskesmas Kupang

BAMBANG PRIYONO, S.Kep., Ns


Penata Tk. I

NIP. 19620518 198303 1 006

Pengertian

Tujuan
Untuk melakukan pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam (BTA) antara lain mycobacterium
tuberculosis, mycobacterium non tuberculosis dan mycobacterium leprae
Kebijakan
Dalam melakukan pemeriksaan harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

Prosedur
Persiapan Alat :
1. Kit reagen Ziehl Neelsen berisi :
a) Carbol fuctisin 0,3%.
b) Asam alkohol 3%.
c) Methylene blue 0,3%
2. Rak pengecatan.
3. Corong dengan kertas filter.
4. Pipet.
5. Pinset.
6. Lampu spirtus.
7. Air mengalir.
8. Rak pengering.
Prosedur :
1.
Letakan sediaan dengan bagian apusan menghadap ke atas pad arak pewarnaan, beri jarak
kurang lebih satu jari antara satu sediaan dengan sediaan yang lain.
2.
Tuangkan karbol fuchsion 0,3% melalui kertas saring hingga mengenangi seluruh
permukaan sediaan.
3.
Panasi dari bawah menggunakan sulut api setiap sediaan sampai keluar uap (jangan sampai
mendidih).
4.
Diamkan selama 5 menit.
5.
Bilas sediaan dengan hati-hati menggnaka air mengalir.
6.
Genangi dengan asam alkohol 3%.

7.
Bilas sediaan dengan hati-hati menggunkan air mengalir.
8.
Ulangi pemberian asam alkohol sampai tidak tampak warna mera fuchsion.
9.
Genangi sediaan dengan methylene blue 0,3% selama 0-20 detik.
10. Bilas sediaan dengan hati-hati mengunakan air mengalir.
11. Keringkan sediaan pad arak pengering.
12. Baca sediaan dengan menggunakan mikroskop binokuler pembesar 1000X
Interpretasi Hasil :
Positif : BTA akan terlihat berwarna merah terang dengan latar belakang biru tanpa ada kotoran
dan pewarnaan.
Pembacaan Hasil :
Pembacaan hasil pemeriksaan sediaan dahak dilakukan dengan menggunakan skala IUATLD
sebagai berikut :
1. Tidak ditemukan BTA dalam 100 lapang pandang, disebut negative.
2.
Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang, ditulis jumlah kuman yang ditemukan.
3.
Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lapang pandang, disebut + atau (1+).
4.
Ditemukan 1-10 BTA dalam 1 lapang pandang, disebut + + atau (2+).
5.
Ditemukan > 10 BTA dalam 1 lapang pandang, disebut + + + atau (3+).
Penulisan gradasi hasil bacaan penting untuk menunjukkan keparahan penyakit dan tingkat
penularan penderita tersebut.
Catatan :
Bila ditemukan 1 3 BTA dalam 100 lapang pandang,
Unit Terkait
Laborat

Puskesmas Kupang di 20.41


Berbagi