Anda di halaman 1dari 13

TEORI MIKRO EKONOMI

Kuliah Minullah

GARIS-GARIS BESAR POKOK BAHASAN

A.DEFINISI,RUANG LINGKUP DAN PERMASALAHAN ILMU EKONOMI

1. Definisi Ilmu Ekonomi

Ada berbagai macam definisi ilmu ekonomi yang dikemukakan oleh para
pakar ilmu ekonomi,antara lain:
- Albert L.Mayers dalam bukunya “Grond lagun van de Modern Economic”
mengemukakan bahwa Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang
mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia.
- J.L Meyer dalam bukunya “Leerbook der bedrijfs Economic”
mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha
manusia kearah kemakmuran.
- Lionel Robbins JR telah mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai berikut:
“Economics is the Science Which Studies human behaviour as a
Ralationship between ends and scarce means which have alternative uses.
- Alfred Marshall mengungkapkan definisi ilmu ekonomi adalah ilmu yang
merupakan studi tentang umat manusia dalam kehidupan sehari-hari.
- Suparmoko memberikan definisi secara umum tentang ilmu ekonomi atau
ekonomika adalah sebagai ilmu tentang usaha-usaha manusia dalam
memenuhi kebutuhannya dan alat-alat pemuas kebutuhan yang langka
adanya.kemudian diperjelas lagi bahwa yang dimaksud dengan manusia
dalam hal ini adalah produsen dan konsumen yang sekaligus merupakan
pemilik factor-faktor produksi. Lebih lanjut dikatakan bahwa karena alat
pemuas kebutuhan sifatnya sangat langka,maka manusia harus melakukan
pilihan (Choise) agar pilihan tersebut dapat memberikan kepuasan tertinggi
bagi konsumen (tingkat kepuasan maksimal) atau keuntungan tertinggi bagi
produsen (tingkat keuntungan/laba maksimal).

1
Pendapatan lain yang lebih tajam lagi dari Richard G.Lipsey at.all,
mengatakan bahwa ilmu ekonomi adalah studi tentang pemanfaatan sumber
daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia.Sumber daya yang
langka (Scarcity)merupakan factor-faktor produksi untuk menghasilkan barang
dan jasa yang sering disebut sebagai alat pemuas kebutuhan manusia. Sumber
daya atau factor-faktor produksi adalah benda/jasa yang disediakan oleh alam
ataupun yang diciptakan oleh manusia yang memproduksi barang dan jasa yang
dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia meliputi:Tanah dan kekayaan
alam (Land),Tenaga Kerja atau sember daya manusia(labor),Modal(capital), dan
keahlian atau enterprenuership (skill). Kegiatan yang dapat
menciptakan/menambah daya guna dari sumber daya alam atau kegiatan yang
menciptakan Utility suatu barang disebut dengan kegiatan produksi. Sedangkan
kegiatan manusia di dalam mengumpulkan barang dan jasa secara langsung di
dalam memenuhi kebutuhannya disebut dengan kegiatan konsumsi.
Dari apa yang telah diuraikan diatas,dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa
walaupun banyak pendapatan tentang definisi dan pengertian tentang ilmu
ekonomi,kesemuanya didalam pendefinisian tersebut,yakni bahwa didalam ilmu
ekonomi titik berat utama mempersoalkan tentang kelangkaan dari sumber daya
atau alat pemuasan kebutuhan disbanding dengan kebutuhan/keinginan
manusia(scarcity),adanya pilihan(choise)didalam pengambilan setiap keputusan
dan nilai kegunaan (utility)dari sumber-sumber ekonomi tersebut.

SISTIM ORGANISASI EKONOMI DAN CARA BEKERJANYA


Dalam literatur ekonomi, biasanya dijumpai dua bentuk ekstrim sistim
ekonomi yaitu :
- Perekonomian bebas (private free price economy)
- Perekonomian terpimpin (gicle economy)
Sebelum dilanjutkan pembicaraan tentang berbagai sistim/organisasi
ekonomi perlu dipahami apa yang dimaksud dengan sistim, yaitu suatu
kumpulan elemen-elemen dimana antara elemen tersebut saling berhubungan
yang ditujukan untuk percapaian sasaran-sasaran bersama.

2
Menurut J.F. Due, Economic systim is the group of economic institution or,
regarded as a unit, the economic systim, the organization thought the
organization of which the various resources, scarce, relative to need for them are
utilized to sutisty the wants of man.
Dari definisi tersebut dapat kita mengatakan bahwa suatu sistim ekonomi
terdiri atas sejumlah elemen-elemen yaitu lembaga yang akan mengorganisir
berbagai sumber daya langka yang dibutuhkan manusia untuk mencapai
kepuasan.
Didalam usaha untuk memenuhi kebutuhan, setiap perekonomian pasti
mengalami masalah-masalah pokok ekonomi, akan tetapi cara untuk mengatasi
masalah-masalah tersebut berbeda-beda tergantung kepada falsafah, idealisme
dan organisasi ekonomi yang dianut (Sadono Sukirno).
Dalam pembahasan berikutnya sistim/organisasi ekonomi dapat
dibedakan atas :
1. Perekonomian Subsistem
Perekonomian subsistem adalah suatu organisasi ekonomi dimana tiap
keluarga yang ada di dalamnya menghasilkan sendiri barang-barang
kebutuhannya. Mereka menciptakan sendiri-sendiri alat-alat modal yang akan
digunakan untuk menghasilkan barang-barang. Teknologi produksi masih sangat
rendah. Tingkat produksi yang dihasilkan hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan yang paling pokok untuk setiap keluarga. Produksi bahan
makanan merupakan barang penting untuk dihasilkan, malah tingkat produksi
mereka relatif sangat minim dibandingkan dengan kebutuhan sehat.
Dalam perekonomian subsistem, kegiatan-kegiatan diatur oleh kekuasaan
dan adat istiadat dan turun temurun dan pemikiran rasional belum berkembang,
atau dengan kata lain bahwa permasalahan “What, Who dan For Whom” masih
berjalan menurut kekuasaan dan adat istiadat.
2. Perekonomian Pasar
Didalam perekonomian pasar kegiatan produksi yang dilakukan oleh
setiap produsen bukan untuk digunakan sendiri, akan tetapi dijual ke pasar. Para
produsen pada umumnya menciptakan barang-barang dan jasa untuk memenuhi

3
permintaan pasar. Permintaan pasar merupakan salah satu factor utama yang
menentukan besarnya tingkat produksi yang akan dihasilkan dalam
perekonomian. Didalam perekonomian pasar murni tidak terdapat campur
tangan pemerintah, sehingga jumlah dan jenis barang yang akan diproduksi
sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar (price system). Bentuk
perekonomian yang demikian ini dinamakan perekonomian kapitalisme. Dengan
demikian di dalam perekonomian pasar masalah “What, How dan For Whom”
dilakukan oleh inisiatif perorangan atau kelompok atau produsen atau pihak
swasta. Mereka belum menggunakan faktor-faktor produksi yang dimilikinya,
yang orientasinya kepada profit motive. Akan tetapi didalam perekonomian
modern jarang dijumpai sistim perekonomian pasar murni karena dalam setiap
perekonomian sudah terdapat campur tangan pemerintah meskipun dalam
batas-batas yang paling minimal. Hal ini terjadi sebagai akibat dari adanya
kegagalan dalam sistim ekonomi pasar itu sendiri.
3. Perekonomian Perencanaan
Perekonomian perencanaan muncul sebagai akibat dari ketidakpuasan
atas perekonomian pasar. Dalam perekonomian perencanaan jumlah dan jenis
barang yang harus diproduksi ditentukan oleh pemerintah, sehingga
individu/kelompok atau swasta tidak mempunyai kebebasan untuk menentukan
sendiri jenis dan tingkat kegiatan yang kana dilakukan. Tingkat produksi
diberbagai sektor ekonomi ditentukan oleh suatu Badan Perencanaan Ekonomi
Pusat yang dibentuk pemerintah. Badan ini membuat rencana kegiatan dalam
kurun waktu tertentu. Pemerintah mempunyai kekuasaan yang lebih besar atas
faktor-faktor produksi dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan tidak selalu ditijukan
untuk mencari keuntungan dan pemerintah berusaha menggunakan semua
tenaga kerja dalam perekonomian. Bentuk perekonomian ini sering disebut
dengan Perekonomian sosialis, dengan demikian masalah “What, How dan For
Whom” berada di tangan pemerintah.
4. Perekonomian Campuran
Pada masa ini perekonomian campuran banyak dianut oleh kebanyakan
Negara dimana pemerintah ikut serta di dalam menentukan dan mengatasi

4
masalah-masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat. Akan tetapi campuran
tangan pemerintah ini tidak sampai menghapus sama sekali kegiatan-kegiatan
ekonomi yang dilakukan oleh individu/kelompok atau pihak swasta. Dengan
campuran tangannya pemerintah diharapkan agar susunan produksi nasional
adalah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dimana faktor-faktor produksi
dapat digunakan dengan efesiensi, distribusi pendapatan menjadi lebih merata
dan perkembangan ekonomi makin hari makin mantap.
Tujuan-tujuan itu dapat dicapai dengan cara-cara sebagai berikut :
i. Membuat peraturan-peraturan dan dengan peraturan tersebut kegiatan
ekonomi dapat dilakukan dengan lebih teratur, sehingga diharapkan
mekanisme pasar dapat berfungsi dengan lebih sempurna. Di samping itu
peraturan-peraturan yang ada dapat menghilangkan/mengurangi hambatan-
hambatan atas persaingan-persaingan yang lebih sehat.
ii. Secara langsung ikut serta dalam kegiatan ekonomi, dengan
mendirikan perusahaan-perusahaan yang dapat menyediakan barang/jasa
yang penting dalam kehidupan masyarakat.
iii. Melaksanakan kebijaksanaan fiskal dan moneter untuk mencapai
tingkat keseimbangan ekonomi yang dianggap ideal.
Dikatakan perekonomian campuran adalah karena merupakan kombinasi
dari bentuk perekonomian pasar (kapitalis) dan bentuk perekonomian
perencanaan (sosialis).
Konsep-konsep yang perlu dipelajari :
- Pengertian sistin dan sisitim ekonomi
- Sisitim Ekonomi Pasar
- Sisitim Ekonomi Kapitalis
- Sisitim Ekonomi Sosialis
- Sisitim Ekonomi Campuran

5
c. TEORI DASAR PERMINTAAN
1. Pengertian Dasar Permintaan Dalam Hukum Permintaan
Menurut Richard H. Leftwich terjemahan Paul Sitohang mendefinisikan
bahwa Permintaan akan sesuatu barang adalah berbagai jumlah barang yang
tersedia dibeli di pasar pada semua kemungkinan tingkat harga, dengan asumsi
hal-hal lain tetap sama atau konstan (ceteris paribus).
Menurut Winardi, permintaan akan suatu barang adalah jumlah kesatuan
yang akan dibeli dengan macam harga, selama jangka waktu tertentu.
Kedua defenisi tersebut diatas, merupakan permintaan perorangan
(individu) akan sesuatu barang, sedangkan permintaan total adalah jumlah
kesatuan yang akan dibeli oleh semua individu pada pasar tertentu dengan
berbagai macam harga.
Selain itu ada yang disebut dengan Hukum Permintaan (the law of
demand), yang secara sederhana dikemukakan oleh Bilas terjemahan Djaerban
Wahid adalah jumlah yang akan dibeli per unit waktu, menjadi semakin besar
apabila harga semakin rendah ceteris paribus ( keadaan lain tetap sama).
Boediono, dalam Seri Sinopsisnya memberikan penjelasan tentang
Hukum permintaan sebagai berikut: Bila harga suatu barang naik maka ceteris
paribus jumlah yang diminta konsumen akan barang tersebut naik.
Ada beberapa hal yang penting dalam permintaan yaitu :
a) Jumlah yang diminta adalah : Jumlah barang yang ingin dibeli (quantity
demanded). Atau jumlah pembelian yang diinginkan yang merupakan efektif
demand, artinya merupakan jumlah yang orang bersedia membelinya pada
harga yang mereka harus bayar untuk komoditi tersebut.
b) Harga merupakan salah satu faktor penting didalam menentukan
permintaan. Dalam hal ini selain harga barang itu sendiri, juga harga dari
barang lain (barang subtitusi).
c) Kuantitas yang diminta perlu dinyatakan dalam persatuan waktu tertentu
(quantity per unit of time). Hal ini penting untuk menjamin arus pembelian
yang kontinyu dan lebih bermakna.

6
2. Skedul Permintaan
Skudul permintaan merupakan suatu cara untuk menunjukkan hubungan
antara jumlah yang diminta dengan berbagai tingkat harga dengan asumsi
ceteris peribus(Richard G. Lipsey ).
Winardi mengatakan bahwa pada setiap saat senantiasa terdapat adanya
hubungan antara harga pasar sesuatu benda dengan jumlah benda tersebut
diminta. Hubungan antara harga dengan jumlah yang dibeli dinamakan skedul
permintaan. Jadi sebuah skedul permintaan menghubungkan jumlah yang
diminta dengan harga. Permintaan berarti skedul permintaan seluruhnya
digambarkan dalam suatu grafik yang disebut kurva permintaan.
Kurva permintaan (demand curve) merupakan tempat titik-titik yang
menggambarkan tingkat maksimum pembeli pada berbagai macam harga
persatuan ceteris paribus. Jadi kurve permintaan tidak lain adalah merupakan
garis pembatas,dimana menggambarkan jumlah-jumlah maksimum persatuan
waktu. Segala sesuatu dibawah kurve permintaan mungkin saja terjadi dan
segala sesuatu diatas kurve itu tidak mungkin terjadi. Bentuk kurve permintaan
adalah menurun dari kiri atas kekanan bawah(slop negatif),yang berarti jumlah
barang yang diminta berbanding terbalik dengan harga barang tersebut (down
ward sloping demand curve).
Contoh:Tabel 1. Sebuah skedul permintaan hipotesis sebagai berikut:
Titik-titik Harga/satuan jumlah yang
Kemungkinan (P) diminta(Q)
A 5 9
B 4 10
C 3 12
D 2 15
E 1 20
Didalam grafik, sumbu vertikal menggambarkan berbagai kemungkinan
tingkat (P) dan sumbu horisontal menggambarkan berbagai kemungkinan jumlah
barang yang diminta (Q) pada berbagai tingkat harga tertentu.

7
P/t

5-

4-

3-

2-
D
1-

Titik ABCDE merupakan titik pertemua

8
Konsep elastisitas

Angka elastisitas (coefisient of elasticity) dapat diefisienkan sebagai persentase


perubahan dalam variabel yang tak bebas (devendent variable) dibagi dengan
persentase perubahan dalam variabel bebas (indevendent variable) (Bilas,
terjemahan Djoerban Wahid).
Ada kategori angka elastisitas, yaitu :
a) Jika e > 1 disebut elastisitas, yaitu :
b) Jika e = 1 disebut unitary elasticity
c) Jika e < 1 disebut inelastis
1. Permintaan dan Elastisitas
Dari segi permintaan, ada beberapa jenis elastisity, yakni :
a. Elastisitas Harga, yaitu persentase perubahan jumlah yang diminta,
yang disebabkan oleh perubahan harga barang tersebut dengan satu
persen (Boediono). Atau persentase perubahan jumlah barang yang
diminta dibagi denganlastisitas persentase perubahan barang tersebut
(Suparmoko).
Atau secara umum dapat ditulis sebagai berikut :
% perubahan jumlah yang diminta
Eh= -------------------------------------------------
% perubahan harga barang tersebut

dq/q dq p
Atau E h = -------------- = --------- x ---------- )*
dp/p p dq
)* secara aljabar, elastisitas harga terhadap permintaan bertanda negatif (-),
akan tetapi biasanya tanda negatif tersebut diabaikan.

Koefisien elastisitas harga biasanya dihitung dengan dua (2) cara :


1). Elastisitas busur (Arc Elastisity), yaitu mengukur besarnya elastisitas dari dua
titik (misalnya dari titik A ke titik B atau sebaliknya) dengan formula :
d q / 1 / 2 (q1 + q2)
Arc Elastisity = ----------------------------
d p / 1 / 2 (p1 + p2)

9
Secara grafis elastisitas harga (arc elastisity) dapat dilukiskan sebagai berikut :
P/t

A
P1

P2 B

0 q1 q2 Q/t

2). Elastisitas Titik (Point elasticity), yaitu mengukur besarnya elastisitas pada
suatu titik, karena pada kenyataan sehari-hari perubahan harga dan jumlah
barang yang diminta tidak selalu besar (discrete), tetapi kecil sekali
(centinous), sehingga dapat dihitung dengan menggunakan point elasticity
dengan formula :
dq/q dq.p
Point Elasticity = ----------- = ----------
dp/p dp.q
Secara grafis point elasticity dapat dilukiskan sebagai berikut :

LM TM OS
Eh pada L = ------- = ------- = ------- = 1
KL OT KS

b. Elastisitas (harga) silang (cross elasticity), yaitu persentase


perubahan jumlah yang diminta akan suatu barang yang diakibatkan oleh
perubahan harga barang lain (yang mempunyai hubungan) dengan 1 (satu)
persen (Boediono).-
Atau menunjukkan tanggapan jumlah barang A yang diminta terhadap
perubahan harga barang lain (barang B) yang mempunyai hubungan
(subtitusi atau komplementer), dengan rumus sebagai berikut (Suparmoko).

10
dqA/qA
Es = --------------------
dpB/pB
Jika Es positif, menunjukkan barang subtitusi
Es negatif, menunjukkan barang komplementer.

c. Elastisitas Pendapatan-Permintaan, yaitu perubahan permintaan akan suatu


barang yang diakibatkan oleh kenaikan pendapatan (income) riil konsumen
dengan 1 (satu) persen (Boediono).

Atau persentase perubahan dalam jumlah barang yang diminta dibagi dengan
persentase perubahan dalam penghasilan, ceteris paribus (Suparmoko).

dq/q dq y
Ey = ----------- = ------- x -------
dy/y q dy
Jika : Ey positif menunjukkan barang normal
Ey negatif menunjukkan inferior
Ey < 1 menunjukkan barang-barang kebutuhan pokok
Ey > 1 menunjukkan barang-barang mewah (lux)
2. Penawaran dan Elastisitas
Yaitu tanggapan dari jumlah barang yang bersangkutan (Suparmoko).
Koefisien elastisitas penawaran dapat dihitung dengan rumus :

dq/q dq p
Es = ----------- = ------- x ----
dy/y q q
Atau persentase perubahan jumlah yang ditawarkan dibagi dengan persentase
perubahan harga barang yang bersangkutan dengan formula : (Djaerban Wahid)

% perubahan jumlah yang ditawarkan


Es = -------------------------------------------------------
% perubahan harga

11
Koefisien penawaran selalu menunjukkan angka yang positif, karena lereng
kurva penawaran adalah positif atau hubungan antara tingkat harga barang
dengan dengan jumlah barang yang ditawarkan adalah penting.
Mengenai elastisitas penawaran, kita hanya merubah elastisitas harga
penawaran (price elasticity of supply), yang dalam grafik dapat dilukiskan
beberapa kategori elastisitas sebagai berikut :

Keterangan :
1). Pada S (garis yang memotong titik O).
AB OB
E s = ------- x ------ = 1 (Unitary elesticity)
OB AB
2). Pada S (garis yang memotong sumbu horisontal)
AB CD CB
E s = ------- x ------- = ----- < 1 (Inelastis)
OB AB OB
3). Pada S (garis yang memotong sumbu vertikal)
AB DB DB
E s = ------- x ------- = ------- > 1 (elastis)
OB AB OB
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan/penawaran
antara lain :
i). Ada tidaknya barang subtitusi ;
ii). Banyaknya penggunaan barang tersebut ;
iii). Harga barang yang bersangkutan ;
iv). Pendapatan konsumen.

12
Konsep-konsep yang perlu dipelajari :
- Pengertian elastisitas
- Elastisitas harga-permintaan
- Elastisitas harga-penawaran
- Arc elasticity
- Elastisitas harga-pendapatan
- Barang normal, superior, inferior, gifen
- Pengertian elastisitas, Inelastisitas dan Unitary elasticity
- Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan dan penawaran

13