P. 1
BAB III

BAB III

|Views: 1,792|Likes:
Dipublikasikan oleh Reformasi Birokrasi Polri

More info:

Published by: Reformasi Birokrasi Polri on Mar 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2012

pdf

text

original

a. Kegiatan, Rencana Aksi dan Anggaran Yang Telah Dilaksanakan

1) Kegiatan Restrukturisasi/Penataan Tugas dan Fungsi Unit Kerja Pada

Organisasi Polri, dengan pencapaian:

a) Penyusunan naskah Perkap tentang Pokok-pokok HTCK

di Lingkungan Polri sebagai berikut:

(1) 1 (satu) naskah Perkap oleh Mabes Polri yang telah

diselesaikan dari 1 (satu) naskah yang direncanakan dalam

kurun waktu 6 (enam) bulan dengan ditetapkan Perkap

Nomor 10 Tahun 2011 tanggal 27 Juni 2011tentang Pokok-

pokok HTCK Polri, adapun dukungan anggaran yang

digunakan sebesar Rp. 49.611.000,-;

(2) 28 (dua puluh delapan) naskah Peraturan Kapolda telah

diselesaikan dari 31 (tiga puluh satu) naskah yang

direncanakan oleh Polda.

b) Penyusunan naskah Peraturan Kasatfung Mabes Polri, Kapolda

dan Kapolres tentang HTCK, sebagai berikut:

(1) 17 (tujuh belas) naskah dari 25 (dua puluh lima) naskah

Peraturan Kasatfung di lingkungan Satker Mabes Polri

telah diselesaikan dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan,

adapun dukungan anggaran yang digunakan sebesar

Rp. 97.895.000,-;

(2) 1.008 naskah dari 1.282 naskah Peraturan Kapolda dan

Kapolres telah diselesaikan sesuai dengan Perkap Nomor

10 Tahun 2011 tanggal 27 Juni 2011 yang dilaksanakan

oleh 15 Polda dan jajarannya dari 31 Polda, sehingga

masih tersisa sebanyak 274 naskah di 16 Polda dan

jajarannya;

c) Penyusunan Analisa Beban Kerja pada masing-masing fungsi

tingkat Mabes Polri dan Satwil direncanakan sebanyak 1.307

naskah, dengan perincian:

(1)25 …..

39

(1) 25 (dua puluh lima) naskah telah diselesaikan sesuai target

yang direncanakan oleh Mabes Polri dalam kurun waktu

6 (enam) bulan dengan anggaran yang digunakan sebesar

Rp. 61.689.000,-;

(2) 1.033 naskah telah diselesaikan dari 1.282 naskah yang

direncanakan atau 26 dari 31 Polda sehingga masih tersisa

sebanyak 249 naskah di 5 (lima) Polda.

d) Pembentukan satuan kerja baru (kode Satker) pada Satker

Pusjarah Polri telah disetujui dengan dikeluarkan Keputusan

Kapolri Nomor: Kep/242/IV/2011 tanggal 29 April 2011 tentang

Penomoran Kode Satuan Kerja di Lingkungan Kepolisian Negara

Republik Indonesia T.A. 2012, yang diproses dalam kurun waktu

2 (dua) bulan, dengan dukungan anggaran yang digunakan

sebesar Rp. 15.750.000,-;

e) Pengkajian dan evaluasi implementasi struktur organisasi Polri

pada tingkat Mabes Polri dan kewilayahan sesuai dengan Perkap

Nomor 21 Tahun 2010, Perkap Nomor 22 Tahun 2010 dan Perkap

Nomor 23 Tahun 2010, tercapai 1 (satu) naskah dari target yang

direncanakan yaitu penyempurnaan dan penyeragaman fungsi

perencanaan dan adminsitrasi yang dilaksanakan Renmin Srena

Polri, dengan alokasi waktu selama 3 (tiga) bulan didukung

anggaran sebesar Rp. 161.541.000,-;

f) Supervisi dalam rangka evaluasi implementasi struktur organisasi

tingkat kewilayahan dengan anggaran yang digunakan sebesar

Rp.56.627.500,- meliputi:

(1) Tingkat Mabes Polri dilaksanakan dengan mengirimkan

kuisioner untuk mengetahui secara dini permasalahan

di kewilayahan, kemudian dilaksanakan pengkajian, dengan

hasil sebagai berikut:

(a) Produk hukum yang sudah diterima oleh satuan

wilayah:

(1)) Polda : 30 Polda;

(2)) Polres : 152 Perwakilan Polres;

(3)) Polsek …..

40

(3)) Polsek : 194 Perwakilan Polsek.

(b) Sosialisasi terhadap 3 (tiga) piranti lunak yaitu

restrukturisasi organisasi, HTCK dan ABK untuk

tingkat Polda sudah berjalan 53,33%, Polres 82,24%

dan Polsek 92,78%;

(c) Komposisi personil:

(1)) Dari 30 Polda yang mengirimkan kuisioner

diperoleh data bahwa; 27 Polda sebelum dan

sesudah restrukturisasi organisasi Polri

seluruhnya mengalami kekurangan personil dan

3 (tiga) Polda tidak mencantumkan jumlah riil

personil;

(2)) Dari 152 perwakilan Polres diperoleh data

bahwa; 67 Polres yang sebelum dan sesudah

restrukturisasi organisasi Polri melebihi DSP,

30 Polres kurang dari DSP dan 55 Polres

sebelum restrukturisasi organisasi Polri melebihi

DSP dan sesudah restrukturisasi organisasi Polri

kekurangan personil sedangkan 3 (tiga) Polres

tidak mencantumkan jumlah riil personil;

(3)) Dari 194 Polsek diperoleh data bahwa; 16 Polsek

yang sebelum dan sesudah restrukturisasi

organisasi Polri melebihi DSP; 120 Polsek

kekurangan personil; 42 Polsek sebelum

restrukturisasi organisasi Polri kelebihan personil

sedangkan sesudah restrukturisasi organisasi

Polri kekurangan personil; 7 (tujuh) Polsek

sebelum restrukturisasi organisasi Polri

kekurangan personil, sesudah restrukturisasi

organisasi Polri melebihi DSP; 6 (enam) Polsek

sebelum restrukturisasi organisasi Polri sesuai

DSP dan sesudah restrukturisasi organisasi Polri

kekurangan DSP; 1 (satu) Polsek sebelum

restrukturisasi …..

41

restrukturisasi organisasi Polri kekurangan

personil, sesudah restrukturisasi organisasi Polri

sesuai DSP; 1 (satu) Polsek sebelum

restrukturisasi organisasi Polri melebihi DSP,

sesudah restrukturisasi organisasi Polri sesuai

DSP; 1 (satu) Polsek sebelum dan sesudah

restrukturisasi organisasi Polri sesuai DSP;

3 (tiga) Polsek tidak mencantumkan data.

(d) Prosentase komposisi personil:

(1)) Tingkat Polda, di bawah 50% sebanyak

11 Polda, di atas 50% dan di bawah 100%

sebanyak 16 Polda serta 3 (tiga) Polda tidak

mencantumkan data;

(2)) Tingkat Polres, di bawah 50% sebanyak

20 Polres, di atas 50% dan di bawah 100%

sebanyak 65 Polres serta di atas 100%

sebanyak 67 Polres;

(3)) Tingkat Polsek, di bawah 50% sebanyak

73 Polsek, di atas 50% dan di bawah 100%

sebanyak 98 Polsek serta di atas 100%

sebanyak 23 Polsek.

(2) 207 kali kegiatan supervisi yang direncanakan oleh Polda

di kesatuan wilayah jajarannya telah terlaksana;

2) Kegiatan Penguatan Unit Kerja Yang Menangani Fungsi Organisasi,

Tata Laksana, Pelayanan Publik, Kepegawaian dan Diklat, dengan

pencapaian:

a) Proses pembentukan Satpolair, Satpamobvit, Satlantas

Metropolitan dan Unit Lantas sesuai Perkap 23 Tahun 2010

tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Tingkat Polres dan

Polsek (buka skeleton), dilaksanakan selama 6 bulan dengan

dukungan anggaran sebesar Rp. 147.185.000,-, meliputi:

(1) Satpolair tingkat Polres sebanyak 151 unit dari 151 unit

yang direncanakan berdasarkan:

(a)Keputusan …..

42

(a) Keputusan Kapolri Nomor: Kep/46/I/2011 tanggal

31 Januari 2011, sebanyak 102 Satpolair dari 151

unit;

(b) Keputusan Kapolri Nomor: Kep/485/IX/2011 tanggal

21 September 2011, sebanyak 49 Satpolair dari 151

unit;

(2) Pembentukan Satpamobvit tingkat Polres masih dalam

proses pembahasan tingkat pimpinan Polri dengan

pertimbangan prinsip “miskin struktur kaya fungsi”.

(3) Pembentukan Satlantas Tipe Metropolitan di lingkungan

Polda Metro Jaya ditetapkan dengan Keputusan Kapolri

Nomor: Kep/290/V/2011 tanggal 24 Mei 2011 sebanyak

6 (enam) unit dari 6 (enam) unit yang diusulkan;

(4) Persetujuan pembentukan Unit Lantas Polsek Tipe Rural

dan Prarural dengan keluarnya Surat Kapolri Nomor:

B/2118/VI/2011 tanggal 27 Juni 2011 sebanyak 244 unit

dari 4.736 yang direncanakan, sisanya sebanyak 4.492 unit

akan diselesaikan secara bertahap sampai dengan tahun

2014.

b) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumkit Bhayangkara

sebanyak 35 Unit dari 45 Unit yang direncanakan telah

ditetapkan dengan Peraturan Kapolri Nomor 11 Tahun 2011

tanggal 30 Juni 2011 tentang Susunan Organisasi dan Tata

Kerja Rumah Sakit Bhayangkara Polri. Proses pembentukan

dilaksanakan selama 6 (enam) bulan dengan anggaran yang

digunakan sebesar Rp. 20.000.000,-;

c) Pembentukan SPN Polda Babel, Kepri, Gorontalo dan Maluku

Utara, saat ini dalam tahap pengkajian dan penyediaan lahan

pada tingkat kewilayahan, diprogramkan sebagai kegiatan

lanjutan tahun 2012 sampai dengan 2014;

d) Koordinasi dalam rangka penyusunan kebutuhan personel dan

perlengkapan sesuai dengan organisasi Polri dengan

melaksanakan pendataan komposisi personil pada tingkat

Mabes …..

43

Mabes Polri selama 6 bulan dengan menggunakan anggaran

sebesar Rp. 66.755.000,- dengan hasil sebagai berikut:

(1) Jumlah anggota Polri di lingkungan Mabes Polri pada 49

Satfung/sub Satfung terdapat kelebihan personil Polri di 24

Satfung dan kelebihan PNS di 17 Satfung;

(2) Terdapat kelebihan 50,68% personil Polri dengan pangkat

Inspektur Polisi dan terdapat kelebihan 143,15% PNS

golongan III.

e) Proses pengembangan organisasi Polri pada tingkat Polres

sesuai Perkap Nomor 23 Tahun 2010 tentang kebutuhan

peningkatan status Polres telah dilaksanakan dalam kurun waktu

6 (enam) bulan dengan anggaran yang digunakan sebesar

Rp. 147.185.000,- sebagai berikut:

(1) Polsek sesuai dengan kuota yang ditetapkan Menpan

sejumlah 37 dari 7 Polda;

(2) Kajian dan analisis peningkatan status, yaitu:

a. Polres ke Polresta sebanyak 2 (dua) Polres;

b. Polsek Rural ke Urban sebanyak 30 Polsek;

c. Polsek Pra Rural ke Rural sebanyak 23 Polsek;

d. Polsebsektor ke Pra Rural sebanyak 5 (lima)

Polsubsektor.

(3) Kajian dan analisis pembentukan Polres sebanyak

10 (sepuluh) Polres, Polsek sebanyak 8 (delapan) Polsek

dan Polsubsektor sebanyak 17 Polsubsektor.

b. Quick Wins Yang Dilaksanakan

1) Pembentukan Satpolair tingkat Polres sebanyak 151 unit dari 151 unit

yang direncanakan berdasarkan:

(a) Keputusan Kapolri Nomor: Kep/46/I/2011 tanggal 31 Januari

2011, sebanyak 102 Satpolair dari 151 unit;

(b) Keputusan Kapolri Nomor: Kep/485/IX/2011 tanggal

21 September 2011, sebanyak 49 Satpolair dari 151 unit;

2) Pembentukan …..

44

2) Pembentukan Satpamobvit tingkat Polres masih dalam proses

pembahasan tingkat pimpinan Polri dengan pertimbangan prinsip

“miskin struktur kaya fungsi”.
3) Pembentukan Satlantas Tipe Metropolitan di lingkungan Polda Metro

Jaya ditetapkan dengan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/290/V/2011

tanggal 24 Mei 2011 sebanyak 6 (enam) unit dari 6 (enam) unit yang

diusulkan;

4) Persetujuan pembentukan Unit Lantas Polsek Tipe Rural dan Prarural

dengan keluarnya Surat Kapolri Nomor: B/2118/VI/2011 tanggal

27 Juni 2011 sebanyak 244 unit dari 4.736 yang direncanakan,

sisanya sebanyak akan diselesaikan per tahap sampai dengan tahun

2014.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->