STRUKTUR KIMIA, MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang

Definisi Polimer atau kadang-kadang disebut sebagai makromolekul,adalah molekul besar yang dibangun oleh pengulangan kesatuan kimiayang kecil dan sederhana. Kesatuankesatuan berulang itu setaradengan monomer, yaitu bahan dasasr pembuat polimer (tabel 1).Akibatnya molekul-molekul polimer umumnya mempunyai massamolekul yang sangat besar. Sebagai contoh, polimer poli(feniletena)mempunyai harga rata-rata massa molekul mendekati 300.000. Hal iniyang menyebabkan polimer tinggi memperlihatkan sifat sangatberbeda dari polimer bermassa molekul rendah, sekalipun susunankedua jenis polimer itu sama. Polimer merupakan ilmu pengetahuan yang berkembang secara aplikatif. Kertas, plastik, ban, serat-serat alamiah, merupakan produk produk polimer. Polimer, merupakan ilmu yang sangat menarik untuk dipelajari. Polimer merupakan ilmu yang sangat dinamis. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pengetahuan yang baik tentang konsep – konsep dasar polimer, guna dapat memahami dan mengembangkan ilmu polimer. Senyawa-senyawa polimer didapatkan dengan dua cara, yaitu yang berasal dari alam (polimer alam) dan di polimer yang sengaja dibuat oleh manusia (polimer sintetis). Polimer yang sudah ada dialam (polimer alam), seperti : 1. Amilum dalam beras, jagung dan kentang 2. Selulosa dalam kayu 3. Protein terdapat dalam daging 4. Karet alam diperoleh dari getah atau lateks pohon karet Karet alam merupakan polimer dari senyawa hidrokarbon, yaitu 2-metil-1,3butadiena (isoprena). Ada juga polimer yang dibuat dari bahan baku kimia disebut polimer sintetis seperti polyetena, polipropilena, poly vynil chlorida (PVC), dan

GUSTRIA ERNIS, FKIP KIMIA UNIB

Page 1

STRUKTUR KIMIA, MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER
nylon. Kebanyakan polimer ini sebagai plastik yang digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk rumah tangga, industri, atau mainan anak-anak.

I.2

Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana struktur kimia polimer yang meliputi berat molekul dan gaya antar molekul, serta suhu transisi gelas? 2) Bagaimana morfologi polimer yang terdiri dari stereokimia, kekristalan, ikat silang kimia dan fisika? 3) Bagiamana sifat-sifat suatu polimer?

I.3

Tujuan Dari rumusan masalah yang telah diambil, tujuan dari makalah ini adalah: 1) Untuk mengetahui struktur kimia polimer yang meliputi berat molekul dan gaya antar molekul, serta suhu transisi gelas. 2) Untuk mengetahui dan memahami morfologi polimer yang terdiri dari stereokimia, kekristalan, ikat silang kimia dan fisika. 3) Untuk mengetahui sifat-sifat dari suatu polimer

GUSTRIA ERNIS, FKIP KIMIA UNIB

Page 2

STRUKTUR KIMIA, MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN
II.1 Struktur Kimia Polimer 1). Berat Molekul dan Gaya Antarmolekul Umumnya polimer dibangun oleh satuan struktur tersusun secara berulang diikat oleh gaya tarik-menarik yang disebut ikatan kovalen, dimana ikatan setiap atom dari pasangan menyumbangkan satu elektron untuk membentuk sepasang elektron. Panjang dari rantai polimer dapat dilihat dari berat molekul (molecular weight) polimer. Berat molekul dari polimer pada dasarnya adalah penjumlahan dari berat molekul-molekul mer-nya. Jadi semakin tinggi berat molekul dari suatu polimer tertentu, semakin besar panjang dari rantai polimernya.

Gambar: Polimer polietilen yang memiliki rantai linier dan panjang

Gambar : Contoh polimer yang memiliki cabang

Berat molekular polimer merupakan salah satu sifat yang khas bagi polimer yang penting untuk ditentukan. Berat molekular (BM) polimer merupakan harga rata-rata dan jenisnya beragam yang akan dijelaskan kemudian. Dengan mengetahui BM kita dapat memetik beberapa manfaat.

GUSTRIA ERNIS, FKIP KIMIA UNIB

Page 3

MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Manfaat berat molekular rata-rata polimer     Menentukan aplikasi polimer tersebut Sebagai indikator dalam sintesa dan proses pembuatan produk polimer Studi kinetika reaksi polimerisasi Studi ketahanan produk polimer dan efek cuaca terhadap kualitas produk Sifat dan konsep Berat Molekular polimer Hal yang membedakan polimer dengan spesies berat molekul rendah adalah adanya distribusi panjang rantai dan untuk itu derajat polimerisasi dan berat molekular dalam semua polimer yang diketahui juga terdistribusi (kecuali beberapa makromolekul biologis).STRUKTUR KIMIA. yang disebut derajat polimerisasi (DPn). Panjang rantai polimer ditentukan oleh jumlah unit ulangan dalam rantai.1. Distribusi ini dapat digambarkan dengan Mem”plot” berat polimer (BM diberikan) lawan BM.) = 63. seperti terlihat pada gambar 1. PVC memiliki DP = 1000 maka berat molekulnya (Mn) adalah Mn = DP x M0 Mn = 63 x 1000 = 63000. FKIP KIMIA UNIB Page 4 . M0 (– CH2CHCl . M n  DP n . DP = 1000 GUSTRIA ERNIS. Berat molekular polimer adalah hasil kali berat molekul unit ulangan dan DPn. M 0 Mn = berat molekul rata-rata polimer M0 = berat molekul unit ulangan ( sama dengan berat molekul monomer) DP = derajat polimerisasi Contoh : polimer poli(vinil klorida).

Untuk polimer sejenis. informasi ini membimbing ke berat molekul rata-rata jumlah M n sampel. Untuk contoh. FKIP KIMIA UNIB Page 5 . MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Rata-rata jumlah. Massa molekular  mN m   N  i 1 i i  i 1 i i (1-1) GUSTRIA ERNIS.1 Distribusi berat molekular dari suatu jenis polimer Karena adanya distribusi dalam sampel polimer. untuk jumlah total molekul   i 1 N i dan setiap jenis molekul ke i memiliki massa mi. M n Jumlah polimer Rata-rata berat. Beberapa rata-rata yang berlainan adalah penting. Melalui pengetahuan bilangan Avogadro. beberapa metoda pengukuran berat molekular perlu perhitungan jumlah molekul dalam massa material yang diketahui. maka massa total semua molekul adalah rata-rata jumlah adalah   i 1 N i mi . Jika sampel mengandung Ni molekul jenis ke i. M w Berat molekular Gambar 1.STRUKTUR KIMIA. pengukuran eksperimental berat molekular dapat memberikan hanya harga rata-rata. rata-rata jumlah terletak dekat puncak kurva distribusi berat atau berat molekul paling boleh jadi (the most probable molecular weight).

FKIP KIMIA UNIB Page 6 .STRUKTUR KIMIA. sedangkan M n dipengaruhi oleh spesies pada ujung rendah dari kurva distribusi BM . MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER dan perkalian dengan bilangan bilangan Avogadro memberikan berat molekul rata-rata jumlah (berat mol) : Mn  M N   N  i 1 i  i 1 i i (1-2) Berat molekular rata-rata jumlah dari polimer komersial biasanya terletak dalam kisaran 10000 – 100000. dimana c  i  1 ci . berat molekular ratarata berat M w . kecuali untuk polimer monodispers hipotetik. Setelah berat molekular rata-rata jumlah M n . M w selalu lebih besar daripada M n . Besaran yang sebanding dengan pangkat pertama dari M mengukur hanya konsentrasi dan bukan berat molekularnya.  Mw    i 1 i c Mi c   wi M i i 1  (1-4) Karena molekul yang lebih berat menyumbang lebih besar kepada M w daripada yang ringan. Dalam istilah konsentrasi ci = Ni Mi dan fraksi berat wi = ci/c. Besaran ini didefinisikan sebagai berikut Mw      i 1 N i M i2 (1-3) Ni M i i 1 Seharusnya dicatat bahwa setiap molekul menyumbang kepada M w yang sebanding dengan kuadrat massanya. GUSTRIA ERNIS. Harga M w terpengaruh sekali oleh adanya spesies berat molekul tinggi.

MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Besaran indeks dispersitas.01 – 1. Kisaran harga I  sintetik sungguh besar. terminasi secara coupling Polimer adisi. atau polimer kondensasi 2–5 Polimer vinil konversi tinggi 5 – 10 8 – 30 Polimer yang dibuat dengan autoakselerasi Polimer adisi yang dibuat melalui polimerisasi koordinasi Polimer bercabang 20 .00 1.5.5 2. terminasi secara disproporsionasi.50 Kisaran I 1.0 Pada umumnya berlaku hal berikut :   Mn  Mw  Mv  Mz Bila distribusinya sempit maka M n  M w Page 7 GUSTRIA ERNIS.STRUKTUR KIMIA. sebagaimana diilustrasikan dalam tabel 1.05 1. Mw dalam polimer Mn Tabel Kisaran indeks polidispersitas (I) berbagai macam polimer Polimer Polimer monodispers hipotetik Polimer “living” monodispers nyata Polimer adisi. FKIP KIMIA UNIB . I  Mw adalah ukuran yang bermanfaat dari lebarnya Mn kurva distribusi berat molekular dan merupakan parameter yang sering digunakan untuk menggambarkan situasi (lebar kurva distribusi) ini.

Metoda ini dapat disebutkan sebagai berikut :       Analisis gugus fungsional secara fisik atau kimia Pengukuran sifat koligatif Hamburan cahaya Ultrasentrifugasi Pengukuran viskositas larutan encer Gel Permeation chromatography GUSTRIA ERNIS.STRUKTUR KIMIA. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER   Bila distribusinya lebar maka M n  M w Indeks dispersitas (I) I Mw Mn Penentuan Berat molekular rata-rata Berat molekular polimer dapat ditentukan dengan berbagai metoda. FKIP KIMIA UNIB Page 8 .

Ketika terdapat cukup kebebasan. tidak memperlihatkan kecenderungan terhadap kekristalan. GUSTRIA ERNIS. ia bisa dideformasi. Jika gaya tersebut dikenakan secara tetap dan sedikit demi sedikit. Dalam keadaan amorfus yang tervitrifikasi. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER 2) Keadaan Amorfus dan Reologi Keadaan amorfus adalah karakteristik dari polimer-polimer ini dalam keadaan padat yang oleh alasan-alasan struktur. Ketika suatu leburan polimer mempertahankan sifat amorfusnya dengan pendinginan ke keadaan padat. reologi lebih interes untuk sarjana teknik atau fisikawan. sedangkan dalam keadaan cair terdapat gerak segmen yang luas atau kebebasan konformasi yang timbul dari rotasi diseputar ikatan-ikatan kimia. Elastisitas ini timbul karena molekul-molekulnya dirusak atau dikacaukan dari susunannya yang menguntungkan secara termodinamik.STRUKTUR KIMIA. Dengan kata lain. maka prosesnya disebut vitrifikasi. Dan memegang peranan yang fundamental dalam aplikasi-aplikasi industry. elastisitas dan aliran yang kental merupakan penyebab mengapa polimer-polimer diacukan sebagai bahan viskoelastis. Ia merupakan karakteristik dari semua polimer pada suhu di atas titik leburnya. Ketika suatu polimer amorfus mencapai derajad kebebasan rotasi tertentu. cairan yang mengalir tersebut akan menjadi sangat kental. Kombinasi sifat-sifat ini. Ilmu yang membicarakan deformasi dan aliran ini disebut reologi. Dalam khasanah tradisional. maka molekul-molekulnya cenderung mengembalikan konfigurasinya yang mula-mula dan stabil. Perbedaan utama antara keadaan amorfus padat dan cair adalah bahwa dalam hal yang padat. Ketika gaya dikenakan polimer tertarik dengan tiba-tiba. maka molekul-molekul mulai mengalir secara tak dapat balik. cairan amorfus tersebut memperlihatkan suatu kualitas elastic tertentu. FKIP KIMIA UNIB Page 9 . polimer tersebut mengalir molekul-molekulnya mulai bergerak melampaui molekul lain. polimer tersebut menyerupai galas. suatu proses yang disebut relaksasi. gerak molekul dibatasi sampai kedaerah vibrasi yang sangat pendek dan rotasi. Karena belitan rantai dan efek-efek gesekan. Untuk menyebabkan suatu polimer berdeformasi atau mengalir memerlukan penerapan suatu gaya.

Ketika polimer didinginkan di bawah suhu ini. baik di sekitar 100 ° C. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER 3). yang dalam keadaan gelasnya. dan beberapa digunakan di bawahnya. maka muncul satu batas dimana terjadi suatu perubahan yang jelas. Karet elastomer seperti polyisoprene dan polyisobutylene. struktur konformasi. energy kinetic molekul-molekulnya bertambah. Ketika suatu gelas amorfus dipanaskan. Suhu transisi gelas biasanya disingkat dengan Tg. menjadi keras dan rapuh. FKIP KIMIA UNIB Page 10 .STRUKTUR KIMIA. mereka digunakan di atas nilai Tg. digunakan di bawah temperatur transisi gelas. Nilai Tg. molekul dan orientasi dari polimer dapat memiliki pengaruh besar pada sifat makroskopik material. yaitu karet. seperti kaca. Ketika suhu lebih dinaikkan lagi. di mana mereka lembut dan fleksibel. Namun geraknya masih dibatasi sampai vibrasi dan rotasi daerah pendek sepanjang polimer tersebut mampu mempertahankan struktur gelasnya. Dari polimer yang runtuh untuk sentuhan dengan yang digunakan di rompi anti peluru.2 Morfologi Polimer Morfologi Polymer umumnya menggambarkan susunan rantai dalam ruang dan mikroskopis pemesanan dari banyak rantai polimer. Ia merupakan karakteristik dasar ketika dihubungkan dengan sifat-sifat dan pemrosesan polimer. Suhu Transisi Gelas Salah satu karakteristik terpenting dari keadaan amorfus adalah sifat polimer selama transisinya dari padat ke cair. jika pemanasan dilanjutkan. Bentuk molekul Molekuler dan cara tersebut diatur dalam sebuah solid merupakan faktor penting dalam menentukan sifat-sifat polimer. II. Beberapa polimer yang digunakan di atas temperatur transisi gelas.nya jauh di atas suhu ruangan. Suhu pada saat berlangsungnya fenomena ini disebut suhu transisi gelas (T). Konsep umum perakitan diri masuk ke dalam organisasi molekul pada skala mikro dan makroskopis saat mereka agregat ke dalam struktur memerintahkan lebih. Pentingnya suhu transisi gelas ini tidak boleh terlalu dibesar-besarkan. dimana polimer melepaskan sifat-sifat gelasnya dan mengambil sifatsifat yang umumnya lebih condong kepada karet. polimer tersebut akhirnya akan melepaskan sifat-sifat elastomernya dan melebur menjadi cairan yang bisa mengalir. Hard plastik seperti polistiren dan poli (metil metakrilat). GUSTRIA ERNIS.

Geometric isomerism Sebagai contoh. Architecture Polimer yang berbeda arsitekturnya mewakili isomer konstitusional dimana hubungan dari atom-atomnya berbeda. FKIP KIMIA UNIB Page 11 . Orientation Perbedaan dimana atom dalam polimer dapat dihubungkan. Polimer semacam ini di dapat dari polimerisasi monomer dari sifat kimia yang berbeda tetapi memiliki komposisi atom yang yang sama.3-diena mempunyai dua ikatan rangkap yang berbeda yang dapat mengalami tiga isomer geometri. Rumus molekul dari unit monomer untuk semua tipe polimer berikut ini adalah C2H4O: Tg = 206 K Tg = 358 K Tg = 243 K Catatan: Struktur kimia atau arsitektur mempengaruhi sifat polimer b. Stereokimia Polimer a. polimerisasi dari 1. c. GUSTRIA ERNIS. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER 1). muncul dari dua cara penambahan dari monomer yang sama untuk pertumbuhan rantai polimer.STRUKTUR KIMIA.

GUSTRIA ERNIS. posisi relatif dari atom atau molekul yang sepenuhnya acak. kekristalan biasanya ditetapkan sebagai persentase dari volume material yang kristalin. agar memiliki jarak pendek tapi tidak dalam jarak lagi. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER d. Dalam kristal. tingkat kesempurnaan struktural dapat bervariasi. Namun. Kekristalan Kekristalan mengacu pada tingkat keteraturan struktural dalam solid. kerapatan. atom atau molekul diatur dengan cara yang teratur secara periodik. Misalnya. tetapi mereka biasanya terdiri dari banyak daerah kristalin independen (butir atau kristalit) di berbagai orientasi yang dipisahkan oleh batas butir. Banyak bahan (seperti kaca-keramik dan beberapa polimer). seperti cairan dan gelas. Dalam kasus tersebut. ini kristal tunggal besar (sehingga mereka tidak memiliki batas butir). Kristal yang paling sangat sempurna adalah silikon boules diproduksi untuk elektronik semikonduktor. hampir bebas dari dislokasi. dan sudah tepat dikendalikan konsentrasi atom cacat. Derajat kekristalan memiliki pengaruh besar terhadap kekerasan. kebanyakan logam paduan yang kristal. Bahkan di dalam bahan yang benar-benar kristal. dapat disiapkan sedemikian rupa untuk menghasilkan campuran daerah kristalin dan amorf. merupakan kasus menengah. Dalam gas. FKIP KIMIA UNIB Page 12 . Tacticity 2). mereka mengandung cacat lain (terutama dislokasi) yang mengurangi tingkat kesempurnaan struktural. Bahan Amorf.STRUKTUR KIMIA. lebih jauh lagi. transparansi dan difusi.

bukan di satu titik lebur. dengan kristal yang tertanam dalam matriks amorf atau kaca. mereka membentuk campuran dari kristal kecil dan bahan amorf dan mencair pada rentang suhu. dan batu holohyaline (seperti obsidian).STRUKTUR KIMIA. perbedaan jelas bila dilihat antara polarizer menyeberang. Artinya. kurang struktur yang sangat teratur. baik muncul gelap. Pertimbangkan perbandingan antara kaca. Gelas dan air. Kristal mencair menyebabkan perubahan yang mencolok dalam sifat optik selama proses peleburan ketika diamati polarizer melalui menyeberang. mampu menjadi meleleh. GUSTRIA ERNIS. dan es muncul terang. Kekristalan dapat diukur menggunakan difraksi sinar-x. FKIP KIMIA UNIB Page 13 .Sebaliknya. Morfologi amorf dari gelas mengarah ke sifat yang sangat berbeda dari padatan kristal. tapi teknik kalorimetrik juga sering digunakan. Bentuk molekul dan molekul-molekul cara tersebut diatur dalam suatu yang kuat faktor penting dalam menentukan sifat-sifat polimer. dan es yang kristal. materi yang jelas. Struktur amorf atau seperti gelas tidak menunjukkan urutan jangka panjang. Bahan kristalin menunjukkan tingkat tinggi agar dibentuk oleh lipat dan susun rantai polimer. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Geologi menguraikan empat tingkat kualitatif kekristalan: batuan Holocrystalline. hypohyaline sebagian kaca. Morfologi polimer yang paling adalah semi-kristal. Meskipun penampilan bersama mereka sebagai keras. batuan hipokristalin sebagian kristal. aplikasi panas untuk es berubah dari padat ke cair. dan rantai yang kusut seperti yang digambarkan di bawah ini. Ini diilustrasikan dalam proses pemanasan dimana aplikasi panas untuk kaca mengubahnya dari materi padat seperti rapuh pada suhu ruang untuk cairan kental. bahan amorf. Struktur kristal yang sangat teratur es perubahan sifat nyata dari cahaya terpolarisasi.

tetapi juga membuat rapuh. yaitu. Istilah ini digunakan karena Amorphous memiliki sifat yang mirip dengan kaca. derajat polimerisasi (DP) merupakan faktor penting dalam menentukan kekristalan polimer. hanya lemah ikatan Van der Waals. memiliki kekuatan yang lebih besar karena molekul menjadi kusut antara lapisan. Walaupun mereka kristal. pendinginan Lambat menyediakan waktu untuk jumlah yang lebih besar terjadi kristalisasi. Kombinasi seperti ditunjukkan dalam diagram berikut. Tingkat Cepat. Polimer dengan DP tinggi memiliki kesulitan mengatur ke lapisan karena mereka cenderung menjadi kusut. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Ada beberapa polimer yang benar-benar amorf. Laju pendinginan juga mempengaruhi jumlah kekristalan. Kekristalan membuat bahan yang kuat. telah diamati bahwa rantai yang relatif singkat mengorganisir diri ke dalam struktur kristal dari molekul lebih mudah lagi. Hal ini memungkinkan lapisan kristal untuk menyelinap melewati satu sama lain menyebabkan istirahat dalam materi. FKIP KIMIA UNIB Page 14 . tetapi kebanyakan kombinasi dengan daerah kusut dan gangguan di sekitar daerah kristal. Oleh karena itu. Dalam proses kristalisasi. Tinggi DP (amorf) polimer Namun. seperti quenches cepat. kemampuan untuk membungkuk tanpa melanggar. Daerah amorf memberikan ketangguhan polimer. Suhu transisi kaca adalah titik di mana mengeras polimer menjadi padat amorf. Sebuah polimer kristalin sepenuhnya akan terlalu rapuh untuk digunakan sebagai plastik. Sebuah padat amorf terbentuk ketika rantai memiliki sedikit orientasi seluruh polimer massal. GUSTRIA ERNIS. di sisi lain. polimer berat molekul rendah (rantai pendek) pada umumnya lemah dalam kekuatan. menghasilkan bahan yang sangat amorf.STRUKTUR KIMIA.

banyak sifat mekanik dan larutan dari polimerGUSTRIA ERNIS. Polimer-polimer Kristal termasuk dalam kategori ini. dan (2) ikat silang dalam suatu tahap proses yang terpisah setelah terbentuk polimer linier (atau bercabang). ikat silang kovalen memiliki beberapa kekurangan. suatu polimer tidak bisa dilarutkan atau dileburkan. mereka selalu mengartikannya dengan ikat silang kimia kovalen. yang lebih karakteristik pada kasus yang kedua. yang biasanya terdapat pada kasus yang pertama. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER 3). Ikatan silang ion termasuk dalam kategori ini. Sekali terjadi ikat silang.STRUKTUR KIMIA. FKIP KIMIA UNIB Page 15 . Karena adanya gaya sekunder sangat kuat yang timbul dari susunan rantai yang rapat. Ikatan silang (crosslinking) tersebut mungkin mengandung cirri-ciri struktur yang sama sebagaimana rantai-rantai utamanya. Ikat Silang Kimia dan Fisika  Ikat Silang Kimia (Chemical Crosslinking) Mekanisme yang paling tepat dalam menurunkan kebebasan molekul adalah ikat silang kimia (chemical crosslinking) yang mengikatkan bersama rantai-rantai polimer melalui ikatan kovalen atau ion untuk membentuk suatu jaringan (network). Namun. yakni ikatan-ikatan silang kimia yang putus oleh pemanasan dan mengikat kembali oleh pendinginan. Polimer ikat silang skrap (sisa) tidak nbisa didaur ulang. Kadang-kadang istilah curing dipakai untuk menunjukkan proses ikat silang. tetapi pada dasarnya semuanya diringkaskan menjadi dua kategori: (1) pengikat silangan selama polimerisasi melalui pemakaian monomer-monomer polifungsi sebagai ganti dari monomer difungsi.  Ikat silang Fisika Ketika para ahli kimia polimermenggunakan istilah ikat silang (crosslinking). Cara lainnya adalah dengan memasukkan gaya tarik ikatan sekunder yang kuat antara rantai-rantai polimer sedemikian sehingga polimer tersebut memperlihatkan sifat-sifat bahan termoset meskipun menyisakan sifat termoplastik. atau mungkin mempunyai struktur yang sama sekali berbeda. Para kimiawan polimer telah meneliti cara-cara untuk menangani masalah ini. Satu caranya yaitu dengan meneliti ikatan silang yang labil secara termal.

Sejumlah elastomer termoplastik telah dikomersialkan. Karena polibutadiena dan polistirena. FKIP KIMIA UNIB Page 16 . Sifat Mekanik  Kekuatan (Strength) Kekuatan merupakan salah satu sifat mekanik dari polimer. Kumpulan-kumpulan yang terbentuk memberikan suatu derajat sifat elastic yang berarti. meskipun demikian kopolimer-kopolimer tersebut masih memperlihatkan sifat-sifat aliran bahan termoplastik. Beberapa bahan yang secara intermolekul tergabung melalui ikatan-ikatan hydrogen juga berkelakuan seperti polimer-polimer ikat silang. diantaranya yaitu sebagai berikut: a) Kekuatan Tarik (Tensile Strength) Uji tarik adalah salah satu uji stress-strain mekanik yang bertujuan mengetahui kekuatan bahan terhadap gaya tarik. suatu protein hewani yang memperlihatkan sifat-sifat elastomeric. II. tidak bisa dicampurkan (tidak cocok). Gelatin. kita akan mendapatkan profil tarikan yang lengkap berupa kurva. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER polimer amorfus ikat silang. menurut sifat-sifatnya. Jika struktur blok-blok ujung bersifat stereoregular. blok-blok polistirena cenderung untuk mengumpulkan dan membentuk fase-fase terpisah (mikrodomain-mikrodomain) dalam matriks polimernya.STRUKTUR KIMIA. merupakan satu contoh. yang setiap ujung rantainya ditutup dengan blok-blok pendek dari suatu polimer “kaku” seperti polistirena. Pada tahun-tahun terakhir ini teknologi kopolimer blok telah diterapkan ke bidang ikat silang fisika.3 Sifat-sifat Polimer 1). pengumpulan tersebut mungkin membentuk mikrodomain-mikrodomain Kristal. GUSTRIA ERNIS. Metode ini melibatkan sintesis kopolimer blok dari tipe ABA dimana blok-blok A dan B secara substansi berbeda strukturnya. Ada beberapa macam kekuatan dalam polimer. Sebagai contoh. Bila kita terus menarik suatu bahan sampai putus. perhatikan polimer “fleksibel” berantai panjang seperti polibutadiena. Dengan melakukan uji tarik kita mengetahui bagaimana bahan tersebut bereaksi terhadap tenaga tarikan dan mengetahui sejauh mana material bertambah panjang. Bahan-bahan demikian lebih cocok diacukan sebagai elastomer termoplastik.

Kekuatan tarik adalah tegangan yang dibutuhkan untuk mematahkan suatu sampel. harus mempunyai kekuatan tarik yang baik.STRUKTUR KIMIA. Selanjutnya kita dapat gambarkan kurva standar hasil eksperimen uji tarik. contohnya fiber. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Kurva ini menunjukkan hubungan antara gaya tarikan dengan perubahan panjang. FKIP KIMIA UNIB Page 17 . GUSTRIA ERNIS. Kekuatan tarik penting untuk polymer yang akan ditarik. Engineering strees (σ): Fmaks = Beban yang diberikan arah tegak lurus terhadap penampang spesimen (N) A0 ζ = Luas penampang mula-mula spesimen sebelum diberikan pembebanan (m2) = Enginering Stress (Nm-2) Enginering Strain (ε): = ε = Enginering Strain l0 = Panjang mula-mula spesimen sebelum pembebanan Δl = Pertambahan panjang Hubungan antara stress dan strain dirumuskan: E = Modulus Elastisitas atau Modulus Young (Nm-2) ζ = Enginering Stress (Nm-2) ε = Enginering Strain Dari gambar kurva hubungan antara gaya tarikan dan pertambahan panjang kita dapat membuat hubungan antara tegangan dan regangan (stress vs strain).

Segala sesuatu yang harus menahan berat dari bawah harus mempunyai kekuatan tekan yang bagus.7 Kurva Tegangan dan Regangan Hasil Uji Tarik b) Compressive strength Adalah ketahanan terhadap tekanan. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Gambar 2. Pengujian kuat lentur dilakukan untuk mengetahui ketahanan suatu bahan terhadap pembebanan pada titik lentur dan juga untuk mengetahui keeleksitasan suatu bahan. Titik pembebanan diletakkan pada pertengahan panjang sampel. Pada pengujian ini terjadi perlengkungan pada titik tengah sampel dan besarnya perlengkungan ini dinamakan defleksi (δ). GUSTRIA ERNIS. Beton merupakan contoh material yang memiliki kekuatan tekan yang bagus. FKIP KIMIA UNIB Page 18 . Kemudian dicatat beban maksimum (Wmaks) dan regangan saat specimen patah. c) Flexural strength Kekuatan lentur atau kekuatan bending adalah tegangan bending terbesar yang dapat diterima akibat pembebanan luar tanpa mengalami deformasi besar.STRUKTUR KIMIA. Cara pengujian kuat lentur ini dengan memberikan pembebanan tegak lurus terhadap sampel dengan tiga titik lentur dan titik-titik sebagai penahan berjarak tertentu. Pengujian dilakukan dengan three point bending.

STRUKTUR KIMIA. Kekuatan impak dilakukan untuk mengetahui kegetasan bahan polimer. Cara pengujian impak dapat dilakukan dengan pengujian Charphy. Kekuatan impak bahan polimer lebih kecil daripada kekuatan impak logam. FKIP KIMIA UNIB Page 19 .  Elongation Semua jenis kekuatan memberitahu kita berapa tegangan yang dibutuhkan untuk mematahkan sesuatu. Polimer mempunyai kekuatan impak jika kuat saat dipukul dengan keras secara tiba-tiba. itulah kenapa kita GUSTRIA ERNIS. Bahan polimer menunjukkan penurunan besar pada kekuatan impak kalau diberi regangan pada pencetakannya. yaitu : K = Tegangan lentur maksimum (N/m3) W = Beban maksimum (N) b = Lebar dari benda uji (m) h = Tebal benda uji (m) l = Jarak antara penyangga (m) d) Impact strength : Kekuatan impak adalah ketahanan terhadap tegangan yang datang secara tiba-tiba. Izod atau dengan bola jatuh. tetapi tidak memberitahu kita tentang apa yang terjadi pada sampel kita saat kita mencoba untuk mematahkannya. digunakan persamaan sesuai standar ASTM D-790. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Pada perhitungan untuk menentukan kekuatan lentur/bending.

terutama flexible plastics. Satuan modulus sama dengan satuan kekuatan (N/cm2) Pada kurva tegangan-regangan: Untuk beberapa polimer.STRUKTUR KIMIA. Elastomer memiliki ultimate elongation yang tinggi. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER mempelajari elongation dari polimer. kurvanya adalah sebagai berikut: GUSTRIA ERNIS. Elongasi sampai terjadinya fracture dapat dilihat pada gambar berikut:  Modulus Modulus diukur dengan menghitung tegangan dibagi dengan elongasi. FKIP KIMIA UNIB Page 20 . Deformasi merupakan perubahan ukuran yang terjadi saat material di beri gaya. Elongasi merupakan salah satu jenis deformasi. Elongation-to-break (ultimate elongation) adalah regangan pada sampel pada saat sampel patah.

 Ketangguhan (Toughness) Ketangguhan adalah pengukuran sebenarnya dari energi yang dapat diserap oleh suatu material sebelum material tersebut patah. FKIP KIMIA UNIB Page 21 . Pengukuran dibawah kurva stressstrain berikut ini. yang diberi warna merah. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Slope diatas tidak constant seiring dengan penambahan tegangan seperti pada kurva sebelumnya. Beberapa diantaranya. seperti yang terlihat pada kurva diatas. Sifat Konduktivitas Listrik Sebagian besar polimer merupakan insulator yang baik. GUSTRIA ERNIS. misalnya poli (N-vinilkarbazola) bersifat fotokonduktif. Suatu penemuan utama pada tahun 1970an adalah bahwa beberapa polimer. khususnya poli (sulfur nitride) dan poliasetilena bisa dibuat sangatkonduktif karena hadir beberapa bahan tambahan. biasanya digunakan initial slope sebagai modulus. dan ketangguhan (toughness) adalah berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk mematahkan sampel. Polimerpolimer lainnya menjalani pirolisis untuk menghasilkan arang yang memperlihatkan konduktivitas sedang. yakni menghantarkan arus listrik sampai suatu tingkat yang kecil dibawah pengaruh cahaya dan dipakai dalam industry elektrofotografi (fotocopi). dan plastic berada diantara keduanya. kekuatan (strength) adalah gaya yang dibutuhkan untuk mematahkan sampel. 2). Pada kasus seperti ini. fiber mempunyai tensile moduli yang paling tinggi dan elastomer paling rendah. yang disebut dopan. menunjukkan toughness (ketangguhan) Dari segi fisika.STRUKTUR KIMIA. Secara umum.

Konduktivitas (ζ) biasanya dinyatakan dalam satuan se per ohm pers entimeter. Poli (sulfur nitride) biasa memiliki konduktivitas sekitar 100 ohm-1 cm-1. Doping juga bisa mengefektifkan penyusunan ulang ikatan-ikatan rangkap dua dari polimer nonkonjugasi (misalnya poliisoprena) menjadi polimer konduktif yang terkonjugasi.STRUKTUR KIMIA. GUSTRIA ERNIS. Suatu system terkonjugasi yang diperluas biasanya perlu untuk eksisnya konduktivitas rangka polimer. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER -[S= N]poli (sulfur nitride) Terobosan utama ini -[CH=CH]poliasetilena mengawali usaha penelitian untuk mengungkapkan mekanisme konduksi listrik dan mengaplikasikannya keteknologi baterai ringan yang praktis. Daya Nyala dan Ketahanan Nyala Dikarenakan polimer sintetsis telah banyak digunakan pada konstruksi dan transportasi. atau donor-donor electron seperti logam alkali. Konduksi listrik dipengaruhi oleh factor-faktor konfigurasi dan konformasi. 3).3 K) ia memperlihatkan superkonduktivitas. Konduktivitas bervariasi dengan konsentrasi dopan. meskipun pada suhu yang sangat rendah (< 0. Morfologi. Akan tetapi. Material diklasifikasikan sebagai isolator (ζ < 10-8 ohm-1 cm-1). Dopan-dopan bisa berupa akseptor-akseptor electron seperti pentafluorida arsenat atau halogen. dan konduktor (ζ > 102 ohm 1 -1 cm- ). Doping. muatan bisa ditransfer dalam beberapa kasus melalui gugus-gugus pendan. Sifat-sifat ini mencakup: 1. Meskipun suatu pengertian yang sempurna mengenai mekanisme konduksi listrik masih tetap sukar dicerna. Konduktivitas film poliasetilena dalam arah penjajaran molekul secara signifikan bertambah oleh terjadinya peregangan molekul. maka diperlukan suatu usaha untuk membuat polimer tahan api atau tidak mudah terbakar. Delokalisasi. FKIP KIMIA UNIB Page 22 . sebagaimana juga kristalinitas. 3. 2. beberapa sifat structural diketahui memiliki pengaruh terhadap tingkat konduktivitas. semikonduktor (ζ = 10-7-10-1 ohm-1 cm-1).

mulai terbakar. Sebenarnya bisa terjadi pemadaman api dengan sendirinya jika tersedia cukup energi. proses pembakaran sangatlah kompleks akan tetapi secara umum mengalami 6 hal:    Primary Thermal: sumber api memanaskan polimer dan menaikkan temperature. GUSTRIA ERNIS. Analisa termal dilakukan untuk mengetahui intensitas tahanan termal panel dinding terhadap bahan dinding tersebut. Produk khas dari tahapan ini adalah gas dan cairan yang mudah terbakar dan mungkin juga asap. Apabila temperatur bahan polimer berubah. maka polimer terbagi menjadi tiga bagian: 1) Polimer yang tidak mudah terbakar Polimer yang mengandung banyak halogen. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Ditinjau dari ketahanan terhadap api. Contohnya PVC. Polymer Decomposition: polimer mulai terdegradasi secara cepat kearah penurunan berat molekul. karena ada ketersediaan oksigen dan sumber api. Combustion: gas yang terbakar menghasilkan kobaran api pada atau dekat permukaan polimer.   as-gas yang mudah terbakar. 3) Polimer yang mudah terbakar Kebanyakan polimer adalah mudah terbakar. akan tetapi berhenti terbakar ketika sumber api dipindahkan.STRUKTUR KIMIA.  Flame propagation: penyebaran api. maka pergerakan molekul karena termal akan mengubah kumpulan molekul atau mengubah struktur bahan polimer tersebut. Contohnya PC. Metoda yang dapat digunakan dalam pengujian termal adalah Differential Thermal Analysis (DTA). DTA adalah salah satu tehnik yang dapat mencatat perbedaan antara suhu sampel dan senyawa pembanding baik terhadap waktu atau suhu saat kedua spesimen dikenai kondisi suhu yang sama dalam sebuah lingkungan yang dipanaskan atau didinginkan pada laju terkendali. Primary Chemical: Plastik yang dipanaskan tadi mulai terdegradasi umumnya disebabkan oleh pembentukan radikal bebas dibawah pengaruh sumber api. Sampai pada suhu berapa panas berpengaruh pada bahan komposit. Sifat termal dilakukan karena sifat ini penting untuk menentukan sifat mekanis bahan polimer. Sifat khas bahan polimer akan berubah oleh karena perubahan temperatur. Pada polimer. 2) Polimer yang mampu memadamkan api sendiri Terbakar hanya ketika sumber api ada. FKIP KIMIA UNIB Page 23 .

oksigen dan air bersama-sama memancing reaksi kimia pada molekul-molekul dan terjadilah depolimerisasi. macam dan jumlah pengisi. Chemical resistance dari suatu polimer sangat dipengaruhi oleh struktur kimia dari material dan kekuatan dari ikatan terlemah pada structure. Hal tersebut akan mengakibatkan modulus elastiknya menurun dan kekerasan bahannya rendah. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER Selanjutnya karena panas. Stabilitas panas merupakan fungsi dari energi ikatan. termasuk bahan penyetabil. Gambar 2. polimer tersebut harus tidak terurai di bawah suhu 4000C dan dapat mempertahankan sifat-sifatnya yang bermanfaat pada suhu-suhu dekat suhu dekomposisi tersebut. oksidasi. sedangkan tegangan patahnya lebih kecil dan perpanjangan lebih besar. Ketika suhu naik ke titik di mana energi getaran menimbulkan putusnya ikatan. dan yang paling hebat terjadi pada temperatur yang tinggi.STRUKTUR KIMIA. polimer tersebut akan terurai.9. Pola Umum Kurva DTA (Laboratorium PTKI Medan) Perubahan temperatur dapat digunakan untuk mengetahui ketahanan panas bahan polimer. FKIP KIMIA UNIB Page 24 . bentuk bahan. selain dari keadaan lingkungan. Salah satu solusinya adalah dengan melapisi logam tangki dengan glass fiber-reinforced unsaturated polyester. hidrolisa dan seterusnnya. Ketika zat-zat organik dipanaskan sampai suhu tinggi mereka memiliki kecenderungan untuk membentuk senyawasenyawa aromatik. 2. Dengan demikian keadaan tersebut akan mempengaruhi sifat-sifat mekanik bahan polimer. Ketahanan Kimia Salah satu masalah yang dihadapi oleh perusahaan minyak adalah korosi pada bagian dalam dari tangki minyak logam. Temperatur yang tinggi akan memberikan perubahan atau kerusakan yang banyak terhadap bahan polimer. Misalnya pada PTFE GUSTRIA ERNIS. Agar suatu polimer layak dianggap “stabil panas” atau “tahan panas”.

keawetan bisa menghasilkan masalahmasalah. 2. ke sintesis polimer-polimer yang dapat diurai (degrabel) oleh efek-efek lingkungan sinar matahari dan mikroorganisme tanah. Mikroorganisme menguraikan polimer-polimer dengan mengkatalisis hidrolisis dan oksidasi. meningkatkan steric-hindrance pada gugus ester. Akan tetapi.Ikatan rantai PTFE Ada dua usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan chemical resistance pada Polyester: 1. Dibandingkan dengan polimer amorphous. Hal ini dikarenakan ikatan rantai pada polimer kristalin yang saling berdekatan sehingga mengurangi permeabilitas. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari flouropolymers (contohnya PTFE. Semakin rendah berat molekul. Polimer-polimer bisa dibuat teruarai secara fotokimia dengan menginkorporasi gugus-gugus karbonil yang menyerap radiasi ultraviolet (UV) untuk membentuk keadaan-keadaan tereksitasi yang cukup berenergi untuk melkukan pembelahan ikatan. polimer dengan kekristalan yang tinggi memiliki chemical rasistance yang lebih baik.1. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER yang hanya ada dua jenis ikatan yaitu C-C dan C-F. Putusnya ikatan bisa menyebabkan reaksi kimia yang berlangsung. Kedua ikatan ini sangat stabil dan sulit untuk diputus. Gambar II.PDVF) dikenal sebagai polimer dengan ketahanan terhadap zat kimia yang tinggi. sesungguhnya sifat ini merupakan sifat yang memungkinkannya berkompetisi dengan bahan-bahan awet lainnya seperti gelas dan logam. Degradabilitas dan Zat Aditif Sebagian besar polimer mempunyai sifat yang tahan lama. Akan tetapi pada faktanya. 3. perhatian telah bergeser ke ujung berlainan dari spectrum durabilitas. Polimer dengan ikatan cross-link memiliki solvent resistance yang baik.STRUKTUR KIMIA. Kedua langkah ini meningkatkan sifat hidrofobik dari Polyester. maka polimer terdegradasi GUSTRIA ERNIS. sebagai akibatnya.4. mengurangi jumlah gugus ester per satuan panjang rantai. C-F adalah salah satu ikatan terkuat pada polimer. FKIP KIMIA UNIB Page 25 .

bahan pengisi (filler). Sifat Thermal Sifat polimer terhadap panas ada yang menjadi lunak jika dipanaskan dan keras jika didinginkan. Berdasarkan fungsinya . bahan penstabil (stabilizer).sedangkan polimer sintetis lebih mudah dibuat cetakan untuk menghasilkan bentuk tertentu. Umumnya polimer alam agak sukar untuk dicetak sesuai keinginan. GUSTRIA ERNIS. Sedangkan polimer yang menjadi keras jika dipanaskan disebut termoset. maka bahan tambahan atau bahan pembantu proses dapat dikelompokkan menjadi : bahan pelunak (plasticizer). Penggunaan bahan tambahan ini beraneka ragam tergantung pada bahan baku yang digunakan dan mutu produk yang akan dihasilkan. atau selulosa tidak tahan terhadap mikroorganisme atau ulat (rayap). bahan pelumas (lubricant). Karet akan lebih mudah mengembangdan kehilangan kekenyalannya setelah terlalu lama kena bensin atau minyak. polimer seperti ini disebut termoplas. Untuk membuat barang-barang yang terasal dari suatu polimer. pewarna (colorant).STRUKTUR KIMIA. maka dalam proses pembuatannya selain bahan baku utama diperlukan juga bahan tambahan atau aditif. Suatu kombinasi antara gugus fungsional sensitive cahaya dan gugus fungsional yang bisa terhidrolisis akan lebih efektif dalam menguraikan polimerpolimer berat molekul tinggi dalam lingkungan alam. antistatic agent. blowing agent. FKIP KIMIA UNIB Page 26 . contohnya melamin 5. Sedangkan polimer sintetis lebih tahan terhadap mikroorganisme atau ulat. Contohnya : plastik yang digunakan untuk kantong dan botol plastik. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER semakin cepat. 4. sutra. Ketahanan terhadap Mikroorganisme Polimer alam seperti wool. 6. flame retardant dsb. agar mempunyai sifat-sifat seperti yang dikehendaki. Sifat Kelenturan Polimer akan mempunyai kelenturan yang berbeda dengan polimer sintetis.

Morfologi polimer mencakup: a. Keadaan Amorfus dan Reologi c. FKIP KIMIA UNIB Page 27 . Jadi semakin tinggi berat molekul dari suatu polimer tertentu. d. Polimer yang mudah terbakar c. Sifat mekanik  Kekuatan (kekuatan tarik. Polimer memiliki sifat-sifat sebagai berikut: a. Sifat daya nyala dan ketahanan nyala: Polimer yang tidak mudah terbakar. Morfologi Polimer merupakan karakteristik dari polimer-polimer amorfous dan kristal. Sifat konduktifitas listrik: Sebagian besar polimer merupakan insulator yang baik. Polimer yang mampu memadamkan api sendiri. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER BAB III PENUTUP III.STRUKTUR KIMIA. b. molekul-molekul terorientasi atau lurus dalam suatu susunan teratur yang analog sampai tingkat tertentu. Stereokimia Polimer b.1 Kesimpulan 1. Ikat Silang Kimia dan Fisika 3. semakin besar panjang dari rantai polimernya). Suhu Transisi Gelas 2. Sifat ketahanan kimia: dipengaruhi oleh struktur kimia dari material dan kekuatan dari ikatan terlemah pada structure. flexural strength. dimana polimer amorfous mempunyai ciri-ciri tidak adanya urutan yang sempurna di antara molekul-molekulnya sedangkan pada kristal. compressive strength. impact strength)  Elongation  Modulus  Ketangguhan b. GUSTRIA ERNIS. Berat Molekul dan Gaya Antarmolekul (Berat molekul dari polimer pada dasarnya adalah penjumlahan dari berat molekul-molekul mernya. Kekristalan c. Struktur Kimia Polimer mencakup : a.

FKIP KIMIA UNIB Page 28 . MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER e.  Gunakan penciuman.2 Saran Dalam kehidupan sehari-hari banyak barang-barang yang digunakan merupakan polimer sintetis mulai dari kantong plastik untuk belanja. alat-alat rumah tangga. sesungguhnya sifat ini merupakan sifat yang memungkinkannya berkompetisi dengan bahan-bahan awet lainnya seperti gelas dan logam. Ketahanan terhadap Mikroorganisme III. Untuk mengurangi pencemaran plastik :  Kurangi penggunaan plastic  Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik. jika makanan/minumam bau plastik jangan digunakan. alat-alat listrik. Untuk menghindari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik :  Gunakan kemasan makanan yang lebih aman. kemasan plastik. seperti gelas. sehingga dapat didaur ulang. Sifat Kelenturan g. plastik pembungkus makanan dan minuman.STRUKTUR KIMIA. Sifat degradabilitas: Sebagian besar polimer mempunyai sifat yang tahan lama. Plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan. jika terkena panas dikhawatirkan monomernya akan terurai dan akan mengontamiasi makanan.  Jangan membuang sampah plastik sembarangan. GUSTRIA ERNIS.  Sampah plastik jangan dibakar. f.

http://zairifblog. P. [ 13 Desember 2011] Zulfikar. cetakan pertama. 2010.com/doc/6646895/TugasMaterial-Polimer. Kegunaan dan Dampak Polimer Terhadap Lingkungan. [ 13 Desember 2011 ] Anonim. Sifat dan Kegunaan Polimer.org/ wiki/transisigelas. FKIP KIMIA UNIB Page 29 . http://www. Sifat-sifat Polimer.S. [15 Desember 2011] GUSTRIA ERNIS.org.chem-is-try. diindonesiakan oleh Lis Sopyan. 2010.html.scribd. Transisi Gelas.blogspot. http://www. Erlangga. Ratna.org/ Sifat – Sifat Polimer _ ChemIs-Try. PT Pradnya Paramita : Jakarta Oxtoby. Tugas Material Polimer.com/2010/02/sifatdan-kegunaan-polimer. Polymer Chemistry : An Introduction.html. http://www. 2010. Jakarta. [ 14 Desember 2011 ] Malcolm.Org _ Situs Kimia Indonesia _. 2010.chem-is-try.STRUKTUR KIMIA. W David. [ 14 Desember 2011] Anonim. Sifat Polimer. http://www. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. dkk.. 2001. 2010.wikipedia. 2001. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER DAFTAR PUSTAKA Anonim.

Polimer berkait d. Plastic c. FKIP KIMIA UNIB Page 30 . proses pembakaran sangatlah kompleks akan tetapi secara umum mengalami 6 hal. Getah karet Jawaban : E 2) Berdasarkan struktur molekulnya polimer dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis. dibawah ini termasuk polimer sintetis kecual? a. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER LAMPIRAN SOAL LATIHAN I. Polimer berjenjang Jawaban: D 3) Material yang mampu memanjang secara elastic dikenakan tegangan mekanis yang relative rendah adalah…. Polimer linear b. Termoplastik Jawaban: C 4) Pada polimer. a. Primary Fisika c. Polimer simetris e. PILIHAN GANDA 1) polimer dapat dibuat dari bahan baku kimia disebut polimer sintetis. Polipropilena c. Elastomer d. kecuali…. a. poly vynil chlorida (PVC) d.STRUKTUR KIMIA. Primary Chemical GUSTRIA ERNIS. Polyetena b. nylon e. diantaranya kecuali…… a. Polimer b. Polimer bercabang c. Termoset e. Primary Thermal b.

Ketahanan korosi yang tinggi e. Tacticity Jawaban : D 8) Berat molekular polimer dapat ditentukan dengan berbagai metoda. Ultrasentrifugasi e. Ignition Jawaban: B 5) Karakteristik umum polimer adalah. Geometric isomerism d. Densitas yang rendah. Toksicity e. Pengukuran viskositas larutan encer Jawaban : C GUSTRIA ERNIS. a. a.STRUKTUR KIMIA. yang mencakup hal-hal sebagai berikut. Polymer Decomposition e. kecuali…. Kerapatan d. Kerapian e. Kekuatan c. Pengukuran sifat koligatif c. Analisis gugus fungsional secara fisik atau kimia b. FKIP KIMIA UNIB Page 31 . Architecture b. yang bukan termasuk metode penentuan berat molekul polimer adalah…. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER d. Kekakuan b. Rasio kekuatan terhadap berat yang baik untuk beberapa jenis polimer d. a. a. Konduktifitas listrik dan panas yang rendah Jawaban: B 6) Sifat mekanik polimer dipengaruhi oleh derajat kekristalan adalah…. Penghantar listrik yang baik c. Hamburan elektron d. Orientation c. kecuali…. Kebeningan Jawaban: A 7) Stereokimia Polimer merupakan salah satu morfologi polimer.. dibandingkan dengan logam dan keramik b.

Inisiasi-terminasi-adisi Jawaban: B 10). Menentukan aplikasi polimer tersebut b. Ikatan sekunder c. ESSAY Soal: 1. Inisiasi-adisi-terminasi c. Ikatan tersier d. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER 9). Proses pembentukan polimer secara berturut adalah… a. FKIP KIMIA UNIB Page 32 . plastik dan fiber! 4. Architecture Polimer yang berbeda arsitekturnya mewakili isomer konstitusional dimana hubungan dari atom-atomnya berbeda. Jelaskan perbedaan antara elastomer. 2. Jelaskan pembagian stereokimia sebagai morfologi polimer. Manfaat berat molekul rata-rata dari polimer adalah: a. Sebutkan apa saja yang termasuk sifat-sifat dari polimer. Pembagian Stereokimia Polimer sebagai morfologi polimer adalah: a. Ikatan hydrogen e. Sebagai indikator dalam sintesa dan proses pembuatan produk polimer c. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Ketangguhan (Toughness)? 5. Studi ketahanan produk polimer dan efek cuaca terhadap kualitas produk 2. Studi kinetika reaksi polimerisasi d.STRUKTUR KIMIA. Polimer semacam ini di dapat dari polimerisasi monomer dari sifat kimia yang berbeda tetapi memiliki komposisi atom yang yang sama GUSTRIA ERNIS. Adisi-terminasi-inisiasi d. Sebutkan Manfaat berat molekular rata-rata dari polimer. 3. Yang bukan merupakan jenis ikatan dalam polimer adalah… a. Terminasi-inisiasi-adisi b. Ikatan ionic Jawaban: C II. Jawaban: 1. Ikatan primer b. Terminasi-adisi-inisiasi e.

Kekuatan rantai dalam elastomer (karet) terbatas. Tacticity 3. Perbedaan antara elastomer. dan karet stirena – butadiena (SBR /styrene – butadiene rubber). persediaan karet alam berkurang. Geometric isomerism Sebagai contoh. FKIP KIMIA UNIB Page 33 . Saat perang dunia II. tetapi energi kohesi harus rendah untuk memungkinkan peregangan. polimerisasi dari 1.3-diena mempunyai dua ikatan rangkap yang berbeda yang dapat mengalami tiga isomer geometri. Orientation Perbedaan dimana atom dalam polimer dapat dihubungkan. muncul dari dua cara penambahan dari monomer yang sama untuk pertumbuhan rantai polimer. Ikatan silang ini berfungsi sebagai „pengingat bentuk‟ (shape memory) sehingga karet dapat kembali ke bentuk dan dimensi asalnya pada saat mengalami deformasi dalam jumlah yang sangat besar. Meskipun GUSTRIA ERNIS. Beberapa pengganti yang berhasil dikembangkan adalah neoprena yang kini digunakan untuk membuat selang/pipa air untuk pompa gas. d. Elastomer (karet) Karet atau elastomer adalah salah satu jenis polimer yang memiliki perilaku khas yaitu memiliki daerah elastis non-linear yang sangat besar. industri polimer tumbuh dengan cepat karena ahli kimia telah meneliti untuk pengganti karet. c. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER b. plastic dan finer adalah a. akibat adanya struktur jaringan.STRUKTUR KIMIA. yang digunakan bersama dengan karet alam untuk membuat ban-ban mobil. Perilaku tersebut ada kaitannya dengan struktur molekul karet yang memiliki ikatan silang (cross link) antar rantai molekul.

plastic Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semisintetik. komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri. 4. atau kertas. namun tidak ada yang mempunyai semua sifat-sifat dari karet alam. c. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Pengukuran dibawah kurva stressstrain berikut ini. Plastik didesain dengan varias yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas. serat alami memiliki berbagai kelebihan khususnya dalam hal kenyamanan. Namun demikian. FKIP KIMIA UNIB Page 34 . kekuatan (strength) adalah gaya yang dibutuhkan untuk mematahkan sampel. Plastik dapt dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. menunjukkan toughness (ketangguhan) Dari segi fisika. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka "malleable". Material ini sangat penting dalam ilmu Biologi baik hewan maupun tumbuhan sebagai pengikat dalam tubuh. yang diberi warna merah. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. memiliki properti keplastikan. kain. dan ketangguhan (toughness) adalah berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk mematahkan sampel. GUSTRIA ERNIS. keras. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal: untuk membuat tali. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya. Fiber (Serat) Serat (fiber) adalah suatu jenis bahan berupa potonganpotongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh.STRUKTUR KIMIA. Contoh serat yang paling sering dijumpai adalah serat pada kain. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER pengganti karet sintesis ini mempunyai banyak sifat¬sifat yang diinginkan. b. Serat sintetis dapat diproduksi secara murah dalam jumlah yang besar. Ketangguhan (Toughness) Ketangguhan adalah pengukuran sebenarnya dari energi yang dapat diserap oleh suatu material sebelum material tersebut patah. Serat dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu serat alami dan serat sintetis (serat buatan manusia). "reliency" dan lain-lain.

Sifat konduktifitas listrik: Sebagian besar polimer merupakan insulator yang baik. Polimer yang mampu memadamkan api sendiri. f. d. MORFOLOGI DAN SIFAT-SIFAT 2011 POLIMER 5. FKIP KIMIA UNIB Page 35 .STRUKTUR KIMIA. Sifat degradabilitas: Sebagian besar polimer mempunyai sifat yang tahan lama. Polimer yang mudah terbakar c. flexural strength. Ketahanan terhadap Mikroorganisme GUSTRIA ERNIS. sesungguhnya sifat ini merupakan sifat yang memungkinkannya berkompetisi dengan bahan-bahan awet lainnya seperti gelas dan logam. Sifat ketahanan kimia: dipengaruhi oleh struktur kimia dari material dan kekuatan dari ikatan terlemah pada structure. Sifat mekanik  Kekuatan (kekuatan tarik. impact strength)  Elongation  Modulus  Ketangguhan b. e. compressive strength. Sifat Kelenturan g. Sifat daya nyala dan ketahanan nyala: Polimer yang tidak mudah terbakar. Polimer memiliki sifat-sifat sebagai berikut: a.