Anda di halaman 1dari 5

APA MUNGKIN MEDAN UTARA DAPAT PEMEKARAN

Belawan Andalas

Suara Pemekaran Medan utara tetap dikumandangkan oleh


tokoh-tokoh di Medan Utara. Kali ini, tim pemerakarsa Medan
Utara dideklarasikan sebagai reaksi masyarakat Medan
Utara yang selama ini menilai lambannya percepatan
pembangunan Medan Utara, Sabtu (8/1).

Ibeng s Rani seorang tokoh pemrakarsa Medan Utara dalam


acara pengukuan tim pemrakarsa Pemekaran Medan utara
yang dilakukan di Jalan Deli No02 Belawan mengatakan
Medan Utara merupakan kawasan yang tidak bias
dipisahkan dari kota Medan yang meliputi Medan Deli,
Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan.
Setidaknya merupakan penyumpang pendapat dari pemko
Medan, dari sector Pelabuhan, Industri, perikanan dan
kelautan namun masih medan utara yang selama ini gelisah
karena masih minimnya pembangunan dan perhatian yang
diberikan.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pendeklarasian tim


pemrakarsa Medan Utara ini merupakan hal dan tonggak
sejarah dalam usdaha pemekaran Medan Utara. Pemekaran
sebuah daerah sambungnya bukanlah semata-mata
keinginanan rakyat datau sekelompok orang sebagaimana
yang muncul dalam persepsi masyarakat, akan tetapi
pemekarna tersebut merupakan kehendak pemerintah
Republik Indonesia yang secara yuridis dan telah
diamanatkan dalam UU Nomor 32 tahun 2204 tentang
otonomi daerah.

“Pemekaran bukanlah hal yang haram dan sudah


diamanatikan dalam UU Nomor 32 tahuin 2004 tentang
otonomi Daerah dan PP Nomor 78 tahun 2007,” ucapnya
dalam acara pembentukan tim deklarasi pemekaran Medan
Utara.

Ia menambahkan, tim pemerakarsa pemekaran Medan


Utara bukanlah lembaga yang bersifat prontal, komprontatif
dan anarkis. Melainkan smabungnya,bersifat elegan dan
fleksibel guna merangkul semua lapisan masyarakat medan
utara. Tim pemrakarsa ini akan bekerja selama enam bulan
kedepan, dengan agenda menyiapkan penyusunan draft
pemekaran serta mempersiapkan orang-orang yang
nantinya duduk didalam kepantian Persiapan pemekaran
Medan utara dan melaksanakan Rapat akbar seluruh
masyarakat Medan utara.

“tim ini akan bertugas selama enam bulan kedepan dengan


meyiapkan beberpa agenda dan melaksanakan Rapat akbar
seluruh masyarakat Medan utara nantinya,” sebutnya.

Ia juga mengatakan, beberapa potensi Medan utara bila di


mekarkan. Hal ini dimulai dari tingginya angka kemiskinan
dan penganguran, luasnya wilayah administratif, tersedianya
SDM, tidak adanya blue print skala prioritas untuk
pembangunan Medan Utara.

“Yang palin dominan adalah tingginya PAD dari kawasan


Medan Utara dan menjadi perekat untuk dilakukannya
analisis akademis dalam wacaana pemekaran,” ucapnya.

Sementara itu dalam acara tersebut hadir juga sekretaris PDI


Perjuangan Sumut yang juga anggota DPRD sumut Brilian
muktar dan beberpa tokoh masyarakat Medan Utara lainnya.

Tim pemerakarsa pemekaran diantaranya Johan Arifin SH


selaku ketua Gerakkan Masyarakat Pemekaran Medan Utara
(Gementara), Azhar Ong tokoh masyarakat nelayan dan
pesisir, Ibeng s Rani SH, selaku praktisi hukum, Gamal Abdul
Nasir selaku tokoh masyarakat Marelan, Mulyadi dan Zul
Syahdan selaku tokoh pemuda Marelan dan Medan Labuhan,
Abun Chandra Winata selaku pengusaha serta tokoh budaya
dan etnis tionghua Medan Utara serta tokoh lainnya di
Medan Utara

Saat minta keterangan kepada siswa SMU HangTua


mengenai acara ini, mereka tidak mengerti apa dengan
acara ini.”kami tidak megerti bang dengan acara ini, kami
hanya di undang saja.kata seoarang siswa yang tidak mau
namanya dituli.

Hj Chairani selaku tokoh masyarakat Medan Utara menilai, Medan Utara


mekar kenapa tidak? tak ada alasanya Medan Utara untuk tak mekar, sebab
pemekaran sudah lama kita dambakan, kita anak Belawan, apa yang ada di
Belawan saat ini dari tahun ketahun tetap begini, kumuh dan pengangguran
dimana-mana.

"Kepada tim pemerkarsa saya salut, sejak 2005 isu pemekaran ini sudah
tercipta meski baru wacana kelanjutannya di tahun ini dan kami pernah
diundang pada pertemuan 100 tokoh di Gallery Rahmad Shah Medan,"
ungkapnya.

Ia juga mengatakan, pro kontra terhadap rencana pemekaran itu pasti ada
tapi itu biasa setiap niat baik itu pasti ada tantangan, toh, bila Medan Utara
mekar nanti yang menikmati anak dan cucu kita.

Hj Chairani juga menilai, mestinya pelabuhan Belawan itu indah tapi ini
sebaliknya, serta perusahan yang banyak meraup keuntungan disini,
nyatanya belum peduli pada anak Belawan makanya banyak pengangguran.
"Yang kontra jangan pikirkan, jangan sudah mekar kuncup balik, maju terus
pantang mundur," ujar Hj Chairani bersemangat.

Tokoh wanita Medan Utara ini berharap agar tim pemerakarsa pemekaran
Medan Utara dapat merangkul berbagai elemen masyarakat di 4 kecamatan
Medan Utara sebab kerja mekar itu masih panjang serta sulit, bak mekarkan
bunga harus dipupuk, disiram dan dirawat, agar bunga tersebut mekar, indah
nan menawan. "Saya tahu betul pemekaran itu butuh kesolidan dan
kekompakan, maju terus insyallah demi kemajuan ini saya siap
mendukungnya," ungkapnya

Ditempat terpisah, Drs Milhan Yusuf SH selaku akademisi dan tokoh


pendidik terkemuka memandang pemekaran wilayah wajar-wajar saya, ada
niat pemekaran itu hak anak bangsa tapi mesti ada proses, apa yang
disampaikan Hj Chairani itu betul, selama proses ini harus solid.

"Perbaikan infrastruktur, jalan dan kanalisasi di Medan Utara yang rusak


harus menjadi desakkan utama pada Pemko Medan begitu juga kanalisasi di
Martubung perlu dipikirkan sehingga kalau hujan tak selalu langanan banjir,
ini perlu kita desak Pemko Medan guna mengenjot pembangunan MU,"
ungkapnya.

Ia juga menilai, Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu kita
perjuangkan dimana sekolah-sekolah kejuruan khususnya di Marelan,
Belawan masih sangat minim, seperti sekolah kejuruan/ SMK pertanian,
perikanan, kalau perlu ada sekolah yang bisa dijamin tamat SMK bisa masuk
STPDN.

"Agar Medan Utara tak hanya pembangunan fisik saja namun SDM juga
ditingkatkan,kita berharap apa yang disampaikan tokoh tokoh Medan Utara
menjadi konsep strategis sehingga Medan Utara mekar dengan baik,"
ungkapnya.

Bicara soal Medan Utara dari awal saya prihatin padahal berulangkali saya
perjuangkan harapan masyarakat mendesak terus Pemko untuk memberikan
porsi lebih bagi pembangunan Medan Utara.

Namun hingga kini Medan Utara itu masih ditinggalkan, padahal bila mau
jujur di Belawan saja miliaran uang perharinya diraub namun kenapa
pembangunanya tak ada, Puskesmas malah tergenang air bagaimana orang
mau berobat.

"Kalangan petani dan nelayan harus diberikan bantuan 100 miliar pertahun,
kalau tidak bagaiman mau maju," ungkap Porman Naibaho SH selaku
anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI-Perjuangan saat dimintai
komentarnya soal Medan Utara

Selaku wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan V Medan Utara ini
Porman meilai begitu besar harapan pembangunan saudara-saudara kita di
Medan Utara, kalau Kepala daerah dan SKPD yang memanggil masih bisa
diabaikan tapi kalau sudah rakyat memanggil kita wajib hadir guna
mendengar aspirasi rakyat sebab kita terpilih dari suara rakyat.
Kami mendukung terciptanya pemekaran Medan Utara tersebut, dan akan
saya coba mengajak anggota DPRD lainnya guna mendorong percepatan
pemekaran, dan kita harapkan kedepan sejumlah tokoh dari tiap kecamatan
harus ada.

Pemko Medan perlu diberikan informasi dari arus bawah agar kepentingan
rakyat bisa diketahui serta disahuti. Kalau memang kaum marjinal itu tak
diperhatikan itu perlu kita bantu menuju pemekaran Medan Utara.ujar
politisi PDI Perjuangan serta praktisi hukum mantan LBH Medan tersebut.

Beri Nilai