Anda di halaman 1dari 3

Rahim, Sang Raja Semesta

Judul Buku : Rahim


Penulis : Fahd Djibran
Genre : Novel
Harga : Rp 60.000,00
Penerbit : Goodfaith Production, Jakarta
Cetakan : Pertama, Juni 2010
Tebal : 316 halaman
Peresensi : Sussy Listiarsasih

Jadi, mengapa kisah ini penting untuk kuceritakan padamu? Agar kau lebih menghargai
hidup. Menghargai setiap tarikan napas. Menghargai apa pun yang dianugerahkan Raja
Semesta padamu. Kau beruntung memiliki orang tua yang baik dan mengasihimu, hingga
saatnya kini kau bisa hadir di dunia dan menikmati segalanya—kau beruntung memiliki
hidup.

Dan pada saatnya nanti, mungkin kau akan memiliki seorang anak yang bersemayam di
rahim suci perempuanmu… Bila saat itu datang, apa pun alasanmu, kumohon jangan
biarkan para penghuni Kerajaan Alam Rahim bersedih dan terluka lagi: jangan sekalipun
kau berpikir untuk menggugurkan kandungannya atau malah melakukannya. Jangan
menodai kesucian rahim perempuanmu. Jangan lakukan itu. Kumohon.

…asal kau tahu, Rahim adalah nama lain dari Raja Semesta.

Itulah kutipan paragraf dari buku Rahim ini.menunjukan betapa pentingnya buku ini
dibaca.Membaca Rahim membuatku serasa masuk ke dunia dengan dimensi lain. Novel
yang di lahirkan oleh Fahd Djibran ini tak layaknya novel-novel lain. Mungkin beberapa
orang akan menyebutnya sastra, tapi Fahd lebih suka menyebut karyanya kali ini dengan
dongeng. Dongeng sebuah kehidupan.

Dari manakah dimulainya kehidupan? Dari saat sperma bertemu dengan ovum dan
membuahinya sehingga berkembang menjadi ’gumpalan sel’. Nah, ’gumpalan sel’ ini
akan terus berkembang menjadi embrio, fetus, dan akhirnya menjadi janin, calon bayi
dalam rahim. Tak pernah terpikirkan apa yang sebenarnya terjadi di dalam Alam Rahim
tersebut, mungkin sang Ibu yang mengandung dan sang Ayah yang mengikuti
perkembangan kandungan sang Ibu pun hanya dapat menerka-nerka apa yang terjadi
pada bakal bayi dalam perutnya.

Dari desain covernya yang unik, kita sudah dapat membayangkan apa yang ada di dalam
rahim, terdapat semesta luas yang patut digali, dilingdungi, dan dihargai. Dengan cover
depan yang membentuk seorang perempuan hamil, dan paduan warna yang apik, Rahim
ini akan mengajak kita masuk ke alam dimana kita tumbuh sebelum hadir di Alam Dunia.

Kisah ini diawali oleh munculnya seorang Pengabar Berita dari Alam Rahim bermana
Dakka Madakka yang mempunyai misi untuk mengabarkan keadaan yang ada di Alam
Rahim, yang bertujuan agar manusia lebih menghargai kesucian rahim kaum perempuan.
Tidak hanya menganggapnya sebagai sebuah organ biologis semata yang berfungsi
sebagai alat reproduksi, tapi juga mempercayai bahwa di sana ada kehidupan unik yang
diciptakan oleh Raja Semesta.

Dakka menceritakan tahap apa yang terjadi di setiap perkembangan janin dan apa yang
dilakukan janin di dalam sana. Hey, apa yang dia lakukan? Adakah yang bisa dia lakukan
di dalam rahim yang sempit itu? Itulah uniknya imajinasi dalam pikiran Fahd, dia
menciptakan tokoh Dakka sebagai perantaranya dalam menyampaikan apa yang ada
dalam ruang imajinasinya di Alam Rahim.

Ternyata Si Bayi bermimpi di Alam Rahim, bermimpi bertemu orang-orang yang


membekali dirinya berbagai ilmu dan budi pekerti sebagai bekalnya nanti di Alam Dunia.
Si Bayi mendapatkan berbagai nasihat bijak yang membuatnya mengerti arti kehidupan.
Ia bertemu Tuan Kucing yang Bisa Berbicara, Ikan Mas yang Bekerja Sebagai Koki,
Amadeus, Aynu Si Gadis Buta Penunjuk Jalan, Profesor Waktu, Nenek Olav, dan
Mahavatara.

Tak hanya Si Bayi yang dapat memetik hikmah dari pertemuannya dengan mereka. Saat
membaca buku ini pun kita dapat mereguk berbagai pelajaran yang diterima Si Bayi
untuk di aplikasikan di Alam Nyata, tak hanya dapat dinikmati Si Bayi di Alam Rahim.

Membaca alur karya Fahd kali ini benar-benar berbeda dengan alur karya-karya Fahd
sebelumnya. Sebutlah A Cat In My Eyes dan Curhat Setan yang merupakan 2 karya yang
terbit sebelum Rahim. 2 buku tersebut tidak disajikan seperti novel layaknya Rahim, 2
buku tersebut berisi tulisan-tulisan cerdas yang membuatmu terus berpikir dan bertanya.
Sedangkan karya lainya, seperti Revolusi Sekolah dan Being A Superstar adalah buku
yang berisi tips dan motivasi untuk bergerak lebih maju lagi. Dan Rahim ini menjadi
salah satu masterpiece dari Fahd Djibran menurut Nita Taufik, penyunting Rahim.
Terlebih Fahd membuat Rahim ini ketika istrinya sedang mengandung sehingga membuat
karyanya ini begitu hidup.

Tapi tetap, gaya tulisan Fahd ini begitu khas. Sejak saya mengenalnya saat masih nyantri,
sebagai kakak kelas yang baik, ia bisa meledakkan semangat adik-adik kelasnya dengan
tulisan-tulisannya di dinding, atau di majalah Pesantrend. Terlebih lagi, ia pernah menjadi
mahasiswa HI International Class UMY. Dalam pandangan mata awam saya, tulisannya
selalu ringan dan enak dibaca. Sering tulisannya mengenai peristiwa sehari-hari yang
sepele, tapi mengandung kedalaman yang selalu diikutsertaan di dalamnya.

Dari semua kebaikan dari buku ini, ada hal yang membuat saya geregetan. Waktu terbit
yang di agendakan bulan Mei, terus mundur sehingga baru bisa saya dapatkan di Bulan
Juli. Dan ketika akhirnya bisa saya nikmati karya Fahd yang satu ini, saya dapat lebih
merasakan keagungan dan kasih sayang Raja Semesta penjaga Rahim. IBU...

Anda mungkin juga menyukai