URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA MAKASSAR Rabu, 29 Juni 2011 00:00 Untitled Document

WALIKOTA MAKASSAR PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 31 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA MAKASSAR WALIKOTA MAKASSAR,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kota Makassar dan untuk menjabarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar, maka perlu ditetapkan Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Dinas Tenaga Kerja; b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a di atas, maka dipandang perlu ditetapkan dengan Peraturan Walikota Makassar. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerahdaerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890; 3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor

Maros dan Pangkajene dan Kepulauan dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 65. 5. (2) Walikota adalah Walikota Makassar. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 ). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 tentang Perubahan Batasbatas Daerah Kotamadya Makassar dan Kabupaten-kabupaten Gowa. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar (Lembaran Daerah Nomor 3 Tahun 2009). Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah Yang menjadi Kewenangan Pemerintah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009). 11. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujung Pandang Menjadi Kota Makassar dalam Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 193). 8. Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. (3) Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Makassar. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksudkan dengan : (1) Kota adalah Kota Makassar. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737).59. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA MAKASSAR. (4) Dinas Tenaga Kerja adalah Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. 10. 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2970). 9. . 6.

h. organisasi dan ketatalaksanaan. j. melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas. kearsipan. Sekretariat menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 3 Subbagian Umum dan Kepegawaian (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyusun rencana kerja. pelaksanaan urusan umum dan rumah tangga. c. e. (6) Sekretariat adalah Sekretariat pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. pelaksanaan urusan keuangan dan penyusunan neraca SKPD. mendistribusikan surat sesuai bidang . menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. (10) Unit Pelaksana Teknis Dinas selanjutnya disingkat UPTD pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. pengelolaan kesekretariatan. menghimpun dan mengsosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dalam lingkup dinas. e. g. f. pelaksanaan urusan kepegawaian dinas. (8) Seksi adalah Seksi pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. b. pelaksanaan urusan perlengkapan. melaksanakan usul gaji berkala. i. mengatur pelaksanaan kegiatan sebagian urusan ketatausahaan meliputi surat-menyurat. (7) Bidang adalah Bidang pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya. d. BAB II URAIAN TUGAS Pasal 2 Sekretariat (1) Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.(5) Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. melakukan koordinasi pada Sekretariat Korpri Kota Makassar. melaksanakan usul kenaikan pangkat. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. mengelola administrasi kepegawaian serta melaksanakan urusan kerumahtanggaan dinas. usul tugas belajar dan izin belajar. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). melaksanakan tugas pembinaan terhadap anggota Korpri pada unit kerja masing-masing. mutasi dan pensiun. . g. pelayanan. f. (9) Subbagian adalah Subbagian pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. melaksanakan tugas teknis kesekretariatan. d. pengkoordinasian perumusan program dan rencana kerja Dinas Tenaga Kerja. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). surat perjalanan dinas. c. menyiapkan bahan penyusunan standarisasi yang meliputi bidang kepegawaian. b. k. Subbagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menyusun realisasi perhitungan anggaran dan administrasi perbendaharaan dinas. Subbagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. i. mengarahkan. membina. j. meminta usulan rencana Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dari semua bidang dalam Lingkup Dinas Tenaga Kerja. membuat Daftar Kebutuhan Barang (RKB). . Subbagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penempatan tenaga kerja. membuat laporan serta mengevaluasi semua pengadaan barang. g. g. menyelenggarakan. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. mengumpulkan dan menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah. Pasal 6 Bidang Perencanaan. penyebarluasan informasi pasar kerja. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. h. f. Pasal 5 Subbagian Perlengkapan (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan melaksanakan tugas teknis perlengkapan. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Perlengkapan. melaporkan penyusunan rencana tenaga kerja. h. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) dari masing-masing Bidang dan Sekretariat sebagai bahan konsultasi perencanaan ke Bappeda melalui Kepala Dinas. membuat Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU). Pasal 4 Subbagian Keuangan (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas menyusun rencana kerja. Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas menyusun konsep kebijakan.l. b. menerima dan meneliti semua pengadaan barang pada lingkup Dinas Tenaga Kerja. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. melakukan penyimpanan dokumen dan surat berharga lainnya tentang barang inventaris daerah. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. d. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. d. menyusun kebutuhan biaya pemeliharaan untuk tahun anggaran dan bahan penyusunan APBD. c. mengkoordinasikan. f. menyusun rencana operasional. melaksanakan tugas teknis keuangan. menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU). e. e. Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja (1) Bidang Perencanaan. mengevaluasi. mengumpulkan dan menyiapkan bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi dari masingmasing satuan kerja. b. c. menyusun laporan neraca SKPD dengan melakukan koordinasi dengan Subbagian Perlengkapan. menyusun rencana dan program kerja Subbagian Keuangan.

membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya masingmasing. d. b. e. menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pembinaan. menyusun rencana dan program kerja pada Seksi Perluasan Kerja. menyusun rencana pelaksanaan AKL. BK. memberikan bimbingan usaha mandiri terhadap tenaga kerja pemuda. melaksanakan penyusunan rencana kerja Seksi Perluasan Kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya. menyelenggarakan. membina. IPK. bursa kerja. mengatur perencanaan pelaksanaan perizinan penggunaan Tenaga Kerja Asing. melaksanakan analisa dan perencanaan tenaga kerja. c. mengkoordinasikan. memberikan bimbingan terhadap TKM. i. penyandang cacat dan lansia. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). g. menyiapkan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pemberian izin dan pengawasan perpanjangan izin pengguna Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKAWP). c. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya. . Seksi Perluasan Kerja menyelenggarakan fungsi: a.(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengevaluasi. menilai pelaksanaan tugas bawahan serta mengatur pembinaan Tenaga Kerja Mandiri. f. menyiapkan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pemberian izin dan pengawasan bidang penempatan dan pendayagunaan. sektor informal. h. c. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program pelaksanaan penempatan tenaga kerja. penyandang cacat. Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. TTG. Seksi Perencanaan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. f. TKMT dan sektor informal. d. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyuluhan dan bimbingan jabatan. Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. administrasi Seksi Perencanaan Tenaga Kerja. Pasal 8 Seksi Perluasan Kerja (1) Seksi Perluasan Kerja mempunyai tugas melakukan pembagian tugas. memberi petunjuk. b. e. AKAD. lansia dan analisa jabatan. mengelola administrasi urusan tertentu. wanita. TPK. mengarahkan. memberi petunjuk kepada bawahan sesuai bidang bidang tugasnya. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya. d. menyiapkan bahan perumusan kebijaksanaan teknis penempatan dan pendayagunaan tenaga kerja. b. membuat konsep surat rekomendasi kebutuhan usaha mandiri sesuai petunjuk atasan. e. g. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Perencanaan Tenaga Kerja. Bidang Perencanaan. Teknologi Tepat Guna (TTG). Pasal 7 Seksi Perencanaan Tenaga Kerja (1) Seksi Perencanaan Tenaga Kerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. AKAN. membuat konsep rekomendasi kebutuhan usaha mandiri sesuai petunjuk atasan serta melaksanakan koordinasi dan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 10 Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kerja (1) Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kerja mempunyai tugas menyusun konsep kebijakan. Pasal 9 Seksi Penempatan Tenaga Kerja (1) Seksi Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan membagi tugas. menyiapkan bahan perumusan kebijaksanaan teknis penyelenggaraan pelatihan kerja dan bimbingan lembaga pelatihan kerja. menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pembinaan. d. AKAD. Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kerja menyelenggarakan fungsi: a. h. Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan. d. memberi petunjuk. g. Lembaga Penempatan Swasta (LPS) dan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). IPK. f. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program pemasaran. menyeleksi penempatan calon Tenaga Kerja AKL/AKAD/AKAN. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. Lembaga Penempatan Swasta (LPS). melaksanakan pemantauan. e. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. i. menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pembinaan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. membuat rancangan konsep surat rekomendasi tenaga kerja AKAD dan AKAN serta dokumen lain yang berkaitan dengan penempatan tenaga kerja sesuai dengan petunjuk atasan. i. Bursa Kerja (BK). k. membina. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. memberi petunjuk kepada bawahan dalam pelaksanaan AKL. b. .h. hasil produksi dan lulusan pelatihan. melakukan koordinasi antara instansi. menyiapkan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pemberian layanan informasi pelatihan dan produktifitas tenaga kerja. l. j. menyeleksi penempatan calon tenaga kerja AKL/AKAD/AKAN dan membuat konsep rekomendasi ketenagakerjaan serta melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. evaluasi terhadap pengguna Tenaga Kerja Asing dan Kegiatan Lembaga Penempatan Swasta (LPS) dan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). mengatur pelaksanaan perizinan Tenaga Kerja Asing. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. mengevaluasi pembinaan pelatihan dan produktifitas kerja. perusahaan dalam rangka pembinaan usaha mandiri dan perluasan kerja. mengarahkan. c. mengatur pelaksanaan perizinan penggunaan Tenaga Kerja Asing. menilai pelaksanaan tugas bawahan. fasilitas pelatihan. BK. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya. AKAN. j. menyiapkan bahan bimbingan dan pengendalian teknis pemberian izin dan pengawasan lembaga latihan kerja. mengkoordinasikan. b. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Penempatan Tenaga Kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya. menyelenggarakan.

b. membina. menyusun pedoman pelatihan keterampilan tenaga kerja. menyiapkan bahan tentang rencana dan program pelatihan dan pemagangan sebagai pedoman. administrasi Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja. administrasi Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja. e. h. b. mengevaluasi.e. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 12 Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja (1) Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja mempunyai fungsi: a. mengecek permohonan pelaksanaan pelatihan dan pemagangan dari masyarakat. menyelenggarakan. melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah/swasta dengan mengunjungi instansi terkait guna konsultasi pelaksanaan pelatihan dan pemagangan. mengevaluasi. mengkoordinasikan. i. c. membimbing lembaga latihan swasta baik administrasi pelaksanaan kegiatan rutin maupun pelaksanaan latihan. menginventarisir lembaga latihan swasta dalam rangka penyusunan jadwal pelaksanaan bimbingan dan akreditasi. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. mengarahkan. d. f. i. menyelenggarakan. mengkoordinasikan. membina. . e. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. h. membina. mengarahkan. melaksanakan pengawasan terhadap lembaga latihan swasta yang menyelenggarakan ujian akhir latihan. mengelola administrasi urusan tertentu. d. melaksanakan penyusunan rencana kerja pada Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya. c. memeriksa setiap permohonan izin pendirian lembaga latihan swasta. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. memantau penyelenggaraan pelatihan dan pemagangan sebagai bahan evaluasi. mengonsep permohonan izin pendirian Lembaga Latihan Swasta (LLS). g. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. mengevaluasi. membuat rencana pelatihan tenaga kerja perusahaan. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja. g. Pasal 11 Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja (1) Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. Seksi Pelatihan Keterampilan Kerja mempunyai fungsi: a. mengarahkan. menyelenggarakan. membuat permohonan izin penyelenggaraan Lembaga Latihan Swasta (LLS). Pasal 13 Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja (1) Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. mengkoordinasikan. f.

perlindungan kecelakaan di luar hubungan kerja melalui asuransi. mengelola administrasi urusan tertentu. mengevaluasi pembinaan hubungan industrial. menyiapkan bahan pembinaan melalui Pembuatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). membuat rencana penyuluhan dan penerapan produktifitas tenaga kerja perusahaan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1). e. memantau pelaksanaan penerapan produktifitas tenaga kerja di perusahaan guna mengetahui hambatan dan perkembangan. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Izin Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh dan Pembinaan dan Pembentukan Koperasi Karyawan. f. d. melakukan penyuluhan dan pembinaan dalam badan-badan swasta yang mengelola jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja agar membentuk jaminan sosial dan kesejahteraan tenaga kerja. melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja pada Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja. Pasal 15 Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-Syarat Kerja (1) Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-Syarat Kerja mempunyai tugas memberikan petunjuk kepada perusahaan yang wajib membuat Peraturan Perusahaan (PP). syarat-syarat kerja dan kesejahteraan. Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-syarat Kerja menyelenggarakan fungsi : . mengumpulkan data kegiatan produktifitas tenaga kerja kepada perusahaan guna efesiensi kerja. membuat laporan kegiatan dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan dan membagi tugas kepada staf. melakukan bimbingan penyuluhan produktifitas tenaga kerja. Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. penyebarluasan informasi. Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Koperasi Karyawan. b. b. c. menyelenggarakan. Pembinaan Pengupahan dan Jaminan Sosial. melaksanakan pembinaan dan pembentukan LKS Bipartite di perusahaan dan mempersiapkan pokok-pokok pikiran sebagai bahan persidangan anggota LKS Tripartite.administrasi Seksi Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. Perjanjian Kerja Bersama (PKB). mengarahkan. Bidang Pembinaan Hubungan Industrial. f. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. d. c. Syarat-Syarat Kerja dan Kesejahteraan (1) Bidang Pembinaan Hubungan Industrial. mengkoordinasikan. Peraturan Perusahaan (PP). membina. Syarat-Syarat Kerja dan Kesejahteraan menyelenggarakan fungsi: a. melakukan pengawasan ke P4-D/P4-P atau Peradilan Hubungan Industrial terhadap kasus PHI/PHK untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap pihak-pihak yang berselisih. e. Pasal 14 Bidang Pembinaan Hubungan Industrial. Syarat-Syarat Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas menyusun konsep kebijakan. g.

Peraturan Perusahaan (PP). serta Pembinaan dan Pembentukan Koperasi Karyawan dan Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan. menerima pengaduan masalah ketenagakerjaan. d. melaksanakan pembinaan dan pencatatan serikat pekerja/serikat buruh sesuai ketentuan yang berlaku. memberi petunjuk pelaksanaan kegiatan. h. f. k. d. triwulan dan tahunan atau sesuai permintaan. membuat laporan baik bulan. g. memperantarai/memediasi dengan baik kasus-kasus ketenagakerjaan berdasarkan mekanisme peraturan ketenagakerjaan dengan mengedepankan semangat kekeluargaan. memberikan saran dan bahan pertimbangan kepada atasan sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-syarat Kerja sebagai bahan masukan dan membuat laporan kegiatan setiap bulan. Pasal 16 Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (1) Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mempunyai tugas melakukan pembagian tugas. Pasal 17 . menyampaikan atau menganalisis kasus PHI/PHK. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1). melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. melakukan pembinaan melalui Pembuatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). c. menerima pengaduan. menyusun langkah kegiatan Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial berdasarkan rencana kerja kegiatan Dinas Tenaga Kerja sebagai pedoman kerja. melakukan pembinaan dan Izin Operasional perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh (peraturan Out Shorching) dan penyebarluasan informasi Perlindungan Jaminan Kecelakaan di luar jam kerja melalui asuransi. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. e. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Hubungan Industrial dan Syarat-syarat Kerja. c. meneruskan ke P4-D/P4-P atau Peradilan Hubungan Industrial terhadap kasus PHI/PHK untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap pihak-pihak yang berselisih. i. pemerataan penyelesaian kasus PHI/PHK. i. membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. e. membuat laporan dan melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan. f. menjelaskan pentingnya pelaksanaan Hubungan Industrial di perusahaan melalui sarana Hubungan Industrial. Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Koperasi Karyawan. baik dari pekerja. Untuk melaksanakan tugas Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. j. b. h. menyebarluaskan pelaksanaan pengupahan dan Jaminan Sosial. pengusaha dan dari masyarakat. j.a. b. triwulan dan tahunan. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya masing-masing. melaksanakan pembinaan dan pembentukan LKS Bipartite di perusahaan dan mempersiapkan pokok-pokok pikiran sebagai bahan persidangan anggota LKS Tripartite. g. pelaksanaan sidang LKS Tripartit. melakukan koordinasi dengan unit kerja lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya.

membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya. melakukan pengawasan kesehatan kerja dan lingkungan kerja. mengkoordinasikan. memberikan penyuluhan dan pembinaan dalam badan-badan swasta yang mengelola jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja agar membentuk jaminan sosial dan kesejahteraan tenaga kerja. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program pengendalian teknis pemberian perlindungan ketenagakerjaan. b. kesehatan kerja secara berkala. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengelola administrasi urusan tertentu. d. menyiapkan bahan perumusan kebijaksanaan teknis perlindungan ketenagakerjaan. membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya. f. membina. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). membina. c.Seksi Kesejahteraan Pekerja (1) Seksi Kesejahteraan Pekerja mempunyai tugas menyusun rencana operasional. membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. h. mengarahkan. mengarahkan. menilai prestasi kerja bawahan. Seksi Kesejahteraan Pekerja menyelenggarakan fungsi: a. membuat laporan pelaksanaan tugas. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. memberikan petunjuk memberikan bimbingan terhadap karyawan dan pengusaha. memberi petunjuk kepada bawahan. mengevaluasi. menyiapkan bahan penyuluhan atau pembinaan dalam badan-badan swasta yang mengelola jaminan sosial (Jamsos) perlindungan tenaga kerja. memantau pelaksanaan penerapan aturan. c. mengadakan penyidikan atas pelanggaran perundang-undangan ketenagakerjaan. menyelenggarakan. mengevaluasi pengawasan dan perlindungan ketenagakerjaan. Seksi Pengawasan Norma Kerja menyelenggarakan fungsi : a. e. memberi petunjuk kepada bawahan. menilai prestasi kerja bawahan. d. g. d. b. menyiapkan bahan bimbingan dan pengawasan pada perusahaan yang meliputi pemeriksaan norma kerja. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Pengawasan Norma Kerja. c. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Kesejahteraan Pekerja. Bidang Pengawasan dan Perlindungan Ketenagakerjaan mempunyai fungsi: a. peraturan jamsostek. e. Pasal 19 Seksi Pengawasan Norma Kerja (1) Seksi Pengawasan Norma Kerja mempunyai tugas membagi tugas. Pasal 18 Bidang Pengawasan dan Perlindungan Ketenagakerjaan (1) Bidang Pengawasan dan Perlindungan Ketenagakerjaan mempunyai tugas menyusun konsep kebijakan. mengkoordinasikan. menyelenggarakan. . b. administrasi Seksi Kesejahteraan Pekerja.

f. membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. g. d. membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. kesejahteraan keluarga dengan mengadakan pembinaan agar perusahaan masuk dalam program ASTEK. i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. b. menilai prestasi kerja bawahan. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. d. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). membuat laporan atas kegiatan di bidang tugasnya. h. membina. memberikan penyuluhan atau pembinaan dalam badan-badan swasta yang mengelola jaminan sosial (Jamsos) perlindungan tenaga kerja. e. menilai prestasi kerja bawahan. h. i. mengadakan penyelidikan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan. menyelenggarakan. kesehatan kerja secara berkala untuk mendapatkan data yang akurat. mencatat hasil pengawasan serta temuan yang ada dalam blangko nota pemeriksaan dan mengirimkan kepada perusahaan setelah mendapat persetujuan pimpinan. memberi petunjuk kepada bawahan. administrasi Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan. Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menyelenggarakan fungsi : a. mengarahkan. Pasal 20 Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (1) Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mempunyai tugas melakukan pembagian tugas. Pasal 21 Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan (1) Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan mempunyai tugas menyusun rencana operasional. memberi petunjuk. menyusun jadwal kegiatan Seksi Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). melakukan pengawasan dalam hal pertanggungan jaminan sosial. melaksanakan penyusunan rencana kerja dan program kerja pada Seksi Perlindungan Ketenagakerjaan. memberikan bimbingan terhadap karyawan dan pengusaha tentang aturan ketenagakerjaan. j. melaksanakan pembinaan. mengevaluasi. melaksanakan pemberian penyuluhan dan konsultasi. membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya. peraturan jamsostek. mengkoordinasikan. membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya. f.e. c. melaksanakan pengawasan pada perusahaan yang meliputi pemeriksaan norma kerja. e. memantau pelaksanaan penerapan aturan ketenagakerjaan yang berlaku. b. menyelia pelaksanaan pengujian peralatan yang digunakan perusahaan yang berkaitan dengan keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. memberi petunjuk kepada bawahan. . f. penyuluhan dan konsultasi kepada perusahaan dan tenaga kerja berkenaan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. g. g. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). k. c. mencatat hasil pengawasan dalam nota pemeriksaan dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan.

h. BAB III TATA KERJA Pasal 22 (1) Bagian Sekretariat dan Bidang masing-masing dipimpin oleh seorang Sekretaris dan Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk dalam pelaksanaan tugas. . Agar setiap orang dapat mengetahuinya. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan. (2) Subbagian dan Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang atau Kepala Bagian Kesekretariatan. maka Kepala Dinas dapat menunjuk Kepala Bagian Kesekretariatan atau salah seorang Kepala Bidang untuk mewakili dengan memperhatikan senioritas dalam daftar urut kepangkatan sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku. (4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan diolah dan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan lebih lanjut Pasal 24 Dalam hal Kepala Dinas berhalangan melaksanakan tugasnya. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi. BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 25 (1) Dengan berlakunya peraturan ini. Pasal 23 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 26 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. (3) Setiap pimpinan satuan organisasi mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diperlukan. (2) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam peraturan ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan ditetapkan dengan peraturan tersendiri. memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Makassar. maka segala peraturan terdahulu yang mengatur hal yang sama dan bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku lagi.

.Ditetapkan di Makassar pada tanggal 13 Juli 2009 WALIKOTA MAKASSAR.. H. M. H. ANIS ZAKARIA KAMA BERITA DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 31 TAHUN 2009 < Sebelumnya Selanjutnya > (10/07/11) PMI Makassar Bina 216 "Donor Darah Hidup" Makassar. Read more.. (10/07/11) RTRW Makassar Mandek di Bakosurtanal (10/02/11) MIE Bangun Convention Internasional di Makassar (09/30/11) Kapal Bantuan Untuk Nelayan Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini (09/29/11) Uraian Tugas SKPD Kota Makassar (09/22/11) Dilarang Parkir Mobil di Bahu Jl AP Pettarani . Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal saat kegiatan do. ILHAM ARIEF SIRAJUDDIN Diundangkan di Makassar pada tanggal 14 Juli 2009 SEKRETARIS DAERAH KOTA MAKASSAR.. yang sewaktu-waktu bisa dipanggil jika stok darah tidak mencukupi. Palang Merah Indonesia Kota Makassar membina 216 orang donor darah hidup.

telah mendongkrak tajam. Baca selengkapnya . nyaris tak pernah berhenti. Puncak Visit Makassar 2011 Hiruk-pikuk Visit Makassar sepanjang 2011. kalangan penerbangan internasional mengakui bahwa. Event demi event kepariwisataan yang digelar di kota Anging Mammiri ini. Termasuk pula kegiatan yang dihelat oleh kelompok-kelompok masyarakat. dengan digelarnya Visit Makassar 2011 dengan segudang event yang memikat.(09/22/11) IAS : PSSI Jamin PSM Lolos ke ISL (09/14/11) Tingkat Kematian di Makassar Dua Kali Lipat (09/12/11) Pembuatan KTP Elektronik Mulai Kamis (09/12/11) Penduduk Makassar Bertambah 10 Persen Festival Bahari. baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar... . maupun sejumlah kegiatan yang digelar oleh berbagai instansi atau lembaga lainnya. Fakta yang terjadi di lapangan. telah memberi dampak positif atas jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Makassar...

Untuk menjangkaunya cukup mudah. get away. Pulau kecil dengan sejuta pesona keindahan Bosan dengan rutinitas kerja Anda..? liburan yang itu-itu saja.  Desa Wisata Lakkang Kini Menjangkau Dunia  Menyelam di Cakar Macan. Baca selengkapnya . termasuk dalam jajaran gugus pulaupulau kecil. segar. dan dari Kota Makassar telah tersedia.. yang Anda perlukan adalah tiket perjalanan menuju Kota Makassar.. sejuk...Samalona. Kota Makassar. Pulau kecil ini berada di wilayah Kota Makassar. dan tempat-tempat yang sudah Anda hapal betul letaknya..? Anda ingin sesuatu yang baru. Taman Nasional Taka Bonerate  Kota Makassar Menuju Kota Dunia  "Ulu Juku" yang Serba Nikmat... dan belum pernah Anda kunjungi sebelumnya. Lakukan liburan yang sesungguhnya. Belum Ke Makassar Kalau Belum Mencobanya !  Racikan Ikan Para Calon Guru  Kelurahan Panaikang Menuju Pelayanan Prima ..? Cobalah untuk benar-benar kabur.. Nikmati sebuah liburan seru di Pulau Samalona.

Tentang Makassar Berita Makassar Fasilitas & Utilitas Sejarah Kota Makassar Ekonomi & Bisnis Sejarah Pemerintah Hukum & Kota Kriminalitas Arti Lambang Kota Sosial Budaya Visi & Misi Dinamika Perkotaan Geografis Pertahanan Kependudukan Keamanan Infrastruktur Kota Politik Investasi & Modal Pemerintahan Peta Kota Makassar Pembangunan Wisata Bahari Pendidikan Wisata Kota (City Tour) Pemuda & Olahraga Wisata Seni Budaya Lingkungan Hidup Video Sreaming Kota Religi Kuliner Khas Makassar Teknologi Informasi Resep Kuliner Makassar Transportasi & Jasa Bencana & Wabah Senggang (Hiburan) Berita Lainnya Pelayanan Umum Pelayanan Pajak Pelayanan Retribusi Pelayanan di Kecamatan Jenis & Prosedur Perizinan Download Formulir Perizinan Hotel & Akomodasi Keberangkatan Pesawat Kedatangan Pesawat Jadwal Pelayaran Trayek Angkutan Umum Pusat Niaga & Bisnis Layanan Kesehatan Layana Air Bersih (PDAM) Sarana Peribadatan Daftar Telepon Penting (Darurat) Pemer Layan intah an Kota Websit Maka e ssar Profil Isi Walik Buku ota Tamu Profil Kirim Wakil kan Walik Pesan ota Anda Profil Webm DPR ail D Galeri Maka Foto ssar Kegiat Produ an k Pengu Huku muma m n Keua Lelang ngan Downl Daera oad h Doku Alam men at Calend SKPD er Kota Event Maka Englis ssar h Uraia Versio n n Tugas Korea SKPD n Kota Versio Maka n ssar Websit Daftar e Link Alam Site at E.Map mail Dinas Pekerj aan Umu m Dinas Tata .

1 © 2011 .Ruan g& Bang unan Dinas Kebu dayaa n& Pariw isata Kanto r Pelay anan Adm. Perizi nan Korm onev Kota Maka ssar LPSE Kota Maka ssar Dekra nasda Kota Maka ssar PKK Kota Maka ssar Design & perawatan oleh Indomedia Digital untuk Pemerintah Kota Makassar | sebagian hak dilindungi oleh Undang-Undang | Versi 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful