Anda di halaman 1dari 2

Puisi Cinta Bijak # 1

Aku dan Kamu,


Berdiri menatap matahari yang merekah
Mendulang aroma pagi yang hinggap di duniaku
Indah terlihat, sejuk terasa
Mengumbar bahagia dalam kebersyukuran
Namun, senja itu datang,
Matahariku kian tenggelam
Dalam rona hitam penuh kegelapan
Hanya menyisakan sisa sisa cahaya yang pudar
Ya, engkau ibarat matahariku
Yang dulu indah laksana mentari pagi
Dan kini menghilang ditelan awan hitam
Aku dan kamu, dalam perpisahan
Menetes air mata, linangan derita
Merekah lah bunga kesedihan
Yang menebar aroma kebusukan
Tanda hancurnya kebahagiaan
Namun, aku sadar/
Kau akan terus bersinar
Kau akan terus berjalan
Dan aku sadar, Tak seharusnya q meratapi takdir
Aku akan menjadi rembulan
Yang indah diantara kegelapan
Q Kan menjadi bintang
Yang berkilau diantara pekat awan hitam
Puisi Cinta Bijak #2
Wahai Sandaran Cinta
Duhai kasih yang ku cinta
Engkau tahu disini terendap laraku
Menangis merintih dalam perih
Mengisi hati dengan duka dan lara
Wahai sandaran cinta
Perpisahan ini hanya satu episode
Yang akan berlalu tergantikan kisah lainnya
Hidupku ini masih panjang
Sepanjang helaan nafas kehidupan
Pergilah dengan membawa kebahagiaan
Karena cinta memang tak bisa di paksakan
Cinta ini akan terus terkenang
Dan karenamu, Aku akan bertahan
Kan ku langkahkan kaki ini menuju masa depan
Kan ku tatap ufuk keemasan

Saat ku buktikan
Aku bisa hidup tanpamu
Puisi Cinta Bijak #3
Ungkapan Sahabat
Jika kau anggap dia adalah nyawa
Maka siapa yang kau sebut cinta
Cinta selalu menguatkan
Bahkan ketika terjadi perpisahan
JIka engkau pikir dia tuhan
Yang sanggup mencabut seluruh kebahagiaan
Maka siapa yang kau sebut cinta
Karena cinta selalu mengajari ketabahan
Mengajari senyum meski saat kita berelimang penderitaan
Jika kau merasa, hanya dia yang mencintaimu
Maka, siapa aku, siapa orang tuamu
Ingatlah sahabat,
Masih ada dan masih banyak yang menyayangimu
Yang takan pernah rela kau bersedih
Menangislah
Dan bersama tangismu,
Biarkan kesedihanmu ikut menetes
HIngga kemudian tergantikan dengan senyum indahmu
Sahabat. Bangkitlah
Dunia takan hancur karena kepergiannya
Karena cinta, akan datang disaat yang tepat
Dan seringkali pergi, membaca sebuah pelajaran
Esok, ada sosok pengeran yang tak pernah meninggalkanmu.
Yakinlah itu.
- See more at: http://www.duniapuisi.com/2015/02/puisi-cinta-bijak-perpisahan.ht
ml#sthash.ezQuBB14.dpuf