Anda di halaman 1dari 2

RELIJIUSITAS DAN PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT INDUSTRI

Nur Mazidah
Dosen dan Ketua Program Studi Sosiologi Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya

Lazimnya, proses modernisasi dan industrialisasi yang tidak lagi bisa dielakkan di
hampir seluruh belahan dunia menyebabkan juga terjadinya gelombang sekularisasi dalam
kehidupan keagamaan masyarakat. Proses modernisasi dan industrialisasi membawa serta
nilai-nilai rasionalisasi dan pragmatisme yang oleh banyak orang dianggap berhadap-hadapan
langsung dengan nilai-nilai agama yang bersifat sakral dan mengagungkan ideal-ideal
spiritual. Namun, apa yang terjadi di desa Karangbong Kecamatan Gedangan Kabupaten
Sidoarjo justru berbeda. Industrialisasi memang telah merubah wajah desa Karangbong dari
masyarakat agraris tradisional menjadi masyarakat industrial, tapi industrialisasi tidak serta
merta mengikis nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat. Bahkan, menurut hasil
penelitian ini, kehidupan keagamaan masyarakat desa Karangbong justru mengalami
peningkatan. Agama, bagi masyarakat desa Karangbong, menjadi identitas dan memberikan
makna dalam kehidupan mereka yang justru sangat diperlukan dalam mengarungi kehidupan
di era industrial.
Penelitian pada jurnal ini sangatlah bagus karena membahas antara industrialisasi -yang
memang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah sekarang- dan relijiusitas. Kejadian sosial
seperti ini mirip terjadi ketika zamannya Karl Mark. Ia berpendapat bahwa industrialisasi
adalah kontradiktif dengan sektor keagamaan. Salah satu pendapatnya yang membumi adalah
tentang bagaimana agama menjadi sebuah candu, agama hanya digeluti oleh kaum proletar
sedangkan sektor industri hanya kaum moderat yang mempunyai kapital untuk modal
maupun teknologi.
1

Di samping membantah teori Karl Mark tentang industrialisasi dan relijiusitas, jurnal
ini juga mendukung pendapat Hendropuspito yang mengatakan bahwa agama juga bisa
menjadi motivator tindakan sosial. Yang terjadi di desa Karangbong Kecamatan Gedangan
Kabupaten Sidoarjo justru berbeda, dengannya tumbuhnya industrialisasi masyarakat
setempat juga semakin sadar dengan kebutuhan mereka dalam beragama. Ini disebabkan oleh
adanya tiruan, mereka melihat di beberapa daerah yang mengalami industrialisasi serupa
tidak menjadi lebih baik jika dilihat dari aspek sosialnya. Dan sebagai langkah preventif,
masayrakat beserta para remaja semakin dekat dengan agama. Hal lain yang membangun
pemikiran mereka teradap kebutuhan beragama adalah kelompok pengajian dan yasinan yang
rutin mereka adakan.
Judul yang diangkat cukup menarik dan relevan dengan zaman dan keadaan ekonomi
Indonesia saat ini. Namun alangkah lebih baik jika indutrialisasi di desa Karangbong
Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo didukung oleh data tentang adanya industrialisasi
tersebut, sebagai bukti jika program industrialisasi tersebut berjalan dengan baik. Seperti
halnya data perubahan pendapatan per kapita masyarakat, data kepadatan penduduk, serta
data ketimpangan pendapatan. Karena dengan data-data tersebut akan memperkuat argumen
peneliti tentang industrialisasi di desa Karangbong Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo
benar-benar terjadi dan memang berhasil.