Anda di halaman 1dari 10

[|_[|

Prokfikum Iimio
Peoksi Pedoks Sponfon don SeI VoIfo
8ob ELEITPOLISIS



IeIompok Sofu
IeIos XII IPA I
Momo-Momo IeIompok:
I. i Lesmono
Z. Eko Sukmo H.
3. Fikri Sundoro
4. Hosby IoIborisfo 0.
b. Ibnu Adhom
o. M. Yossin Zuboir P.
7. Yeyen Mursyipo

$ |ege. + _~~|~:
~|~: |~:ge~: $:9~~q~ |c. - _e|. oz+ +,;
[ec~~9~: _~~|~: [~:~9e: _.ec:

Laporan Praktikum Kimia


Reaksi Redoks $pontan

I. Tujuan
Untuk mengetahui beberapa macam zat yang mengalami reaksi redoks spontan
dan reaksi redoks tak spontan.

II. asar Teori
#eaksi redoks (singkatan dari reduksi/oksidasi) adalah istilah yang
menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi suatu unsur dalam sebuah reaksi
kimia. Terjadi reduksi bila unsurnya mengalami penurunan bilangan oksidasi dan
oksidasi bila unsurnya mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Dalam sel volta,
suatu reaksi redoks dapat mengalami reaksi redoks spontan, yaitu ketika potensial
elektroda sel nya lebih dari 0. Potensial elektroda (E
o
) adalah banyaknya arus
listrik yang dihasilkan suatu elektroda.

III. at dan Bahan
> buah tabung reaksi > $eng (Zn)
> buah pipet > Tembaga (Cu)
> arutan Cu$

> agnesium (g)


> arutan Zn$

> #ak tabung reaksi


> arutan HCl
IV. ara Kerja
. $iapkan empat buah tabung reaksi yang ditempatkan pada raknya,
2. Bedakan keempat tabung tersebut dengan memberi nomor sampai dengan ,
3. Isilah keempat tabung reaksi tersebut dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Tabung dengan larutan Cu$


b) Tabung 2 dengan larutan Zn$


c) Tabung 3 dan dengan larutan HCl.
. Tambahkan logam Zn kedalam larutan Cu$

(tabung ), logam Cu kedalam
larutan Zn$

dan larutan HCl (tabung 2 dan ), dan logam g kedalam larutan


HCl (tabung 3),
5. Amati reaksi dari keempat logam tersebut dan catat hasilnya.
V. Hasi Pengamatan
. Tabung terjadi beberapa reaksi seperti timbulnya gelembung-gelembung pada
logam Zn dan terjadi pengkaratan pada logam Zn
2. Tabung 2 dan tidak terjadi reaksi apapun
3. Tabung 3 terjadi reaksi berupa gelembung-gelembung pada logam Cu.

VI. Pembahasan
Pada tabung suatu reaksi terjadi antara larutan Cu$

dengan logam Zn.


Cu$

melepas ion Cu
2
dan bereaksi dengan logam Zn menurut persamaan:
Zn Cu
2
F Zn
2
Cu.
Dari hasil pengamatan dapat diketahui adanya suatu peristiwa/reaksi yang
terjadi, yaitu reaksi pendesakan. ogam Zn yang bebas di sebelah kiri mendesak
logam Cu yang terikat (berbentuk ion Cu
2
) di sebelah kanan. Hal ini berarti
logam Zn yang mendesak lebih aktiI daripada logam Cu yang didesak dan
terjadilah reaksi redoks spontan. Bila kita hitung potensial elektrodanya (E
o
sel),
maka akan bertanda positiI. Harga E
o
suatu unsur dapat kita ketahui dari tabel.
Berikut pembuktiannya:
Cu
2
2e F Cu E
o
0,
Zn F Zn
2
2e E
o
0,7
-----------------------------------------------
Zn Cu
2
F Zn
2
Cu E
o
sel 0,92
Dari persamaan tersebut juga dapat kita simpulkan bahwa dalam suatu deret
volta unsur Zn berada di sebelah kiri unsur Cu. $ehingga logam Zn mengalami
oksidasi dan logam Cu mengalami reduksi. $udah sepantasnya juga logam Zn
mengalami pengkaratan karena pengkaratan (korosi) adalah peristiwa
teroksidasinya suatu logam dan logam Zn memang mengalami oksidasi.
Pada tabung 2 tidak terjadi reaksi apapun antara larutan Zn$

dengan
logam Cu. Hal ini memang benar karena dari tabung pertama kita sudah tahu
bahwa unsur Zn berada di sebelah kiri unsur Cu dalam deret volta sehingga
logam Zn harus mengalami oksidasi dan logam Cu harus mengalami reduksi.
Namun, pada tabung 2 logam Zn 'dipaksa mengalami reduksi terhadap logam
Cu dan bila kita hitung potensial selnya maka akan berharga negatiI. Terjadilah
reaksi redoks tak spontan.
Pada tabung 3 terjadi reaksi antara larutan HCl dengan logam g menurut
persamaan:
g 2HCl F gCl
2
H
2
Dari persamaan tersebut dapat kita ketahui bahwa logam g mengalami
oksidasi dan H mengalami reduksi. Berarti dalam suatu deret volta, unsur g
berada di sebelah kiri unsur H dan bila kita hitung potensial selnya maka akan
berharga positiI. Terjadilah reaksi redoks spontan. Gas yang kita lihat adalah gas
H
2
.
Pada tabung tidak terjadi reaksi apapun antara larutan HCl logam Cu.
Hal ini berarti logam Cu harus mengalami reduksi dan H harus mengalami
oksidasi. Namun, pada tabung logam Cu mengalami oksidasi dan H mengalami
reduksi. Terjadilah reaksi redoks tak spontan.



VII. Kesimpuan
. #eaksi redoks spontan terjadi bila E
o
sel nya lebih besar dari 0
2. #eaksi redoks tak spontan terjadi bila E
o
sel nya lebih kecil dari 0
3. Apabila suatu reaksi terjadi dengan persamaan :
(bermuatan/senyawa) F (bermuatan/senyawa)
aka reaksi dapat berlangsung spontan jika adalah suatu unsur yang berada di
sebelah kiri unsur dari deret volta.

VIII. Lampiran








Laporan Praktikum Kimia


$el Volta
I. Tujuan
enentukan potensial sel (E
o
sel) dari berbagai jenis sel volta.

II. Teori asar
$el volta adalah suatu rangkaian antar sel berupa anode dan katode dalam
suatu reaksi kimia yang berubah menjadi energi listrik. #eaksi kimianya adalah
reaksi redoks. $el volta berlangsung secara spontan. asing-masing sel volta
memiliki potensial elektroda yang berbeda-beda. Tentunya harga potensial suatu
zat tidak mungkin berdiri sendiri, harus ada patokan yang menjadi standarnya.
$ebagai elektrode standar menggunakan elektrode hidrogen (H). Berikut ini
adalah urutan deret volta:

Harga potensial elektroda unsur H bernilai 0. $emakin ke kiri dari unsur H
dalam deret volta, unsur tersebut memiliki harga potensial elektroda yang negatiI
dan $emakin ke kanan dari unsur H dalam deret volta, unsur tersebut memiliki
harga potensial elektroda yang positiI.

III. at dan Bahan
> 2 buah gelas reaksi > arutan Cu$


> 'oltmeter > arutan Zn$


> Elektroda Cu (tembaga) > abel jepit buaya
> Elektroda Zn ($eng) > embatan garam

IV. ara Kerja
. asukkan beberapa ml larutan Cu$

ke dalam gelas kimia yang pertama,
2. asukkan beberapa ml larutan Zn$

ke dalam gelas kimia yang kedua,
3. Hubungkan kedua larutan menggunakan jembatan garam,
. epit lempeng logam Cu dan Zn dengan kabel jepit buaya dan pasang kabelnya
dengan voltmeter,
5. asukkan lempeng logam Cu ke dalam larutan Cu$

,
. asukkan lempeng logam Zn ke dalam larutan Zn$

,
7. ika jarum voltmeter bergerak ke arah kanan, baca beda potensialnya
8. Catat hasilnya dalam buku kerja.





V. Hasi Pengamatan












Dari hasil pengamatan kelompok , jarum voltmeter bergerak sampai di 0,2 volt dan juga
adanya endapan pada logam Cu.
VI. Pembahasan
ogam tembaga dicelupka kedalam larutan Cu$

dan logam seng dicelupkan


kedalam larutan Zn$

. edua larutan dihubungkan dengan jembatan garam.


edua elektroda (logam Cu dan logam Zn) dihubungkan dengan alat penunjuk
arus yaitu voltmeter.
Dalam deret volta, unsur Cu berada di sebelah kanan unsur Zn. aka Cu
mengalami reduksi dan Zn mengalami oksidasi. Dan juga logam Cu bertindak
sebagai katoda (karena mengalami reduksi) dan logam Zn bertindak sebagai
anoda (karena mengalami oksidasi).
Berikut ini adalah reaksi yang terjadi pada katoda dan anoda dalam peristiwa
tersebut dan juga kita dapat mengukur arus elektron yang mengalir pada jembatan
garam dengan mengetahui terlebih dahulu potensial elektroda unsur Cu dan Zn.
Harga potensial elektroda unsur bisa kita lihat pada tabel potensial reduksi
standar di buku reIerensi kimia.


#eaksi di anoda : Zn F Zn
2
2e
-
E
o
0,7 '
#eaksi di katoda : Cu
2
2e
-
F Cu E
o
0,3 '
---------------------------------------------------------------------------------
#eaksi sel : Zn Cu
2
F Zn
2
Cu E
o
sel ,0 '

Dari reaksi diatas, dapat kita ketahui bahwa logam Zn melepaskan elektron
dan berubah membentuk ion Zn
2
dan bergabung dalam larutan Zn$

.
emudian elektron mengalir dari elektroda Zn ke elektroda Cu. Ion Cu
2
dalam
larutan Cu$

menerima elektron dan ion tersebut berubah membentuk endapan


logam Cu. Elektron yang mengalir pada jembatan garam akan dibaca oleh alat
penunjuk arus yaitu voltmeter.
Dari hasil perbandingan antara nilai potensial sel hasil percobaan dengan data
diatas, ditemukan adanya perbedaan arus volt yang kemungkinan disebabkan oleh
beberapa Iaktor seperti:
. urang teliti dalam pembacaan nilai arus di alat voltmeter
2. emolaran kedua larutan tidak tepat sama
3. 'oltmeter yang kurang akurat.
Berikut ini adalah data hasil percobaan sel volta dari kelompok lain dimana
larutan dan elektrodanya juga berbeda.
) elompok 2. enggunakan elektroda alumunium (Al) dan agnesium (g)
dalam larutan Al
2
($

)
3
dan g$

. arena unsur Al berada disebelah kanan


unsur g dalam deret volta, maka Al bertindak sebagai katoda dan g
bertindak sebagai anoda. Berikut reaksinya:
#eaksi di anoda : g F g
2
2e
-
E
o
2,38 '
#eaksi di katoda : Al
3
3e
-
F Al E
o
-,7 '
---------------------------------------------------------------------------------
#eaksi sel : 3g 2Al
2
F 3g
2
2Al E
o
sel 0,7 '

ogam g melepas elektron dan Al yang menerima elektron sehingga di
elektroda Al akan terjadi pengendapan. Arus yang terbaca oleh alat voltmeter
seharusnya menunjuk ke arah 0,7 ', namun dari hasil pengamatan
kelompok 2 jarum penunjuk voltmeter tidak dapat dibaca.
2) elompok 3. enggunakan elektroda tembaga (Cu) dan alumunium (Al)
dalam larutan Al
2
($

)
3
dan Cu$

. arena unsur Cu berada disebelah kanan


unsur Al dalam deret volta, maka Cu bertindak sebagai katoda dan Al
bertindak sebagai anoda. Berikut reaksinya:

#eaksi di anoda : Al F Al
3
3e
-
E
o
,7 '
#eaksi di katoda : Cu
2
2e
-
F Cu E
o
0,3 '
---------------------------------------------------------------------------------
#eaksi sel : 2Al 3Cu
2
F 2Al
3
3Cu E
o
sel 2,0 '

ogam Al melepas elektron dan Cu yang menerima elektron sehingga di
elektroda Cu akan terjadi pengendapan. Arus yang terbaca oleh alat voltmeter
seharusnya menunjuk ke arah 2,0 ', namun dari hasil pengamatan
kelompok 3 jarum penunjuk voltmeter dapat dibaca sampai arus 2,00 '.
3) elompok . enggunakan elektroda tembaga (Cu) dan magnesium (g)
dalam larutan g$

dan Cu$

. arena unsur Cu berada disebelah kanan


unsur g dalam deret volta, maka Cu bertindak sebagai katoda dan g
bertindak sebagai anoda. Berikut reaksinya:
#eaksi di anoda : g F g
2
2e
-
E
o
2,38 '
#eaksi di katoda : Cu
2
2e
-
F Cu E
o
0,3 '
---------------------------------------------------------------------------------
#eaksi sel : g Cu
2
F g
2
Cu E
o
sel 2,72 '

ogam g melepas elektron dan Cu yang menerima elektron sehingga di
elektroda Cu akan terjadi pengendapan. Arus yang terbaca oleh alat voltmeter
seharusnya menunjuk ke arah 2,72 ', namun dari hasil pengamatan
kelompok jarum penunjuk voltmeter dapat dibaca sampai arus 0,7 '.
) elompok 5. enggunakan elektroda seng (Zn) dan magnesium (g) dalam
larutan g$

dan Zn$

. arena unsur Zn berada disebelah kanan unsur g


dalam deret volta, maka Zn bertindak sebagai katoda dan g bertindak
sebagai anoda. Berikut reaksinya:
#eaksi di anoda : g F g
2
2e
-
E
o
2,38 '
#eaksi di katoda : Zn
2
2e
-
F Zn E
o
-0,7 '
---------------------------------------------------------------------------------
#eaksi sel : g Zn
2
F g
2
Zn E
o
sel ,2 '

ogam g melepas elektron dan Zn yang menerima elektron sehingga di
elektroda Zn akan terjadi pengendapan. Arus yang terbaca oleh alat voltmeter
seharusnya menunjuk ke arah ,2 ', namun dari hasil pengamatan
kelompok 5 jarum penunjuk voltmeter dapat dibaca sampai arus 0,0 '.


5) elompok . enggunakan elektroda seng (Zn) dan alumunium (Al) dalam


larutan Al
2
($

)
3
dan Zn$

. arena unsur Zn berada disebelah kanan unsur


Al dalam deret volta, maka Zn bertindak sebagai katoda dan Al bertindak
sebagai anoda. Berikut reaksinya:
#eaksi di anoda : Al F Al
3
3e
-
E
o
,7 '
#eaksi di katoda : Zn
2
2e
-
F Zn E
o
-0,7 '
---------------------------------------------------------------------------------
#eaksi sel : 2Al 3Zn
2
F 2Al
3
3Zn E
o
sel 0,9 '

ogam Al melepas elektron dan Zn yang menerima elektron sehingga di
elektroda Zn akan terjadi pengendapan. Arus yang terbaca oleh alat voltmeter
seharusnya menunjuk ke arah 0,9 ', namun dari hasil pengamatan
kelompok jarum penunjuk voltmeter dapat dibaca sampai arus 0,8 '.
VII. Kesimpuan
. Dalam deret volta, unsur yang berada disebelah kiri dari unsur H, unsur tersebut
memiliki harga potensial elektroda yang negatiI dan unsur yang berada disebelah
kanan dari unsur H, unsur tersebut memiliki harga potensial elektroda yang
positiI.
2. Dalam deret volta juga, unsur yang berada disebelah kiri unsur yang lain akan
mengalami oksidasi dan bertindak sebagai anoda, dan unsur yang berada
disebelah kanan unsur yang lain akan mengalami reduksi dan bertindak sebagai
katoda.
3. $emakin kekiri suatu unsur dalam deret volta, maka semakin mudah mengalami
oksidasi (reduktor) dan semakin kekanan suatu unsur dalam deret volta, maka
semakin mudah mengalami reduksi (oksidator).