BAB 24 

AKUNTANSI DI  PERUSAHAAN  DAGANG  PENCATATAN METODE PERPETUAL

Asgard Chapter

2008

www.cherrycorner.com

Halaman | 1 . dan Akun HPP di debet Tidak ada jurnal penyesuaian Tidak ada pencatatan ke akun PBD dan HPP Terdapat jurnal penyesuaian akun PBD dan HPP Akun PBD di kredit Akun PBD di kredit akun PBD Akun PBD di debet Akun PBD di debet Perpetual Setiap jual beli BD di catat di akhir periode Akun Pembelian di debet Akun Biaya angkut pembelian di debet Akun Retur & pengurangan pembelian di kredit Akun Potongan pembelian di kredit Periodik Pencatatan di akun PBD hanya di B. Oleh karenanya. metode perpetual mencatat akun Harga pokok penjualan (HPP) setiap terjadi transaksi penjualan barang dagangan. Dengan metode perpetual ini maka saldo persediaan barang dagangan selalu dapat diketahui. metode perpetual mencatat akun PBD setiap terjadi transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan (BD). Juga. dan penyusunan laporan keuangan di perusahaan dagang menggunakan metode perpetual.1: Akuntansi Metode Perpetual vs. pada akhir periode perusahaan tidak perlu melakukan pencatatan jurnal penyesuaian untuk akun PBD dan akun HPP. Metode Perpetual erbeda dengan metode periodik. Perpetual vs. Periodik No. Bab ini mendiskusikan tentang metode perpetual. Periodik erbedaan metode perpetual dan periodik antara lain sbb: Peraga 24. A. penjurnalan. 01 02 03 04 05 06 07 Faktor Perbedaan Dasar pencatatan Transaksi pembelian Transaksi pengeluaran biaya angkut pembelian Transaksi retur & pengurangan pembelian Transaksi penerimaan potongan pembelian Transaksi penjualan Jurnal penyesuaian Akun PBD di kredit.AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG: PENCATATAN METODE PERPETUAL Perusahaan dagang dapat menggunakan metode Perpetual untuk mencatat transaksi-transaksi persediaan barang dagangan.

000 Persediaan barang dagangan (20 Pulsa C Pengurangan harga) Utang dagang 1.900.000 05/08 150.000) Persediaan barang dagangan 7.000 Penjualan Harga pokok penjualan 5.000 02/08 7.C.500.000 Penjualan Harga pokok penjualan 4.900.000 07/08 100.800.000 5.000 7. CELL Nama Akun dan Debet Deskripsi Singkat (Rupiah) Persediaan barang dagangan 10.000 Penjualan Harga pokok penjualan 950.000.000 04/08 200.000.000 Kas (Pelunasan utang pulsa C) Kas 6.000 Persediaan barang dagangan Kas (15 HP D Potongan tunai pembelian) Utang dagang 100.000 950. Hasil penjurnalan menggunakan metode perpetual disajikan sbb: Peraga 24.410.000.000 5. CELL ransaksi pembelian dan penjualan barang dagangan di UD.000 Persediaan barang dagangan Kas (5 HP B Pelunasan& pot.000 Persediaan barang dagangan (3 HP B penjualan kredit) Piutang dagang 1.500.000) Persediaan barang dagangan 2.000 4.500.000 Kas (10 HP A @Rp1.000.000 Kas (10 HP A Biaya angkut pembelian) Utang dagang 7.100. CELL untuk bulan Agustus 2007 terdapat di Lampiran 24A.010.100.000 03/08 2.000 Persediaan barang dagangan (10 Pulsa C penjualan kredit) Tgl 01/08 Kredit (Rupiah) 10.850.000 Persediaan barang dagangan (5 HP A penjualan tunai) Piutang dagang 4.010.350.000 Halaman | 2 .500.000 20/08 4. Penjurnalan dengan Metode Perpetual di UD.000. pembelian) Persediaan barang dagangan 6.800.000 21/08 1.000.000.000) Persediaan barang dagangan 200.000.2: Penjurnalan (Metode Perpetual) Buku Jurnal – Metode Perpetual Agustus 2007 – UD.000 06/08 150.000 Utang dagang (20 Pulsa C @Rp100.000 19/08 6.410.000 18/08 1.000 Utang dagang (5 HP B @Rp1.

020.000 4. perusahaan menyusun laporan keuangan.704.000 2.000 1.200. Oleh karenanya. Terdapat beberapa metode penentuan kos yang lazim digunakan perusahaan. Langkah pertama penyusunan laporan keuangan adalah pembuatan neraca saldo. tunai) Kas Potongan penjualan Piutang dagang (Pelunasan piutang 20 Agustus) Biaya pengiriman Kas (Biaya pengiriman ke pelanggan) Retur & pengurangan penjualan Kas Persediaaan barang dagangan HPP (1 HP A retur) Kas Piutang Dagang (10 Pulsa C Pelunasan piutang) 2.000 1.020. Cara yang ideal adalah dengan cara mengidentifikasi harga pokok dari setiap barang yang terjual. Berikut ini adalah neraca saldo UD.950. Neraca Saldo ada akhir periode.450. Dalam banyak situasi. Pengukuran HPP enggunakan metode Perpetual.000 1.000 D.000 50.000 4. yaitu: a. penentuan besarnya HPP dari BD yang terjual harus dilakukan.200. perusahaan menggunakan model untuk penghitungan HPP yang sering disebut dengan sistem penentuan kos (costing system).000 1.22/08 23/08 24/08 25/08 31/08 Kas Potongan penjualan Penjualan Harga pokok penjualan Persediaan barang dagangan (5 HP D Penjualan dan pot.000 1.010. CELL menggunakan metode perpetual: Halaman | 3 .800.950.000 1.010. Weighted average (rata-rata tertimbang) E.000 96. FIFO (first in first out) b.000 50. harga pokok penjualan BD dihitung ketika terjadi penjualan BD maupun ketika terjadi retur & pengurangan penjualan.500.000 50. LIFO (last in first out) c.000 1.000 1. Average (rata-rata) d.

Tidak terdapat akun pembelian. CELL – 31 Desember 2007 Nama Akun Kas Piutang dagang Persediaan barang dagangan Utang dagang Pribadi Modal Penjualan Retur & pengurangan penjualan Potongan penjualan Pendapatan lain-lain Biaya gaji Biaya sewa Biaya pengiriman barang Biaya lain-lain Harga pokok penjualan Total Debet (Rp) 15. F.000. sedangkan di metode periodik akun HPP ini merupakan akun kliring. Jurnal Penyesuaian.000.000.000.000 22. beberapa akun yang berbeda adalah: a. biaya angkut pembelian.000.000 Kredit (Rp) 775.000.000.000 yang merupakan saldo akun PBD di neraca saldo. Terdapat akun harga pokok penjualan sebagai akun nominal. dan Pencatatan Jurnal Penutup enggunakan metode perpetual. dan potongan pembelian.000.000.000 75. c.000 525.000 27.000.000 6.000.000 10.000.000.000 775. bukan Rp100. pencatatan jurnal penyesuaian yang terkait dengan persediaan barang dagangan maupun pembentukan akun HPP tidak perlu dibuat.000 14.000.000 720.3: Neraca Saldo (Metode Perpetual) Neraca Saldo UD. Neraca Saldo setelah Jurnal Penyesuaian.000 6. CELL maka neraca saldo dan neraca saldo setelah penyesuaian adalah sama. Akun persediaan barang dagangan bersaldo Rp75. CELL adalah sama dengan jurnal penutup – basis HPP. b.000 Dibandingkan dengan neraca saldo menggunakan metode periodik.000.000. Sedangkan pencatatan jurnal penutup yang dibuat UD. Berhubung tidak terdapat transaksi lain yang perlu dibuat jurnal penyesuaian di UD.000 24.000.Peraga 24.000. Halaman | 4 .000 5.000 18.000.000 23. retur & pengurangan pembelian.000.000 60.

000) (57. di bab ini tidak ditampilkan kembali ketiga laporan keuangan tersebut. dan laporan arus kas yang dihasilkan UD.000.000.000 (14. sebenarnya laporan laba/rugi seperti halnya yang dihasilkan menggunakan metode periodik dapat juga dibuat.000.000. Laporan laba/rugi UD.000 (525.000) 5. neraca. Oleh karenanya.000. laporan laba/rugi sedikit lebih ringkas karena penghitungan HPP lazimnya tidak diuraikan.000) 700. CELL Untuk Periode 2007 – UD. Halaman | 5 .000) 118. Meski demikian.000) (27.000.000. Menggunakan metode perpetual. CELL jika menggunakan metode perpetual sama dengan menggunakan metode periodik.000.4.000.G. Laporan Keuangan aporan keuangan untuk perusahaan yang menggunakan metode perpetual pada dasarnya sama dengan yang menggunakan metode periodik.4: Laporan Laba Rugi Laporan Laba/Rugi (Rp) – UD.000) (6.000.000) (6. CELL 720. CELL menggunakan metode perpetual dapat dilihat di Peraga 24.000.000 123.000.000.000 (5. Peraga 24.000 10.000.000.000 Penjualan bruto (-) Potongan penjualan Penjualan bersih (-) Retur dan pengurangan penjualan (-) Harga pokok penjualan Laba kotor dari penjualan Biaya operasional: Biaya gaji Biaya sewa Biaya pengiriman barang (-) Total biaya operasional Laba operasional Laba/Rugi non-operasional: Pendapatan lain-lain (-) Biaya lain-lain Laba (Rugi) non-operasional Laba (Rugi) bersih Laporan perubahan modal.000 (24.000) 175.

Penutupan akun Pribadi ke akun Modal Dengan demikian. Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik enggunakan metode perpetual. jurnal penutup meliputi beberapa pencatatan sebagai berikut: a. Penutupan akun-akun biaya ke akun Ikhtisar laba rugi c.H. Penutupan akun-akun pendapatan ke akun Ikhtisar laba rugi b. Halaman | 6 . Penutupan akun HPP ke akun Ikhtisar laba rugi d. Penutupan akun Ikhtisar laba rugi ke akun Modal e. jurnal penutupan di metode perpetual sama dengan jurnal penutupan jika perusahaan menggunakan metode periodik yang pencatatan jurnal penyesuaiannya berbasis HPP.

etode perpetual menjadikan perusahaan tidak perlu melakukan jurnal penyesuaian untuk akun Persediaan barang dagangan dan HPP karena kedua akun tersebut sudah mencerminkan saldo/posisi pada tanggal akhir periode tersebut.KESIMPULAN enggunakan metode perpetual. yaitu FIFO. Khusus untuk transaksi penjualan. Kata-kata Kunci 01. LIFO. Pencatatan jurnal penutup dan pembuatan laporan keuangan menggunakan metode perpetual pada dasarnya sama dengan menggunakan metode periodik khususnya yang menggunakan basis HPP. dan rata-rata tertimbang. 07. 08. perusahaan juga mencatat ke akun Harga pokok penjualan (HPP) disamping akun PBD. 10. Pencatatan Pembelian BD Pencatatan Penjualan BD Pencatatan Potongan penjualan Pencatatan Biaya angkut pembelian Pencatatan Potongan pembelian Halaman | 7 . Metode Perpetual Metode Periodik Akun Persediaan BD Akun HPP Pencatatan Retur BD 06. perusahaan mencatat ke akun Persediaan barang dagangan (PBD) setiap terjadi transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan. perusahaan mengetahui saldo/posisi kedua akun PBD dan HPP setiap saat. 05. 02. 03. rata-rata. 09. Dengan demikian. Terdapat empat (4) metode untuk penentuan kos (costing system). 04. Besarnya nilai HPP ditentukan berdasar nilai pembelian bersih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful