Anda di halaman 1dari 5

NASKAH DRAMA NOVEL PUDARNYA PESONA CLEOPATRA KARANGAN HABIBURRAHMANEL SHIRAZY

IBU : Harus dengan dia, tak ada pilihan lain ! dengan tegas. Beliau memaksaku untuk menikah dengan gadis itu. IBU : Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di Mangkuyudan Solo dulu, Kami pernah berjanji, jika dikaruniai anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu Anakku, ibu mohon keikhlasanmu. Jangan kau kecewakan harapan ibumu yang telah hadir jauh sebelum kau lahir! dengan wajah mengiba. IBU : Dan percayalah pada ibu, Anakku. Ibu selalu memilihkan yang terbaik untukmu. Ibu tahu persis garis keturunannya. Ibu tahu persis kesalehan kedua orangtua nya, AIDA (adik ku) : Mbak Raihana itu orangnya baik kok,Kak. Dia ramah, halus budi, sarjana pendidikan, penyabar, berjilbab dan hafal Alquran lagi. Pokoknya cocok dech buat Kakak, AKU : Orangnya cantik nggak ? selidikku AIDA : Lumayan, delapan koma limalah, dengan enteng AKU : Tapi lebih tua dari kakak ya ? dengan mencari kepastian AIDA : Ala cuma dua tahun Kak, lagian sekarang kan lagi nge-trend lho, laki-laki menikah dengan wanita yang lebih tua. Nggak masalahitu Kak. Apalagi Mbak Raihana itu baby face, selalu tampak lebih muda enam tahun dari aslinya. Orang-orang banyak yang mengira dia itu baru sweet sevententh lho Kak. Bener nih, serius ! dengan propoganda yang berapi-api. ( aku pun jadi pusing,.,., mikirin semua nya ) Dan akhirnya kami menikah, dan hari-hari kami lalui waktu bersama tanpa ada merasa cinta terhadap Raihana. Ia mencari-cari kejelasan apa yang sebenarnya yang terjadi padaku, dan selalu ku jawab, AKU : Tidak ada apa-apa kok Mbak, mungkin aku belum dewasa! Aku mungkin maih banyak belajar berumah tangga, Mbak! Raihana : Kenapa Mas memanggilku mbak ? aku kan isteri Mas. Apakh Mas tidak mencintaiku? dengan wajah sedih. AKU : wallahua alam! Raihana : (dengan mata berkaca-kaca Raihana diam, menunduk, dan lama kemudian ia menangis terisak-isak sambil memeluk kedua kaki suami nya ) Kalau Mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai isteri kenapa Mas ucapkan akad nikah itu? Kalau dalam tingkahku melayani Mas masih ada yang tidak berkenan kenapa Mas tidak bilang dan menegurnya. Kenapa Mas diam saja? Aku harus bagaimana untuk membahagiakan Mas? Aku sangat mencintaimu Mas. Aku siap mengorbankan nyawa untuk kebahagiaan Mas? Jelaskanlah padaku apa yang harus aku lakukan untuyk membuat rumah ini penuh bunga-bunga indah yang bermekaran? Apa yang harus aku lakukan agar Mas tersenyum? Katakanlah Mas ! Katakanlah ! Asal jangan satu hal. Ku minta asal jangan satu hal : yaitu menceraikan aku! Itu adalah neraka bagiku. Lebih baik aku mati daripada Mas menceraikan ku. Dalam hidup ini aku ingin berumah tangga Cuma sekali. Mas kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku di dunia ini. ( mengiba dengan pasrah.,.,) ( namun apa yang kurasa, aku tak merasakan apa-apa aku tak bisa iba sama sekali kepada nya,) hari demi hari terus berlalu dan komunikasi tidak berjalan.

Suatu hari aku pulang sore dari mengajar dan kehujanan di jalan. Aku lupa membawa jas hujan. Muka pucat bibir mengigil, Raihana : (dengan muka cemas lalu bertanya ,...) Mas tidak apa-apa kan?, Mas mandi pakai air hangat saja ya.Aku sedang menggodog air. Lima menit lagi mendidih. (sambil melepas semua pakaianku dan memakai sarung. Dan merasa perutku mules sekali dan kepalaku pening. Raihana : Mas airnya sudah siap. (tanpa bicara sepatah kata pun, aku langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuh ku dari ujung rambut ke ujung kaki. Lalu memakai pakaian ku,setelah selesai mandi.) Raihana : aku buatkan wedang jahe panas. Biar segar. (aku diam saja ) Raiahana : Tadi pagi Mas belum sarapan. Apa Mas udah makan tadi siang? (merasa mulas dan mual dalam perut yang tak bisa ditahan, dengan cepat langsung menuju kamar mandi. Dan aku muntah di sana. Raihana pun berlari dan memijiti pundak dan tengkuk seperti yang dilakukan ibu ku) Raihana : Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa Mas. Pakai balsem, minyak kayu putih atau pakai jamu? (raihana menuntunku ke kamar) Mas jangan diam aja donk. Aku kan tidak tahu apa yang harus aku lakukakan untuk membantu Mas. AKU : Biasanya dikerokin. (dengan lirihan ku) Raihana : Kalau begitu kaos Mas dilepas ya. Biar Hana kerokin. (sambil tangannya melepas kaos ku,dan mengerokin badan ku dengan lembut ) Raihana : Biasanya dalam keadaan meriang makan nasi itu tidak selera. Kebetulan Hana buat bubur kacang hijau. Makanlah Mas untuk mengisi perut biar segera pulih. ( aku pun menyantap bubur itu dengan lahap dan tertidur lelap) (di dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan Ratu Cleopatra pada suatu pagi yang cerah di pantai Cleopatra, Alexandria) Cleopatra : Aku punya keponakan cantik namanya Mona Zaki. Maunya kau berkenalan dengannya ? AKU : Mona Zaki, aktris belia yang sedang naik daun itu ? Cleopatra : Ya. Datanglah nanti pukul delapan tepat. Terlambat satu menit saja kau akan kehilangan kesempatan untuk menyuntingnya? AKU : Menyuntingnya? Cleopatra : Ya. Dia meminta padaku untuk mencarikan pangeran yang cocok untuknya. Aku melihatmu cocok. Tapi aku ingin tahu komitmen dan tanggung jawabmu. Jika kau datang terlambat maka kau bukan orang yang bisa bertanggung jawab. Apa kau tidak mau menyuntingnya? AKU : Mau. Tapi Cleopatra : Tapi kenapa? AKU : Dia tidak pakai jilbab. Cleopatra : Asal kau mau semua bisa diatur. AKU : Baiklah saya akan datang. Cleopatra : Ingat jam delapan tepat. AKU : Jangan kuatir. (tiba lah di istana ) Pengawal istana : Di sana Ratu Cleopatra sudah menunggu bersama Mona Zaki dan keduaa

orangtuanya. Ratu juga telah mengundang madzun syari. beliau juga telah menyiapkan pesta yang mewah setelah akad nikah. Anda sangat beruntung orang Indonesia. Anda beruntung dipilih oleh Ratu Cleopatra untuk menjadi pendamping keponakannya. Dan anda beruntung datang tepat waktu. Selamat ya! ( sambil berjalan menuju bangsal utama ) Cleopatra : Duduklah di kursi pelaminan di samping Mona Zaki! Tiba-tiba Raihana : Mas, bangun Mas. Sudah jam setengah empat! Kau belum shalat Isya` (mengguncang tubuh suami dan suami pun terbangun dengan perasaan kecewa luar biasa. Tidak jadi menyunting Mona Zaki. Denga raut muka jengkel menatap istri ) Raihana : Maafkan Hana, kalau membuat Mas kurang suka. Tapi Mas belum shalat Isya. ( sambil melepas mukenanya)

Hari-hari terus ku lewati bersama Raihana dan rasa itu belum juga tumbuh,suatu hari kami di undang untuk menghadiri aqiqahan kakak Ipar ku, Raihana : Mas, nanti sore ada acara aqiqah-an di rumah Yu Imah Semua keluarga akan datang, termasuk ibundamu. Kita di undang juga. Yuk, kita datang bareng. Tidak enak kalau kita yang dieluelukan keluarga tidak datang. (dengan suara lembut, dan sambil meletakkan onde-onde dan wedang jahe kesukaan ku di atas meja kerjaku.) Mamaaf jika menganggu, Mas. Maafkan Hana, AKU : Mbak! Eh maaf, maksudku D..Di..Dinda Hana! (dengan suara lirih dalam tenggorokan ku) Raihana : Ya Mas! (wajah bersenyum dan mata berbinar-binar ) AKU : Te..terima kasihDi..Dinda, kita berangkat bareng kesana. Habis dzuhur , insya Allah! (dengan senyum yang dipaksa) Raihana : Terima kasih Mas. Ibu kita pasti senang. Kerabat semuanya akan menyambut kita dengan bahagia. Mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau, biar dinda saja yang memilihnya ya? ( begitu bahagia ). Setiba di rumah acara aqiqah-an, Yu Imah : Selamat datang pengantin baru ! Selamat datang pasangan paling ideal dalam keluarga! Raihana : Ah Yu Imah ini menggoda terus. Sudah satu tahun koq di bilang baru. Ibu Mertua : Ya masih baru tho Nduk. Namanya, pengantin baru satu tahun! Hihihi Yu Imah : Aku juga baru lho. Pengantin baru sepuluh tahun! Hehehe IBU : Sudah satu tahun putra sulungku berkeluarga , kok belum ada tanda-tanda aku mau menimang cucu ya Mbakyu. Padahal aku ingin sekali segera menimang cucu seperti Mbakyu! kata ibu kepada ibu mertua ku. Raihana : Insya Allah, tak lama lagi ibu akan segara menimang cucu. Doakan lah kami. Bukankah begitu,Mas? (sambil menyukit lenganku). Dan Raihana pun hamil,.. Raihana : Mas, untuk menambah biaya persiapan kelahiran anak kita, tolong cairkan tabunganku! ATM-nya ada di bawah kasur. Nomor pinnya adalah tanggal dan bulan pernikahan kita! Selama hamil raihana tinggal bersama ibunya , Kejadian di rumah makan bersam rekan kerja,. Pak Hardi : Kasihan bener Pak Agung ya? AKU : Siapa Pak Agung itu?

Pak Susilo : Dia adalah dosen muda yang paling cemerlang kariernya di kampus ini. Dalam usia yang sangat muda dia sudah menjabat kepala jurusan. Dia menyelesaikan masternya di Australia. Dan karena kecrdasannya dan kepiwaiannya dia berhasil menyunting puteri promotornya yang cantik jelita, secantik Nicole Kidman. Namanya Judit Barton. Kau belum pernah melihatnya. Jika isterinya itu datang ke kampus para mahasiswa pasti geger. Sebab memang cantik. Satu tahun yang lalu dia dapat beasiswa melanjutkan doktornya ke Amerika. Dia dan isterinya berangkat ke sana. Anak mereka yang berusia tiga tahun juga dibawa serta. Tiba-tiba kami mendapat berita yang menyedihkan. Pak Agung terpaksa harus menceraikan isterinya yang cantik itu. Karena ia melihat Judit selingkuh dengan bule Amerika. Judit lebih memilih hidup dengan kekasihnya yang Amerika itu. Kau tahu sendiri kan bagaimana hubungan lelaki perempuan di Barat. Untuk sementara, sekarang ini Pak Agung pulang ke Malang guna menenangkan pikirannya. Dia sangat terpukul atas apa yang terjadi pada dirinya. Bahkan pengadilan Amerika memenangkan Judit sebagai wali anaknya. Yang menyedihkan, kata Pak Soedarmaji yang masih keluarga dekat Pak Agung , sekarang ini Pak Agung juga sedang menjalani terapi psikologis di rumah sakit jiwa. Katanya kekagetan dan depresi yang dialaminya cukup berat. Pak Hardi : Sungguh kasihan Pak Agung. Dulu dia adlah bintang kampus ini. Jika saja dia memilih Zaenab daripada Judit tentu sekarang dia akan semakin cemerlang . Dan keilmuannya banyak di manfaatkan abaynak orang. AKU : Siapa itu Zaenab? Pak Susilo : Dia adalah puteri Pak Kiai Ahmad Munaji, pengasuh sebuah pesantren tahfidh Alquran di Batu sana. Menurut cerita Pak Soedarmaji, Zaenab memang tidak secantik bintang film tapi untuk ukuran di desanya bisa dikatakan kembang desa. Zaenab hafal Alquran dan kuliah di Universitas Airlangga. Ketika Agung hendak berangkat ke Australia Pak Kiai Ahamad kenal baik dengan Pak Soedarmaji. Keduanya sama-sama pernah jadi anggota DPRD. Tapi Agung menolak. Bahkan selama di Australia berualang kali Agung diberi tahu bahwa Zaenab siap menunggu. Tapi Agung lebih memilih Judit dengan alasanp lebih berpikiran maju dan secantik bintang Hollywood. Kerabat Agung, terutama ayahnya sudah mengingatkan agar tidak terperdaya oleh pesona sementara. Kecantikan lahir bisa hilang. Tapi kecantikan batin akan kekal. Pak Soedarmaji juga mengingatkan bahwa perempuan bule tidak cocok untuk pemuda Indonesia. Juga sebaliknya. Latar belakang budaya sangat jauh berbeda. Dari kasus yang ada bahwa pernikahan bule-Indonesia lebih banyak gagalnya. Ltapi Agung nekad. Semua saran dan nasihat tidak ia indahkan. Ia mengawini Judit. Keluarganya hanya bisa mendoakan agar perkawinan itu langgeng seperti langgengnya perkawinan di Jawa pada umunya. Tapi yang terjadi tidak sesuai yang diharapkan. Apa yang dikuatirkan kerabat Agung menjadi kenyataan. Judit bertemu dengan komunitasnya. Dia berselingku. Bahkan menurut Iwan,teman satu kampuss Agung di Australia. Saat Agung menikahi Judit, sebenarnya Judit sudah tidak lagi perawan. Sangat sulit menemukan gadis perawan di atas umur tujuh belas tahun di sana. Kalau dia memilih Zaenab mendapat beasiswa S2 ke Prancis. Dan ia menikah dengan seorang mahasiswa lulusan Pakistan. Sejak kecil Zaenab tidak pernah tersingkap auratnya. Ayahnya, Pak Kiai Ahmad sangat ketat menjaga akhlak dan moral anak-anaknya. Agung sungguh keliru. Ada daging yang bersih segar dan belum tersentuh apa-apa di depan mata, dia malah memilih daging yang terbungkus indah tapi sejatinya telah busuk. Dia lebih menuruti hawa nafsunya daripada nuraninya. Padahal di zaman edan seperti ini mencari perempuan salehah lebih sulit daripada mencari perempuan cantik.

Pak Hardi : Dan kau sungguh termasuk orang yang beruntung. Kata temen-temen dosen. Kau mendapatakan isteri yang sangat ideal. Cantik, pintar karena dia terbaik di kampusnya , penurut, kelihatannya sangat setia karena dia kalau memandang pasti menunduk, tidak pernah memandang ke depan melihat lelaki lain, dan hafal Alquran. Kau sungguh beruntung. (jumpa dengan Pak Qalyubi ) Pak Qalyubi : Apakah kau sudah menikah ? AKU : Alhamdulillah ,sudah Pak Qalyubi : Dengan orang mana? AKU : Orang Jawa. Pak Qalyubi : Pasti isteri yang baik. Ya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak sanak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan salehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Isterimu dari pesantren? AKU : Pernah. Alhamdulillah dia sarjana dan hafal Alquran. Pak Qalyubi : Kau sangat beruntung . tidak seperti ku AKU : Kenapa dengan bapak. Pak Qalyubi: Akuu melakukan langkah yang salah. Aku mengambil pilihan yang keliru. Aku: Maksud Bapak. Pak Qalyubi: Seandainya aku tidak menikah dengan gadis Mesir itutentu batinku tidak akan merana seperti sekarang. Aku: Istri Bapak orang Mesir? Pak Qalyubi: Iya. Aku: Dan Bapak menderita? Pak Qalyubi: Benar. Aku : Bagaimana itu bisa terjadi? Pak Qalyubi : Itulah yang terjadi. Kau tentu tahu seperti apa gadis Mesir itu. Cantik tidak menurutmu rata-rata gadis sana?Jujur saja! Aku : Oh cantik-cantik pak. Bahkan jika ada delapan gadis Mesir maka yang cantik itu enam belas. Sebab bayangannya ikut cantik. Pak Qalyubi : Dan karena terpesona oleh kecantikan gadis Mesir itulah saya menderita sampai saat ini. Aku : Boleh tahu ceritanya untuk pelajaran hidup bagi saya Pak? Pak Qalyubi : Boleh. Kau bbbahkan boleh menceritakan kepada siapa saja untuk dijadikan pelajaran asal jangan kau sebut secara jelas nama dan asal usul saya. Begini ceritanya. Saya anak tunggal seorang yang cukup kaya di pinggir timur kota Medan. Ayah memiliki sawah dan ladang yang cukup luas dan ibu seorang pedagang kain yang cukup sukses. Tahun 1998, saya berangkat ke Mesir atas biaya orangtua. Di sana sudah ada kakak kelas saya dari pesantren terkenal di Medan. Namanya Fadhil. Dia menempatkan saya di Hayyu Sadis. Dalam satu rumah dengan teman-temanya dari Medan yang bukan alumni satu pesantren. Karena memang di sana masih kekurangan satu orang. Dia sendiri tinggal di Hayyu Sabe. Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah, tahun pertama saya dapat lulus dengan predikat jayyid. Sebuah predikat yang cukup sulit diraih anak Indonesia pada waktu itu. Bahkan satu rumah hanya aku yang lulus. Yang lain rasib atau gagal. Hal yang sama terjadi pada tahun kedua. Selain itu saya sangat