Anda di halaman 1dari 2

IZIN PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH PERTANIAN KE NON PERTANIAN

A. Pengertian 1. Perubahan Tanah Pertanian ke Non Pertanian adalah perubahan status pemanfaatan dari tanah pertanian ke non pertanian yang bersifat permanen yang luasnya tidak melebihi 1 (satu) hektar dan tidak beririgasi teknis. 2. Izin Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian adalah izin yang diberikan kepada orang pribadi atau badan untuk merubah status pemanfaatan tanah pertanian ke non pertanian. 3. Retribusi Izin Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian adalah pembayaran atas pemberian izin perubahan penggunaan tanah pertanian ke non pertanian. B. Dasar Hukum : 1. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 1 Tahun 2002 tentang Izin Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian. 2. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 30 Tahun 2010 tentang Pencabutan Peraturan Daerah Kabupaten Jepara. 3. Keputusan Bupati Jepara Nomor 591/ 209 Tahun 2002 tentang Tata Cara Permohonan Izin Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian. 4. Peraturan Bupati Jepara Nomor 34 Tahun 2009 tentang Standar Pelayanan Publik di Kabupaten Jepara.

C.

Prosedur 1. Pemohon mengisi formulir permohonan Izin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian dilampiri berkas berkas persyaratan disampaikan kepada Bupati melalui Kepala BPPT. 2. Petugas pendaftaran menerima dan meneliti kelengkapan permohonan Izin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian 3. Tim teknis Izin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian melaksanakan peninjauan lokasi. 4. Pemohon membayar retribusi Sumbangan Pihak Ketiga. 5. Dinas teknis menerbitkan rekomendasi. 6. Petugas administrasi memproses dan menerbitkan Izin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian. 7. Pemohon mengambil dokumen Izin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian dengan menunjukkan bukti pembayaran retribusi Izin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian.

D. Persyaratan : 1. 2. 3. 4. Mengisi formulir yang telah disediakan. Foto copy KTP pemohon. Surat keterangan kepemilikan tanah. Gambar rencana penggunaan tanah.

5. Surat pernyataan kesanggupan memberikan ganti rugi / penyediaan tempat penampungan bagi pemilik tanah. 6. Akte pendirian perusahaan dan NPWP. 7. Pernyataan mengenai tanah yang sudah dikuasai / dimiliki. E. Retribusi : Sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2002 untuk : Perumahan 1 % / m dari NJOP. Industri / perusahaan 2 % / m dari NJOP. Sosial, lembaga keagamaan / kemasyarakatan 0,5 % / m dari NJOP. F. Jangka Waktu berlakunya Izin Perubahan Penggunaan Tanah Pertanian ke Non Pertanian : Berlaku selamanya G. Waktu Pemrosesan : Maksimal 3 ( tiga ) hari kerja setelah permohonan diterima dengan lengkap dan benar.