Anda di halaman 1dari 57

Sofyan Firdaus

Toga
Edisi Khusus Bumbu Dapur
Toga
Edisi Khusus Bumbu Dapur
ISBN: 978-602-8664-04-2

Penulis
Sofyan Firdaus

Penyunting
Dwi Ratna Herniati

Pewajah Isi
Acep Surya

Pewajah Sampul
Malikul Falah

Font Isi yang Digunakan


Helvetica, LibreSemiSerif SSK

Cetakan I
Maret 2009

Penerbit:
RICARDO
Jl. Raya Pasar Minggu No. 8B Jakarta Selatan 12510
Telp. 021-7982056-58, 7901467 Fax. 021-7982055

2009 © Hak cipta dilindungi oleh undang-undang


Dilarang keras mengutip, menjiplak atau memfotokopi baik sebagian atau
keseluruhan isi buku ini serta memperjualbelikannya tanpa izin tertulis dari
RICARDO
Kata Pengantar

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan dengan tujuan


agar manusia memeroleh informasi dan pengetahuan, serta keterampilan
(skill). Bentuk usaha sadar yang nyata saat ini berupa kegiatan
pembelajaran di sekolah-sekolah.
Buku ini merupakan suatu media pendidikan tentang lingkungan hidup
dan life skill untuk anak pada khususnya dan pembaca lain pada umumnya,
dengan tujuan mempermudah proses dari pendidikan. Buku ini disajikan
dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Selain itu,
dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, sehingga mudah dipahami.
Tujuan penyusunan buku ini agar generasi muda di negeri ini
khususnya dan setiap orang umumnya memiliki pengetahuan tentang
lingkungan hidup yang berimbas lahirnya suatu kepedulian terhadap
lingkungan sekitar. Selain itu, diharapkan memiliki keterampilan, kreativitas,
dan keinginan berkreasi memanfaatkan apa yang ada di alam sekitar
dengan bijak dan memerhatikan kelestarian lingkungan.
Semoga buku ini bermanfaat.

Jakarta, Maret 2009

Penerbit

Kata Pengantar iii


iv Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur
Daftar Isi

Kata Pengantar iii


Daftar Isi v

1. Toga (Tanaman Obat Keluarga) 1

2. Cabe Rawit 5
Deskripsi Tanaman 7

Taksonomi 7

Budidaya Tanaman Cabe 9

Khasiat 12

3. Jahe 14
Deskripsi Tanaman 15

Cara Budidaya 17

Khasiat 19

4. Kencur 24
Deskripsi Tanaman 25

Taksonomi 27

Cara Budidaya 27

Khasiat 30

Daftar Isi v
5. Kunyit 35
Deskripsi Tanaman 36

Taksonomi 38

Cara Budidaya 38

Khasiat 41

6. Penutup 46

Daftar Pustaka 49
Daftar Kata (Index) 50

vi Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


1 Toga
(Tanaman Obat Keluarga)

Tanaman obat keluarga


Sumber: Dokumen Penerbit

Bukankah kita sudah pernah mendengar para orang dewasa berbicara


tentang Toga atau kita juga pernah membaca sesuatu tentang Toga. Sejak
duduk di bangku sekolah dasar, kita pernah diajari oleh guru kita tentang
apa itu Toga. Coba kita ingat-ingat bersama-sama dan jika kita sudah ingat,
sekarang kita pasti tahu apa kepanjangan dari Toga.

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 1


Toga adalah kepanjangan dari Tanaman Obat Keluarga. Akan tetapi,
apakah kita cukup tahu kepanjangan dari Toga saja? Padahal jika kita
tahu tentang Tanaman Obat Keluarga sedikit lebih mendalam, maka besar
keuntungannya bagi kita semua. Karena, jika kita berbicara tentang
Tanaman Obat Keluarga, berarti kita juga akan berbicara betapa
pentingnya sebuah kesehatan bagi kita dan keluarga.
Bayangkan seandainya kita sakit dan berbaring berminggu-minggu
di rumah sakit, kita akan merasa bosan bukan? Kita tidak bisa melakukan
apa yang biasanya kita lakukan. Kita tidak dapat pergi ke sekolah,
bernyanyi, menari, berlari-lari, bercanda dengan teman-teman, bahkan
makan pun kita dibatasi. Setiap hari, pagi, siang, dan malam kita harus
makan bubur. Bukan hanya itu, kita juga harus diinfus dan disuntik setiap
hari. Itu semua, mau tidak mau harus dijalani demi kesehatan tubuh kita.
Nah, bagaimana? Kesehatan itu sangat penting bukan? Jadi, mau atau
tidak, kita harus mau belajar lebih dalam tentang Tanaman Obat Keluarga
demi kesehatan kita dan keluarga.
Tanaman obat keluarga pada dasarnya adalah tanaman yang
mempunyai khasiat sebagai obat dan ditanam di halaman rumah, di kebun,
atau di pekarangan, yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan obat-
obatan dari suatu keluarga. Dewasa ini, berkat kemajuan pendidikan dan
penelitian, hampir segala jenis tanaman dapat ditanam di dalam pot. Jadi,
bagi yang tidak punya halaman, kebun, atau pekarangan jangan khawatir
karena beberapa dari tanaman obat keluarga juga bisa ditanam di dalam
pot. Dengan demikian tanaman obat keluarga ini selain digunakan untuk
obat-obatan juga dapat digunakan sebagai penghias rumah. Di samping
itu, karena tanaman obat keluarga ini ditanam di sekitar rumah maka
memudahkan bagi setiap anggota keluarga untuk mengatur, mengamati,
serta menggunakan tanaman tersebut.
Tanaman obat keluarga ini merupakan cara yang mudah dan
sederhana yang dapat kita lakukan guna mencukupi kebutuhan akan
kesehatan kita sehari-hari. Ada berbagai macam jenis tanaman yang
digolongkan ke dalam tanaman obat keluarga. Banyak sebenarnya dari
kita yang sudah mengenalnya, namun tidak tahu khasiatnya, seperti halnya
bumbu-bumbu dapur, merica, kencur, jahe, laos, daun salam, cabe merah,

2 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


cabe rawit, jeruk nipis, dan sebagainya. Ada pula yang mengetahui jenis
tanaman obat keluarga beserta khasiatnya, namun tidak tahu bagaimana
cara penggunaannya. Dan tidak menutup kemungkinan sebagian dari kita
sudah ada yang tahu jenis tanaman obat keluarga, khasiatnya, dan cara
penggunaannya, namun tidak tahu bagaimana cara membudidayakannya.
Banyak sekali masalah-masalah atau pertanyaan-pertanyaan yang
menggantung di otak kita. Itu semua adalah bagus. Karena, segala macam
ilmu dimulai dari bertanya. Kita mengetahui sesuatu diawali dari bertanya.
Mengapa kita perlu mengenal dengan jelas deskripsi tanaman beserta
taksonominya? Hal ini, dikarenakan banyak tanaman obat yang memiliki
ciri sama, sehingga kita akan mengalami kesulitan untuk membedakan
antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya. Bahkan
terkadang ada juga satu jenis tanaman yang memiliki nama berbeda-beda
di tiap-tiap daerah atau kebalikannya, yaitu ada beberapa jenis tanaman
berbeda tetapi memiliki nama yang sama.
Hal yang berikutnya adalah dapat membudidayakan tanaman obat
keluarga tersebut. Proses budidaya ini sangat berguna. Pertama adalah
bertujuan untuk penyediaan obat-obatan alami bagi suatu keluarga yang
mudah didapatkan di sebidang tanah di sekitar rumah, di kebun, di
pekarangan, atau di halaman. Kedua adalah bertujuan untuk melestarikan
tanaman obat-obatan yang sudah menjadi alternatif pencegahan,
penyembuhan, dan pengobatan yang diwariskan oleh nenek moyang kita
secara turun-temurun.
Setiap tanaman obat memiliki khasiat yang berbeda-beda. Oleh sebab
itu, kita harus mengetahui dan memastikan kandungan-kandungan apa
saja yang terdapat dalam tanaman obat tersebut, barulah setelah itu kita
dapat menentukan khasiat obat yang berasal dari tanaman tersebut. Cara
penggunaan tanaman-tanaman obat tersebut juga perlu mendapat
perhatian yang serius, karena ada juga beberapa tanaman obat yang tidak
boleh digunakan untuk penderita dengan penyakit tertentu atau
penggunaan tanaman obat-obatan secara berlebih-lebihan juga tidak
diperbolehkan.
Nah, tiba saatnya sekarang kita belajar bersama-sama tentang
tanaman obat keluarga mulai dari deskripsi tanaman, mengenal

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 3


taksonominya, bagaimana cara budidayanya, apa saja khasiatnya, dan
bagaimana cara penggunaannya. Tapi, untuk kali ini, kita akan mulai
belajar dengan tanaman yang sering kita jumpai setiap hari.

Bumbu dapur sebagai tanaman obat keluarga yang berguna


Sumber: Dokumen Penerbit

Tanaman ini sering kita jumpai di dapur. Tanaman ini sering digunakan
oleh ibu kita sebagai bumbu dapur. Ya. Tanaman ini adalah jenis tanaman
bumbu dapur. Siapa tahu, jika kita berhasil menanam tanaman jenis bumbu
dapur, ibu kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke pasar. Ibu kita cukup bisa
mengambilnya di halaman rumah. Yuk, kita coba mengenal, menanam,
dan menggunakan, tanaman obat keluarga jenis bumbu dapur bersama-
sama!

4 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


2 Cabe Rawit

Pohon cabe rawit sebagai tanaman obat keluarga


Sumber: Dokumen Penerbit

Tanaman yang satu ini pasti tidak asing lagi bagi kita. Jika kita
memakan benda ini terlalu banyak, mata kita bisa mengeluarkan air mata.
Hal ini, dikarenakan rasanya yang pedas. Cabe rawit adalah salah satu
dari beberapa bumbu dapur yang memiliki rasa yang sangat khas, yaitu
rasa pedas. Cabe rawit paling sering digunakan sebagai tambahan dalam
pembuatan makanan khas Indonesia, seperti segala jenis rujak dan segala
jenis sambel.

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 5


Cabe rawit biasa digunakan sebagai penambah rasa pedas pada
masakan. Masakan apa pun, apabila menginginkan selera yang pedas,
pasti menggunakan cabe rawit ini. Akan tetapi, apakah kita benar-benar
tahu semua tentang cabe rawit, mulai deskripsi tanaman, taksonomi, cara
budidaya, bahkan selain sebagai bumbu dapur cabe rawit ini berkhasiat
sebagai obat? Nah, Oleh karena itu kita simak baik-baik tentang cabe rawit
yang ada di bawah ini.

Deskripsi:
Nama : Cabe
Nama Ilmiah : Capsicum frutescens L
Asal mula : Benua Amerika
Negara : Peru
Cabe rawit - deskripsi
Sumber: Dokumen Penerbit

Cabe rawit memiliki nama ilmiah Capsicum frutescens L. Sedangkan,


nama ilmiah yang lain atau sinonim dari tanaman ini adalah Capsicum
fastigiatum Bl atau Capsicum minimum Roxb. Tanaman cabe sendiri
berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke benua-
benua lain seperti Amerika, Eropa dan Asia hingga akhirnya masuk ke
Negara Indonesia.

Pohon cabe rawit - asal mula tanaman ini, berasal dari Peru
Sumber: Dokumen Penerbit

6 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


Deskripsi Tanaman
Tanaman cabe rawit tergolong jenis tanaman semak, tingginya bisa
mencapai di atas 1,5 m. Tanaman ini batangnya lunak, basah, berbentuk
bulat atau bersegi, bercabang, berbuku-buku, dan berwarna hijau jika masih
muda sedangkan jika sudah tua batangnya berwarna coklat keputih-
putihan. Daunnya tunggal, kecil, bulat telur, ujung runcing, pangkal runcing,
tepi rata, panjang sekitar 10 cm, lebar sekitar 5 cm, pertulangan menyirip,
bertangkai, dan berwarna hijau.
Tanaman cabe rawit berbunga tunggal, berbentuk bintang, berukuran
kecil, keluar di ujung cabang atau di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng,
bergigi lima, panjang 2 - 3 cm, hijau, benang sari kuning kehijauan, kepala
sari ungu, putik putih keunguan, mahkota bentuk bintang, diameter 1,5 - 2
mm, berbagi lima, taju runcing, putih kekuningan. Buahnya Buni, kecil,
bulat telur, diameter 5 - 15 mm, panjang 3,5 - 12 cm, ketika masih muda
berwarna kuning kehijauan setelah tua berwarna merah. Bijinya berbentuk
bulat, pipih, jumlahnya banyak, berdiameter 2 - 2,5 mm, dan berwarna putih
kotor. Akarnya tunggang, bulat, dan berwarna putih kotor.

Taksonomi
Cabe rawit diklasifikasikan sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Dicolyledonae

Bangsa : Solanales

Suku : Solanaceae

Marga : Capsicum

Jenis : Capsicum frutescens L

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 7


Bunga tunggal kelopak
berbentuk lonceng
panjang 2 - 3 m

Buah kecil, bulat telur,


diameter 5 - 15 m, dan
panjang 3,5 - 12 cm

Tingginya bisa mencapai di


atas 1,5 m. Tanaman ini
Daun berwarna hijau, batangnya lunak, basah,
tunggal, bulat telur (lonjong), berbentuk bulat atau bersegi,
ujung runcing, panjang bercabang, berbuku-buku,
sekitar 10 cm, dan lebar dan berwarna hijau jika
sekitar 5 cm masih muda sedangkan jika
sudah tua batangnya
Deskripsi pohon cabe rawit berwarna coklat keputih-
Sumber: Dokumen Penerbit putihan

Di beberapa daerah di seluruh nusantara, cabe rawit memiliki nama


sendiri-sendiri menurut daerahnya masing-masing. Nama-nama daerah
tersebut antara lain Leudeu (Gayo), Sidudu langit (Balak Simalungun), Lada

8 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


limi (Nias), Lado kutu (Minangkabau), Lada mutia (Melayu), Cabe rawit
(Sunda), Lombok jemprit (Jawa Tengah), Cabi letek (Madura), Sebia kedi
(Sasak), Kurus (Alor), Hisa bure (Sangir), Rica halus (Manado), Kaluya
kapal (Alfuru), Mareta dodi (Mongondow), Mulita diiti (Gorontalo), Malita
didi (Buol), Lada masiwo (Barcee), Lada marica (Makasar), Lada marica
(Bugis), Abnsan kubur (Kai), Karatupa batawe (Seram), Ricagufu (Ternate),
Ricagufa (Tidore), Metrek wakloh (Sarmi), Basen tanah (Berik).

Budidaya Tanaman Cabe

Budidaya tanaman cabai


Sumber: Dokumen Penerbit

Mari kita perhatikan diskripsi dambar di atas di bawah ini?

Cara Budidaya
Persiapan Benih Cabe Rawit
1. Cabe rawit yang akan digunakan
sebagai benih ini bisa berumur di atas
85 hari setelah tanam dengan ciri-ciri
buahnya berwarna merah tua menyala.
Pastikan untuk benih yang baik,
sebaiknya dipilih dari biji cabe rawit
Benih cabe
yang benar-benar sudah tua. Sumber: Dokumen penerbit

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 9


2. Sebelum ditanam, biji-biji cabe rawit ini disemaikan terlebih dahulu.
Biji-biji cabe rawit ini dihamparkan di tempat yang teduh atau di dalam
ruangan yang lembab dan usahakan tidak ada dari salah satu biji ini
yang menumpuk. Untuk itu, biasanya menggunakan wadah atau rak-
rak yang terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas atau bisa juga
menggunakan kain handuk yang tebal.
Biji cabe diperbesar.
Usahakan biji-biji ini disebar
merata, gunakan rak kayu
sebagai alas atau kain tebal.

Benih cabe rawit


Sumber: www.boreas-online.com

3. Selama penyemaian, sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari


sesuai kebutuhan untuk menjaga kelembaban biji-biji tersebut. Untuk
penyiraman benih bisa menggunakan penyemprot handspray setiap
pagi dan sore. Setelah 4 sampai 7 hari, benih akan mengeluarkan
calon akar. Jika tanaman sudah memunculkan calon akar, maka ini
merupakan tanda bahwa benih-benih tersebut siap ditanam di halaman
rumah atau di dalam pot. Benih-benih ini selanjutnya dapat beradaptasi
secara langsung dan cepat serta tidak mudah rusak.

Tanaman cabai cabe rawit yang sudah


cukup untuk di panen
Sumber: www.indosungod.com

Penanaman Cabe Rawit


1. Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa dengan cara
menggarpu dan mencangkul agar tanah menjadi gembur. Alat-alat

10 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


yang digunakan pun bisa menggunakan alat-alat yang sederhana. Jika
tidak ada cangkul atau garpu besar, bisa menggunakan sekop atau
cetok kecil yang penting alat-alat ini dapat digunakan untuk mengolah
tanah. Tanah dibersihkan dari rumput liar dan sampah yang sifatnya
dapat mengganggu pertumbuhan cabe rawit.
2. Sebagai nutrisi tanaman, kita bisa menggunakan pupuk kandang sapi
atau domba, atau pupuk kompos yang sudah masak. Namun, jika kita
hendak menanam cabe rawit dalam pot, sebaiknya kita menggunakan
perbandingan 1 : 1. Artinya, antara tanah dengan pupuk banyaknya
seimbang. Perbandingan 1 : 1 ini berlaku untuk pupuk-pupuk alami
yang sudah siap pakai atau matang. Sedangkan, untuk pupuk-pupuk
alami yang belum cukup matang, kita menggunakan perbandingan
1 : 2. Artinya, tanah yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila
dibandingkan dengan banyaknya pupuk alami. Sebelum dimasukkan
ke dalam pot, kedua bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru kemudian
dimasukkan ke dalam pot.
3. Setelah semua siap, selanjutnya yaitu cara menanam yang tepat.
Benih atau biji-biji cabe rawit diletakkan secara langsung pada media
tanam. Cara ini berlaku untuk penanaman cabe rawit di halaman
rumah, pekarangan, kebun, atau pun di dalam pot.

Perawatan Cabe Rawit


1. Benih-benih cabe rawit ini, sebelum memiliki 3 - 5 daun, sebaiknya
diletakkan di tempat yang teduh.
2. Setelah tanaman cabe rawit yang telah kita tanam memiliki 3 - 5 daun,
barulah tanaman ini kita keluarkan agar mendapat penyinaran cahaya
matahari yang cukup.
3. Pada musim kemarau sebaiknya kita menyiram tanaman ini sehari 2
kali, yaitu pagi dan sore. Pada musim penghujan, kita cukup menyiram
tanaman ini dengan seperlunya.
4. Tempat atau lingkungan sekitar dimana tanaman ini tumbuh harus
selalu dijaga kebersihannya termasuk dari tanaman liar, kotoran, atau
sampah apa pun yang sifatnya mengganggu pertumbuhan.

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 11


Pemanenan Cabe Rawit
1. Cabe rawit dapat dipanen setelah menginjak usia 75 - 85 hari setelah
tanam, ini adalah untuk pemanenan pertama.
2. Sedangkan untuk tahap pemanenan berikutnya, dapat dipanen setiap
3 - 5 hari sekali.
3. Untuk cara pemanenan yang baik, usahakan memanen cabe rawit
yang buahnya padat dan berwarna merah menyala. Agar cabe rawit
dapat disimpan dan bisa bertahan lebih lama, maka pada saat
pamanenan, petiklah buah cabe rawit beserta tangkainya.

Khasiat
Secara umum cabe rawit memiliki banyak kandungan gizi dan vita-
min. Diantaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A,
vitamin B1, dan vitamin C. Namun secara kimiawi, tanaman ini
mengandung saponin, flavonoida dan tannin. Kandungan-kandungan
inilah yang berkhasiat sebagai obat peluruh keringat, peluruh liur, peluruh
air kemih, bisul, penambah nafsu makan, sakit pada tubuh karena
kedinginan, kaki lemah, tangan lemah, rematik, sariawan dan obat pilek.

Kandungan:
Mengandung kalori, protein,
lemak, karhidrat, kalsium,
vitamin A, B1, C

Secara kimiawi:
Saporin, flavonrida tahnin

Cabe rawit - kandungan gula dan vitamin


Sumber: www.wikipedia.com

12 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


Cara Penggunaan
Untuk Obat Rematik
1. Bahan
Serbuk buah cabe rawit 10 gr.
2. Cara membuat
Bahan ini diseduh dengan ½ gelas air panas kemudian diaduk sampai
rata. Setelah itu diamkan beberapa menit. Obat ini digunakan untuk
pengobatan luar dengan cara dibalurkan pada bagian yang persendian
yang terasa sakit. Berikut ilustrasinya:

Serbuk buah
cabe rawit 10 gr.
Bahan ini diseduh dengan ½ gelas air panas
kemudian diaduk sampai rata

balurkan pada bagian


persendian yang terasa
sakit

Diamkan beberapa menit

Cara penggunaan obat rematik


Sumber: Dokumen Penerbit

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 13


3 Jahe

Jahe. sebagai tanaman obat keluarga


Sumber: Dokumen Penerbit

Tanaman ini memiliki 3 nama ilmiah, yaitu Zingiber officinale Rocs,


Zingiber majus Rumph, dan Zingiber minus Rumph, tetapi yang umum
dipakai adalah Zingiber officinale Rocs. Jahe juga merupakan satu dari
beberapa jenis bumbu dapur. Ibu kita sering menggunakan jahe sebagai
bumbu masak. Ada beberapa masakan khas Indonesia yang mengguna-
kan jahe, seperti kare ayam, rawon, sambal goreng, bali tahu tempe, dan
lain sebagainya.

14 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


3 (tiga) nama ilmiah jahe:
1. Zingiber Officinale Rocs
2. Zingiber majus Rumph
3. Zingiber minus Rumph
Jahe. nama ilmiah
Sumber: Dokumen Penerbit

Deskripsi Tanaman
Tanaman jahe ini merupakan tanaman berbatang basah dan tingginya
bisa mencapai 60 cm. Tanaman ini berbatang semu, beralur, membentuk
rimpang, tidak bercabang, berbentuk bulat, tegak, tersusun dari lembaran
pelepah daun yang berwarna hijau pucat dengan pangkal batang berwarna
kemerahan.
Tanaman ini berdaun tunggal, daun berpasang-pasangan dua-dua
berbentuk pedang, berwarna hijau tua, ujung lancip, pangkal tumpul, terdiri
dari upih dan helaian daun.
Bunganya tersusun berupa mayang, majemuk, berbentuk tabung,
panjang 3,5 - 5 cm, lebar 1,5 - 2 cm, mahkota bunga berbentuk corong,
panjang 2 - 2,5 cm, berwarna ungu, dan setiap bunga dilindungi oleh daun
pelindung. Buahnya kotak, bulat panjang, dan berwarna cokelat.
Akar dari tanaman jahe ini berbentuk bonggol, seperti tanduk, kulitnya
berwarna coklat, dagingnya berwarna putih kotor, berserabut, dan
beraroma.

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 15


Daun tanaman
Tunggal dengan ujung lancip.

Tinggi = 60 cm

Batang tanaman
Semu, beralur membentuk
rimpang tak bercabang,
berbentuk bulat tegak, tersusun
dari pelepah berwarna hijau.

Akar tanaman
Berbentuk bongol, seperti tanduk dengan kulit
berwarna coklat, dagingnya berwarna putih,
Pohon jahe. deskripsi tanaman beraroma, dan berserabut.
Sumber: Dokumen Penerbitan

16 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


Taksonomi
Tanaman jahe termasuk ke dalam:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Zingiber
Jenis : Zingiber officinale Rocs
Di beberapa daerah di seluruh Indonesia, jahe memiliki nama yang
berbeda-beda : Halia (Aceh), Bening (Gayo), Bahing (Batak), Lahia (Nias),
Sipadeh (Minangkabau), Jahi (Lampung),
Jahe (Sunda), Jae (Jawa Tengah), Jhai (Madura), Cipakan (Bali),
Sipados (Kutai), Hai (Dayak), Bawo (Sangir), Melito (Gorontalo), Vuyo
(Buol), Kuni (Baree), Laia (Makasar), Pese (Bugis), Jae (Sasak), ALoi
(Sumba), Lea (Flores), Laiae (Kupang), Mil (Tanimbar), Laia (Aru), Siwei
(Bum), Galaka (Ternate), Gara (Tidore), Siwe (Ambon).

Cara Budidaya
Persiapan Benih Jahe
1. Kita harus pandai dalam memilih benih, karena benih yang bagus akan
menghasilkan tanaman yang bagus pula. Akar atau rimpang yang
akan kita gunakan untuk benih harus sudah tua minimal berumur 10
bulan. Ciri-ciri rimpang tua, antara lain kandungan serat tinggi dan
kasar, kulit licin dan keras, tidak mudah mengelupas, warna kulit
mengkilat menampakkan tanda bertunas, dan rimpang yang dipilih
untuk dijadikan benih sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata tunas.
2. Sebelum ditanam rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan
cara menyemaikan yaitu, menghamparkan rimpang di tempat yang
teduh atau di dalam ruangan yang lembab dan tidak ditumpuk. Untuk
itu, biasanya menggunakan wadah atau rak-rak yang terbuat dari
bambu atau kayu sebagai alas. Selama penyemaian, sebaiknya
dilakukan penyiraman setiap hari sesuai kebutuhan untuk menjaga

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 17


kelembaban rimpang. Jika rimpang sudah memunculkan tunas dengan
tinggi antara 1 - 2 cm, maka ini merupakan tanda bahwa rimpang siap
ditanam di halaman rumah atau di dalam pot. Rimpang-rimpang ini
selanjutnya dapat beradaptasi secara langsung dan cepat serta tidak
mudah rusak.

Penanaman Jahe
1. Sebelum kita bersemangat untuk menanam jahe, sebaiknya dilakukan
pengolahan tanah. Tanah dibersihkan dari rumput liar dan sampah
yang sifatnya dapat mengganggu pertumbuhan jahe. Pengolahan
tanah dilakukan sedemikian rupa dengan cara menggarpu dan
mencangkul agar tanah menjadi gembur.
2. Sebagai nutrisi tanaman, kita bisa menggunakan pupuk kandang sapi
atau domba yang sudah masak. Namun, jika kita hendak menanam
jahe dalam pot, sebaiknya kita menggunakan perbandingan 1 : 1.
Artinya, antara tanah dengan pupuk banyaknya seimbang.
Perbandingan 1 : 1 ini berlaku untuk pupuk alami yang sudah siap
pakai atau matang. Sedangkan, untuk pupuk alami yang belum cukup
matang, maka kita menggunakan perbandingan 1 : 2. Artinya, tanah
yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila dibandingkan dengan
banyaknya pupuk alami. Sebelum dimasukkan ke dalam pot, kedua
bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru kemudian dimasukkan ke
dalam pot.
3. Setelah semua siap, selanjutnya yaitu cara menanam yang tepat.
Benih jahe ditanam kira-kira sedalam 5 - 7 cm dengan tunas meng-
hadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat per-
tumbuhan. Cara ini berlaku untuk penanaman jahe di halaman rumah,
pekarangan, kebun, atau di dalam pot. Jarak tanam yang digunakan
untuk penanaman jahe yang ditanam di halaman rumah, pekarangan,
atau kebun adalah 60 cm × 40 cm. Sedangkan, untuk penanaman
jahe di dalam pot, setiap satu pot ditanami satu benih jahe.

Perawatan Jahe
1. Tanaman jahe yang telah kita tanam sebaiknya diusahakan agar
selalu mendapat penyinaran cahaya matahari yang cukup.
2. Pada musim kemarau sebaiknya kita menyiram tanaman ini sehari

18 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


2 kali, yaitu pagi dan sore. Pada musim penghujan kita cukup
menyiram tanaman ini dengan seperlunya. Jangan menyiram
tanaman ini secara berlebihan, karena hal tersebut dapat
menyebabkan kebusukan pada akar atau rimpang jahe.
3. Tempat atau lingkungan sekitar dimana tanaman jahe tersebut tumbuh
harus selalu dijaga kebersihannya termasuk dari tanaman liar, kotoran,
atau sampah apa pun yang sifatnya mengganggu pertumbuhan
tanaman jahe tersebut.

Pemanenan Jahe
1. Jahe untuk dikonsumsi atau untuk digunakan sebagai obat-obatan
dapat dipanen setelah menginjak usia 6 - 10 bulan.
2. Sedangkan jahe yang digunakan untuk pembudidayaan ulang atau
sebagai benih, jahe baru dapat dipanen setelah menginjak umur
10 - 12 bulan.

Khasiat
Dari keseluruhan tanaman jahe ini, bagian yang digunakan sebagai
obat-obatan adalah akar atau rimpang jahe. Rimpang jahe ini mengandung
plavonoida, polifenol, dan minyak atsiri zingiberena. Kandungan-
kandungan inilah yang berkhasiat sebagai obat sakit kepala, denyut
jantung tidak teratur, rematik, menambah nafsu makan, pelega perut,
memperkuat lambung, memperbaiki pencernaan, asma, batuk kering,
gatal, luka lecet, digigit ular, penawar racun, cacingan pada anak, kolera,
dan masuk angin. Zat Plavonrida
1. Polifenol 2. Minyak atsiri zingiberena

Kegunaannya

1. Obat sakit kepala 9. Batuk kering


2. Denyut jantung teratur 10. Gatal
3. Rematik 11. Luka lecet
4. Menambah nafsu makan 12. Digigit ulat
5. Pelega Perut 13. Penawar racun
6. Memperkuat lambung 14. Cacingan pada anak
Jahe. kandungan gizi dan khasiat 7. Pemperbaiki pencernaan 15. Masuk angin
Sumber: Dokumen Penerbit
8. Asma

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 19


Cara Penggunaan:
1. Untuk obat asma
Bahan:
Jahe 50 gr, cengkeh 50 gr, garam secukupnya.
Cara membuat:
Semua bahan dihaluskan dan dipakai untuk param atau dioleskan
secara merata ke bagian dada, punggung, leher, tangan, dan kaki.

Jahe 50 gr, cengkeh 50 gr,


garam secukupnya.

Semua bahan dihaluskan

dipakai untuk param

Cara membuat obat asma


Sumber: Dokumen Penerbit

20 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


2. Untuk obat cacingan pada anak
Bahan:
Jahe 3 jari, madu 1 sendok makan.
Cara membuat:
Jahe dicuci hingga bersih. Kemudian diiris tipis-tipis dan direbus
dengan 1 ½ gelas air sampai benar-benar mendidih. Setelah dingin
disaring dan tambahkan madu lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari.

jahe diiris tipis-tipis

disaring dan tambah madu


satu sendok
jahe 3 jari, madu. Jahe dicuci

diminum 3 kali
irisan jahe direbus

Cara membuat obat cacing pada anak


Sumber: Dokumen Penerbit

3. Untuk obat pilek


Bahan:
Jahe 1 jari, gula aren secukupnya.
Cara membuat:
Jahe dicuci bersih. Kemudian direbus dengan 2 gelas air hingga
mendidih. Setelah dingin disaring dan tambahkan gula aren lalu
diminum. Lakukan 2 kali sehari, setiap 1 kali minum 1 gelas (@ 1 gelas).

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 21


Jahe 1 jari, gula aren
secukupnya

direbus 2 gelas
air

Jahe dicuci hingga bersih

hasil rebusan
disaring

saringan jahe di tambah


gula aren secukupnya

tambahkan air
panas

diminum selagi
hangat

Cara membuat obat pilek


Sumber: Dokumen Penerbit

22 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


4. Untuk obat pelega perut
Bahan:
Jahe 15 gr, madu 1 sendok makan.
Cara membuat:
Jahe dicuci bersih. Kemudian dibakar selama 15 menit. Setelah itu
dimemarkan dan diseduh dengan 1 gelas air panas. Lalu tambahkan
madu, aduk, dan diminum sekaligus.

Jahe 15 gr, madu 1


sendok makan

setelah dibakar, jahe


dimemarkan

setelah dibakar, jahe


Jahe dibakar dimemarkan
Jahe dibersihkan
masuk dalam gelas
diseduh dengan 1
gelas air panas
ditambah sesendok
madu

diminum selagi hangat

Cara membuat obat pelega perut


Sumber: Dokumen Penerbit

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 23


4 Kencur

kencur. sebagai tanaman obat keluarga


Sumber: image.google.co.id

Tanaman kencur ini memiliki nama ilmiah Kaempferia galanga Linn.


Kencur digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon atau bumbu
dapur yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Selain
sebagai tanaman obat dan bumbu dapur, kencur dapat digunakan sebagai
bahan tambahan pada campuran rokok kretek, kosmetika, penyedap
makanan, dan minuman. Kencur biasa digunakan oleh ibu kita sebagai
bahan baku dalam memasak. Jika kita sering membantu ibu kita memasak

24 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


kita pasti tahu, bahwa kencur digunakan dalam tambahan bumbu masakan
seperti opor ayam, kare ayam, rendang daging, sayur lodeh, dan masih
banyak lagi yang lainnya.

Tanaman Kencur
1. Nama ilmiah Kaempferia
galanga Linn
2. Jenis empon-empon
sebagai bumbu dapur

Daun kencur. Nama Ilmiah


Sumber: Dokumen Penerbit

Deskripsi Tanaman
Kencur merupakan tanaman semak kecil yang tumbuh subur di daerah
dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu
banyak air. Kencur mempunyai batang basah, pendek, membentuk
rimpang, berwarna coklat keputih-putihan, dan tingginya mencapai 20 cm.
Daunnya tunggal, tegak atau berbaring, jumlah helaian daun kencur tidak
lebih dari 2 - 3 lembar dengan susunan berhadap-hadapan, berbentuk
lonjong, panjang 7 - 15 cm, lebar 2 - 8 cm, ujung runcing, pangkal berlekuk,
tepi rata, dan berwarna hijau. Tanaman ini memiliki bunga tunggal, tersusun
setengah duduk, berbentuk terompet, dengan mahkota bunga berjumlah
antara 4 - 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih
lebih dominan atau berwarna putih keunguan, panjang 2,5 - 5 cm,
sedangkan benang sari panjangnya mencapai 4 mm, berwarna kuning,
dan putiknya berwarna putih. Akar tanaman kencur ini berserabut, pendek,
tumpul, berbentuk menyerupai jari, kulit luarnya berwarna coklat
kekuningan, daging akar kencur berwarna putih, dan akar kencur
mempunyai aroma yang spesifik.

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 25


Tinggi = 20 cm

Daun Kencur
1. Berdaun tunggal
2. Berbentuk lonjong
3. Panjang 7 - 15 cm
4. Lebar 2 - 8 cm
5. Ujung daun runcing

Akar Kencur
1. Akar berserabut
2. Pendek tumpul
3. Menyerupai jari
4. Kulitnya coklat kekuningan
Kencur dan batang. deskripsi tanaman
5. Beraroma spesifik
Sumber: dokumen penerbit

26 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


Taksonomi
Tanaman kencur digolongkan ke dalam:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Zmgiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Kaempferia
Jenis : Kaempferia galanga Linn
Di beberapa daerah di seluruh Indonesia, kencur mempunyai nama
daerah yang berbeda-beda antara lain: Ceuku (Aceh), Tekur (Gayo),
Kaciwer (Batak), Kopuk (Mentawai), Cakue (Minangkabau), Cokur
(Lampung), Kencur (Melayu), Cikur (Sunda), kencur (Jawa Tengah),
Kencor (Madura), Cekor (Kangean), Kencur (Jakarta), Cekuh (Bali), Cekur
(Sasak), Cekir (Sumba), Sokus (Roti), Soku (Bima), Kencur (Minahasa),
Hume Pete (Gorontalo), Tukulo (Buol), Tadosi (Bari), Cakuru (Makasar),
Ceku (Bugis), Asuli (Ambori), Souro (Haruku), Soulo (Nusa laut), Onegal
(Buru), Bataka (Ternate), Ukap (Marind).

Cara Budidaya
Persiapan benih kencur
1. Untuk persiapan benih kencur yang bagus, sebenarnya prosesnya
hampir sama dengan persiapan benih untuk tanaman jahe. Oleh sebab
itu, langkah-langkah yang dilakukan juga akan sama. Akar atau
rimpang kencur secara umum dapat dibedakan menjadi 2 bagian,
yaitu rimpang utama yang berukuran besar dan rimpang cabang yang
berukuran lebih kecil. Kedua bagian rimpang tersebut dapat digunakan
sebagai bahan benih, yang terpenting adalah rimpang tersebut cukup
tua. Akar atau rimpang yang akan kita gunakan untuk benih kencur
harus berumur minimal 10 bulan. Ciri-ciri rimpang tua antara lain ketika
dibelah dengan tangan berbunyi, kandungan serat tinggi dan kasar,
kulit licin dan keras, tidak mudah mengelupas, warna kulit mengkilat

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 27


menampakkan tanda bernas, dan rimpang yang dipilih untuk dijadikan
benih sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata tunas dengan bobot
sekitar 5 - 10 gr.
2. Sebelum ditanam rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan
cara menyemaikan yaitu, menghamparkan rimpang di tempat yang teduh
atau di dalam ruangan yang lembab dan tidak ditumpuk. Untuk itu,
biasanya menggunakan wadah atau rak-rak yang terbuat dari bambu
atau kayu sebagai alas. Selama penyemaian, sebaiknya dilakukan
penyiraman setiap hari sesuai kebutuhan untuk menjaga kelembaban
rimpang. Jika rimpang sudah memunculkan tunas dengan tinggi kira-
kira 1 cm, maka ini merupakan tanda bahwa rimpang siap ditanam di
halaman rumah atau di dalam pot. Rimpang-rimpang ini selanjutnya
dapat beradaptasi secara langsung dan cepat serta tidak mudah rusak.

Penanaman Kencur
1. Kencur dapat ditanam dalam pot, di pekarangan, di halaman, atau di
kebun yang cukup mendapat sinar matahari. Tanaman kencur ini
diusahakan ditanam di tempat yang tidak terlalu basah dan di tempat
yang terbuka. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu,
yaitu pada musim penghujan. Penanaman dilakukan apabila hujan
sudah mulai turun. Apabila hujan terlambat turun, lebih baik rimpang
ditanam langsung tanpa ditunaskan terlebih dahulu. Karena berbeda
dengan jahe, rimpang kencur bisa ditanam pada saat hujan belum
turun asal rimpangnya belum bertunas. Rimpang akan beradaptasi
dengan lingkungan, kemudian pada saat hujan turun, tunas akan
tumbuh dengan serempak.
2. Langkah-langkah dalam penanaman tanaman kencur juga hampir
sama dengan langkah-langkah untuk penanaman tanaman jahe.
Langkah yang pertama adalah pengolahan tanah. Tanah dibersihkan
dari rumput liar dan sampah yang sifatnya dapat mengganggu
pertumbuhan kencur. Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa
dengan cara menggarpu dan mencangkul agar tanah menjadi gembur.
3. Sebagai nutrisi tanaman, kita bisa menggunakan pupuk kandang sapi
atau domba yang sudah masak. Namun, jika kita hendak menanam
kencur dalam pot, sebaiknya kita menggunakan perbandingan 1 : 1.

28 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


Artinya, antara tanah dengan pupuk banyaknya seimbang.
Perbandingan 1 : 1 ini berlaku untuk pupuk kandang yang sudah siap
pakai atau matang. Sedangkan untuk pupuk kandang yang belum
cukup matang, maka kita menggunakan perbandingan 1 : 2. Artinya,
tanah yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila dibandingkan
dengan banyaknya pupuk alami. Sebelum dimasukkan ke dalam pot,
kedua bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru kemudian dimasukkan
ke dalam pot.
4. Setelah semua siap, selanjutnya yaitu cara menanam yang tepat.
Benih kencur ditanam kira-kira sedalam 5 - 7 cm dengan tunas
menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat
pertumbuhan tanaman kencur tersebut. Cara ini berlaku untuk
penanaman kencur baik di halaman rumah, pekarangan, kebun, atau
di dalam pot. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman kencur
yang ditanam di halaman rumah, pekarangan, atau kebun adalah
15 cm × 15 cm. Sedangkan untuk penanaman kencur di dalam pot,
setiap satu pot ditanami satu benih kencur. Ukuran pot yang digunakan
sebaiknya disesuaikan dengan tanaman kencur yang nantinya akan
tumbuh. Jika kita menginginkan hasil rimpang kencur yang besar,
maka sebaiknya pot yang digunakan juga berukuran besar.

Perawatan Kencur
1. Tanaman kencur yang telah kita tanam dengan susah payah sebaiknya
diusahakan agar selalu mendapat penyinaran cahaya matahari yang
cukup dan diletakkan di tempat terbuka.
2. Pada musim kemarau sebaiknya kita menyiram tanaman ini sehari 2
kali, yaitu pagi dan sore. Pada musim penghujan kita cukup menyiram
tanaman ini dengan seperlunya. Jangan menyiram tanaman ini secara
berlebihan, karena hal tersebut dapat menyebabkan kebusukan pada
akar atau rimpang kencur.
3. Tempat atau lingkungan sekitar dimana tanaman kencur tersebut
tumbuh harus selalu dijaga kebersihannya termasuk dari tanaman liar,
kotoran, atau sampah apa pun yang sifatnya mengganggu
pertumbuhan tanaman kencur tersebut.

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 29


Pemanenan Kencur
1. Kencur untuk dikonsumsi atau untuk digunakan sebagai obat-obatan
dapat dipanen setelah menginjak usia 6 - 10 bulan. Tetapi, berbeda
dengan jahe, waktu panen kencur dapat ditunda sampai musim
berikutnya, bahkan sampai tiga tahun. Dalam kondisi demikian tidak
ada efek yang buruk terhadap mutu rimpang, bahkan produksinya akan
bertambah, hanya ukuran rimpang semakin kecil.
2. Sedangkan kencur yang digunakan untuk pembudidayaan ulang atau
sebagai benih, kencur baru dapat dipanen setelah menginjak umur
10 - 12 bulan. Untuk kencur dari pertanaman di atas 1 tahun, kurang
baik untuk benih. Oleh sebab itu, jika memang benar-benar
menginginkan hasil benih yang bagus sebaiknya rimpang untuk benih
dipanen pada umur 10 - 12 bulan.

Khasiat
Dari keseluruhan tanaman kencur ini, bagian yang banyak digunakan
sebagai obat-obatan adalah akar atau rimpang kencur. Tetapi tidak
menutup kemungkinan untuk daun kencur juga bisa digunakan sebagai
obat. Rimpang kencur ini mengandung saponin, flavonoida, polifenol, cin-
eol, etil sinnamat, asam methyl, kaneel, pentadekaan, dan minyak atsiri
kaempferia. Kandungan-kandungan inilah yang berkhasiat sebagai obat
bengkak, bisul, encok otot, keseleo, lelah, batuk, sakit kepala, mata pegal,
sakit perut, kembung, mual, radang lambung, mengeluarkan keringat,
penambah nafsu makan, infeksi bakteri, disentri, tonikum, ekspektoran,
masuk angin, radang anak telinga, influenza pada bayi, menghilangkan
darah kotor, memperlancar haid, dan asma.

Cara Penggunaan
1. Untuk Obat Radang Lambung
Bahan:
Kencur 2 jari.

30 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


Cara membuat:
Kencur dicuci dan dikuliti sampai bersih. Kemudian dikunyah dan
ditelan airnya. Lalu minum satu gelas air putih. Lakukan sampai
sembuh.

Kencur dicuci
dan dikuliti
Kencur 2 jari.

kencur dikunyah dan


ditelan airnya
Cara membuat obat radang lambung
Sumber: Dokumen Penerbit

2. Untuk Obat Radang Hidung


Bahan:
Kencur 2 jari
Pala ½ biji buah
Cara membuat:
Kedua bahan tersebut dicuci hingga bersih dan ditumbuk halus, lalu
tambahkan 2 sendok air hangat campur dengan 1/2 biji pala. Kemudian
dioles-oleskan di seputar hidung.
Kencur dicuci ditumbuk halus
Kencur 2 jari. dan dikuliti

diole-ples di ditambah
sekitar hidung 2sendok air
hangat dengan
1/2 biji pala

Cara membuat obat radang hidung


Sumber: Dokumen Penerbit

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 31


3. Untuk Obat Masuk Angin
Bahan:
Kencur 1 jari
Garam secukupnya
Cara membuat:
Kencur dicuci dan dikuliti hingga bersih. Kemudian kencur dimakan
dengan garam secukupnya. Setelah itu minum 1 gelas air putih.
Lakukan 2 kali sehari.
Kencur 1 jari. dan garam
secukupnya dimakan dengan
garam

dibersihkan

dikuliti
Cara membuat obat masuk angin
Sumber: Dokumen Penerbit

4. Untuk Obat Sakit Kepala


Bahan:
Daun kencur 2 - 3 lembar
Cara membuat:
Daun kencur ditumbuk sampai halus, kemudian dioles-oleskan
(sebagai kompres) pada dahi.
daun kencur 3 lembar
dioles di
dahi

ditumbuk sampai halus

Cara membuat obat sakit kepala


Sumber: Dokumen Penerbit

32 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


5. Untuk Obat Batuk
Bahan:
Kencur 1 jari
Garam secukupnya
Cara membuat:
Kencur dicuci hingga bersih dan diparut. Kemudian tambahkan 1
cangkir air hangat, diperas dan disaring terlebih dahulu sebelum
diminum. Setelah itu diminum dengan menambahkan garam
secukupnya.

Kencur 1 jari. dan garam tambah garam sedikit


secukupnya dan diminum

kencur dicuci

kencur diparut

diperas dan disaring

Cara membuat obat batuk


Sumber: Dokumen Penerbit

6. Untuk Obat Diare


Bahan:
Kencur 2 jari
Garam secukupnya
Cara membuat:
Kencur dicuci hingga bersih dan diparut. Kemudian tambahkan 1
cangkir air hangat, diperas dan disaring terlebih dahulu sebelum

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 33


dioleskan. Setelah itu barulah dapat dioles-oleskan pada bagian perut
sebagai bedak.

kencur 2 jari kencur dicuci diparut dan


bersih dimasukkan ke
air hangat

diperas

dioleskan
kebagian
perut

Cara membuat obat diare


Sumber: Dokumen Penerbit

7. Untuk Obat Mata Pegal


Bahan:
Kencur 1 jari
Cara membuat:
Kencur dicuci sampai bersih dan dibelah menjadi 2 bagian,
permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok-gosok
pelupuk mata.
dicuci
bersih

kencur 1 di potong
jari 2 bagian
permukaan yang
halus dioleskan ke
pelupuk mata

Cara membuat obat mata pegal


Sumber: Dokumen Penerbit

34 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


5 Kunyit

Tanaman kunyit. sebagai tanaman obat keluarga


Sumber: Dokumen Penerbit

Tanaman kunyit ini memiliki beberapa sinonim antara lain Curcuma


longa Linn, Curcuma domestica Rumph, Curcuma longa Auct. Untuk nama
ilmiah dari tanaman kunyit ini yang biasanya umum dipakai adalah
Curcuma domestica Val. Tanaman kunyit merupakan salah satu tanaman
obat yang potensial. Selain sebagai obat-obatan alami, kunyit juga dipakai
sebagai bumbu dapur dan zat pewarna alami. Kunyit juga merupakan jenis
tanaman yang sering kita jumpai dibeberapa masakan khas Indonesia

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 35


antara lain, seperti kare ayam, opor ayam, sayur lodeh, rendang daging,
gulai kambing, dan lain-lain. Habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia
khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran
ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia dan Afrika.
Kunyit (Curcuma
Domestica Val)
1. Curcuma longa Linn
2. Curcuma domestica
Rumph
3. Curcuma longa Auct

Manfaatnya
1. Sebagai bumbu dapur
2. Warna alami
3. Obat-obatan
Kunyit. Nama Ilmiah dan manfaat
Sumber: Dokumen Penerbit

Deskripsi Tanaman
Kunyit adalah termasuk tanaman semak dan tingginya sekitar 70 cm.
Berbatang semu, basah yang dibentuk dari pelepah daun, membentuk
rimpang, tegak, bulat, berwarna hijau kekuningan. Tanaman ini berdaun
tunggal, lanset memanjang, helai daun tiga sampai delapan, ujung dan
pangkal runcing, tepi rata, panjang 20 - 40 cm, lebar 8 - 12,5 cm, pertulangan
menyirip, dan berwarna hijau pucat. Bunganya majemuk, berwarna putih
sampai kuning muda, berambut, bersisik, panjang tangkai 16 - 40 cm,
panjang mahkota sekitar 3 cm, lebar sekitar 1,5 cm, mahkota berwarna
kuning, kelopak silindris, bercangap tiga, tipis, pangkal daun pelindung
pulih, dan berwarna ungu. Akar atau rimpang kunyit berserabut, berwarna
kuning jingga, kuning jingga kemerahan sampai kuning jingga kecoklatan.
Rimpang terdiri dari rimpang induk dan anak rimpang, rimpang induk
berbentuk bulat telur, disebut empu atau kunir lelaki. Anak rimpang letaknya
lateral dan bentuknya seperti jari, panjang rimpang 2 - 10 cm, diameter
1 - 2 cm.

36 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


Jenis Daun
Berdaun tunggal

Jenis Batang
Berbatang semu

Tinggi = 70 cm

Ciri-ciri Kunyit
1. Induk dan anak berbentuk lonjong
2. ompu atau kunir lelaki
3. Panjang 2 - 10 cm
Pohon kunyit. deskripsi tanaman
Sumber: Dokumen Penerbit 4. Diameter 1 - 2 cm

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 37


Taksonomi
Tanaman kunyit diklasifikasikan ke dalam:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Zingibe rales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Curcuma
Jenis : Curcuma domestica Val
Tanaman kunyit mempunyai nama yang beragam. Di tiap-tiap daerah
yang tersebar di seluruh Indonesia, tanaman kunyit terkenal dengan
nama-nama daerah sebagai berikut : Kakunye (Enggano), Kunyet (Adoh),
Kuning (Gayo), Kunyet (Alas), Hunik (Batak), Odil (Simalur), Undre (Nias),
Kunyit (Lampung), Kunyit (Melayu), Kunyir (Sunda), Kunir (Jawa Tengah),
Temo koneng (Madura), Kunit (Banjar), Henda (Ngayu), Kunyit (Olon
Manyan), Cahang (Dayak Panyambung), Dio (Panihing), Kalesiau
(Kenya), Kunyit (Tidung), Kunyit (Sasak), Huni (Bima), Kaungi (Sumba
Timur), Kunyi (Sumba Barat), Kewunyi (Sawu), Koneh (Flores), Kuma
(Solor), Kumeh (Alor), Kunik (Roti), Hunik kunir (Timor), Uinida (Talaud),
Kuni (Sangir), Alawaha (Gorontalo), Kolalagu (Buol) Pagidon (Toli-toli)
Kuni (Toraja), Kunyi (Ujungpandang) Kunyi (Selayar) Unyi (Bugis), Kuni
(Mandar), Kurlai (Leti), Lulu malai (Babar), Ulin (Tanimbar), Tun (Kayi),
Unin (Ceram), Kunin (Seram Timur), Unin (Ambon), Gurai (Halmanera),
Garaci (Ternate), Rame (Kapaur), Kandeifa (Nufor), Nikwai (Windesi),
Mingguai (Wandamen), Yaw (Arso).

Cara Budidaya
Persiapan Benih Kunyit
1. Untuk persiapan benih kunyit yang bagus, sebenarnya prosesnya
hampir sama dengan persiapan benih untuk tanaman jahe. Oleh sebab

38 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


itu langkah-langkah yang dilakukan juga akan sama. Akar atau rimpang
kunyit secara umum dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu rimpang
induk yang berukuran besar dan rimpang anak yang berukuran lebih
kecil. Kedua bagian rimpang tersebut dapat digunakan sebagai bahan
benih, yang terpenting adalah rimpang tersebut cukup tua. Akar atau
rimpang yang akan kita gunakan untuk benih kunyit harus berumur
minimal 10 bulan. Ciri-ciri rimpang tua antara lain kandungan serat
tinggi dan kasar, kulit licin dan keras, tidak mudah mengelupas, warna
kulit mengkilat menampakkan tanda bernas, dan rimpang yang dipilih
untuk dijadikan benih sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata tunas.
2. Sebelum ditanam, rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan
cara menyemaikan, yaitu menghamparkan rimpang di tempat yang
teduh atau di dalam ruangan yang lembab dan tidak ditumpuk. Untuk
itu, biasanya menggunakan wadah atau rak-rak yang terbuat dari
bambu atau kayu sebagai alas. Selama penyemaian, sebaiknya
dilakukan penyiraman setiap hari sesuai kebutuhan untuk menjaga
kelembaban rimpang. Jika rimpang sudah memunculkan tunas dengan
tinggi kira-kira 0,5 - 1 cm, maka ini merupakan tanda bahwa rimpang
siap ditanam di halaman rumah atau di dalam pot. Rimpang-rimpang
ini selanjutnya dapat beradaptasi secara langsung dan cepat serta
tidak mudah rusak. Penyemaian ini juga bertujuan agar diperoleh
tanaman yang tumbuh seragam atau serempak.

Penanaman Kunyit
1. Langkah pertama adalah mengolah tanah. Tanah dibersihkan dari
rumput liar dan sampah yang sifatnya dapat mengganggu
pertumbuhan kunyit. Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa
dengan cara menggarpu dan mencangkul agar tanah yang hendak
ditanami kunyit menjadi gembur.
2. Sebagai nutrisi tanaman, kita bisa menggunakan pupuk kandang sapi
atau domba yang sudah masak. Namun, jika kita hendak menanam
kunyit dalam pot, sebaiknya kita menggunakan perbandingan 1 : 1.
Artinya, antara tanah dengan pupuk banyaknya seimbang.

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 39


Perbandingan 1 : 1 ini berlaku untuk pupuk alami yang sudah siap
pakai atau matang. Sedangkan untuk pupuk alami yang belum cukup
matang, maka kita menggunakan perbandingan 1 : 2. Artinya, tanah
yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila dibandingkan dengan
banyaknya pupuk alami. Sebelum dimasukkan ke dalam pot, kedua
bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru kemudian dimasukkan ke
dalam pot.
3. Setelah semua siap, selanjutnya yaitu cara menanam yang tepat.
Benih kunyit ditanam kira-kira sedalam 5 - 7 cm dengan tunas meng-
hadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertum-
buhan. Cara ini berlaku untuk penanaman kunyit di halaman rumah,
pekarangan, kebun, atau di dalam pot. Jarak tanam yang digunakan
untuk penanaman kunyit yang ditanam di halaman rumah, pekarangan,
atau kebun adalah 40 cm × 40 cm. Sedangkan untuk penanaman kunyit
di dalam pot, setiap satu pot ditanami satu benih kunyit.

Perawatan Kunyit
1. Setelah kita menanam kunyit, agar jerih payah kita tidak menjadi sia-
sia, maka selanjutnya tanaman kunyit ini harus benar-benar kita rawat.
Caranya, tanaman Kunyit yang telah kita tanam sebaiknya diusahakan
agar selalu mendapat penyinaran cahaya matahari yang cukup.
2. Pada musim kemarau sebaiknya kita menyiram tanaman kunyit ini
sehari 2 kali, yaitu pagi dan sore. Pada musim penghujan kita cukup
menyiram tanaman ini dengan seperlunya. Jangan menyiram tanaman
ini secara berlebihan, karena hal tersebut dapat menyebabkan
kebusukan pada akar atau rimpang kunyit.
3. Tempat atau lingkungan sekitar dimana tanaman kunyit tersebut
tumbuh harus selalu dijaga kebersihannya termasuk dari tanaman liar,
kotoran, atau sampah apa pun yang sifatnya mengganggu
pertumbuhan tanaman kunyit tersebut.

Pemanenan Kunyit
1. Panen dilakukan dengan cara menggali dan mengangkat rimpang
secara seluruhan.

40 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


2. Tanaman kunyit sudah bisa kita panen bila sudah menginjak umur
10 - 12 bulan setelah tanam. Tanda-tandanya biasanya daun mulai
luruh atau mengering.
3. Atau tanaman kunyit dapat pula dipanen pada umur 20 - 24 bulan
setelah tanam.

Khasiat
Dari keseluruhan tanaman kunyit, yang banyak dimanfaatkan sebagai
obat adalah akar atau rimpang kunyit. Rimpang ini bisa dimanfaatkan
sebagai obat-obatan alami seperti obat radang hidung, menurunkan
tekanan darah, penurun panas, cacing, demam, asma, penambah darah,
sakit perut, penyakit hati, karminatif, gatal-gatal, gigitan serangga, diare,
rematik, tifus, usus buntu, sakit keputihan, haid tidak lancar, perut mulas
saat haid, memperlancar ASI, amandel, berak lendir, morbili, cangkrang
(Waterproken), dan diabetes mellitus. Hal ini, disebabkan karena akar atau
rimpang kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat. Biasanya
disebut sebagai kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetok-
sikurkumin, bisdemetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya seperti
minyak atsiri atau volatil oil, resin, oleoresin, keton sesquiterpen, turmeron,
tumeon, zingiberen, felandren, sabinen, borneol, sineil, lemak, karbohidrat,
protein, pati, vitamin C, garam-garam mineral, zat besi, fosfor, dan kalsium.
Zat warna kuning atau kurkumin dimanfaatkan sebagai pewarna untuk
makanan manusia dan ternak.

Cara Penggunaan
1. Untuk obat demam
Bahan:
Kunyit 20 gr.
Cara membuat:
Bahan dicuci bersih lalu diparut, kemudian tambahkan ½ gelas air
matang kemudian diperas. Hasil perasan disaring baru setelah itu
diminum sehari 2 kali sama banyak pagi dan sore.

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 41


kunyit 20 g

diminum

kunyit dicuci

diparut dan ditambah


air lalu disaring

Cara membuat obat demam


Sumber: Dokumen Penerbit

2. Untuk Obat Diabetes Mellitus


Bahan:
Kunyit 3 jari.
Garam ½ sendok teh.
Cara membuat:
Kunyit dicuci sampai bersih, kemudian kedua bahan tersebut direbus
dengan 1 liter air sampai mendidih, setelah dingin kemudian disaring.
Diminum 2 kali seminggu ½ gelas.
kunyit 3 jari

diminum 2 kali
seminggu 1/2
kunyit dicuci dan direbus 1 liter air gelas

kunyit diperas lalu


disaring

Cara membuat obat diabetes mellitus


Sumber: Dokumen Penerbit

42 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


3. Untuk Obat Usus Buntu
Bahan:
Kunyit 1 jari.
Jeruk nipis 1 buah.
Gula aren 1 potong.
Garam secukupnya.

Cara membuat:
Kunyit dicuci sampai bersih lalu diparut. Setelah itu hasil parutan kunyit
diperas dan tambahkan juga perasan jeruk nipis, kemudian dicampur
dengan bahan yang lain seperti gula aren dan garam. Lalu diseduh
dengan 1 gelas air panas, setelah dingin kemudian disaring. Diminum
setiap pagi setelah makan, secara teratur.

kunyit dicuci

diperas dan diminumsetiap


kunyit diparut pagi setelah makan

ditambah perasan
jeruk nipis, gula
dan garam

Cara membuat obat usus buntu


Sumber: Dokumen Penerbit

4. Untuk Obat Perut Mulas pada Saat Haid


Bahan:
Kunyit 1 jari
Jahe 1 jari
Kencur ½ jari

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 43


Jeruk nipis 1 buah
Garam secukupnya
Gula secukupnya

Cara membuat:
Semua bahan tersebut dicuci hingga bersih dan diparut untuk diambil
airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk nipis. Setelah itu
diseduh dengan ½ gelas air panas dan disaring. Tambahkan garam
dan gula secukupnya. Obat ini diminum pada hari pertama saat haid.

kunyit, jeruk nips, garam, dan gula


diseduh dengan 1/2 gelas. Lalu
disaring.

diminum saat hari


pertama haid

Cara membuat obat perut mulas pada saat haid


Sumber: Dokumen Penerbit

5. Untuk Obat Memperlancar ASI


Bahan:
Kunyit 1 jari
Cara membuat:
Kunyit dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus. kemudian
dioles-oleskan sebagai kompres diseputar buah dada. Lakukan 1 kali
setiap 2 hari.

44 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


dibersihkan ditumbuk dan dioleskan pada
kunyit 1 jari bagian buah dada

Cara membuat obat memperlancar ASI


Sumber: Dokumen Penerbit

6. Untuk Obat Amandel


Bahan:
Kunyit 1 jari
Jeruk nipis 1 buah
Madu 2 sendok makan

Cara membuat:
Kunyit dicuci sampai bersih lalu diparut dan diperas untuk diambil
airnya, tambahkan perasan jeruk nipis, kemudian dicampur dengan
madu dan ½ gelas air hangat, dan diaduk sampai merata. Setelah
dingin disaring. Diminum secara teratur 2 hari sekali.
kunyit, jeruk
nipis, dan
madu diminum 2 hari
sekali

kunyit diperas
kunyit dicuci dan dicampur
jeruknipis,
madu

kunyit diparut

Cara membuat obat amandel


Sumber: Dokumen Penerbit

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 45


6 Penutup

Kalian semua pasti sedang sibuk berkenalan dengan tanaman-


tanaman obat keluarga, mulai dari deskripsi tanaman, taksonomi,
berbudidaya tanaman obat keluarga (TOGA), khasiat apa saja yang
terkandung di dalamnya, dan pada akhirnya kita dapat tahu cara
penggunaan. Bagaimana? Mudah bukan?
Mudah pastinya jika kita bersungguh-sungguh belajar menanam dan
memanfaatkan tanaman obat tersebut. Itulah bumbu-bumbu dapur yang
sering kita jumpai di dapur ketika kita sedang membantu ibu memasak.
Ternyata kita baru tahu bahwa bumbu-bumbu dapur selain digunakan untuk
bahan baku memasak, ternyata juga dapat digunakan sebagai obat-obatan.
Nah…bagi kalian yang belum mencoba, cepat coba, karena selain
berguna untuk orang lain dan diri kita sendiri nantinya, dengan
membudidayakan tanaman obat kita juga akan mendapatkan pengalaman
baru, pengetahuan baru yang seru dan menyenangkan.
Foto Budidaya Tanaman Jahe

Penanaman benih jahe dan pemisahan dari pot


Sumber: Dokumen Penerbit

46 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


Penanaman tanaman jahe,
penandaan dan panen
Sumber: Dokumen Penerbit

penandaan tanaman panen tanaman

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur 47


Foto Budidaya Tanaman Kunyit

tanaman
yang
sudah
siap di
panen

kunyit

akar tanaman dari pot siap untuk


di tanam di tempat terbuka
Penanaman tanaman kunyit
Sumber: Dokumen Penerbit

48 Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur


Daftar Pustaka
Mukhlizah, Fauziah. 2002. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta: Penebar
Swadaya.

Tim PPLH. Melestarikan Tanaman Obat. Mojokerto: PPLH Seloliman,


Universitas Widya Mandala Surabaya, Darwin Initiative, Field
Study Council.

Sanadi. 2006. Toga Solusi Alternatif. PPLH Seloliman.

Tim LIPI. 1980. Tumbuhan Obat. Jakarta: Balai Pustaka.

Isnandar, H.W. 2005. Kumpulan 1001 Ramuan Obat Tradisional Indone-


sia. Mojokerto: Dayang Sumbi.

Daftar Pustaka 49
Daftar Kata (Index)
Aroma 25

Budibaya 3, 4, 6, 9, 46

Deskripsi 6, 7, 8 , 9, 15, 16, 25, 26, 36, 37

Khasiat 3, 12, 19, 30, 41

Nama imiah 6, 14, 24, 35


Nutrisi 11, 18, 28, 39

Obat amandel 45
Obat asma 20
Obat batuk 33
Obat cacingan 21
Obat demam 41
Obat diabetes mellitus 42
Obat diare 33
Obat masuk angin 32
Obat mata pegal 34
Obat memperlancar ASI 44, 45
Obat pelega perut 23
Obat perut mulas saat haid 43, 44
Obat pilek 21, 22
Obat radang hidung 31
Obat radang lambung 30, 31
Obat rematik 13
Obat sakit kepala 32
Obat usus buntu 43

Penyemaian 10, 17, 39

Rimpang 17, 27, 28, 29, 30, 36, 39, 40, 41

Taksonomi 4, 6, 7, 17, 27, 38


Toga 1, 2, 46

50 Indeks