Analisis Keuangan Unilever 2017-2019
Analisis Keuangan Unilever 2017-2019
ABSTRAK
Penelitian ini akan dilakukan di PT. Unilever Indonesia, Tbk periode 2017-2019. Dalam hal ini PT.
Unilever Indonesia, Tbk yaitu salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri consumer goods atau
barang konsumsi dan telah memimpin industri ini selama 86 tahun. Tujuan utama PT. Unilever Indonesia, Tbk
adalah untuk memasyarakatkan kehidupan yang berkelanjutan (kehidupan yang ramah lingkungan dan
memberikan manfaat sosial). Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja keuangan
perusahaan PT. Unilever Indonesia, Tbk ditinjau dari rasio keuangan yang meliputi 4 rasio, yaitu: rasio likuiditas,
rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas dalam laporan keuangan selama 3 tahun periode.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
laporan keuangan yang berupa laporan neraca dan laporan laba rugi PT. Unilever Indonesia Tbk pada 3 (tiga)
tahun terakhir yaitu periode 2017-2019. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis rasio keuangan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan PT. Unilever Indonesia, Tbk tahun 2017 – 2019
dalam keadaan baik terkecuali pada rasio likuiditas dalam perhitungan rasio cepat perusahaan belum mampu
memenuhi kewajiban lancarnya dengan asset lancar yang dimiliki perusahaan (tanpa memperhitungkan
persediaan) dan dalam perhitungan rasio kas perusahaan belum mampu memenuhi kewajiban lancarnya dengan
kas yang dimiliki perusahaan.
Kata kunci : Laporan keuangan, kinerja keuangan dan rasio keuangan.
ABSTRACT
This research will be conducted at PT. Unilever Indonesia, Tbk for the period 2017-2019. In this case PT.
Unilever Indonesia, Tbk is a company engaged in the consumer goods industry and has been leading this industry
for 86 years. The main objective of PT. Unilever Indonesia, Tbk is to promote a sustainable life (a life that is
environmentally friendly and provides social benefits). The purpose of this research is to determine the company's
financial performance of PT. Unilever Indonesia, Tbk in terms of financial ratios which includes 4 ratios, namely:
liquidity ratio, solvency ratio, activity ratio and profitability ratio in financial reports for 3 years period. This
research uses quantitative research methods. The sample used in this study is the financial statements in the form
of balance statements and income statements of PT. Unilever Indonesia Tbk in the last 3 (three) years, namely the
2017-2019 period. The data analysis technique used is financial ratio analysis. The results showed that the
performance of the financial company PT. Unilever Indonesia, Tbk in 2017 - 2019 is in good condition except for
the liquidity ratio in the calculation of the quick ratio the company has not been able to meet its current liabilities
with the current assets owned by the company (without taking into account inventories) and in calculating the cash
ratio the company has not been able to meet its current liabilities with cash that is company owned.
Keywords: financial reports, financial performance and financial ratios.
pada manajemen anggaran, supaya tidak PT. Unilever indonesia, Tbk merupakan
terjadinya pembengkakan dalam pendanaan suatu perusahaan yang telah terdaftar di Bursa
khususnya suatu organisasi atau bisnis. Efek Indonesia (BEI). Dan telah terbukti menjadi
Selanjutnya, fungsi pemeriksaan yang mana perusahaan dengan produk kualitas yang baik,
memantau keadaan dana baik pemasukan atau dilihat dari sertifikat dan penghargaan yang
pengeluaran dana pada suatu organisasi atau terlah di dapatkan perusahaan. Yang mana
bisnis supaya antara fakta dan data sesuai atau perusahaan ini memproduksi barang-barang
sama. Yang terakhir yaitu fungsi laporan seperti deterjen, sabun, kosmetik, bahan
finansial, dalam hal ini kita perlu melaporkan makanan hingga bahan minuman.
seberapa banyak finansial yang kita gunakan, Ditengah iklim perekonomian yang
seberapa banyak finansial yang kita dapatkan, penuh dengan tantangan, PT. Unilever Indonesia,
maka perlu adanya pembukuan untuk laporan Tbk mampu memberi dinamika dalam prestasi
keuangan. atas kinerjanya, walaupun tak melulu meningkat
Kinerja perusahaan merupakan hasil dari namun itu sudah hal yang lumrah dalam suatu
perusahaan dalam periode tertentu yang berpacu perusahaan khususnya PT. Unilever Indonesia,
pada kebijakan perusahaan yang telah di Tbk pada setiap tahunnya, laba bersihnya tercatat
tetapkan. Namun, kinerja keuangan perusahaan naik turun setiap tahunnya khususnya pada tahun
merupakan gambaran dari kondisi keuangan 2017, 2018, 2019.
suatu perusahaan yang dianalisis dari laporan Laporan keuangan yang digunakan untuk
keuangan suatu perusahaan. Sehingga dapat menganalisis kinerja keuangan ialah laporan
diketahui naik turunnya suatu perusahaan ialah neraca dan laporan laba rugi. PT. Unilever
dari analisis laporan keuangan atau kinerja melakukan penilaian kinerja keuangan dengan
keuangan perusahaan. Oleh karena itu, laporan menggunakan perhitungan rasio-rasio keuangan,
keuangan perusahaan adalah hasil dari proses yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio
perhitungan dalam suatu periode tertentu yang aktivitas dan rasio profitabilitas berdasarkan
dapat digunakan sebagai alat pengukuran kinerja laporan keuangan yang digunakan agar dapat
keuangan perusahaan. Salah satu alat analisis melihat serta mengetahui kondisi keuangan
yang biasa digunakan yaitu analisis rasio perusahaan di masa lalu, saat ini dan masa yang
keuangan. akan datang.
Rasio keuangan merupakan ukuran yang Berdasarkan penelitian yang dilakukan
sering digunakan dalam menganalisis keuangan, oleh Marriano William J.S pada tahun 2017
rasio keuangan meliputi 4 rasio, yaitu: rasio tentang analisis rasio keuangan untuk menilai
likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan kinerja keuangan perusahaan studi kasus pada
rasio profitabilitas. Sehingga dapat diketahui PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Tujuan
naik turunnya suatu perusahaan ialah dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kinerja
analisis laporan keuangan atau kinerja keuangan kaeuangan perusahaan yang ditinjau dari rasio
perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan
perusahaan sangat dibutuhkan oleh suatu rasio rentabilitas pada tahun 2011-2015. Jenis
perusahaan pastinya, karena dari proses penelitian menggunakan studi kasus. Teknik
perhitungan dari tiap periode tersebut perusahaan pengumpulan data yang digunakan adalah
dapat mengetahui arus keuangan perusahaan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan
guna pengambilan keputusan suatu perusahaan jyaitu analisis rasio keuangan yang didukung
saat ini dan di masa yang akan datang. dengan analisis trend. Hasil penelitian
Sehubungan dengan hal tersebut, maka yang menunjukkan bahwa PT. Telekomunikasi
harus diperhatikan oleh perusahaan yaitu Indonesia, Tbk selama lima tahun terakhir
manajemen keuangan dalam menghitung hasil cenderung mengalami kenaikan kecuali pada
operasional dan analisa-analisa keuangan yang rasio solvabilitas dimana perusahaan belum bisa
telah didapatkan oleh perusahaan dalam waktu- menekan jumlah utang dan belum
waktu tertentu. memaksimalkan penjualan.
Analisis laporan keuangan merupakan Penelitian ini terdapat perbedaan dengan
proses yang perlu banyak pertimbangan dalam penelitian sejenis diatas, perbedaan terletak pada
rangka membantu mengevaluasi posisi dinamika objek penelitian, periode pengamatan dan teknik
keuangan dan operasi pekerjaan masa sekarang analisis yang digunakan. Penelitian kali ini
atau masa lalu guna memprediksi kinerja suatu menggunakan satu teknik analisis yaitu analisis
perusahaan yang akan datang. Hasil dari rasio keuangan, karena dengan menggunakan
perbandingan tersebut nantinya akan analisis rasio keuangan sudah dapat mengukur
berpengaruh pada nilai kinerja keuangan suatu kinerja keuangan suatu perusahaan dalam
perusahaan. keadaan baik ataupun buruk. Sehingga
Farida, Siti, Daris –Analisis Laporan Keuangan ... l15
perusahaan dapat mengambil keputusan dimasa Metode analisis laporan keuangan yang
kini dan dimasa depan. dipergunakan dalam praktek ada dua menurut
Berdasarkan uraian latar belakang Hery (2015: 115) yaitu:
masalah di atas, maka penulis tertarik untuk a. Analisis Vertikal (statis)
melakukan penelitian dengan judul “Analisis b. Analisis Horisontal (dinamis)
Laporan Keuangan dalam Mengukur Kinerja Analisis vertikal merupakan analisis yang
Keuangan Perusahaan di Bursa Efek dilakukan hanya terhadap satu periode laporan
Indonesia (Studi Kasus pada PT. Unilever keuangan saja. Analisis ini dilakukan antara pos-
Indonesia Tbk, tahun 2017-2019)” pos yang ada dalam laporan keuangan dari satu
1. Bagaimana kinerja keuangan PT. periode.
Unilever Indonesia Tbk pada tahun Analisis horisontal merupakan analisis
2017-2019 yang ditinjau dari analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan
rasio keuangan yang meliputi: rasio keuangan dari beberapa periode. Perbandingan
likuiditas, rasio solvabilitas, rasio dilakukan dengan informasi serupa dari
aktivitas dan rasio profitabilitas? perusahaan yang sama.
TINJAUAN PUSTAKA Indikator laporan keuangan dalam
Laporan Keuangan penelitian ini yang diambil adalah sebagai
Definisi laporan keuangan menurut Hery berikut (Hery, 2016: 3) :
(2016: 3) merupakan produk akhir dari a. Laporan Laba Rugi (Income
serangkaian proses pencatatan dan Statement)
pengikhtisaran data transaksi bisnis. Laporan b. Neraca (Balance Sheet)
keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses Kinerja Keuangan
akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat
untuk mengkomunikasikan data keuangan atau Menurut Irham Fahmi (2012: 2) Kinerja
aktivitas perusahaan kepada pihak–pihak yang keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan
berkepentingan. untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan
Artinya, laporan keuangan berfungsi telah melaksanakan dengan menggunakan
sebagai alat informasi yang menghubungkan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik
perusahaan dengan pihak–pihak yang dan benar. Menurut Hery (2015:25), pengukuran
berkepentingan, yang menunjukkan kondisi kinerja keuangan merupakan suatu usaha formal
keuangan suatu perusahaan dan kinerja untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas
perusahaan tersebut. perusahaan dalam menghasilkan laba dan posisi
Adapun jenis laporan keuangan kas tertentu.
berdasarkan proses penyajian menurut Hery Indikator dalam mengukur kinerja
(2016: 3) adalah sebagai berikut: keuangan perusahaan salah satunya yaitu dengan
1. Laporan Laba Rugi (Income menggunakan analisis rasio keuangan (Hery,
Statement) 2016: 25).
2. Laporan Ekuitas Pemilik (Statement
of Owner’s) Tabel 1 Skala Ukuran Kinerja Keuangan
3. Neraca (Balance Sheet) berdasarkan Analisis Rasio Keuangan
4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash
Flows)
Menurut Hery (2015: 4-5) tujuan
keseluruhan laporan keuangan adalah untuk
memberikan informasi yang berguna bagi
investor dan kreditor dalam pengambilan
keputusan investasi dan kredit. Bahwa fokus
utama dari pelaporan keuangan adalah informasi
mengenai kinerja perusahaan yang diberikan.
Menurut Hery (2016: 113) analisis
laporan keuangan merupakan suatu proses untuk Sumber : Martono dan Harjito (2013: 55), dalam
membedah laporan keuangan ke dalam unsur- Fathul Hilal jurnal akuntansi unihaz-JAZ
unsurnya dan menelaah masing-masing dari Keterangan :
unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh a. Sangat Baik, Jika perusahaan yang nilai
pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat likuiditasnya >100%, solvabilitas >50%,
atas laporan keuangan itu sendiri. aktivitas 8,1 – 10 kali, profitabilitas
>15%.
Farida, Siti, Daris –Analisis Laporan Keuangan ... l16
b. Baik, Jika perusahaan yang nilai dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang
likuiditasnya 75% - 100%, solvabilitas hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
33% - 50%, aktivitas 6,1 – 8 kali,
profitabilitas 10% - 15%.
c. Cukup Baik, Jika perusahaan yang nilai
likuiditasnya 50% - <75%, solvabilitas Populasi dan Sampel
25% - <33%, aktivitas 4,1 – 6 kali,
profitabilitas 5% - 10%. Populasi
d. Kurang Baik, Jika perusahaan yang nilai
likuiditasnya 25% - <50%, solvabilitas Menurut Sugiyono (2019: 126), populasi
15% - <25%, aktivitas 2,1 – 4 kali, adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
profitabilitas 1% - <5%. objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan
e. Tidak Baik, Jika perusahaan yang nilai karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
likuiditasnya <25%, solvabilitas <15%, peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
aktivitas 0 – 2 kali, profitabilitas 1% kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini
Menurut Hery (2015:139), analisis rasio adalah data laporan keuangan yang
merupakan bagian dari analisis keuangan. dipublikasikan pada perusahaan yang tedaftar di
Analisis rasio adalah analisis yang dilakukan Bursa Efek Indonesia yaitu PT. Unilever
dengan menghubungkan berbagai perkiraan Indonesia Tbk.
yang ada pada laporan keuangan dalam bentuk
rasio keuangan. Analisis rasio keuangan ini Sampel
digunakan untuk mengevaluasi kondisi
keuangan dan kinerja keuangan perusahaan. Menurut Sugiyono (2019: 127), sampel
adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
METODE PENELITIAN dimiliki oleh populasi tersebut. Sehingga sampel
dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan yang
Jenis Penelitian berupa laporan neraca dan laporan laba rugi PT.
Unilever Indonesia Tbk pada 3 (tiga) tahun
terakhir yaitu periode 2017-2019.
Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian bersifat
deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian Sumber Data
yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel
mandiri, baik satu atau lebih (independen) tanpa Sumber data yang digunakan dalam
membuat perbandingan atau menghubungkan penelitian ini yaitu data sekunder. Menurut
antara variabel satu dengan variabel yang lain Sugiyono (2019: 296), Data sekunder yaitu
Sugiyono (2013: 11). sumber yang tidak langsung memberikan data
kepada pengumpul data, misalnya data diperoleh
melalui literatur, dokumen-dokumen dari
Tempat dan Waktu Penelitian perusahaan dan lain-lainnya. Karena data yang
diperoleh dilakukan secara tidak langsung atau
Tempat penelitian ini adalah PT. melalui dokumen-dokumen yang diperoleh dari
Unilever Indonesia Tbk. Waktu yang digunakan website resmi Bursa Efek Indonesia.
ketika melakukan observasi awal yaitu pada
tanggal 22 oktober 2020 mengakses melalui
website Bursa Efek Indonesia yaitu laporan Teknik Pengumpulan Data
keuangan perusahaan PT. Unilever Indonesia,
Tbk. Periode 2017-2019.. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data
dokumentasi. Menurut Sugiyono (2010: 403-
Variabel Operasional 425), dokumentasi merupakan catatan peristiwa
yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk
Variabel yang digunakan dalam tulisan, gambar, atau karya-karya monumental
penelitian ini yaitu : dari seseorang.
Laporan Keuangan (X)
Kinerja Keuangan (Y)
Menurut Sugiyono (2019: 67), variabel
penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk
apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk
Farida, Siti, Daris –Analisis Laporan Keuangan ... l17
HASIL PENELITIAN DAN tetapi lebih kecil dari total kewajiban lancar.
PEMBAHASAN Semakin tinggi rasio lancar belum tentu
perusahaan dapat dikatakan baik (Hery,
2015:152). Pada tahun 2019 mengalami
Gambaran Umum Perusahaan penurunan rasio lancar yaitu sebesar 65,28%, hal
ini disebabkan oleh asset lancar yang mengalami
Unilever Indonesia adalah salah satu peningkatan akan tetapi lebih kecil dari total
perusahaan terkemuka di Indonesia yang kewajiban lancar. Rasio lancar yang rendah
bergerak dalam bidang industri consumer goods, mengindikasi bahwa perusahaan memiliki asset
dan telah memimpin industri ini selama 86 tahun. lancar yang sedikit untuk membayar kewajiban
Tujuan utama bisnis kami adalah untuk lancarnya (Hery, 2015:152).
memasyarakatkan kehidupan yang berkelanjutan Skala ukuran kinerja keuangan
(kehidupan yang ramah lingkungan dan berdasarkan rasio keuangan dalam perhitungan
memberikan manfaat sosial). rasio lancar menunjukkan hasil yang cukup baik
Memiliki Visi Untuk meraih rasa cinta karena berada pada kriteria 50% - <75%
dan penghargaan dari masyarakat Indonesia (Martono dan Harjito, 2013: 55), dalam (Fathul
dengan menyentuh kehidupan setiap orang Hilal, 2018:95).
Indonesia setiap harinya. Dan Misi Bekerja
untuk menciptakan masa depan yang lebih baik Aset Lancar−Persediaan
b. Rasio Cepat = ×
setiap hari, Membantu konsumen merasa Kewajiban Lancar
nyaman, berpenampilan baik dan lebih 100 %
menikmati hidup melalui brand dan layanan yang Tabel 3 Hasil Perhitungan Rasio Cepat
baik bagi mereka dan orang lain, Menginspirasi Tahun Aset Persediaan Kewajiban Rasio
masyarakat untuk melakukan langkah kecil Lancar (dalam Lancar Cepat
setiap harinya yang bila digabungkan bisa (dalam jutaan (dalam (dalam
mewujudkan perubahan besar bagi dunia, jutaan rupiah) jutaan %)
Senantiasa mengembangkan cara baru dalam rupiah) rupiah)
berbisnis yang memungkinkan kami untuk terus 2017 7.941.635 2.393.540 12.532.304 44,27
bertumbuh seraya mengurangi dampak terhadap 2018 8.325.029 2.658.073 11.134.786 50,89
lingkungan 2019 8.530.334 2.429.234 13.065.308 46,69
Rata- 8.256.666 2.493.615 12.244.132 47,06
PEMBAHASAN rata
hitung
Sumber: Data Diolah (2020), laporan keuangan
Rasio Likuiditas PT. Unilever Indonesia, Tbk periode 2017-2019.
Dihitung dengan cara: Pada tahun 2017 perusahaan memiliki
Aset Lancar
a. Rasio Lancar = Kewajiban Lancar × 100 % asset sangat lancar sebesar 44,27%. Pada tahun
2018 mengalami kenaikan rasio cepat sebesar
50,89% disebabkan oleh asset lancar meningkat
Tabel 2 Hasil Perhitungan Rasio Lancar
dan kewajiban lancar menurun. Pada tahun 2019
Tahun Aset Kewajiban Rasio
mengalami penurunan kembali rasio cepat
Lancar Lancar Lancar
sebesar 46,69% disebabkan oleh asset lancar
(dalam (dalam (dalam
meningkat dan kewajiban lancar meningkat.
jutaan jutaan %)
Skala ukuran kinerja keuangan
rupiah) rupiah)
berdasarkan rasio keuangan dalam perhitungan
2017 7.941.635 12.532.304 63,36 rasio cepat menunjukkan hasil yang kurang baik
2018 8.325.029 11.134.786 74,76 karena berada pada kriteria 25% - <50%
2019 8.530.334 13.065.308 65,28 (Martono dan Harjito, 2013: 55), dalam (Fathul
Rata- 8.256.666 12.244.132 67,43 Hilal, 2018:95). Karena jumlah ketersediaan
rata asset lancar (diluar persediaan barang dagang)
hitung yang dimiliki perusahaan lebih kecil
Sumber: Data Diolah (2020), laporan keuangan dibandingkan dengan total kewajiban lancar
PT. Unilever Indonesia, Tbk periode 2017- (Hery, 2015:154).
2019. Kas+Setara Kas
c. Rasio Kas = Kewajiban Lancar × 100 %
Pada tahun 2017 rasio lancar sebesar
63,36%. Pada tahun 2018 rasio lancar mengalami Tabel 4 Hasil perhitungan Rasio Kas
peningkatan sebesar 74,76%, hal ini disebabkan Tahun Kas+Setara Kewajiban Rasio
oleh asset lancar mengalami peningkatan akan Kas + Lancar Kas
Farida, Siti, Daris –Analisis Laporan Keuangan ... l18
pengembalian atas asset menurun yaitu sebesar Tahun Laba Kotor Penjualan Rasio
35,8%. Semakin rendah hasil pengembalian atas (dalam Bersih / marjin
asset brarti semakin rendah pula jumlah laba jutaan Netto laba
bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana rupiah) (dalam kotor
yang tertanam dalam total asset (Hery, jutaan (dalam
2015:193). rupiah) %)
Skala ukuran kinerja keuangan 2017 21.219.734 41.204.510 51,49
berdasarkan rasio keuangan dalam perhitungan 2018 21.092.273 41.802.073 50,45
rasio return on assets menunjukkan hasil yang 2019 22.028.693 42.922.563 51,32
sangat baik karena berada di kriteria >15% Rata- 21.446.900 41.976.382 51,09
(Martono dan Harjito, 2013:55), dalam (Fathul rata
Hilal, 2018:95). Artinya perusahaan mampu hitung
untuk memperoleh laba atau keuntungan Sumber: Data Diolah (2020), laporan keuangan
maksimal yang dihasilkan dari total asset. PT. Unilever Indonesia, Tbk periode 2017-
b. Pengembalian atas Ekuitas = 2019.
Laba Bersih
× 100 % Tahun 2017 sebesar 51,49% dari total
Total Ekuitas
penjualan bersih, dengan kata lain besarnya
Tabel 10 Hasil Perhitungan Rasio harga pokok penjualan adalah 48,51% dari total
Pengembalian atas Ekuitas penjualan bersih. Tahun 2018 sebesar 50,45%
Tahun Laba Total Rasio dari total penjualan bersih, dengan kata lain
Bersih Ekuitas Pengembalian besarny harga pokok penjualan adalah 49,55%
(dalam (dalam atas Ekuitas dari total penjualan bersih. Tahun 2019 sebesar
jutaan jutaan (dalam %) 51,32% dari total penjualan bersih, dengan kata
rupiah) rupiah) lain besarnya harga pokok penjualan adalah
2017 7.004.562 5.173.388 135,3 48,68% dari total penjualan bersih.
2018 9.109.445 7.578.133 120,2 Skala ukuran kinerja keuangan
berdasarkan rasio keuangan dalam perhitungan
2019 7.392.837 5.281.862 139,9
marjin laba kotor menunjukkan hasil yang sangat
Rata- 7.835.614 6.011.127 130,3
baik karena berada di kriteria >15% (Martono
rata
dan Harjito, 2013:55), dalam (Fathul Hilal,
hitung
2018:95).
Sumber: Data Diolah (2020), laporan keuangan PT.
Unilever Indonesia, Tbk periode 2017-2019. Laba Bersih
Pada tahun 2017 rasio ini sebesar 135,3%, d. Marjin Laba Bersih = Penjualan Bersih ×
Tahun 2018 hasil rasio ini mengalami penurunan 100 %
sebesar 120,2%, Bahwa semakin rendah hasil Tabel 12 Hasil Perhitungan Rasio Marjin
pengembalian atas ekuitas berarti semakin Laba Bersih
rendah pula jumlah laba bersih yang dihasilkan Tahun Laba Bersih Penjualan Rasio
dari setiap dana rupiah yang tertanam ekuitas (dalam Bersih / Marjin
(Hery, 2015:194). Tahun 2019 hasil rasio ini jutaan Netto Laba
mengalami peningkatan sebesar 134,2%, bahwa rupiah) (dalam Bersih
semakin tinggi hasil pengembalian atas ekuitas jutaan (dalam
berarti semakin tinggi pula jumlah laba bersih rupiah) %)
yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang 2017 7.004.562 41.204.510 17,24
tertanam dalam ekuitas (Hery, 2015:194).
2018 9.109.445 41.802.073 22,45
Skala ukuran kinerja keuangan
2019 7.392.837 42.922.563 16,51
berdasarkan rasio keuangan dalam perhitungan
Rata- 7.835.614 41.976.382 18,72
rasio return on equity menunjukkan hasil yang
rata
sangat baik karena berada di kriteria >15%
hitung
(Martono dan Harjito, 2013:55), dalam (Fathul
Hilal, 2018:95). Artinya perusahaan mampu Sumber: Data Diolah (2020), laporan keuangan
untuk memperoleh laba atau keuntungan PT. Unilever Indonesia, Tbk periode 2017-
maksimal yang dihasilkan dari total modal. 2019.
Laba Kotor
c. Marjin Laba Kotor = × Tahun 2017 besarnya laba bersih adalah
Penjualan Bersih
100 % 17,24% dari total penjualan bersih, Tahun 2018
besarnya laba bersih adalah 22,45% dari total
Tabel 11 Hasil Perhitungan Rasio Marjin penjualan bersih. Semakin tinggimarjin laba
Laba Kotor bersih berarti semakin tinggi pula laba bersih
Farida, Siti, Daris –Analisis Laporan Keuangan ... l21
yang dihasilkan dari penjualan bersih (Hery, pengembalian atas aset, rasio hasil pengembalian
2015:199). Tahun 2019 besarnya laba bersih atas ekuitas, marjin laba kotor dan marjin laba
adalah 16,51% dari total penjualan bersih. bersih tahun 2017-2019 berturut-turut rata-rata
Semakin rendah marjin laba bersih berarti sebesar 39,78%, 130,3%, 51,09% dan 18,72%
semakin rendah pula laba bersih yang dihasilkan dapat dikatakan sangat baik. Walaupun dilihat
dasri penjualan bersih. Hal ini dapat disebabkan dari laba yang naik turun dalam 3 tahun periode,
karena rendahnya laba (Hery, 2015:196). akan tetapi perusahaan mampu menghasilkan
Skala ukuran kinerja keuangan laba secara efektif dan efisien yang dihasilkan
berdasarkan rasio keuangan dalam perhitungan dari penjualan. karena semakin tinggi nilai rasio
marjin laba bersih menunjukkan hasil yang profitabilitas maka kondisi perusahaan semakin
sangat baik karena berada di kriteria >15% baik.
(Martono dan Harjito, 2013:55), dalam (Fathul Saran
Hilal, 2018:95). Jadi kinerja keuangan PT. Adapun saran yang penulis sampaikan
Unilever Indonesia, Tbk dari tahun 2017-2019 tentunya tak keluar dari pembahasan di atas bagi
dapat dikategorikan sangat baik, karena seluruh perusahaan PT. Unilever Indonesia, Tbk periode
rasio net profit margin berada di kriteria >15%. 2017-2019, dijelaskan sebagai berikut:
a. Rasio likuiditas hasil perhitungan rasio
KESIMPULAN DAN SARAN cepat rata-rata dalam 3 tahun dari 2017-
Kesimpulan 2019 menunjukkan hasil yang tidak baik.
Berdasarkan rasio likuiditas yaitu hasil Maka PT. Unilever Indonesia, Tbk harus
perhitungan rasio lancar tahun 2017-2019 rata- dapat meminimalisir biaya jangka pendek
rata sebesar 67,43% dapat dikatakan cukup baik, dengan cara mengurangi biaya yang
hasil perhitungan rasio cepat tahun 2017- 2019 dikeluarkan dan melakukan pengawasan
rata-rata sebesar 47,06% dikatakan tidak baik. rutin setiap tahun serta mengulas atau
Hal ini disebabkan karena jumlah ketersediaan review kembali kegiatan operasional.
asset lancar (diluar persediaan barang dagang) Sedangkan hasil perhitungan rasio kas
yang dimiliki perusahaan lebih kecil dalam 3 tahun dari 2017-2019
dibandingkan dengan total kewajiban lancar. menunjukkan hasil yang tidak baik. Maka
Hasil perhitungan rasio kas tahun 2017-2019 PT. Unilever Indonesia, Tbk harus mampu
rata-rata sebesar 3,7% dapat dikatakan tidak memenuhi kewajiban lancarnya atau
baik. Hal ini dikatakan tidak baik karena hutang lancar tanpa mengurangi kas dan
perusahaan tidak dapat menutup kewajiban setara kasnya serta harus meminimalkan
lancarnya dengan menggunakan kas perusahaan pengeluarannya.
yang ada. Berdasarkan rasio solvabilitas yaitu b. Rasio aktivitas hasil perhitungan
hasil perhitungan rasio utang terhadap aset dan perputaran asset tetap dan perputaran total
hasil perhitungan rasio utang terhadap modal asset dalam 3 tahun dari 2017-2019
tahun 2017-2019 rata-rata sebesar 69,47% dan mengalami kemunduran, akan tetapi dalam
227,6% dapat dikatakan sangat baik atau keadaan yang cukup baik. Dalam hal ini
solvabel yang artinya perusahaan mampu sangat penting bagi perusahaan untuk dapat
membayar hutang jangka pendek maupun hutang menganalisis penyebabnya dan mengambil
jangka panjangnya dengan harta yang langkah-langkah perbaikan. Maka PT.
dimilikinya. Berdasarkan rasio aktivitas yaitu Unilever Indonesia, Tbk harus mampu
hasil perhitungan rasio perputaran aset tetap meningkatkan penjualan secara maksimal.
tahun 2017-2019 rata-rata sebesar 14,69 kali Dan memanfaatkan secara maksimal asset
dapat dikatakan sangat baik, akan tetapi kinerja yang dimiliki perusahaan untuk
manajemen rasio aktivitas mengalami menciptakan penjualan.
kemunduran dari tahun ke tahun. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat DAFTAR PUSTAKA
memaksimalkan asset tetap yang dimiliki untuk Denny Erica. 2018. Analisa Rasio Laporan
membantu kelancaran aktifitas perusahaan. Hasil Keuangan Untuk Menilai Kinerja
perhitungan rasio total aset tahun 2017-2019 Perusahaan Pt Kino Indonesia Tbk.
rata-rata sebesar 4,26 kali dapat dikatakan cukup Jurnal Ecodemica. Vol. 2
baik, akan tetapi juga mengalami kemunduran Diana Mandasari. 2017. Analisis Laporan
dari tahun ke tahun. Sama halnya seperti Keuangan Dalam Mengukur Kinerja
perputaran asset tetap yaitu disebabkan oleh Keuangan Pada Cv. Awuaya Palembang.
tidak maksimalnya pemanfaatan asset. Skripsi. Palembang. Universitas
Berdasarkan rasio profitabilitas yaitu rasio hasil Muhammadiyah.
Farida, Siti, Daris –Analisis Laporan Keuangan ... l22
Fahmi, Irham. 2012. Analisis Kinerja Keuangan. Semen Yang Terdaftar Di BEI (Studi
Bandung: Alfabeta Kasus PT Indocement Tunggal Prakarsa
Fathul Hilal Perdana Kusuma. 2018. Analisis TBK). Jurnal Online Insan Akuntan.
Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Vol.1: 43 – 58.
Keuangan PT. Unilever Indonesia, Tbk. PT Bursa Efek Indonesia.
Jurnal Akuntansi Unihaz-JAZ. Vol 1 : https://www.idx.co.id/. Diakses pada
Hal. 88-113. tanggal 22 Oktober 2020.
Hery. 2016. Analisis Laporan Keuangan. PT Bursa Efek Indonesia.
Jakarta: Grasindo. https://www.idx.co.id/perusahaan-
Hery. 2015. Analisis Kinerja Manajemen. tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/.
Jakarta: Grasindo Diakses pada tanggal 22 Oktober 2020.
Julia Sastra Wati. 2018. Analisis Kinerja PT Unilever Indonesia, Tbk. Annual Report.
Keuangan PT. Unilever Indonesia Tbk. https://www.unilever.co.id/en/investor-
Skripsi. Nias Selatan Telukdalam. relations/corporate-publication/annual-
Sekolah Tinggi Ekonomi. reports.html. Diakses pada tanggal 14
Maria Delsiana Adur, Wahyu Wiyani, November 2020.
Anandhayu Mahatma Ratri. 2018. Sari Wulandari. 2018. Analisis Laporan
Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Keuangan untuk Menilai Kinerja
Rokok. Jurnal Bisnis dan Manajemen. Keuangan Perusahaan pada Perusahaan
Vol. 5 : Hal. 204-212. Sub Sektor Kimia di Bursa Efek
Marianno William. 2017. Analisis Rasio Indonesia. Skripsi. Yogyakarta.
Keuangan untuk Menilai Kinerja Universitas Sanata Dharma.
Keuangan Perusahaan (Studi Kasus di Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif,
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk). Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Skripsi. Yogyakarta. Universitas Sanata Sugiyono. 2013. Metode Penelitian
Dharma. Administrasi. Bandung: Alfabeta.
Mutiara Nur’ Rahmah , Euis Komariah. 2016. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif,
Analisis Laporan Keuangan Dalam Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Menilai Kinerja Keuangan Industri