URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA MAKASSAR Rabu, 29 Juni 2011 00:00 Untitled Document

WALIKOTA MAKASSAR PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 31 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA MAKASSAR WALIKOTA MAKASSAR,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kota Makassar dan untuk menjabarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar, maka perlu ditetapkan Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Tenaga Kerja; b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a di atas, maka dipandang perlu ditetapkan dengan Peraturan Walikota Makassar. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerahdaerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890; 3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor

5.59. (3) Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Makassar. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah Yang menjadi Kewenangan Pemerintah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. . Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujung Pandang Menjadi Kota Makassar dalam Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 193). 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). 11. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksudkan dengan : (1) Kota adalah Kota Makassar. Maros dan Pangkajene dan Kepulauan dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 65. (4) Dinas Tenaga Kerja adalah Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan. 10. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 ). 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar (Lembaran Daerah Nomor 3 Tahun 2009). Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 tentang Perubahan Batasbatas Daerah Kotamadya Makassar dan Kabupaten-kabupaten Gowa. 7. (2) Walikota adalah Walikota Makassar. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA MAKASSAR. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2970).

organisasi dan ketatalaksanaan. pengkoordinasian perumusan program dan rencana kerja Dinas Tenaga Kerja. menghimpun dan mengsosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dalam lingkup dinas. g. (7) Bidang adalah Bidang pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. pengelolaan kesekretariatan. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian. melakukan koordinasi pada Sekretariat Korpri Kota Makassar. surat perjalanan dinas. pelaksanaan urusan perlengkapan. (8) Seksi adalah Seksi pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. (10) Unit Pelaksana Teknis Dinas selanjutnya disingkat UPTD pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. f. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(5) Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. mutasi dan pensiun. melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas. pelaksanaan urusan keuangan dan penyusunan neraca SKPD. (6) Sekretariat adalah Sekretariat pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. mengatur pelaksanaan kegiatan sebagian urusan ketatausahaan meliputi surat-menyurat. (9) Subbagian adalah Subbagian pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. mendistribusikan surat sesuai bidang . e. b. melaksanakan tugas teknis kesekretariatan. menyiapkan bahan penyusunan standarisasi yang meliputi bidang kepegawaian. melaksanakan tugas pembinaan terhadap anggota Korpri pada unit kerja masing-masing. BAB II URAIAN TUGAS Pasal 2 Sekretariat (1) Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. pelaksanaan urusan kepegawaian dinas. melaksanakan usul gaji berkala. pelaksanaan urusan umum dan rumah tangga. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya. usul tugas belajar dan izin belajar. j. d. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelayanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. f. kearsipan. k. g. mengelola administrasi kepegawaian serta melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas. e. c. h. melaksanakan usul kenaikan pangkat. c. d. b. Sekretariat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 3 Subbagian Umum dan Kepegawaian (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyusun rencana kerja. .

b. mengumpulkan dan menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah. menyusun rencana operasional. mengarahkan. g. mengevaluasi. Pasal 5 Subbagian Perlengkapan (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan melaksanakan tugas teknis perlengkapan. Subbagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU). menyusun realisasi perhitungan anggaran dan administrasi perbendaharaan dinas. j. h. Pasal 6 Bidang Perencanaan. mengkoordinasikan. mengumpulkan dan menyiapkan bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi dari masingmasing satuan kerja. Pasal 4 Subbagian Keuangan (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas menyusun rencana kerja. i. e. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. c. melaporkan penyusunan rencana tenaga kerja. melakukan penyimpanan dokumen dan surat berharga lainnya tentang barang inventaris daerah. c.l. Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas menyusun konsep kebijakan. h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Keuangan. . pelaksanaan penempatan tenaga kerja. Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja (1) Bidang Perencanaan. menyusun laporan neraca SKPD dengan melakukan koordinasi dengan Subbagian Perlengkapan. d. penyebarluasan informasi pasar kerja. d. b. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). meminta usulan rencana Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dari semua bidang dalam Lingkup Dinas Tenaga Kerja. membuat Daftar Kebutuhan Barang (RKB). (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Perlengkapan. Subbagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. membina. f. menyelenggarakan. membuat Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU). g. mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) dari masing-masing Bidang dan Sekretariat sebagai bahan konsultasi perencanaan ke Bappeda melalui Kepala Dinas. melaksanakan tugas teknis keuangan. e. menerima dan meneliti semua pengadaan barang pada lingkup Dinas Tenaga Kerja. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. menyusun kebutuhan biaya pemeliharaan untuk tahun anggaran dan bahan penyusunan APBD. f. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. membuat laporan serta mengevaluasi semua pengadaan barang.

d. g. TPK. h. AKAD. b. TKMT dan sektor informal. menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pembinaan. administrasi Seksi Perencanaan Tenaga Kerja. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Perencanaan Tenaga Kerja. BK. melaksanakan penyusunan rencana kerja Seksi Perluasan Kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya. f. IPK. penyandang cacat dan lansia. Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan. c. i. Teknologi Tepat Guna (TTG). bursa kerja. wanita. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Perluasan Kerja. mengatur perencanaan pelaksanaan perizinan penggunaan Tenaga Kerja Asing. g. e. mengelola administrasi urusan tertentu. menilai pelaksanaan tugas bawahan serta mengatur pembinaan Tenaga Kerja Mandiri. memberikan bimbingan terhadap TKM. Bidang Perencanaan. d. lansia dan analisa jabatan. d. membuat konsep surat rekomendasi kebutuhan usaha mandiri sesuai petunjuk atasan. mengarahkan. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya. menyiapkan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pemberian izin dan pengawasan bidang penempatan dan pendayagunaan. c. menyiapkan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pemberian izin dan pengawasan perpanjangan izin pengguna Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKAWP). menyiapkan bahan perumusan kebijaksanaan teknis penempatan dan pendayagunaan tenaga kerja. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya. mengkoordinasikan.(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). membuat konsep rekomendasi kebutuhan usaha mandiri sesuai petunjuk atasan serta melaksanakan koordinasi dan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. memberi petunjuk kepada bawahan sesuai bidang bidang tugasnya. e. TTG. mengevaluasi. b. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Perencanaan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 8 Seksi Perluasan Kerja (1) Seksi Perluasan Kerja mempunyai tugas melakukan pembagian tugas. melaksanakan analisa dan perencanaan tenaga kerja. menyelenggarakan. Pasal 7 Seksi Perencanaan Tenaga Kerja (1) Seksi Perencanaan Tenaga Kerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. e. penyandang cacat. f. Seksi Perluasan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. memberikan bimbingan usaha mandiri terhadap tenaga kerja pemuda. b. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program pelaksanaan penempatan tenaga kerja. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya masingmasing. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. membina. . menyusun rencana pelaksanaan AKL. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyuluhan dan bimbingan jabatan. Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. c. AKAN. memberi petunjuk. sektor informal.

melaksanakan pemantauan. membina. c. menyeleksi penempatan calon Tenaga Kerja AKL/AKAD/AKAN. menilai pelaksanaan tugas bawahan. BK. l. Bursa Kerja (BK). Seksi Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. k. j. hasil produksi dan lulusan pelatihan. mengkoordinasikan. c. Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan. Lembaga Penempatan Swasta (LPS) dan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). melakukan koordinasi antara instansi. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. i. b. Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kerja menyelenggarakan fungsi: a. d. AKAN. menyiapkan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pemberian izin dan pengawasan lembaga latihan kerja. b. e. evaluasi terhadap pengguna Tenaga Kerja Asing dan Kegiatan Lembaga Penempatan Swasta (LPS) dan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). fasilitas pelatihan. membuat rancangan konsep surat rekomendasi tenaga kerja AKAD dan AKAN serta dokumen lain yang berkaitan dengan penempatan tenaga kerja sesuai dengan petunjuk atasan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). IPK. perusahaan dalam rangka pembinaan usaha mandiri dan perluasan kerja. g. AKAD. mengarahkan. menyiapkan bahan perumusan kebijaksanaan teknis penyelenggaraan pelatihan kerja dan bimbingan lembaga pelatihan kerja. memberi petunjuk. menyelenggarakan. j. d. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Penempatan Tenaga Kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya. menyiapkan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pemberian layanan informasi pelatihan dan produktifitas tenaga kerja. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program pemasaran. mengevaluasi pembinaan pelatihan dan produktifitas kerja. Pasal 10 Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kerja (1) Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kerja mempunyai tugas menyusun konsep kebijakan. Pasal 9 Seksi Penempatan Tenaga Kerja (1) Seksi Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan membagi tugas. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengatur pelaksanaan perizinan penggunaan Tenaga Kerja Asing. Lembaga Penempatan Swasta (LPS). mengatur pelaksanaan perizinan Tenaga Kerja Asing. . menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.h. f. menyeleksi penempatan calon tenaga kerja AKL/AKAD/AKAN dan membuat konsep rekomendasi ketenagakerjaan serta melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. h. memberi petunjuk kepada bawahan dalam pelaksanaan AKL. menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pembinaan. menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pembinaan.

h. administrasi Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja. memantau penyelenggaraan pelatihan dan pemagangan sebagai bahan evaluasi. menyelenggarakan. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja. mengevaluasi. c. i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. b. mengevaluasi. mengecek permohonan pelaksanaan pelatihan dan pemagangan dari masyarakat.e. menyelenggarakan. membina. Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja mempunyai fungsi: a. membuat permohonan izin penyelenggaraan Lembaga Latihan Swasta (LLS). b. e. menyelenggarakan. Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja mempunyai fungsi: a. f. . Pasal 11 Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja (1) Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. i. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. menyusun pedoman pelatihan keterampilan tenaga kerja. membina. mengkoordinasikan. f. c. mengelola administrasi urusan tertentu. menginventarisir lembaga latihan swasta dalam rangka penyusunan jadwal pelaksanaan bimbingan dan akreditasi. Pasal 12 Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja (1) Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. administrasi Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja. mengevaluasi. g. mengonsep permohonan izin pendirian Lembaga Latihan Swasta (LLS). mengkoordinasikan. melaksanakan pengawasan terhadap lembaga latihan swasta yang menyelenggarakan ujian akhir latihan. mengkoordinasikan. melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah/swasta dengan mengunjungi instansi terkait guna konsultasi pelaksanaan pelatihan dan pemagangan. melaksanakan penyusunan rencana kerja pada Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. d. membimbing lembaga latihan swasta baik administrasi pelaksanaan kegiatan rutin maupun pelaksanaan latihan. mengarahkan. Pasal 13 Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja (1) Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. membina. mengarahkan. g. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). membuat rencana pelatihan tenaga kerja perusahaan. menyiapkan bahan tentang rencana dan program pelatihan dan pemagangan sebagai pedoman. h. d. mengarahkan. memeriksa setiap permohonan izin pendirian lembaga latihan swasta.

Pembinaan Pengupahan dan Jaminan Sosial. Syarat-Syarat Kerja dan Kesejahteraan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). melakukan pengawasan ke P4-D/P4-P atau Peradilan Hubungan Industrial terhadap kasus PHI/PHK untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap pihak-pihak yang berselisih. melakukan bimbingan penyuluhan produktifitas tenaga kerja. melaksanakan pembinaan dan pembentukan LKS Bipartite di perusahaan dan mempersiapkan pokok-pokok pikiran sebagai bahan persidangan anggota LKS Tripartite. Peraturan Perusahaan (PP). Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-syarat Kerja menyelenggarakan fungsi : . membuat laporan kegiatan dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan dan membagi tugas kepada staf. Syarat-Syarat Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas menyusun konsep kebijakan. d. menyelenggarakan. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. g. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. mengevaluasi pembinaan hubungan industrial. b. c.administrasi Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja. mengelola administrasi urusan tertentu. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. e. c. melakukan penyuluhan dan pembinaan dalam badan-badan swasta yang mengelola jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja agar membentuk jaminan sosial dan kesejahteraan tenaga kerja. Pasal 15 Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-Syarat Kerja (1) Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-Syarat Kerja mempunyai tugas memberikan petunjuk kepada perusahaan yang wajib membuat Peraturan Perusahaan (PP). mengkoordinasikan. (2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1). memantau pelaksanaan penerapan produktifitas tenaga kerja di perusahaan guna mengetahui hambatan dan perkembangan. f. membuat rencana penyuluhan dan penerapan produktifitas tenaga kerja perusahaan. mengarahkan. d. Izin Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh dan Pembinaan dan Pembentukan Koperasi Karyawan. e. perlindungan kecelakaan di luar hubungan kerja melalui asuransi. membina. b. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Koperasi Karyawan. penyebarluasan informasi. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja. Bidang Pembinaan Hubungan Industrial. syarat-syarat kerja dan kesejahteraan. Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. mengumpulkan data kegiatan produktifitas tenaga kerja kepada perusahaan guna efesiensi kerja. Syarat-Syarat Kerja dan Kesejahteraan (1) Bidang Pembinaan Hubungan Industrial. Pasal 14 Bidang Pembinaan Hubungan Industrial. Perjanjian Kerja Bersama (PKB). f. menyiapkan bahan pembinaan melalui Pembuatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1). menerima pengaduan masalah ketenagakerjaan. f. menyusun langkah kegiatan Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial berdasarkan rencana kerja kegiatan Dinas Tenaga Kerja sebagai pedoman kerja. d.a. membuat laporan dan melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan. pemerataan penyelesaian kasus PHI/PHK. h. j. j. menyampaikan atau menganalisis kasus PHI/PHK. melakukan pembinaan dan Izin Operasional perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh (peraturan Out Shorching) dan penyebarluasan informasi Perlindungan Jaminan Kecelakaan di luar jam kerja melalui asuransi. Peraturan Perusahaan (PP). melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. d. melakukan pembinaan melalui Pembuatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. pelaksanaan sidang LKS Tripartit. e. meneruskan ke P4-D/P4-P atau Peradilan Hubungan Industrial terhadap kasus PHI/PHK untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap pihak-pihak yang berselisih. e. i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. memperantarai/memediasi dengan baik kasus-kasus ketenagakerjaan berdasarkan mekanisme peraturan ketenagakerjaan dengan mengedepankan semangat kekeluargaan. g. baik dari pekerja. b. triwulan dan tahunan atau sesuai permintaan. c. serta Pembinaan dan Pembentukan Koperasi Karyawan dan Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan. i. b. melaksanakan pembinaan dan pencatatan serikat pekerja/serikat buruh sesuai ketentuan yang berlaku. memberi petunjuk pelaksanaan kegiatan. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya. Untuk melaksanakan tugas Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. membuat laporan baik bulan. triwulan dan tahunan. Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Koperasi Karyawan. membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya masing-masing. menyebarluaskan pelaksanaan pengupahan dan Jaminan Sosial. f. Pasal 17 . pengusaha dan dari masyarakat. melaksanakan pembinaan dan pembentukan LKS Bipartite di perusahaan dan mempersiapkan pokok-pokok pikiran sebagai bahan persidangan anggota LKS Tripartite. menerima pengaduan. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-syarat Kerja. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. k. memberikan saran dan bahan pertimbangan kepada atasan sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-syarat Kerja sebagai bahan masukan dan membuat laporan kegiatan setiap bulan. h. Pasal 16 Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (1) Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mempunyai tugas melakukan pembagian tugas. g. membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. menjelaskan pentingnya pelaksanaan Hubungan Industrial di perusahaan melalui sarana Hubungan Industrial.

Bidang Pengawasan dan Perlindungan Ketenagakerjaan mempunyai fungsi: a. menyiapkan bahan perumusan kebijaksanaan teknis perlindungan ketenagakerjaan. memberikan penyuluhan dan pembinaan dalam badan-badan swasta yang mengelola jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja agar membentuk jaminan sosial dan kesejahteraan tenaga kerja. menyelenggarakan. membuat laporan pelaksanaan tugas. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. memantau pelaksanaan penerapan aturan. membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya. d. f. e. membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. mengelola administrasi urusan tertentu. mengevaluasi pengawasan dan perlindungan ketenagakerjaan. membina. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Pengawasan Norma Kerja. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Kesejahteraan Pekerja. Pasal 19 Seksi Pengawasan Norma Kerja (1) Seksi Pengawasan Norma Kerja mempunyai tugas membagi tugas. mengkoordinasikan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya.Seksi Kesejahteraan Pekerja (1) Seksi Kesejahteraan Pekerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. menyiapkan bahan penyuluhan atau pembinaan dalam badan-badan swasta yang mengelola jaminan sosial (Jamsos) perlindungan tenaga kerja. memberi petunjuk kepada bawahan. c. mengadakan penyidikan atas pelanggaran perundang-undangan ketenagakerjaan. . menyelenggarakan. c. e. mengarahkan. d. memberikan petunjuk memberikan bimbingan terhadap karyawan dan pengusaha. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program pengendalian teknis pemberian perlindungan ketenagakerjaan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. administrasi Seksi Kesejahteraan Pekerja. h. mengevaluasi. b. b. Pasal 18 Bidang Pengawasan dan Perlindungan Ketenagakerjaan (1) Bidang Pengawasan dan Perlindungan Ketenagakerjaan mempunyai tugas menyusun konsep kebijakan. mengarahkan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). melakukan pengawasan kesehatan kerja dan lingkungan kerja. b. menyiapkan bahan bimbingan dan pengawasan pada perusahaan yang meliputi pemeriksaan norma kerja. Seksi Pengawasan Norma Kerja menyelenggarakan fungsi : a. kesehatan kerja secara berkala. peraturan jamsostek. mengkoordinasikan. menilai prestasi kerja bawahan. menilai prestasi kerja bawahan. memberi petunjuk kepada bawahan. g. membina. Seksi Kesejahteraan Pekerja menyelenggarakan fungsi: a.

c. Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan. memberikan bimbingan terhadap karyawan dan pengusaha tentang aturan ketenagakerjaan. membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. mengarahkan. penyuluhan dan konsultasi kepada perusahaan dan tenaga kerja berkenaan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. menyusun jadwal kegiatan Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. menilai prestasi kerja bawahan. c. memantau pelaksanaan penerapan aturan ketenagakerjaan yang berlaku. . b. melaksanakan pemberian penyuluhan dan konsultasi. melaksanakan pengawasan pada perusahaan yang meliputi pemeriksaan norma kerja. i. menyelenggarakan. memberi petunjuk. mengkoordinasikan. h. f. melaksanakan pembinaan. menyelia pelaksanaan pengujian peralatan yang digunakan perusahaan yang berkaitan dengan keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. b. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. f. h.e. f. i. melakukan pengawasan dalam hal pertanggungan jaminan sosial. memberikan penyuluhan atau pembinaan dalam badan-badan swasta yang mengelola jaminan sosial (Jamsos) perlindungan tenaga kerja. membina. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. g. membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya. memberi petunjuk kepada bawahan. membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. administrasi Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan. Pasal 20 Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (1) Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mempunyai tugas melakukan pembagian tugas. mencatat hasil pengawasan serta temuan yang ada dalam blangko nota pemeriksaan dan mengirimkan kepada perusahaan setelah mendapat persetujuan pimpinan. d. mengevaluasi. g. e. Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menyelenggarakan fungsi : a. memberi petunjuk kepada bawahan. menilai prestasi kerja bawahan. mencatat hasil pengawasan dalam nota pemeriksaan dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kesejahteraan keluarga dengan mengadakan pembinaan agar perusahaan masuk dalam program ASTEK. peraturan jamsostek. Pasal 21 Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan (1) Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan mempunyai tugas menyusun rencana operasional. membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. j. membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). mengadakan penyelidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan. k. e. g. kesehatan kerja secara berkala untuk mendapatkan data yang akurat.

melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 26 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. (3) Setiap pimpinan satuan organisasi mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diperlukan. Pasal 23 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi. (2) Subbagian dan Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang atau Kepala Bagian Kesekretariatan. BAB III TATA KERJA Pasal 22 (1) Bagian Sekretariat dan Bidang masing-masing dipimpin oleh seorang Sekretaris dan Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. maka segala peraturan terdahulu yang mengatur hal yang sama dan bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku lagi. BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 25 (1) Dengan berlakunya peraturan ini. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. maka Kepala Dinas dapat menunjuk Kepala Bagian Kesekretariatan atau salah seorang Kepala Bidang untuk mewakili dengan memperhatikan senioritas dalam daftar urut kepangkatan sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk dalam pelaksanaan tugas. (2) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam peraturan ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan ditetapkan dengan peraturan tersendiri. . memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Makassar.h. (4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan diolah dan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan lebih lanjut Pasal 24 Dalam hal Kepala Dinas berhalangan melaksanakan tugasnya.

ANIS ZAKARIA KAMA BERITA DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 31 TAHUN 2009 < Sebelumnya Selanjutnya > (10/07/11) PMI Makassar Bina 216 "Donor Darah Hidup" Makassar.. Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal saat kegiatan do. Read more... Palang Merah Indonesia Kota Makassar membina 216 orang donor darah hidup. yang sewaktu-waktu bisa dipanggil jika stok darah tidak mencukupi. (10/07/11) RTRW Makassar Mandek di Bakosurtanal (10/02/11) MIE Bangun Convention Internasional di Makassar (09/30/11) Kapal Bantuan Untuk Nelayan Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini (09/29/11) Uraian Tugas SKPD Kota Makassar (09/22/11) Dilarang Parkir Mobil di Bahu Jl AP Pettarani . M.Ditetapkan di Makassar pada tanggal 13 Juli 2009 WALIKOTA MAKASSAR.. H. H. ILHAM ARIEF SIRAJUDDIN Diundangkan di Makassar pada tanggal 14 Juli 2009 SEKRETARIS DAERAH KOTA MAKASSAR.

maupun sejumlah kegiatan yang digelar oleh berbagai instansi atau lembaga lainnya. telah memberi dampak positif atas jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Makassar. Termasuk pula kegiatan yang dihelat oleh kelompok-kelompok masyarakat.. dengan digelarnya Visit Makassar 2011 dengan segudang event yang memikat. baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar. Event demi event kepariwisataan yang digelar di kota Anging Mammiri ini. Baca selengkapnya . kalangan penerbangan internasional mengakui bahwa.. nyaris tak pernah berhenti. telah mendongkrak tajam. Puncak Visit Makassar 2011 Hiruk-pikuk Visit Makassar sepanjang 2011. .(09/22/11) IAS : PSSI Jamin PSM Lolos ke ISL (09/14/11) Tingkat Kematian di Makassar Dua Kali Lipat (09/12/11) Pembuatan KTP Elektronik Mulai Kamis (09/12/11) Penduduk Makassar Bertambah 10 Persen Festival Bahari.. Fakta yang terjadi di lapangan..

dan belum pernah Anda kunjungi sebelumnya.? liburan yang itu-itu saja..  Desa Wisata Lakkang Kini Menjangkau Dunia  Menyelam di Cakar Macan.. Taman Nasional Taka Bonerate  Kota Makassar Menuju Kota Dunia  "Ulu Juku" yang Serba Nikmat. dan dari Kota Makassar telah tersedia. Pulau kecil dengan sejuta pesona keindahan Bosan dengan rutinitas kerja Anda. yang Anda perlukan adalah tiket perjalanan menuju Kota Makassar.? Anda ingin sesuatu yang baru. Baca selengkapnya .? Cobalah untuk benar-benar kabur.. sejuk. Lakukan liburan yang sesungguhnya.. Untuk menjangkaunya cukup mudah.. dan tempat-tempat yang sudah Anda hapal betul letaknya.Samalona.. get away. Pulau kecil ini berada di wilayah Kota Makassar.. Kota Makassar.... Belum Ke Makassar Kalau Belum Mencobanya !  Racikan Ikan Para Calon Guru  Kelurahan Panaikang Menuju Pelayanan Prima . segar. Nikmati sebuah liburan seru di Pulau Samalona. termasuk dalam jajaran gugus pulaupulau kecil.

Tentang Makassar Berita Makassar Fasilitas & Utilitas Sejarah Kota Makassar Ekonomi & Bisnis Sejarah Pemerintah Hukum & Kota Kriminalitas Arti Lambang Kota Sosial Budaya Visi & Misi Dinamika Perkotaan Geografis Pertahanan Kependudukan Keamanan Infrastruktur Kota Politik Investasi & Modal Pemerintahan Peta Kota Makassar Pembangunan Wisata Bahari Pendidikan Wisata Kota (City Tour) Pemuda & Olahraga Wisata Seni Budaya Lingkungan Hidup Video Sreaming Kota Religi Kuliner Khas Makassar Teknologi Informasi Resep Kuliner Makassar Transportasi & Jasa Bencana & Wabah Senggang (Hiburan) Berita Lainnya Pelayanan Umum Pelayanan Pajak Pelayanan Retribusi Pelayanan di Kecamatan Jenis & Prosedur Perizinan Download Formulir Perizinan Hotel & Akomodasi Keberangkatan Pesawat Kedatangan Pesawat Jadwal Pelayaran Trayek Angkutan Umum Pusat Niaga & Bisnis Layanan Kesehatan Layana Air Bersih (PDAM) Sarana Peribadatan Daftar Telepon Penting (Darurat) Pemer Layan intah an Kota Websit Maka e ssar Profil Isi Walik Buku ota Tamu Profil Kirim Wakil kan Walik Pesan ota Anda Profil Webm DPR ail D Galeri Maka Foto ssar Kegiat Produ an k Pengu Huku muma m n Keua Lelang ngan Downl Daera oad h Doku Alam men at Calend SKPD er Kota Event Maka Englis ssar h Uraia Versio n n Tugas Korea SKPD n Kota Versio Maka n ssar Websit Daftar e Link Alam Site at E.Map mail Dinas Pekerj aan Umu m Dinas Tata .

1 © 2011 . Perizi nan Korm onev Kota Maka ssar LPSE Kota Maka ssar Dekra nasda Kota Maka ssar PKK Kota Maka ssar Design & perawatan oleh Indomedia Digital untuk Pemerintah Kota Makassar | sebagian hak dilindungi oleh Undang-Undang | Versi 5.Ruan g& Bang unan Dinas Kebu dayaa n& Pariw isata Kanto r Pelay anan Adm.