Anda di halaman 1dari 27

Screening

Kolesterol, Asam
Urat, Gula Darah
Baksos Pendidikan Dokter UMY 2012

Nilai Rujukan
Kolesterol

Asam Urat (<6 mg/dl)


Glukosa (<200 mg/dl)

Nilai Rujukan

Referensi

Kolesterol

Interpretasi Screening
Kolesterol
Lebih dari
Normal

Cek Lab Profil


Lipid Lengkap
(LDL, HDL, TG,
Kolesterol Total)

Normal (<100)

Pencegahan
Supaya Tetap
Normal

Hasil Screening
Kolesterol

Butuh Obat ?,
atau...
Cukup
Intervensi Gaya
Hidup ?

Jika ada peningkatan kolesterol


dalam screening?
Diagnosis : Kemungkinan Dislipidemia (Gangguan Keseimbangan Kolesterol, LDL, HDL)

Edukasi :
A. Periksa LDL
B. Klasifikasikan Resiko (Rendah, Sedang Tinggi sesuai/tidak sesuai target LDL) untuk
menentukan tatalaksana
C. Intervensi Gaya Hidup (6 minggu)
D. Periksa Kembali LDL (Jika tidak sesuai target cek tiap 3 bulan, jika sesuai menyesuaikan)
1. 6-12 tahun kemudian

(Resiko Tinggi, LDL <100)

2. 3-5 tahun kemudian (Resiko Rendah, LDL <160)


3. 1-2 tahun kemudian (Resiko Sedang, LDL <130) (Resiko Rendah, LDL <130)
4. 3 bulan kemudian
(Resiko Tinggi, LDL 100) (Resiko Rendah, LDL 160)
Klasifikasi
(Resiko Sedang, LDL 130)

Jika
Kolesterol
Meningkat

Periksa LDL

Resiko &
Tentukan
Terget
Pencapaian
LDL

Intervensi
Gaya Hidup

Periksa
Kembali LDL

Klasifikasi Resiko Aterosklerosis


untuk menentukan tatalaksana
Kategori Resiko

Sasaran Kolesterol LDL (mg/dl)

Resiko Tinggi (Jika ada >2 faktor Resiko)


atau
- Memiliki diabetes mellitus
- Bentuk lain penyakit ateroskelrotik
(stroke, penyakit arteri perifer, aneurisma
aorta abdominalis)
- Riwayat penyakit PJK

<100

Resiko Sedang (jika ada 2 faktor resiko)

<130

ResikoFaktor
Rendah
(jika: ada 0-1 Faktor Resiko) <160
Daftar
Resiko
1. Perokok
2. Hipertensi (140/90mmHg atau sedang mendapatkan obat antihipertensi)
3. Kolesterol HDL rendah (<40mg/dl). Namun jika didapatkan kolesterol HDL 60
mg/dl maka mengurangi satu factor resiko dari jumlah total
4. Riwayat keluarga PJK dini yaitu ayah usia <55 tahun dan Ibu <65 tahun
5. Umur pria 45 tahun dan wanita 55 tahun

Perbandingan Obat & Intervensi


Gaya Hidup
Obat

Kolesterol LDL
(Jahat)

Kolesterol HDL
(Baik)

Trigliserida

Obat Statin

18-55%

5-15%

7-30%

Obat Resin

15-30%

3-5%

Obat Fibrat

5-25%

10-20%

20-50%

Obat Asam Nikotinat

5-25%

15-35%

20-50%

Obat Ezetimbe

17-18%

3-4%

Aktivitas Fisik

10%

Tidak / Berhenti Merokok

5-10%

Menurunkan Berat Badan


(10kg)

20%

Asupan Omega 3 5-10%


Asupan Protein Kedelai 5%
Asupan Fitosterol 15%
Asupan Serat 5%

1-3%

20%

25-35%

4 Langkah Menjaga Kadar Kolesterol, LDL dan


HDL Tubuh
1
Makan &
Minum
Sehat

4
Tidak /
Berhenti
Merokok

Interve
nsi
Gaya
Hidup

3
Aktivitas
Fisik

2
Berat
Badan
Ideal

1) Makan dan Minum Sehat


1. Fitosterol
2. Omega 3
3. Protein Kedelai
4. Makanan Kaya Serat
5. Mengurangi Asupan Lemak Jenuh

1) Makan dan Minum Sehat


Fitosterol
LDL
15%
Menurunkan
5% LDL, dengan konsumsi
fitosterol

Carany
a

Fitosterol
(Misal : Kacang
Kedelai, Jagung,
Biji-bijian Lain)

1. Berkompetisi
dengan kolesterol
yang bukan
berasal dari
tanaman (jahat)
pada saat
penyerapan
kolesterol oleh
usus.
2. Memicu usus
mengeluarkan
kembali kolesterol
(jahat) yang
sempat diserap
tubuh
3. Fitosterol yang
masuk kedalam
tubuh hanya <1%
yang bertahan,
selebihnya

Mengurangi
jumlah kolesterol
jahat yang
terserap usus
sehingga
mengurangi
jumlah kolesterol
di dalam darah

1) Makan dan Minum Sehat


Sumber-sumber Fitosterol

1) Makan dan Minum Sehat


Omega 3 (Menghambat Pelepasan Simpanan
Lemak Tubuh)

1) Makan dan Minum Sehat


Protein Kedelai

LDL
- 3-5%

Menurunkan
3-5% LDL, dengan konsumsi
Protein Kedelai >40 mg

LDL
5mg/d
l
Menurunkan
5mg/dl LDL, dengan
konsumsi Protein Kedelai 25
mg

1) Makan dan Minum Sehat


Serat
1.

Kacang-kacangan (Kacang Polong)

2.

Buah-buahan

3.

Sayur-sayuran

4.

Sereal

LDL
-5%
Menurunkan
5% LDL, dengan konsumsi
serat 5-10 gram/hari

1) Makan dan Minum Sehat


1. Mengurangi Asupan Lemak Jenuh (Hewani, Mentega, Susu,
Nabati : Minyak Kelapa Sawit)
2. Mengurangi Asupan Lemak Trans

2) Berat Badan Ideal


1. Menurunkan Berat Badan

LDL
8/10K
g

TG
1.3/1K
g

HDL
+4/1K
g

Meningkatkan
Menurunkan
Menurunkan
LDL 8 mg/dl tiap 10 Kg Trigliserid 1.3 mg/dl tiap 1 HDL 4 mg/dl tiap 1 Kg
penurunan berat badan Kg penurunan berat badan penurunan berat badan

3) Meningkatkan Aktivitas Fisik


Aturan
Frekuensi : 5x /minggu
Intensitas :
Durasi : 30m / aktivitas
Contoh Aktivitas:
- Jalan Cepat (4.8-6.4 km/jam) (3040m)
- Sepeda (8 km)
- Voli (45m)
- Menyapu Halaman (30m)
- Bersih-bersih rumah besar-besaran
- Basket (15-20m)
- Golf tanpa caddy (bawa alat sendiri)
- Dansa

TG
20%
Menurunkan konsentrasi
Trigliserid sampai 20%

HDL
+10
%
meningkatkan konsentrasi
kolesterol HDL sampai 10%.

4) Menghentikan Konsumsi
Rokok

Menghentikan merokok dapat meningkatkan konsentrasi kolesterol


HDL
HDL sebesar 5-10%.

+510%

Asam Urat
Normal : <6 mg/dl

Kenapa bisa terjadi


Peningkatan pembentukan atau
penurunan pengeluaran atau keduaduanya jumlah asam urat meningkat
terjadi pembentukan Kristal trauma
jaringan sekitar inflamasi serangan
gout
Faktor Resiko:
1. Usia & Jenis Kelamin (>40 tahun, dan laki-laki
lebih sering terkena)
2. Kondisi Tertentu (Obesitas, Hipertensi,
Gangguan Ginjal, Diabetes, Gagal Jantung)
3. Pola Diet (Daging, Seafood, Softdrink, Fruktosa,
Alkohol)

Saran
Tatalaksana
A. Pengobatan
1. Obat saat serangan (Anti Radang)
2. Obat untuk mencegah serangan (Anti Radang)
3. Obat untuk menurunkan kadar asam urat

LOW PURIN LOW FRUCTOSE

B. Modifikasi Gaya Hidup


1. Minum Cukup (8-10 gelas sehari) Mencegah kurangnya cairan sehingga terbentuknya
Kristal asam urat lagi serta komplikasi lebih lanjut seperti batu ginjal dan gagal ginjal
2. Mengusahakan Berat Badan Ideal
3. Hindari Konsumsi Alkohol (menyebabkan dehidrasi pembentukan Kristal As. Urat)s
4. Pola Makan Sehat (Rendah Purin)

Pengaturan Makan

Apa yang bisa dimakan?


Foods to limit (very high in purines):
1. Organ meats, such asliver,kidneys,
sweetbreads, and brains
2. Meats, including bacon, beef, pork, and
lamb
3. Game meats
4. Any other meats in large amounts
5. Anchovies, sardines, herring, mackerel,
and scallops
6. Gravy
7. Beer

Foods to eat occasionally (moderately


high in purines, but may not raise your
risk ofgout):
1. Fish and seafood (other than high purine

Foods that are safe to eat (low in purines):


Green vegetables and tomatoes
Fruits
Breads and cereals that are not whole-grain
Butter, buttermilk, cheese, and eggs
Chocolateand cocoa
Coffee, tea, and carbonated beverages
Peanut butter and nuts
Dairy products that may lower your risk ofgout:
Low-fat or nonfat milk
Low-fat yogurt

Hati-hati
High-purine vegetables.Studies have shown that
vegetables high in purines do not increase the risk of gout
or recurring gout attacks. A healthy diet based on lots of
fruits and vegetables can include high-purine vegetables,
such as asparagus, spinach, peas, cauliflower or
mushrooms. You can also eat beans or lentils, which are
moderately high in purines but are also a good source of
protein.

Hati-hati sama minuman dan


makanan manis-manis
berfruktosa
The fructose connection would also explain why purine-rich meat is
associated with gout attacks, but purine-rich vegetables
arent.Since red meat ahas been so constantly demonized in the
US, the people who eat the most red meat are also the people
who are least health-conscious: in other words, the people most
likely to be eating a lot of sugar. The same goes for purine-rich
organ meats: barring the Paleo crowd, the most common way to
eat organ meats in the United States is probably fried gizzards
and livers from places like KFC probably accompanied by a
giant drink of sugary soda. On the other hand, the people who
eat a lot of purine-rich vegetables like spinach are the people
least likely to be eating a lot of sugar.