Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH DOMAIN NAME SERVICE (DNS)

Disusun oleh:

Muhammad Reyan Dirul Adha Andesta Aiyuha Azka Ria Guspamawanda Merti Sasmita Sehat Yogi

TEKNIK INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI PADANG 2012

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian DNS 2.2. Sejarah DNS 2.3. Domain Name System 2.4. Struktur 2.5. Komponen Kerja DNS 2.6. Cara Kerja DNS 2.7. File Konfigurasi DNS BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian DNS

Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau e-mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet.Implementasi Disconected

2.2. Sejarah DNS

Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host computer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

2.3. Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti: 1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer). 2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah. 3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet. Ada pun kelemahan yang dimiliki DNS adalah sebagai berikut :

1. User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet.

2.4. Struktur DNS Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:

Gambar Struktur DNS

1. Root-Level Domains Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (.).

2. Top-Level Domains Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains: a) com Organisasi Komersial b) edu Institusi pendidikan atau universitas c) org Organisasi non-profit d) net Networks (backbone Internet) e) gov Organisasi pemerintah non militer f) mil Organisasi pemerintah militer g) num No telpon h) arpa Reverse DNS i) xx dua-huruf untuk kode Negara (id:indonesia.my:malaysia,au:australia)

3. Second-Level Domains Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

4. Host Names Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

2.5. Komponen Kerja DNS

Untuk memahami kerja DNS, harus dipahami terlebih dahulu komponenkomponen yang bekerja di dalamnya. Gambar berikut mengilustrasikan komponen DNS secara sederhana :

Keterangan : Cache : media penyimpanan sementara Resolver : bagian dari program aplikasi yang berfungsi menjawab pertanyaan tentang domain (local DNS)

Cara kerja resolver : Resolver menjawab pertanyaan dari client meliputi dua cara : Resolver memeriksa cache-nya jika jawaban yang diminta terdapat di dalam cachenya, maka resolver kemudian akan memberikan jawaban berupa IP address dari alamat yang dimaksud. Jika tidak terdapat jawaban dalam cache, maka resolver akan bertanya kepada DNS server serta menginteprestasikan hasilnya. Pertanyaannya kepada DNS server membuat DNS server yang defaultnya memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Jika informasi Zona File dari DNS server tidak ditemukan, maka DNS server akan mengirimkan message failure kepada client. Kemudian client akan menghubungi DNS Server yang lain untuk memberikan jawaban berupa IP Address dari alamat yang dimaksud kepada DNS Server Lokal untuk kemudian dikirim ke client yang merequest-nya.

Proses tersebut dengan Forward Lookup Query , yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

2.6. Cara Kerja DNS

User ingin mengakses www.facebook.com. Proses yang terjadi agar user dapat menghubungi komputer www.facebook.com adalah :

DNS client menghubungi DNS server lokal untuk mendapatkan IP address dari www.facebook.com DNS server lokal memeriksa cache-nya, jika akses tersebut sudah pernah dilakukan sebelumnya, maka DNS server lokal akan mengambil IP address www.facebook.com dari data cache-nya.

Jika dalam data cache tidak ditemukan informasi yang dicari, maka kemudian DNS server lokal akan mengirimkan message failure kepada client bahwa IP address dari alamat yang diminta tidak ditemukan.

Kemudian client melakukan request kepada DNS server tertinggi yaitu '.' (dot) atau root server. Dan hasilnya akan dikembalikan lagi ke client. Jika tidak ditemukan lagi, maka client akan menghubungi DNS server .com (Top Level Domain). Hasilnya juga akan dikembalikan lagi ke client. Kemudian jika belum dapat ditemukan, client akan menghubungi DNS Server www.facebook.com DNS server www.facebook.com memberikan IP address dari subdomain www.facebook.com IP address tersebut kemudian dikirimkan kembali ke DNS server lokal untuk diberikan kepada browser dan kemudian dicatat dalam data cache DNS server lokal. Browser mengarah ke IP address yang dimaksud untuk mengakses komputer pada IP address tersebut. Sehingga user sekarang dapat mengakses www.facebook.com.

2.7. File Konfigurasi DNS

Beberapa file konfigurasi dan direktori utama DNS Server yang harus kita perhatikan adalah :

a) File /etc/named.conf

Merupakan file konfigurasi utama. File ini disebut boot script dan bind9 akan menggunakannya sebagai acuan yang akan menentukan cara kerja server. File ini cukup sensitif, perhatikan pemakaian huruf besar/kecil, tanda baca, simbol-simbol, dan sebagainya. Konfigurasi zona terdiri dari dua mekanisme yang beda yaitu forward dan reverse. Konfigurasi forward memetakan IP Address menjadi hostname dan reverse memetakan kebalikannya yaitu hostname menjadi IP Address.

Penjelasan :

Zona forward :

1. Sintaks zone "sisjarkom".com { merupakan awal dari zona sisjarkom.local. 2. Pernyataan type master; baris ini untuk menyatakan bahwa NS kita berjenis primary atau master. Jika ingin membangun secondary NS pernyataannya menjadi type slave; dan untuk caching NS pernyatannya type hint; Sebuah penyataan selalu diakhiri dengan simbol ; (titik koma). Jika tidak maka akan dianggap masih ada kelanjutannya. 3. Baris file "/etc/named/db.sisjarkom"; baris ini menyatakan nama file untuk zona sisjarkom.local di direktori /etc/named.

Zona reverse :
1. Sintak zone "2.168.192.in-addr.arpa" { merupakan awal dari zona reverse. Angka

2.168.192 didapat dari alamat kebalikan dari network address dari zona sisjarkom.local, dikurangi dengan oktet terakhir. Misal disini alamat networknya adalah 192.168.2.101 maka dihilangkan terlebih dahulu oktet terakhir menjadi 192.168.2 kemudian penulisannya dibalik menjadi 2.168.192 lalu ditambahkan inaddr.arpa sehingga hasil akhirnya menjadi 2.168.192.in-addr.arpa.
2. Pernyataan type master; baris ini untuk menyatakan bahwa NS kita berjenis master. 3. Baris berikutnya file "/etc/named/db.reverse"; baris ini menyatakan nama file untuk

zona reverse yang berada di direktori /etc/named.

b) File Zona

File ini sebenarnya hanya merupakan file text biasa yang berisi informasi yang berkaitan dengan suatu domain. Dalam zona file tersedia satu set informasi untuk setiap domain. Set informasi yang dimaksud bisa berupa IP address, nama alias domain host tersebut, name domain pada named.conf dengan statement server yang bertanggung jawab untuk domain tersebut dan lain sebagainya. Masing-masing informasi ini dikenal dengan istilah resource record. Pada contoh sebelumnya disebutkan bahwa file zona forward ada di /etc/named/db.sisjarkom dan file zona reverse ada di file /etc/named/db.reverse. Penempatan file tersebut tidak harus selalu berada dalam folder /etc/named, dengan nama db.sisjarkom maupun db.reverse. Kita bisa saja membuat file zona forward di /home/sisjarkom/db.mastimur, asalkan sesuai dengan konfigurasi di /etc/named.conf.

Format standard resource record : {name} {ttl} addr-class record type record specific data.

Kolom 1 berisi nama dari domain record. Penulisannya harus dimulai dari kolom pertama. Kolom 2 berisi TTL (Time to Live) yaitu lamanya data boleh disimpan dalam database. Kolom 3 berisi address class. Kolom 4 berisi tipe resource record.

c) Start of Authority (SOA) SOA digunakan untuk mendeklarasikan hostname yang merupakan awal dari suatu zona. Format dasar SOA adalah :

Penjelasan : 1. Zone : Deklarasi nama zona (bila diawali dengan karakter '@' berarti type master merupakan asal dari zona tersebut 2. Gin : Deklarasi 3. Contact : Deklarasi email address administrator penanggung jawab domain 4. Serial : Nomor seri zona file (biasanya berupa tanggal pembuatan) 5. Refresh : Selang waktu (detik) yang diperlukan secondary server untuk memeriksa perubahan zona file pada primary server 6. Retry : Berapa lama secondary server menunggu untuk mengulang pengecekan terhadap primary server apabila primary server tidak memberikan respon saat proses refresh 7. Expire : Berapa lama zona file dipertahankan secondary server apabila secondary server tidak dapat melakukan refresh. 8. Minimum : Nilai default Time to Live untuk semua resource record pada zona file. Komponen lain yang terdapat dalam zona file adalah : 1. Name Server Record (NS) : Identifikasi authoritative server dari suatu zona (sebaiknya lebih dari satu sebagai tindakan pencegahan apabila primary server tidak dapat diakses oleh secondary server) 2. Address Record (A) : Memetakan hostname ke IP address 3. Mail Exchanger Record (MX) : Berfungsi untuk mengarahkan mail untuk suatu host maupun suatu domain ke host yang berfungsi sebagai mail server 4. Canonical Name : Mendefinisikan alias (nickname) suatu host 5. Pointer Record (PTR) : Mendefinisikan reverse address suatu hostname

d) File /etc/resolv.conf Berisi daftar IP Address NS yang akan digunakan. File ini akan dibaca oleh resolver dan digunakan oleh komputer server dan client

BAB III KESIMPULAN

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

DAFTAR PUSTAKA

http://nasukabae.blogspot.com/2010/06/makalah-dns.html http://sisjarkom.informatics.uii.ac.id/BAB_IV.pdf