Anda di halaman 1dari 57

Sofyan Firdaus

Toga

Edisi Khusus Bumbu Dapur

Sofyan Firdaus Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur

Toga

Edisi Khusus Bumbu Dapur

ISBN: 978-602-8664-04-2

Penulis

Sofyan Firdaus

Penyunting

Dwi Ratna Herniati

Pewajah Isi

Acep Surya

Pewajah Sampul

Malikul Falah

Font Isi yang Digunakan

Helvetica, LibreSemiSerif SSK

Cetakan I

Maret 2009

Penerbit:

RICARDO

Jl. Raya Pasar Minggu No. 8B Jakarta Selatan 12510

Telp. 021-7982056-58, 7901467 Fax. 021-7982055

Selatan 12510 Telp. 021-7982056-58, 7901467 Fax. 021-7982055 2009 © Hak cipta dilindungi oleh undang-undang Dilarang
Selatan 12510 Telp. 021-7982056-58, 7901467 Fax. 021-7982055 2009 © Hak cipta dilindungi oleh undang-undang Dilarang

2009 © Hak cipta dilindungi oleh undang-undang

Dilarang keras mengutip, menjiplak atau memfotokopi baik sebagian atau keseluruhan isi buku ini serta memperjualbelikannya tanpa izin tertulis dari

RICARDO

Kata Pengantar

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan dengan tujuan agar manusia memeroleh informasi dan pengetahuan, serta keterampilan (skill). Bentuk usaha sadar yang nyata saat ini berupa kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah.

Buku ini merupakan suatu media pendidikan tentang lingkungan hidup dan life skill untuk anak pada khususnya dan pembaca lain pada umumnya, dengan tujuan mempermudah proses dari pendidikan. Buku ini disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Selain itu, dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, sehingga mudah dipahami.

Tujuan penyusunan buku ini agar generasi muda di negeri ini khususnya dan setiap orang umumnya memiliki pengetahuan tentang lingkungan hidup yang berimbas lahirnya suatu kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, diharapkan memiliki keterampilan, kreativitas, dan keinginan berkreasi memanfaatkan apa yang ada di alam sekitar dengan bijak dan memerhatikan kelestarian lingkungan.

Semoga buku ini bermanfaat.

Jakarta, Maret 2009

Penerbit

iv Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur
Daftar Isi Kata Pengantar Daftar Isi iii v 1. Toga (Tanaman Obat Keluarga) 1 2.
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
iii
v
1. Toga (Tanaman Obat Keluarga)
1
2. Cabe Rawit
5
Deskripsi Tanaman
7
Taksonomi
7
Budidaya Tanaman Cabe
9
Khasiat
12
3. Jahe
14

Deskripsi Tanaman

Deskripsi Tanaman 15

15

Cara Budidaya

17

17

Khasiat

Khasiat 19

19

4. Kencur

4. Kencur 24

24

Deskripsi Tanaman

Deskripsi Tanaman 25

25

Taksonomi 27 Cara Budidaya Khasiat 30
Taksonomi
27
Cara Budidaya
Khasiat
30

27

5. Kunyit 35 Deskripsi Tanaman 36 Taksonomi 38 Cara Budidaya 38 Khasiat 41 6. Penutup
5. Kunyit 35 Deskripsi Tanaman 36 Taksonomi 38 Cara Budidaya 38 Khasiat 41 6. Penutup
5. Kunyit
35
Deskripsi Tanaman
36
Taksonomi
38
Cara Budidaya
38
Khasiat
41
6. Penutup
46
Daftar Pustaka
49
Daftar Kata (Index)
50

1

Toga

(Tanaman Obat Keluarga)

1 Toga (Tanaman Obat Keluarga) Tanaman obat keluarga Sumber : Dokumen Penerbit Bukankah kita sudah pernah

Tanaman obat keluarga

Sumber: Dokumen Penerbit

Bukankah kita sudah pernah mendengar para orang dewasa berbicara tentang Toga atau kita juga pernah membaca sesuatu tentang Toga. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, kita pernah diajari oleh guru kita tentang apa itu Toga. Coba kita ingat-ingat bersama-sama dan jika kita sudah ingat, sekarang kita pasti tahu apa kepanjangan dari Toga.

Toga adalah kepanjangan dari Tanaman Obat Keluarga. Akan tetapi, apakah kita cukup tahu kepanjangan dari Toga saja? Padahal jika kita tahu tentang Tanaman Obat Keluarga sedikit lebih mendalam, maka besar keuntungannya bagi kita semua. Karena, jika kita berbicara tentang Tanaman Obat Keluarga, berarti kita juga akan berbicara betapa pentingnya sebuah kesehatan bagi kita dan keluarga.

Bayangkan seandainya kita sakit dan berbaring berminggu-minggu di rumah sakit, kita akan merasa bosan bukan? Kita tidak bisa melakukan apa yang biasanya kita lakukan. Kita tidak dapat pergi ke sekolah, bernyanyi, menari, berlari-lari, bercanda dengan teman-teman, bahkan makan pun kita dibatasi. Setiap hari, pagi, siang, dan malam kita harus makan bubur. Bukan hanya itu, kita juga harus diinfus dan disuntik setiap hari. Itu semua, mau tidak mau harus dijalani demi kesehatan tubuh kita. Nah, bagaimana? Kesehatan itu sangat penting bukan? Jadi, mau atau tidak, kita harus mau belajar lebih dalam tentang Tanaman Obat Keluarga demi kesehatan kita dan keluarga.

Tanaman obat keluarga pada dasarnya adalah tanaman yang mempunyai khasiat sebagai obat dan ditanam di halaman rumah, di kebun, atau di pekarangan, yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan obat- obatan dari suatu keluarga. Dewasa ini, berkat kemajuan pendidikan dan penelitian, hampir segala jenis tanaman dapat ditanam di dalam pot. Jadi, bagi yang tidak punya halaman, kebun, atau pekarangan jangan khawatir karena beberapa dari tanaman obat keluarga juga bisa ditanam di dalam pot. Dengan demikian tanaman obat keluarga ini selain digunakan untuk obat-obatan juga dapat digunakan sebagai penghias rumah. Di samping itu, karena tanaman obat keluarga ini ditanam di sekitar rumah maka memudahkan bagi setiap anggota keluarga untuk mengatur, mengamati, serta menggunakan tanaman tersebut.

Tanaman obat keluarga ini merupakan cara yang mudah dan sederhana yang dapat kita lakukan guna mencukupi kebutuhan akan kesehatan kita sehari-hari. Ada berbagai macam jenis tanaman yang digolongkan ke dalam tanaman obat keluarga. Banyak sebenarnya dari kita yang sudah mengenalnya, namun tidak tahu khasiatnya, seperti halnya bumbu-bumbu dapur, merica, kencur, jahe, laos, daun salam, cabe merah,

cabe rawit, jeruk nipis, dan sebagainya. Ada pula yang mengetahui jenis tanaman obat keluarga beserta khasiatnya, namun tidak tahu bagaimana cara penggunaannya. Dan tidak menutup kemungkinan sebagian dari kita sudah ada yang tahu jenis tanaman obat keluarga, khasiatnya, dan cara penggunaannya, namun tidak tahu bagaimana cara membudidayakannya. Banyak sekali masalah-masalah atau pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di otak kita. Itu semua adalah bagus. Karena, segala macam ilmu dimulai dari bertanya. Kita mengetahui sesuatu diawali dari bertanya.

Mengapa kita perlu mengenal dengan jelas deskripsi tanaman beserta taksonominya? Hal ini, dikarenakan banyak tanaman obat yang memiliki ciri sama, sehingga kita akan mengalami kesulitan untuk membedakan antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya. Bahkan terkadang ada juga satu jenis tanaman yang memiliki nama berbeda-beda di tiap-tiap daerah atau kebalikannya, yaitu ada beberapa jenis tanaman berbeda tetapi memiliki nama yang sama.

Hal yang berikutnya adalah dapat membudidayakan tanaman obat keluarga tersebut. Proses budidaya ini sangat berguna. Pertama adalah bertujuan untuk penyediaan obat-obatan alami bagi suatu keluarga yang mudah didapatkan di sebidang tanah di sekitar rumah, di kebun, di pekarangan, atau di halaman. Kedua adalah bertujuan untuk melestarikan tanaman obat-obatan yang sudah menjadi alternatif pencegahan, penyembuhan, dan pengobatan yang diwariskan oleh nenek moyang kita secara turun-temurun.

Setiap tanaman obat memiliki khasiat yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui dan memastikan kandungan-kandungan apa saja yang terdapat dalam tanaman obat tersebut, barulah setelah itu kita dapat menentukan khasiat obat yang berasal dari tanaman tersebut. Cara penggunaan tanaman-tanaman obat tersebut juga perlu mendapat perhatian yang serius, karena ada juga beberapa tanaman obat yang tidak boleh digunakan untuk penderita dengan penyakit tertentu atau penggunaan tanaman obat-obatan secara berlebih-lebihan juga tidak diperbolehkan.

Nah, tiba saatnya sekarang kita belajar bersama-sama tentang tanaman obat keluarga mulai dari deskripsi tanaman, mengenal

taksonominya, bagaimana cara budidayanya, apa saja khasiatnya, dan bagaimana cara penggunaannya. Tapi, untuk kali ini, kita akan mulai belajar dengan tanaman yang sering kita jumpai setiap hari.

belajar dengan tanaman yang sering kita jumpai setiap hari. Bumbu dapur sebagai tanaman obat keluarga yang

Bumbu dapur sebagai tanaman obat keluarga yang berguna

Sumber: Dokumen Penerbit

Tanaman ini sering kita jumpai di dapur. Tanaman ini sering digunakan oleh ibu kita sebagai bumbu dapur. Ya. Tanaman ini adalah jenis tanaman bumbu dapur. Siapa tahu, jika kita berhasil menanam tanaman jenis bumbu dapur, ibu kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke pasar. Ibu kita cukup bisa mengambilnya di halaman rumah. Yuk, kita coba mengenal, menanam, dan menggunakan, tanaman obat keluarga jenis bumbu dapur bersama- sama!

2

Cabe Rawit

2 Cabe Rawit Pohon cabe rawit sebagai tanaman obat keluarga Sumber : Dokumen Penerbit Tanaman yang

Pohon cabe rawit sebagai tanaman obat keluarga

Sumber: Dokumen Penerbit

Tanaman yang satu ini pasti tidak asing lagi bagi kita. Jika kita memakan benda ini terlalu banyak, mata kita bisa mengeluarkan air mata. Hal ini, dikarenakan rasanya yang pedas. Cabe rawit adalah salah satu dari beberapa bumbu dapur yang memiliki rasa yang sangat khas, yaitu rasa pedas. Cabe rawit paling sering digunakan sebagai tambahan dalam pembuatan makanan khas Indonesia, seperti segala jenis rujak dan segala jenis sambel.

Cabe rawit biasa digunakan sebagai penambah rasa pedas pada masakan. Masakan apa pun, apabila menginginkan selera yang pedas, pasti menggunakan cabe rawit ini. Akan tetapi, apakah kita benar-benar tahu semua tentang cabe rawit, mulai deskripsi tanaman, taksonomi, cara budidaya, bahkan selain sebagai bumbu dapur cabe rawit ini berkhasiat sebagai obat? Nah, Oleh karena itu kita simak baik-baik tentang cabe rawit yang ada di bawah ini.

Deskripsi: Nama : Cabe Nama Ilmiah : Capsicum frutescens L Asal mula Negara : Benua
Deskripsi:
Nama
: Cabe
Nama Ilmiah : Capsicum frutescens L
Asal mula
Negara
: Benua Amerika
: Peru

Cabe rawit - deskripsi

Sumber: Dokumen Penerbit

Cabe rawit memiliki nama ilmiah Capsicum frutescens L. Sedangkan, nama ilmiah yang lain atau sinonim dari tanaman ini adalah Capsicum fastigiatum Bl atau Capsicum minimum Roxb. Tanaman cabe sendiri berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke benua- benua lain seperti Amerika, Eropa dan Asia hingga akhirnya masuk ke Negara Indonesia.

Eropa dan Asia hingga akhirnya masuk ke Negara Indonesia. Pohon cabe rawit - asal mula tanaman

Pohon cabe rawit - asal mula tanaman ini, berasal dari Peru

Sumber: Dokumen Penerbit

Deskripsi Tanaman

Tanaman cabe rawit tergolong jenis tanaman semak, tingginya bisa mencapai di atas 1,5 m. Tanaman ini batangnya lunak, basah, berbentuk bulat atau bersegi, bercabang, berbuku-buku, dan berwarna hijau jika masih muda sedangkan jika sudah tua batangnya berwarna coklat keputih- putihan. Daunnya tunggal, kecil, bulat telur, ujung runcing, pangkal runcing, tepi rata, panjang sekitar 10 cm, lebar sekitar 5 cm, pertulangan menyirip, bertangkai, dan berwarna hijau.

Tanaman cabe rawit berbunga tunggal, berbentuk bintang, berukuran kecil, keluar di ujung cabang atau di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, bergigi lima, panjang 2 - 3 cm, hijau, benang sari kuning kehijauan, kepala sari ungu, putik putih keunguan, mahkota bentuk bintang, diameter 1,5 - 2 mm, berbagi lima, taju runcing, putih kekuningan. Buahnya Buni, kecil, bulat telur, diameter 5 - 15 mm, panjang 3,5 - 12 cm, ketika masih muda berwarna kuning kehijauan setelah tua berwarna merah. Bijinya berbentuk bulat, pipih, jumlahnya banyak, berdiameter 2 - 2,5 mm, dan berwarna putih kotor. Akarnya tunggang, bulat, dan berwarna putih kotor.

Taksonomi

Cabe rawit diklasifikasikan sebagai berikut:

Divisi

:

Spermatophyta

Sub divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicolyledonae

Bangsa

:

Solanales

Suku

:

Solanaceae

Marga

:

Capsicum

Jenis

:

Capsicum frutescens L

Daun berwarna hijau, tunggal, bulat telur (lonjong), ujung runcing, panjang sekitar 10 cm, dan lebar

Daun berwarna hijau, tunggal, bulat telur (lonjong), ujung runcing, panjang sekitar 10 cm, dan lebar sekitar 5 cm

Deskripsi pohon cabe rawit

Sumber: Dokumen Penerbit

Bunga tunggal kelopak berbentuk lonceng panjang 2 - 3 m

Buah kecil, bulat telur, diameter 5 - 15 m, dan panjang 3,5 - 12 cm

Tingginya bisa mencapai di atas 1,5 m. Tanaman ini batangnya lunak, basah, berbentuk bulat atau bersegi, bercabang, berbuku-buku, dan berwarna hijau jika masih muda sedangkan jika sudah tua batangnya berwarna coklat keputih- putihan

Di beberapa daerah di seluruh nusantara, cabe rawit memiliki nama sendiri-sendiri menurut daerahnya masing-masing. Nama-nama daerah tersebut antara lain Leudeu (Gayo), Sidudu langit (Balak Simalungun), Lada

limi (Nias), Lado kutu (Minangkabau), Lada mutia (Melayu), Cabe rawit (Sunda), Lombok jemprit (Jawa Tengah), Cabi letek (Madura), Sebia kedi (Sasak), Kurus (Alor), Hisa bure (Sangir), Rica halus (Manado), Kaluya kapal (Alfuru), Mareta dodi (Mongondow), Mulita diiti (Gorontalo), Malita didi (Buol), Lada masiwo (Barcee), Lada marica (Makasar), Lada marica (Bugis), Abnsan kubur (Kai), Karatupa batawe (Seram), Ricagufu (Ternate), Ricagufa (Tidore), Metrek wakloh (Sarmi), Basen tanah (Berik).

Budidaya Tanaman Cabe

wakloh (Sarmi), Basen tanah (Berik). Budidaya Tanaman Cabe Budidaya tanaman cabai Sumber : Dokumen Penerbit Mari

Budidaya tanaman cabai

Sumber: Dokumen Penerbit

Mari kita perhatikan diskripsi dambar di atas di bawah ini?

Cara Budidaya

Persiapan Benih Cabe Rawit

1. Cabe rawit yang akan digunakan sebagai benih ini bisa berumur di atas 85 hari setelah tanam dengan ciri-ciri buahnya berwarna merah tua menyala. Pastikan untuk benih yang baik, sebaiknya dipilih dari biji cabe rawit yang benar-benar sudah tua.

dipilih dari biji cabe rawit yang benar-benar sudah tua. Benih cabe Sumber : Dokumen penerbit Toga

Benih cabe

Sumber: Dokumen penerbit

2. Sebelum ditanam, biji-biji cabe rawit ini disemaikan terlebih dahulu. Biji-biji cabe rawit ini dihamparkan di tempat yang teduh atau di dalam ruangan yang lembab dan usahakan tidak ada dari salah satu biji ini yang menumpuk. Untuk itu, biasanya menggunakan wadah atau rak- rak yang terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas atau bisa juga menggunakan kain handuk yang tebal.

alas atau bisa juga menggunakan kain handuk yang tebal. Biji cabe diperbesar. Usahakan biji-biji ini disebar

Biji cabe diperbesar. Usahakan biji-biji ini disebar merata, gunakan rak kayu sebagai alas atau kain tebal.

Benih cabe rawit

Sumber: www.boreas-online.com

3. Selama penyemaian, sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari sesuai kebutuhan untuk menjaga kelembaban biji-biji tersebut. Untuk penyiraman benih bisa menggunakan penyemprot handspray setiap pagi dan sore. Setelah 4 sampai 7 hari, benih akan mengeluarkan calon akar. Jika tanaman sudah memunculkan calon akar, maka ini merupakan tanda bahwa benih-benih tersebut siap ditanam di halaman rumah atau di dalam pot. Benih-benih ini selanjutnya dapat beradaptasi secara langsung dan cepat serta tidak mudah rusak.

secara langsung dan cepat serta tidak mudah rusak. Penanaman Cabe Rawit Tanaman cabai cabe rawit yang

Penanaman Cabe Rawit

Tanaman cabai cabe rawit yang sudah cukup untuk di panen

Sumber: www.indosungod.com

1. Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa dengan cara menggarpu dan mencangkul agar tanah menjadi gembur. Alat-alat

yang digunakan pun bisa menggunakan alat-alat yang sederhana. Jika tidak ada cangkul atau garpu besar, bisa menggunakan sekop atau cetok kecil yang penting alat-alat ini dapat digunakan untuk mengolah tanah. Tanah dibersihkan dari rumput liar dan sampah yang sifatnya dapat mengganggu pertumbuhan cabe rawit.

2. Sebagai nutrisi tanaman, kita bisa menggunakan pupuk kandang sapi atau domba, atau pupuk kompos yang sudah masak. Namun, jika kita hendak menanam cabe rawit dalam pot, sebaiknya kita menggunakan perbandingan 1 : 1. Artinya, antara tanah dengan pupuk banyaknya seimbang. Perbandingan 1 : 1 ini berlaku untuk pupuk-pupuk alami yang sudah siap pakai atau matang. Sedangkan, untuk pupuk-pupuk alami yang belum cukup matang, kita menggunakan perbandingan 1 : 2. Artinya, tanah yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila dibandingkan dengan banyaknya pupuk alami. Sebelum dimasukkan ke dalam pot, kedua bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru kemudian dimasukkan ke dalam pot.

3. Setelah semua siap, selanjutnya yaitu cara menanam yang tepat. Benih atau biji-biji cabe rawit diletakkan secara langsung pada media tanam. Cara ini berlaku untuk penanaman cabe rawit di halaman rumah, pekarangan, kebun, atau pun di dalam pot.

Perawatan Cabe Rawit

1. Benih-benih cabe rawit ini, sebelum memiliki 3 - 5 daun, sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh.

2. Setelah tanaman cabe rawit yang telah kita tanam memiliki 3 - 5 daun, barulah tanaman ini kita keluarkan agar mendapat penyinaran cahaya matahari yang cukup.

3. Pada musim kemarau sebaiknya kita menyiram tanaman ini sehari 2 kali, yaitu pagi dan sore. Pada musim penghujan, kita cukup menyiram tanaman ini dengan seperlunya.

4. Tempat atau lingkungan sekitar dimana tanaman ini tumbuh harus selalu dijaga kebersihannya termasuk dari tanaman liar, kotoran, atau sampah apa pun yang sifatnya mengganggu pertumbuhan.

Pemanenan Cabe Rawit

1. Cabe rawit dapat dipanen setelah menginjak usia 75 - 85 hari setelah tanam, ini adalah untuk pemanenan pertama.

2. Sedangkan untuk tahap pemanenan berikutnya, dapat dipanen setiap 3 - 5 hari sekali.

3. Untuk cara pemanenan yang baik, usahakan memanen cabe rawit yang buahnya padat dan berwarna merah menyala. Agar cabe rawit dapat disimpan dan bisa bertahan lebih lama, maka pada saat pamanenan, petiklah buah cabe rawit beserta tangkainya.

Khasiat

Secara umum cabe rawit memiliki banyak kandungan gizi dan vita- min. Diantaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C. Namun secara kimiawi, tanaman ini mengandung saponin, flavonoida dan tannin. Kandungan-kandungan inilah yang berkhasiat sebagai obat peluruh keringat, peluruh liur, peluruh air kemih, bisul, penambah nafsu makan, sakit pada tubuh karena kedinginan, kaki lemah, tangan lemah, rematik, sariawan dan obat pilek.

kaki lemah, tangan lemah, rematik, sariawan dan obat pilek. Kandungan: Mengandung kalori, protein, lemak,

Kandungan:

Mengandung kalori, protein, lemak, karhidrat, kalsium, vitamin A, B1, C

protein, lemak, karhidrat, kalsium, vitamin A, B1, C Secara kimiawi: Saporin, flavonrida tahnin Cabe rawit -

Secara kimiawi:

Saporin, flavonrida tahnin

Cabe rawit - kandungan gula dan vitamin

Sumber: www.wikipedia.com

Cara Penggunaan

Untuk Obat Rematik

1. Bahan

Serbuk buah cabe rawit 10 gr.

2. Cara membuat

Bahan ini diseduh dengan ½ gelas air panas kemudian diaduk sampai rata. Setelah itu diamkan beberapa menit. Obat ini digunakan untuk pengobatan luar dengan cara dibalurkan pada bagian yang persendian yang terasa sakit. Berikut ilustrasinya:

Serbuk buah cabe rawit 10 gr. Bahan ini diseduh dengan ½ gelas air panas kemudian
Serbuk buah
cabe rawit 10 gr.
Bahan ini diseduh dengan ½ gelas air panas
kemudian diaduk sampai rata
balurkan pada bagian
persendian yang terasa
sakit
Diamkan beberapa menit

Cara penggunaan obat rematik

Sumber: Dokumen Penerbit

3

Jahe

3 Jahe Jahe. sebagai tanaman obat keluarga Sumber : Dokumen Penerbit Tanaman ini memiliki 3 nama

Jahe. sebagai tanaman obat keluarga

Sumber: Dokumen Penerbit

Tanaman ini memiliki 3 nama ilmiah, yaitu Zingiber officinale Rocs, Zingiber majus Rumph, dan Zingiber minus Rumph, tetapi yang umum dipakai adalah Zingiber officinale Rocs. Jahe juga merupakan satu dari beberapa jenis bumbu dapur. Ibu kita sering menggunakan jahe sebagai bumbu masak. Ada beberapa masakan khas Indonesia yang mengguna- kan jahe, seperti kare ayam, rawon, sambal goreng, bali tahu tempe, dan lain sebagainya.

Jahe. nama ilmiah Sumber : Dokumen Penerbit 3 (tiga) nama ilmiah jahe: 1. Zingiber Officinale

Jahe. nama ilmiah

Sumber: Dokumen Penerbit

3 (tiga) nama ilmiah jahe:

1. Zingiber Officinale Rocs

2. Zingiber majus Rumph

3. Zingiber minus Rumph

Deskripsi Tanaman

Tanaman jahe ini merupakan tanaman berbatang basah dan tingginya bisa mencapai 60 cm. Tanaman ini berbatang semu, beralur, membentuk rimpang, tidak bercabang, berbentuk bulat, tegak, tersusun dari lembaran pelepah daun yang berwarna hijau pucat dengan pangkal batang berwarna kemerahan.

Tanaman ini berdaun tunggal, daun berpasang-pasangan dua-dua berbentuk pedang, berwarna hijau tua, ujung lancip, pangkal tumpul, terdiri dari upih dan helaian daun.

Bunganya tersusun berupa mayang, majemuk, berbentuk tabung, panjang 3,5 - 5 cm, lebar 1,5 - 2 cm, mahkota bunga berbentuk corong, panjang 2 - 2,5 cm, berwarna ungu, dan setiap bunga dilindungi oleh daun pelindung. Buahnya kotak, bulat panjang, dan berwarna cokelat.

Akar dari tanaman jahe ini berbentuk bonggol, seperti tanduk, kulitnya berwarna coklat, dagingnya berwarna putih kotor, berserabut, dan beraroma.

Daun tanaman Tunggal dengan ujung lancip. Tinggi = 60 cm Batang tanaman Semu, beralur membentuk
Daun tanaman
Tunggal dengan ujung lancip.
Tinggi = 60 cm
Batang tanaman
Semu, beralur membentuk
rimpang tak bercabang,
berbentuk bulat tegak, tersusun
dari pelepah berwarna hijau.
Akar tanaman
Pohon jahe. deskripsi tanaman
Berbentuk bongol, seperti tanduk dengan kulit
berwarna coklat, dagingnya berwarna putih,
beraroma, dan berserabut.
Sumber: Dokumen Penerbitan

Taksonomi

Tanaman jahe termasuk ke dalam:

Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledonae

Bangsa : Zingiberales

Suku : Zingiberaceae

Marga : Zingiber

Jenis : Zingiber officinale Rocs

Di beberapa daerah di seluruh Indonesia, jahe memiliki nama yang berbeda-beda : Halia (Aceh), Bening (Gayo), Bahing (Batak), Lahia (Nias), Sipadeh (Minangkabau), Jahi (Lampung),

Jahe (Sunda), Jae (Jawa Tengah), Jhai (Madura), Cipakan (Bali), Sipados (Kutai), Hai (Dayak), Bawo (Sangir), Melito (Gorontalo), Vuyo (Buol), Kuni (Baree), Laia (Makasar), Pese (Bugis), Jae (Sasak), ALoi (Sumba), Lea (Flores), Laiae (Kupang), Mil (Tanimbar), Laia (Aru), Siwei (Bum), Galaka (Ternate), Gara (Tidore), Siwe (Ambon).

Cara Budidaya

Persiapan Benih Jahe

1. Kita harus pandai dalam memilih benih, karena benih yang bagus akan menghasilkan tanaman yang bagus pula. Akar atau rimpang yang akan kita gunakan untuk benih harus sudah tua minimal berumur 10 bulan. Ciri-ciri rimpang tua, antara lain kandungan serat tinggi dan kasar, kulit licin dan keras, tidak mudah mengelupas, warna kulit mengkilat menampakkan tanda bertunas, dan rimpang yang dipilih untuk dijadikan benih sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata tunas.

2. Sebelum ditanam rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemaikan yaitu, menghamparkan rimpang di tempat yang teduh atau di dalam ruangan yang lembab dan tidak ditumpuk. Untuk itu, biasanya menggunakan wadah atau rak-rak yang terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. Selama penyemaian, sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari sesuai kebutuhan untuk menjaga

kelembaban rimpang. Jika rimpang sudah memunculkan tunas dengan tinggi antara 1 - 2 cm, maka ini merupakan tanda bahwa rimpang siap ditanam di halaman rumah atau di dalam pot. Rimpang-rimpang ini selanjutnya dapat beradaptasi secara langsung dan cepat serta tidak mudah rusak.

Penanaman Jahe

1. Sebelum kita bersemangat untuk menanam jahe, sebaiknya dilakukan pengolahan tanah. Tanah dibersihkan dari rumput liar dan sampah yang sifatnya dapat mengganggu pertumbuhan jahe. Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa dengan cara menggarpu dan mencangkul agar tanah menjadi gembur.

2. Sebagai nutrisi tanaman, kita bisa menggunakan pupuk kandang sapi atau domba yang sudah masak. Namun, jika kita hendak menanam jahe dalam pot, sebaiknya kita menggunakan perbandingan 1 : 1. Artinya, antara tanah dengan pupuk banyaknya seimbang. Perbandingan 1 : 1 ini berlaku untuk pupuk alami yang sudah siap pakai atau matang. Sedangkan, untuk pupuk alami yang belum cukup matang, maka kita menggunakan perbandingan 1 : 2. Artinya, tanah yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila dibandingkan dengan banyaknya pupuk alami. Sebelum dimasukkan ke dalam pot, kedua bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru kemudian dimasukkan ke dalam pot.

3. Setelah semua siap, selanjutnya yaitu cara menanam yang tepat. Benih jahe ditanam kira-kira sedalam 5 - 7 cm dengan tunas meng- hadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat per- tumbuhan. Cara ini berlaku untuk penanaman jahe di halaman rumah, pekarangan, kebun, atau di dalam pot. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman jahe yang ditanam di halaman rumah, pekarangan, atau kebun adalah 60 cm × 40 cm. Sedangkan, untuk penanaman jahe di dalam pot, setiap satu pot ditanami satu benih jahe.

Perawatan Jahe

1. Tanaman jahe yang telah kita tanam sebaiknya diusahakan agar selalu mendapat penyinaran cahaya matahari yang cukup.

2. Pada musim kemarau sebaiknya kita menyiram tanaman ini sehari

2 kali, yaitu pagi dan sore. Pada musim penghujan kita cukup menyiram tanaman ini dengan seperlunya. Jangan menyiram tanaman ini secara berlebihan, karena hal tersebut dapat menyebabkan kebusukan pada akar atau rimpang jahe.

3. Tempat atau lingkungan sekitar dimana tanaman jahe tersebut tumbuh harus selalu dijaga kebersihannya termasuk dari tanaman liar, kotoran, atau sampah apa pun yang sifatnya mengganggu pertumbuhan tanaman jahe tersebut.

Pemanenan Jahe

1. Jahe untuk dikonsumsi atau untuk digunakan sebagai obat-obatan dapat dipanen setelah menginjak usia 6 - 10 bulan.

2. Sedangkan jahe yang digunakan untuk pembudidayaan ulang atau sebagai benih, jahe baru dapat dipanen setelah menginjak umur 10 - 12 bulan.

Khasiat

Dari keseluruhan tanaman jahe ini, bagian yang digunakan sebagai obat-obatan adalah akar atau rimpang jahe. Rimpang jahe ini mengandung plavonoida, polifenol, dan minyak atsiri zingiberena. Kandungan- kandungan inilah yang berkhasiat sebagai obat sakit kepala, denyut jantung tidak teratur, rematik, menambah nafsu makan, pelega perut, memperkuat lambung, memperbaiki pencernaan, asma, batuk kering, gatal, luka lecet, digigit ular, penawar racun, cacingan pada anak, kolera,

dan masuk angin.

penawar racun, cacingan pada anak, kolera, dan masuk angin. Zat Plavonrida   1. Polifenol 2. Minyak

Zat Plavonrida

 

1.

Polifenol

2.

Minyak atsiri zingiberena

Kegunaannya

1. Obat sakit kepala

9. Batuk kering

2. Denyut jantung teratur

10. Gatal

3. Rematik

11. Luka lecet

4. Menambah nafsu makan

12. Digigit ulat

5. Pelega Perut

13. Penawar racun

6. Memperkuat lambung

14. Cacingan pada anak

7. Pemperbaiki pencernaan

15. Masuk angin

8. Asma

7. Pemperbaiki pencernaan 15. Masuk angin 8. Asma Jahe. kandungan gizi dan khasiat Sumber : Dokumen

Jahe. kandungan gizi dan khasiat

Sumber: Dokumen Penerbit

Cara Penggunaan:

1. Untuk obat asma

Bahan:

Jahe 50 gr, cengkeh 50 gr, garam secukupnya.

Cara membuat:

Semua bahan dihaluskan dan dipakai untuk param atau dioleskan secara merata ke bagian dada, punggung, leher, tangan, dan kaki.

Jahe 50 gr, cengkeh garam secukupnya. 50 gr, Semua bahan dihaluskan dipakai untuk param
Jahe 50 gr, cengkeh
garam secukupnya.
50 gr,
Semua bahan dihaluskan
dipakai untuk param

Cara membuat obat asma Sumber: Dokumen Penerbit

2.

Untuk obat cacingan pada anak

Bahan:

Jahe 3 jari, madu 1 sendok makan.

Cara membuat:

Jahe dicuci hingga bersih. Kemudian diiris tipis-tipis dan direbus dengan 1 ½ gelas air sampai benar-benar mendidih. Setelah dingin disaring dan tambahkan madu lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari.

jahe diiris tipis-tipis disaring dan tambah madu satu sendok jahe 3 jari, madu. Jahe dicuci
jahe diiris tipis-tipis
disaring dan tambah madu
satu sendok
jahe 3 jari, madu. Jahe dicuci
diminum 3 kali
irisan jahe direbus

Cara membuat obat cacing pada anak

Sumber: Dokumen Penerbit

3. Untuk obat pilek

Bahan:

Jahe 1 jari, gula aren secukupnya.

Cara membuat:

Jahe dicuci bersih. Kemudian direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin disaring dan tambahkan gula aren lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari, setiap 1 kali minum 1 gelas (@ 1 gelas).

Jahe 1 jari, gula aren secukupnya direbus 2 gelas air Jahe dicuci hingga bersih hasil
Jahe
1
jari, gula aren
secukupnya
direbus 2 gelas
air
Jahe dicuci hingga bersih
hasil
rebusan
disaring
saringan jahe di tambah
gula aren secukupnya
tambahkan air
panas
diminum selagi
hangat

Cara membuat obat pilek Sumber: Dokumen Penerbit

4.

Untuk obat pelega perut

Bahan:

Jahe 15 gr, madu 1 sendok makan.

Cara membuat:

Jahe dicuci bersih. Kemudian dibakar selama 15 menit. Setelah itu dimemarkan dan diseduh dengan 1 gelas air panas. Lalu tambahkan madu, aduk, dan diminum sekaligus.

Jahe 15 gr, madu 1 sendok makan setelah dibakar, jahe dimemarkan setelah dibakar, jahe dimemarkan
Jahe 15 gr, madu 1
sendok makan
setelah dibakar, jahe
dimemarkan
setelah dibakar, jahe
dimemarkan
Jahe dibakar
Jahe dibersihkan
masuk dalam gelas
diseduh
dengan
1
gelas
air
panas
ditambah sesendok
madu
diminum selagi hangat

Cara membuat obat pelega perut Sumber: Dokumen Penerbit

4

Kencur

4 Kencur kencur. sebagai tanaman obat keluarga Sumber : image.google.co.id Tanaman kencur ini memiliki nama ilmiah

kencur. sebagai tanaman obat keluarga

Sumber: image.google.co.id

Tanaman kencur ini memiliki nama ilmiah Kaempferia galanga Linn. Kencur digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon atau bumbu dapur yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Selain sebagai tanaman obat dan bumbu dapur, kencur dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada campuran rokok kretek, kosmetika, penyedap makanan, dan minuman. Kencur biasa digunakan oleh ibu kita sebagai bahan baku dalam memasak. Jika kita sering membantu ibu kita memasak

kita pasti tahu, bahwa kencur digunakan dalam tambahan bumbu masakan seperti opor ayam, kare ayam, rendang daging, sayur lodeh, dan masih banyak lagi yang lainnya.

daging, sayur lodeh, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tanaman Kencur 1. Nama ilmiah Kaempferia galanga
daging, sayur lodeh, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tanaman Kencur 1. Nama ilmiah Kaempferia galanga
daging, sayur lodeh, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tanaman Kencur 1. Nama ilmiah Kaempferia galanga

Tanaman Kencur

1. Nama ilmiah Kaempferia galanga Linn

2. Jenis empon-empon sebagai bumbu dapur

Daun kencur. Nama Ilmiah

Sumber: Dokumen Penerbit

Deskripsi Tanaman

Kencur merupakan tanaman semak kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Kencur mempunyai batang basah, pendek, membentuk rimpang, berwarna coklat keputih-putihan, dan tingginya mencapai 20 cm. Daunnya tunggal, tegak atau berbaring, jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2 - 3 lembar dengan susunan berhadap-hadapan, berbentuk lonjong, panjang 7 - 15 cm, lebar 2 - 8 cm, ujung runcing, pangkal berlekuk, tepi rata, dan berwarna hijau. Tanaman ini memiliki bunga tunggal, tersusun setengah duduk, berbentuk terompet, dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 - 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan atau berwarna putih keunguan, panjang 2,5 - 5 cm, sedangkan benang sari panjangnya mencapai 4 mm, berwarna kuning, dan putiknya berwarna putih. Akar tanaman kencur ini berserabut, pendek, tumpul, berbentuk menyerupai jari, kulit luarnya berwarna coklat kekuningan, daging akar kencur berwarna putih, dan akar kencur mempunyai aroma yang spesifik.

Tinggi = 20 cm Kencur dan batang. deskripsi tanaman Sumber: dokumen penerbit Daun Kencur 1.
Tinggi = 20 cm Kencur dan batang. deskripsi tanaman Sumber: dokumen penerbit Daun Kencur 1.
Tinggi = 20 cm Kencur dan batang. deskripsi tanaman Sumber: dokumen penerbit Daun Kencur 1.

Tinggi = 20 cm

Tinggi = 20 cm Kencur dan batang. deskripsi tanaman Sumber: dokumen penerbit Daun Kencur 1. Berdaun
Tinggi = 20 cm Kencur dan batang. deskripsi tanaman Sumber: dokumen penerbit Daun Kencur 1. Berdaun

Kencur dan batang. deskripsi tanaman

Sumber: dokumen penerbit

Daun Kencur

1. Berdaun tunggal

2. Berbentuk lonjong

3. Panjang 7 - 15 cm

4. Lebar 2 - 8 cm

5. Ujung daun runcing

Akar Kencur

1. Akar berserabut

2. Pendek tumpul

3. Menyerupai jari

4. Kulitnya coklat kekuningan

5. Beraroma spesifik

Taksonomi

Tanaman kencur digolongkan ke dalam:

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledonae

Bangsa : Zmgiberales

Suku : Zingiberaceae

Marga : Kaempferia

Jenis : Kaempferia galanga Linn

Di beberapa daerah di seluruh Indonesia, kencur mempunyai nama daerah yang berbeda-beda antara lain: Ceuku (Aceh), Tekur (Gayo), Kaciwer (Batak), Kopuk (Mentawai), Cakue (Minangkabau), Cokur (Lampung), Kencur (Melayu), Cikur (Sunda), kencur (Jawa Tengah), Kencor (Madura), Cekor (Kangean), Kencur (Jakarta), Cekuh (Bali), Cekur (Sasak), Cekir (Sumba), Sokus (Roti), Soku (Bima), Kencur (Minahasa), Hume Pete (Gorontalo), Tukulo (Buol), Tadosi (Bari), Cakuru (Makasar), Ceku (Bugis), Asuli (Ambori), Souro (Haruku), Soulo (Nusa laut), Onegal (Buru), Bataka (Ternate), Ukap (Marind).

Cara Budidaya

Persiapan benih kencur

1. Untuk persiapan benih kencur yang bagus, sebenarnya prosesnya hampir sama dengan persiapan benih untuk tanaman jahe. Oleh sebab itu, langkah-langkah yang dilakukan juga akan sama. Akar atau rimpang kencur secara umum dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu rimpang utama yang berukuran besar dan rimpang cabang yang berukuran lebih kecil. Kedua bagian rimpang tersebut dapat digunakan sebagai bahan benih, yang terpenting adalah rimpang tersebut cukup tua. Akar atau rimpang yang akan kita gunakan untuk benih kencur harus berumur minimal 10 bulan. Ciri-ciri rimpang tua antara lain ketika dibelah dengan tangan berbunyi, kandungan serat tinggi dan kasar, kulit licin dan keras, tidak mudah mengelupas, warna kulit mengkilat

menampakkan tanda bernas, dan rimpang yang dipilih untuk dijadikan benih sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata tunas dengan bobot sekitar 5 - 10 gr.

2. Sebelum ditanam rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemaikan yaitu, menghamparkan rimpang di tempat yang teduh atau di dalam ruangan yang lembab dan tidak ditumpuk. Untuk itu, biasanya menggunakan wadah atau rak-rak yang terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. Selama penyemaian, sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari sesuai kebutuhan untuk menjaga kelembaban rimpang. Jika rimpang sudah memunculkan tunas dengan tinggi kira- kira 1 cm, maka ini merupakan tanda bahwa rimpang siap ditanam di halaman rumah atau di dalam pot. Rimpang-rimpang ini selanjutnya dapat beradaptasi secara langsung dan cepat serta tidak mudah rusak.

Penanaman Kencur

1. Kencur dapat ditanam dalam pot, di pekarangan, di halaman, atau di kebun yang cukup mendapat sinar matahari. Tanaman kencur ini diusahakan ditanam di tempat yang tidak terlalu basah dan di tempat yang terbuka. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Penanaman dilakukan apabila hujan sudah mulai turun. Apabila hujan terlambat turun, lebih baik rimpang ditanam langsung tanpa ditunaskan terlebih dahulu. Karena berbeda dengan jahe, rimpang kencur bisa ditanam pada saat hujan belum turun asal rimpangnya belum bertunas. Rimpang akan beradaptasi dengan lingkungan, kemudian pada saat hujan turun, tunas akan tumbuh dengan serempak.

2. Langkah-langkah dalam penanaman tanaman kencur juga hampir sama dengan langkah-langkah untuk penanaman tanaman jahe. Langkah yang pertama adalah pengolahan tanah. Tanah dibersihkan dari rumput liar dan sampah yang sifatnya dapat mengganggu pertumbuhan kencur. Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa dengan cara menggarpu dan mencangkul agar tanah menjadi gembur.

3. Sebagai nutrisi tanaman, kita bisa menggunakan pupuk kandang sapi atau domba yang sudah masak. Namun, jika kita hendak menanam kencur dalam pot, sebaiknya kita menggunakan perbandingan 1 : 1.

Artinya, antara tanah dengan pupuk banyaknya seimbang. Perbandingan 1 : 1 ini berlaku untuk pupuk kandang yang sudah siap pakai atau matang. Sedangkan untuk pupuk kandang yang belum cukup matang, maka kita menggunakan perbandingan 1 : 2. Artinya, tanah yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila dibandingkan dengan banyaknya pupuk alami. Sebelum dimasukkan ke dalam pot, kedua bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru kemudian dimasukkan ke dalam pot.

4. Setelah semua siap, selanjutnya yaitu cara menanam yang tepat. Benih kencur ditanam kira-kira sedalam 5 - 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman kencur tersebut. Cara ini berlaku untuk penanaman kencur baik di halaman rumah, pekarangan, kebun, atau di dalam pot. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman kencur yang ditanam di halaman rumah, pekarangan, atau kebun adalah 15 cm × 15 cm. Sedangkan untuk penanaman kencur di dalam pot, setiap satu pot ditanami satu benih kencur. Ukuran pot yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan tanaman kencur yang nantinya akan tumbuh. Jika kita menginginkan hasil rimpang kencur yang besar, maka sebaiknya pot yang digunakan juga berukuran besar.

Perawatan Kencur

1. Tanaman kencur yang telah kita tanam dengan susah payah sebaiknya diusahakan agar selalu mendapat penyinaran cahaya matahari yang cukup dan diletakkan di tempat terbuka.

2. Pada musim kemarau sebaiknya kita menyiram tanaman ini sehari 2 kali, yaitu pagi dan sore. Pada musim penghujan kita cukup menyiram tanaman ini dengan seperlunya. Jangan menyiram tanaman ini secara berlebihan, karena hal tersebut dapat menyebabkan kebusukan pada akar atau rimpang kencur.

3. Tempat atau lingkungan sekitar dimana tanaman kencur tersebut tumbuh harus selalu dijaga kebersihannya termasuk dari tanaman liar, kotoran, atau sampah apa pun yang sifatnya mengganggu pertumbuhan tanaman kencur tersebut.

Pemanenan Kencur

1. Kencur untuk dikonsumsi atau untuk digunakan sebagai obat-obatan dapat dipanen setelah menginjak usia 6 - 10 bulan. Tetapi, berbeda dengan jahe, waktu panen kencur dapat ditunda sampai musim berikutnya, bahkan sampai tiga tahun. Dalam kondisi demikian tidak ada efek yang buruk terhadap mutu rimpang, bahkan produksinya akan bertambah, hanya ukuran rimpang semakin kecil.

2. Sedangkan kencur yang digunakan untuk pembudidayaan ulang atau sebagai benih, kencur baru dapat dipanen setelah menginjak umur 10 - 12 bulan. Untuk kencur dari pertanaman di atas 1 tahun, kurang baik untuk benih. Oleh sebab itu, jika memang benar-benar menginginkan hasil benih yang bagus sebaiknya rimpang untuk benih dipanen pada umur 10 - 12 bulan.

Khasiat

Dari keseluruhan tanaman kencur ini, bagian yang banyak digunakan sebagai obat-obatan adalah akar atau rimpang kencur. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk daun kencur juga bisa digunakan sebagai obat. Rimpang kencur ini mengandung saponin, flavonoida, polifenol, cin- eol, etil sinnamat, asam methyl, kaneel, pentadekaan, dan minyak atsiri kaempferia. Kandungan-kandungan inilah yang berkhasiat sebagai obat bengkak, bisul, encok otot, keseleo, lelah, batuk, sakit kepala, mata pegal, sakit perut, kembung, mual, radang lambung, mengeluarkan keringat, penambah nafsu makan, infeksi bakteri, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, radang anak telinga, influenza pada bayi, menghilangkan darah kotor, memperlancar haid, dan asma.

Cara Penggunaan

1. Untuk Obat Radang Lambung

Bahan:

Kencur 2 jari.

Cara membuat:

Kencur dicuci dan dikuliti sampai bersih. Kemudian dikunyah dan

ditelan airnya. Lalu minum satu gelas air putih. Lakukan sembuh.

sampai

2.

Kencur dicuci dan dikuliti Kencur 2 jari. kencur dikunyah dan ditelan airnya Cara membuat obat
Kencur dicuci
dan dikuliti
Kencur 2 jari.
kencur dikunyah dan
ditelan airnya
Cara membuat obat radang lambung
Sumber: Dokumen Penerbit
Untuk Obat Radang Hidung
Bahan:
Kencur 2 jari
Pala ½ biji buah
Cara membuat:
Kencur dicuci
ditumbuk halus
Kencur 2 jari.
dan dikuliti
diole-ples
di
sekitar hidung
ditambah
2sendok air
hangat dengan
1/2 biji pala

Kedua bahan tersebut dicuci hingga bersih dan ditumbuk halus, lalu tambahkan 2 sendok air hangat campur dengan 1/2 biji pala. Kemudian dioles-oleskan di seputar hidung.

Cara membuat obat radang hidung

Sumber: Dokumen Penerbit

3.

Untuk Obat Masuk Angin

Bahan:

Kencur 1 jari

Garam secukupnya

Cara membuat:

Kencur dicuci dan dikuliti hingga bersih. Kemudian kencur dimakan dengan garam secukupnya. Setelah itu minum 1 gelas air putih. Lakukan 2 kali sehari.

4.

Kencur 1 jari. dan garam secukupnya dimakan dengan garam dibersihkan dikuliti Cara membuat obat masuk
Kencur 1 jari. dan garam
secukupnya
dimakan dengan
garam
dibersihkan
dikuliti
Cara membuat obat masuk angin
Sumber: Dokumen Penerbit
Untuk Obat Sakit Kepala
Bahan:
Daun kencur 2 - 3 lembar
Cara membuat:
daun kencur 3 lembar
dioles di
dahi
ditumbuk sampai halus

Daun kencur ditumbuk sampai halus, kemudian dioles-oleskan (sebagai kompres) pada dahi.

Cara membuat obat sakit kepala

Sumber: Dokumen Penerbit

5.

Untuk Obat Batuk

Bahan:

Kencur 1 jari

Garam secukupnya

Cara membuat:

Kencur dicuci hingga bersih dan diparut. Kemudian tambahkan 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring terlebih dahulu sebelum diminum. Setelah itu diminum dengan menambahkan garam secukupnya.

Kencur 1 jari. dan garam secukupnya tambah garam sedikit dan diminum kencur dicuci kencur diparut
Kencur 1 jari. dan garam
secukupnya
tambah garam sedikit
dan diminum
kencur dicuci
kencur diparut
diperas dan disaring

Cara membuat obat batuk

Sumber: Dokumen Penerbit

6. Untuk Obat Diare

Bahan:

Kencur 2 jari

Garam secukupnya

Cara membuat:

Kencur dicuci hingga bersih dan diparut. Kemudian tambahkan 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring terlebih dahulu sebelum

dioleskan. Setelah itu barulah dapat dioles-oleskan pada bagian perut sebagai bedak.

7.

kencur 2 jari kencur dicuci diparut dan bersih dimasukkan ke air hangat diperas dioleskan kebagian
kencur 2 jari
kencur dicuci
diparut
dan
bersih
dimasukkan ke
air hangat
diperas
dioleskan
kebagian
perut
Cara membuat obat diare
Sumber: Dokumen Penerbit
Untuk Obat Mata Pegal
Bahan:
Kencur 1 jari
Cara membuat:
dicuci
bersih
di potong
kencur 1
2 bagian
jari
permukaan yang
halus dioleskan ke
pelupuk mata

Kencur dicuci sampai bersih dan dibelah menjadi 2 bagian, permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok-gosok pelupuk mata.

Cara membuat obat mata pegal

Sumber: Dokumen Penerbit

5 Kunyit
5
Kunyit

Tanaman kunyit. sebagai tanaman obat keluarga

Sumber: Dokumen Penerbit

Tanaman kunyit ini memiliki beberapa sinonim antara lain Curcuma longa Linn, Curcuma domestica Rumph, Curcuma longa Auct. Untuk nama ilmiah dari tanaman kunyit ini yang biasanya umum dipakai adalah Curcuma domestica Val. Tanaman kunyit merupakan salah satu tanaman obat yang potensial. Selain sebagai obat-obatan alami, kunyit juga dipakai sebagai bumbu dapur dan zat pewarna alami. Kunyit juga merupakan jenis tanaman yang sering kita jumpai dibeberapa masakan khas Indonesia

Toga Edisi Khusus Bumbu Dapur

35

antara lain, seperti kare ayam, opor ayam, sayur lodeh, rendang daging, gulai kambing, dan lain-lain. Habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia dan Afrika.

Kunyit (Curcuma Domestica Val) 1. Curcuma longa Linn 2. Curcuma domestica Rumph 3. Curcuma longa
Kunyit (Curcuma
Domestica Val)
1. Curcuma longa Linn
2. Curcuma domestica
Rumph
3. Curcuma longa Auct
Manfaatnya
1. Sebagai bumbu dapur
2. Warna alami
3. Obat-obatan

Kunyit. Nama Ilmiah dan manfaat

Sumber: Dokumen Penerbit

Deskripsi Tanaman

Kunyit adalah termasuk tanaman semak dan tingginya sekitar 70 cm. Berbatang semu, basah yang dibentuk dari pelepah daun, membentuk rimpang, tegak, bulat, berwarna hijau kekuningan. Tanaman ini berdaun tunggal, lanset memanjang, helai daun tiga sampai delapan, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 20 - 40 cm, lebar 8 - 12,5 cm, pertulangan menyirip, dan berwarna hijau pucat. Bunganya majemuk, berwarna putih sampai kuning muda, berambut, bersisik, panjang tangkai 16 - 40 cm, panjang mahkota sekitar 3 cm, lebar sekitar 1,5 cm, mahkota berwarna kuning, kelopak silindris, bercangap tiga, tipis, pangkal daun pelindung pulih, dan berwarna ungu. Akar atau rimpang kunyit berserabut, berwarna kuning jingga, kuning jingga kemerahan sampai kuning jingga kecoklatan. Rimpang terdiri dari rimpang induk dan anak rimpang, rimpang induk berbentuk bulat telur, disebut empu atau kunir lelaki. Anak rimpang letaknya lateral dan bentuknya seperti jari, panjang rimpang 2 - 10 cm, diameter 1 - 2 cm.

Jenis Daun Berdaun tunggal Jenis Batang Berbatang semu Tinggi = 70 cm Ciri-ciri Kunyit 1.

Jenis Daun

Berdaun tunggal

Jenis Daun Berdaun tunggal Jenis Batang Berbatang semu Tinggi = 70 cm Ciri-ciri Kunyit 1. Induk

Jenis Batang

Berbatang semu

Daun Berdaun tunggal Jenis Batang Berbatang semu Tinggi = 70 cm Ciri-ciri Kunyit 1. Induk dan
Daun Berdaun tunggal Jenis Batang Berbatang semu Tinggi = 70 cm Ciri-ciri Kunyit 1. Induk dan
Daun Berdaun tunggal Jenis Batang Berbatang semu Tinggi = 70 cm Ciri-ciri Kunyit 1. Induk dan
Daun Berdaun tunggal Jenis Batang Berbatang semu Tinggi = 70 cm Ciri-ciri Kunyit 1. Induk dan
Daun Berdaun tunggal Jenis Batang Berbatang semu Tinggi = 70 cm Ciri-ciri Kunyit 1. Induk dan
Tinggi = 70 cm
Tinggi = 70 cm

Ciri-ciri Kunyit

1. Induk dan anak berbentuk lonjong

2. ompu atau kunir lelaki

3. Panjang 2 - 10 cm

4. Diameter 1 - 2 cm

Pohon kunyit. deskripsi tanaman

Sumber: Dokumen Penerbit

Taksonomi

Tanaman kunyit diklasifikasikan ke dalam:

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledonae

Bangsa : Zingibe rales

Suku : Zingiberaceae

Marga : Curcuma

Jenis : Curcuma domestica Val

Tanaman kunyit mempunyai nama yang beragam. Di tiap-tiap daerah yang tersebar di seluruh Indonesia, tanaman kunyit terkenal dengan nama-nama daerah sebagai berikut : Kakunye (Enggano), Kunyet (Adoh), Kuning (Gayo), Kunyet (Alas), Hunik (Batak), Odil (Simalur), Undre (Nias), Kunyit (Lampung), Kunyit (Melayu), Kunyir (Sunda), Kunir (Jawa Tengah), Temo koneng (Madura), Kunit (Banjar), Henda (Ngayu), Kunyit (Olon Manyan), Cahang (Dayak Panyambung), Dio (Panihing), Kalesiau (Kenya), Kunyit (Tidung), Kunyit (Sasak), Huni (Bima), Kaungi (Sumba Timur), Kunyi (Sumba Barat), Kewunyi (Sawu), Koneh (Flores), Kuma (Solor), Kumeh (Alor), Kunik (Roti), Hunik kunir (Timor), Uinida (Talaud), Kuni (Sangir), Alawaha (Gorontalo), Kolalagu (Buol) Pagidon (Toli-toli) Kuni (Toraja), Kunyi (Ujungpandang) Kunyi (Selayar) Unyi (Bugis), Kuni (Mandar), Kurlai (Leti), Lulu malai (Babar), Ulin (Tanimbar), Tun (Kayi), Unin (Ceram), Kunin (Seram Timur), Unin (Ambon), Gurai (Halmanera), Garaci (Ternate), Rame (Kapaur), Kandeifa (Nufor), Nikwai (Windesi), Mingguai (Wandamen), Yaw (Arso).

Cara Budidaya

Persiapan Benih Kunyit

1. Untuk persiapan benih kunyit yang bagus, sebenarnya prosesnya hampir sama dengan persiapan benih untuk tanaman jahe. Oleh sebab

itu langkah-langkah yang dilakukan juga akan sama. Akar atau rimpang kunyit secara umum dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu rimpang induk yang berukuran besar dan rimpang anak yang berukuran lebih kecil. Kedua bagian rimpang tersebut dapat digunakan sebagai bahan benih, yang terpenting adalah rimpang tersebut cukup tua. Akar atau rimpang yang akan kita gunakan untuk benih kunyit harus berumur minimal 10 bulan. Ciri-ciri rimpang tua antara lain kandungan serat tinggi dan kasar, kulit licin dan keras, tidak mudah mengelupas, warna kulit mengkilat menampakkan tanda bernas, dan rimpang yang dipilih untuk dijadikan benih sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata tunas.

2. Sebelum ditanam, rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemaikan, yaitu menghamparkan rimpang di tempat yang teduh atau di dalam ruangan yang lembab dan tidak ditumpuk. Untuk itu, biasanya menggunakan wadah atau rak-rak yang terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. Selama penyemaian, sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari sesuai kebutuhan untuk menjaga kelembaban rimpang. Jika rimpang sudah memunculkan tunas dengan tinggi kira-kira 0,5 - 1 cm, maka ini merupakan tanda bahwa rimpang siap ditanam di halaman rumah atau di dalam pot. Rimpang-rimpang ini selanjutnya dapat beradaptasi secara langsung dan cepat serta tidak mudah rusak. Penyemaian ini juga bertujuan agar diperoleh tanaman yang tumbuh seragam atau serempak.

Penanaman Kunyit

1. Langkah pertama adalah mengolah tanah. Tanah dibersihkan dari rumput liar dan sampah yang sifatnya dapat mengganggu pertumbuhan kunyit. Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa dengan cara menggarpu dan mencangkul agar tanah yang hendak ditanami kunyit menjadi gembur.

2. Sebagai nutrisi tanaman, kita bisa menggunakan pupuk kandang sapi atau domba yang sudah masak. Namun, jika kita hendak menanam kunyit dalam pot, sebaiknya kita menggunakan perbandingan 1 : 1. Artinya, antara tanah dengan pupuk banyaknya seimbang.

Perbandingan 1 : 1 ini berlaku untuk pupuk alami yang sudah siap pakai atau matang. Sedangkan untuk pupuk alami yang belum cukup matang, maka kita menggunakan perbandingan 1 : 2. Artinya, tanah yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila dibandingkan dengan banyaknya pupuk alami. Sebelum dimasukkan ke dalam pot, kedua bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru kemudian dimasukkan ke dalam pot.

3. Setelah semua siap, selanjutnya yaitu cara menanam yang tepat. Benih kunyit ditanam kira-kira sedalam 5 - 7 cm dengan tunas meng- hadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertum- buhan. Cara ini berlaku untuk penanaman kunyit di halaman rumah, pekarangan, kebun, atau di dalam pot. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman kunyit yang ditanam di halaman rumah, pekarangan, atau kebun adalah 40 cm × 40 cm. Sedangkan untuk penanaman kunyit di dalam pot, setiap satu pot ditanami satu benih kunyit.

Perawatan Kunyit

1. Setelah kita menanam kunyit, agar jerih payah kita tidak menjadi sia- sia, maka selanjutnya tanaman kunyit ini harus benar-benar kita rawat. Caranya, tanaman Kunyit yang telah kita tanam sebaiknya diusahakan agar selalu mendapat penyinaran cahaya matahari yang cukup.

2. Pada musim kemarau sebaiknya kita menyiram tanaman kunyit ini sehari 2 kali, yaitu pagi dan sore. Pada musim penghujan kita cukup menyiram tanaman ini dengan seperlunya. Jangan menyiram tanaman ini secara berlebihan, karena hal tersebut dapat menyebabkan kebusukan pada akar atau rimpang kunyit.

3. Tempat atau lingkungan sekitar dimana tanaman kunyit tersebut tumbuh harus selalu dijaga kebersihannya termasuk dari tanaman liar, kotoran, atau sampah apa pun yang sifatnya mengganggu pertumbuhan tanaman kunyit tersebut.

Pemanenan Kunyit

1. Panen dilakukan dengan cara menggali dan mengangkat rimpang secara seluruhan.

2.

Tanaman kunyit sudah bisa kita panen bila sudah menginjak umur 10 - 12 bulan setelah tanam. Tanda-tandanya biasanya daun mulai luruh atau mengering.

3. Atau tanaman kunyit dapat pula dipanen pada umur 20 - 24 bulan setelah tanam.

Khasiat

Dari keseluruhan tanaman kunyit, yang banyak dimanfaatkan sebagai obat adalah akar atau rimpang kunyit. Rimpang ini bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan alami seperti obat radang hidung, menurunkan tekanan darah, penurun panas, cacing, demam, asma, penambah darah, sakit perut, penyakit hati, karminatif, gatal-gatal, gigitan serangga, diare, rematik, tifus, usus buntu, sakit keputihan, haid tidak lancar, perut mulas saat haid, memperlancar ASI, amandel, berak lendir, morbili, cangkrang (Waterproken), dan diabetes mellitus. Hal ini, disebabkan karena akar atau rimpang kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat. Biasanya disebut sebagai kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetok- sikurkumin, bisdemetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya seperti minyak atsiri atau volatil oil, resin, oleoresin, keton sesquiterpen, turmeron, tumeon, zingiberen, felandren, sabinen, borneol, sineil, lemak, karbohidrat, protein, pati, vitamin C, garam-garam mineral, zat besi, fosfor, dan kalsium. Zat warna kuning atau kurkumin dimanfaatkan sebagai pewarna untuk makanan manusia dan ternak.

Cara Penggunaan

1. Untuk obat demam

Bahan:

Kunyit 20 gr.

Cara membuat:

Bahan dicuci bersih lalu diparut, kemudian tambahkan ½ gelas air matang kemudian diperas. Hasil perasan disaring baru setelah itu diminum sehari 2 kali sama banyak pagi dan sore.

2.

kunyit 20 g diminum kunyit dicuci diparut dan ditambah air lalu disaring Cara membuat obat
kunyit 20 g
diminum
kunyit dicuci
diparut dan ditambah
air lalu disaring
Cara membuat obat demam
Sumber: Dokumen Penerbit
Untuk Obat Diabetes Mellitus
Bahan:
Kunyit 3 jari.
Garam ½ sendok teh.
Cara membuat:
kunyit 3 jari
diminum 2 kali
seminggu 1/2
gelas
kunyit dicuci dan direbus 1 liter air
kunyit diperas lalu
disaring

Kunyit dicuci sampai bersih, kemudian kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, setelah dingin kemudian disaring. Diminum 2 kali seminggu ½ gelas.

Cara membuat obat diabetes mellitus

Sumber: Dokumen Penerbit

3.

Untuk Obat Usus Buntu

Bahan:

Kunyit 1 jari.

Jeruk nipis 1 buah.

Gula aren 1 potong.

Garam secukupnya.

Cara membuat:

Kunyit dicuci sampai bersih lalu diparut. Setelah itu hasil parutan kunyit diperas dan tambahkan juga perasan jeruk nipis, kemudian dicampur dengan bahan yang lain seperti gula aren dan garam. Lalu diseduh dengan 1 gelas air panas, setelah dingin kemudian disaring. Diminum setiap pagi setelah makan, secara teratur.

kunyit dicuci kunyit diparut diperas dan diminumsetiap pagi setelah makan ditambah perasan jeruk nipis, gula
kunyit dicuci
kunyit diparut
diperas dan diminumsetiap
pagi setelah makan
ditambah perasan
jeruk nipis, gula
dan garam

Cara membuat obat usus buntu

Sumber: Dokumen Penerbit

4. Untuk Obat Perut Mulas pada Saat Haid

Bahan:

Kunyit 1 jari

Jahe 1 jari

Kencur ½ jari

Jeruk nipis 1 buah

Garam secukupnya

Gula secukupnya

Cara membuat:

Semua bahan tersebut dicuci hingga bersih dan diparut untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk nipis. Setelah itu diseduh dengan ½ gelas air panas dan disaring. Tambahkan garam dan gula secukupnya. Obat ini diminum pada hari pertama saat haid.

kunyit, jeruk nips, garam, dan gula diseduh dengan 1/2 gelas. Lalu disaring. diminum saat hari
kunyit, jeruk nips, garam, dan gula
diseduh dengan 1/2 gelas. Lalu
disaring.
diminum
saat
hari
pertama haid

Cara membuat obat perut mulas pada saat haid

Sumber: Dokumen Penerbit

5. Untuk Obat Memperlancar ASI

Bahan:

Kunyit 1 jari

Cara membuat:

Kunyit dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus. kemudian dioles-oleskan sebagai kompres diseputar buah dada. Lakukan 1 kali setiap 2 hari.

6.

dibersihkan ditumbuk dan dioleskan pada bagian buah dada kunyit 1 jari Cara membuat obat memperlancar
dibersihkan
ditumbuk dan dioleskan pada
bagian buah dada
kunyit 1 jari
Cara membuat obat memperlancar ASI
Sumber: Dokumen Penerbit
Untuk Obat Amandel
Bahan:
Kunyit 1 jari
Jeruk nipis 1 buah
Madu 2 sendok makan
Cara membuat:
kunyit, jeruk
nipis,
dan
madu
diminum 2 hari
sekali
kunyit diperas
kunyit dicuci
dan dicampur
jeruknipis,
madu
kunyit diparut

Kunyit dicuci sampai bersih lalu diparut dan diperas untuk diambil airnya, tambahkan perasan jeruk nipis, kemudian dicampur dengan madu dan ½ gelas air hangat, dan diaduk sampai merata. Setelah dingin disaring. Diminum secara teratur 2 hari sekali.

Cara membuat obat amandel

Sumber: Dokumen Penerbit

6

Penutup

Kalian semua pasti sedang sibuk berkenalan dengan tanaman- tanaman obat keluarga, mulai dari deskripsi tanaman, taksonomi, berbudidaya tanaman obat keluarga (TOGA), khasiat apa saja yang terkandung di dalamnya, dan pada akhirnya kita dapat tahu cara penggunaan. Bagaimana? Mudah bukan?

Mudah pastinya jika kita bersungguh-sungguh belajar menanam dan memanfaatkan tanaman obat tersebut. Itulah bumbu-bumbu dapur yang sering kita jumpai di dapur ketika kita sedang membantu ibu memasak. Ternyata kita baru tahu bahwa bumbu-bumbu dapur selain digunakan untuk bahan baku memasak, ternyata juga dapat digunakan sebagai obat-obatan.

Nah…bagi kalian yang belum mencoba, cepat coba, karena selain berguna untuk orang lain dan diri kita sendiri nantinya, dengan membudidayakan tanaman obat kita juga akan mendapatkan pengalaman baru, pengetahuan baru yang seru dan menyenangkan.

Foto Budidaya Tanaman Jahe

baru yang seru dan menyenangkan. Foto Budidaya Tanaman Jahe Penanaman benih jahe dan pemisahan dari pot
baru yang seru dan menyenangkan. Foto Budidaya Tanaman Jahe Penanaman benih jahe dan pemisahan dari pot

Penanaman benih jahe dan pemisahan dari pot

Sumber: Dokumen Penerbit

Penanaman tanaman jahe, penandaan dan panen Sumber : Dokumen Penerbit penandaan tanaman panen tanaman Toga

Penanaman tanaman jahe, penandaan dan panen

Sumber: Dokumen Penerbit

penandaan tanaman
penandaan tanaman
jahe, penandaan dan panen Sumber : Dokumen Penerbit penandaan tanaman panen tanaman Toga Edisi Khusus Bumbu
panen tanaman
panen tanaman

Foto Budidaya Tanaman Kunyit

kunyit
kunyit
yang sudah siap di panen
yang
sudah
siap di
panen

tanaman

Tanaman Kunyit kunyit yang sudah siap di panen tanaman Penanaman tanaman kunyit Sumber : Dokumen Penerbit

Penanaman tanaman kunyit

Sumber: Dokumen Penerbit

tanaman Penanaman tanaman kunyit Sumber : Dokumen Penerbit akar tanaman dari pot siap untuk di tanam
tanaman Penanaman tanaman kunyit Sumber : Dokumen Penerbit akar tanaman dari pot siap untuk di tanam

akar tanaman dari pot siap untuk di tanam di tempat terbuka

Sumber : Dokumen Penerbit akar tanaman dari pot siap untuk di tanam di tempat terbuka 48
Sumber : Dokumen Penerbit akar tanaman dari pot siap untuk di tanam di tempat terbuka 48

Daftar Pustaka

Mukhlizah, Fauziah. 2002. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta: Penebar Swadaya.

Tim PPLH. Melestarikan Tanaman Obat. Mojokerto: PPLH Seloliman, Universitas Widya Mandala Surabaya, Darwin Initiative, Field Study Council.

Sanadi. 2006. Toga Solusi Alternatif. PPLH Seloliman.

Tim LIPI. 1980. Tumbuhan Obat. Jakarta: Balai Pustaka.

Isnandar, H.W. 2005. Kumpulan 1001 Ramuan Obat Tradisional Indone- sia. Mojokerto: Dayang Sumbi.

Daftar Kata (Index)

Aroma

25

Budibaya

3, 4, 6, 9, 46

Deskripsi

6, 7, 8 , 9, 15, 16, 25, 26, 36, 37

Khasiat

3, 12, 19, 30, 41

Nama imiah

Nutrisi

6, 14, 24, 35

11, 18, 28, 39

Obat amandel 45

Obat asma

20

Obat batuk

33

Obat cacingan 21 Obat demam 41 Obat diabetes mellitus 42 Obat diare 33 Obat masuk angin 32 Obat mata pegal 34

Obat memperlancar ASI 44, 45 Obat pelega perut 23 Obat perut mulas saat haid 43, 44

Obat pilek

Obat radang hidung 31

Obat radang lambung Obat rematik 13 Obat sakit kepala 32 Obat usus buntu 43

21, 22

30, 31

Penyemaian

10, 17, 39

Rimpang 17, 27, 28, 29, 30, 36, 39, 40, 41

Taksonomi

4, 6, 7, 17, 27, 38

Toga

1, 2, 46