Bertanam Cabe Kriting Kopay

Posted by Jakes Sito (www.waroengweb.co.id) BAGI YANG BUTUH BIBIT CABE KOPAY HUB. 081274664892 Pengiriman barang kami menggunakan jasa POS. setelah barang dikirim anda kami sms kan no resi pos / barcode, yang nantinya bisa anda lacak di : www.posindonesia.co.id

Sebuah kebetulan ketika Syahrul Yondri (43) menemukan cabai merah keriting yang panjangnya sampai 35 sentimeter tahun 2005. Sebagai petani yang gemar meneliti, dia sesungguhnya tengah bereksperimen untuk menemukan cara mengatasi virus kuning.Dorongan untuk mendapatkan cara mengatasi virus kuning berawal ketika Yon, panggilan Syahrul Yondri, gagal panen sampai tiga kali. Setelah mengalami kerugian Rp 20 juta akibat virus kuning, petani cabai di Kelurahan Koto Panjang Lampasi, Kecamatan Payakumbuh Utara, Sumatera Barat, ini menghabiskan waktu lima tahun bereksperimen untuk mendapatkan cara menanggulangi virus yang mematikan tanaman cabai itu. Dari sejarah, Yon menemukan petunjuk model penanaman zaman nenek moyang. Petani zaman dulu menanam cabai di lahan yang dikelilingi kolam karena tanaman menjadi lebih kuat menghadapi penyakit. Yon pernah mencoba cara itu, dan memang ada peningkatan ketahanan tanaman. ”Prinsipnya, virus itu tak tahan terkena panas yang kuat. Biasanya, virus bersembunyi di bagian bawah daun. Air berfungsi memantulkan cahaya sehingga panas matahari memantul dan mengenai bagian bawah daun,” kata Yon yang juga menjadi Ketua Kelompok Tani Tunas Baru. Akan tetapi, dia belum puas dengan hasil itu. Dicobanya memakai cermin yang diletakkan di tanah, tepat di bawah tanaman. Hasilnya bukan saja menghambat perilaku mematikan virus itu, tetapi juga membuat proses pemasakan tanaman lebih baik. Dari sinilah Yon memanen buah cabai yang lebih panjang dibandingkan cabai pada umumnya. Perkembangan selanjutnya, fungsi kaca diganti plastik mulsa yang diberi cat perak. Dengan demikian, pemantulan cahaya tetap terjadi sehingga virus yang biasa tinggal di bagian bawah daun terbunuh pula.

petani juga tak repot mengurus karena tanaman cabai kopay juga lebih tahan terhadap serangan virus kuning.4 kilogram per masa tanam. Panjang cabai berkisar 30-33 sentimeter. Umumnya harga cabai kopay berkisar Rp 20. tetapi tanaman tetap berbuah dan buahnya masih tetap baik.000 per kg. sampai-sampai pemuda di sekitar tempat tinggal Yon pun mulai ikut bertanam cabai. Sejumlah 20 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Muda dan puluhan petani lain di Koto Panjang Lampasi juga senang menanam cabai ini. dia juga kembali memilih satu buah cabai yang paling unggul. cabai biasa rata-rata hanya 20 cm.” tutur Yon yang akan melakukan serangkaian penelitian lanjutan untuk melemahkan serangan virus agar daun tanaman tidak menguning. rasa cabai yang pedas tetapi tidak melilit dan lebih awet dibandingkan dengan cabai biasa ini membuat cabai kopay diperdagangkan sampai ke Provinsi Riau. Harga termurah cabai kopay Rp 15. Itu bukan semata-mata karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan cabai biasa atau karena pohon cabai bisa setinggi satu meter. Biji buah disemaikan lagi sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang semakin baik. produksi petani baru mencapai dua ton per minggu.000 per kg.000 per kg. Petani juga gembira karena harga jual cabai kopay jauh di atas rata-rata. Setiap batang cabai kopay mampu menghasilkan sekitar 1. cabai kopay sudah menembus Rp 22. Padahal. permintaan mengirim dua ton cabai per hari untuk seorang pedagang saja belum sanggup dipenuhi petani di Koto Panjang Lampasi. Pada panen kedua. ”Memang daun tanaman masih tetap kuning. petani mulai memanen cabai untuk pertama kali. Begitu menggiurkannya prospek menanam cabai kopay. Sayangnya. . sedangkan tanaman cabai pada umumnya memproduksi enam ons saja. Ketika harga cabai di Sumatera Barat berkisar Rp 14. Meski harga cabai kopay tinggi. Pada usia 90 hari. Sebab.000. Dari panen pertama dipilihnya buah terpanjang untuk dikembangbiakkan lagi. bahkan pernah mencapai 40 cm. tetapi karena hasil panen yang lebih banyak.Dari sisi perawatan tanaman. tetapi itu terjadi sekali saja dan bertahan hanya seminggu. dia lalu berpikir untuk melakukan penyempurnaan buah. Buah terpanjang Ketika pertama kali memperoleh buah cabai yang berukuran lebih panjang.

waktu saya untuk bereksperimen makin terbatas.”Para pemuda itu dulu hanya duduk-duduk di kedai kopi saja karena mereka tak punya pekerjaan. Berjaya di Ladang Menjadi petani cabai adalah profesi kesekian yang dilakoni tamatan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Payakumbuh ini. Di tengah keberhasilan yang dipetiknya. dan mobil dari hasil menjual cabai. rumah. Teori juga belum tentu bisa diterapkan di lapangan. ha-ha-ha…. sejauh itu dapat menambah penghasilan petani. bukan nama Yon sebagai penemunya. Tapi begitu melihat prospek cabai kopay. . Dia pun tak risau ketika Wali Kota Payakumbuh Josrizal memberikan nama kopay untuk cabai tersebut. Yon sadar bahwa menemukan cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani tak bisa digantungkan pada orang lain. Yon tetap sederhana. Yon masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah. 30 Juli 1965. agar produk ini tidak diklaim oleh pihak lain. Petanilah yang paling mengerti kondisi dunia pertanian.” kata Yon yang memutuskan tidak punya telepon seluler ini. seperti meneliti cara pertanian organik yang sepenuhnya bebas dari produk pabrik. Kopay merupakan akronim dari ”Kota Payakumbuh-Yon”. ”Ah. mereka mulai menggarap lahan milik keluarga atau menyewa lahan. Alumnus SPG. suami Yulismar itu menjadi montir alat elektronik sekitar enam tahun. Setelah itu. Cabai kopay yang menjadi kebanggaan Kota Payakumbuh tengah dalam proses sertifikasi. Yon sebenarnya ingin agar cabai kopay bisa ditanam di banyak daerah. Dia bahkan merasa risi ketika namanya mulai dikenal sehingga banyak tamu yang datang ke kampungnya. Setelah mengajar selama sebulan di SD Negeri Koto Nan Gadang. Kapan bisa menyelesaikan pekerjaan rumah.” ucap Yon yang telah membeli tanah.” ucapnya. Sehari-hari dia suka mengenakan kaus dan bersandal jepit.” kata Yon. ini beralih menjadi tukang bangunan seperti yang dilakukan ayahnya. Tak mau terkenal Sebagai pencinta tanaman cabai. ”Penyuluh lapangan itu pun belum tentu pernah menanam cabai. biarlah nama itu. yang penting saya tetap bisa mencari cara agar pertanian ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani. pria kelahiran Payakumbuh. ”Kalau banyak tamu.

virus itu tak tahan terkena panas yang kuat. Penemuan itu adalah hasil sampingan. Awalnya Yon mencoba di lahan 1. petani cabai di Kelurahan Koto Panjang Lampasi.000 meter persegi yang disewanya seharga Rp 150. Para pemuda pun mulai ikut bertanam cabai. Lama kelamaan. Yon menemukan petunjuk model penanaman zaman nenek moyang. kalau tidak bisa dikatakan memuaskan. Sederhana di Tengah Pohon Cabai Kopay Agnes Rita Sulistyawaty Sebuah kebetulan ketika Syahrul Yondri (43) menemukan cabai merah keriting yang panjangnya sampai 35 sentimeter tahun 2005. Dari sejarah. ini menghabiskan waktu lima tahun bereksperimen untuk mendapatkan cara menanggulangi virus yang mematikan tanaman cabai itu. Yon lebih tertarik kepada tanaman yang memberinya pendapatan sekaligus tantangan itu. Kecamatan Payakumbuh Utara. Ketika itu. Penelitian cara memberantas virus kuning menjadi salah satu wujud kecintaannya kepada dunia pertanian.Setelah sembilan tahun menjadi tukang. Masa itu. dia juga masih menerima tawaran bekerja sebagai buruh bangunan. gagal panen sampai tiga kali. Petani yang sukses mungkin syaratnya adalah petani yang gemar meneliti. Mereka bahkan tidak dapat memenuhi order dua ton per hari. Petani zaman dulu menanam cabai di lahan yang dikelilingi kolam karena tanaman menjadi lebih kuat menghadapi penyakit. Akan tetapi. Air berfungsi memantulkan cahaya sehingga panas matahari memantul dan mengenai bagian bawah daun. Sebagai petani yang gemar meneliti. Hasilnya bukan . selain bertani. Ia menghabiskan waktu cukup panjang untuk penelitian itu. Yon juga bisa membeli tanah. yang menemukan cabai merah keriting yang panjangnya sampai 35 cm pada tahun 2005. ayah dari Siska Sri Indah Mulia itu mencoba bertanam. Sumatera Barat. dari sebelumnya menjadi penganggur. Dicobanya memakai cermin yang diletakkan di tanah. virus bersembunyi di bagian bawah daun. karena sebenarnya Yon– sapaan Syahrul–bermaksud menemukan cara untuk mengatasi virus kuning. Penjualan petani pun merambah hingga ke provinsi tetangga. senang menggunakan bibit cabai Kopay temuan Yon yang memiliki harga jual di atas rata-rata. Riau. rumah dan mobil dari berjualan cabai. panggilan Syahrul Yondri. dia belum puas dengan hasil itu. Dorongan untuk meneliti juga karena alasan yang memaksa: ia telah kelihangan uang puluhan juta dan gagal panen berulang kali. Yon. namun hasilnya sepadan. yaitu lima tahun. seorang kawan menganjurkan Yon menanam cabai sebab komoditas ini menjanjikan hasil ketimbang menanam padi. Setelah mengalami kerugian Rp 20 juta akibat virus kuning. Sumatera Barat. dan memang ada peningkatan ketahanan tanaman. Kecamatan Payakumbuh Utara. seperti yang dilakukan oleh Syahrul Yondri (43).” kata Yon yang juga menjadi Ketua Kelompok Tani Tunas Baru. Dorongan untuk mendapatkan cara mengatasi virus kuning berawal ketika Yon. tepat di bawah tanaman. Yon pernah mencoba cara itu. dia sesungguhnya tengah bereksperimen untuk menemukan cara mengatasi virus kuning. ”Prinsipnya.000 per masa tanam cabai. Kini para petani di daerahnya di Kelurahan Koto Panjang Lampasi. Biasanya. Ia mulai menjadi petani.

biarlah nama itu. Tak mau terkenal Sebagai pencinta tanaman cabai. Cabai kopay yang menjadi kebanggaan Kota Payakumbuh tengah dalam proses sertifikasi. pemantulan cahaya tetap terjadi sehingga virus yang biasa tinggal di bagian bawah daun terbunuh pula. fungsi kaca diganti plastik mulsa yang diberi cat perak. ”Memang daun tanaman masih tetap kuning.” kata Yon. agar produk ini tidak diklaim oleh pihak lain. ”Ah. petani mulai memanen cabai untuk pertama kali. Pada usia 90 hari. ”Penyuluh lapangan itu pun belum tentu pernah menanam cabai. yang penting saya tetap bisa mencari cara agar pertanian ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani. bahkan pernah mencapai 40 cm. sedangkan tanaman cabai pada umumnya memproduksi enam ons saja. Ketika harga cabai di Sumatera Barat berkisar Rp 14. Biji buah disemaikan lagi sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang semakin baik. tetapi juga membuat proses pemasakan tanaman lebih baik. ”Para pemuda itu dulu hanya dudukduduk di kedai kopi saja karena mereka tak punya pekerjaan. rasa cabai yang pedas tetapi tidak melilit dan lebih awet dibandingkan dengan cabai biasa ini membuat cabai kopay diperdagangkan sampai ke Provinsi Riau. Dari sinilah Yon memanen buah cabai yang lebih panjang dibandingkan cabai pada umumnya. Buah terpanjang Ketika pertama kali memperoleh buah cabai yang berukuran lebih panjang. Panjang cabai berkisar 30-33 sentimeter.” ucapnya. Yon masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah.000 per kg. Perkembangan selanjutnya. sejauh . Petanilah yang paling mengerti kondisi dunia pertanian. Teori juga belum tentu bisa diterapkan di lapangan. Yon sebenarnya ingin agar cabai kopay bisa ditanam di banyak daerah. dia juga kembali memilih satu buah cabai yang paling unggul. Dari panen pertama dipilihnya buah terpanjang untuk dikembangbiakkan lagi.000 per kg. dia lalu berpikir untuk melakukan penyempurnaan buah. Meski harga cabai kopay tinggi. mereka mulai menggarap lahan milik keluarga atau menyewa lahan.” tutur Yon yang akan melakukan serangkaian penelitian lanjutan untuk melemahkan serangan virus agar daun tanaman tidak menguning. Dia pun tak risau ketika Wali Kota Payakumbuh Josrizal memberikan nama kopay untuk cabai tersebut.” ucap Yon yang telah membeli tanah. Yon sadar bahwa menemukan cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani tak bisa digantungkan pada orang lain. Harga termurah cabai kopay Rp 15. Tapi begitu melihat prospek cabai kopay. dan mobil dari hasil menjual cabai. Sejumlah 20 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Muda dan puluhan petani lain di Koto Panjang Lampasi juga senang menanam cabai ini. tetapi karena hasil panen yang lebih banyak. Umumnya harga cabai kopay berkisar Rp 20. Dari sisi perawatan tanaman. tetapi tanaman tetap berbuah dan buahnya masih tetap baik. bukan nama Yon sebagai penemunya. Pada panen kedua. produksi petani baru mencapai dua ton per minggu. Padahal. petani juga tak repot mengurus karena tanaman cabai kopay juga lebih tahan terhadap serangan virus kuning. Begitu menggiurkannya prospek menanam cabai kopay. rumah. tetapi itu terjadi sekali saja dan bertahan hanya seminggu. Itu bukan semata-mata karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan cabai biasa atau karena pohon cabai bisa setinggi satu meter. cabai kopay sudah menembus Rp 22. Sayangnya. cabai biasa rata-rata hanya 20 cm. sampai-sampai pemuda di sekitar tempat tinggal Yon pun mulai ikut bertanam cabai. Petani juga gembira karena harga jual cabai kopay jauh di atas rata-rata.000 per kg.saja menghambat perilaku mematikan virus itu. Sebab. permintaan mengirim dua ton cabai per hari untuk seorang pedagang saja belum sanggup dipenuhi petani di Koto Panjang Lampasi. Dengan demikian. Setiap batang cabai kopay mampu menghasilkan sekitar 1. seperti meneliti cara pertanian organik yang sepenuhnya bebas dari produk pabrik.4 kilogram per masa tanam. Kopay merupakan akronim dari ”Kota Payakumbuh-Yon”.000.

pria kelahiran Payakumbuh. waktu saya untuk bereksperimen makin terbatas. 081274664892 Syahrul Yondri: Penemu Cabe Kopay DI ATAS sepetak lahan kecil di tengah ladangnya yang luas pada 2005. Ia mulai menjadi petani. ia menanam lebih seribu rumpun cabe. Ketika itu. Setelah sembilan tahun menjadi tukang. ”Kalau banyak tamu. (ART) Sumber: Kompas BAGI YANG BUTUH BIBIT CABE KOPAY HUB. dia juga masih menerima tawaran bekerja sebagai buruh bangunan. Sehari-hari dia suka mengenakan kaus dan bersandal jepit. ayah dari Siska Sri Indah Mulia itu mencoba bertanam. seorang kawan menganjurkan Yon menanam cabai sebab komoditas ini menjanjikan hasil ketimbang menanam padi. Berjaya di Ladang Menjadi petani cabai adalah profesi kesekian yang dilakoni tamatan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Payakumbuh ini. Setelah itu. Apalagi virus kutu kebo tersebut tahan berbagai pestisida yang disemprotkan petani. Akhirnya Syahrul berinisiatif melakukan penelitian kecil-kecilan mencari cara menyingkirkan virus yang dibawa si kutu kebo. Syahrul Yondri. Setelah mengajar selama sebulan di SD Negeri Koto Nan Gadang.itu dapat menambah penghasilan petani. Payakumbuh menanam 150 batang cabe merah keriting. Ia menanam 150 cabe keriting lokal. Ia mulai mempersiapkan lahan untuk ditanami cabe untuk sarana penelitiannya. 30 Juli 1965. Bukan cabenya saja yang terkena. Awalnya Yon mencoba di lahan 1. Lama kelamaan. selain bertani.000 meter persegi yang disewanya seharga Rp 150. hampir semuanya gagal panen.000 per masa tanam cabai. ha-ha-ha…. Biasanya di ladangnya yang luasnya 2 hektare. Penelitian cara memberantas virus kuning menjadi salah satu wujud kecintaannya kepada dunia pertanian. Yon tetap sederhana. Kenagarian Lampasi. Dia bahkan merasa risi ketika namanya mulai dikenal sehingga banyak tamu yang datang ke kampungnya. Alumnus SPG. Kapan bisa menyelesaikan pekerjaan rumah. tetapi juga cabe-cabe milik petani di Limpasi. Yon lebih tertarik kepada tanaman yang memberinya pendapatan sekaligus tantangan itu. Di tengah keberhasilan yang dipetiknya. ini beralih menjadi tukang bangunan seperti yang dilakukan ayahnya. 43 tahun. petani cabe di Kelurahan Koto Panjang. Masa itu. suami Yulismar itu menjadi montir alat elektronik sekitar enam tahun. .” kata Yon yang memutuskan tidak punya telepon seluler ini. Namun panen cabenya baru saja digagalkan virus kuning yang dibawa serangga mirip kupu-kupu yang diberi nama virus kutu kebo. Seluruh daun cabenya menguning dan tidak sempat berbuah.

makanya saya membuat cara agar hama di balik daun itu kena cahaya. Di bawah rumpun cabe yang baru tumbuh. kalau cahaya matahari sedang terik.“Saat cabe saya diserang. begitu juga hama lainnya. Dari 1 kilogram bibit cabe unggul yang telah dipilihnya. Yon mengecat plastik mulsa dengan warna perak. kehilangan akal. Ternyata lumayan berhasil. Yon memilih mengembangkan bibit cabe dari batang yang tinggi.” katanya. banyak juga orang kampung yang mengatakan saya sedang stres. lebih separuh cabe bebas dari kutu kebo dan bisa menghasilkan buah. Ia lalu memilih bibit cabe yang unggul dan paling panjang. Salah satu batang cabe berdahan pendek sehingga buahnya menjuntai ke tanah. selama tiga bulan. hama kutu kebo itu sepertinya tidak tahan panas matahari. Yon memutar otak mencari cara mengganti cermin dan aluminium foil bekas bungkus makanan kecil untuk memantulkan cahaya agar lebih praktis. bahkan ada dua batang cabe yang memiliki buah yang panjangnya hingga 35 cm. karena hampir setiap hari bermenung di depan rumpun cabe. Hama makin jauh berkurang. Akhirnya pilihan jatuh ke plastik mulsa perak yang biasa digunakan petani saat bertanam untuk melindungi tanaman dari gulma. Melihat ada hasilnya. ia meletakkan pecahan cermin serta aluminium foil bekas makanan kecil. ia mendapatkan bibit 1. lalu mulai menyemainya kembali. lalu ia menanam cabe lagi. lalu mulai menambah pupuk kompos dua kali lebih banyak dari biasa. “Ada yang panjangnya 22 cm. dan satunya lagi lebih tinggi dan panjang buah tetap sama. Ia kembali bertanam cabe dengan menggunakan mulsa. Yon memulai percobaannya. lebih panjang dari biasanya yang hanya 17 cm. kini ia tambahkan menjadi 2 kilogram per batang cabe. “Sepanjang hari saya amati pertumbuhannya.” kata Yon. Biasanya satu rumpun menggunakan 1 kilogram kompos.200 batang . Hama kutu kebo mulai enggan hinggap. Cabenya subur dan hama kutu kebo tidak ada lagi. Karena mulsa kurang banyak memantulkan cahaya. saya amati. agar buahnya nanti tidak busuk karena menyentuh tanah. Hasilnya cabenya semakin panjang. bahkan cabenya jauh lebih subur. menggunakan pupuk kompos dan menutup bedengan tanah dengan mulsa. Tiga Kali Percobaan Akhirnya setelah tiga kali percobaan. Yon kembali menanami ladang cabenya seperti semula.” kata Yon. dia berlindung di bawah daun.

cabe.” kata Yon yang juga Ketua Kelompok Tani Tunas Maju di kampungnya.700 meter untuk tempat mendirikan rumah dan ladang cabenya. bisa seminggu tidak busuk. “Banyak yang mengatakan itu hanya kebetulan. tetapi yang menguntungkan itu kan karena cabenya lebih panjang. Pupuk organik ini dibuatnya sendiri dengan mencampurkan jerami padi.4 ton. dan trikoderma. bahkan mereka menolak bibit yang saya berikan. Lalu Yon mulai bertanam seperti perlakuan pada penelitiannya. Hasilnya bagus. . Hasilnya. Namun kesuksesan Yon masih belum dipercayai petani di kampungnya. tiga bulan kemudian buah cabe yang muncul panjang-panjang. 1 kilogram cabe keriting biasa 260 buah sedangkan 1 kg cabe kopay berjumlah 90-110 buah cabe. Ia saat itu berhasil panen cabe 1. selain itu cabenya juga lebih tahan terhadap suhu ruang. semua dibeli untuk pemasaran ke Pekanbaru. Cabe keriting biasa saat itu Rp18 ribu per kilogram.” kata Yon. Yon juga setia menggunakan pupuk organik. ada cabe keriting kok panjang. namun ia terus memilih bibit dari cabe yang paling unggul. cabe kopay milik Yon dihargai Rp24 ribu per kilogram. kali ini 1. “Mungkin orang mau beli karena bentuknya aneh. Yon jelas lebih beruntung dibandingkan cabe keriting biasa.” kata Yon. Ada yang mulai percaya kepada Yon. kalau cabe biasa hanya tahan 3 hari. Sebelumnya ia menyewa lahan.4 kilogram cabe. cabenya tetap panjang-panjang dan ia meraup untung Rp45 juta dari hasil cabe 2. bahkan pada musim panen minggu pertama ada yang panjangnya 40 cm. Cabenya langsung disambut pasar dengan harga lebih tinggi.” katanya. Untuk 2 hektar lahannya ia membutuhkan 50 ton pupuk kompos. Dulu ia hanya bisa panen selama 9 minggu atau 17 kali panen dengan hasil 4-7 ons cabe per batang. “Sejak melihat panen saya berhasil. jadi lebih berat. Panen kedua. “Buah cabe dalam sebatang itu sama.3 ton dan meraup untung Rp40 juta. kotoran sapi. diberi kompos 2 kilogram tiap tanaman dan ditutup mulsa. orang-orang mulai tertarik dan percaya. Ia menikmati masa panen selama 27 kali panen atau 14 minggu. Rata-rata panjangnya 25 cm hingga 35 cm. Seorang petani minta bibit darinya dan dibimbing Yon saat bertanam. Sebatang cabe bisa mengasilkan 1. Yon lalu mulai bertanam lagi. lalu ramai-ramai menanam cabe dari bibit saya.600 batang. Uang tersebut digunakannya untuk membeli lahan seluas 1.

harganya Rp75 ribu per kilogram.“Saat ini saya juga menjual bibit bersama kelompok tani. Syahrul berharap petani lain bisa merasakan bagaimanan senangnya jadi petani. dengan kopay. Tamatan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) pada1985. Namun ia tak memperoleh keuntungan. ia sempat menjadi guru SD sebentar. Yon mulai menjadi petani sejak tahun 2000. agar orang tidak berpacu lagi menjadi pegawai negeri.” katanya. ekonomi naik. Menyebar ke Seluruh Indonesia . cabe asli dari Kota Payakumbuh. dan anak gadisnya. ia banting stir menjadi tukang bangunan hingga mengerjakan proyek pembangunan Rumah Sakit Adnan Payakumbuh. karena pendapatan kecil.” katanya. dan sebuah mobil Suzuki Carry. karena menyita waktu. Nama cabe kopay diberikan Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain agar diakui sebagai varietas lokal asli dari Payakumbuh. Yulismar. tidak sempat lagi mengurus cabe sehingga saya harus punya anak buah untuk membantui mengurus cabe. kalau cabenya tetap dipasarkan ke Riau. Setelah banyak muncul bengkel elektronik lain. Syahrul saat ini sudah hidup lumayan di kampungnya. “Sebab selama ini penilaian orang derajat petani terlalu rendah. sehingga petani disegani orang. Kini selain bernama cabe. bibit ini dipilih dari cabe terbaik dan sejah tahun lalu mulai ditanam petani-petani di Sumatera Barat. Oktober 2008. petani juga bisa hidup senang seperti orang lain. ia juga menjual bibit cabe. akhirnya pada 2000 kariernya berakhir di lahan pertanian. Cabe Kopay. karena sekarang waktu saya habis untuk itu. “Ini juga ditangani kelompok tani kami. Lahan itulah yang mengantarnya menjadi penemu cabe besar. Keseharianya kini disibukkan melayani tamu dari kelompok tani berbagai daerah di Sumatera Barat yang datang hamir setiap hari membeli bibit dan minta diajarkan bertanam cabe kopay. ia banting stir menjadi montir elektronik pada 1990. Pria kelahiran 1965 ini tinggal bersama istrinya. rumah permanen tipe 150 meter persegi. kini kami kenai bayaran Rp350 ribu per hari untuk satu kelompok tani. Punya lahan yang luas. Siska Sri Indah Mulia. Saat ini cabe Kopay telah mendapat sertifikat dari Balai Pemurnian dan Sertifikasi Benih Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Departemen Pertanian. rencananya akan diseminarkan dan akan diluncurkan sebagai varietas baru. Cabe Kopay.” katanya.

telah datang hampir dari seluruh propinsi di Sumatera .” ucap anggota Kelompok Tani Tunas Baru ini. Dalam dua kali musim tanam terakhir. katanya. Jambi. Kota Payakumbuh kini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Kalau ada petani cabe lain yang ingin menghasilkan bibit cabe kopay harus melewati rekomendasi kedua orang ini. stok itu sengaja disediakan agar permintaan dapat terpenuhi.wordpress. cabe kopay diakui petani lebih tahan terhadap serangan virus kuning. ” Stok ini kita sediakan karena permintaan terhadap bibit semakin banyak.com/2011/01/03/bertanam-cabe-kritingkopay/ . http://penyuluhthl. Kopay sendiri ada yang menyebut kependekan dari Kota Payakumbuh. Syahrul Yondri dan Masrial adalah dua orang petani cabe dikelompok tersebut yang menjadi penangkar bibit di kelompok Tani Tunas baru.. dua orang petani di Jabar dan Jatim yakni. Dia menyebutkan.” ucapnya. Jenis cabe ini telah mendapatkan pengakuan dari Departemen Pertanian sebagai salah satu varietas unggul lokal dari Sumatera Barat dengan dilepasnya varietas cabe tersebut pada akhir tahun 2008 lalu. Melalui ketekunannya. Masrial. bahkan Kalimantan. Cabe Kopay adalah Varietas Cabe Unggul yang berhasil dimuliakan seorang petani cabe di Kota Payakumbuh. Permintaan bibit yang rutin berasal dari Jawa Barat dan Jawa Timur. dia berhasil memurnikan bibit cabe yang yang memiliki keunggulan panjang buahnya mencapai 35 cm yang kemudian dinamakan cabe Kopay.” tambah Masrial. jawa.” tambahnya. Jawa Timur dan beberapa propinsi di Kalimantan. “Dibandingkan bibit cabe cap panah merah. Permintaan bibit cabe yang panjangnya mencapai 35 cm. salah seorang penangkar bibit cabe Kopay. Namun untuk mengantisipasi permintaan. Untuk mengembangkan Cabe Kopay ini. Kecamatan Lampasi. Jawa Barat. Kelompok Tani Tunas Baru memang telah memiliki unit usaha penangkaran bibit cabe ini. jenis cabe unggul yang dimuliakan Syahrul Yondri. petani cabe di lampasi . Sumatera Selatan. “Minimal mereka memesan setengah kilogram biji setiap bulannya. tapi ada juga Kota Payakumbuh Yondri. mereka telah memiliki stok sebanyak 1 kg biji. Syahrul Yondri. Umar dan Hamdan Fantoni selalu memesan bibit cabe kopay yang mereka hasilkan. cabe kopay juga diakui banyak petani lebih tahan terhadap serangan virus kuning.Cabe Kopay. “Kebanyakan mereka tahu mengenai bibit ini melalui internet. Menurut Masrial . unit usaha penangkaran bibit Kelompok Tunas Baru telah menghasilkan bibit cabe kopay sebanyak 3 kg biji per tiga bulan. selain dikarenakan memiliki keunggulan panjang yang melebihi cabe keriting biasa. Aceh. Dia mengungkan meningkatnya permintaan bibit terhadap cabe kopay.selain mengikuti proses sertifikasi di BPSB Bukittinggi. selain Syahrul Yondri di kelurahan Koto Panjang . Kota Payakumbuh mengungkapkan permintaan bibit cabe datang dari Riau.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.