Anda di halaman 1dari 61

Sofyan Firdaus

Toga
Edisi Khusus Tanaman Liar
TOGA Edisi Khusus Tanaman Liar
ISBN: 978-602-8578-29-5

Penulis
Sofyan Firdaus

Penyunting
Solichuddin Fanani

Pewajah Isi
Taufik Hidayat

Pewajah Sampul
Malikul Falah

Font yang Digunakan


Helvetica, LibreSemiSerif SSK

Cetakan 1
Maret 2009

Penerbit:
RICARDO
Jl. Raya Pasar Minggu No. 8B Jakarta Selatan 12510
Telp. 021-7982056-58, 7901467 Fax. 021-7982055

2009 © Hak cipta dilindungi oleh undang-undang


Dilarang keras mengutip, menjiplak atau memfotokopi baik sebagian atau
keseluruhan isi buku ini serta memperjualbelikannya tanpa izin tertulis dari
RICARDO
Kata Pengantar

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan dengan tujuan


agar manusia memperoleh informasi dan pengetahuan, serta keterampilan
(skill). Bentuk usaha sadar yang nyata saat ini berupa kegiatan
pembelajaran di sekolah-sekolah.
Buku ini merupakan suatu media pendidikan tentang lingkungan hidup
dan life skill untuk anak pada khususnya dan pembaca lain pada umumnya,
dengan tujuan mempermudah proses dari pendidikan. Buku ini disajikan
dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Selain itu,
dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, sehingga mudah dipahami.
Tujuan penyusunan buku ini agar generasi muda di negeri ini
khususnya dan setiap orang umumnya memiliki pengetahuan tentang
lingkungan hidup yang berimbas lahirnya suatu kepedulian terhadap
lingkungan sekitar. Selain itu, diharapkan memiliki keterampilan, kreatifitas,
dan keinginan berkreasi memanfaatkan apa yang ada di alam sekitar
dengan bijak dan memperhatikan kelestarian lingkungan.
Semoga buku ini bermanfaat.

Jakarta, Maret 2009

Penerbit

Kata Pengantar iii


iv Toga Edisi Khusus Tanaman Liar
Daftar Isi

Kata Pengantar iii


Daftar Isi v

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) 1

Sambiloto 4

Urang-Aring 12

Kumis Kucing 22

Jarak 29

Gendola 39

Penutup 49

Daftar Ilustrasi Pengobatan 51

Daftar Pustaka 54

Daftar Isi v
vi Toga Edisi Khusus Tanaman Liar
1 TOGA (Tanaman Obat Keluarga)

Gambar Toga - Tanaman liar Sumber : www.deptan go.id

Semoga kita semua tidak merasa bosan ketika membaca atau


mendengar kata Toga. Memang demikianlah kenyataannya. Dulu,
seolah-olah Toga telah lama ditinggalkan dan jarang sekali orang
membicarakannya. Tapi, kini Toga merupakan bagian dari usaha
pemerintah untuk menyehatkan dan menyejahterakan masyarakat.
Toga menjadi sarana kesehatan yang relatif murah, aman, dan
bermanfaat. Nah…apa yang kita pelajari selama ini tentang Toga
tidak sia-sia bukan?

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) 1


Kali ini, kita tidak akan membicarakan lagi apa deskripsi Toga
atau apa kepanjangan dari Toga, tapi kita akan lebih belajar ke arah
penerapan Toga di dalam kehidupan sehari-hari. Toga atau
kepanjangan dari tanaman obat keluarga merupakan tanaman yang
dibudidayakan di halaman rumah, kebun, taman, atau pekarangan,
yang kesemuanya itu adalah bertujuan untuk mencukupi kebutuhan
akan kesehatan dari suatu keluarga itu sendiri. Tentu saja tanaman
yang ditanam ini adalah tanaman-tanaman yang berkhasiat obat atau
dengan kata lain apotik hidup. Wah kosa kata baru ini! Catat baik-
baik ya! Apotik hidup! Ok!
Sampai mana tadi? Sampai hampir lupa! Oh ya, apotik hidup!
Tanaman yang dikategorikan ke dalam tanaman apotik hidup ini
harus mempunyai syarat antara lain :
1. Berkhasiat sebagai obat.
2. Benihnya mudah didapat.
3. Tidak memerlukan perlakuan khusus dalam penanaman.
4. Termasuk tanaman yang mudah tumbuh.
5. Dan bukan tergolong tanaman yang berbahaya atau beracun.
Inilah beberapa syarat yang perlu diperhatikan. Tanaman apa ya,
yang kira-kira benihnya mudah didapat, tidak perlu mendapat perlakuan
khusus dalam penanamannya, tapi tanaman tersebut mudah tumbuh.
Nah… apa lagi jawabannya kalau bukan tanaman liar. Oleh sebab itu
tema yang kita pelajari bersama-sama kali ini adalah tanaman liar.
Eit…tunggu dulu! Jangan salah, tanaman liar ini juga berkhasiat
sebagai obat yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan serta
menyembuhkan beberapa penyakit.
Inilah jenis tanaman yang kira-kira cukup mudah dalam
membudidayakannya. Tanaman liar mempunyai daya adaptasi yang
lumayan tinggi bila dibandingkan dengan tanaman-tanaman lainnya
seperti tanaman hias. Buktinya kita sering menjumpai tanaman-
tanaman liar ini tumbuh dimana-mana, misalnya beluntas, ciplukan,
brotowali, urang-aring, boroco, calincing, alang-alang, dan masih
banyak lagi yang lainnya. Tanaman-tanaman liar ini biasanya tumbuh
di pinggir-pinggir jalan, di tepi-tepi sungai, di lahan kosong, dan di
pinggiran sawah. Bahkan jangan heran, karena saat ini kita dapat

2 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


pula menjumpai tanaman liar yang sudah ditanam di halaman rumah
dan ada pula yang ditanam di dalam pot kemudian dimasukkan ke
dalam rumah untuk dipakai sebagai penghias rumah. Ada beberapa
yang pada awalnya adalah tanaman liar, tetapi kemudian
dikembangkan menjadi tanaman hias misalnya seperti suji, kumis
kucing, dan sebagainya.
Menarik bukan? Baiklah, kita kembali lagi ke permasalahan
semula! Agar kita tidak kesulitan dalam membudidayakan tanaman-
tanaman obat yang kita inginkan, maka kita kali ini akan memilih
tanaman liar sebagai tanaman yang kita coba untuk kita tanam di
halaman rumah, taman, kebun, pekarangan, atau pun di dalam pot.
Supaya kita paham betul bahwa tanaman yang akan kita tanam ini
merupakan jenis tanaman berkhasiat obat, maka terlebih dahulu kita
harus mengenal tanaman-tanaman liar tersebut. Caranya adalah
dengan memastikan deskripsi tanaman, taksonomi tanaman, dan
kandungan-kandungan apa saja yang terdapat dalam tanaman liar
tersebut. Setelah itu jika semua dapat benar-benar dipastikan, maka
selanjutnya adalah tinggal bagaimana kita mengolah tanaman
tersebut agar menjadi tanaman liar tetapi yang benar-benar berkhasiat
sebagai obat.

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) 3


2 Sambiloto

Gambar Tanaman liar - Sambiloto Sumber : www.deptan go.id

Tanaman sambiloto memiliki nama ilmiah Andrographis


paniculata (Burm. f.) Nees. Tempat asal tanaman sambiloto ini belum
diketahui dengan pasti, namun diperkirakan bahwa tanaman ini
berasal dari Asia tropic. Tanaman sambiloto ini bisa banyak
ditemukan di Malaysia, Filipina, India dan Indonesia. Tanaman
sambiloto tumbuh liar di berbagai habitat di tempat-tempat terbuka,
seperti di hutan, kebun, pinggiran sawah, tepi sungai, tanah kosong
yang agak lembap, atau di pekarangan. Tumbuh di dataran rendah
sampai ketinggian 700 m di atas permukaan air laut.

4 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Deskripsi Tanaman

Gambar Gambar Tanaman sambiloto-deskripsi tanaman Sumber : www.deptan go.id

Tergolong tanaman terna semusim, tinggi 50 - 90 cm. Sambiloto


memiliki batang berkayu disertai banyak cabang (monopodial), jika
sudah tua berbentuk bulat dan jika masih muda berbentuk segi empat
(kwadrangularis) dengan nodus yang membesar, berwarna hijau.
Daunnya tunggal, bertangkai pendek, letak berhadap-hadapan,
bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, dengan
tepi rata (integer) dan permukaannya halus, permukaan atas hijau
tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2 - 8 cm, lebar 1 - 3 cm, dan
pertulangan daun menyirip panjang. Perbungaan rasemosa yang
bercabang membentuk malai, keluar dari ujung batang atau ketiak
daun. Bunganya majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun dan di ujung
batang, kelopak lanset, berbagi lima, pangkal berlekatan dan
berwarna hijau, benang sari dua, bulat panjang, kepala sari bulat
dan berwarna ungu, putik pendek, kepala putik berwarna ungu
kecoklatan, mahkota lonjong, pangkal berlekatan, ujung pecah
menjadi empat, bagian dalam putih bernoda ungu, bagian luar
berambut merah. Buahnya kapsul berbentuk jorong, panjang sekitar
1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal dan ujung tajam, tengah beralur, masih
muda berwarna hijau setelah sudah tua dan bila masak akan pecah
membujur menjadi 4 keping biji gepeng, kecil-kecil, warnanya cokelat
muda. Tanaman ini berakar tunggang dan berwarna putih kecoklatan.

Sambiloto 5
Taksonomi :
Tanaman sambiloto diklasifikasikan ke dalam :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Solanales
Suku : Acanthaceae
Marga : Andrographis
Jenis : Andrographis paniculata Nees
Tanaman sambiloto ini di beberapa daerah di wilayah Indone-
sia dikenal dengan berbagai macam nama seperti Sambilata (Melayu),
Pepaitan (Maluku), ki oray atau ki peurat (Jawa Barat), bidara, takilo,
sambiloto (Jawa Tengah dan Jawa Timur), pepaitan atau ampadu
(Sumatera).

Cara Budidaya :
Persiapan benih sambiloto
1. Supaya dapat menghasilkan tanaman sambiloto yang baik, maka
perlu adanya pembenihan yang baik pula. Pembenihan yang
baik dapat dilakukan secara generatif dengan menggunakan biji
atau pun secara vegetatif dengan menggunakan stek batang.
Untuk pembenihan dari biji dapat dilakukan dengan cara
merendam biji sambiloto terlebih dahulu selama kurang lebih 24
jam. Setelah direndam sebaiknya biji-biji tersebut dikeringkan.
2. Atau benih sambiloto dapat juga diperoleh dari setek batang.
Untuk pembenihan sambiloto dengan cara ini, usahakan batang
yang diambil adalah 3 ruas dari pucuk tanaman yang sudah
berumur 1 tahun.

Penanaman Sambiloto
1. Jika ditanam di kebun, pekarangan, atau halaman rumah, maka
hal yang perlu dilakukan adalah mengolah tanah. Tanah
dibersihkan dari rumput liar dan sampah yang sifatnya dapat

6 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


mengganggu pertumbuhan sambiloto. Pengolahan tanah
dilakukan sedemikian rupa dengan cara menggarpu dan
mencangkul agar tanah yang hendak ditanami sambiloto menjadi
gembur.
2. Jika ditanam di dalam pot, maka hal yang perlu dilakukan adalah
menyediakan pot dengan media tanam campuran dari tanah,
pasir, dan pupuk kandang yang sudah matang. Usahakan
campuran ini menggunakan perbandingan 1 : 1 : 1.
3. Kemudian pada saat awal penanaman, benih sambiloto baik itu
berasal dari biji atau pun dari stek sebaiknya disiram 2 kali sehari,
yakni pagi dan sore hari, dan tempat awal penanaman sambiloto
harus mendapat cukup naungan.
4. Untuk benih sambiloto yang berasal dari biji, tunas akan muncul
setelah memasuki hari ke-7 dan akan tumbuh 5 helai daun.
Sedangkan, benih stek akan tumbuh 5 helai daun setelah
berumur 15 hari. Benih dari setek umumnya akan lebih cepat
berbunga dibandingkan benih dari biji.
5. Setelah tumbuh 5 helai daun, sebaiknya sambiloto tetap di
tempatkan di bawah naungan selama 1 minggu. Ini berlaku untuk
benih sambiloto yang berasal dari biji atau pun berasal dari stek.
Baik yang ditanam di kebun, pekarangan, halaman rumah atau
pun di dalam pot.

Perawatan sambiloto
1. Pada musim kemarau sebaiknya kita menyiram tanaman
sambiloto ini sehari 2 kali, yaitu pagi dan sore. Pada musim
penghujan kita cukup menyiram tanaman ini dengan
seperlunya. Tempat atau lingkungan sekitar dimana tanaman
sambiloto tersebut tumbuh harus selalu dijaga kebersihannya
termasuk dari tanaman liar, kotoran, atau sampah apa pun yang
sifatnya mengganggu pertumbuhan tanaman sambiloto tersebut.
2. Sekitar menginjak usia 4 bulan, sebelum berbunga, batang
tanaman sambiloto yang diperkirakan nantinya akan berbunga
harus dipotong. Apabila tidak dilakukan pemotongan hingga
menginjak 6 bulan, maka tanaman sambiloto akan berbunga

Sambiloto 7
kemudian mati.
3. Apabila tanaman sambiloto terserang oleh penyakit kutu daun,
ulat daun, atau jamur, maka segera lakukan penyemprotan
dengan menggunakan pestisida alami.

Pemanenan sambiloto
1. Panen dilakukan dengan cara memangkas batang utama yang
tingginya di atas sekitar 10 cm dari permukaan tanah. Jadi sisakan
batang utama dengan tinggi 10 cm dari tanah, karena batang ini
nantinya akan menjadi batang sambiloto yang baru.
2. Panen sebaiknya segera dilakukan sebelum tanaman berbunga,
yakni sekitar umur 2 - 3 bulan setelah tanam.
3. Panen berikutnya dapat dilakukan 2 bulan setelah panen
pertama.

Khasiat :
Daun dari tanaman sambiloto mengandung senyawa utama yang
disebut andrographolide, kadarnya dalam daun antara 2,5 sampai
4,8% dari berat kering. Daun sambiloto juga mengandung saponin,
flavonoida, alkaloida, dan tanin. Kandungan kimia lain yang terdapat
pada daun dan batang adalah laktone, panikulin, kalmegin dan hablur
kuning yang memiliki rasa pahit. Sambiloto telah dipergunakan untuk
pengobatan alami antara lain obat gatal-gatal, penyakit kulit, penawar
bisa ular atau gigitan serangga beracun, sakit gigi, demam, radang
telinga, masuk angin, disentri, rematik, tuberculosis, infeksi
pencernaan, antimikroba/antibakteri, antihyper-glikemik, radang
amandel, malaria, sesak napas, untuk memperbaiki fungsi hati,
kencing nanah, kencing manis, darah tinggi dan lain-lain. Seiring
dengan perkembangan zaman dan teknologi, saat ini sambiloto
banyak diteliti untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat mod-
ern, diantaranya pemanfaatan sambiloto sebagai obat HIV dan kanker.

8 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Cara Penggunaan :
1. Untuk obat demam
Bahan : Daun sambiloto segar 1 genggam.
Cara membuat : Bahan dicuci bersih dan ditumbuk, diseduh
dengan ½ gelas air matang panas, setelah
dingin kemudian disaring. Hasil saringan
kemudian diminum sekaligus.

Daun sambiloto segar 1 genggam.

Bahan dicuci Bahan Diseduh setengah


Bersih ditumbuk air matang

diminum
sekaligus

setelah dingin kemudian


disaring
Gambar Ilustrasi penggunaan sambiloto untuk obat demam Sumber : Penerbitan

Sambiloto 9
2. Untuk obat kencing manis
Bahan : Daun sambiloto segar ½ genggam.
Cara membuat : Bahan dicuci lalu direbus dengan 3 gelas
air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah
dingin disaring terlebih dahulu. Lalu
diminum sehabis makan, 3 kali sehari,
setiap 1 kali minum ¾ gelas (@ ¾ gelas).

Daun sambiloto segar ½ genggam.

disaring

Bahan dicuci direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa


2 ¼ gelas

diminum 3 kali sehari


@ ¾ gelas
Gambar Ilustrasi penggunaan sambiloto untuk obat Kencing manis
Sumber : Penerbitan

10 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


3. Untuk obat darah tinggi
Bahan : Daun sambiloto segar 5-7 lembar. Madu
secukupnya.
Cara membuat : Bahan diseduh dengan ½ cangkir air
panas. Sambil diaduk tambahkan madu
secukupnya. Setelah dingin minum
sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Daun sambiloto segar 5-7 lembar. Madu secukupnya.

Bahan diseduh dengan


½ cangkir air panas

Minum sekaligus. Lakukan 3


kali sehari.
Gambar Ilustrasi penggunaan sambiloto untuk obat darah tinggi
Sumber : Penerbitan

Sambiloto 11
3 Urang-Aring

Gambar Tanaman liar - urang-aring Sumber : www.deptan go.id

Tanaman urang-aring adalah jenis tanaman liar yang sering tumbuh di


tempat-tempat terbuka. Kita sering menjumpai tanaman urang-aring seperti
di pinggir jalan, di tanah lapang, di pinggir selokan, dan di pinggir sungai.
Urang-aring telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, sebagai
minyak rambut urang-aring, dan shampoo urang-aring. Nama ilmiah dari
tanaman urang-aring cukup banyak antara lain Eclipta prostrata Linn,
Eclipta alba et marginata Boiss, Eclipta erecta et prostratan Linn, Eclipta
erecta Linn, Jerresina prostrate Linn, Eclipta parcifloran Wall, Eclipta
philippinensis Gandog, Eclipta thermalis Bunge, Verbesina alba Linn. Dari
kesekian banyak nama ilmiah yang dimiliki oleh tanaman urang-aring,
namun nama ilmiah yang umum dipakai adalah Eclipta alba Linn Hassk.

12 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Deskripsi Tanaman

Gambar Tanaman urang-aring-deskripsi tanaman Sumber : www.deptan go.id

Tinggi tanaman urang-aring mencapai antara 10 - 80 cm,


tanaman ini terkadang tumbuh tegak dan terkadang berbaring.
Batangnya berbentuk bulat, bercabang banyak, berwarna hijau
kecoklat-coklatan, berambut agak kasar berwarna putih. Daunnya
tunggal, daun tanaman urang-aring ini berwarna hijau, berbentuk
bulat telur, berseling berhadap-hadapan, memanjang, ujung daun
meruncing, pangkal daun meruncing, panjang daun 2 - 3,5 cm,
lebar daun 5 - 10 mm, pinggir bergerigi halus atau hampir rata,
pertulangan menyirip, kedua permukaan daun berambut, dan
terasa agak kasar. Bunganya majemuk, berbentuk bongkol, di-
ameter sekitar 4 mm, muncul di ketiak daun dan di ujung batang,
tangkai panjang sekitar 4 cm, silindris, kelopak berbentuk corong,
ujung bertoreh enam, berwarna hijau, mahkota terdiri dari lima
daun mahkota, kepala benang sari berwarna kuning, putik
berwarna putih, dan kecil-kecil. Buahnya berbentuk bulat telur,
memanjang, diameter sekitar 1 mm, pipih, keras, berbulu, dan
berwarna hitam. Bijinya berbentuk seperti jarum, panjangnya
sekitar 2 mm, dan berwarna hitam. Tanaman ini akarnya tunggang
dan berwarna putih.

Urang-Aring 13
Taksonomi

Tanaman urang-aring ini diklasifikasikan sebagai berikut :


Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae
Marga : Eclipta
Jenis : Eclipta alba L. Hassk
Di setiap daerah di Indonesia, tanaman ini memiliki nama daerah
yang berbeda-beda seperti di Sumatera tanaman ini terkenal dengan
nama daun sipat, keremak janten, di Jawa terkenal dengan nama
urang-aring, di Madura terkenal dengan telenteyan, dan di Banda,
Maluku, orang menyebutnya dengan daun tinta.

Cara Budidaya
Persiapan Benih urang-aring
1. Benih tanaman urang-aring dapat diperoleh dari biji-biji urang-
aring yang berwarna hitam. Tanpa penyemaian pun tanaman ini
bisa tumbuh baik, karena pada dasarnya tanaman ini adalah jenis
tanaman liar. Perbanyakan tanaman ini bisa dilakukan dengan
cara generatif biji urang-aring.
2. Tanaman urang-aring juga bisa melakukan perbanyakan sendiri.
Perbanyakan ini disebut dengan perbanyakan alami karena
dalam proses perbanyakannya tanaman ini dibantu oleh angin
dan serangga.

Penanaman urang-aring
1. Jika ditanam di kebun, pekarangan, atau halaman rumah, maka
hal yang perlu dilakukan adalah mengolah tanah. Tanah
dibersihkan dari rumput liar dan sampah yang sifatnya dapat

14 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


mengganggu pertumbuhan urang-aring. Pengolahan tanah
dilakukan sedemikian rupa dengan cara menggarpu dan
mencangkul agar tanah yang hendak ditanami tanaman urang-
aring menjadi gembur. Kemudian berikan pupuk kandang yang
sudah matang secukupnya dan ratakan.
2. Jika ditanam di dalam pot, maka hal yang perlu dilakukan adalah
menyediakan pot dengan media tanam campuran dari tanah dan
pupuk kandang yang sudah matang. Campuran ini bisa
menggunakan perbandingan 1 : 3 atau 1 : 2 atau 1 : 1.
3. Penanaman dapat dilakukan secara langsung dengan cara
memasukkan benih atau biji urang-aring sebanyak 2 - 3 biji ke
dalam setiap lubang tanam yang telah disediakan. Bisa juga
dilakukan dengan cara ditugal, yaitu benih atau biji dicampur
dengan abu dapur dan dimasukkan ke dalam lubang tanam
kemudian ditutup dengan tanah. Untuk penanaman urang-aring
ini usahakan menggunakan jarak tanam antara 40 atau 50 cm.
4. Untuk penanaman urang-aring dalam pot, hal yang dilakukan
juga hampir sama. Setiap 1 pot usahakan ditanami 2 - 3 benih
saja.
5. Setelah semua proses penanaman dilakukan, jangan lupa untuk
menjaga agar media tanam tidak terlalu kering. Oleh karena itu
usahakan supaya tanaman urang-aring yang baru ditanam ini
disiram 2 kali setiap hari, pagi dan sore.

Perawatan urang-aring
1. Pada awal pertumbuhan, usahakan tanaman disiram sebanyak
1 - 2 kali sehari. Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun,
sebaiknya penyiraman dikurangi. Pada musim kemarau
sebaiknya kita menyiram tanaman urang-aring ini sehari 2 kali,
yaitu pagi dan sore. Pada musim penghujan kita cukup menyiram
tanaman ini dengan seperlunya. Penyiraman air untuk tanaman
ini bisa diperkirakan sendiri, yang penting tanah tidak sampai
kering.
2. Usahakan tempat penanaman urang-aring tersebut selalu bersih
dari sampah baik organik atau pun anorganik dan usahakan
terjaga dari tanaman-tanaman pengganggu.

Urang-Aring 15
Pemanenan urang-aring
1. Pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman ini benar-benar
sudah siap untuk dipanen. Ciri-cirinya yaitu daun berwarna hijau
tua dan tanaman sudah menghasilkan biji, yang dapat kita
gunakan sebagai pembudidayaan selanjutnya.

Khasiat
Daun urang-aring ini mengandung alkaloida, saponin, flavonoida
dan tanin. Sifat kimiawi dan efek farmakologis dari tanaman ini
menghasilkan rasa manis, asam, dan sejuk. Seluruh bagian tanaman
urang-aring baik segar maupun kering dapat digunakan untuk
pengobatan baik sebagai obat penyakit luar maupun untuk obat
penyakit dalam, seperti : menghentikan perdarahan pada muntah
darah (hematemesis), batuk darah (hemoptoe), mimisan (epistaxis),
kencing darah (hematuria), berak darah (melena), perdarahan rahim
(uterine bleeding), hepatitis kronis, diare, kurang gizi pada anak (in-
fantile malnutrition), keputihan (leucorrhoe), rambut memutih
(ubanan) pada usia muda, sebagai penyubur rambut, tinea pedis
(jamur), koreng (termasuk koreng di kepala), luka berdarah, gusi
bengkak, sakit gigi, sesak nafas dan kurap.

Cara Penggunaan

1. Untuk obat penyubur rambut


Bahan : daun urang-aring 1 genggam.
Cara membuat : bahan dicuci sampai bersih dan
dilumatkan. Kemudian tambahkan air
sebanyak 2 gelas dan saring. Setelah itu
air saringan tersebut diembunkan selama
satu malam. Gunakan air tersebut untuk
membasahi kulit kepala sambil dipijat-pijat.
Lakukan sehari sekali.

16 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


daun urang-aring satu genggam

bahan dicuci ditumbuk tambahkan air


sebanyak 2 gelas

saring dan diembunkan


satu malam

basahi kulit kepala dan gunakan


ramuan sambil dipijat-pijat
Gambar Ilustrasi penggunaan Urang-aring untuk obat penyubur rambut
Sumber : Penerbitan

Urang-Aring 17
2. Untuk obat koreng di kepala
Bahan : daun urang-aring secukupnya.
Cara membuat : bahan dicuci sampai bersih dan direbus.
Kemudian airnya untuk membersihkan kulit
kepala, sedangkan ampasnya digosok-
gosokkan ke koreng. Lakukan sehari
sekali.

daun urang-aring secukupnya

bahan dicuci
direbus hingga matang

hasil rebusannya di
oleskan ke bagian ke
koreng di kepala

Gambar Ilustrasi penggunaan Urang-aring untuk obat koreng di kepala


Sumber : Penerbitan

18 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


3. Untuk obat mimisan
Bahan : daun urang-aring 1 genggam.
Cara membuat : bahan dicuci sampai bersih dan
dilumatkan. Kemudian diperas dan air
perasannya diseduh dengan 1 gelas air
putih panas. Setelah hangat minum. Obat
ini diminum sehari 2 kali sesudah makan.

daun urang-aring satu genggam

dilumatkan

diperas dan diseduh


bahan dicuci dengansatu gelas air
panas

setelah hangat air ini


diminum, usahakan 2
kali sehari

Gambar Ilustrasi penggunaan Urang-aring untuk obat mimisan Sumber : Penerbitan

Urang-Aring 19
4. Untuk obat diare
Bahan : daun urang-aring 30 gr.
Cara membuat : bahan dicuci sampai bersih dan direbus.
Kemudian saring dan minum selagi masih
hangat.

daun urang-aring 30 g

direbus disaring
bahan dicuci

diminum selagi hangat

Gambar Ilustrasi penggunaan Urang-aring untuk obat diare


Sumber : Penerbitan

20 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


5. Untuk obat batuk darah
Bahan : daun urang-aring 60 gr.
Cara membuat : bahan dicuci hingga bersih dan
dilumatkan. Kemudian diperas dan air
perasannya diseduh dengan 1 gelas air
hangat. Setelah itu diminum.

daun urang-aring 60 g

dilumatkan diperas dan


bahan dicuci diseduh
1gelas air
hangat

diminum selagi hangat

Gambar Ilustrasi penggunaan Urang-aring untuk obat batuk darah


Sumber : Penerbitan

Urang-Aring 21
4 Kumis Kucing

Gambar Kumis kucing Sumber : www.deptan go.id

Tanaman kumis kucing ini terdapat dimana-mana sebagai tanaman


liar atau sebagai tanaman hias. Tanaman ini berasal dari wilayah Afrika
tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. Tanaman Kumis
kucing memiliki nama ilmiah Orthosiphon spicatus B. B. S. Ada juga nama
ilmiah yang lain seperti Orthosiphon stamineus Benth, Orthosiphon
grandiflorums Bid, Orthosiphon longiflorum Ham, Orthosiphon spiralis Merr,
Orthosiphon grandiflorus Bold, Clerodendranthus spicatus (Thunb.) C.Y.
Wu, Trichostemma spiralis Lour. Namun dari keseluruhan sinonim di atas,
nama ilmiah yang paling umum dipakai adalah Orthosiphon spicatus B. B.
S.

22 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Deskripsi Tanaman

Gambar Tanaman kumis kucing-deskripsi tanaman Sumber : www.deptan go.id

Tanaman kumis kucing merupakan tanaman terna atau semak.


Biasanya tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang.
Tanaman ini tumbuh tegak, tingginya bisa mencapai antara 50 - 150
cm. Batangnya berkayu, di bagian bawah pada buku-bukunya berakar
tetapi tidak tampak nyata, berbulu pendek atau gundul, segi empat
agak beralur, beruas, bercabang, dan berwarna coklat kehijauan.
Tanaman ini memiliki daun Tunggal, bulat telur lonjong, lanset atau
belah ketupat, berbulu halus, panjang 7 - 10 cm, lebar 8 - 50 cm, tepi
bergerigi kasar tak teratur, ujung dan pangkal runcing, tipis, kedua
permukaan berbintik-bintik karena ada kelenjar minyak atsiri, dan
berwarna hijau. Berbunga majemuk, bentuk malai di ujung ranting
dan cabang, kelopak berlekatan, ujung terbagi empat dan berwarna
hijau, benang sari ada empat dan lebih panjang dari tabung bunga,
kepala sari berwarna ungu, mempunyai putik satu dan berwarna
putih, mahkota berbentuk bibir dan berwarna putih. Buahnya
berbentuk kotak tapi menyerupai bulat telur, jika masih muda
berwarna hijau dan setelah tua berubah warna menjadi coklat. Bijinya
kecil, jika masih muda berwarna hijau setelah tua akan berubah
warna menjadi hitam. Berakar tunggang dan berwarna putih kotor.

Kumis Kucing 23
Taksonomi :
Tanaman kumis kucing ini digolongkan ke dalam :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Tubiflorae
Suku : Labiatae
Marga : Orthosiphon
Jenis : Orthosiphon spicatus B. B. S.

Di berbagai daerah di seluruh Indonesia, tanaman kumis kucing


memiliki nama-nama yang berbeda seperti Mamang besar (Indone-
sia), Kumis kucing (Melayu), Kumis ucing (Sunda), Remujung (Jawa
Tengah), kutun, bunga laba-laba (Jawa).

Cara Budidaya :
Persiapan benih kumis kucing
1. Untuk benih yang bagus, maka benih kumis kucing harus berasal
dari tanaman yang tumbuhnya normal, sehat, dan subur. Cara
yang paling untuk budidaya kumis kucing adalah dengan
cara vegetatif atau stek batang. Pilih batang kumis kucing yang
muda atau tidak terlalu tua dan sudah berkayu. Kemudian batang
dipotong-potong menjadi ukuran 15 cm atau batang minimal harus
berbuku 2 - 3. Untuk pemotongan ini usahakan dengan pisau
tajam atau gunting dengan catatan alat-alat yang digunakan
tersebut harus bersih dan jangan lupa membuang sebagian daun
untuk pengurangan penguapan.
2. Benih kumis kucing bisa langsung ditanam di kebun, di
pekarangan, di halaman rumah, atau pun di dalam pot. Namun
juga bisa disemaikan terlebih dahulu hingga muncul tunas baru
kemudian dipindahkan ke tempat tanam yang sesungguhnya.

24 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Penanaman kumis kucing
1. Pada dasarnya, langkah -langkah yang dilakukan untuk
menanam segala jenis tanaman adalah hampir sama. Langkah
yang pertama adalah pengolahan tanah. Tanah dibersihkan dari
sampah dan tumbuhan liar atau tumbuhan apapun yang sifatnya
dapat mengganggu pertumbuhan kumis kucing. Pengolahan
tanah dilakukan sedemikian rupa dengan cara menggarpu dan
mencangkul agar tanah menjadi gembur. Setelah tanah diolah
sebaiknya jangan langsung ditanami, tapi dibiarkan dulu selama
15 hari.
2. Sebagai nutrisi tanaman, kita bisa menggunakan pupuk kompos,
pupuk kandang sapi atau domba yang sudah masak. Namun,
jika kita hendak menanam kumis kucing dalam pot, sebaiknya
kita menggunakan perbandingan 1 : 1. Artinya, antara tanah
dengan pupuk banyaknya seimbang. Perbandingan 1 : 1 ini
berlaku untuk pupuk kandang yang sudah siap pakai atau
matang. Sedangkan untuk pupuk kandang yang belum cukup
matang, maka kita menggunakan perbandingan 1 : 2. Artinya,
tanah yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila dibandingkan
dengan banyaknya pupuk alami. Sebelum dimasukkan ke dalam
pot, kedua bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru kemudian
dimasukkan ke dalam pot.
3. Setelah tempat tanam siap, tibalah saatnya untuk menanam
kumis kucing. Buat lubang tanam dengan jarak tanam 40 x 40
cm. Tanamkan benih atau batang stek kumis kucing yang sudah
dipilih tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal
batang stek. Sedangkan untuk penanaman kumis kucing di dalam
pot, setiap satu pot sebaiknya ditanami satu benih kumis kucing.
Setelah benih kumis kucing masuk ke dalam lubang tanam, baik
itu di dalam pot atau pun di kebun, maka padatkan tanah di sekitar
benih. Kemudian siram sampai cukup basah.

Perawatan kumis kucing


1. Pada awal pertumbuhan, usahakan tanaman disiram sebanyak
1 - 2 kali sehari. Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun,
sebaiknya penyiraman dikurangi. Pada musim kemarau

Kumis Kucing 25
sebaiknya kita menyiram tanaman ini sehari 2 kali, yaitu pagi
dan sore. Pada musim penghujan kita cukup menyiram tanaman
ini dengan seperlunya. Penyiraman air untuk tanaman ini bisa
diperkirakan sendiri, yang penting tanah tidak sampai kering.
2. Usahakan tempat penanaman kumis kucing tersebut selalu
bersih dan terjaga dari tanaman-tanaman pengganggu.
3. Jika terdapat ulat daun, kutu daun, atau jamur pada tanaman
kumis kucing tersebut, sebaiknya segera lakukan pemotongan
pada bagian yang terserang penyakit tersebut. Apabila ulat daun,
kutu daun, atau jamur yang terdapat pada tanaman kumis kucing
jumlahnya terlalu banyak, maka segera lakukan penyemprotan
dengan menggunakan pestisida alami.

Pemanenan kumis kucing


1. Tanaman kumis kucing siap dipanen pada usia 1 bulan atau
tanaman tingginya sudah mencapai di atas 50 cm.

Khasiat :
Kandungan-kandungan yang terdapat dalam tanaman kumis kucing,
yaitu Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak,
saponin, sapofonin, garam kalium, dan myoinositol. Oleh sebab itu
sebagian masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat-
obatan alami sebagai upaya penyembuhan obat tekanan darah tinggi,
batuk, encok, masuk angin, sembelit, radang ginjal, batu ginjal,
kencing manis, peluruh air seni, albuminuria, dan penyakit sifilis.

Cara Penggunaan :
1. Untuk obat peluruh air seni
Bahan : daun kumis kucing segar 25 gr
Cara membuat : bahan dicuci sampai bersih dan direbus
dengan 2 gelas air selama 15 menit.
Kemudian saring terlebih dahulu sebelum
diminum. Baru setelah itu hasil rebusan
dapat diminum. lakukan sehari 2 kali ½
gelas pagi dan sore.

26 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


daun kumis kucing 25 g

bahan dicuci direbus 2 gelas air disaring sebelum


15 menit diminum

diiminum,
lakukan hal ini
2 kali 1/2 gelas
pagi dan sore

Gambar Ilustrasi penggunaan Kumis kucing untuk obat peluruh air seni
Sumber : Penerbitan

Kumis Kucing 27
2. Untuk obat kencing batu
Bahan : seluruh bagian tanaman 90 gr
Cara membuat : bahan dicuci sampai bersih. Kemudian re-
bus dengan 1 liter air sampai mendidih.
Setelah dingin saring terlebih dahulu
sebelum diminum. Obat ini diminum 3 kali
sehari masing-masing 1 gelas. Lakukan
setiap hari sampai sembuh.

daun kumis kucing 90 g

bahan dicuci disaring sebelum


direbus 1 liter air
diminum
sampai mendidih

diiminu, lakukan hal


ini 3 kali 1 gelas
lakukan sampai
sembuh

Gambar Ilustrasi penggunaan Kumis kucing untuk obat kencing batu


Sumber : Penerbitan

28 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


5 Jarak

Gambar Buah Jarak Sumber : www.deptan go.id

Tanaman jarak dapat tumbuh baik di daerah yang kurang subur.


Tanaman ini umumnya tumbuh liar di hutan, di tanah kosong, di sepanjang
pantai, ditanam di sekitar pagar, atau ditanam sebagai komoditi perkebunan.
Saat ini tanaman jarak banyak dikembangkang. Selain sebagai tanaman
obat, jarak juga dimanfaatkan sebagai minyak pelumas, pewarna kain,
bahan baku lilin, bahan baku sabun, dan lebih hebatnya lagi akhir-akhir ini
jarak dikembangkan sebagai alternatif lain dari bahan bakar minyak (BBM).
Tanaman jarak memiliki nama ilmiah Ricinus communis Linn. Nama
ilmiah dari tanaman jarak ini juga memiliki beberapa sinonim antara lain
Ricinus inermis et lividus Jacq, Ricinus inermis Mill, Ricinus speciosus
Burm, Ricinus viridis Wild, Ricinus spectabilis Bl, Croton spinosa Linn.

Jarak 29
Deskripsi Tanaman

Gambar Tanaman jarak-deskripsi tanaman Sumber : www.deptan go.id

Tanaman jarak merupakan jenis tanaman perdu tegak yang


tumbuh pada ketinggian antara 0 - 800 m di atas permukaan air laut,
tingginya bisa mencapai di atas 2 m. Jarak adalah tumbuhan setahun
(anual) dengan batang berbentuk bulat, licin, berkayu, berlubang,
berbuku-buku jelas dengan tanda bekas tangkai daun yang lepas,
dan berwarna hijau bersemburat merah tengguli. Daunnya tunggal,
tumbuh berseling, bangun daun bulat dengan diameter 10 - 40 cm,
bercangap menjari 7 - 9, ujung daun runcing, tepi bergigi, pertulangan
menjari, warna daun di permukaan atas hijau tua sedangkan di
permukaan bawah berwarna hijau muda (Ada varietas yang berwarna
merah). Tangkai daun panjang, panjang tangkai 35 - 50 cm, berwarna
merah tengguli, daun bertulang menjari. Bunga majemuk, berwarna
kuning oranye atau merah, berkelamin satu, berbentuk tandan,
muncul di ujung cabang, benang sari berjumlah banyak, tangkai putik
sangat pendek, berbentuk benang, dan berwarna merah muda .
Buahnya bulat lonjong, berkumpul dalam tandan, berlekuk tiga,
berupa buah kendaga, dengan 3 ruangan, setiap ruang berisi satu
biji, mempunyai duri-duri yang lunak, berwarna hijau muda dengan
rambut berwarna merah, jika buah sudah tua berubah warna menjadi
hitam. Tanaman ini berbiji keras, berbentuk lonjong, dan berwarna
coklat berbintik hitam. Akarnya tunggang dan berwarna kuning muda.

30 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Taksonomi
Tanaman jarak ini diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Keias : Dicotyledonae
Bangsa : Euphorbiales
Suku : Euphorbiaceae
Marga : Ricinus
Jenis : Ricinus communis Linn
Di beberapa daerah tanaman ini dikenal pula dengan nama Gloah
(Gayo), Lulang (Batak), Lavandru (Nias), Jarak (jawa), jarak
(Palembang), Jarak (Minangkabau), Jarak (Lampung), Jarak (Melayu),
Jarak kaliki (Sunda), Jarak (Jawa Tengah), Kaleke (Madura), Jarak
Tatanga (Bima), Lolo (Sawu), Lulu (Roti), Malasai (Mongondow), Alele
(Gorontalo), Kilale (Buol), Tanggang-tanggang raja (Makasar), Peleng
kaliki jera (Bugis), Balaeni (Tamekot), Balacai (Ternate), Jarak (Bali),
paku penuai (Timor).

Cara Budidaya
Persiapan benih jarak
1. Tanaman jarak bisa
dibudidayakan secara generatif
dengan menggunakan biji dan
secara vegetatif dengan
menggunakan stek batang. Tapi
cara termudah untuk
membudidayakannya dan cara
yang sering dipakai adalah dengan
cara generatif. Benih dipilih dari biji
yang berasal dari buah yang sudah
tua. Tanda-tanda kalau buah sudah
tua yakni berumur di atas 110 hari,
berwarna hitam, dan dan pada tiap
Gambar Bentuk dan warna biji lekukan buah akan pecah. Biji-biji
jarak kepyar dari buah inilah yang selanjutnya
Sumber ::www. indonetwork.co.id
akan digunakan sebagai benih.

Jarak 31
Gambar Pembibitan tanaman jarak pagar Sumber : www.deptan go.id

2. Usahakan untuk tetap dapat memilih benih dari tanaman yang


pertumbuhannya baik.

Penanaman jarak
1. Langkah yang pertama adalah pengolahan tanah. Tanah
dibersihkan dari sampah dan tumbuhan liar atau tumbuhan
apapun yang sifatnya dapat mengganggu pertumbuhan jarak.
Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa dengan cara
menggarpu dan mencangkul agar tanah menjadi gembur. Dalam
proses penanaman, tanaman jarak ini tidak terlalu membutuhkan

Gambar Bentuk dan warna daun dan buah jarak pagar yang masih muda.
Sumber : www.freewebs.go.id

32 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


perlakuan khusus, seperti halnya
tanaman-tanaman yang lainnya.
2. Biji jarak dapat ditanam langsung
di pekarangan, halaman rumah,
atau pun di kebun dan caranya
cukup mudah. Buat lubang
berukuran 30 x 30 x 30 cm.
Setiap lubang kita tanami 2 - 3
butir benih atau biji jarak yang
sudah kita pilih. Untuk jarak
tanam bisa sekitar 1 - 2 m.
3. Apabila kita menanam tanaman
jarak ini dalam pot, usahakan pot
yang digunakan sebagai wadah
berukuran besar dan setiap 1 pot Gambar Bunga jarak pagar
berisi 2 - 3 butir benih. Sumber : ditjenbun.deptan.go.id

4. Meskipun tidak perlu mendapat perlakuan khusus, alangkah baiknya


jika tanaman jarak yang baru kita tanam ini tetap kita beri pupuk
kandang pada saat awal penanaman.

Perawatan jarak
1. Supaya mendapatkan hasil
yang berkualitas, tanaman
jarak yang kita tanam ini
tetap perlu dirawat. Tanaman
jarak ini mempunyai sifat
kurang suka air sehingga
apabila sampai kelebihan air
atau tanaman tergenang air
justru akan merugikan
pertumbuhan tanaman.
Namun, jika panas terik
berlangsung hingga 3-4 Gambar Bentuk dan warna biji jarak
bulan, maka penyiraman pagar Sumber : indonetwork.co.id
perlu sesekali dilakukan
untuk menghindari kematian akibat kekeringan.

Jarak 33
2. Menjaga tempat tumbuh tanaman agar selalu bersih dari kotoran
atau sampah dan tanaman-tanaman yang bersifat mengganggu
pertumbuhan.
3. Apabila terserang hama sebaiknya segera lakukan penyemprotan
dengan menggunakan pestisida alami.

Pemanenan jarak
1. Masa berbunga terjadi setelah tanaman berumur sekitar 60-70
hari dan buah mulai dapat dipanen setelah umur tanaman sekitar
100-110 hari.
2. Setelah menginjak umur 100 - 110 hari setelah tanam sebaiknya
buah segera dipanen. Karena buah yang terlambat panen akan
pecah dan biji-bijinya akan berhamburan sehingga disarankan
panen harus benar-benar dilakukan tepat pada waktunya.

Khasiat
Tanaman jarak ini kaya akan kandungan kimia yang sudah
diketahui antara lain saponin, alkaloida, dan flavonoida. Biji jarak
mengandung minyak ricinic 40 - 50 %. Kandungan-kandungan inilah
yang menyebabkan tanaman jarak dapat dipakai sebagai obat kanker
rahim, kanker kulit, susah buang air besar, sulit melahirkan, TBC,
bisul, koreng, infeksi jamur, jerawat, lumpuh otot muka, gatal, batuk,
hernia, bengkak, reumatik, tetanus, epilepsi, dan bronkhitis.

Cara Penggunaan
1. Untuk obat koreng
Bahan : biji jarak20 butir
Cara membuat : biji-biji tersebut dibuang kulitnya dan
dilumatkan sampai menjadi berbentuk
seperti bubur. Kemudian ditambah sedikit
garam dan diaduk rata. Setelah itu
tempelkan di tempat yang sakit. Lakukan
2 kali sehari.

34 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Biji jarak 20 butir

kulit biji dikelupas dilumatkan bubuk biji jarakdi


tambah garam
secukupnya dan
ditempelkan pada bagian diaduk
koreng di kulit

Gambar Penggunaan jarak - obat koreng Sumber : Penerbitan

Jarak 35
2. Untuk obat hernia
Bahan : daun jarak secukupnya Garam sedikit
Cara membuat : daun dicuci hingga bersih dan dilumatkan.
Kemudian tempelkan di titik tengah telapak
kaki.

daun jarak dengan


garam secukupnya

daun dicuci

dilumatkan

ditempelkan di bagian
tengah telapak kaki

bubuk biji jarakdi


tambah garam
secukupnya dan
diaduk

Gambar Penggunaan jarak - obat hernia Sumber : Penerbitan

36 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


3. Untuk obat bengkak
Bahan : daun jarak secukupnya
Cara membuat : bahan dicuci hingga bersih dan dikukus
hingga matang. Kemudian dipakai untuk
membungkus tempat atau bagian tubuh
yang sakit atau bengkak.

Daun jarak secukupnya

Daun jarak dicuci Daun jarak dikukus

bungkuskan ke bagian
tubuh yang bengkak
atau sakit

Gambar Penggunaan jarak - obat bengkak Sumber : Penerbitan

Jarak 37
Untuk cara penggunaan tanaman jarak cukup sampai disini saja
ya! Kegunaan tanaman jarak ini sebagai obat adalah hanya terbatas
untuk obat luar. Sebenarnya masih banyak lagi cara penggunaan
dan khasiat tanaman jarak yang lainnya asalkan kita benar-benar
tahu cara penggunaannya. Tetapi karena tanaman ini juga

38 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


6 Gondola

Gambar Tanaman liar - Gondola Sumber : www.deptan go.id

Tanaman gondola adalah tanaman liar. Namun, terkadang tanaman ini juga
digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman ini biasanya tumbuh di pinggir-
pinggir jalan dan dirambatkan pada pagar. Tanaman ini banyak ditemukan
di wilayah Indonesia seperti di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Barat,
Nusa Tenggara Timur, dan Bali. Tanaman Gondola ini memiliki beberapa
nama ilmiah seperti Basella alba Linn dan Basella cordifolia Lamk. Namun,
nama ilmiah yang umum dipakai oleh tanaman gondola ini adalah Basella
rubra Linn. Selain sebagai tanaman obat, daun dari tanaman gondola ini
dapat dijadikan sayur. Untuk buahnya dapat digunakan untuk bahan
tambahan alami pewarna makanan khususnya warna merah. Pewarna ini
dihasilkan dari perasan buah gondola.

Gondola 39
Deskripsi Tanaman

Gambar Tanaman Gondola-deskripsi tanaman Sumber : www.deptan go.id

Tanaman gondola ini memiliki ciri-ciri yang sedikit unik, karena


sering dijumpai melilit kekiri. Tanaman gondola ini tumbuh menjalar,
merayap atau memanjat, panjang bisa mencapai sampai 15 m.
Tanaman ini mempunyai batang yang panjang, berair, tidak berkayu,
sangat lemah, berbentuk bulat, kecil, lunak, bercabang, merayap atau
melilit pada tonggak atau para-para, berwarna ungu kemerahan, dan
sedangkan batang yang merayap di atas tanah mengeluarkan akar.
Tanaman ini berdaun tunggal, bertangkai, letak berseling, berbentuk
bulat telur, ujung dan pangkal tumpul, tepi rata kadang berombak,
panjang 2 - 17 cm, lebar 1 - 13 cm, pertulangan menyirip, daunnya
berwarna merah, sedangkan tangkai daun berwarna hijau dengan
panjang 1 - 5 cm. Bunganya majemuk yang keluar dari ketiak daun,
duduk sepanjang poros bulir, panjang sekitar 3 - 21 cm, putiknya
berwarna ungu dan bertangkai, mahkota berwarna putih dan bagian
ujungnya berwarna ungu. Buahnya buni, berbentuk bulat, berdiameter
4 - 7 mm, masih muda berwarna hijau, setelah masak warnanya
berubah menjadi ungu. Bijinya satu, berbentuk bulat, keras, dan
berwarna merah keputih-putihan. Akarnya tunggang dan berwarna
kuning kotor. Ada dua warna gondola, putih dan merah. Perbedaanya
pada warna batang dan tulang daun. Gondola merah, memiliki batang
dan tulang daun yang berwarna merah.

40 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Taksonomi
Tanaman gondola ini diklasifikasikan ke dalam :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Caryophylales
Suku : Basellaceae
Marga : Basella
Jenis : Basella rubra Linn.
Di beberapa daerah di Indonesia, tanaman gondola ini juga
memiliki nama-nama daerah yang berbeda-beda seperti Gondola
(Melayu), Gandola (Sunda), Gondola (Bali), Lembayung
(Minangkabau), Genjerot (Jawa Tengah), Uci-uci (Jawa), Kandula
(Madura), Tatabuwe (Sulawesi Utara), Poiloo (Gorontalo), Kandola
(Timor).

Cara Budidaya
Persiapan benih gondola
1. Untuk perbanyakan tanaman gondola ini dapat dilakukan dengan
cara stek batang atau vegetatif, bisa juga dengan menggunakan
biji atau generatif. Meskipun dapat diperbanyak dengan
menggunakan biji, namun hal yang paling banyak dipraktekkan
adalah dengan menggunakan stek batang.
2. Stek batang yang dipakai sebagai benih adalah batang yang
sudah tua yaitu berumur minimal satu tahun dan usahakan batang
yang nantinya akan dipotong adalah batang gondola yang
merayap di atas tanah dan sudah mengeluarkan pucuk-pucuk
akar. Batang-batang ini kemudian dipotong dengan panjang
sekitar 4 - 6 cm. Untuk benih ini harus segera langsung ditanam,
karena bila terlalu lama disimpan batang akan menjadi kering
dan menjadi sulit tumbuh atau mati.
3. Jika menggunakan biji, sebaiknya biji-biji gondola yang akan
digunakan sebagai benih disimpan terlebih dahulu di tempat yang
teduh selama kurang lebih 1 minggu.

Gondola 41
Pananaman gondola
1. Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum menanam
tanaman gondola adalah melakukan pengolahan tanah. Tanah
dibersihkan dari sampah dan tumbuhan liar atau tumbuhan
apapun yang sifatnya dapat mengganggu pertumbuhan gondola.
Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa dengan cara
menggarpu dan mencangkul agar tanah menjadi gembur dan
pupuk kandang atau kompos yang diberikan bisa tercampur
secara rata.
2. Langkah kedua adalah membuat lubang yang dangkal, jangan
terlalu dalam. Untuk penanaman menggunakan biji, sebaiknya
dalam satu lubang diisi sekitar 5 - 7 biji. Sedangkan untuk
penanaman menggunakan stek batang, sebaiknya setiap satu
lubang diisi dengan satu batang dengan syarat batang yang
mengeluarkan pucuk-pucuk akar dikubur dan sisakan sekitar 2
cm. Jarak tanam yang cukup baik untuk tanaman ini adalah mini-
mal 75 cm.
3. Langkah ketiga adalah memberikan peneduh pada tanaman gon-
dola yang baru saja kita tanam. Jangan sampai tanaman ini
terkena sinar matahari atau pun terguyur hujan. Untuk tanaman
gondola yang ditanam di dalam pot, cukup letakkan tanaman
dalam pot ini di tempat yang teduh. Untuk penanaman awal cukup
lakukan penyiraman secukupnya.
4. Langkah keempat adalah membuka peneduh atau meletakkan
tanaman gondola di tempat terbuka jika panjang sudah mencapai
sekitar 30 - 50 cm, barulah boleh terkena sinar matahari atau
pun terguyur hujan.
5. Langkah kelima adalah memberikan tonggak yang terbuat dari
kayu atau dibuatkan semacam pagar dari kayu jika panjang
tanaman sudah mencapai sekitar 1 - 2 m.
6. Apabila kita hendak menanam tanaman gondola dalam pot,
sebaiknya kita menggunakan perbandingan 1 : 1. Artinya, antara
tanah dengan pupuk banyaknya seimbang. Perbandingan 1 : 1
ini berlaku untuk pupuk kandang atau pupuk kompos yang sudah
siap pakai atau matang. Sedangkan untuk pupuk yang belum
cukup matang, maka kita menggunakan perbandingan 1 : 2.
Artinya, tanah yang digunakan lebih banyak 2 kali lipat bila

42 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


dibandingkan dengan banyaknya pupuk. Sebelum dimasukkan
ke dalam pot, kedua bahan ini dicampur terlebih dahulu, baru
kemudian dimasukkan ke dalam pot. Untuk satu pot ditanami
cukup satu tanaman gondola saja dan langkah-langkah
penanaman dalam pot hampir sama dengan langkah-langkah
penanaman gondola di pekarangan, di kebun, atau pun di taman.

Perawatan gondola
1. Perawatan tanaman gondola sama dengan perawatan tanaman
lainnya. Tanaman ini perlu disiram sehari 2 kali pada waktu pagi
dan sore hari. Jika pada waktu musim hujan siram tanaman ini
dengan secukupnya.
2. Usahakan tempat tumbuh tanaman ini selalu bersih baik dari
sampah atau pun dari tanaman-tanaman lain yang dapat
mengganggu pertumbuhan.
3. Apabila terserang hama sebaiknya segera lakukan penanganan
dengan cara penyemprotan pestisida alami.
4. Agar kelihatan lebih indah kita bisa menata batang tanaman gon-
dola dengan cara melilit-lilitkan atau menganyam batang pada
pagar atau tonggak kayu sesuai keinginan kita. Perlu diingat,
pada saat melilitkan jangan terlalu memaksa karena batang
tanaman gondola ini mudah patah.

Pemanenan gondola
Panen sudah dapat dilakukan pada saat tanaman berumur
sekitar 6 - 8 minggu. Namun, pemanenan yang paling baik adalah
pada saat tanaman gondola sudah mengeluarkan buah.

Khasiat
Seluruh bagian dari tanaman gondola dapat dimanfaatkan untuk
mengobati berbagai penyakit baik penyakit dalam maupun penyakit
luar. Contohnya seperti radang usus buntu (appendicitis), disentri,
berak darah, radang kandungan kencing, kencing sedikit dan sakit
anyang-anyangan, influenza, sembelit, borok, bisul, abses, campak
(measles), cacar air (varicella), puting susu pecah-pecah, pegal linu,

Gondola 43
rematik, dan radang selaput mata (conjungrivitis). Kandungan-
kandungan yang terdapat dalam tanaman gondola antara lain sapo-
nin, vitamin A, B, C, flavonoida, dan polifenol.

Cara Penggunaan
1. Untuk obat influenza
Bahan : daun gondola segar 10 gr
garam 1 gr
Cara membuat : daun dicuci hingga bersih dan direbus
dengan 1 gelas air selama 15 menit.
Setelah dingin disaring. Kemudian
tambahkan garam pada hasil saringan dan
diaduk hingga larut. Obat ini dijadikan 2
sama banyak dan untuk diminum sehari 2
kali pada waktu pagi dan sore.
2. Untuk obat radang usus buntu
Bahan : seluruh tanaman gondola 60 - 70 gr.
Cara membuat : bahan dicuci hingga bersih dan potong-
potong. Kemudian direbus dengan air
bersih secukupnya sampai bahan
terendam seluruhnya. Setelah airnya sisa
setengah, maka angkat dan dinginkan.
Setelah itu saring terlebih dahulu baru
kemudian dapat diminum.
3. Untuk obat kencing sedikit
Bahan : daun segar gondola 70 gr.
Cara membuat : bahan dicuci hingga bersih dan rebus
dengan air secukupnya. Setelah dingin
diminum seperti air teh.
4. Untuk obat sembelit
Bahan : daun segar gondola secukupnya
Cara membuat : bahan dicuci hingga bersih. Kemudian
dimasak dan dimakan seperti biasa.

44 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Daun gondola dicuci
daun gondola segar
10 gr

direbus dengan disaring lalu ditambahkan garam


segelas air secukupnya

diminum sehari 2 kali

Gambar Ilustrasi penggunaan Gondola untuk obat influenza Sumber : Penerbitan

Gondola 45
Daun gondola dicuci

seluruh tanaman gon-


dola 60 - 70 gr

bahan dipotong-potong direbus sampai terendam disaring ke dalam


gelas

diminum setelah dingin

Gambar Ilustrasi penggunaan Gondola untuk obat radang usus buntu Sumber :
Penerbitan

46 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Daun gondola dicuci

Daun gondola direbus


daun segar gondola 70 gr

diminum setelah dingin


seperti meminum air teh

Gambar Ilustrasi penggunaan Gondola untuk obat kencing sedikit Sumber :


Penerbitan

Gondola 47
daun segar gondola secukupnya

dicuci hingga bersih dan dimasak

dimakan seperti lalapan

Gambar Ilustrasi penggunaan Gondola untuk obat sembelit Sumber : Penerbitan

48 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


7 Penutup

Nah…dari beberapa tanaman liar yang sudah dijelaskan di atas,


masing-masing tanaman tersebut cukup mudah untuk didapatkan,
bukan? Tanaman liar memang sering kita jumpai tumbuh di pinggir-
pinggir sungai, di pinggir sawah, jalan, selokan, lahan kosong, dan
masih banyak lagi tempat-tempat yang lain. Tanaman liar ini cukup
mudah untuk kita tanam di pekarangan, halaman, kebun, atau pun di
dalam pot. Dengan cara yang telah kita pelajari di atas, kita pasti
bisa mempunyai tanaman obat keluarga (TOGA) di rumah.
Oh…ya…ada cara lain yang lebih mudah agar kita bisa menanam
tanaman liar ini di halaman rumah kita. Ketika kita bermain ke rumah
teman atau kita sedang berjalan-jalan pasti kita akan menemukan
beberapa dari jenis tanaman liar ini. Nah…apabila kita tertarik untuk
menanamnya, kita bisa memindahkannya ke halaman rumah kita.
Caranya adalah sebagai berikut :
1. Pilih tanaman yang mudah dicabut dengan tangan.
2. Apabila tanaman tersebut mempunyai akar yang kuat dan pohon
berukuran sedikit agak besar atau panjangnya berukuran di atas
20 cm, sebaiknya cara mencabutnya harus dengan hati-hati.
Apabila kita mengalami kesulitan dalam mencabut tanaman
tersebut, kita bisa membuat lubang di sekitar akar tanaman
kemudian mencungkil tanaman tersebut dengan menggunakan
sekop kecil.
3. Pada saat mencabut, pastikan akar dari tanaman liar tersebut
tidak banyak yang putus.
4. Setelah tanaman liar tersebut dapat tercabut, sebaiknya harus
segera kita tanam di halaman rumah atau di dalam pot. Tanaman
jangan dibiarkan terlalu lama begitu saja, karena tanaman akan
menjadi layu kemudian mati.

Penutup 49
5. Untuk langkah-langkah penanaman yang harus dilakukan
selanjutnya adalah sama dengan langkah-langkah penanaman
yang telah kita pelajari di atas.

Inilah cara termudah untuk menanam tanaman-tanaman liar yang


kita inginkan. Sekarang tinggal pilih, mau menggunakan cara yang
mana pun boleh. Yang terpenting adalah kita mau mencobanya.
Sebuah pepatah dari Inggris mengatakan "Experience is the best
teacher in the world", artinya pengalaman adalah guru terbaik di dunia.
Maksud dari kalimat ini kurang lebih adalah berbicara mengenai
pengalaman. Jika kita hanya membaca saja dan tidak mau mencoba,
maka apa yang telah kita baca belumlah sempurna. Tetapi jika kita
mau membaca kemudian mau mencoba, baik itu nantinya gagal atau
berhasil, maka kita akan mendapatkan sebuah pengalaman yang
baru.
Segala hal itu perlu dicoba atau perlu adanya penerapan, dari
penerapan yang berulang-ulang kali inilah nantinya kita akan
mendapatkan pengalaman. Dalam hidup ini kita dituntut untuk selalu
mempunyai keahlian dan keahlian itu tidak bisa didapatkan begitu
saja, melainkan melalui pengalaman.

50 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Daftar Ilustrasi Pengobatan

Gambar Ilustrasi penggunaan Gambar Ilustrasi penggunaan


sambiloto untuk obat demam sambiloto untuk obat Kencing manis
(halaman 9) (halaman 10)

Gambar Ilustrasi penggunaan Gambar Ilustrasi penggunaan Urang-


sambiloto untuk obat darah tinggi aring untuk obat penyubur rambut
(halaman 11) (halaman 1 7)
17)

Gambar Ilustrasi penggunaan Urang-aring


Gambar Ilustrasi penggunaan Urang-aring
untuk obat koreng di kepala (halaman
untuk obat mimisan (halaman 19)
18)

Daftar Ilustrasi Pengobatan 51


Gambar Ilustrasi penggunaan Urang- Gambar Ilustrasi penggunaan Urang-
aring untuk obat diare (halaman 20) aring untuk obat batuk darah (halaman
21)

Gambar Ilustrasi penggunaan Kumis Gambar Ilustrasi penggunaan Kumis


kucing untuk obat peluruh air seni kucing untuk obat kencing batu
(halaman 2 7)
27) (halaman 28)

Gambar Penggunaan jarak - obat koreng Gambar Penggunaan jarak - obat hernia
(halaman 35) (halaman 36)

52 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar


Gambar Penggunaan jarak - obat
bengkak (halaman 3 7)
37)
Gambar Ilustrasi penggunaan Gondola
untuk obat influenza Sumber : Penerbitan
(halaman 45)

Gambar Ilustrasi penggunaan Gambar Ilustrasi penggunaan


Gondola untuk obat kencing sedikit Gondola untuk obat kencing
Sumber : Penerbitan sedikit (halaman 4 7)
47)
(halaman 46)

Gambar Ilustrasi penggunaan Gondola


untuk obat sembelit (halaman 49)

Daftar Ilustrasi Pengobatan 53


DAFTAR PUSTAKA

Isnandar, H.W. 2005. Kumpulan 1001 Ramuan Obat Tradisional Indonesia.


Mojokerto : Dayang Sumbi.
Mukhlizah, Fauziah. 2002. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar
Swadaya.
Sanadi. 2006. Toga Solusi Alternatif. PPLH Seloliman.
Tim PPLH. Melestarikan Tanaman Obat. Mojokerto : PPLH Seloliman,
Universitas Widya Mandala Surabaya, Darwin Initiative, Field Study
Council.
Tim LIPI. 1980. Tumbuhan Obat. Jakarta : Balai Pustaka.
http://www.ditjenbun.deptan.go.id

54 Toga Edisi Khusus Tanaman Liar