Anda di halaman 1dari 7

Karakteristik Mikroprosesor

Berikut adalah karakteristik penting dari mikroprosesor :

1. Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat dalam
mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di
dalam mikroprosesor.
2. Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yang digunakan untuk
transfer data antar komponen antara mikroprosesor dan komponen-komponen di luar
mikroprosesor.
3. Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang dapat
dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
4. Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja
mikroprosesor.
5. Fitur-fitur spesial (special features): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu
seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dan sebagainya.

mikroprosesor adalah suatu rangkaian digital yang terpadu yang memiliki dimensi ukuran sangat kecil.
Mikroprosesor merupakan komponen sentral pada system mikrokomputer.
Mikroprosesor
September 2nd, 2010

Pengertian Umum

Sebuah mikroprosesor (sering dituliskan: µP atau uP) adalah sebuah central processing unit
(CPU) elektronikkomputer yang terbuat dari transistor mini dan sirkuit lainnya di atas sebuah
sirkuit terintegrasi semikonduktor. Dapat juga dikatakan bahwa mikroprosesor adalah suatu
rangkaian digital yang terpadu yang memiliki dimensi ukuran sangat kecil. Mikroprosesor
merupakan komponen sentral pada system mikrokomputer. Sistem mikroprosesor terbagi
menjadi dua bagian perangkat, perangkat keras dan perangkat lunak. Secara mudahnya dapat
dikatakan bahwa sistem mikroprosesor merupakan rangkaian digital kompleks yang terintegrasi
dalam suatu sistem. Perubahan fungsi sistem mikroprosesor tergantung dari program pada sistem
perangkat lunak yang mendukung kerja sistem mikroprosesor.

Evolusi dari mikroprosesor telah diketahui mengikuti Hukum Moore yang merupakan
peningkatan performa dari tahun ke tahun. Teori ini merumuskan bahwa daya penghitungan akan
berlipat ganda setiap 18 bulan, sebuah proses yang benar terjadi sejak awal 1970-an; sebuah
kejutan bagi orang-orang yang berhubungan. Dari awal sebagai driver dalam kalkulator,
perkembangan kekuatan telah menuju ke dominasi mikroprosesor di berbagai jenis komputer;
setiap sistem dari mainframe terbesar sampai ke komputer pegang terkecil sekarang
menggunakan mikroprosesor sebagai pusatnya.

Karakteristik Mikroprosesor
Berikut adalah karakteristik penting dari mikroprosesor :

1. Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat dalam
mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di
dalam mikroprosesor.
2. Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yang digunakan untuk
transfer data antar komponen antara mikroprosesor dan komponen-komponen di luar
mikroprosesor.
3. Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang dapat
dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
4. Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja
mikroprosesor.
5. Fitur-fitur spesial (special features): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu
seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dan sebagainya.

Konfigurasi Dasar Mikroprosesor

Pada sistem mikroprosesor prinsip kerjanya adalah mengolah suatu data masukan, yang
kemudian hasil olahan tersebut akan menghasilkan keluaran yang dikehendaki. Proses
pengolahan datanya dapat difungsikan sesuai dengan instruksi yang diprogramkan . Masing –
masing mikroprosesor memiliki bahasa pemrograman yang berbeda-beda. Namun secara prinsip,
dasar dari tiap mikroprosesor adalah sama. Tiap Mikroprosesor memiliki satu bus data, satu bus
alamat dan satu bus kendali. Dalam mikroprosesor terdapat suatu unit untuk mengerjakan fungsi
– fungsi logika dan aritmetika, register – register untuk menyimpan data sementara dan unit
pengendalian .

Bus data terdiri biasanya 4, 8, 16 atau 32 jalur (bit), 64 bit, tergantung dari jenis
mikroprosesornya. Bus data berfungsi memuat data dari dan ke mikroprosesor. Arah panah
menunjukkan arah data dikirim/diterima.

Bus alamat merupakan bus yang berisi alamat – alamat yang datanya akan dikirim / diterima
oleh mikroprosesor.
Bus kendali digunakan untuk mensinkronkan kerja antara mikroprosesor dengan dunia luar
sistem. Pada beberapa aplikasi ada yang disebut dengan istilah jabat tangan, seperti misalnya
pada penerapan hubungan dengan pencetak (printer).

Dalam sistem kerjanya mikroprosesor didukung oleh unit memori (untuk menyimpan program
tetap/sementara dan menyimpan data), unit masukan dan keluaran yang berfungsi sebagai antar
muka dengan dunia luar. Catu daya, rangkaian pembangkit detak (clock), rangkaian
pengawasandi (address decoder), penyangga (buffer) dan penahan (latch) juga diperlukan
mikroprosesor untuk mendukung operasi kerja sebagai satu rangkaian yang solid.

Unit Pemrosesan Pusat

Mikroprosesor berfungsi sebagai unit yang mengendalikan seluruh kerja system mikroprosesor.
Fungsi – fungsi mikroprosesor adalah sebagai berikut :

1. Mengambil instruksi dan data dari memori.

2. Memindah data dari dan ke memori.

3. Mengirim sinyal kendali dan melayani sinyal interupsi.

4. menyediakan pewaktuan untuk siklus kerja sistem mikroprosesor.

5. Mengerjakan fungsi – fungsi operasi logika dan aritmetika.

Dalam pelaksanaan fungsi – fungsi tersebut, bagian – bagian mikroprosesor yang mengerjakan
adalah : Pengendalian dan Pewaktuan (control and Timing), ALU (Arithmetic and Logical Unit)
dan Register.

Memori

Setiap sistem mikroprosesor memiliki memori, guna menyimpan program dan datanya.
Mikrokontroler memiliki memori internal baik dari jenis memori ROM maupun RAM. Namun
beberapa jenis mikrokontroler tidak memiliki internal ROM, seperti mikrokontroler yang dipakai
pada perancangan alat ini.

Jenis-jenis Memori

Memori dalam sistem mikroprosesor digunakan dua jenis memori :

- Memori Tak Mudah Terhapus (non volatile)

- Memori Mudah Terhapus (volatile)

Memori tidak mudah terhapus memiliki karakteristik menyimpan informasi / data dan selamanya
informasi tersebut tidak akan hilang walaupun catu daya sistem mikroprosesor dimatikan contoh
memori tak mudah terhapus adalah ROM dengan jenis 27256. ROM hanya dapat dibaca.
Pengisian informasi dalam ROM dilakukan sekali untuk selamanya. Namun ada jenis ROM yang
dapat dihapus dengan menggunakan sinar ultra violet, dan dapat diisi kembali. Jenis ROM itu
seperti yang dipakai pada perancangan alat ini. Dua jenis memori ROM yang dapat dihapus dan
diprogram kembali oleh pemakai yaitu UV EPROM dan EEPROM. UV PROM dihapus dengan
ultra violet dan EEPROM dengan memberikan level tegangan tertentu. Memori mudah terhapus
memiliki karakteristik yang terbalik dengan memori tak mudah terhapus.

Memori mudah terhapus dapat menyimpan informasi selama catu daya sistem mikroprosesor
belum dimatikan. Informasi akan hilang apabila catu daya memori dimatikan. Memori jenis ini
contohnya adalah RAM, yang dapat ditulisi dan dibaca berulang – ulang. Memori RAM
digolongkan menjadi dua yaitu : memori statik dan memori dinamik. Pada memori dinamik,
informasi disimpan dalam muatan dan muatan akan hilang bila tidak disegarkan, untuk itu
diperlukan suatu rangkaian penyegar di luar memori. Memori static tidak memerlukan rangkaian
penyegar, sebab informasi pada memori statik disimpan dalam penahan flip-flop.

Sistem operasi kerja memori, prinsipnya terdiri dari dua yaitu operasi baca dan operasi tulis. Bila
prosesor melakukan perintah baca ke memori maka prosesor mengirimkan alamat data yang akan
diakses, kemudian mengirimkan sinyal kendali read (baca) yang memerintahkan pada memori
untuk mengeluarkan data pada alamat yang ditunjukkan pada bus data. Operasi tulis yaitu bila
prosesor akan menyimpan data, informasi, instruksi atau kode operasi ke memori.

Dalam operasi tulis data, mikroprosesor terlebih dahulu mengirimkan alamat melalui bus alamat
ke memori, yang menunjukkan lokasi alamat data pada memori yang akan ditulis. Selanjutnya
sinyal write (tulis) dikirimkan yang memberikan perintah kepada memori untuk menyediakan
tempat pada memori untuk data yang ada pada bus data dengan alamat sesuai yang ditunjukkan
pada bus alamat.

Gambar 3. Diagram siklus waktu operasi baca dari memori

Penjelasan gambar 3 adalah sebagai berikut :

 · Mikroprosesor menempatkan alamat data yang akan dibaca pada bus alamat.
 · Mikroprosesor memberikan pulsa sinyal kendali baca (aktif rendah).
 · Saat sinyal kendali aktif rendah, data pada bus data siap diambil / dibaca.
 · Data sahih siap dibaca oleh mikroprosesor
 · Prosesor mengambil data dari bus data
 · Sinyal kendali kembali pada level tinggi.

Gambar 4. Diagram siklus waktu operasi tulis pada memori

Penjelasan dari gambar 4 adalah sebagai berikut :

 · Mikroprosesor memberikan data yang akan ditulis pada memori pada bus data.
 · Mikroprosesor selanjutnya memberikan alamat lokasi data pada memori untuk data
yang akan ditulis pada memori ke bus alamat.
 · Prosesor kemudian memberikan sinyal kendali tulis (aktif rendah) .
 · Saat sinyal kendali pada posisi rendah, data otomatis ditulis pada memori dengan alamat
lokasi pada alamat yang ditunjukkan bus alamat.
 · Sinyal kendali kembali ke posisi level tinggi.
 · Memori siap menerima instruksi selanjutnya.

Unit Masukan dan Keluaran

Perantara antara mikroprosesor dengan dunia luar merupakan tugas dari unit masukan dan
keluaran pada suatu sistem mikroprosesor. Tanpa unit masukan dan keluaran maka data yang
diolah hanya berputar – putar dalam sistem mikroprosesor, tanpa ada keluaran yang dapat
diterima lingkungan luar sistem mikroprosesor.
Teknik masukan dan keluaran pada sistem mikroprosesor dapat dibedakan menjadi dua sistem
yaitu :

1). Sistem Paralel

Data masukan / keluaran dikirimkan dalam bentuk delapan bit paralel.

2). Sistem Serial