Anda di halaman 1dari 260

1

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG


DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK)
DAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM)
Studi Kasus : Rusunawa 2 Twin Blok Pringwulung Sleman Yogyakarta

PROYEK AKHIR
Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
Untuk memenuhi Sebagian Persyaratan
Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya

Di susun Oleh:
Amdhani Prihatmoko Wibowo
07510134005

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012

MOTTO
This is my number one recipe for a successful life I imagine how my ideal life five years
from now will be like and then I live that dream life today.
There is but one success to be able to spend your life in your own way.
I` you ^ont b[v_ [ vcscon `or tb_ `uture, then your future is threatened to be a repeat of the
past.
I ^ont know tb_ k_y to su]]_ss, \ut tb k_y to `[clur_ cs trycna to pl_[s_ _v_ry\o^y.
Better lite than never.

PERSEMBAHAN
Karya ini kepersembahkan kepada:
Ibuku tercinta yang banyak mengorbankan segalanya untuk anaknya, kesedihannya,
penderitaannya yang sama sekali tidak pernah menuntut sesuatu untuk dirinya. Ibu yang tidak
pernah mengeluh akan keinginan ataupun kegagalan anaknya. Yang ke pelajari dari ibu adalah
hidup yang Allah SWT berikan kepadanya hanyalah untuk keluarga terutama anaknya. Setiap
tetes air mata dan keringat darimu adalah mutiara yang tak ternilai harganya. I love you so
mu]b mom . !!!!
Ayahku yang hebat dan penuh kesabaran,
Kakakku tersayang yang banyak sekali membantu baik dalam urusan pendidikanku ataupun
kehidupanku,
J[ao[n k_]clku Ar[nsb[ Z[qc A^bz[nc k[u sura[ t_rcn^[bku s[y[na,
Istriku tercinta Yusi Prawesti yang selalu memotivasi, mendukung dan bersabar atas semua
yang ku lakukan. Kau adalah anugerah terindah yang pernah ku miliki seumur hidupku.
Your_ my lc`_ your_ my _v_rytbcna you m[k_ tbcs worl^ \_[utc`ull lck_ b_[v_n.
Teman-teman jurusanku yang sudah membantu terselesaikannya Proyek Akhir ini. Jasa kalian
tidak pernah ku lupakan seumur hidupku.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN


SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN SISTEM
RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM)
Studi Kasus : Rusunawa 2 Twin Blok Pringwulung Sleman Yogyakarta
Oleh:
Amdhani Prihatmoko Wibowo
NIM. 07510134005
ABSTRAK
Perancangan struktur beton bertulang pada struktur bangunan Rusunawa 2 Twin
Blok Sleman Yogyakarta ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya beban gravitasi
dan beban gempa yang bekerja. (2) Dimensi balok dan kolom yang mampu menahan
beban gempa rencana yang bekerja dan formasi penulangan pada elemen struktur balok
dan kolom. (3) Gambar detail penulangan balok dan kolom dari hasil perencanaan.
Dalam tugas akhir ini akan direncanakan struktur gedung beton bertulang
menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Rangka
Pemikul Momen Menengah (SRPMM) sesuai dengan SNI 03-2847-2002 dan SNI 17262002. Dimana bangunan model Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) akan
menggunakan Strong Column and Weak Beam (kolom kuat dan balok lemah). Struktur
yang akan direncanakan adalah gedung hunian 5 lantai dan terletak di wilayah 4, dimana
ditinjau dengan menggunakan analisa pengaruh beban statik ekuivalen. Sistem Rangka
Pemikul Momen adalah Sistem rangka ruang dalam mana komponen-komponen struktur
dan join-joinnya menahan gaya-gaya yang bekerja melalui aksi lentur, geser dan aksial.
Pada SRPMK diperoleh tulangan longitudinal balok B1 (300x500) dengan 5D25
tulangan tarik, 3D25 tulangan tekan pada bagian tumpuan dan 3D25 tulangan tarik, 2D25
tulangan tekan pada bagian lapangan; balok B2 (300x500) dengan 5D25 tulangan tarik,
3D25 tulangan tekan pada bagian tumpuan dan 2D25 tulangan tarik, 2D25 tulangan tekan
pada bagian lapangan; balok B3 (250x300) dengan 3D25 tulangan tarik, 2D25 tulangan
tekan pada bagian tumpuan dan 2D25 tulangan tarik, 2D19 tulangan tekan pada bagian
lapangan; kolom 700 dengan 20D19; kolom 600 dengan 16D19; dan kolom 500 dengan
16D16. Tulangan transversal kolom 700 adalah D12-120 sepanjang l0 dan D12-350
ditengah bentang; kolom 600 adalah D12-120 sepanjang l0 dan D12-200 ditengah
bentang; dan kolom 500 adalah D10-100 sepanjang l0 dan D10-200 ditengah bentang.
Pada SRPMM diperoleh tulangan longitudinal balok B1 (300x500) dengan 6D25
tulangan tarik, 3D25 tulangan tekan pada bagian tumpuan dan 3D25 tulangan tarik, 2D25
tulangan tekan pada bagian lapangan; balok B2 (300x500) dengan 6D25 tulangan tarik,
2D25 tulangan tekan pada bagian tumpuan dan 2D25 tulangan tarik, 2D25 tulangan tekan
pada bagian lapangan; balok B3 (250x300) dengan 3D16 tulangan tarik, 2D16 tulangan
tekan pada bagian tumpuan dan 2D16 tulangan tarik, 2D16 tulangan tekan pada bagian
lapangan; kolom 700 dengan 18D19; kolom 600 dengan 14D19; dan kolom500 dengan
14D16. Tulangan transversal kolom 700 adalah D12-70 sepanjang l0 dan D12-400
ditengah bentang; kolom 600 adalah D12-100 sepanjang l0 dan D12-200 ditengah
bentang; dan kolom 500 adalah D12-130 sepanjang l0 dan D12-400 ditengah bentang.
Kata kunci: SRPMK, SRPMM, strong column weak beam.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan
hidayahnya sehingga Tugas Akhir ini dapat selesai disusun. Tugas Akhir ini
merupakan persyaratan guna menyelesaikan pendidikan Diploma Teknik D3
Program studi Teknik Sipil Universitas Negeri Yogyakarta.
Tak lupa pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada:
1. Bapak Dr. Moch. Bruri Triyono, selaku Dekan Fakultas Teknik UNY.
2. Bapak Slamet Widodo, S.T, M.T., selaku dosen pembimbing yang telah
memberikan segala arahan dan bimbingan selama penulisan Proyek Akhir ini.
3. Bapak Ir. Surahmad Mursidi, selaku dosen pembimbing akademik yang telah
banyak memberikan pengarahan dan bimbingan akademik.
4. Bapak Agus Santoso, M. Pd, selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil dan
Perencanaan Fakultas Teknik UNY.
5. Istriku tercinta Yusi Prawesti yang selalu mendukung penyusunan Proyek
Akhir ini.
6. Teman-teman Jurusan Teknik Sipil angkatan 2007.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan Proyek Akhir ini
terdapat banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis
dengan tangan terbuka mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari
pembaca. Akhirnya, dengan segala keterbatasan, semoga laporan ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca.
Yogyakarta,

Mei 2012

Penulis,

Amdhani P. Wibowo
NIM. 07510134005

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK

vi

KATA PENGANTAR ..

vii

DAFTAR ISI .

viii

DAFTAR TABEL

xii

DAFTAR GAMBAR

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

xvi

DAFTAR NOTASI ...

xvii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

1.2 Identifikasi Masalah

1.3 Batasan Masalah .

1.4 Rumusan Masalah ...

1.5 Tujuan Kajian .

1.1 Manfaat Kajian ...

BAB II DASAR TEORI


2.1 Pendahuluan

2.2 Beton Bertulang ..

2.3 Ketentuan Perencanaan Pembebanan .

2.3.1 Pembebanan ...

2.3.2 Deskripsi Pembebanan ...

2.3.2.1 Beban Mati (DL) .

2.3.2.2 Beban Hidup (LL) ...

2.3.2.3 Beban Gempa (E)

10

2.3.2.4 Arah Pembebanan Gempa ...

13

2.3.3 Kombinasi Pembebanan .

14

2.4 Persyaratan Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)

15

2.4.1 Komponen Struktur Lentur pada SRPMK .

15

2.4.1.1 Ruang Lingkup

15

2.4.1.2 Tulangan Longitudinal

15

2.4.1.3 Tulangan Transversal ..

16

2.4.1.4 Persyaratan Kuat Geser ...

18

2.4.2 Komponen Struktur yang Menerima Kombinasi Lentur dan Beban


Aksial pada SRPMK ..

19

2.4.2.1 Ruang Lingkup

19

2.4.2.2 Kuat Lentur Minimum Kolom

19

2.4.2.3 Tulangan Memanjang .

20

2.4.2.4 Tulangan Transversal ..

20

2.4.2.5 Persyaratan Kuat Geser ...

22

2.4.3 Hubungan Balok Kolom

23

2.4.3.1 Ketentuan Umum

23

2.4.3.2 Tulangan Transversal ..

23

2.4.3.3 Kuat Geser ...

24

2.4.3.4 Panjang Penyaluran Tulangan Tarik ...

25

2.5 Persyaratan Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah


(SRPMM)

26

2.5.1 Detail Penulangan ..

26

3.5.1 Kuat Geser .

26

4.5.1 Balok ..

27

5.5.1 Kolom

28

2.6 Kondisi Penulangan pada Balok Beton ..

29

BAB III METODOLOGI KAJIAN


3.1 Objek Kajian ...

35

3.2 Lokasi Kajian ..

35

3.3 Waktu Kajian ..

35

3.4 Metode Pengumpulan Data .

35

3.5 Analisis Data ...

36

BAB IV APLIKASI PERHITUNGAN

10

4.1 Deskripsi Model Struktur

38

4.2 Data Geometri Struktur ...

39

4.3 Preliminari Struktur

39

4.3.1 Material ..

39

4.3.2 Balok dan Kolom ...

39

4.3.3 Plat .

40

4.3.4 Pondasi ...

40

4.4 Pembebanan Struktur ..

40

4.4.1 Beban Atap .

40

4.4.2 Perencanaan Dimensi dan Pembebanan Tangga

43

4.4.3 Beban Mati Beton ..

47

4.4.4 Beban Hidup pada Plat Lantai ...

48

4.4.5 Beban Gempa .

48

4.4.6 Beban Angin ..

52

4.5 Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus .

54

4.5.1 Analisis Terhadap T Rayleigh ...

54

4.5.2 Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B1 (350x500) .

57

4.5.3 Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B2 (350x500) .

75

4.5.4 Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B3 (250x300) .

92

4.5.5 Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 700x700

108

4.5.6 Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 600x600 ...

115

4.5.7 Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 500x500 ...

119

4.5.8 Kuat Kolom

123

4.6 Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah

126

4.6.1 Analisis Terhadap T Rayleigh ...

126

4.6.2 Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B1 (300x500) .

129

4.6.3 Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B2 (300x500) .

138

4.6.4 Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B3 (250x300) .

147

4.6.5 Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 700x700 ...

157

4.6.6 Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 600x600 ...

164

4.6.7 Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 500x500 ...

168

11

4.7 Momen, Beban Aksial dan Gaya Geser Nominal pada suatu Elemen

172

4.8 Gambar Denah, Peninjauan dan Detail Penulangan Balok Kolom

173

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.8 Kesimpulan .

190

6.8 Saran ...

193

DAFTAR PUSTAKA ..

194

12

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

Jenis dan kelas baja tulangan menurut SII 0136-80 .

Tabel 2.2

Batasan tebal selimut beton ..

Tabel 2.3

Klarifikasi Sistem Rangka Pemikul Momen beserta faktor R


dan O0 ...

11

Tabel 2.4

Faktor Keutamaan I ..

12

Tabel 4.1

Ukuran La batang kuda-kuda

41

Tabel 4.2

Nilai Koefisien ...

49

Tabel 4.3

Berat Struktur untuk SRPMM dan SRPMK .....

50

Tabel 4.4

Gaya gempa untuk Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus

51

Tabel 4.5

Gaya gempa untuk Struktur Rangka Pemikul Momen


Menengah ..

51

Tabel 4.6

Analisis T Rayleigh SRPMK arah X

54

Tabel 4.7

Analisis T Rayleigh SRPMK arah Y

55

Tabel 4.8

Analisis s akibat gempa pada SRPMK arah X

55

Tabel 4.9

Analisis s akibat gempa pada SRPMK arah Y

56

Tabel 4.10

Analisis m akibat gempa pada SRPMK arah X ...

56

Tabel 4.11

Analisis m akibat gempa pada SRPMK arah Y ...

56

Tabel 4.12

Resume Momen untuk Balok (B1) 300x500 pada SRPMK .

57

Tabel 4.13

Momen Envelope pada balok akibat beban gravitasi dan


beban gempa .

61

Tabel 4.14

Gaya geser di Muka Kolom Eksterior dan Interior ...

71

Tabel 4.15

Resume Momen untuk Balok (B2) 300x500 pada SRPMK .

75

Tabel 4.16

Momen Envelope pada balok akibat beban gravitasi dan


beban gempa .

78

Tabel 4.17

Gaya geser di Muka Kolom Eksterior dan Interior ...

88

Tabel 4.18

Resume Momen untuk Balok (B3) 250x300 pada SRPMK .

92

Tabel 4.19

Momen Envelope pada balok akibat beban gravitasi dan


beban gempa .

Tabel 4.20

95

Gaya geser di Muka Kolom Eksterior dan Interior ... 104

13

Tabel 4.21

Resume Momen Kolom 700x700 pada SRPMK ..

108

Tabel 4.22

Resume Momen Kolom 600x600 pada SRPMK ..

115

Tabel 4.23

Resume Momen Kolom 500x500 pada SRPMK ..

119

Tabel 4.24

Analisis T Rayleigh SRPMM arah X ...

126

Tabel 4.25

Analisis T Rayleigh SRPMM arah Y ...

127

Tabel 4.26

Analisis s akibat gempa pada SRPMM arah X 127

Tabel 4.27

Analisis s akibat gempa pada SRPMM arah Y 128

Tabel 4.28

Analisis m akibat gempa pada SRPMM arah X ... 128

Tabel 4.29

Analisis m akibat gempa pada SRPMM arah Y ... 128

Tabel 4.30

Resume Momen untuk Balok (B1) 300x500 pada SRPMM

129

Tabel 4.31

Resume Momen untuk Balok (B2) 300x500 pada SRPMM

138

Tabel 4.32

Resume Momen untuk Balok (B3) 250x300 pada SRPMM

147

Tabel 4.33

Resume Momen untuk Kolom 700x700 pada SRPMM ...

157

Tabel 4.34

Resume Momen untuk Kolom 600x600 pada SRPMM ...

164

Tabel 4.35

Resume Momen untuk Kolom 500x500 pada SRPMM ...

168

Tabel 4.36

Momen, Beban Aksial dan Gaya Geser Nominal (kNm) .

172

14

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1

Wilayah Gempa Indonesia ..

Gambar 2.1

Respons Spektrum Gempa Rencana Wilayah 4 ..

10

Gambar 2.2

Kombinasi Arah Beban Gempa ..

14

Gambar 2.3

Contoh Senkang Tertutup yang dipasang bertumpuk .

17

Gambar 2.4

Perencanaan geser untuk balok-kolom ...........

18

Gambar 2.5

Contoh tulangan transversal pada kolom ............

21

Gambar 2.6

Luas efektif hubungan balok-kolom ...

24

Gambar 2.7

Gaya Lintang Rencana untuk SRPMM ...

27

Gambar 2.8

Penampang Persegi Bertulangan Tunggal ..

31

Gambar 2.9

Penampang Persegi Bertulangan Rangkap .

33

Gambar 3.1

Bagan alir perencanaan struktur beton bertulang ............

37

Gambar 4.1

Denah struktur yang direncanakan ..

38

Gambar 4.2

Rencana Atap Kuda-kuda ...

41

Gambar 4.3

Ruang Tangga 1 ..

44

Gambar 4.4

Ruang Tangga 2 ..

46

Gambar 4.5

Penampang melintang balok T ............

60

Gambar 4.6

Sketsa Penulangan penampang-penampang kritis balok (B1)


300x500 pada SRPMK ...........

Gambar 4.7

Sketsa Penulangan penampang-penampang kritis balok (B2)


300x500 pada SRPMK ...........

Gambar 4.8

69

86

Sketsa Penulangan penampang-penampang kritis balok (B3)


250x300 pada SRPMK ...........

102

Gambar 4.9

Diagram Interaksi Kolom 700x700 .

124

Gambar 4.10

Diagram Interaksi Kolom 600x600 .

125

Gambar 4.11

Diagram Interaksi Kolom 500x500 .

125

Gambar 4.12

Penampang Balok Daerah Tumpuan (B1) 300x500 pada SRPMM

134

Gambar 4.13

Penampang Balok Daerah Lapangan (B1) 300x500 pada SRPM

137

Gambar 4.14

Penampang Balok Daerah Tumpuan (B2) 300x500 pada SRPMM

142

Gambar 4.15

Penampang Balok Daerah Lapangan (B2) 300x500 pada SRPMM

146

Gambar 4.16

Penampang Balok Daerah Tumpuan (B3) 250x300 pada SRPMM

152

Gambar 4.17

Penampang Balok Daerah Lapangan (B3) 250x300 pada SRPMM

155

15

Gambar 4.18

Denah Bangunan ............

173

Gambar 4.19

Denah Balok Lantai 1 4 Typical ..

174

Gambar 4.20

Denah Balok Lantai 5 (Lantai Atasp) .

175

Gambar 4.21

Balok Tinjauan Sumbu Lemah ...........

176

Gambar 4.22

Balok Tinjauan Sumbu Kuat ...

177

Gambar 4.23

Denah Kolom Lantai 1 ............

178

Gambar 4.24

Denah Kolom Lantai 2 & 3 .....

179

Gambar 4.25

Denah Kolom Lantai 4 & 5 .....

180

Gambar 4.26

Denah Balok Precast Lantai 1 5 Typical .

181

Gambar 4.27

Penulangan Balok Precast ..

181

Gambar 4.28

Denah Kolom Precast Lantai 1 5 Typical ....

182

Gambar 4.29

Penulangan Kolom Precast .

182

Gambar 4.30

Kolom yang ditinjau ............

183

Gambar 4.31

Formasi penulangan balok (B1) 300x500 mm SRPMK .............

183

Gambar 4.32

Formasi penulangan balok (B2) 300x500 mm SRPMK .

184

Gambar 4.33

Formasi penulangan balok (B3) 250x300 mm SRPMK .

185

Gambar 4.34

Penulangan kolom 700x700 mm SRPMK ..

185

Gambar 4.35

Penulangan kolom 600x600 mm SRPMK ..

186

Gambar 4.36

Penulangan kolom 500x500 mm SRPMK ..

186

Gambar 4.37

Formasi penulangan balok (B1) 300x500 mm SRPMM

187

Gambar 4.38

Formasi penulangan balok (B2) 300x500 mm SRPMM

187

Gambar 4.39

Formasi penulangan balok (B3) 250x300 mm SRPMM

188

Gambar 4.40

Penulangan Kolom 700x700 mm SRPMM

188

Gambar 4.41

Penulangan Kolom 600x600 mm SRPMM

189

Gambar 4.42

Penulangan Kolom 500x500 mm SRPMM

189

16

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1. Printout SAP 2000
1. Balok B1 (300x500) SRPMK

2. Balok B2 (300x500) SRPMK

3. Balok B3 (250x300) SRPMK

15

4. Kolom (700x700) SRPMK

18

5. Kolom (600x600) SRPMK

20

6. Kolom (500x500) SRPMK

22

7. Balok B1 (300x500) SRPMM ...

24

8. Balok B2 (300x500) SRPMM ...

32

9. Balok B3 (250x300) SRPMM ...

38

10. Kolom (700x700) SRPMM

41

11. Kolom (600x600) SRPMM

43

12. Kolom (500x500) SRPMM

45

Lampiran 2. Gambar Kerja

48

17

DAFTAR NOTASI

Simbol

Keterangan

: Tinggi penampang tegangan persegi ekuivalen, mm

Ag

: Luas penampang bruto, mm2

As

: Luas tulangan tarik, mm2

As

: Luas tulangan tekan, mm2

Av

: Luas tulangan geser (dua kaki), mm2

A0

: Pengaruh puncak muka tanah akibat pengaruh gempa rencana

: Lebar penampang, mm

bf

: Lebar sayap balok-T, mm

: Koefisien gempa dasar

: Jarak sisi terluar ke garis netral, mm

Cc

: Gaya tekan pada beton, kN

Cs

: Gaya pada tulangan tekan, kN

Cv

: Faktor respons gempa vertikal

: Jarak dari sisi tekan terluar ke pusat tulangan tarik, mm

di

: Simpangan horizontal lantai tingkat ke-i

: Jarak dari sisi tekan terluar ke pusat tulangan tekan, mm

Dp

: Diameter tulangan pokok, mm2

Ds

: Diameter tulangan geser, mm2

DL

: Beban mati, kN

: Eksentrisitas gaya terhadap sumbu, mm

Ec

: Modulus elastisitas beton, MPa

Es

: Modulus elastisitas baja tulangan, MPa

El

: Kekuatan lentur komponen struktur tekan, Nmm2

fc

: Tegangan tulangan tarik, MPa

Fi

: Beban gempa nominal static ekuivalen, kN

fs

: Tegangan tulangan tarik, MPa

fs

: Tegangan tulangan tekan, MPa

fy

: Tegangan leleh baja yang disyaratkan, MPa

18

: Percepatan gravitasi, 9810 mm/det 2

: Tinggi penampang beton, mm

hf

: Tinggi plat beton, mm

hn

: Ketinggian gedung, m

: Faktor keutamaan gedung

Ig

: Momen inersia dari penampang bruto terhadap garis sumbunya, mm4

: Faktor panjang efektif kolom

ln

: Panjang bentang bersih kolom, mm

lu

: Panjang tak tertumpu kolom, mm

LL

: Beban hidup, kN

Mn

: Kapasitas momen nominal penampang, kNm

Mu

: Momen luar yang bekerja, kNm

Pn

: Beban aksial nominal, kN

Pu

: Beban aksial terfaktor, kN

: Faktor reduksi gempa

: Selimut beton, mm

: Spasi sengkang, mm

: Waktu getar alami fundamental struktur gedung, detik

Vc

: Kuat geser nominal yang disumbangkan oleh beton, kN

Vn

: Kuat geser nominal pada penampang, kN

Vs

: Kuat geser nominal yang disumbangkan oleh tulangan geser, kN

Vu

: Kuat geser terfaktor pada penampang, kN

WDL

: Berat beban mati bangunan, kN

Wi

: Berat lantai ke-i

WLL

: Berat beban hidup bangunan, kN

Wt

: Berat total bangunan, kN

zi

: tinggi tiap lantai gedung, m

: Faktor reduksi tinggi blok tegangan ekuivalen beton

: Rasio penulangan tarik

: Rasio penulangan tekan

: Rasio penulangan dalam keadaan seimbang

19

: Faktor reduksi kekuatan

: Faktor daktilitas struktur

: Kekakuan relatif kolom

20

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia terletak di daerah rawan gempa, untuk mengurangi resiko akibat
bencana gempa tersebut perlu direncanakan struktur bangunan tahan gempa.
Berdasarkan SNI 1726 tahun 2002, kota Yogyakarta telah diklasifikasikan kedalam
daerah yang telah memiliki resiko gempa sedang yang memiliki percepatan gempa
0.15 gravitasi (0.15 g).

Gambar 1.1 Wilayah Gempa Indonesia


Perencanaan tahan gempa pada umumnya didasarkan pada analisa elastik yang
diberi faktor beban untuk simulasi kondisi ultimit (batas). Kenyataannya, perilaku
runtuh struktur bangunan pada saat gempa adalah pada saat kondisi inelastis.
Dengan merencanakan suatu struktur dengan beban gempa, banyak aspek yang
mempengaruhinya diantaranya adalah periode bangunan. Periode bangunan itu
sangat dipengaruhi oleh massa struktur serta kekakuan struktur tersebut. Kekakuan
struktur sendiri dipengaruhi oleh kondisi struktur, bahan yang digunakan serta
dimensi struktur yang digunakan. Evaluasi untuk memperkirakan kondisi inelastik
struktur bangunan pada saat gempa perlu untuk mendapatkan jaminan bahwa
kinerjanya memuaskan pada saat terjadinya gempa. Bila terjadi gempa ringan,

21

bangunan tidak boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non struktural
maupun pada komponen strukturalnya. Bila terjadi gempa sedang, bangunan boleh
mengalami kerusakan pada komponen non strukturalnya, akan tetapi komponen
strukturalnya tidak boleh mengalami kerusakan. Bila terjadi gempa besar, bangunan
boleh mengalami kerusakan pada komponen non struktural maupun komponen
strukturalnya, akan tetapi penghuni bangunan dapat menyelamatkan diri.
Pada bangunan Rusunawa Pringwulung 2 Twin Blok direncanakan dan
dilaksanakan dengan menggunakan Prefabrication (prefabrikasi) yaitu industrialisasi
metode konstruksi dimana komponen-komponennya diproduksi secara massal
dirakit (assemble) dalam bangunan dengan bantuan crane dan alat-alat pengangkat
dan penanganan yang lain.
Dalam Tugas Akhir ini bangunan Rusunawa 2 Twin Block akan di redesign ulang
dengan metode konvensional. Struktur bangunan akan dibandingkan dengan model
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) dan Sistem Rangka Pemikul
Momen Khusus (SRPMK). Jenis bangunan SRPMK akan direncanakan dengan konsep
Strong Column and Weak Beam (kolom kuat dan balok lemah). Sistem Rangka
Pemikul adalah system rangka ruang dalam mana komponen-komponen struktur
dan join-joinnya menahan gaya-gaya yang bekerja melalui aksi lentur, geser dan
aksial.
Dalam Tugas Akhir ini perhitungan untuk bangunan Rusunawa 2 Twin Blok 5
lantai menggunakan Softwere SAP2000 V.7 dan perhitungan gaya/beban gempa
yang bekerja dengan metode Analisis Statik Ekuivalen.

1.2 Identifikasi Masalah


Semakin banyaknya masalah yang terjadi pada perencanaan dan pembangunan
suatu gedung dengan material beton bertulang diantaranya adalah :
a) Dimensi bangunan yang tidak sesuai dengan beban yang dipikul oleh bangunan;
b) Pondasi yang tidak sesuai dengan jenis tanah dan bangunan;
c) Bangunan yang diencanakan tidak memperhitungkan pengaruh gempa;
d) Tidak sesuainya desain dan analisis struktur pada daerah yang rawan gempa.

22

1.3 Batasan Masalah


Ruang lingkup pembahasan Tugas Akhir ini dibatasi pada:
a) Analisa Model Struktur gedung beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul
Momen Menengah dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus;
b) Aspek-aspek yang ditinjau:

Dimensi Balok dan Kolom;

Gaya dalam.

c) Kondisi tanah keras dan tidak mengalami pergerakan;


d) Asumsi hubungan Balok Kolom merupakan sambungan kaku (Rigid);
e) Perhitungan gempa menggunakan analisis statik ekivalen.

1.4 Rumusan Masalah


Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas maka dapat diambil
rumusan masalah, yaitu :
a) Berapa besarnya beban gravitasi dan beban gempa yang bekerja pada struktur
bangunan Rusunawa Pringwulung 2 Twin Blok?
b) Apakah

akan

diperoleh

besaran

gaya

dalam

yang

berbeda

jika

memperhitungkan komponen gempa pada SRPMK dan SRPMM?


c) Berapa dimensi balok dan kolom yang mampu menahan beban gempa rencana
yang bekerja dan formasi penulangan pada elemen struktur balok dan kolom?
d) Bagaimanakah gambar detail penulangan balok dan kolom dari hasil
perencanaan?

1.5 Tujuan Kajian


Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah :
a) Merencanakan komponen struktur gedung beton bertulang tahan gempa
dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah dan Sistem Rangka Pemikul
Momen Khusus kemudian merencanakan ulang kedua model struktur gedung
beton bertulang tersebut berdasarkan peraturan SNI 03-2847-2002.
b) Menghasilkan kesimpulan yang dapat membantu pengguna dalam hal
mendesain struktur bangunan.

23

1.6 Manfaat Kajian


a) Teoritis
Diharapkan dapat memberikan manfaat dan informasi secara lebih detail dalam
tata-cara perencanaan struktur beton bertulang tahan gempa.
b) Praktis
Dari hasil peremcanaan struktur beton bertulang tahan gempa 5 lantai pada
bangunan Rusunawa Pringwulung 2 Twin Block maka diharapkan dapat
diketahui beban gempa yang bekerja pada struktur beton bertulang dan dapat
merencanakan struktur beton bertulang yang mampu menahan beban gempa
rencana.

24

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Pendahuluan
Filosofi dasar dari perencanaan bangunan tahan gempa adalah terdapatnya.
Komponen struktur yang diperbolehkan untuk mengalami kelelehan. Komponen
struktur yang leleh tersebut merupakan komponen yang menyerap energi gempa
selama bencana gempa terjadi. Agar memenuhi konsep perencanaan struktur
bangunan tahan gempa tersebut, maka pada saat gempa kelelehan yang terjadi
hanya pada balok. Oleh karena itu kolom dan sambungan harus dirancang
sedemikian rupa agar kedua komponen struktur tidak mengalami kelelehan ketika
gempa terjadi.

2.2 Beton Bertulang


Beton adalah suatu campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, batu pecah, atau
agregat-agregat lain yang dicampur menjadi satu dengan suatu pasta yang terbuat
dari semen dan air membentuk suatu massa mirip batuan. Terkadang, satu atau
lebih bahan aditif ditambahkan untuk menghasilkan beton dengan karakteristik
tertentu, seperti kemudahan pengerjaan (workability), durabilitas dan waktu
pengerasan. (Mc Cormac, 2004:1).
Beton didapat dari pencampuran bahan-bahan agregat halus dan kasar yaitu
pasir, batu, batu pecah, atau bahan semacam lainnya dengan menambahkan
secukupnya bahan perekat semen, dan air sebagai bahan pembantu guna
keperluan reaksi kimia selama proses pengerasan dan perawatan beton
berlangsung (Dipohusodo, 1999:1).
Beton bertulang adalah merupakan gabungan logis dari dua jenis bahan: beton
polos yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi akan tetapi kekuatan tarik yang
rendah dan batang-batang baja yang ditanamkan didalam beton dapat memberikan
kekuatan tarik yang diperlukan. (Wang, 1993:1)
Beton tidak dapat menahan gaya tarik melebihi nilai tertentu tanpa mengalami
retak-retak. Untuk itu, agar beton dapat bekerja dengan baik dalam suatu sistem
struktur, perlu dibantu dengan memberinya perkuatan penulangan yang terutama

25

akan mengemban tugas menahan gaya tarik yang bakal timbul didalam sistem
(Dipohusodo, 1999:12).
Menurut Mc Cormac (2004), ada banyak kelebihan dari beton sebagai struktur
bangunan diantaranya adalah:
1. Beton memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan bahan
lain;
2. Beton bertulang mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap api dan air, bahkan
merupakan bahan struktur terbaik untuk bangunan yang banyak bersentuhan
dengan air. Pada peristiwa kebakaran dengan intensitas rata-rata, batangbatang struktur dengan ketebalan penutup beton yang memadai sebagai
pelindung tulangan hanya mengalami kerusakan pada permukaanya saja tanpa
mengalami keruntuhan;
3. Beton bertulang tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi;
4. Beton biasanya merupakan satu-satunya bahan yang ekonomis untuk pondasi
telapak, dinding basement, dan tiang tumpuan jembatan;
5. Salah satu ciri khas beton adalah kemampuanya untuk dicetak menjadi bentuk
yang beragam, mulai dari pelat, balok, kolom yang sederhana sampai atap kubah
dan cangkang besar;
6. Di bagian besar daerah, beton terbuat dari bahan-bahan lokal yang murah (pasir,
kerikil, dan air) dan relatif hanya membutuhkan sedikit semen dan tulangan
baja, yang mungkin saja harus didatangkan dari daerah lain.
Lebih lanjut, Mc Cormac (2004), juga menyatakan kekurangan dari penggunaan
beton sebagai suatu bahan struktur yaitu:
1. Beton memiliki kuat tarik yang sangat rendah, sehingga memerlukan
penggunaan tulangan tarik;
2. Beton bertulang memerlukan bekisting untuk menahan beton tetap
ditempatnya sampai beton tersebut mengeras;
3. Rendahnya kekuatan per satuan berat dari beton mengakibatkan beton
bertulang menjadi berat. Ini akan sangat berpengaruh pada struktur bentang
panjang dimana berat beban mati beton yang besar akan sangat mempengaruhi
momen lentur;

26

4. Rendahnya kekuatan per satuan volume mengakibatkan beton akan berukuran


relatif besar, hal penting yang harus dipertimbangkan untuk bangunanbangunan tinggi dan struktur-struktur berbentang panjang;
5. Sifat-sifat beton sangat bervariasi karena bervariasinya proporsi campuran dan
pengadukannya. Selain itu, penuangan dan perawatan beton tidak bisa ditangani
seteliti seperti yang dilakukan pada proses produksi material lain seperti baja
dan kayu lapis.
Dalam perencanaan struktur beton bertulang, beton diasumsikan tidak
memiliki kekuatan tarik sehingga diperlukan material lain untuk menanggung gaya
tarik yang bekerja. Material yang digunakan umumnya berupa batang-batang baja
yang disebut tulangan.
Untuk meningkatkan kekuatan lekat antara tulangan dengan beton di
sekelilingnya telah dikembangkan jenis tulangan uliran pada permukaan tulangan,
yang selanjutnya disebut sebagai baja tulangan deform atau ulir.
Mengacu SII 0136-80, Dipohusodo menyebutkan pengelompokan baja
tulangan untuk beton bertulang sebagaimana ditunjukan pada tabel berikut:
Tabel 2.1 Jenis dan kelas baja tulangan menurut SII 0136-80
Jenis

Kelas

Simbol

1
2
Ulir
1
2
3
4
5
Sumber: Dipohusodo:1999

BJTP-24
BJTP-30
BJTD-24
BJTD-30
BJTD-35
BJTD-40
BJTD-50

Polos

Batas Ulur
Maksimum
(MPa)
235
294
235
294
343
392
490

Kuat Tarik
Minimum
(MPa)
382
480
382
480
490
559
610

Berdasarkan SNI 03-2847-2002, untuk melindungi tulangan terhadap bahaya


korosi maka di sebelah tulangan luar harus diberi selimut beton. Untuk beton
bertulang, tebal selimut beton minimum yang harus disediakan untuk tulangan
harus memenuhi ketentuan berikut:
Tabel 2.2 Batasan tebal selimut beton
Kondisi Struktur

Tebal Selimut

27

Minimum (mm)
a) Beton yang dicor langsung di atas tanah dan selalu
70
berhubungan dengan tanah
b) Beton yang berhubungan dengan tanah atau
cuaca:

Batang D-19 hingga D-56


50

Batang D-16, jaring kawat polos P16 atau


40
ulir D16 dan yang lebih kecil
c) Beton yang tidak langsung berhubungan dengan
cuaca atau tanah:
Pelat dinding, pelat berusuk:

Batang D-44 dan D-56


40

Batang D-36 dan yang lebih kecil


20
Balok, kolom:

Tulangan utama, pengikat, sengkang, lilitan


40
spiral
Komponen struktur cangkang, pelat pelipat:

Batang D-19 dan yang lebih besar


20

Batang D-16, jaring kawat polos P16 atau


15
ulir D16 dan yang lebih kecil
Sumber: Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung SNI 032847-2002

2.3 Ketentuan Perencanaan Pembebanan


Perencanaan pembebanan ini digunakan beberapa acuan standar sebagai
berikut:
1) Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002);
2) Standar Perencanaan Ketahan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI
1726-2002);
3) Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SKBI-1987);
2.3.1

Pembebanan

Berdasarkan peraturan-peraturan diatas, struktur sebuah gedung harus


direncanakan kekuatannya terhadap bebab-beban berikut:
1. Beban Mati (Dead Load), dinyatakan dengan lambang DL;
2. Beban Hidup (Live Load), dinyatakan dengan lambang LL;

28

3. Beban Gempa (Earthquake Load), dinyatakan dengan lambang E;


4. Beban Angin (Wind Load), dinyatakan dengan lambang W.
2.3.2

Deskripsi Pembebanan

Beban-beban yang bekerja pada struktur bangunan ini adalah sebagai berikut:
2.3.2.1 Beban Mati (DL)
Beban mati yang diperhitungkan dalam struktur gedung bertingkat ini
merupakan berat sendiri elemen struktur bangunan yang memiliki fungsi
structural menahan beban. Beban dari berat sendiri elemen-elemen tersebut
diantaranya sebagai berikut:
Beton

= 2400 kg/m3

Tegel (24 kg/m2) + Spesi (21 kg/m2)

= 45 kg/m3

Plumbing

= 10 kg/m3

Plafond + Penggantung

= 18 kg/m3

Dinding bata

= 250 kg/m2

Beban tersebut harus disesuikan dengan volume elemen struktur yang akan
digunakan. Karena analisis dilakukan dengan program SAP2000, maka berat
sendiri akan dihitung secara langsung.
2.3.2.2 Beban Hidup (LL)
Beban hidup yang diperhitungkan adalah beban hidup selama masa layan.
Beban hidup selama masa konstruksi tidak diperhitungkan karena
diperkirakan beban hidup masa layan lebih besar daripada beban hidup pada
masa konstruksi. Beban hidup yang direncakan adalah sebagai berikut:

a) Beban Hidup pada Lantai Gedung


Beban hidup yang digunakan mengacu pada standar pedoman
pembebanan yang ada, yaitu sebesar 250 kg/m2.
b) Beban Hidup pada Atap Gedung
Beban hidup yang digunakan mengacu pada standar pedoman
pembebanan yang ada, yaitu sebesar 100 kg/m2.
2.3.2.3 Beban Gempa (E)
Beban gempa adalah beban yang timbul akibat percepatan getaran
tanah pada saat gempa terjadi. Untuk merencanakan struktur bangunan

29

tahan gempa, perlu diiketahui percepatan yang terjadi pada batuan dasar.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, wilayah Indonesia dapat
dibagi ke dalam 6 wilayah zona gempa.
Struktur bangunan yang akan direncanakan terletak pada wilayah gempa
4. Berikut ini adalah grafik dan tabel Respons Spektra pada wilayah gempa
zona 4 untuk kondisi tanah lunak, sedang, dan keras.

Gambar 2.1 Respons Spektrum Gempa Rencana Wilayah 4


(Sumber: SNI 1729-2002)
Analisis yang digunakan dalam perencanaan gempa ini adalah metode
analisis Statik Ekivalen yang bekerja pada gedung yang menirukan pengaruh
dari gerakan tanah akibat gempa tersebut.
Berdasarkan SNI 1726-2002, beban geser dasar nominal statik ekivalen
(V) yang terjadi di tingkat dasar dapat dihitung berdasarkan persamaan:

c.I
.Wt
R

(2.1)
Dimana:
V

adalah gaya geser dasar rencana total, N

adalah faktor modifikasi respons

Wt

adalah berat total struktur, N

adalah Faktor keutamaan gedung

30

adalah Nilai Faktor Respons Gempa yang didapat dari Spektrum


Respons Gempa Rencana untuk waktu getar alami fundamental dari
struktur gedung.

Berat total struktur Wt ditetapkan sebagai jumlah dari beban-beban berikut


ini:
1) Beban mati total dari struktur bangunan;
2) Bila digunakan dinding partisi pada perencanaan lantai maka harus
diperhitungkan tambahan beban sebesar 0,5 kPa;
3) Pada gudang-gudang dan tempat penyimpanan barang maka sekurangkurangnya 25% dari beban hidup rencana harus diperhitungkan;
4) Beban tetap total dari seluruh peralatan dalam struktur bangunan harus
diperhitungkan.
Tabel 2.3 Klarifikasi Sistem Rangka Pemikul Momen Beserta faktor R dan O0
Sistem Struktur

Deskripsi

Sistem Rangka yang ada 1. Sistem


pada dasarnya memiliki
rangka

ruang

secara

lengkap.
Beban

dipikul

Pemikul

8,5

2,8

Rangka

Pemikul

5,5

2,8

3,5

2,8

Momen Menengah
3. Sistem

lateral

O0

Momen Khusus

pemikul 2. Sistem

beban gravitasi

Rangka

Rangka

Pemikul

Momen Biasa

rangka terutama melalui


mekanisme lentur.
(Sumber: SNI 1729-2002)
Tabel 2.4 Faktor Keutamaan I
Kategori Gedung

Faktor Keutamaan
I1

I2

1,0

1,0

1,0

Monumen dan bangunan monumental

1,0

1,6

1,6

Gedung penting paska gempa seperti rumah sakit, instalasi

1,4

1,0

1,4

Gedung umum seperti untuk penghunian, perniagaan dan


perkantoran

air bersih, pembangkit tenaga listrik, pusat penyelamatan

31

dalam keadaan darurat, fasilitas radio dan televisi


Gedung untuk menyimpan bahan berbahaya seperti gas,

1,6

1,0

1,6

1,5

1,0

1,5

produk minyak bumi, asam dan beracun


Cerobong, tangki diatas menara
(Sumber: SNI 1729-2002)
Gaya geser nominal V harus dibagikan sepanjang tinggi struktur gedung
menjadi beban-beban gempa nominal statik ekivalen Fi yang menangkap
pada pusat massa lantai tingkat ke-i menurut persamaan:

Fi

Wi .Z i

.V

W .Z
i 1

(2.2)
Keterangan:
Wi = berat lantai tingkat ke-i, termasuk beban hidup yang sesuai;
Zi

= ketinggian lantai tingkat ke-i diukur dari taraf penjepitan lateral;

= nomor lantai tingkat paling atas.

Apabila rasio antara tinggi struktur gedung dan ukuran denahnya dalam
arah pembebanan gempa sama dengan atau melebihi 3, maka 0.1 V harus
dianggap sebagai beban horizontal terpusat yang menangkap pada pusat
massa lantai tingkat paling atas, sedangkan 0.9 V sisanya harus dibagikan
sepanjang tinggi struktur gedung menjadi beban-beban gempa nominal statik
ekivalen.
Untuk menentukan waktu getar alami struktur gedung beraturan dalam
arah masing-masing sumbu utama dapat ditentukan dengan rumus Rayleigh
sebagai berikut:
n

T 6,3

W .d
i 1
n

Keterangan:

2
i

g Fi .di
i 1

(2.3)

32

Wi = berat lantai tingkat ke-i, termasuk beban hidup yang sesuai;


Zi

= ketinggian lantai tingkat ke-i diukur dari taraf penjepitan lateral;

= nomor lantai tingkat paling atas;

di

= simpangan horizontal lantai tingkat ke-i dinyatakan dalam mm;

= percepatan gravitasi sebesar 9810 mm/detik2

2.3.2.4 Arah Pembebanan Gempa


Dalam perencanaan struktur gedung, arah utama pengarauh Gempa
Rencana harus ditentukan sedemikian rupa, sehingga pengaruh terbesar
terhadap unsur-unsur subsistem dan system struktur secara keseluruhan.
Untuk menstimulasikan arah pengaruh Gempa Rencana yang sembarang
terhadap struktur gedung, pengaruh pembebanan gempa dalam arah utama
yang ditentukan harus dianggap efektif 100% dan harus dianggap terjadi
bersamaan dengan pengaruh pembebanan gempa dalam arah tegak lurus
pada arah utama pembebanan tadi, tetapi dengan efektifitasnya hanya 30%.
Hal ini telah ditetapkan pada SNI 1726-2002 pasal 5.8.2.
Berikut adalah 4 kombinasi gempa

Gambar 2.2 Kombinasi Arah Beban Gempa


2.3.3

Kombinasi Pembebanan

Dengan mengacu pada kombinasi pembebanan SNI 1729-2002, standar


kombinasi pembebanan sebagai berikut:
1,4 DL;

33

1,2 DL + 1,6LL;
1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY;
1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY;
1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY;
1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY;
0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY;
0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY;
0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY;
0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY;
Keterangan:
DL =

Beban mati yang diakibatkan oleh berat konstruksi permanen,


termasuk dinding, lantai, atap, plafond, partisi tetap, tangga, dan
peralatan layan tetap;

LL =

Beban hidup yang ditimbulkan oleh penggunaan gedung, termasuk


kejut, tetapi tidak termasuk beban lingkungan seperti angin, hujan,
dan lain-lain;

2.4

E =

Beban gempa;

W=

Beban angin.

Persyaratan Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)


2.4.1

Komponen Struktur Lentur pada SRPMK (SNI 03-2847-2002 pasal 23.3)

2.4.1.1 Ruang Lingkup


Komponen struktur lentur pada SRPMK harus memenuhi syarat-syarat
dibawah ini:
1) Gaya aksial tekan terfaktor pada komponen struktur tidak boleh melebihi
0,1Agfc.
2) Bentang bersih komponen struktur tidak boleh kurang dari empat kali
tinggi efektifnya.
3) Perbandingan lebar terhadap tinggi tidak boleh kurang dari 0,3.
4) Lebarnya tidak boleh:
a. Kurang dari 250 mm

34

b. Lebih lebar dari lebar komponen struktur pendukung (diukur pada


bidang tegak lurus terhadap sumbu longitudinal komponen struktur
lentur) ditambah jarak pada tiap sisi komponen struktur pendukung
yang tidak melebihi tiga perempat tinggi komponen struktur lentur.
2.4.1.2 Tulangan Longitudinal
1) Pada setiap irisan penampang komponen struktur lentur:
Jumlah tulangan atas dan bawah tidak boleh kurang dari

Asmin

f 'c
bw d
4. fy

(2.4)

Tidak boleh kurang dari 1,4bwd/fy


Rasio tulangan tidak boleh melebihi 0,025.
Sekurang-kurangnya harus ada 2 batang tulangan atas dan dua
batang tulangan bawah yang dipasang secara menerus.
2) Kuat lentur positif komponen struktur lentur pada muka kolom tidak
boleh lebih kecil dari setengah kuat lentur negatifnya pada muka
tersebut. Baik kuat lentur negatif maupun kuat lentur positif pada setiap
penampang di sepanjang bentang tidak boleh kurang dari seperempat
kuat lentur terbesar yang disediakan pada kedua muka kolom tersebut.
3) Sambungan lewatan pada tulangan lentur hanya diizinkan jika ada
tulangan spiral atau sengkang tertutup yang mengikat bagian sambungan
lewatan tersebut. Spasi sengkang yang mengikat daerah sambungan
lewatan tersebut tidak melebihi d/4 atau 100 mm. Sambungan lewatan
tidak boleh digunakan pada:
a. Daerah hubungan balok kolom;
b. Daerah hingga jarak dua kali tinggi balok dari muka kolom;
c. Tempat-tempat

yang

berdasarkan

analisis,

memperlihatkan

kemungkinan terjadinya leleh lentur akibat perpindahan lateral


inelastik struktur rangka.
2.4.1.3 Tulangan Transversal
1) Sengkang tertutup harus dipasang pada komponen struktur pada daerahdaerah dibawah ini:

35

a. Pada daerah hingga dua kali tinggi balok diukur dari muka tumpuan
ke arah tengah bentang, di kedua ujung komponen struktur lentur.
b. Disepanjang daerah dua kali tinggi balok pada kedua sisi dari suatu
penampang

dimana

leleh

lentur

diharapkan

dapat

terjadi

sehubungan dengan terjadinya deformasi inelastik struktur rangka.


2) Sengkang tertutup pertama harus dipasang tidak melebihi 50 mm dari
muka tumpuan.
Jarak maksimum antara sengkang tertutup tidak boleh melebihi:
d/4;
delapan kali diameter terkecil tulangan memanjang;
24 kali diameter batang tulangan sengkang tertutup;
300 mm.
3) Pada daerah yang memerlukan sengkang tertutup, tulangan memanjang
pada perimeter harus mempunyai pendukung lateral.
4) Pada daerah yang tidak memerlukan sengkang tertutup, sengkang
dengan kait gempa pada kedua ujungnya harus dipasang dengan spasi
tidak lebih dari d/2 di sepanjang bentang komponen struktur.
5) Sengkang atau sengkang ikat yang diperlukan untuk memikul geser harus
dipasang di sepanjang komponen struktur.
6) Sengkang tertututp dalam komponen struktur lentur diperbolehkan
terdiri dari dua unit tulangan, yaitu: sebuah sengkang dengan kait gempa
pada kedua ujung dan ditutup oleh pengikat silang. Pada pengikat silang
yang berurutan yang mengikat tulangan memanjang yang sama, kait 90
derajat harus dipasang secara berselang-seling. Jika tulangan memanjang
yang diberi pengikat silang dikekang oleh pelat lantai hanya pada satu sisi
saja maka kait 90 derajatnya harus dipasang pada sisi yang dikekang.

36

Gambar 2.3 Contoh Sengkang Tertutup yang dipasang bertumpuk


(Sumber SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.3)

2.4.1.4 Persyaratan Kuat Geser


1) Gaya Rencana
Gaya geser rencana Ve harus ditentukan dari peninjauan gaya statik pada
bagian komponen struktur antara dua muka tumpuan. Momen-momen
dengan tanda berlawanan sehubungan dengan kuat lentur maksimum,
Mpr, harus dianggap bekerja pada muka-muka tumpuan, dan komponen
struktur tersebut dibebani dengan beban gravitasi terfaktor disepanjang
bentangnya.
2) Tulangan Transversal
Tulangan transversal sepanjang daerah yang ditentukan harus dirancang
untuk memikul geser gempa dengan menganggap Vc = 0, bila:
a. Gaya geser akibat gempa yang dihitung sesuai dengan gaya rencana
mewakili setengah atau lebih daripada kuat geser perlu maksimum di
sepanjang daerah tersebut,
b. Gaya aksial tekan terfaktor, termasuk akibat gempa, lebih kecil dari
Agfc/20.

37

Gambar 2.4 Perencanaan geser untuk balok-kolom


(Sumber SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.4)

2.4.2

Komponen Struktur Yang Menerima kombiasi Lentur dan Beban Aksial


pada SRPMK (SNI 03-2847-2002 Pasal 23.4)

2.4.2.1 Ruang Lingkup


Komponen struktur pada SRPMK harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:
1) Ukuran penampang terkecil, diukur pada garis lurus yang melalui titik
pusat geometris penampang, tidak kurang dari 300 mm;
2) Perbandingan antara ukuran terkecil penampang terhadap ukuran dalam
arah tegak lurusnya tidak kurang daro 0,4.
2.4.2.2 Kuat Lentur Minimum Kolom
1) Kuat lentur setiap kolom yang dirancang untuk menerima beban aksial
tekan terfaktor melebihi Agfc/10.
2) Kuat lentur kolom harus memenuhi

M 6 / 5 M
e

(2.5)

38

Adalah jumlah momen pada pusat hubungan balok-kolom,


sehubungan dengan kuat lentur nominal kolom yang
merangka pada hubungan balok-kolom tersebut. Kuat lentur
kolom harus dihitung untuk gaya-gaya aksial terfaktor, yang
sesuai dengan arah gaya-gaya lateral yang ditinjau, yang
menghasilkan nilai kuat lentur yang terkecil.

Adalah jumlah momen pada pusat hubungan balok-kolom,


sehubungan dengan kuat lentur nominal balok-kolom yang
merangka pada hubungan balok-kolom tersebut. Pada
konstruksi balok-T, dimana pelat dalam keadaan tertarik pada
muka kolom, tulangan pelat yang berada dalam daerah lebar
efektif pelat harus diperhitungkan dalam menentukan kuat
lentur nominal balok bila tulangan tersebut terangkur dengan
baik pada penampang kritis lentur.

3) Jika persamaan tersebut tidak dipenuhi maka kolom pada hubungan


balok-kolom tersebut harus direncanakan dengan memberikan tulangan
transversal yang dipasang disepanjang tinggi kolom.
2.4.2.3 Tulangan Memanjang
Rasio tulangan g tidak boleh kurang dari 0,01 dan tidak boleh lebih dari 0,06.
2.4.2.4 Tulangan Transversal
1) Ketentuan mengenai jumlah tulangan transversal
a. Rasio volumetrik tulangan spiral atau sengkang cincin s, tidak boleh
kurang dari:

0,12. f 'c
f y .h

(2.6)
Dan tidak boleh kurang dari:

Ag
f'
1 . c
Ac
fy

s 0, 45.
(2.7)

39

Dengan fy adalah kuat leleh tulangan spiral, tidak boleh diambil lebih
dari 400 MPa.
b. Luas total penampang sengkang tertutup persegi tidak boleh kurang
dari:

sh . f '
Ash 0,3 c c
f y .h

Ag

1
Ach

(2.8)

sh . f '
Ash 0, 09. c c
f y .h

(2.9)
c. Tulangan transversal harus berupa sengkang tunggal atau tumpuk.
Tulangan pengikat silang dengn diameter dan spasi yang sama
dengan diameter dan spasi sengkang tertutup boleh dipergunakan.
Tiap ujung tulangan pengikat silang harus terikat pada tulangan
longitudinal

terluar.

Pengikat

silang

yang

berurutan

harus

ditempatkan secara berselang-seling berdasarkan bentuk kait


ujungnya.
d. Bila kuat rencana pada bagian inti komponen struktur telah
memenuhi ketentuan kombinasi pembebanan termasuk pengaruh
gempa maka persamaan (2.8) dan (2.7) tidak perlu diperhatikan.
e. Bila tebal selimut beton di luar tulangan transversal pengekang
melebihi 100 mm, tulangan transversal tambahan perlu dipasang
dengan spasi tidak melebihi 300 mm. Tebal selimut di luar tulangan
transversal tambahan tidak boleh melebihi 100 mm.

40

Gambar 2.5 Contoh tulangan transversal pada kolom


(Sumber SNI 03-2847-2002 Pasal 23.4.4)
2) Tulangan transversal harus diletakkan dengan spasi tidak melebihi
daripada:
a. dari dimensi terkecil komponen struktur;
b. 6 kali diameter tulangan longitudinal;
c.

sx 100

350 hx
3

(2.10)
Nilai sx tidak perlu lebih besar daripada 150 mm dan tidak perlu lebih
kecil daripada 100 mm.
3) Tulangan pengikat silang tidak boleh dipasang dengan spasi lebih
daripada 350 mm dari sumbu ke sumbu dalam arah tegak lurus sumbu
komponen struktur.
4) Tulangan transversal harus dipasang disepanjang I0 dari setiap muka
hubungan balok-kolom dan juga sepanjang I0 pada kedua sisi dari setiap
penampang yang berpotensi membentuk leleh lentur akibat deformasi
lateral inelastik struktur rangka. I0 ditentukan tidak boleh kurang
daripada:
a. Tinggi penampang kompinen struktur pada muka hubungan balokkolom atau pada segmen yang berpotensi membentuk leleh lentur;
b. 1/6 bentang bersih komponen struktur;
c. 500 mm.

41

5) Bila gaya-gaya aksial terfaktor pada kolom akibat gempa melampaui


Agfc/10, dan gaya aksial tersebut berasal dari komponen struktur lainnya
yang sangat kaku yang didukungnya, misalnya dinsing, maka kolom
tersebut harus diberi tulangan transversal pada seluruh tinggi kolom.
6) Bila tulangan transversal tidak dipasang diseluruh panjang kolom maka
pada daerah sisanya harus dipasang tulangan spiral atau sengkang
tertutup dengn spasi sumbu ke sumbu tidak lebih daripada nilai terkecil
dari enam kali diameter tulangan longitudinal kolom atau 150 mm.
2.4.2.5 Persyaratan Kuat Geser
1) Gaya-gaya rencana
Gaya geser rencana, Ve, harus ditentukan dengan memperhitungkan
gaya-gaya maksimum yang dapat terjadi pada muka hubungan balokkolom pada setiap ujung komponen struktur. Gaya-gaya pada muka
hubungan balok-kolom tersebut harus ditentukan menggunakan kuat
momen maksimum, Mpr, dari komponen struktur tersebut yang terkait
dengan rentang beban-beban aksial terfaktor yang bekerja. Gaya geser
rencana tersebut tidak perlu lebih besar daripada gaya geser rencana
yang ditentukan dari kuat hubungan balok-kolom berdasarkan kuat
momen maksimum, Mpr, dari komponen struktur transversal yang
merangka dari hubungan balok-kolom tersebut. Gaya geser rencana, Ve,
tidak boleh lebih kecil daripada geser terfaktor hasil perhitungan analisis
struktur.
2) Tulangan transversal pada komponen struktur sepanjang I0, harus
direncanakan untuk memikul geser dengan menganggap Vc=0, bila:
a. Gaya geser akibat gempa mewakili 50% atau lebih dari kuat geser
perlu maksimum pada bagian sepanjang I0 tersebut;
b. Gaya tekan aksial terfaktor termasuk akibat pengaruh gempa tidak
melampaui Agfc/20.
2.4.3

Hubungan Balok Kolom (SNI 03-2847-2002 Pasal 23.5)

2.4.3.1 Ketentuaan Umum

42

1) Gaya-gaya pada tulangan longitudinal balok di muka hubungan balokkolom harus ditentukan dengan menganggap bahwa tegangan pada
tulangan tarik lentur adalah 1,25fy.
2) Kuat hubungan balok-kolom harus direncanakan menggunakan faktor
reduksi kekuatan.
3) Tulangan longitudinal balok yang berhenti pada suatu kolom harus
diteruskan hingga mencapai sisi jauh dari inti kolom terkekang.
4) Bila tulangan longitudinal balok diteruskan hingga melewati hubungan
balok-kolom, dimensi kolom dalam arah paralel terhadap tulangan
longitudinal balok tidak boleh kurang daripada 20 kali diameter tulangan
longitudinal terbesar balok untuk beton berat normal. Bila digunakan
beton ringan maka dimensi tersebut tidak boleh kurang daripada 26 kali
diameter tulangan longitudinal terbesar balok.
2.4.3.2 Tulangan Transversal
1) Tulangan berbentuk sengkang tertutup harus dipasang dalam daerah
hubungan balok-kolom, kecuali bila hubungan balok-kolom tersebut
dikekang oleh komponen-komponen struktur.
2) Pada hubungan balok-kolom dimana balok-balok, dengan lebar setidaktidaknya sebesar lebar kolom, merangka pada keempat sisinya, harus
dipasang tulangan transversal setidak-tidaknya sejumlah dari yang
ditentukan. Tulangan transversal ini dipasang di daerah hubungan balokkolom disetinggi balok terendah yang merangka ke hubungan tersebut.
Pada daerah tersebut, spasi tulangan transversal dapat diperbesar
menjadi 150 mm.
3) Pada hubungan balok-kolom, dengan lebar balok lebih besar daripada
kolom, tulangan transversal harus dipasang pada hubungan tersebut
untuk memberikan kekangan terhadap tulangan longitudinal balok yang
berada diluar daerah inti kolom, terutama bila kekangan tersebut tidak
disediakan oleh balok yang merangka pada tulangan tersebut.
2.4.3.3 Kuat Geser
1) Kuat geser nominal hubungn balok-kolom tidak boleh diambil lebih besar
daripada ketentuan berikut ini untuk beton berat normal.

43

Untuk hubungan balok-kolom yang terkekang pada keempat sisinya

1, 7. f 'c . Aj

Untuk hubungan yang terkekang pada ketiga sisinya atau dua sisi
yang

berlawanan

.................................

1, 25. f 'c . Aj

Untuk

hubungan

lainnya

.......................

1, 0. f 'c . Aj

Luas efektif hubungan balok-kolom Aj ditunjukkan pada gambar


2.6

Gambar 2.6 Luas efektif hubungan balok-kolom


(Sumber SNI 03-2847-2002 Pasal 23.5.3)
Suatu balok yang merangka pada suatu balok-kolom dianggap
memberikan kekangan bila setidak-tidaknya bidang muka hubungan
balok-kolom tersebut tertutupi oleh balok yang merangka tersebut.
Hubungan balok kolom dapat dianggap terkekang bila ada empat balok
merangka pada keempat sisi hubungan balok-kolom tersebut.
2) Untuk beton ringan, kuat geser nominal hubungan balok-kolom tidak
boleh diambil lebih besar daripada nilai-nilai yang diberikan oleh
ketentuan kuat geser.
2.4.3.4 Panjang Penyaluran Tulangan Tarik

44

1) Panjang penyaluran Idh untuk tulangan tarik dengan kait standar 90


dalam beton berat normal tidak boleh diambil lebih kecil daripada 8db,
150 mm, dan nilai yang ditentukan oleh:

ldh

f y .db
5, 4. f 'c

(2.11)
Untuk diameter tulangan sebesar 10 mm hingga 36 mm,
Untuk beton ringan, panjang penyaluran tulangan tarik dengan kait
standard 90 tidak boleh diambil lebih kecil daripada 10db, 190 mm, dan
1,25 kali nilai yang ditentukan persamaan (2.16). Kait standard 90 harus
ditempatkan di dalam inti terkekang kolom atau komponen batas.
2) Untuk diameter 10 mm hingga 36 mm, panjang penyaluran tulangan tarik
Id tanpa kait tidak boleh diambil lebih kecil daripada:
a. Dua setengah kali panjang penyaluran, bila ketebalan pengecoran
beton dibawah tulangan tersebut kurang dari 300 mm,
b. Tiga setengah kali panjang penyaluran, bila ketebalan pengecoran
beton dibawah tulangan tersebut melebihi 300 mm.
3) Tulangan tanpa kait yang berhenti pada hubungan balok-kolom harus
diteruskan melewati inti terkekang dari kolom atau elemen batas. Setiap
bagian dari tulangan tanpa kait yang tertanam bukan di dalam daerah inti
kolom terkekang harus diperpanjang sebesar 1,6 kali.
2.5

Persyaratan Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM)


(SNI 03-2847-2002 Pasal 23.10)
2.5.1

Detail Penulangan
Bila beban aksial tekan terfaktor pada komponen struktur tidak melebihi

(Agfc/10). Bila beban aksial tekan terfaktor pada komponen melebihi (Agfc/10),
maka 2.11.4 harus dipenuhi kecuali bila dipasang tulangan spiral sesuai
persamaan
2.5.2

Kuat Geser
Kuat geser rencana balok, kolom dan konstruksi pelat dua arah yang

memikul beban gempa tidak boleh kurang daripada:

45

1) Jumlah gaya lintang yang timbul akibat termobilisasinya kuat lentur nominal
komponen struktur pada setiap ujung bentang bersihnya dan gaya lintang
akibat beban gravitasi terfaktor.
2) Gaya lintang maksimum yang diperoleh dari kombinasi beban rencana
termasuk pengaruh beban gempa, E, dimana E diambil sebesar dua kali nilai
yang ditentukan dalam peraturan perencanaan tahan gempa.

Gambar 2.7 Gaya Lintang Rencana untuk SRPMM


(Sumber SNI 03-2847-2002 Pasal 23.10.3)
2.5.3

Balok

1) Kuat lentur positif komponen struktur lentur pada muka kolom tidak boleh
lebih kecil dari sepertiga kuat lentur negatifnya pada muka tersebut. Baik
kuat lentur negatif maupun kuat lentur positif pada setiap irisan penampang
disepanjang bentang tidak boleh kurang dari seperlima kuat lentur yang

46

terbesar yang disediakan pada kedua muka-muka kolom di kedua ujung


komponen struktur tersebut.
2) Pada kedua ujung komponen struktur lentur tersebut harus dipasang
sengkang sepanjang jarak dua kali tinggi komponen struktur diukur dari
muka perletakan kearah tengah bentang. Sengkang pertama harus dipasang
pada jarak tidak lebih daripada 50 mm dari muka perletakan.
Spasi maksimum sengkang tidak boleh melebihi:
a. d/4;
b. Delapan kali diameter tulangan longitudinal terkecil;
c. 24 kali diameter sengkang;
d. 300 mm
3) Sengkang harus dipasang di sepanjang bentang balok dengan spasi tidak
melebihi d/2.
2.5.4

Kolom

1) Spasi maksimum sengkang ikat yang dipasang pada rentang I 0 dari muka
hubungan balok-kolom adalah s0. Spasi s0 tersebut tidak boleh melebihi:
a. Delapan kali diameter sengkang ikat,
b. 24 kali diameter sengkang ikat,
c. Setengah dimensi penampang terkecil komponen struktur,
d. 300 mm.
Panjang I0 tidak boleh kurang daripada nilai terbesar berikut ini:
a. Seperenam tinggi bersih kolom,
b. Dimensi terbesar penampang kolom,
c. 500 mm.
2) Sengkang ikat pertama harus dipasang pada jarak tidak lebih daripada 0,5s0
dari muka hubungan balok-kolom.
3) Tulangan hubungan balok-kolom harus memenuhi:
Pada sambungan-sambungan elemen portal ke kolom harus disediakan
tulangan lateral dengan luas tidak kurang daripada yang diisyaratkan dalam
persamaan Av

75 f 'c .bw .s
(1200). f y

dan dipasang di dalam kolom sejauh tidak

kurang daripada tinggi bagian sambungan paling tinggi dari elemen portal

47

yang disambung, kecuali untuk sambungan yang bukan merupakan bagian


dari system utama penahan beban gempa, yang dikekang pada keempat
sisinya dan oleh balok atau pelat yang mempunyai ketebalan yang kira-kira
sama.
4) Spasi sengkang ikat pada sembarang penampang kolom tidak boleh melebihi
2.s0.

2.6 Kondisi Penulangan pada Balok Beton


2.6.1 Tulangan yang diperlukan
Beton bertulang direncanakan mengalami keruntuhan secara perlahan dan
bertahap. Hal tersebut dimungkinkan apabila tulangan beton terlebih dahulu
meleleh sebelum regangan beton mencapai maksimum (under-reinforced).
Dengan dasar perencanaan tersebut, SK-SNI-T-15-1991-03 pasal

3.3.3

membatasi jumlah tulangan tersebut berkaitan dengan ratio penulangan ().


Sedangkan arti ratio penulangan adalah perbandingan antara jumlah luas
penampang tulangan baja tarik terhadap luas efektif Penampang

As
.
b.d

Pembatasan dimaksud dalam SK-SNI-T-15-1991-03 pasal 3.3.3 adalah rasio


penulangan maksimum yang diijinkan, dibatas sebesar 0,75 kali rasio
penulangan keadaan seimbang (b), maks = 0,75.b, sedangkan rasio tulangan
seimbang (b). Menurut SK-SNI-T-15-1991-03 pasal 3.1.4(3) adalah sebesar

f c '.600
dan rasio penulangan minimum menurut SK-SNI f y .(600 f y )

b 0,85.1.

T-15-1991-03 pasal 3.3.5(1) adalah sebesar min

1, 4
. Syarat rasio penulangan
fy

beton bertulang harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : min < perlu < maks,
jika < min, maka yang diambil adalah min. Struktur harus direncanakan
sampai semua penampang mempunyai kuat rencana minimum sama dengan
kuat perlu, yang dihitung berdasarkan kombinasi beban gaya terfaktor.

48

Persyaratan tersebut disederhanakan menjadi sebagai berikut : Mu = .Mn,


dimana Mn = As.fy.(d-a/2), sedangkan a

As . f y
0,85. f c '.b

. Untuk mencari rasio

penulangan () yang akan menentukan luas tulangan dari satu penampang


beton

bertulang

dapat

perlu

0,85. f c '
2M n
1 1
fy
0,85. f c '.b.d 2

adalah

As

s perlu

.b.d,

/ 4.Dtul 2 .b
Asl

dan

jarak

digunakan

rumus

. Luas tulangan yang diperlukan

tulangan

yang

diperlukan

sebesar

dan jarak tulangan maksimum adalah smaks = 3.h (SK-SNI-T-

15-1991-03 pasal 3.16.6).


Kontrol kekuatan plat:
Kekuatan plat harus memenuhi syarat : Mn>Mu dan As>Asmin
dimana:

As min 0,002b.h
(2.12)
2.6.2 Kapasitas pada Balok
2.6.2.1 Desain penampang dengan tulangan tunggal
Permasalahan desain penampang persegi beton terhadap beban lentur
dengan tulangan tunggal (tanpa tulangan tekan) adalah menentukan luas
tulangan yang diperlukan As dengan terlebih dahulu mengetahui unsureunsur penampang beton yang terdiri dari: ukuran penampang dengan lebar,
b dan tinggi efektif, d; momen berfaktor, Mu; mutu beton, fc; dan mutu
tulangan, fy. Gambar 2.8 memperlihatkan penampang, distribusi regangan
dan diagram gaya dari penampang persegi bertulangan tunggal pada kondisi
batas yang menerima beban lentur.
Resultan gaya tarik tulangan sebagaimana Rumus 2.13
Ts = As fy
(2.13)

49

Gambar 2.8 Penampang Persegi Bertulangan Tunggal (Sudarmanto


1990)
Resultan gaya tekan beton sebagaimana Rumus 2.14
Cc = 0,85 fc a b
(2.14)
dengan: a: kedalaman tegangan tekan persegi ekivalen (mm).
Syarat keseimbangan gaya horizontal memberikan Rumus 2.15
Cc = Ts
(2.15)
Dengan memasukkan rumus 2.13 dan 2.14 kedalam rumus 2.15 didapat
kedalaman tegangan tekan persegi ekivalen diperoleh Rumus 2.16
a = Asfy/0,85 fcb
(2.16)
Dengan mendefinisikan rasio tulangan tarik terhadap penampang efektif
sebagaimana rumus 2.17
= As/bd
(2.17)
maka persamaan 2.16 dapat diselesaikan menjadi,
(a/d) = (fy)/(0,85fc)
(2.18)
dengan;

50

a = x
(2.19)
Untuk, fc 30 MPa nilai = 0,85 dan untuk fc 35 MPa, nilai

0,85 0,001 fc ' 30


Pasangan kopel gaya tarik tulangan Ts dan gaya tekan beton Cc dapat
memberikan kekuatan lentur nominal (momen dalam),
Mn = Ts (d (a/2))
(2.20)
atau,
Mn = Cc (d (a/2))
(2.21)
Dengan memasukkan Rumus 2.13 dan Rumus 2.17 ke dalam Rumus 2.20
didapat momen nominal,
Mn = fy(1 0,59 (fy/fc)) bd2
(2.22)
Dengan mendefinisikan koefisien lawan,
Rn = fy(1 0,59 (fy/fc))
(2.23)
Rumus 2.22 menjadi Rumus 2.24
Mn = Rn bd2

atau

Rn = Mn/bd2

(2.24)
Dengan menetapkan besarnya rasio tulangan tarik diantara ambang batas
minimum dan maksimum yang disyaratkan, yaitu:
min = 1,4/fy dan maks = 0,75 b
dengan:
b = (0,85 fc/fy)(600/600+fy)
(2.25)
2.6.2.2 Desain penampang dengan tulangan rangkap
Bila suatu penampang beton terdapat tulangan tarik yang dipasang di
daerah tarik dan tulangan tekan dipasang di daerah tekan, maka keadaan
tersebut

disebut

penampang

bertulangan

rangkap.

Gambar

51

memperlihatkan penampang, distribusi regangan dan diagram gaya dari


penampang persegi bertulangan rangkap pada kondisi batas yang menerima
beban lentur dengan tulangan tekan sudah meluluh. Dalam hal tersebut
analisis penampangnya dibedakan menjadi dua bagianm yaitu: (1) bagian
penampang beton bertulangan tunggal, dan (2) bagian yang membentuk
pasangan kopel antara tulangan tekan dengan tulangan tarik.

Gambar 2.9 Penampang Persegi Bertulangan Rangkap (Sudarmanto 1990)


a. Bagian Pertama
Bagian pertama sebagaimana gambar 2.9c, dengan mendefinisikan
koefisien pembanding tulangan tekan terhadap tulangan tarik,
= As/As = /
(2.26)
Ditinjau bagian pertama yaitu penampang bertulangan tunggal dengan
luas tulangan:
As1 = (As As), atau 1 =
(2.27)
Dengan memasukkan Rumus 2.26 ke dalam Rumus 2.27 didapat Rumus
2.28

52

1 = (1 )
(2.28)
Berdasarkan Rumus 2.22, maka momen nominal bagian pertama dapat
ditulis sebagai:
Mn1 = 1 fy(1-0,59 1(fy/fc))bd2
(2.29)
Dengan memasukkan Rumus 2.28 ke dalam Rumus 2.29 didapat Rumus
2.30
(Mn1/bd2) = Rn1 = (1-) fy(1-(0,59(1-) (fy/fc))
(2.30)

b. Bagian Kedua
Ditinjau bagian kedua (Gambar 2.9d) yaitu bagian yang membentuk
pasangan kopel antara luas tulangan tekan As sama dengan As2.
Pasangan kopel gaya tarik tulangan Ts2 dan gaya tekan tulangan Ts dapat
memberikan momen nominal (momen dalam),
Mn2 = Ts (d-d)
atau,
Mn2 = As fy (d-d)
(2.31)
Dengan mendefinisikan d = d, Rumus 2.31 menjadi:
Mn2 = bdfy(1-),
atau,

M n2
Rn 2 f y (1 )
bd 2
(2.32)
Jumlah momen nominal bagian pertama dan kedua:
Mn = Mn1 + Mn2
atau:
Mn/bd2 = (1-)fy(1-0,59(1-)fy-fc)+fy(1-)
(2.33)

53

BAB III
METODOLOGI KAJIAN

3.1 Objek Kajian


Dalam pengerjaan Proyek Akhir ini, yang digunakan sebagai objek kajian yang
dibahas adalah berupa struktur portal beton bertulang pada bangunan Rusunawa
Pringwulung 2 Twin Blok Yogyakarta. Dari beberapa struktur portal yang ada, dipilih
portal yang dipandang bisa mewakili portal-portal yang lain.
Perhitungan gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur portal berlantai 5
digunakan analisis portal 3 dimensi dengan menggunakan SAP 2000 v.7 yang dibuat
oleh Computers and Structures, Inc. University Avenue Berkeley, California 94704
USA.
3.2 Lokasi Kajian
Lokasi kajian dalam Proyek Akhir ini adalah Bangunan Hunian Rusunawa
Pringwulung 2 Twin Blok Yogyakarta yang terdiri dari 5 lantai.
3.3 Waktu Kajian
Pelaksanaan pembuatan Proyek Akhir ini dimulai dari bulan April 2010.
3.4 Metode Pengumpulan Data
1. Observasi (Pengamatan)
Observasi dilakukan untuk mengetahui situasi objek yang sedang dikaji
yaitu dengan cara melakukan tinjauan langsung pada Bangunan Hunian
Rusunawa Pringwulung 2 Twin Blok Yogyakarta
2. Pengambilan data yang sudah ada
Pengumpulan data-data primer yang sudah ada dari perusahaan yang
berkaitan dengan pembangunan Bangunan Hunian Rusunawa Pringwulung 2
Twin Blok Yogyakarta berupa:
a.

Gambar-gambar pekerjaan proyek pembangunan Bangunan Hunian


Rusunawa Pringwulung 2 Twin Blok Yogyakarta diantaranya yaitu
Gambar Arsitektur dan Gambar Struktur.

b.

Hasil perhitungan struktur

3. Studi literatur

54

Kajian ini diambil dari publikasi Hasil penelitian para pakar di dunia teknik
sipil, peraturan peraturan yang berlaku, dan buku buku pelajaran terutama yang
berhubungan dengan tema proyek akhir ini.

3.5 Analisis Data


Analisis data untuk beban gempa statik ekivalen yaitu dengan meninjau
beban-beban gempa statik ekuivelen, sehubungan dengan sifat struktur gedung
beraturan yang praktis berperilaku sebagai struktur 3 dimensi, sehingga renspons
dinamiknya praktis hanya ditentukan oleh respons ragamnya yang pertama dan
dapat ditampilkan sebagai akibat

dari beban gempa statik ekuivalen. Faktor

pembebanan yang digunakan yaitu :


1,4 DL;
1,2 DL + 1,6LL;
1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY;
1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY;
1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY;
1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY;
0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY;
0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY;
0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY;
0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY;
Hasil output dari program SAP 2000 Static and Dynamic Finite Element
Analisis of Structures Version 7 dengan kombinasi beban yang digunakan hanya
untuk mencari analisis mekaniknya saja, dengan mengambil nilai momen terbesar
pada elemen struktur tertentu yang sama dimensinya, sedngkan element lain
dengan momen yang lebih kecil dianggap telah terwakili. Sedangkan desain
tulangan dikerjakan dengan cara perhitungan manual. Adapun analisis data
perencanaan struktur beton bertulang tahan gempa untuk sistem stuktur portal
dapat dilihat pada bagan alir berikut ini:

55

MULAI
1. Informasi perencanaan umum:
Gambar perencanaan
Fungsi bangunan
Mutu bahan yang digunakan
2. Estimasi dimensi elemen struktur

Beban gempa
V, Fi

Beban gravitasi
DL,LL

Analisis struktur
1,2 DL + 1,6 LL
1,2 DL + 0,5 LL + 1,3 W
0,9 DL + 1,3 W
1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 E

Pu, Vu, Mu

Kontrol kapasitas penampang


Ya

Tidak

Perhitungan penulangan
geser

Gambar detail

Perbesar dimensi atau


tulangan diperbesar

SELESAI

Gambar 3.1 Bagam alir perencanaan struktur beton bertulang

56

BAB IV
APLIKASI PERHITUNGAN

4.1 Deskripsi Model Struktur


Dalam Tugas Akhir ini, akan dilakukan analisis statik ekivalen untuk dua
sistem struktur yang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus. Struktur dimodelkan 3 dimensi (portal
ruang) sebagai portal terbuka dengan bantuan SAP 2000.
Berikut adalah denah bangunan yang direncanakan:

Gambar 4.1 Denah Struktur yang direncanakan

57

Perencanaan direncanakan dengan ketentuan ketentuan sebagai berikut:


1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002);
2. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI
1726-2002);
3. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SKBI1.2.53.1987).

4.2 Data Geometri Struktur


Data karakteristik geometri bangunan adalah sebagai berikut:
1. Bangunan rusunawa 5 lantai;
2. Tinggi lantai dasar adalah 3,67 meter dan tinggi antar lantai tipikal selanjutnya
adalah 3,2 meter;
3. Lokasi pembangunan terletak pada wilayah gempa Zona 4 dengan kondisi tanah
sedang;
4. Struktur utama direncanakan dengan system portal terbuka, kondisi kolom dan
balok menggunakan struktur beton bertulang, pelat atap dan pelat lantai
menggunakan pelat beton bertulang dengan tebal 120 mm.

4.3 Preliminari Struktur


Komponen Struktur yang terdapat pada bangunan ini meliputi balok, kolom
dan plat akan direncanakan terlebih dahulu dimensi awal dari komponen struktur
bangunan (Pra Perencanaan).
4.3.1

Material
Material yang digunakan dalam merencanakan dan membangun struktur

bangunan ini adalah material beton bertulang. Pendefinisian material akan


dilakukan pada program SAP 2000 Ver.7.
Material beton bertulang yang digunakan pada struktur bangunan ini
mempunyai mutu fc 25 Mpa (beton) dan fy 400 Mpa (baja).
4.3.2

Balok dan Kolom


Komponen struktur balok dan kolom dihubungkan dengan sambungan yang

kaku sehingga tempat terjadinya sendi plastis adalah pada kedua ujung balok dan

58

pada ujung bawah kolom lantai dasar. Balok dan kolom dibuat dari beton bertulang.
Dengan dimensi yang akan disesuaikan untuk menahan beban yang diberikan pada
bangunan ini.
4.3.3

Plat
Plat yang digunakan pada model struktur bangunan ini menggunakan plat

beton bertulang. Plat beton bertulang digunakan sebagai plat untuk plat atap dan
plat lantai dengan ketebalan masing-masing 120 mm.
4.3.4

Pondasi
Pemodelan pondasi dilakukan dengan menganggap bahwa pondasi

memberikan kekekangan translasi dan rotasi yang cukup pada semua arah sumbu
bangunan. Berdasarkan asumsi yang digunakan tersebut pondasi dimodelkan
sebagai perletakan jepit pada lantai dasar bangunan, yaitu pada ujung-ujung bawah
kolom lantai dasar.

4.4 Pembebanan Struktur


Perencanaan pembebanan adalah pendefinisian beban-beban yang bekerja
pada struktur sesuai dengan Pedoman Perencanaan untuk Rumah dan Gedung
(SKBI 1.3.53.1987). Seluruh beban yang telah didefinisikan akan bekerja pada model
struktur bangunan ini. Beban-beban yang bekerja pada struktur bangunan ini
antara lain:
4.4.1

Beban Atap

1. Beban Kuda-kuda
Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim
yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Antara keduanya terdapat
perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya
kemampuan bagi atap untuk mampu menaha tekanan yang timbul pada kedua
musim.
Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas
gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka
baja profil dobel siku.
a. Data Teknis
Bentang kuda-kuda

: 4,5 m

59

Jarak antar kuda-kuda

: 4,5 m

Kemiringan atap ()

: 34

Koefisien angin

: 50 kg/m2 = 0,4903 kN/m2

Jarak a (La)

: 1,125 m

Mutu Baja

: 2400 kg/m3 = 23,536 kN/m3

Alat sambung

: BJ 34

Dimensi batang kuda-kuda

: double profile L 50.50


3,77 kg = 7,54 kg = 0,0739 kN

Penutup atap (genteng)

: 50 kg/m2 = 0,4903 kN/m2

Gording

: profile C 150.75.6,5.10 = 18,6 kg/m


= 0,1824 kN/m

Jumlah gording

:5

Plafond

: 18 kg/m = 0,1765 kN/m

6
11
5

10

13

9
1

12

La
Gambar. 4.2 Rencana Atap Kuda-kuda

Tabel 4.1 Ukuran La Batang Kuda-kuda


Batang
1
2
3
4
5
6
7

Panjang (meter)
1.125
1.125
1.125
1.125
1.357
1.357
1.357

60

8
9
10
11
12
13
L=

1.357
0.759
1.357
1.518
1.357
0.759
15.678

b. Beban Mati dan beban Hidup


-

Berat Kuda-kuda

q profil)

=
=
-

Berat samb + brac

=
=

Berat Atap

= 23,0463 kN

= 6,9168 kN

=
=
=

Berat gording

= 10,4322 kN

=
=18,6 . 1,125 .2 =41,85 kg = 0,4104 kN

Berat Plafond

=
=

Q mati

= 317,48 kg = 3,1135 kN

=Berat atap + Berat gording + Berat plafond


=1063,75 + 41,85 + 317,48
=1423.078 kg = 13,9561 kN

P mati

=Q mati/(n-1)
=1423,078/(5-1) =355,77 kg = 3,489 kN

P hidup

= 100 kg = 0,9807 kN

c. Beban Akibat Muatan Angin


Beban angin dipusatkan di titik buhul atas kuda-kuda.

61

1.

Koefisien Angin Tekan

= 0,02 . 0,04 = 0 ,28

Tekan angin

= 50 kg/m2 = 0,4904 kN/m2

Beban angin tekan

= koef . L . 1,357 . tekan angin


= 297,85 kg = 2,921 kN

Gaya yang diuraikan :

2.

* sin . 297,85

= 166,556 kg = 1,6334 kN

* cos . 297,85

= 246,929 kg = 2,4216 kN

Koefisiean Angin Hisap

= 0,4

Tekan angin

= 50 kg/m2 = 0,4904 kN/m2

Beban angin hisap

= koef . L . 1,357 . tekan angin


= 425,5009 kg = 4,1729 kN

Gaya yang diuraikan :


*sin . 425,5009

= 37,085 kg = 0,3637 kN

*cos . 425,5009

= 423,882 kg = 4,157 kN

2. Beban Plat Atap


Beban mati pada atap :
Pelat Atap (12 cm)

= 0,12 . 24

= 2.88 kN/m2

Spesi + Water profing

= 0.5 kN/m2

Plafond dan Penggantung

= 0.18 kN/m2

ME dan AC

= 0.3 kN/m2
Q mati

= 3.86 kN/m2

Beban Hidup pada plat atap : q hidup = 1,00 kN/m2


4.4.2

Perencanaan Dimensi dan Pembebanan Tangga


Ruang tangga sebaiknya terpisah dengan ruang yang lainnya, agar orang

yang naik turun tangga tidak mengganggu aktifitas penghuni.


1. Type Tangga 1
Selisih tinggi lantai

= 3,2 m

Panjang ruang tangga

= 4,5 m

Lebar tangga

= 2,55 m

Tinggi anak tangga (Optrade)

= 16 cm = 0,16 m

Lebar anak tangga (Antrade)

= 30 cm = 0,3 m

62

Syarat kenyamanan tangga : 60 < (2 . op + a) < 65


60 < 62 < 65 (memenuhi syarat)

320
) 22 anak tangga
16

Jumlah anak tangga

=(

Lebar bordes (bb)

= 120 cm = 1,2 m

Kemiringan tangga : tan =

op 16

28, 07
a 30

Gambar 4.3 Ruang Tangga 1


L=

a 2 b2 = 1202 3302 = 351,14 cm = 3,5114 m

Tebal plat minimum menurut SKSNI T-15-1991-03


hmin =

1
1
.L.(0, 4 f y / 400) = .351,14.(0, 4 240 / 400)
27
27
= 9,66 cm = 0,0966 m

hmaks = hmin (o / t ) cos

= hmin (16 / 9) cos


= 7,92 cm = 0,0792 m

Dipakai tebal plat tangga (tt)= 10 cm = 0,1 m


Tebal bordes
C=

= 12 cm = 0,12 m

a 2 op 2 = 302 162 34cm = 0,34 m

Tinggi beban merata tangga

tt ' (0,5.op.a) / C

= (0,5.16.30) / 34 7,0588 cm = 0,070588 m

63

h ' (tt.tt ') / cos = (10.7,0588) / cos 28,07 = 19,698cm= 0,197m


Direncanakan

: tebal keramik maks (hk) = 1 cm = 0,01 m


tebal spesi (hs) = 2 cm = 0,02 m

Berdasarkan PPIUG83 diperoleh:


Berat sendiri beton

: 2400 kg/m3 = 24 kN/m3

Berat sendiri keramik

: 0,24 kN/m2

Berat sendiri spesi

: 0,21 kN/m2

Beban hidup tangga

: 3 kN/m3

1) Plat Tangga
a) Beban mati (qDL)
Berat sendiri plat

= h . berat sendiri beton

= 4,727 kN/m

Berat spesi (2cm)

= hs . berat sendiri spesi

= 0,42 kN/m

Berat keramik (1 cm) = hk . berat sendiri keramik

= 0,24 kN/m

qDL

= 5,387kN/m

b) Beban hidup (qLL) = 3 kN/m


c) Beban berfaktor (qU) = 1,2 qDL + 1,6 qLL

= 11,265 kN/m

2) Plat Bordes
a) Beban mati (qDL)
Berat sendiri plat = tb . berat sendiri beton

= 2,88 kN/m

Berat spesi (2cm)

= 0,42 kN/m

= hs . berat sendiri spesi

Berat keramik (1 cm) = hk . berat sendiri keramik

= 0,24 kN/m

qDL

= 3,54kN/m

b) Beban hidup (qLL) = 3 kN/m


c) Beban berfaktor (qU) = 1,2 qDL + 1,6 qLL

= 9,048 kN/m

2. Type Tangga 2
Selisih tinggi lantai

= 3,2 m

Panjang ruang tangga

= 4,55 m

Lebar tangga

= 3,225 m

Tinggi anak tangga (Optrade)

= 16 cm = 0,16 m

Lebar anak tangga (Antrade)

= 30 cm = 0,3 m

Syarat kenyamanan tangga : 60 < (2 . op + a) < 65


60 < 62 < 65 (memenuhi syarat)

64

320
) 22 anak tangga
16

Jumlah anak tangga

=(

Lebar bordes (bb)

= 125 cm = 1,25 m

Kemiringan tangga : tan =

op 16

28.07
a 30

Gambar 4.4 Ruang Tangga 2


L=

a 2 b2 = 1202 3302 = 351,14 cm = 3,5114 m

Tebal plat minimum menurut SKSNI T-15-1991-03


hmin =

1
1
.L.(0, 4 f y / 400) = .351,14.(0, 4 240 / 400)
27
27
= 9,66 cm = 0,966 m

hmaks = hmin (o / t ) cos

= hmin (16 / 9) cos


= 7,92 cm = 0,792 m

Dipakai tebal plat tangga (tt)= 10 cm = 0,1 m


Tebal bordes
C=

= 12 cm = 0,12 m

a 2 op 2 = 302 162 34cm = 0,34 m

Tinggi beban merata tangga

tt ' (0,5.op.a) / C = (0,5.16.30) / 34 7,0588cm = 0,70588 m

65

h ' (tt.tt ') / cos = (10.7,0588) / cos 28,07 =19,698 cm = 0,19 m


Direncanakan

: tebal keramik maks (hk) = 1 cm = 0,01 m


tebal spesi (hs) = 2 cm = 0,02 m

Berdasarkan PPIUG83 diperoleh:


Berat sendiri beton

: 2400 kg/m3 = 24 kN/m3

Berat sendiri keramik

: 0,24 kN/m2

Berat sendiri spesi

: 0,21 kN/m2

Beban hidup tangga

: 3 kN/m3

1) Plat Tangga
a) Beban mati (qDL)
Berat sendiri plat

= h . berat sendiri beton

= 4,64 kN/m

Berat spesi (2cm)

= hs . berat sendiri spesi

= 0,42 kN/m

Berat keramik (1 cm) = hk . berat sendiri keramik


qDL

= 0,24 kN/m
= 5,3kN/m

b) Beban hidup (qLL) = 3 kN/m


c) Beban berfaktor (qU) = 1,2 qDL + 1,6 qLL

= 11,16 kN/m

2) Plat Bordes
a) Beban mati (qDL)
Berat sendiri plat = tb . berat sendiri beton

= 2,88 kN/m

Berat spesi (2cm)

= 0,42 kN/m

= hs . berat sendiri spesi

Berat keramik (1 cm) = hk . berat sendiri keramik

= 0,24 kN/m

qDL

= 3,54kN/m

b) Beban hidup (qLL) = 3 kN/m


c) Beban berfaktor (qU) = 1,2 qDL + 1,6 qLL
4.4.3

= 9,048 kN/m

Beban Mati Beton


Beban mati adalah seluruh bagian dari komponen struktur bangunan yang

bersifat tetap dan tidak terpisahkan dari bangunan tersebut selama masa layannya.
Beban mati yang diperhitungkan untuk struktur bangunan ini antara lain:
Plat lantai (12 cm)

= 0,12 . 24

= 2,88 kN/m2

Pasir urug (2 cm)

= 0,02 . 18

= 0,36 kN/m2

Spesi (2 cm)

= 2 . 0,21

= 0,42 kN/m2

66

Tegel (2 cm)

= 2 . 0,24

= 0,48 kN/m2

Plafond dan Penggantung

= 0,18 kN/m2

ME dan AC

= 0,3 kN/m2
Q mati

=250kg/m2= 2,5 kN/m

Dinding bata
4.4.4

= 4,62 kN/m2

Beban Hidup pada Plat Lantai


Beban hidup yang direncanakan dan diperhitungkan adalah sebesar 200

kg/m2 untuk beban plat lantai. Beban ini disesuaikan dengan kegunaannya sebagai
gedung tempat tinggal.
4.4.5

Beban Gempa
Beban gempa adalah semua beban statik ekivalen yang bekerja pada gedung

atau bagian gedung yang menirukan pengaruh dari pergerakan tanah akibat gempa
itu. Beban geser nominal statik ekivalen V yang terjadi di tingkat dasar yang
dihitung menurut persamaan berikut :

c.I
.Wt
R

(4.1)

Beban geser nominal V harus dibagikan setinggi struktur bangunan gedung


menjadi beban-beban gempa nominal statik ekivalen Fi yang bekerja pada pusat
massa lantai tingkat ke-imenurut persamaan ;

Fi

Wi .Z i

W .Z
i 1

(4.2)

.V

Dimana Wi adalah berat lantai tingkat ke-i, Zi adalah ketinggian lantai tingkat
ke-i diukur dari taraf penjepitan lateral.
Waktu getar alami fundamental struktur gedung beraturan dalam arah
masing-masing sumbu utama dapat ditentukan dengan rumus Rayleigh sebagai
berikut :

W .d
g F .d
n

T 6,3

i 1
n

i 1

(4.3)

67

Dimana di adalah simpangan horizontal lantai ke-i akibat beban Fi yang


dinyatakan dalam mm dan g adalah percepatan gravitasi yang ditetapkan sebesar
9,810 m/detik2.
Taksiran waktu getar alami (T) secara empiris berdasarkan berdasarkan UBC Section
1630.2.2.
Tinggi gedung (hn)

= 16,47 meter

Ct

= 0,0731

T empiris

= Ct (hn )3 4 = 0,0731(16, 47)3 4 = 0,597637

Untuk mencegah penggunaan struktur bangunan gedung yang terlalu


fleksibel, nilai waktu getar alami fundamental T1 dari struktur bangunan harus
dibatasi, bergantung pada koefisien untuk wilayah gempa dan jenis struktur
bangunan gedung, menurut persamaan:

T1 n
Dimana n adalah jumlah tingkat dan koefisien ditetapkan menurut table
berikut ini :
Tabel 4.2 Nilai Koefisien
Wilayah Gempa

0,20

0,19

0,18

0,17

0,16

0,15

Gedung mempunyai tinggi 16,47 meter dan memiliki jumlah tingkat 5


sehingga :
T empiris < 0,17 x 5 T empiris < 0,85 detik jadi T empiris ~ 0,702768 detik
Jadi digunakan waktu getar alami sebesar 0,702768 detik untuk SRPMM dan
SRPMK sebagai taksiran awal perencanaan.
Dalam satu bangunan kita harus kita harus meninjau pembebanan gempa
dalam dua arah baik dalam arah x maupun arah y bangunan. Beban gempa

68

seharusnya diperhitungkan terhadap 4 kombinasi pembebanan pada arah gempa


utama 100% serta arah tegak lurusnya 30% (hanya digunakan pada perhitungan
Struktur 3 Dimensi).
Untuk perhitungan beban gempa yang bekerja pada struktur bangunan
tersebut, maka dibuat pra perencanaan, dimana ditentukan terlebih dahulu berat
total struktur yang dimana memerlukan dimensi awak dari profil beton bertulang
yang akan digunakan. Berikut adalah dimensi profil awal kolom dan balok pada
konstruksi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dan Sistem Rangka Pemikul
Momen Menengah.
Kolom untuk SRPMM dan SRPMK:

50 x 50 (lantai 4 5);

60 x 60 (lantai 2 3);

70 x 70 (lantai 1).

Balok untuk SRPMM dan SRPMK:

Balok untuk Lantai 1, 2, 3, dan 4 digunakan 25 x 30 dan 30 x 50;

Balok untuk Lantai 5 digunakan 15 x 25 dan 25 x 30.

Perhitungan berat Total Struktur untuk SRPMM dan SRPMK:


Tabel 4.3 Berat Struktur untuk SRPMM dan SRPMK
Lantai

Total Mati (kN)

Total Hidup (kN)

Total Beban (kN)

6841,4456

1255,2234

8096,6594

6458,6617

1228,8426

7687,5043

6458,6617

1228,8426

7687,5043

6380,3538

1221,7923

7602,1461

1153,5435

160,7923

1314,3351

Untuk menghitung koefisien dasar gempa V data-data yang harus deketahui


sebagai berikut :
c SRPMM

= 0,7 (Tanah Sedang dan WG 4)

c SRPMK

= 0,7 (Tanah Sedang dan WG 4)

= 1,0 (Faktor Keutamaan untuk Penghunian)

Wt SRPMM

= 2877805 kg = 28222.6336 kN

69

Wt SRPMK

= 2877805 kg = 28222.6336 kN

R SRPMM

= 5,5;

R SRPMK

= 8,5

Perhitungan Gaya Gempa Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus:


Tabel 4.4 Gaya Gempa untuk Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus
Lantai

Tinggi

W SRPMK

Wi x hi

V SRPMK

F SRPMK

Lantai

(kN)

(kNm)

SRPMK

(kN)

(kN)

3,67

7093,337

26032,55

8,5

3047,088

314,6507

6,87

6827,071

46901,98

8,5

3047,088

566,8958

10,07

6827,071

68748,61

8,5

3047,088

830,952

13,27

6827,071

90595,23

8,5

3047,088

1095,008

16,47

1203,503

19821,69

8,5

3047,088

239,6812

Perhitungan Gaya Gempa Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah:


Tabel 4.5 Gaya Gempa untuk Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah
Lantai

Tinggi

W SRPMK

Wi x hi

V SRPMK

F SRPMK

Lantai

(kN)

(kNm)

SRPMK

(kN)

(kN)

3,67

7093,337

26032,55

5,5

3662,661

378,2165

6,87

6827,071

46901,98

5,5

3662,661

681,4202

10,07

6827,071

68748,61

5,5

3662,661

998,8211

13,27

6827,071

90595,23

5,5

3662,661

1316,222

16,47

1203,503

19821,69

5,5

3662,661

287,9815

Kombinasi Pembebanan yang digunakan untuk Analisa Struktur dengan SAP 2000:
1,4 DL;
1,2 DL + 1,6LL;
1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY;
1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY;
1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY;
1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY;
0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY;
0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY;
0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY;
0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY;

70

Rekapitulasi hasil Analisa Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah dengan menggunakan Program SAP
2000 akan ditampilkan pada lampiran.
4.4.6

Beban Angin

Beban Angin = 25 kg/m2


W1

W2

W3

W4

W5

W6

W7

W8

W9

W10

k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

1.835
1.6
3.6625
0
1.835
1.6
3.6625
2.25
1.835
1.6
2.25
2.25
1.6
1.6
2.25
0
1.6
1.6
3.6625
2.25
1.6
1.6
2.25
2.25
1.835
1.6
2.075
0
1.835
1.6
2.075
2.25
1.835
1.6
0
2.25
1.6
1.6
2.075

m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m

P
L

=
=

3.6625 m
3.435 m

Luas = 157.2585938 kg
P
=
5.9125 m
L
=
3.435 m
Luas = 253.8679688 kg
P
=
4.5 m
L
=
3.435 m
Luas =
P
=
L
=

193.21875 kg
2.25 m
3.2 m

Luas =
P
=
L
=

90 kg
5.9125 m
3.2 m

Luas =
P
=
L
=

236.5 kg
4.5 m
3.2 m

Luas =
P
=
L
=

180 kg
2.075 m
3.435 m

Luas =
P
=
L
=

89.0953125 kg
4.325 m
3.435 m

Luas = 185.7046875 kg
P
=
2.25 m
L
=
3.435 m
Luas =
P
=
L
=

96.609375 kg
2.075 m
3.2 m

71

W11

W12

W13

W14

W15

W16

W17

W18

W19

W20

W21

b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2
k1
k2
b1
b2

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

0
1.6
1.6
2.075
2.25
1.6
1.6
0
2.25
1.6
0
3.6625
0
1.6
0
3.6625
2.25
1.6
0
2.25
2.25
1.6
0
2.075
0
1.6
0
2.075
2.25
1.6
0
0
2.25
1.835
1.6
0
2.25
1.6
1.6
0
2.25
0
1.6
0
2.25

m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m

Luas =
P
=
L
=

83 kg
4.325 m
3.2 m

Luas =
P
=
L
=

173 kg
2.25 m
3.2 m

Luas =
P
=
L
=

90 kg
3.6625 m
1.6 m

Luas =
P
=
L
=

73.25 kg
5.9125 m
1.6 m

Luas =
P
=
L
=

118.25 kg
4.5 m
1.6 m

Luas =
P
=
L
=

90 kg
2.075 m
1.6 m

Luas =
P
=
L
=

41.5 kg
4.325 m
1.6 m

Luas =
P
=
L
=

86.5 kg
2.25 m
1.6 m

Luas =
P
=
L
=

45 kg
2.25 m
3.435 m

Luas =
P
=
L
=

96.609375 kg
2.25 m
3.2 m

Luas =
P
=
L
=

90 kg
2.25 m
1.6 m

Luas =

45 kg

72

4.5 Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus


4.5.1

Analisis Terhadap T Rayleigh


Besarnya T yang dihitung sebelumnya memakai cara-cara empiris harus

dibandingkan dengan T Rayleigh dengan rumus:


n

W .d
TR = 6,3

i 1
n

2
i

g Fi .di
i 1

Besarnya T yang dihitung sebelumnya sesuai dengan pasal 6.2.2. tidak boleh
menyimpang lebih dari 20% hasil T Rayleigh
80% TR < T < 120% TR
Untuk menghitung T Rayleigh maka, harus dilakukan analisis Struktur 3
dimensi untuk mengetahui defleksi lantai ke-i. Analisis dilakukan dengan
menggunakan program SAP2000 dan sudah dilakukan sebelumnya. Analisis
diperhitungkan dengan mempertimbangkan retak sepanjang komponen struktur.
Akibat dari retak ini maka kekakuan (Inersia) dari tiap-tiap komponen tereduksi
sebagai berikut :
1. Untuk komponen balok (dalam hal ini balok T)
I nya = 2 x Ibalok = 2 x 35% . Ig = 0,7 Ig
2. Untuk komponen kolom
I nya = 0,7 Ig
Berikut adalah table analisis T Rayleigh
Tabel 4.6 Analisis T Rayleigh SRPMK arah X
wi . di2

F . di

2,479

43581,14

606,6081

440,92

6,516

289838,8

2872,895

6827,07

646,3

10,337

729482,8

6680,697

13,27

6827,07

851,67

13,112

1173795

11167,39

16,47

1203,503

186,34

14,734

261272,9

2745,566

2497970

24073,16

Lantai

hx

wi

di

ke

(m)

(kN)

(kN)

(mm)

3,67

7093,34

244,73

6,87

6827,07

10,07

4
5

73

W .d
Maka T Reyligh

i 1
n

= 6,3

2
i

g Fi .di

= 6,3

2497970
=0.6479 detik
9810.24073.16

i 1

Syarat yang harus dipenuhi :


80%TR < T < 120%TR = 0,51835 < 0,597637 < 0,777525 Oke
Tabel 4.7 Analisis T Rayleigh SRPMK arah Y
wi . di2

F . di

1,9259

26309,83

471,3223

440,92

5,3630

196358,6

2364,648

6827,07

646,3

8,8527

535039,6

5721,465

13,27

6827,07

851,67

11,5798

915454

9862,204

16,47

1203,503

186,34

13,6802

225233

2549,182

1898395

20968,82

Lantai

hx

wi

di

ke

(m)

(kN)

(kN)

(mm)

3,67

7093,34

244,73

6,87

6827,07

10,07

4
5

W .d
Maka T Reyligh

= 6,3

i 1
n

2
i

g Fi .di

= 6,3

1898395
= 0.6052 detik
9810.20968.82

i 1

Syarat yang harus dipenuhi :


80%TR < T < 120%TR = 0,484175 < 0,597637 < 0,726262 . Oke
Kinerja batas layan ( s) dan kinerja batas ultimit ( m)
Syarat kinerja batas layan ( s)

Syarat kinerja batas ultimit ( m)

0, 03
0, 03
.hi
.3670 12,95mm
R
8,5

0, 03
0, 03
.hi
.3200 11, 29mm
R
8,5

= 0,02.hi 0,02.3670 73, 4mm


= 0,02.hi 0,02.3200 64mm

Tabel 4.8 Analisis s akibat gempa pada SRPMK arah X


Lantai

hi

ke

(m)

(mm)

Drift s antar

Syarat drift antar

Tingkat (mm)

tingkat (mm)

Keterangan

74

3670

2,479

2,479

12,95

Oke

6870

6,516

4,037

11,29

Oke

10070

10,34

3,821

11,29

Oke

13270

13,11

2,775

11,29

Oke

16470

14,73

1,622

11,29

Oke

Tabel 4.9 Analisis s akibat gempa pada SRPMK arah Y


Drift s antar

Syarat drift antar

(mm)

Tingkat (mm)

tingkat (mm)

3670

1,926

1,926

12,95

Oke

6870

5,363

3,437

11,29

Oke

10070

8,853

3,49

11,29

Oke

13270

11,58

2,727

11,29

Oke

16470

13,68

2,1

11,29

Oke

Lantai

hi

ke

(m)

Tabel 4.10 Analisis

Keterangan

akibat gempa pada SRPMK arah X


Drift

Syarat drift

Lantai

hi

ke

(m)

(mm)

Tingkat (mm)

(mm)

3670

2,479

14,75

73,4

Oke

6870

4,037

24,02

64

Oke

10070

3,821

22,74

64

Oke

13270

2,775

16,51

64

Oke

16470

1,622

9,65

64

Oke

Tabel 4.11 Analisis

antar

Keterangan

akibat gempa pada SRPMK arah Y


Drift

Syarat drift

Lantai

hi

ke

(m)

(mm)

Tingkat (mm)

(mm)

3670

1,926

11,46

73,4

Oke

6870

3,437

20,45

64

Oke

10070

3,49

20,76

64

Oke

13270

2,727

16,23

64

Oke

16470

2,1

12,5

64

Oke

antar

Keterangan

75

Drift

antar tingkat dihitung sesuai pasal 8.2 SNI 1726 2002 dimana

= 0,7R.

s (antar tingkat)
4.5.2

Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B1

Berikut adalah tabel resume momen desain untuk balok


Tabel 4.12 Resume Momen untuk Balok (B1) 300x500 pada SRPMK
Beban

Lokasi

Momen
(kNm)

Dead

Tumpuan Kiri (-)

-107.91

Tumpuan Kiri (+)

50.47

Lapangan

79.58

Tumpuan Kanan (-)

-139.18

Tumpuan Kanan (+)

81.49

Tumpuan Kiri (-)

-21.33

Tumpuan Kiri (+)

9.63

Lapangan

21.61

Tumpuan Kanan (-)

-34.99

Tumpuan Kanan (+)

23.74

Tumpuan Kiri (-)

-151.08

Tumpuan Kiri (+)

70.65

Lapangan

111.42

Tumpuan Kanan (-)

-194.86

Tumpuan Kanan (+)

114.69

Tumpuan Kiri (-)

-163.62

Tumpuan Kiri (+)

75.96

Lapangan

130.07

Tumpuan Kanan (-)

-223

Tumpuan Kanan (+)

135.77

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX +

Tumpuan Kiri (-)

-95.52

1,3 WY

Tumpuan Kiri (+)

84.70

Lapangan

107.77

Live

1.4 DL

1.2 DL + 1.6LL

76

Tumpuan Kanan (-)

-260.53

Tumpuan Kanan (+)

110.65

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX

Tumpuan Kiri (-)

-206.12

1,3 WY

Tumpuan Kiri (+)

55.67

Lapangan

126.93

Tumpuan Kanan (-)

-143.49

Tumpuan Kanan (+)

132.4

1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX +

Tumpuan Kiri (-)

-139.51

0,8 WY

Tumpuan Kiri (+)

78.63

Lapangan

114.05

Tumpuan Kanan (-)

-220.37

Tumpuan Kanan (+)

118.19

1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX

Tumpuan Kiri (-)

-162.14

0,8 WY

Tumpuan Kiri (+)

61.74

Lapangan

120.16

Tumpuan Kanan (-)

-183.66

Tumpuan Kanan (+)

124.87

Tumpuan Kiri (-)

-41.82

Tumpuan Kiri (+)

59.94

Lapangan

67.05

Tumpuan Kanan (-)

-183.79

Tumpuan Kanan (+)

62.47

Tumpuan Kiri (-)

-152.42

Tumpuan Kiri (+)

30.90

Lapangan

81.45

Tumpuan Kanan (-)

-66.74

Tumpuan Kanan (+)

84.22

Tumpuan Kiri (-)

-85.80

Tumpuan Kiri (+)

53.87

Lapangan

68.70

Tumpuan Kanan (-)

-143.62

0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

77

0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

Tumpuan Kanan (+)

70.01

Tumpuan Kiri (-)

-108.44

Tumpuan Kiri (+)

36.97

Lapangan

74.68

Tumpuan Kanan (-)

-106.91

Tumpuan Kanan (+)

76.68

Momen tumpuan kiri maksimum (-)

= -206.12 kNm

Momen tumpuan kiri maksimum (+)

= 84.70 kNm

Momen tumpuan kanan maksimum (-) = -260.53 kNm


Momen tumpuan kanan maksimum (+) = 135.77 kNm
Momen lapangan maksimum

= 130.07 kNm

Sebelum dilakukan penulangan baiknya dilakukan kontrol syarat-syarat


komponen beton bertulang yang merupakan bagian SPBL tersebut di pasal 23.2 SNI
03-2847-2002 untuk WG 4, sebagai berikut:

Beban aksial balok sudah pasti sangat kecil (Pu < 0.1Agfc)

Bentang bersih minimum harus lebih besar dari 4d


Bentang bersih = 7,325 m 0,7 m > 4 x 447,5 mm
6,625 m > 1,790 m

bw 30
=
0,6 > 0,3
h 50

Ratio

bw = 300 mm > 250 mm

bw = 300 < lebar kolom + 1,5d = 300 < 700 + 1,5 (447,5)
= 300 mm < 1371,25 mm Oke

Tinjauan pada balok 300x500 mm, no elemen B1:


h

= 500 mm;

fc

= 25 MPa (karena fc 30 MPa maka 1 = 0,85)

fy

= 400 MPa;

DP

= 25 mm (diameter tulangan pokok)

DS

= 10 mm (diameter tulangan sengkang)

hf

= 120 mm;

WDL

= 4.65 kN; WLL = 2.5 kN; Gaya Aksial = 72.35 kN

Regangan bahan :

= 300 mm

= 30 mm

= 7325 mm

78

fy
400
5
Es = 2,0 x 10 MPa =
= 0,002
200000
Es

c = 0,003; y =

Rasio tulangan rencana:

0,85. f 'c
fy

b =

600
.1.
600 f y

0,85.25
600
=
.0,85.

600 400
400
= 0,053125 . 0,85 . 0,6 = 0,0271

Rasio tulangan maksimum : max = 0, 75.b = 0,75 . 0,0271 = 0,0203


Rasio tulangan minimum : min =

1, 4 1, 4
=
= 0,0035
f y 400

Menentukan lebar efektif flens :


bf = . l

= . 7325

= 1831,25 mm

bf = bw + 16 . hf

= 300 + 16 . 120

= 2220 mm

bf = jarak antar balok

= 300 + (7325 300)

= 7325 mm

diambil yang terkecil bf =1831,25 mm


Menentukan tinggi efektif balok
d = h sel Ds DP/2 = 500 30 10 25/2 = 447,5 mm
d = sel + Ds + DP/2 = 30 + 10 + 25/2 = 52,5 mm
bf = 1831,25 mm

hf = 120 mm

h = 500 mm

d = 447,5 mm

As

bw = 300 mm
Gambar 4.5 Penampang Melintang Balok T

79

Menghitung Mf :
Asf =

0,85. f 'c .(b f bw ).h f


fy

Mf = As f . f y . d

hf

0,85.25.(2220 300).120
= 12240 mm2
400

120 = 1897,2 kNm


=
2 12240.400. 447,5
2

Karena Mnperlu = 340,738 kNm < Mf = 1897,2 kNm


Maka perencanaan menggunakan Balok Persegi.
1. Cek apakah balok memenuhi definisi komponen struktur lentur.
SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.1 mensyaratkan bahwa komponen struktur lentur
SRPMK harus memenuhi hal-hal berikut:
a. Gaya aksial tekan terfaktor pada komponen struktur lentur dibatasi
maksimum 0,1Agfc.
0,1Agfc = 0,1.300.500.25 = 375000 Mpa = 375 kN > 72,35 kN Ok.
b. Bentang bersih komponen struktur tidak boleh kurang dari 4 kali tinggi
efektifnya.
de = d = 500-(30+10+(25/2) = 447,5 mm
ln = de = 7.325 mm / 447,5 mm = 16,369 Ok.
c. Perbandingan lebar terhadap tinggi tidak boleh kurang dari 0,3.
b/h = 300/500 = 0,6 Ok.
d. Lebar komponen tidak boleh:
1) Kurang dari 250 mm Ok.
2) Melebihi lebar komponen struktur pendukung (diukur pada bidang
tegak lurus terhadap sumbu longitudinal komponen struktur lentur)
ditambah jarak pada tiap sisi komponen struktur pendukung yang tidak
melebihi tinggi komponen struktur lentur.
b = 300 mm < h = 500 mm Ok.
2. Momen desain.
Tabel 4.13 Momen Envelope pada balok akibat beban gravitasi dan beban gempa

Lokasi
1 Ujung Interior
Negatif
2 Ujung eksterior

Kondisi

Arah Goyangan
Kanan
Kiri

Mu (kN-m)
-260.53
-206.12

80

Negatif
3 Ujung Eksterior
Positif
4 Ujung Interior
Positif
5 Tengah Bentang
Positif

Kanan

135.77

Kiri

84.7

kanan dan kiri

130.07

3. Hitung keperluan baja tulangan untuk menahan lentur.


a. Kondisi 1, kolom interior, momen negatif tumpuan, goyangan ke kanan.
Mu = -260,53 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19+20) = 421 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
260,54.106
= 2275,133 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.421

Digunakan D25 jumlah = 5; As-pakai = 2454,369 mm2; d-baru = 421 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

2454,369.400
= 153,999 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.2275,133.400. 421
2

153,999 6
.10
2

M n = 265,4647 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

1, 4
1, 4
bw d
.300.421 = 435,75 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

25
.300.421 = 389,063 mm2
4.400

As
2454,369
= 0,01971

bw d
300.421

81

0,85 f c ' 600


b 1

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 153,999
= 0,3441 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
447,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
b. Kondisi 2, kolom eksterior, momen negatif tumpuan, goyangan ke kiri.
Mu = -206,12 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19+20) = 421 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

Mu
206,12.106
= 1799,98 mm2
As

f y jd 0,8.400.0,85.421
Digunakan D25 jumlah = 4; As-pakai = 1963,495 mm2; d-baru = 415 mm
tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

1963, 495.400
= 123,1997 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.1963, 495.400. 415


2

M n = 222,0479 kN-m Ok
2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

123,1997 6
.10
2

25
.300.415 = 389,063 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.421 = 435,75 mm2
fy
400

82

3) Cek rasio tulangan.

As 1963, 495
= 0,01577

bw d
300.421

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 123,1997
= 0,2753 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
447,5
dt
Ok, desain tulangan under reinforced.
c. Kondisi 3, kolom eksterior, momen positif tumpuan, goyangan ke kanan.
SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.2(2) mensyaratkan bahwa kuat lentur positif
komponen struktur lentur pada muka kolom tidak boleh lebih kecil dari
kuat lentur negatifnya pada muka tersebut.
Mu = 135,77 kN-m 1/2Mn_eksterior = 111,0239 kN-m
Maka gunakan 135,77 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19/2) = 450,5 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
135, 77.106
= 1108,0009 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.450,5

Digunakan D25 jumlah = 3; As-pakai = 1472,622 mm2; d-baru = 447,5 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

1472, 622.400
= 5,7749 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

83

M n As f y d 0,8.1472, 622.400. 447,5


2

M n = 157,642 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

5, 7749 6
.10
2

25
.300.447,5 = 419,5 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.447,5 = 435,75 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
1472, 622
= 0,010969

bw d 300.447,5

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 5, 7749
= 0,012905 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
447,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
d. Kondisi 4, kolom interior, momen positif tumpuan, goyangan ke kiri.
Mu = 84,7 kN-m < 1/2Mn_interior = 132,7324 kN-m
Maka gunakan 132,7324 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19/2) = 450,5 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
132, 7324.106
= 1083,21114 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.450,5

Digunakan D25 jumlah = 3; As-pakai = 1472,622 mm2; d-baru = 447,5 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

84

As f y
'

0,85 f c b

1472, 622.400
= 92,3997 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.1472, 622.400. 447,5


2

M n = 189,1082 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

92,3997 6
.10
2

25
.300.447,5 = 419,5 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.447,5 = 435,75 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
1472, 622
= 0,010969

bw d 300.447,5

0,85 f c ' 600


b 1

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 5, 7749
= 0,012905 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
447,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
e. Kondisi 5, tengah bentang, momen positif, goyangan ke kanan dan kiri.
SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.2(2) juga mensyaratkan baik kuat lentur
negative mau pun kuat lentur positif pada setiap penampang di sepanjang
bentang tidak boleh kurang dari kuat lentur terbesar yang disediakan
pada kedua muka kolom tersebut.
Mu = 130,07 kN-m > 1/4Mn_terbesar = 66,266 kN-m
Maka gunakan 130,07 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19/2) = 450,5 mm

85

Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
130, 07.106
= 1061,484 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.450,5

Digunakan D25 jumlah = 3; As-pakai = 1472,622 mm2; d-baru = 447,5 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

1472, 622.400
= 92,3997 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.1472, 622.400. 447,5


2

M n = 189,1082 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

92,3997 6
.10
2

25
.300.447,5 = 419,5 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.447,5 = 469,88 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
1472, 622
= 0,010969

bw d 300.447,5

0,85 f c ' 600


b 1

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 5, 7749
= 0,20648 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
447,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
4. Kapasitas minimum momen positif dan momen negative. SNI 03-2847-2002
Pasal 23.3.2(1) dan (2) mengharuskan sekurang-kurangnya ada dua batang
tulangan atas dan dua tulangan bawah yang dipasang secara menerus, dan

86

kapasitas momen positif dan momen negatif minimum pada sebarang


penampang di sepanjang bentang balok SRPMK tidak boleh kurang dari kali
kapasitas momen maksimum yang disediakan pada kedua muka kolom balok
tersebut.
Kuat momen negatif-positif terbesar pada bentang = 260,53 kN-m.
kuat momen negatif-positif terbesar = 65,1325 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19/2) = 450,5 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

Mu
65,1325.106
= 567,538 mm2
As

f y jd 0,8.400.0,85.450,5
Digunakan D19 jumlah = 2; As-pakai = 567,0575 mm2; d-baru = 450,5 mm
tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

567, 0575.400
= 35,58 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.567, 0575.400. 450,5


2

35,58 6
.10
2

M n = 78,519 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

25
.300.447,5 = 422,3438 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.447,5 = 473,025 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
567, 0575
= 0,00315

bw d 300.447,5

0,85 f c ' 600


b 1

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032

87

Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah


0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 35,58
= 0,07898 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt 447,5
dt
Ok, desain tulangan under reinforced.

Gambar 4.6 Sketsa Penulangan Penampang-penampang Kritis Balok (B1)


5. Hitung Probable Momen Capacities (Mpr). SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.4(2)
mengisyaratkan bahwa:
Geser rencana akibat gempa pada balok dihitung dengan mengasumsikan sendi
plastis terbentuk di ujung-ujung balok dengan tegangan tulangan lentur balok
mencapai 1,25fy dan faktor reduksi kuat lentur = 1.
1) Kapasitas momen ujung-ujung balok bila struktur bergoyang ke kanan.
Kondisi 1:

1, 25 As f y

a pr _1

'

0,85 f c b

1, 25.2454,369.400
= 192,4996 mm
0,85.25.300

a pr _1

192, 4995 6

M pr _1 1, 25 As f y d
1, 25.2454,369.400 447,5
10
2
2

= 391,16538 kN-m
Kondisi 3:

a pr _ 3

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.1472, 622.400
= 77,42999 mm
0,85.25.300

88

a pr _ 3

77, 42999 6

M pr _ 3 1, 25 As f y d
1, 25.1472, 622.400 447,5
10
2
2

= 300,9928 kN-m
2) Kapasitas momen ujung-ujung balok bila struktur bergoyang ke kiri.
Kondisi 2:

a pr _ 2

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.1963, 495.400
= 153,99964 mm
0,85.25.300

a pr _ 2

153,99964 6

M pr _ 2 1, 25 As f y d
1, 25.1963, 495.400 447,5
10
2
2

= 331,8309 kN-m
Kondisi 4:

a pr _ 4

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.1472, 622.400
= 115,4997 mm
0,85.25.300

a pr _ 4

115, 4997 6

M pr _ 4 1, 25 As f y d
1, 25.1472, 622.400 447,5
10
2
2

= 286,9772 kN-m
6. Diagram gaya geser. Reaksi geser di ujung kanan dan kiri balok akibat gaya
gravitasi yang bekerja pada struktur.

wu 1, 2DL 1,0LL = 1,2 . 4,65 + 1,0 . 2,5 = 58,3 kN/m


Vg

wu ln 58,3.7,326
= 213,52375 kN

2
2

1) Struktur bergoyang ke kanan.

Vsway _ ka

M pr _1 M pr _ 3
ln

391,165 300,993
= 94,493 kN
7,325

Total reaksi geser di ujung kiri balok

= 213,524 94,493

= 119,032 kN (arah gaya ke atas)


Total reaksi geser di ujung kanan balok

= 213,524 + 94,493

= 308,016 kN (arah gaya ke bawah)


2) Struktur bergoyang ke kiri.

Vsway _ ki

M pr _ 2 M pr _ 4
ln

331,83 286,98
= 84,479 kN
7,325

Total reaksi geser di ujung kiri balok

= 213,524 + 84,479

89

= 298,003 kN (arah gaya ke atas)


Total reaksi geser di ujung kanan balok

= 213,524 84,479

= 129,045 kN (arah gaya ke atas)


7. Sengkang untuk gaya geser. SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.4(2): Kontribusi beton
dalam menahan geser, yaitu Vc, harus diambil = 0 pada perencanaan geser di
daerah sendi plastis apabila:
1) Gaya geser Vsway akibat sendi plastis di ujung-ujung balok melebihi (atau
lebih) kuat geser perlu maksimum, Vu, di sepanjang bentang, dan
2) Gaya tekan aksial terfaktor, termasuk akibat pembebanan gempa, kurang
dari Agfc/20.
Tabel 4.14 Gaya geser di Muka Kolom Eksterior dan Interior
Arah Gerakan

Eksterior Sup. Reaction

Interior Sup. Reaction

Vu (kN)

Vu (kN)

Gempa

V_sway (kN)

1/2 Vu (kN)

Kanan

94,49258 119,0311652 59,51558261 308,0163348 154,0081674

Kiri

84,47893 298,0026751 149,0013375 129,0448249 64,52241247

Ml =

206,12kN-m;

Mnl

257,65kN-m

Mr =

260,53kN-m;

Mnr

325,6625kN-m

Vu

1/2 Vu (kN)

M nl M nr Wu ln 257, 65 325, 663 58,3.7,325


= 293,157 kN

ln
2
7,325
2

Berdasarkan hasil analisa struktur, gaya aksial tekan terfaktor akibat gaya
gempa dan gravitasi adalah 72,35 kN < Agfc = 187,5 kN.
-

Kondisi Vsway < Vu hanya terjadi di muka kolom eksterior akibat goyangan
ke arah kiri (sementara akibat goyangan ke kanan Vsway tetap melebihi
1/2Vu);

Gaya aksial tekan terfaktor akibat gempa dan gravitasi < A gfc/20, maka
perencanaan

tulangan

geser

dilakukan

dengan

memperhitungkan

kontribusi beton Vc = 0 di sepanjang zona sendi plastis di masing-masing


muka kolom.
1) Muka kolom eksterior: Gaya geser maksimum, Vu = 298,003 kN

90

Vs

Vu

Vc

298, 003
0 = 397,337 kN
0, 75

SNI 03-2847-2002 Pasal 13.5.6(9).


Maksimum Vs = Vs _ max

2 fc '
3

bw d

2 25
300.447,5 = 447,5 kN
3

Coba diameter tulangan sengkang D13 dengan 2 kaki (Av = 265,5 mm2)

Av f y d
Vs

Vs

Av f y d
s

265,5.400.447,5
= 119,6076 mm (gunakan spasi 115 mm)
397,337.1000

265,5.400.447,5
= 413,2565 kN (Ok)
115

2) Muka kolom interior: Gaya geser maksimum, Vu = 308,0163 kN

Vs

Vu

Vc

308, 0163
0 = 410,6884 kN
0, 75

Maksimum Vs = Vs _ max

2 fc '
3

bw d

2 25
300.447,5 = 447,5 kN
3

Coba diameter tulangan sengkang D13 dengan 2 kaki (Av = 265,5 mm2)

Av f y d
Vs

Vs

Av f y d
s

265,5.400.447,5
= 115,7191 mm (gunakan spasi 110 mm)
419, 6884.1000

265,5.400.447,5
= 432,0409 kN (Ok)
110

Penulangan geser pada daerah diluar sendi plastis:

Vc

fc'
6

Maka, Vs

bw d

Vu

25
300.447,5 = 118,875 kN
6

Vc

293,157
118,875 = 279,001 kN
0, 75

Coba tulangan sengkang D10 (2 kaki)

Av f y d
Vs

157,1.400.447,5
= 100,7915 kN (gunakan spasi 100 mm)
279, 001.1000

SNI Pasal 23.3.3(1): Diperlukan hoops (sengkang tertutup) di sepanjang


jarak 2h dari sisi (muka) kolom terdekat.
2h = 2 . 500 = 1000 mm

91

SNI Pasal 23.3.3(2): Hoop pertama dipasang pada jarak 50 mm dari muka
kolom terdekat, dan yang berikutnya dipasang dengan spasi terkecil di
antara:
1. de/4 = 447,5/4

= 111,875 mm

2. 8 x Dp = 8 . 25

= 200 mm

3. 24 x D13

= 312 mm

4. 300 mm
Dengan demikian digunakan sengkang tertutup 2 kaki D13 yang dipasang
dengan spasi 100 mm.
SNI Pasal 23.3.3(4): Spasi maksimum tulangan geser di sepanjang balok
SRPMK adalah de/2.

smax

de 447,5
= 223,75 mm

2
2

Ok, untuk bentang di luar zona sendi plastis, gunakan sengkang 2 kaki D10
dengan spasi 150 mm.
8. Cutt-off points
1) Tulangan negatif di muka kolom interior.
Jumlah tulangan atas yang terpasang adalah 5 buah yaitu 5D25. 2 buah
tulangan akan di cut-off, sehingga As-sisa = 1472,62 mm2. Kuat lentur negatif
rencana dengan konfigurasi tulangan seperti ini adalah

As f y
'

0,85 f c b

1472, 62.400
= 92,3998 mm
0,85.25.300

M n As f y d 0,8.1472, 62.400 447,5


2

92,3998

= 189,1082 kN-m
Untuk mendapatkan lokasi penampang dengan momen negatif rencana
189,1082 kN-m pada balok, ambil penjumlahan momen di titik A, yaitu:
58,3x(1/2x) 308,0163x + 202,057 = 29,15x2 - 308,0163x + 202,057 = 0

b b2 4ac 308, 0163 308, 01632 4.29,15.202, 057

2a
2.29,15

= 702,73 mm
SNI 03-2847-2002 Pasal 14.10.3 dan Pasal 14.10.4 mengharuskan:

92

- Tulangan diteruskan melampaui titik di mana tulangan tersebut sudah


tidak diperlukan lagi untuk menahan lentur, sejauh tinggi efektif
komponen struktur, d, dan tidak kurang dari 12db, kecuali pada daerah
tumpuan balok sederhana dan pada daerah ujung bebas kantilever,
- Tulangan menerus harus mempunyai suatu panjang penanaman sejauh
tidak kurang dari panjang penyaluran ld diukur dari lokasi pemotongan
tulangan lentur.
Panjang penyaluran tulangan D25 adalah sepanjang:

ld 25

3 f y
5 fc'

3.400.1,3.1.1
= 1560 mm
5 25

Ambil saja ld-25 = 1600 mm = 1,6 m


Jadi, tulangan 3D25 harus ditanam sepanjang yang terbesar antara 1150,2
mm atau 1002,7 mm.
2) Tulangan negatif di muka kolom eksterior.
Jumlah tulangan atas yang terpasang adalah 4 buah yaitu 5D25. 2 buah
tulangan akan di cut-off, sehingga As-sisa = 981,748 mm2. Kuat lentur negatif
rencana dengan konfigurasi tulangan seperti ini adalah

As f y
'

0,85 f c b

981, 748.400
= 61,6 mm
0,85.25.300

61, 6

M n As f y d 0,8.981, 748.400 447,5

2
2

= 130,9102 kN-m
Untuk mendapatkan lokasi penampang dengan momen negatif rencana
130,9102 kN-m pada balok, ambil penjumlahan momen di titik A, yaitu:
58,3x(1/2x) 298,003x + 156,067 = 29,15x2 - 298,003x + 156,067 = 0

b b2 4ac 298, 003 298, 0032 4.29,15.156, 067

2a
2.29,15

= 553,7 mm
Panjang penyaluran tulangan D25 adalah sepanjang:

ld 25

3 f y
5 fc

'

3.400.1,3.1.1
= 1560 mm
5 25

93

Ambil saja ld-25 = 1600 mm = 1,6 m


Jadi, tulangan 2D25 harus ditanam sepanjang yang terbesar antara 1001,2
mm atau 853,7 mm.

4.5.3

Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B2

Tabel 4.15 Resume Momen untuk Balok B2 300x500 pada SRPMK


Beban

Lokasi

Momen (kNm)

Dead

Tumpuan Kiri (-)

-58.96

Tumpuan Kiri (+)

54.50

Lapangan

51.85

Tumpuan Kanan (-)

-94.34

Tumpuan Kanan (+)

51.85

Tumpuan Kiri (-)

-19.67

Tumpuan Kiri (+)

18.13

Lapangan

17.21

Tumpuan Kanan (-)

-24.93

Tumpuan Kanan (+)

17.21

Tumpuan Kiri (-)

-82.54

Tumpuan Kiri (+)

76.30

Lapangan

72.59

Tumpuan Kanan (-)

-132.07

Tumpuan Kanan (+)

72.59

Tumpuan Kiri (-)

-102.23

Tumpuan Kiri (+)

94.40

Lapangan

89.75

Tumpuan Kanan (-)

-153.09

Tumpuan Kanan (+)

89.75

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8

Tumpuan Kiri (-)

-53.02

WX + 1,3 WY

Tumpuan Kiri (+)

82.42

Lapangan

78.78

Tumpuan Kanan (-)

-173.56

Live

1.4 DL

1.2 DL + 1.6LL

94

Tumpuan Kanan (+)

78.78

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 Tumpuan Kiri (-)

-127.83

WX 1,3 WY

Tumpuan Kiri (+)

84.64

Lapangan

80.08

Tumpuan Kanan (-)

-102.71

Tumpuan Kanan (+)

80.08

1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3

Tumpuan Kiri (-)

22.39

WX + 0,8 WY

Tumpuan Kiri (+)

80.10

Lapangan

86.02

Tumpuan Kanan (-)

-244.83

Tumpuan Kanan (+)

77.35

1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 Tumpuan Kiri (-)

-203.24

WX 0,8 WY

Tumpuan Kiri (+)

86.96

Lapangan

81.50

Tumpuan Kanan (-)

-31.44

Tumpuan Kanan (+)

81.50

0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3

Tumpuan Kiri (-)

-15.66

WY

Tumpuan Kiri (+)

47.94

Lapangan

46.02

Tumpuan Kanan (-)

-120.32

Tumpuan Kanan (+)

46.02

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 Tumpuan Kiri (-)

-90.46

WY

Tumpuan Kiri (+)

50.16

Lapangan

47.31

Tumpuan Kanan (-)

-49.48

Tumpuan Kanan (+)

47.31

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8

Tumpuan Kiri (-)

59.75

WY

Tumpuan Kiri (+)

45.62

Lapangan

70.52

Tumpuan Kanan (-)

-191.59

Tumpuan Kanan (+)

44.59

95

0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 Tumpuan Kiri (-)

-165.87

WY

Tumpuan Kiri (+)

52.48

Lapangan

54.69

Tumpuan Kanan (-)

21.79

Tumpuan Kanan (+)

48.74

Momen tumpuan kiri maksimum (-)

= -203.24 kNm

Momen tumpuan kiri maksimum (+)

= 94.40 kNm

Momen tumpuan kanan maksimum (-) = -244.83 kNm


Momen tumpuan kanan maksimum (+) = 89.75 kNm
Momen lapangan maksimum

= 89.75 kNm

Sebelum dilakukan penulangan baiknya dilakukan kontrol syarat-syarat


komponen beton bertulang yang merupakan bagian SPBL tersebut di pasal 23.2 SNI
03-2847-2002 untuk WG 4, sebagai berikut:

Beban aksial balok sudah pasti sangat kecil (Pu < 0.1Agfc)

Bentang bersih minimum harus lebih besar dari 4d


Bentang bersih = 5.6 m 0,7 m > 4 x 447,5 mm
4,9 m > 1,790 m

bw 30
=
0,6 > 0,3
h 50

Ratio

bw = 300 mm > 250 mm

bw = 300 < lebar kolom + 1,5d


= 300 < 700 + 1,5 (447,5) = 300 mm < 1371,25 mm Oke

Tinjauan pada balok 300x500 mm, no elemen B2 :


h

= 500 mm;

fc

= 25 MPa (karena fc 30 MPa maka 1 = 0,85)

fy

= 400 MPa;

DP

= 25 mm (diameter tulangan pokok)

DS

= 10 mm (diameter tulangan sengkang)

= 300 mm

= 30 mm

1. Cek apakah balok memenuhi definisi komponen struktur lentur.


SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.1 mensyaratkan bahwa komponen struktur lentur
SRPMK harus memenuhi hal-hal berikut:

96

a. Gaya aksial tekan terfaktor pada komponen struktur lentur dibatasi


maksimum 0,1Agfc.
0,1Agfc = 0,1.300.500.25 = 375000 Mpa = 375 kN > 72,35 kN Ok.
b. Bentang bersih komponen struktur tidak boleh kurang dari 4 kali tinggi
efektifnya.
de = d = 500-(30+10+(25/2) = 447,5 mm
ln = de = 7.325 mm / 447,5 mm = 16,369 Ok.
c. Perbandingan lebar terhadap tinggi tidak boleh kurang dari 0,3.
b/h = 300/500 = 0,6 Ok.
d. Lebar komponen tidak boleh:
1) Kurang dari 250 mm Ok.
2) Melebihi lebar komponen struktur pendukung (diukur pada bidang
tegak lurus terhadap sumbu longitudinal komponen struktur lentur)
ditambah jarak pada tiap sisi komponen struktur pendukung yang tidak
melebihi tinggi komponen struktur lentur.
b = 300 mm < h = 500 mm Ok.
2. Momen desain.
Tabel 4.16 Momen Envelope pada balok akibat beban gravitasi dan beban
gempa

Kondisi
1

2
3
4
5

Lokasi
Ujung Interior
Negatif
Ujung eksterior
Negatif
Ujung Eksterior
Positif
Ujung Interior
Positif
Tengah Bentang
Positif

Arah Goyangan
Kanan

Mu (kN-m)
-244,83

Kiri

-203,24

Kanan

89,75

Kiri

94,4

kanan dan kiri

89,75

3. Hitung keperluan baja tulangan untuk menahan lentur.


a. Kondisi 1, kolom interior, momen negatif tumpuan, goyangan ke kanan.
Mu = -244,83 kN-m.

97

1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.


Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19+20) = 421 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
244,83.106
= 2138,029 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.421

Digunakan D25 jumlah = 5; As-pakai = 2454,369 mm2; d-baru = 415 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

2454,369.400
= 153,999 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.2275,133.400. 421
2

153,999 6
.10
2

M n = 265,4647 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

25
.300.421 = 389,063 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.421 = 435,75 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
2454,369
= 0,01971

bw d
300.421

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400
600

400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 153,999
= 0,3441 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
447,5
Ok, desain tulangan under reinforced.

98

b. Kondisi 2, kolom eksterior, momen negatif tumpuan, goyangan ke kiri.


Mu = -203,24 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19+20) = 421 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
203, 24.106
= 1774,836 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.421

Digunakan D25 jumlah = 4; As-pakai = 1963,495 mm2; d-baru = 415 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

1963, 495.400
= 123,1997 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.1963, 495.400. 415


2

M n = 222,0479 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

123,1997 6
.10
2

25
.300.415 = 389,063 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.421 = 435,75 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As 1963, 495
= 0,01577

bw d
300.421

0,85 f c ' 600


b 1

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 123,1997

= 0,2753 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875


dt
447,5
dt

99

Ok, desain tulangan under reinforced.


c. Kondisi 3, kolom eksterior, momen positif tumpuan, goyangan ke kanan.
SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.2(2) mensyaratkan bahwa kuat lentur positif
komponen struktur lentur pada muka kolom tidak boleh lebih kecil dari
kuat lentur negatifnya pada muka tersebut.
Mu = 89,75 kN-m 1/2Mn_eksterior = 111,0239 kN-m
Maka gunakan 111,0239 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19/2) = 450,5 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

Mu
111, 0239.106
= 906,052 mm2
As

f y jd 0,8.400.0,85.450,5
Digunakan D25 jumlah = 2; As-pakai = 981,748 mm2; d-baru = 447,5 mm
tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

981, 748.400
= 3,849991 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.981, 748.400. 447,5


2

M n = 129,189 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

3,849991 6
.10
2

25
.300.447,5 = 419,5 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.447,5 = 435,75 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
981, 748
= 0,007313

bw d 300.447,5

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032

100

Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah


0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 3,849991
= 0,0086 < tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
447,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
d. Kondisi 4, kolom interior, momen positif tumpuan, goyangan ke kiri.
Mu = 94,4 kN-m < 1/2Mn_interior = 132,7324 kN-m
Maka gunakan 132,7324 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19/2) = 450,5 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

Mu
132, 7324.106
= 1083,21114 mm2
As

f y jd 0,8.400.0,85.450,5
Digunakan D25 jumlah = 3; As-pakai = 1472,622 mm2; d-baru = 447,5 mm
tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

1472, 622.400
= 92,3997 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.1472, 622.400. 447,5


2

M n = 189,1082 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

25
.300.447,5 = 419,5 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.447,5 = 435,75 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

92,3997 6
.10
2

As
1472, 622
= 0,010969

bw d 300.447,5

101

0,85 f c ' 600


b 1

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 5, 7749
= 0,012905 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
447,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
e. Kondisi 5, tengah bentang, momen positif, goyangan ke kanan dan kiri.
SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.2(2) juga mensyaratkan baik kuat lentur
negatif mau pun kuat lentur positif pada setiap penampang di sepanjang
bentang tidak boleh kurang dari kuat lentur terbesar yang disediakan
pada kedua muka kolom tersebut.
Mu = 89,75 kN-m > 1/4Mn_terbesar = 66,266 kN-m
Maka gunakan 89,75 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19/2) = 450,5 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

Mu
89, 75.106
= 732,438 mm2
As

f y jd 0,8.400.0,85.450,5
Digunakan D25 jumlah = 2; As-pakai = 981,748 mm2; d-baru = 447,5 mm
tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

981, 748.400
= 61,59985 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.981, 748.400. 447,5


2

M n = 130,91019 kN-m -Ok

61,59985 6
.10
2

102

2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

25
.300.447,5 = 419,5 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.447,5 = 469,88 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
981, 748
= 0,007313

bw d 300.447,5

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400
600

400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 61,59985
= 0,138 < tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
447,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
4. Kapasitas minimum momen positif dan momen negatif. SNI 03-2847-2002
Pasal 23.3.2(1) dan (2) mengharuskan sekurang-kurangnya ada dua batang
tulangan atas dan dua tulangan bawah yang dipasang secara menerus, dan
kapasitas momen positif dan momen negatif minimum pada sebarang
penampang di sepanjang bentang balok SRPMK tidak boleh kurang dari kali
kapasitas momen maksimum yang disediakan pada kedua muka kolom balok
tersebut.
Kuat momen negatif-positif terbesar pada bentang = 244,83 kN-m.
kuat momen negatif-positif terbesar = 61,208 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 500-(30+10+19/2) = 450,5 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
61, 208.106
= 499,506 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.450,5

103

Digunakan D19 jumlah = 2; As-pakai = 567,0575 mm2; d-baru = 450,5 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

567, 0575.400
= 35,58 mm
0,85.25.300

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.567, 0575.400. 450,5


2

35,58 6
.10
2

M n = 78,519 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

25
.300.447,5 = 422,3438 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.300.447,5 = 473,025 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
567, 0575
= 0,00315

bw d 300.447,5

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400
600

400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 35,58
= 0,07898 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt 447,5
dt
Ok, desain tulangan under reinforced.

104

Gambar 4.7 Sketsa Penulangan Penampang-penampang Kritis Balok (B2)


5. Hitung Probable Momen Capacities (Mpr). SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.4(2)
mengisyaratkan bahwa:
Geser rencana akibat gempa pada balok dihitung dengan mengasumsikan sendi
plastis terbentuk di ujung-ujung balok dengan tegangan tulangan lentur balok
mencapai 1,25fy dan factor reduksi kuat lentur = 1.
1) Kapasitas momen ujung-ujung balok bila struktur bergoyang ke kanan.
Kondisi 1:

1, 25 As f y

a pr _1

'

0,85 f c b

1, 25.2454,369.400
= 192,4996 mm
0,85.25.300

a pr _1

192, 4995 6

M pr _1 1, 25 As f y d
1, 25.2454,369.400 447,5
10
2
2

= 391,16538 kN-m
Kondisi 3:

a pr _ 3

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.981, 748.400
= 51,62 mm
0,85.25.300

a pr _ 3

51, 62 6

M pr _ 3 1, 25 As f y d
1, 25.1472, 622.400 447,5
10
2
2

= 206,997 kN-m
2) Kapasitas momen ujung-ujung balok bila struktur bergoyang ke kiri.
Kondisi 2:

a pr _ 2

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.1963, 495.400
= 153,99964 mm
0,85.25.300

105

a pr _ 2

153,99964 6

M pr _ 2 1, 25 As f y d
1, 25.1963, 495.400 447,5
10
2
2

= 331,8309 kN-m
Kondisi 4:

a pr _ 4

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.1472, 622.400
= 115,4997 mm
0,85.25.300

a pr _ 4

115, 4997 6

M pr _ 4 1, 25 As f y d
1, 25.1472, 622.400 447,5
10
2
2

= 286,9772 kN-m
6. Diagram gaya geser. Reaksi geser di ujung kanan dan kiri balok akibat gaya
gravitasi yang bekerja pada struktur.

wu 1, 2DL 1,0LL = 1,2 . 4,65 + 1,0 . 2,5 = 58,3 kN/m


Vg

wu ln 58,3.5, 6
= 163,24 kN

2
2

1) Struktur bergoyang ke kanan.

Vsway _ ka

M pr _1 M pr _ 3
ln

391,165 206,997
=106,815 kN
5, 6

Total reaksi geser di ujung kiri balok

= 163,24 106,815

= 56,425 kN (arah gaya ke atas)


Total reaksi geser di ujung kanan balok

= 163,24 + 106,815

= 270,055 kN (arah gaya ke atas)


2) Struktur bergoyang ke kiri.

Vsway _ ki

M pr _ 2 M pr _ 4
ln

331,83 286,98
= 110,501 kN
5, 6

Total reaksi geser di ujung kiri balok

= 163,24 + 110,501

= 273,741 kN (arah gaya ke atas)


Total reaksi geser di ujung kanan balok

= 163,24 - 110,501

= 52,739 kN (arah gaya ke atas)


7. Sengkang untuk gaya geser. SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.4(2): Kontribusi beton
dalam menahan geser, yaitu Vc, harus diambil = 0 pada perencanaan geser di
daerah sendi plastis apabila:

106

1) Gaya geser Vsway akibat sendi plastis di ujung-ujung balok melebihi (atau
lebih) kuat heser perlu maksimum, Vu, di sepanjang bentang, dan
2) Gaya tekan aksial terfaktor, termasuk akibat pembebanan gempa, kurang
dari Agfc/20.
Tabel 4.17 Gaya geser di Muka Kolom Eksterior dan Interior
Arah Gerakan

V_sway

Eksterior Sup. Reaction

Interior Sup. Reaction

Gempa

(kN)

Vu (kN)

Vu (kN)

1/2 Vu (kN)

1/2 Vu (kN)

Kanan

106.8146 56.42536178 28.21268089 270.0546382 135.0273191

Kiri

110.5015 273.7414511 136.8707255 52.73854892 26.36927446

Ml

203.24kN-m

Mnl

254.05kN-m

Mr

244.83kN-m

Mnr

306.0375kN-m

Vu

M nl M nr Wu ln 254, 05 306, 038 58,3.5, 6


= 263,1556 kN

ln
2
5, 6
2

Berdasarkan hasil analisa struktur, gaya aksial tekan terfaktor akibat gaya
gempa dan gravitasi adalah 13,42 kN < Agfc = 187,5 kN.
-

Kondisi Vsway < Vu hanya terjadi di muka kolom eksterior akibat goyangan
ke arah kiri (sementara akibat goyangan ke kanan Vsway tetap melebihi
1/2Vu);

Gaya aksial tekan terfaktor akibat gempa dan gravitasi < A gfc/20, maka
perencanaan

tulangan

geser

dilakukan

dengan

memperhitungkan

kontribusi beton Vc = 0 di sepanjang zona sendi plastis di masing-masing


muka kolom.
1) Muka kolom eksterior: Gaya geser maksimum, Vu = 273,74145 kN

Vs

Vu

Vc

273, 74145
0 = 364,9886 kN
0, 75

SNI 03-2847-2002 Pasal 13.5.6(9).


Maksimum Vs = Vs _ max

2 fc '
3

bw d

2 25
300.447,5 = 447,5 kN
3

Coba diameter tulangan sengkang D13 dengan 2 kaki (Av = 265,5 mm2)

107

Av f y d
Vs

Vs

Av f y d
s

265,5.400.447,5
= 130,208 mm (gunakan spasi 125 mm)
364,9886.1000

265,5.400.447,5
= 380,196 kN (Ok)
125

2) Muka kolom interior: Gaya geser maksimum, Vu = 270,055 kN

Vs

Vu

270, 055
0 = 360,0729 kN
0, 75

Vc

Maksimum Vs = Vs _ max

2 fc '
3

bw d

2 25
300.447,5 = 447,5 kN
3

Coba diameter tulangan sengkang D13 dengan 2 kaki (Av = 265,5 mm2)

Av f y d
Vs

Vs

Av f y d
s

265,5.400.447,5
= 131,9858 mm (gunakan spasi 130 mm)
360, 0729.1000

265,5.400.447,5
= 365,5731 kN (Ok)
130

Penulangan geser pada daerah diluar sendi plastis:

fc'

Vc

25
300.447,5 = 111,875 kN
6

bw d

Maka, Vs

Vu

Vc

293,157
111,875 = 239,1325 kN
0, 75

Coba tulangan sengkang D10 (2 kaki)

Av f y d
Vs

157,1.400.447,5
= 117,5955 kN (gunakan spasi 115 mm)
239,1325.1000

SNI Pasal 23.3.3(1): Diperlukan hoops (sengkang tertutup) di sepanjang


jarak 2h dari sisi (muka) kolom terdekat.
2h = 2 . 500 = 1000 mm
SNI Pasal 23.3.3(2): Hoop pertama dipasang pada jarak 50 mm dari muka
kolom terdekat, dan yang berikutnya dipasang dengan spasi terkecil di
antara:
1. de/4 = 447,5/4

= 111,875 mm

2. 8 x Dp = 8 . 25

= 200 mm

3. 24 x D13

= 312 mm

108

4. 300 mm
Dengan demikian digunakan sengkang tertutup 2 kaki D13 yang dipasang
dengan spasi 100 mm.
SNI Pasal 23.3.3(4): Spasi maksimum tulangan geser di sepanjang balok
SRPMK adalah de/2.

smax

de 447,5
= 223,75 mm

2
2

Ok, untuk bentang di luar zona sendi plastis, gunakan sengkang 2 kaki D10
dengan spasi 150 mm.
8. Cutt-off points
1) Tulangan negatif di muka kolom interior.
Jumlah tulangan atas yang terpasang adalah 5 buah yaitu 5D25. 2 buah
tulangan akan di cut-off, sehingga As-sisa = 1472,62 mm2. Kuat lentur negatif
rencana dengan konfigurasi tulangan seperti ini adalah

As f y
'

0,85 f c b

1472, 62.400
= 92,3998 mm
0,85.25.300

M n As f y d 0,8.1472, 62.400 447,5


2

92,3998

= 189,1082 kN-m
Untuk mendapatkan lokasi penampang dengan momen negatif rencana
189,1082 kN-m pada balok, ambil penjumlahan momen di titik A, yaitu:
58,3x(1/2x) 308,0163x + 202,057 = 29,15x2 - 308,0163x + 202,057 = 0

b b2 4ac 308, 0163 308, 01632 4.29,15.202, 057

2a
2.29,15

= 702,73 mm
SNI 03-2847-2002 Pasal 14.10.3 dan Pasal 14.10.4 mengharuskan :
- Tulangan diteruskan melampaui titik di mana tulangan tersebut sudah
tidak diperlukan lagi untuk menahan lentur, sejauh tinggi efektif
komponen struktur, d, dan tidak kurang dari 12db, kecuali pada daerah
tumpuan balok sederhana dan pada daerah ujung bebas kantilever,

109

- Tulangan menerus harus mempunyai suatu panjang penanaman sejauh


tidak kurang dari panjang penyaluran ld diukur dari lokasi pemotongan
tulangan lentur.
Panjang penyaluran tulangan D25 adalah sepanjang:

ld 25

3 f y
5 fc'

3.400.1,3.1.1
= 1560 mm
5 25

Ambil saja ld-25 = 1600 mm = 1,6 m


Jadi, tulangan 3D25 harus ditanam sepanjang yang terbesar antara 1150,2
mm atau 1002,7 mm.
2) Tulangan negatif di muka kolom eksterior.
Jumlah tulangan atas yang terpasang adalah 4 buah yaitu 5D25. 2 buah
tulangan akan di cut-off, sehingga As-sisa = 981,748 mm2. Kuat lentur negatif
rencana dengan konfigurasi tulangan seperti ini adalah

As f y
'

0,85 f c b

981, 748.400
= 61,6 mm
0,85.25.300

61, 6

M n As f y d 0,8.981, 748.400 447,5

2
2

= 130,9102 kN-m
Untuk mendapatkan lokasi penampang dengan momen negatif rencana
130,9102 kN-m pada balok, ambil penjumlahan momen di titik A, yaitu:
58,3x(1/2x) 298,003x + 156,067 = 29,15x2 - 298,003x + 156,067 = 0

b b2 4ac 298, 003 298, 0032 4.29,15.156, 067

2a
2.29,15

= 553,7 mm
Panjang penyaluran tulangan D25 adalah sepanjang:

ld 25

3 f y
5 fc

'

3.400.1,3.1.1
= 1560 mm
5 25

Ambil saja ld-25 = 1600 mm = 1,6 m


Jadi, tulangan 2D25 harus ditanam sepanjang yang terbesar antara 1001,2
mm atau 853,7 mm.

110

4.5.4

Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B3

Tabel 4.18 Resume Momen untuk Balok B3 250x300 pada SRPMK


Beban

Lokasi

Momen
(kNm)

Dead

Tumpuan Kiri (-)

-15.86

Tumpuan Kiri (+)

6.26

Lapangan

13.88

Tumpuan Kanan (-)

-22.55

Tumpuan Kanan (+)

2.91

Tumpuan Kiri (-)

-7.33

Tumpuan Kiri (+)

2.94

Lapangan

6.60

Tumpuan Kanan (-)

-10.34

Tumpuan Kanan (+)

1.43

Tumpuan Kiri (-)

-22.20

Tumpuan Kiri (+)

8.76

Lapangan

19.43

Tumpuan Kanan (-)

-31.57

Tumpuan Kanan (+)

4.08

Tumpuan Kiri (-)

-30.76

Tumpuan Kiri (+)

12.21

Lapangan

27.21

Tumpuan Kanan (-)

-43.60

Tumpuan Kanan (+)

5.79

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX +

Tumpuan Kiri (-)

-21.81

1,3 WY

Tumpuan Kiri (+)

12.64

Lapangan

23.10

Tumpuan Kanan (-)

-42.25

Tumpuan Kanan (+)

2.42

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX

Tumpuan Kiri (-)

-30.91

1,3 WY

Tumpuan Kiri (+)

8.25

Live

1.4 DL

1.2 DL + 1.6LL

111

Lapangan

23.41

Tumpuan Kanan (-)

-32.54

Tumpuan Kanan (+)

7.43

1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX +

Tumpuan Kiri (-)

-24.81

0,8 WY

Tumpuan Kiri (+)

11.30

Lapangan

23.41

Tumpuan Kanan (-)

-38.63

Tumpuan Kanan (+)

4.39

1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX

Tumpuan Kiri (-)

-27.91

0,8 WY

Tumpuan Kiri (+)

9.59

Lapangan

23.10

Tumpuan Kanan (-)

-36.15

Tumpuan Kanan (+)

5.47

Tumpuan Kiri (-)

-9.73

Tumpuan Kiri (+)

7.83

Lapangan

12.34

Tumpuan Kanan (-)

-25.15

Tumpuan Kanan (+)

1.164E-01

Tumpuan Kiri (-)

-18.82

Tumpuan Kiri (+)

3.43

Lapangan

12.65

Tumpuan Kanan (-)

-15.44

Tumpuan Kanan (+)

5.13

Tumpuan Kiri (-)

-12.72

Tumpuan Kiri (+)

6.48

Lapangan

12.65

Tumpuan Kanan (-)

-21.53

Tumpuan Kanan (+)

2.08

Tumpuan Kiri (-)

-15.82

Tumpuan Kiri (+)

4.78

Lapangan

12.34

0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

112

Tumpuan Kanan (-)

-19.05

Tumpuan Kanan (+)

3.16

Momen tumpuan kiri maksimum (-)

= -30.91 kNm

Momen tumpuan kiri maksimum (+)

= 12.64 kNm

Momen tumpuan kanan maksimum (-) = -43.60 kNm


Momen tumpuan kanan maksimum (+) = 7.43 kNm
Momen lapangan maksimum

= 27.21 kNm

Sebelum dilakukan penulangan baiknya dilakukan kontrol syarat-syarat


komponen beton bertulang yang merupakan bagian SPBL tersebut di pasal 23.2 SNI
03-2847-2002 untuk WG 4, sebagai berikut :

Beban aksial balok sudah pasti sangat kecil (Pu < 0.1Agfc)

Bentang bersih minimum harus lebih besar dari 4d


Bentang bersih = 4,5 m 0,7 m > 4 x 252 mm
3.8 m > 1,008 m

bw 25
=
0,833 > 0,3
h 30

Ratio

bw = 250 mm > 250 mm

bw = 250 < lebar kolom + 1,5d


= 250 < 300 + 1,5 (252) = 250 mm < 378 mm Oke

Tinjauan pada balok 250x300 mm, no elemen B2 :


h

= 300 mm;

fc

= 25 MPa (karena fc 30 MPa maka 1 = 0,85)

fy

= 400 MPa;

DP

= 16 mm (diameter tulangan pokok)

DS

= 10 mm (diameter tulangan sengkang)

= 250 mm

= 30 mm

1. Cek apakah balok memenuhi definisi komponen struktur lentur.


SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.1 mensyaratkan bahwa komponen struktur lentur
SRPMK harus memenuhi hal-hal berikut:
a. Gaya aksial tekan terfaktor pada komponen struktur lentur dibatasi
maksimum 0,1Agfc.
0,1Agfc = 0,1.300.500.25 = 375000 Mpa = 375 kN > 72,35 kN Ok.

113

b. Bentang bersih komponen struktur tidak boleh kurang dari 4 kali tinggi
efektifnya.
de = d = 500-(30+10+(25/2) = 447,5 mm
ln = de = 7.325 mm / 447,5 mm = 16,369 Ok.
c. Perbandingan lebar terhadap tinggi tidak boleh kurang dari 0,3.
b/h = 300/500 = 0,6 Ok.
d. Lebar komponen tidak boleh:
3) Kurang dari 250 mm Ok.
4) Melebihi lebar komponen struktur pendukung (diukur pada bidang
tegak lurus terhadap sumbu longitudinal komponen struktur lentur)
ditambah jarak pada tiap sisi komponen struktur pendukung yang tidak
melebihi tinggi komponen struktur lentur.
b = 300 mm < h = 500 mm Ok.
2. Momen desain.
Tabel 4.19 Momen Envelope pada balok akibat beban gravitasi dan beban
gempa

Kondisi
1

2
3
4
5

Lokasi
Ujung Interior
Negatif
Ujung eksterior
Negatif
Ujung Eksterior
Positif
Ujung Interior
Positif
Tengah Bentang
Positif

Arah Goyangan
Kanan

Mu (kN-m)
-43,6

Kiri

-30,91

Kanan

7,43

Kiri

12,64

kanan dan kiri

27,21

3. Hitung keperluan baja tulangan untuk menahan lentur.


a. Kondisi 1, kolom interior, momen negatif tumpuan, goyangan ke kanan.
Mu = -43,6 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19: d = 300-(30+10+19+20) = 221 mm
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

114

As

Mu
43, 6.106
= 725,313 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.221

Digunakan D25 jumlah = 3; As-pakai = 850,586 mm2; d-baru = 221 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

850,586.400
= 64,044 mm
0,85.25.250

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.850,586.400. 221
2

64, 044 6
.10
2

M n = 51,437 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

25
.250.221 = 172,656 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.250.221 = 193,375 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As 850,586
= 0,015395

bw d 250.221

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400
600

400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 64, 044
= 0,2557 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
250,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
b. Kondisi 2, kolom eksterior, momen negatif tumpuan, goyangan ke kiri.
Mu = -30,91 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19.

115

Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
30,91.106
= 514,207 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.221

Digunakan D25 jumlah = 2; As-pakai = 567,057 mm2; d-baru = 221 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

567, 057.400
= 42,696 mm
0,85.25.250

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.567, 057.400. 221


2

42, 696 6
.10
2

M n = 36,229 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

25
.250.221 = 172,656 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.250.221 = 193,375 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As 567, 057
= 0,01026

bw d 250.221

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400
600

400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 42, 696
= 0,1706<> tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
250,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
c. Kondisi 3, kolom eksterior, momen positif tumpuan, goyangan ke kanan.

116

SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.2(2) mensyaratkan bahwa kuat lentur positif


komponen struktur lentur pada muka kolom tidak boleh lebih kecil dari
kuat lentur negatifnya pada muka tersebut.
Mu = 7,43 kN-m 1/2Mn_eksterior = 18,114 kN-m
Maka gunakan 18,114 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19.
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
18,114.106
= 265,854 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.221

Digunakan D25 jumlah = 1; As-pakai = 283,529 mm2; d-baru = 250,5 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

283,529.400
= 1,334 mm
0,85.25.250

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.283,529.400. 250,5
2

M n = 21,254 kN-m -Ok

2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

1,334 6
.10
2

25
.250.250,5 = 195,4 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.250.250,5 = 193,38 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
283,529
= 0,00453

bw d 300.250,5

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025

117

4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 1,334
= 0,00533 < tcl 0, 3751 0, 375.0,85= 0,31875

dt 250,5
dt
Ok, desain tulangan under reinforced.
d. Kondisi 4, kolom interior, momen positif tumpuan, goyangan ke kiri.
Mu = 12,64 kN-m < 1/2Mn_interior = 25,72 kN-m
Maka gunakan 25,72 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19.
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

Mu
25, 72.106
= 377,46 mm2
As

f y jd 0,8.400.0,85.250,5
Digunakan D25 jumlah = 2; As-pakai = 567,06 mm2; d-baru = 250,5 mm
tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

567, 06.400
= 42,696 mm
0,85.25.250

Cek momen nominal actual:

M n As f y d 0,8.567, 06.400. 250,5


2

42, 696 6
.10
2

M n = 41,58 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

25
.250.250,5 = 195,7 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.250.250,5 = 193,4 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
567, 06
= 0,00905

bw d 300.250,5

0,85 f c ' 600


b 1

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400 600 400

118

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 42, 696
= 0,17044 < tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt
dt
250,5
Ok, desain tulangan under reinforced.
e. Kondisi 5, tengah bentang, momen positif, goyangan ke kanan dan kiri.
SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.2(2) juga mensyaratkan baik kuat lentur
negatif mau pun kuat lentur positif pada setiap penampang di sepanjang
bentang tidak boleh kurang dari kuat lentur terbesar yang disediakan
pada kedua muka kolom tersebut.
Mu = 27,21 kN-m > 1/4Mn_terbesar = 12,86 kN-m
Maka gunakan 27,21 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19.
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
27, 21.106
= 299,35 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.250,5

Digunakan D25 jumlah = 1; As-pakai = 283,53 mm2; d-baru = 250,5 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

As f y
'

0,85 f c b

283,53.400
= 21,35 mm
0,85.25.250

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.283,53.400. 250,5
2

21,35 6
.10
2

M n = 28,76 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

bw d

25
.250.250,5 = 195,7 mm2
4.400

119

Tapi tidak boleh kurang dari:

1, 4
1, 4
bw d
.250.250,5 = 219,2 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
283,53
= 0,0045

bw d 250.250,5

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400
600

400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 21,35
= 0,085 < tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875

dt 250,5
dt
Ok, desain tulangan under reinforced.
4. Kapasitas minimum momen positif dan momen negative. SNI 03-2847-2002
Pasal 23.3.2(1) dan (2) mengharuskan sekurang-kurangnya ada dua batang
tulangan atas dan dua tulangan bawah yang dipasang secara menerus, dan
kapasitas momen positif dan momen negatif minimum pada sebarang
penampang di sepanjang bentang balok SRPMK tidak boleh kurang dari kali
kapasitas momen maksimum yang disediakan pada kedua muka kolom balok
tersebut.
Kuat momen negatif-positif terbesar pada bentang = 43,6 kN-m.
kuat momen negatif-positif terbesar = 10,9 kN-m.
1) Baja tulangan yang dibutuhkan untuk lentur.
Sebagai trial awal, gunakan D19.
Asumsi awal:
j = 0,85 (koefisien lengan momen); = 0,8 (faktor reduksi momen)

As

Mu
10,9.106
= 159,97 mm2

f y jd 0,8.400.0,85.250,5

Digunakan D19 jumlah = 1; As-pakai = 283,53 mm2; d-baru = 250,5 mm


tinggi blok tegangan tekan ekivalen yang aktual adalah:

120

As f y
'

0,85 f c b

283,53.400
= 21,35 mm
0,85.25.250

Cek momen nominal aktual:

M n As f y d 0,8.5283,53.400. 250,5
2

21,35 6
.10
2

M n = 21,76 kN-m -Ok


2) Cek As minimum: As min

fc'
4 fy

Tapi tidak boleh kurang dari:

bw d

25
.250.250,5 = 195,703 mm2
4.400

1, 4
1, 4
bw d
.250.250,5 = 219,19 mm2
fy
400

3) Cek rasio tulangan.

As
283,53
= 0,0028

bw d 250.250,5

b 1

0,85 f c ' 600

f y 600 f y

0,85.25 600
0,85.

= 0,02709
400
600

400

0,75b 0,75.0,02709 = 0,02032


Batas tulangan maksimum berdasarkan SNI Beton Pasal 23.3.2 adalah
0,025. Ok, < 0,75 b dan < 0,025
4) Cek apakah penampang tension-controlled?

a
a 21,35
= 0,085 > tcl 0,3751 0,375.0,85 = 0,31875, Ok

dt 250,5
dt

Gambar 4.8 Sketsa Penulangan Penampang-penampang Kritis Balok (B3)

121

5. Hitung Probable Momen Capacities (Mpr). SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.4(2)


mengisyaratkan bahwa:
Geser rencana akibat gempa pada balok dihitung dengan mengasumsikan sendi
plastis terbentuk di ujung-ujung balok dengan tegangan tulangan lentur balok
mencapai 1,25fy dan faktor reduksi kuat lentur = 1.
1) Kapasitas momen ujung-ujung balok bila struktur bergoyang ke kanan.
Kondisi 1:

a pr _1

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.850,59.400
= 80,06 mm
0,85.25.250

a pr _1

80, 06 6

M pr _1 1, 25 As f y d
1, 25.850,59.400 250,5
10
2
2

= 76,97 kN-m
Kondisi 3:

a pr _ 3

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.283,53.400
= 26,63 mm
0,85.25.250

a pr _ 3

26, 63 6

M pr _ 3 1, 25 As f y d
1, 25.283,53.400 250,5
10
2
2

= 33,62 kN-m
2) Kapasitas momen ujung-ujung balok bila struktur bergoyang ke kiri.
Kondisi 2:

a pr _ 2

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.567, 06.400
= 53,37 mm
0,85.25.250

a pr _ 2

53,37 6

M pr _ 2 1, 25 As f y d
1, 25.567, 06.400 250,5
10
2
2

= 55,09 kN-m
Kondisi 4:

a pr _ 4

1, 25 As f y
'

0,85 f c b

1, 25.567, 06.400
= 53,37 mm
0,85.25.250

122

a pr _ 4

53,37 6

M pr _ 4 1, 25 As f y d
1, 25.567, 06.400 250,5
10
2
2

= 63,46 kN-m
6. Diagram gaya geser. Reaksi geser di ujung kanan dan kiri balok akibat gaya
gravitasi yang bekerja pada struktur.

wu 1, 2DL 1,0LL = 1,2 . 4,65 + 1,0 . 2,5 = 58,3 kN/m


Vg

wu ln 58,3.4,5
= 131,175 kN

2
2

1) Struktur bergoyang ke kanan.

Vsway _ ka

M pr _1 M pr _ 3
ln

76,97 33, 62
= 24,58 kN
4,5

Total reaksi geser di ujung kiri balok

= 131,175 24,58

= 106,599 kN (arah gaya ke atas)


Total reaksi geser di ujung kanan balok

= 131,175 + 24,58

= 155,75 kN (arah gaya ke atas)


2) Struktur bergoyang ke kiri.

Vsway _ ki

M pr _ 2 M pr _ 4
ln

55, 09 63, 46
= 26,34 kN
4,5

Total reaksi geser di ujung kiri balok

= 131,175 + 26,34

= 157,52 kN (arah gaya ke atas)


Total reaksi geser di ujung kanan balok

= 131,175 26,34

= 104,83 kN (arah gaya ke atas)


7. Sengkang untuk gaya geser. SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.4(2): Kontribusi beton
dalam menahan geser, yaitu Vc, harus diambil = 0 pada perencanaan geser di
daerah sendi plastis apabila:
1) Gaya geser Vsway akibat sendi plastis di ujung-ujung balok melebihi (atau
lebih) kuat heser perlu maksimum, Vu, di sepanjang bentang, dan
2) Gaya tekan aksial terfaktor, termasuk akibat pembebanan gempa, kurang
dari Agfc/20.
Tabel 4.20 Gaya geser di Muka Kolom Eksterior dan Interior
Arah Gerakan V_sway (kN)

Eksterior Sup. Reaction

Interior Sup. Reaction

123

Gempa

Vu (kN)

Kanan

1/2 Vu (kN)

24,57568 106,5993168

Kiri

Vu (kN)

53,2996584 155,7506832 77,8753416

26,34485 157,5198529 78,75992646 104,8301471 52,41507354

Ml =

30,91kN-m

Mnl

38,6375kN-m

Mr =

43,6kN-m

Mnr

54,5kN-m

Vu

1/2 Vu (kN)

M nl M nr Wu ln 38, 64 54,5 58,3.4,5


= 151,87 kN

ln
2
4,5
2

Berdasarkan hasil analisa struktur, gaya aksial tekan terfaktor akibat gaya
gempa dan gravitasi adalah 3,29 kN < Agfc = 93,75 kN.
-

Kondisi Vsway < Vu hanya terjadi di muka kolom eksterior akibat goyangan
ke arah kiri (sementara akibat goyangan ke kanan Vsway tetap melebihi
1/2Vu);

Gaya aksial tekan terfaktor akibat gempa dan gravitasi < A gfc/20, maka
perencanaan

tulangan

geser

dilakukan

dengan

memperhitungkan

kontribusi beton Vc = 0 di sepanjang zona sendi plastis di masing-masing


muka kolom.
1) Muka kolom eksterior: Gaya geser maksimum, Vu = 157,52 kN

Vs

Vu

Vc

157,52
0 = 210,03 kN
0, 75

SNI 03-2847-2002 Pasal 13.5.6(9).


Maksimum Vs = Vs _ max

2 fc '
3

bw d

2 25
250.250,5 = 208,75 kN
3

Coba diameter tulangan sengkang D13 dengan 2 kaki (Av = 265,5 mm2)

Av f y d

Vs

Vs

Av f y d
s

265,5.400.250,5
= 126,665 mm (gunakan spasi 130 mm)
210, 03.1000

265,5.400.250,5
= 204,64 kN (Ok)
130

2) Muka kolom interior: Gaya geser maksimum, Vu = 155,75 kN

124

Vs

Vu

155, 75
0 = 207,68 kN
0, 75

Vc

Maksimum Vs = Vs _ max

2 fc '
3

bw d

2 25
250.250,5 = 208,75 kN
3

Coba diameter tulangan sengkang D13 dengan 2 kaki (Av = 265,5 mm2)

Av f y d

Vs

Vs

Av f y d
s

265,5.400.250,5
= 128,104 mm (gunakan spasi 130 mm)
207, 68.1000

265,5.400.250,5
= 204,64 kN (Ok)
130

Penulangan geser pada daerah diluar sendi plastis:

fc'

Vc

25
250.250,5 = 52,19 kN
6

bw d

Maka, Vs

Vu

Vc

151,87
52,19 = 150,31 kN
0, 75

Coba tulangan sengkang D10 (2 kaki)

Av f y d
Vs

157,1.400.250,5
= 104,73 kN (gunakan spasi 100 mm)
150,31.1000

SNI Pasal 23.3.3(1): Diperlukan hoops (sengkang tertutup) di sepanjang


jarak 2h dari sisi (muka) kolom terdekat.
2h = 2 . 300 = 600 mm
SNI Pasal 23.3.3(2): Hoop pertama dipasang pada jarak 50 mm dari muka
kolom terdekat, dan yang berikutnya dipasang dengan spasi terkecil di
antara:
5. de/4 = 250,5/4

= 62,625 mm

6. 8 x Dp = 8 . 19

= 152 mm

7. 24 x D13

= 312 mm

8. 300 mm
Dengan demikian digunakan sengkang tertutup 2 kaki D13 yang dipasang
dengan spasi 100 mm.
SNI Pasal 23.3.3(4): Spasi maksimum tulangan geser di sepanjang balok
SRPMK adalah de/2.

125

de 250,5
= 125,25 mm

2
2

smax

Ok, untuk bentang di luar zona sendi plastis, gunakan sengkang 2 kaki D10
dengan spasi 100 mm.

8. Cutt-off points
1) Tulangan negatif di muka kolom interior.
Jumlah tulangan atas yang terpasang adalah 3 buah yaitu 3D19. 2 buah
tulangan akan di cut-off, sehingga As-sisa = 283,53 mm2. Kuat lentur negatif
rencana dengan konfigurasi tulangan seperti ini adalah

As f y
'

0,85 f c b

283,53.400
= 21,35 mm
0,85.25.250

M n As f y d 0,8.283,53.400 250,5
2

21,35
= 21,76 kN-m
2

Untuk mendapatkan lokasi penampang dengan momen negatif rencana


21,76 kN-m pada balok, ambil penjumlahan momen di titik A, yaitu:
58,3x(1/2x) 155,75x + 55,21 = 29,15x2 155,75x + 55,21 = 0

b b2 4ac 55, 21 55, 212 4.29,15.55,21

= 381,73 mm
2a
2.29,15

SNI 03-2847-2002 Pasal 14.10.3 dan Pasal 14.10.4 mengharuskan :


- Tulangan diteruskan melampaui titik di mana tulangan tersebut sudah
tidak diperlukan lagi untuk menahan lentur, sejauh tinggi efektif
komponen struktur, d, dan tidak kurang dari 12db, kecuali pada daerah
tumpuan balok sederhana dan pada daerah ujung bebas kantilever,
- Tulangan menerus harus mempunyai suatu panjang penanaman sejauh
tidak kurang dari panjang penyaluran ld diukur dari lokasi pemotongan
tulangan lentur.
Panjang penyaluran tulangan D19 adalah sepanjang:

ld 25

3 f y
5 fc'

3.400.1,3.1.1
= 1560 mm
5 25

Ambil saja ld-25 = 1600 mm = 1,6 m

126

Jadi, tulangan 1D25 harus ditanam sepanjang yang terbesar antara 1150,2
mm atau 1002,7 mm.

4.6.5

Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 700x700

Tabel 4.21 Resume Momen untuk Kolom 700x700 pada SRPMK


Beban

Lokasi

Dead

Momen Atas

Momen (kNm)
-45.2599

Momen Bawah
Live

21.0696

Momen Atas

-10.3199

Momen Bawah
1.4 DL

Momen Atas

6.1949
-63.3639

Momen Bawah 29.4975


1.2 DL + 1.6LL

Momen Atas

-70.8237

Momen Bawah 35.1954


1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 Momen Atas
-91.0709
WY
Momen Bawah 295.0804
1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 Momen Atas
-38.1927
WY
Momen Bawah -232.1235
1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 Momen Atas
-73.671
WY
Momen Bawah 109.964
1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 Momen Atas
-55.592
WY
Momen Bawah -47.007
0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

Momen Atas

-67.173

127

Momen Bawah 282.565


0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

Momen Atas

-14.295

Momen Bawah -244.639


0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

Momen Atas

-49.773

Momen Bawah 97.448


0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

Momen Atas

-31.694

Momen Bawah -59.522


Perancangan kolom 700mm x 700mm, Nomor elemen 22 :
Pu

= 1706.77 kN;

Mu

= 295.08 kNm

= 700 mm;

= 700 mm

fc

= 25 MPa;

fy

= 400 MPa

= 30 mm (selimut beton)

Dp = 19 mm (diameter tulangan pokok); Ds = 12 mm (diameter tulangan geser)


Lu

= 3670 mm

Penyelesaian :
A. Perhitungan Tulangan Longitudinal Kolom
Menentukan tinggi efektif kolom

d h s Ds
d ' s Ds

Dp
2

Dp
2

700 30 12 19 648,5mm
2

30 12 19 51,5 mm
2

Ec 4700 fc ' 4700 25 23500 MPa


d = 0,5
Analisis tampang kolom :
1) Kolom no.22 (700 mm x 700 mm)

1
1
I gk b h 3 700 7003 20008333333 mm4
12
12
Ec I gk 23500 20008333333

2,5
2,5
1, 254 1014 Nmm2
EI

1 d
1 0,5

128

L = 3670 mm
2) Balok no. 937 F53 (300 mm x 500 mm)

1
1
I gb b h3 300 5003 3125000000 mm4
12
12
Ec I gb 23500 3125000000

5
5

9,792 1012 Nmm2


EI b

1 d
1 0,5
L = 7325 mm
3) Balok no. 115 (300 mm x 500 mm)

1
1
I gb b h3 300 5003 3125000000
12
12

mm4

Ec I gb 23500 3125000000

5
5

9,792 1012 Nmm2


EI b

1 d
1 0,5
L = 4500 mm
4) Kolom no. 229 (600 mm x 600 mm)

1
1
I gk b h 3 600 6003 10800000000 mm4
12
12
Ec I gk 23500 10800000000

2,5
2,5

6,768 1013 Nmm2


EI

1 d
1 0,5
L = 3200 mm
5) Faktor kekangan ujung yang terjadi pada kolom

EI K

lK

EI K
1, 254 1014 6, 768 1013

lK
3670
3200

= 15,75

12
12
EI B EI B
9, 792 10 9, 792 10

7325
4500

lB lB
B = 0 (tumpuan jepit)
Dari grafik nomogram panjang efektif kolom dengan pengaku diperoleh nilai
faktor k sebesar = 0,69
6) Menentukan angka kelangsingan kolom:

129

r 0,3 h

0,3 untuk kolom persegi

0,3 700 210


M1
k lu 0, 69 3670

12, 059 34 12
r
180


M2

k lu
r

244, 64
0, 69 3670
12, 059 34 12

180


295, 08

k lu
r

0, 69 3670
12, 059 43,949 Kolom Pendek

180

7) Eksentrisitas:

M 295, 08
e u ,k
172,888 mm
Pu 1706, 77
emin 0,10 h 0,10 700 70 mm
8) Perhitungan Pnb pendekatan:

Cb

600
600
d
648,5 389,1 mm
600 f y
600 400

a 1 Cb 0,85 389,1 330,735 mm


Pnb 0,85 f c a b
'

0,85 25 330,735 700 4919683,13 N 4919,68 kN


9) Perhitungan Pn perlu:

0,10 fc ' Ag 0,10 25 700 700 1225000 N


1225 kN Pu 1706,77 kN
Digunakan faktor reduksi kekuatan sebesar = 0,65 sehingga diperoleh :

P
Pn perlu u

1706,77

0,65

= 2625,8 kN < Pnb = 4919,68 kN Diperkirakan runtuh tarik

Pn perlu
0,85 fc b
'

2625800
176,524 mm
0,85 25 700

Pn perlu e h a
2
2
As
'
fy d d

130

2625800 172,89 700 176,524


2
2
As
= 976,97 mm2
400 648,5 51,5
As = As
10) Kontrol luas tulangan :

Ast As As ' = 976,97 + 976,97 = 1953,95 mm

Ast

min

1% Ag 0, 01 700 700 4900 mm2

11) Direncanakan :

As 9D19 2551,759 mm2 ; As ' 9D19 2551,759 mm2


Ast 2551,759 2551,759 = 5103,517 mm2 = 1,04 % . Ag
Jadi, terpasang 20D19.
12) Perhitungan regangan dan tegangan baja :

cu 0,003 ; Es 200000 MPa


c

600
600
d
648,5 389,1 mm
600 400
600 f y

389,1 51,5
cd'
0, 003 0, 0026
cu
389,1
c

fy
Es

400
0,002 ; s > y fs = fy = 400 MPa
200000

13) Perhitungan gaya-gaya dalam :


T As f y 2551,759 400 1020703 N 1020,703 kN

Cc 0,85 fc ' a b
0,85 25 176,524 700 2625800 N 2625,8 kN

Cs As ' f y 2551,759 400 1020703 N 1020,703 kN

Pnb Cs Cc T
1020703 2625800 1020703 2625800 N 2625,8 kN
h

h a
h

M nb T d Cc Cs d '
2

2 2
2

131

700

700 176,524
1020703 648,5

2625800

2
2

700

2625800
51,5
2

1296631000 Nmm 1296,631 kNm

eb
e

M nb 1296, 631

0, 493804 m 493,804 mm
Pnb
2625,8

Mu
295, 08

0,172888 m 172,888 mm
Pu 1706, 77

e < eb, Kolom Runtuh Tekan


14) Pola keruntuhan tekan (menggunakan pendekatan Whitney) :

An Ag Ast 490000 5103,517 484896, 483 mm2


Pn 0 An 0,85 f c ' Ast f y

484896, 483 0,85 25 5103,517 400


12345457 N 12345, 457 kN

Pn

Pn

Pn 0
P
e
1 n 0 1
Pnb
eb

12345457
5376977 N 5376,977 kN
12345457 172,888
1
1
2625800
493,804

15) Kontrol keamanan :

Pu 0,1 f c ' Ag
1706770 N 0,1 25 700 700
1706770 N 1225000 digunakan faktor reduksi = 0,65

Pn 0,65 5376977

Pn 3495,035 kN Pu 1706,77 Kolom Aman


B. Perhitungan Penulangan Geser Kolom
Mnt = 407,732 kNm; Mnb = 491,801 kNm

132

M M nb
Vu ut
ln

407, 732 491, 801

285,566 kN
3, 67

Pu
Vc 1
14 A
g

1

6

'
f c bw d

1706, 77 1

1
25 700 648,5 472411 N 472, 411 kN
14 700 700 6

Vc 0,75 472, 411 354,308 kN > Vu 285,566 kN


1 V 0,5 0, 75 472, 411 177,154 kN
c
2

Vc fc ' bw d 0,75 472, 411 25 700 648,5


3
3
1513521 N 1513,521 kN

Vc Vu Vc fc ' bw d
3
Maka diperlukan tulangan geser sebesar Vs
Menentukan jarak sengkang pada daerah sendi plastis (10)
Jarak maksimum l0 tidak boleh kurang dari nilai terbesar :
-

1/6 tinggi bersih kolom

= 1/6 . 3370

= 561,667 mm

Dimensi terbesar penampang

=h

= 700 mm

500 mm

Digunakan l0 = 700 mm

Vc 0 kN ; Vs

Vu

Vc

285,566
0 380,754 kN
0,75

Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

Av f y d
Vs

226,195 240 648,5


92, 461 mm
380, 754 103

Dipakai jarak sengkang, s = 100 mm


Spasi maksimum sengkang tidak boleh lebih dari :
S0 = 8 . DP

= 8 . 19

= 152 mm

S0 = 24 . Ds

= 24 . 12

= 288 mm

S0 = 0,5 . b

= 0,5 . 700

= 350 mm

133

S0 = 300 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 150 mm dipasang sepanjang
700 mm dari permukaan hubungan balok kolom.
Menentuukan jarak sengkang pada daerah diluar sendi plastis (> 10) :

Pu
Vc 1
14 A
g

1

6

'
f c bw d

1706, 77 1

1
25 700 648,5 472411 N 472, 411 kN
14 700 700 6

Vs

Vu

Vc

285,566
472, 411 91, 656 kN
0, 75

Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

Av f y d
Vs

226,195 240 648,5


384, 097 mm
91, 656 103

Dipakai jarak sengkang, s = 350 mm


Spasi maksimum sengkang yang terpasang pada daerah > 10 tidak boleh lebih dari:
2 . S0 = 2 . 200 = 400 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 350 mm dipasang sepanjang >
700 mm dari muka hubungan balok kolom.

4.6.6

Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 600x600

Tabel 4.22 Resume Momen untuk Kolom 600x600 pada SRPMK


Beban

Lokasi

Dead

Momen Atas

-35.368

Momen Bawah

41.3869

Momen Atas

-7.8219

Live

Momen (kNm)

Momen Bawah
1.4 DL

9.8663

Momen Atas

-49.5151

Momen Bawah

57.9416

134

1.2 DL + 1.6LL

Momen Atas

-54.9566

Momen Bawah

65.4503

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 Momen Atas


WY
Momen Bawah

-145.5467

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 Momen Atas


WY
Momen Bawah

45.0198

1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 Momen Atas


WY
Momen Bawah

9.105

1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 Momen Atas


WY
Momen Bawah

-23.983

0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

Momen Atas

-127.114

Momen Bawah

158.992

Momen Atas

63.452

Momen Bawah

-84.496

Momen Atas

-58.111

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

181.2745

-62.2134

94.753

24.308

Momen Bawah 72.470


0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

Momen Atas

-5.551

Momen Bawah

2.026

Perancangan kolom 600mm x 600mm, Nomor elemen 229 :


Pu

= 1262,76 kN;

Mu

= 181,27 kNm

= 600 mm;

= 600 mm

fc

= 25 MPa;

fy

= 400 MPa

= 30 mm (selimut beton)

Dp = 19 mm (diameter tulangan pokok); Ds = 12 mm (diameter tulangan geser)


Lu

= 3200 mm

Penyelesaian : (Perhitungan analog dengan hal. 110)

135

A. Perhitungan Tulangan Longitudinal Kolom


Menentukan tinggi efektif kolom
d = 548,5 mm; d = s + Ds + Dp/2 = 51,5 mm; Ec = 23500 MPa; d = 0,5
Analisis tampang kolom :
1) Kolom no.229 (600 mm x 600 mm)
Igk = 1,08.109 mm4; El = 6,768.1013 Nmm2; L = 3200 mm
2) Balok no. 328 F53 (300 mm x 500 mm)
Igk = 3,125.109 mm4; El = 9,792.1012 Nmm2; L = 7325 mm
3) Balok no. 329 (300 mm x 500 mm)
Igk = 3,125.109 mm4; El = 9,792.1012 Nmm2; L = 4500 mm
4) Kolom no. 443 (600 mm x 600 mm)
Igk = 1,08.109 mm4; El = 6,768.1013 Nmm2; L = 3200 mm
5) Faktor kekangan ujung yang terjadi pada kolom
A = 12,04; B = 0 (tumpuan jepit)
Dari grafik nomogram panjang efektif kolom dengan pengaku diperoleh nilai
faktor k sebesar = 0,69
6) Menentukan angka kelangsingan kolom :

r 0,3 h

0,3 untuk kolom persegi

0,3 600 180


k lu
r

M1 k lu

12, 267 34 12 M ; r 12,059 43,949

kolom tersebut termasuk Kolom Pendek


7) Eksentrisitas :

e 143,554 mm ; emin 60 mm
8) Perhitungan Pnb pendekatan :

Cb 329,1 mm ; a 279,735 mm ; Pnb 3566621, 25 N 3566,62 kN


9) Perhitungan Pn perlu :

0,10 fc ' Ag 900000 N 900kN Pu 1262,76 kN


Digunakan faktor reduksi kekuatan sebesar = 0,65 sehingga diperoleh :

Pn perlu 1942,708 kN Pnb 3566,62 kN

Diperkirakan runtuh tarik

136

a = 152,369 mm; As = 784,326 mm2; As = As


10)Kontrol luas tulangan :
2
Ast = 1568,652 mm ; Ast

min

1% Ag 0,01 600 600 3600 mm2

11) Direncanakan :

As 7D19 1984,701 mm2 ; As ' 7D19 1984,701 mm2


Ast 1984,701 1984,701 = 3984,402 mm2 = 1,10 % . Ag

Jadi, terpasang 16D19.


12) Perhitungan regangan dan tegangan baja:
cu

= 0,003;

Es

= 200000 MPa

= 329,1 mm;

= 0,0025

= 0,002; s > y fs = fy = 400 MPa

13) Perhitungan gaya-gaya dalam:


T = 793880 N = 793,88 kN;

Cc = 1942708 N = 1942,708 kN

Cs = 340234 N = 340,234 kN;

Pnb = 793880 N = 793,88 kN

Mnb = 603904000 Nmm = 603,904 kNm


eb = 426,913 mm > e = 143,554 mm Kolom Runtuh Tekan
14)

Pola keruntuhan tekan :


An = 356030,598 mm2; Pn0 = 9153,411 kN; Pn = 4071,633 kN
Kontrol keamanan: Pu = 1262,76 kN > 900 kN (digunakan faktor reduksi = 0,65)
.Pn = 2646,561 kN > Pu = 1262,76 kN Kolom Aman

B. Perhitungan Penulangan Geser


Mnt = 242,583 kNm; Mnb = 302,125 kNm
Vu = 172,923 kN; Vc = 342963 N = 342,963 kN

Vc 0,75 472, 411 354,308 kN > Vu 285,566 kN


1 V 128, 611 kN
c
2

Vc fc ' bw d 1097257 N 1097, 257 kN


3
2

Vc Vu Vc fc ' bw d
3
Maka diperlukan tulangan geser sebesar Vs

137

Menentukan jarak sengkang pada daerah sendi plastis (10)


Jarak maksimum l0 tidak boleh kurang dari nilai terbesar :
-

1/6 tinggi bersih kolom

= 1/6 . 3370

= 561,667 mm

Dimensi terbesar penampang

=h

= 700 mm

500 mm

Digunakan l0 = 700 mm
Vc = 0 kN; Vs = 230,564 kN
Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

s 129,145 mm Dipakai jarak sengkang, s = 130 mm


Spasi maksimum sengkang tidak boleh lebih dari :
S0 = 8 . DP

= 8 . 19

= 152 mm

S0 = 24 . Ds

= 24 . 12

= 288 mm

S0 = 0,5 . b

= 0,5 . 600

= 300 mm

S0 = 300 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 130 mm dipasang sepanjang
600 mm dari permukaan hubungan balok kolom.
Menentuukan jarak sengkang pada daerah diluar sendi plastis (> 10) :

Vc 342963 N 342,963 kN ; Vs 112,398 kN


Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

s 264,917 mm Dipakai jarak sengkang, s = 200 mm


Spasi maksimum sengkang yang terpasang pada daerah > 10 tidak boleh lebih dari:
2 . S0 = 2 . 200 = 400 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 250 mm dipasang sepanjang >
600 mm dari muka hubungan balok kolom.

4.6.7

Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 500x500

Tabel 4.23 Resume Momen untuk Kolom 500x500 pada SRPMK


Beban

Lokasi

Dead

Momen Atas
Momen Bawah

Momen (kNm)
-38.5439
32.9568

138

Live

Momen Atas

-9.4787

Momen Bawah
1.4 DL

1.2 DL + 1.6LL

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

Momen Atas

-53.9615

Momen Bawah

46.1396

Momen Atas

-61.4187

Momen Bawah

52.3897

Momen Atas

-125.8584

Momen Bawah

82.255

Momen Atas

13.6444

Momen Bawah

12.8932

Momen Atas

-75.003

Momen Bawah

56.732

Momen Atas

0.978

Momen Bawah

38.416

Momen Atas

-104.817

Momen Bawah

64.342

Momen Atas

35.437

Momen Bawah

-5.020

Momen Atas

-53.961

Momen Bawah

38.819

Momen Atas

-15.418

Momen Bawah

20.503

Perancangan kolom 500mm x 500mm, Nomor elemen 657:


Pu

= 513,516 kN; Mu

= 125,86 kNm

= 500 mm;

= 500 mm

8.0259

139

fc

= 25 MPa;

fy

= 400 MPa

= 30 mm (selimut beton)

Dp = 14 mm (diameter tulangan pokok); Ds = 10 mm (diameter tulangan geser)


Lu

= 3200 mm

Penyelesaian : (Perhitungan Analog dengan hal. 110)


A. Perhitungan Tulangan Longitudinal Kolom
Menentukan tinggi efektif kolom
d = 452 mm; d = 48 mm; Ec = 23500 MPa; d = 0,5
Analisis tampang kolom :
1) Kolom no. 657 (500 mm x 500 mm)
Igk = 5,2.109 mm4; EI = 3,2639.1013 Nmm2; L = 3200 mm
2) Balok no. 756 (300 mm x 500 mm)
Igb = 3,125.109 mm4; EIb = 9,792.1012 Nmm2; L = 7325 mm
3) Balok no. 757 (300 mm x 500 mm)
Igb = 3,125.109 mm4; EIb = 9,792.1012 Nmm2; L = 4500 mm
4) Kolom no. 867 (500 mm x 500 mm)
Igk = 3,2639.1013 mm4; EI = 6,768.1013 Nmm2; L = 3200 mm
5) Faktor kekangan ujung yang terjadi pada kolom
A = 5,81; B = 0 (tumpuan jepit)
Dari grafik nomogram panjang efektif kolom dengan pengaku diperoleh nilai
faktor k sebesar = 0,69
6) Menentukan angka kelangsingan kolom:

r 0,3 h

0,3 untuk kolom persegi

0,3 500 150


k lu
r

82,86

14, 72 34 12 125,86

k lu
r

14, 72 43,949 kolom tersebut termasuk Kolom Pendek

7) Eksentrisitas:

e 245,091 mm ; emin 50 mm
8) Perhitungan Pnb pendekatan:

140

Cb 271,8 mm ; a 230,52 mm ; Pnb 2449275 2449, 275 kN


9) Perhitungan Pn perlu:

0,10 fc ' Ag 625000 N 625 kN Pu 513,516 kN


Digunakan faktor reduksi kekuatan sebesar = 0,65 sehingga diperoleh :

Pn perlu = 790,025 kN < Pnb = 2449,28 kN Diperkirakan runtuh tarik


a = 74,355 mm; As = 157,752 mm2; As = As
10)Kontrol luas tulangan :

Ast As As ' = 157,752 + 157,752 = 315,505 mm

Ast

min

1% Ag 0, 01 500 500 2500 mm2

11) Direncanakan:

As 7D16 1407, 434 mm2 ; As ' 7D16 1407, 434 mm2


Ast = 2814,867 mm2 = 1,13 % . Ag (Jadi, terpasang 16D16).
12) Perhitungan regangan dan tegangan baja:
cu = 0,003;

Es = 200000 MPa

c = 271,8 mm;

s = 0,0025

y = 0,002; s > y fs = fy = 400 MPa


13) Perhitungan gaya-gaya dalam:
T = 562973 N = 562,973 kN;

Cc = 790025 N = 790,025 kN

Cs = 562973 N = 562,973 kN;

Pnb = 790025 N = 790,025 kN

Mnb = 395576000 Nmm = 395,579 kNm


eb = 500,714 mm > e = 245,091 mm Kolom Runtuh Tekan
14)

Pola keruntuhan tekan:


An = 247185,133 mm2; Pn0 = 6378,631 kN; Pn = 1429,358 kN
Kontrol keamanan:
Pu = 513,516 kN > 625 kN (digunakan faktor reduksi = 0,65)
.Pn = 929,083 kN > Pu = 513,516 kN Kolom Aman

B. Perhitungan Penulangan Geser


Mnt = 138,1 kNm; Mnb = 209,767 kNm
Vu = 110,434 kN; Vc = 215965 N = 215,965

Vc 161,974 kN > Vu

141

1 V 80,987 kN
c
2

2
3

Vc fc ' bw d 793495 N 793, 495 kN


2

Vc Vu Vc fc ' bw d
3
Maka diperlukan tulangan geser sebesar Vs
Menentukan jarak sengkang pada daerah sendi plastis (10)
Jarak maksimum l0 tidak boleh kurang dari nilai terbesar :
-

1/6 tinggi bersih kolom

= 1/6 . 3200

= 483,333 mm

Dimensi terbesar penampang

=h

= 500 mm

500 mm

Digunakan l0 = 500 mm
Vc = 0 kN; Vs = 147,245 kN
Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

s 115,725 mm Dipakai jarak sengkang, s = 100 mm


Spasi maksimum sengkang tidak boleh lebih dari :
S0 = 8 . DP

= 8 . 16

= 128 mm

S0 = 24 . Ds

= 24 . 10

= 240 mm

S0 = 0,5 . b

= 0,5 . 500

= 250 mm

S0 = 300 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 100 mm dipasang sepanjang
500 mm dari permukaan hubungan balok kolom.
Menentuukan jarak sengkang pada daerah diluar sendi plastis (> 10) :

Vc 215965 N 215,965 kN

Vs 68,720 kN
Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

s 247,962 mm Dipakai jarak sengkang, s = 200 mm


Spasi maksimum sengkang yang terpasang pada daerah > 10 tidak boleh lebih dari:
2 . S0 = 2 . 200 = 400 mm

142

Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 200 mm dipasang sepanjang >
500 mm dari muka hubungan balok kolom.

4.6.8

Kuat Kolom

SNI Pasal 23.4.2.2 Kuat kolom Mn harus memenuhi Mc Mg


Mc = jumlah Mn dua kolom yang bertemu di join
Mg = jumlah Mn dua balok yang bertemu di join (termasuk sumbangan tulangan
pelat di selebar efektif pelat lantai)
Dalam hitungan ini, karena tulangan pelat tidak di desain, diambil pendekatan
konservatif dengan momen-momen yang di perhitungkan adalah momen desain
(=Mn)(menggunakan ACI 318(1999)).
Jadi, 1,2Mg = 1,2 x (265,46 + 189,11) = 545,488 kN-m
Kolom lantai atas (2nd floor)
Pn-abv = gaya aksial terfaktor di kolom atas

= 671,521 kN

Pn-abv bersesuaian dengan Mn

= 185,414 kN-m

Kolom lantai yang didesain (1st- floor)


Pn-dsn = gaya aksial terfaktor di kolom yang di desain = 1651,3 kN
Pn-dsn bersesuaian dengan Mn

= 513,319 kN-m

= 698,733 kN-m

M nabv M ndsn = 185,414 + 513,319

Ok, syarat terpenuhi.


Kolom lantai bawah (base floor)
Pn-blw = gaya aksial terfaktor di kolom bawah

= 2231,93 kN

Pn-blw bersesuaian dengan Mn

= 814,383 kN-m

= 1327,7 kN-m

M nblw M ndsn = 513,319 + 814,383

Ok, syarat terpenuhi.

143

Gambar 4.9 Diagram Interaksi Kolom 700x700 (Sumber: Aplikasi Rekayasa Konstruksi
dengan Visual Basic 6.0, Wiryanto Dewobroto - Universitas Pelita Harapan)

Gambar 4.10 Diagram Interaksi Kolom 600x600 (Sumber: Aplikasi Rekayasa Konstruksi
dengan Visual Basic 6.0, Wiryanto Dewobroto - Universitas Pelita Harapan)

144

Gambar 4.11 Diagram Interaksi Kolom 500x500 (Sumber: Aplikasi Rekayasa Konstruksi
dengan Visual Basic 6.0, Wiryanto Dewobroto - Universitas Pelita Harapan)

4.6 Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah


4.6.1

Analisis Terhadap T Rayleigh


Besarnya T yang dihitung sebelumnya memakai cara-cara empiris harus

dibandingkan dengan T Rayleigh dengan rumus:


n

W .d
TR = 6,3

i 1
n

2
i

g Fi .di
i 1

Besarnya T yang dihitung sebelumnya sesuai dengan pasal 6.2.2. tidak boleh
menyimpang lebih dari 20% hasil T Rayleigh
80% TR < T < 120% TR
Untuk menghitung T Rayleigh maka, harus dilakukan analisis Struktur 3
dimensi untuk mengetahui defleksi lantai ke-i. Analisis dilakukan dengan
menggunakan program SAP2000 dan sudah dilakukan sebelumnya. Analisis
diperhitungkan dengan mempertimbangkan retak sepanjang komponen struktur.

145

Akibat dari retak ini maka kekakuan (Inersia) dari tiap-tiap komponen tereduksi
sebagai berikut:
3. Untuk komponen balok (dalam hal ini balok T)
I nya = 2 x Ibalok = 2 x 35% . Ig = 0,7 Ig
4. Untuk komponen kolom
I nya = 0,7 Ig
Berikut adalah table analisis T Rayleigh
Tabel 4.24 Analisis T Rayleigh SRPMM arah X
wi . di2

F . di

3,831

104084,1

1448,796

681,4202

10,070

692257,2

6861,697

6827,07

998,8211

15,975

1742316

15956,37

13,27

6827,07

1316,222

20,265

2803536

26672,58

16,47

1203,503

287,9815

22,771

624038,5

6557,627

5966233

57497,07

Lantai

hx

wi

di

ke

(m)

(kN)

(kN)

(mm)

3,67

7093,34

378,2165

6,87

6827,07

10,07

4
5

W .d
Maka T Reyligh

= 6,3

i 1
n

2
i

g Fi .di

= 6,3

4129300
= 0.6479 detik
9810.39794, 41

i 1

Syarat yang harus dipenuhi:


80%TR < T < 120%TR = 0.51835 < 0.597637 < 0.777525 .. Oke
Tabel 4.25 Analisis T Rayleigh SRPMM arah Y
wi . di2

F . di

2,8775

58732,88

1088,318

681,4202

7,8317

418742

5336,678

6827,07

998,8211

12,8413

1125777

12826,16

13,27

6827,07

1316,222

16,9097

1952119

22256,92

16,47

1203,503

287,9815

20,2837

495155,4

5841,33

4050526

47439,41

Lantai

hx

wi

di

ke

(m)

(kN)

(kN)

(mm)

3,67

7093,34

378,2165

6,87

6827,07

10,07

4
5

146

W .d
Maka T Reyligh

= 6,3

i 1
n

2
i

g Fi .di

= 6,3

2803424
= 0,5883 detik
9810.32771,13

i 1

Syarat yang harus dipenuhi:


80%TR < T < 120%TR = 0,470646 < 0,597637 < 0,70597 .. Oke
Kinerja batas layan ( s) dan kinerja batas ultimit ( m)
Syarat kinerja batas layan ( s)

Syarat kinerja batas ultimit ( m)

0, 03
0, 03
.hi
.3670 12,95mm
R
8,5

0, 03
0, 03
.hi
.3200 11, 29mm
R
8,5

= 0,02.hi 0,02.3670 73, 4mm


= 0,02.hi 0,02.3200 64mm

Tabel 4.26 Analisis s akibat gempa pada SRPMM arah X


Drift s antar

Syarat drift antar

(mm)

Tingkat (mm)

tingkat (mm)

3670

3,83

3,83

12,95

Oke

6870

10,07

6,24

11,29

Oke

10070

15,98

5,91

11,29

Oke

13270

20,26

4,29

11,29

Oke

16470

22,77

2,51

11,29

Oke

Lantai

hi

ke

(m)

Keterangan

Tabel 4.27 Analisis s akibat gempa pada SRPMM arah Y


Drift s antar

Syarat drift antar

(mm)

Tingkat (mm)

tingkat (mm)

3670

3,83

2,88

12,95

Oke

6870

10,07

4,95

11,29

Oke

10070

15,98

5,01

11,29

Oke

13270

20,26

4,07

11,29

Oke

16470

22,77

3,37

11,29

Oke

Lantai

hi

ke

(m)

Tabel 4.28 Analisis

akibat gempa pada SRPMM arah X

Keterangan

147

Drift

Syarat drift

Lantai

hi

ke

(m)

(mm)

Tingkat (mm)

(mm)

3670

3,19

22,79

73,4

Oke

6870

5,19

37,12

64

Oke

10070

4,91

35,14

64

Oke

13270

3,57

25,52

64

Oke

16470

2,09

14,91

64

Oke

Tabel 4.29 Analisis

antar

Keterangan

akibat gempa pada SRPMM arah Y


Drift

Syarat drift

Lantai

hi

ke

(m)

(mm)

Tingkat (mm)

(mm)

3670

2,88

17,12

73,4

Oke

6870

4,95

29,48

64

Oke

10070

5,01

29,81

64

Oke

13270

4,07

24,21

64

Oke

16470

3,37

20,08

64

Oke

Drift

antar

Keterangan

antar tingkat dihitung sesuai pasal 8.2 SNI 1726 2002 dimana

= 0,7R.

s (antar tingkat)
4.6.2

Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B1

Berikut adalah tabel resume momen desain untuk balok


Tabel 4.30 Resume Momen untuk Balok (B1) 300x500 pada SRPMM
Beban

Lokasi

Momen (kNm)

Dead

Tumpuan Kiri (-)

-117.40

Lapangan

85.82

Tumpuan Kanan (-)

-146.95

Tumpuan Kiri (-)

-24.85

Lapangan

23.65

Tumpuan Kanan (-)

-38.13

Tumpuan Kiri (-)

-164.36

Lapangan

120.15

Live

1.4 DL

148

Tumpuan Kanan (-)

-205

Tumpuan Kiri (-)

-180.63

Lapangan

144

Tumpuan Kanan (-)

-237.36

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX +

Tumpuan Kiri (-)

-80.34

1,3 WY

Lapangan

114.17

Tumpuan Kanan (-)

-304.68

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX

Tumpuan Kiri (-)

-251.11

1,3 WY

Lapangan

145.40

Tumpuan Kanan (-)

-124.28

1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX +

Tumpuan Kiri (-)

-148.45

0,8 WY

Lapangan

123.52

Tumpuan Kanan (-)

-242.54

1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX

Tumpuan Kiri (-)

-183

0,8 WY

Lapangan

133.73

Tumpuan Kanan (-)

-186.41

Tumpuan Kiri (-)

-20.28

Lapangan

77.74

Tumpuan Kanan (-)

-222.46

Tumpuan Kiri (-)

-191.04

Lapangan

94.01

Tumpuan Kanan (-)

-42.06

Tumpuan Kiri (-)

-88.38

Lapangan

72.91

Tumpuan Kanan (-)

-160.32

Tumpuan Kiri (-)

-122.94

Lapangan

82.34

Tumpuan Kanan (-)

-104.20

1.2 DL + 1.6LL

0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

Momen tumpuan kiri negatif maksimum

= -251.11 kNm

Momen tumpuan kanan negatif maksimum

= -304.68 kNm

Momen tumpuan positif maksimum

= 145.40 kNm

Momen lapangan maksimum

= 138.33 kNm

149

Sebelum dilakukan penulangan baiknya dilakukan kontrol syarat-syarat


komponen beton bertulang yang merupakan bagian SPBL tersebut di pasal 23.2 SNI
03-2847-2002 untuk WG 4, sebagai berikut:

Beban aksial balok sudah pasti sangat kecil (Pu < 0.1Agfc)

Bentang bersih minimum harus lebih besar dari 4d


Bentang bersih = 7,325 m 0,7 m > 4 x 447,5 mm
6,625 m > 1790 m

bw 30
=
0,6 > 0,3
h 50

Ratio

bw = 300 mm > 250 mm

bw = 300 < lebar kolom + 1.5d


= 300 < 700 + 1,5 (447,5) = 300 mm < 1371,25 mm Oke

Tinjauan pada balok 300x500 mm, no elemen B1:


Mu-

= 304.68 kNm;

Mu+

= 145.40 kNm

= 500 mm;

= 300 mm

fc

= 25 MPa (karena fc 30 MPa maka 1 = 0,85)

fy

= 400 MPa

= 30 mm

DP = 25 mm (diameter tulangan pokok); DS =10 mm (diameter tulangan sengkang)


hf

= 120 mm

Regangan bahan:

fy
5
Es = 2,0 x 10 MPa
Es

c = 0,003; y =

400
= 0,002
200000

Rasio tulangan rencana:

0,85. f 'c
fy

b =

600
.1.
600 f y

0,85.25
600
=
.0,85.
= 0,053125 .
400
600

400

0,85 . 0,6 = 0,0271


Rasio tulangan maksimum: max = 0, 75.b = 0,75 . 0,0271 = 0,0203
Rasio tulangan minimum: min =

1, 4 1, 4
=
= 0,0035
f y 400

150

Menentukan lebar efektif flens:


bf = . l

= . 7325

= 1831,25 mm

bf = bw + 16 . hf

= 300 + 16 . 120

= 2220 mm

bf = jarak antar balok

= 300 + (7325 300)

= 7325 mm

diambil yang terkecil bf =1831,25 mm


Menentukan tinggi efektif balok
d = h sel Ds DP/2 = 500 30 10 25/2 = 447,5 mm
d = sel + Ds + DP/2 = 30 + 10 + 25/2 = 52,5 mm
Menghitung Mf:
Asf =

0,85. f ' c.(b f bw ).h f


fy

Mf = As f . f y . d

hf

0,85.25.(1831, 25 300).120
= 9761,719 mm2
400

120 = 1513,066 KNm


=
2 12240.400. 447,5
2

Karena Mnperlu = 380,85 KNm < Mf = 1513,066 KNm


Maka perencanaan menggunakan Balok Persegi.
A. Perencanaan Balok Tumpuan
Diketahui : Mu negatif maksimum = 304.68 kNm
Mn perlu

M u 304.68

= 380,85 kNm
0,8

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang:


ab = 1.

600
600
.447,5 = 228,225 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:


Mb = 0,85. f ' c.bw .ab . d

ab

= 0,85.25.300.228, 225 447,5 228, 225

= 485,057 kNm

Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:


0,75 . Mb = 0,75 . 485,057 = 363,793 kNm
0,75 . Mb = 363,793 kNm < Mnperlu = 380,85 kNm (digunakan tulangan rangkap)
Kontrol rasio tulangan perlu:

151

fy
0,85 f c '

M n perlu 380,85 106


400

6,339
18,824 ; Rn
bd2
300 447,52
0,85 25

2 m Rn
1
1 1

m
f
y

1
2 18,824 6,328

1 1
0, 0194
18,824
400

= 0,0194 > min = 0,0035 ; memenuhi kebutuhan tulangan minimum


= 0,0194 > max = 0,0203 ; maka digunakan tulangan rangkap
Tentukan agar tulangan tekan leleh:

1
d'
1
m
d

600

600 f
y

' max

1
52,5 600
'
0,85

0, 0203
18,824
447,5 600 400

0,015893 ' 0,0203


Ditentukan:

a m d 0,0120 18,824 447,5 143, 2

0,01007 ' 0,0120 0,0163


'

M n1 ' b d f y d a

mm

0, 0120 300 447,5 400 447,5 143, 2

343159110 Nmm 343,159 kNm


M n 2 M n M n1 380,85 343,159 36,691 kNm

36, 691106
M n2

0, 0018

b d f y d d ' 300 447,5 400 447,5 52,5
'

' ' 0,0120 0,0018 0,0188


As b d 0,0188 300 447,5 2520,8 mm2

152

As ' ' b d 0,0018 300 447,5 238,55 mm2


Dipakai:
Tulangan tarik = 6D25 = 2945,243 mm2 > 2520,8 mm2
Tulangan tekan = 1D25 = 490,874 mm2 > 238,55 mm2
Hitung kapasitas momen nominal:

M n As As ' f y d a

A f d d
'

'

M n 2945, 243 490,874 400 447,5 143, 2

2945, 243 400 447,5 52,5

M n 446597000 Nmm 446,597 kNm

M n 0,8 446,597 357, 278 kNm

M n 357, 278 kNm M u 304,680 kNm Aman


6D25

500

2D25

300

Gambar 4.12 Penampang Balok Daerah Tumpuan (B1) 300x500 pada SRPMM
B. Perencanaan Balok Lapangan Momen Positif
Menurut SNI 03-2874-2002 pasal 23.3.2(2), kuat lentur momen positif maupun kuat
lentur momen negatif pada setiap irisan penampang di sepanjang bentang tidak
boleh kurang dari seperempat kuat lentur momen maksimum yang terdapat pada
kedua ujung komponen struktur tersebut.
Diketahui:
Mulap = 138.33 kNm > . Mu- = . 304.68 = 76.17 kNm

153

Digunakan nilai Mu+ = 138.33 kNm


Mn perlu

M u 138.33

172,913 kNm
0,8

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang:


ab = 1.

600
600
.447,5 = 228,225 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:


Mb = 0,85. f ' c.bw .ab . d

ab

= 0,85.25.300.228, 225 447,5 228, 225

= 485,057 kNm

Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:


0,75 . Mb = 0,75 . 485,057 = 363,793 kNm
0,75 . Mb = 363,793 kNm > Mn = 172,913 kNm (digunakan tulangan tunggal)
Mencari nilai a:
C = 0,85 . fc . bw . a = 0,85 . 25 . 300 . a = 6375 . a

a
a

M n .106 C. d 6375.a. 447,5


2
2

3187,5a2 - 2848337,5a + 172,913 . 106 = 0


a2 895a + 54247 = 0
Dengan rumus ABC diperoleh:

b b 2 4ac
2a

a 65,389
895 8952 4.54247
a
= 65,389 mm; c =
= 76,928 mm
2
1 0,85
T = C = 6375 . a = 6375 . 76,928 = 416,852 kN
Periksa regangan tulangan tarik:

447,5 76,928
d c
. c =
.0, 003 = 0,014 > y = 0,002
76,928
c

s =

Luas tulangan tarik (fs = fy)

154

T 416852
= 1042,129 mm2

f y 400

As =

1, 4.bw .d 1, 4.300.447,5
2

= 469,875 mm
f y
400

Asmin =

Digunakan tulangan 3D25 = 1472,622 mm2

Mn = As . f y . d

a
65,389

1472, 622.400. 447,5


= 244,341 kNm
2
2

. Mn = 0,8 . 244,341 = 195,473 kNm


. Mn = 195,473 kNm > Mu = 138,33 kNm Aman

As 1472, 622

= 0,011
bw .d 300.447,5

Periksa rasio tulangan:


Syarat :

min

<

0,0035 <

perlu

<

max

0,011

<

0,0203 (syarat terpenuhi)

C. Perencanaan Balok Lapangan Momen Negatif


Diketahui : Mu negatif maksimum = . 304,11 = 76,17 kNm

M u 76,17

95,213 kNm
0,8

Mn perlu =

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang:


ab = 1.

600
600
.447,5 = 228,225 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:


Mb = 0,85. f 'c .bw .ab . d

ab

= 0,85.25.300.228, 225 447,5 228, 225

= 485,057 kNm

Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:


0,75 . Mb = 0,75 . 485,057 = 363,793 kNm
0,75 . Mb = 363,793 kNm > Mn = 95,213 kNm (digunakan tulangan tunggal)
Mencari nilai a:
C = 0,85 . fc . bw . a = 0,85 . 25 . 300 . a = 6375 . a

155

a
a

M n .106 C. d 6375.a. 447,5


2
2

3187,5a2 2852812,5 + 95,213 . 106 = 0


a2 895a + 29871 = 0
Dengan rumus ABC diperoleh:

b b 2 4ac 895 8952 4.29871


= 34,722 mm

2a
2

a 34, 722

= 40,849 mm
1 0,85

c=

T = C = 6375 . a = 6375 . 34,722 = 221,353 kN


Periksa regangan tulangan tarik:

447,5 40,849
d c
. c =
.0, 003 = 0,030 > y = 0,002
40,849
c

s =

Luas tulangan tarik (fs = fy)

T
fy

As =

221353

400

2
= 553,382 mm

1, 4.bw .d 1, 4.300.447,5
2

= 469,875 mm
f y
400

Asmin =

Digunakan tulangan 2D25 = 981,748 mm2

Mn = As . f y . d

a
34, 722

981, 748.400. 447,5


= 168,915 kNm
2
2

. Mn = 0,8 . 168,915 = 135,132 kNm


. Mn = 135,132 kNm > Mu = 76,17 kNm Aman

As 981, 748

= 0,0073
bw .d 300.447,5

Periksa rasio tulangan :


Syarat :

min

<

0,0035 <

perlu

<

0,0073 <

max
0,0203 (syarat terpenuhi)
2D25

156

500

3D25

300

Gambar 4.13 Penampang Balok Daerah Lapangan (B1) 300x500 pada SRPMM
D. Penulangan Geser Balok
Vu =

M nl M nr Wu .ln

ln
2
313,888 380,85 1, 2.4, 65 1, 0.2,50 .7,325

= 124,438 kN
7,325
2

1
6

Kuat geser beton : Vc =

f 'c .bw .d =
25 .300.447,5 = 111,875 kN
6

. Vc = 0,75 . 111,875 = 83,906 kN

2
3

2
3

. Vc + . f 'c . bw . d = 83,906 + . 25 . 300 . 447,5 = 447,584 kN


Karena di daerah sendi plastis gaya geser dipikul seluruhnya oleh tulangan geser
maka : Vc = 0; Vs =

Vu

Vc

124, 438
0 = 165,917 kN
0, 75

Jika digunakan sengkang 2 kaki dengan diameter 10 mm Av = 157 mm2


mutu baja 400 MPa, maka :
s =

Av . f y .d
Vs

157.400.447,5
= 169,466 mm > d/4 = 111,875 mm
165,917

Spasi maksimum tulangan sengkang pada daerah plastis tidak boleh melebihi :
1. . d = . 447,5 = 111,875 mm
2. 8 kali diameter tulangan longitudinal terkecil = 8 . 25 = 200 mm
3. 24 kali diameter sengkang = 24 . 10 = 240 mm
4. 300 mm
Sehingga spasi maksimum pada daerah sendi plastis adalah 100 mm.

1
6

Vc = . 25 .300.447,5 = 111,875 kN

157

Vs =

Vu

s =

Vc

Av . f y .d
Vs

124, 438
111,875 = 54,042 kN
0, 75

157.400.447,5
= 520,286 mm > d/2 = 223,75 mm
54, 042

Untuk spasi maksimum tulangan sengkang di luar sendi plastis tidak boleh melebihi:
1. . d = . 447,5 = 223,75 mm
2. 600 mm
Sehingga spasi maksimum di luar sendi plastis digunakan 200 mm.

4.6.3

Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B2

Tabel 4.31 Resume Momen untuk Balok B2 300x500 pada SRPMM


Beban

Lokasi

Momen (kNm)

Dead

Tumpuan Kiri (-)

-58.97

Lapangan

54.50

Tumpuan Kanan (-)

-94.32

Tumpuan Kiri (-)

-19.68

Lapangan

18.13

Tumpuan Kanan (-)

-24.93

Tumpuan Kiri (-)

-82.56

Lapangan

76.30

Tumpuan Kanan (-)

-132.05

Tumpuan Kiri (-)

-102.25

Lapangan

94.40

Tumpuan Kanan (-)

-153.07

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX +

Tumpuan Kiri (-)

-36.26

1,3 WY

Lapangan

81.92

Tumpuan Kanan (-)

-189.45

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX

Tumpuan Kiri (-)

-144.64

1,3 WY

Lapangan

85.14

Tumpuan Kanan (-)

-86.78

Tumpuan Kiri (-)

81.73

Live

1.4 DL

1.2 DL + 1.6LL

1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX +

158

0,8 WY

Lapangan

108.37

Tumpuan Kanan (-)

-300.96

1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX

Tumpuan Kiri (-)

-262.62

0,8 WY

Lapangan

86.76

Tumpuan Kanan (-)

24.73

Tumpuan Kiri (-)

1.11

Lapangan

48.76

Tumpuan Kanan (-)

-136.22

Tumpuan Kiri (-)

-107.26

Lapangan

50.66

Tumpuan Kanan (-)

-33.56

Tumpuan Kiri (-)

119.10

Lapangan

43.50

Tumpuan Kanan (-)

-247.73

Tumpuan Kiri (-)

-225.25

Lapangan

83.61

Tumpuan Kanan (-)

77.95

0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

Momen tumpuan kiri maksimum

= -262.62 kNm

Momen tumpuan kanan maksimum

= -300.96 kNm

Momen positif tumpuan

= 169.09 kNm

Momen lapangan maksimum

= 108.37 kNm

Sebelum dilakukan penulangan baiknya dilakukan kontrol syarat-syarat


komponen beton bertulang yang merupakan bagian SPBL tersebut di pasal 23.2 SNI
03-2847-2002 untuk WG 4, sebagai berikut :

Beban aksial balok sudah pasti sangat kecil (Pu < 0.1Agfc)

Bentang bersih minimum harus lebih besar dari 4d


Bentang bersih = 5.6 m 0,7 m > 4 x 447,5 mm
4,9 m > 1,790 m

bw 30
0,6 > 0,3
=
h 50

Ratio

bw = 300 mm > 250 mm

bw = 300 < lebar kolom + 1,5d

159

= 300 < 700 + 1,5 (447,5) = 300 mm < 1371,25 mm Oke


Tinjauan pada balok 300x500 mm, no elemen B2 :
Mu-

= 300.96 kNm; Mu+

= 169.09 kNm

= 500 mm;

= 300 mm

fc

= 25 MPa (karena fc 30 MPa maka 1 = 0,85)

fy

= 400 MPa;

= 30 mm

DP = 25 mm (diameter tulangan pokok); DS =10 mm (diameter tulangan sengkang)


A. Perencanaan Balok Tumpuan
Diketahui : Mu negatif maksimum = 300.96 kNm

M u 300.96

= 376.2 kNm
0,8

Mn perlu =

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang :


ab = 1.

600
600
.447,5 = 228,225 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:


Mb = 0,85. f 'c .bw .ab . d

ab

= 0,85.25.300.228, 225 447,5 228, 225

= 485,057 kNm

Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:


0,75 . Mb = 0,75 . 485,057 = 363,793 kNm
0,75 . Mb = 363,793 kNm < Mnperlu = 376.2 kNm (digunakan tulangan rangkap)
Kontrol rasio tulangan perlu:

fy
0,85 f c '

M n perlu 376.2 106


400

6, 262
18,824 ; Rn
bd2
300 447,52
0,85 25

2 m Rn
1
1 1

m
f
y

1
2 18,824 6, 262

1 1
0, 0191
18,824
400

= 0,0191 > min = 0,0035 ; memenuhi kebutuhan tulangan minimum


= 0,0191 > max = 0,0203 ; maka digunakan tulangan rangkap

160

Tentukan agar tulangan tekan leleh:

1
d'
1
m
d

600

600 f
y

' max

1
52,5 600
'
0,85

0, 0203
18,824
447,5 600 400

0,015893 ' 0,0203


Ditentukan:

a m d 0,0120 18,824 447,5 143, 2

0,01007 ' 0,0120 0,0163


'

M n1 ' b d f y d a

mm

0, 0120 300 447,5 400 447,5 143, 2

343159110 Nmm 343,159 kNm


M n 2 M n M n1 376.2 343,159 33,041 kNm

'

33, 041106
M n2

0, 0016
b d f y d d ' 300 447,5 400 447,5 52,5

' ' 0,0120 0,0016 0,0186


As b d 0,0186 300 447,5 2491,37 mm2
As ' ' b d 0,0016 300 447,5 209,12 mm2
Dipakai:
Tulangan tarik = 6D25 = 2945,243 mm2 > 2491,37 mm2
Tulangan tekan = 1D25 = 490,874 mm2 > 209,12 mm2
Hitung kapasitas momen nominal:

M n As As ' f y d a

A f d d
'

'

M n 2945, 243 490,874 400 447,5 143, 2

161

2945, 243 400 447,5 52,5 446597000 Nmm 446,597 kNm

M n 0,8 446,597 357, 278 kNm


M n 357, 278 kNm M u 300,96 kNm Aman
6D25
500

2D25

300

Gambar 4.14 Penampang Balok Daerah Tumpuan (B2) 300x500 pada SRPMM
B. Perencanaan Balok Lapangan Momen Positif
Menurut SNI 03-2874-2002 pasal 23.3.2(2), kuat lentur momen positif maupun kuat
lentur momen negatif pada setiap irisan penampang di sepanjang bentang tidak
boleh kurang dari seperempat kuat lentur momen maksimum yang terdapat pada
kedua ujung komponen struktur tersebut.
Diketahui:
Mulap = 108.37 kNm > . Mu- = . 300.96 kNm = 75.24 kNm
Digunakan nilai Mu+ = 108.37 kNm

M u 108,37

135,463 kNm
0,8

Mn perlu =

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang:


ab = 1.

600
600
.447,5 = 228,225 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:


Mb = 0,85. f ' c.bw .ab . d

ab

= 0,85.25.300.228, 225 447,5 228, 225


Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:

= 485,057 kNm

162

0,75 . Mb = 0,75 . 485,057 = 363,793 kNm


0,75 . Mb = 363,793 kNm > Mn = 135,463 kNm (digunakan tulangan tunggal)
Mencari nilai a :
C = 0,85 . fc . bw . a = 0,85 . 25 . 300 . a = 6375 . a

a
a

M n .106 C. d 6375.a. 447,5


2
2

3187,5a2 2852812,5a + 135,46 . 106 = 0


a2 895a + 42498 = 0
Dengan rumus ABC diperoleh:

b b 2 4ac 895 8952 4.42498


= 50,312 mm

2a
2

a 50,312

= 59,191 mm
1 0,85

c=

T = C = 6375 . a = 6375 . 50,312 = 320,74 kN


Periksa regangan tulangan tarik:

447,5 59,191
d c
. c =
.0, 003 = 0,020 > y = 0,002
59,191
c

s =

Luas tulangan tarik (fs = fy)

T
fy

As =

320740
2

= 801,849 mm
400

1, 4.bw .d 1, 4.300.447,5
2

= 469,875 mm
f y
400

Asmin =

Digunakan tulangan 2D25 = 981,748 mm2

Mn = As . f y . d

a
59,191

981, 748.400. 447,5


= 165,854 kNm
2
2

. Mn = 0,8 . 165,854 = 132,683 kNm


. Mn = 132,683 kNm > Mu = 108,370 kNm Aman

As 981, 748

= 0,0073
bw .d 300.447,5

Periksa rasio tulangan :


Syarat :

min

<

perlu

<

max

163

0,0035 <

0,0073 <

0,0203 (syarat terpenuhi)

C. Perencanaan Balok Lapangan Momen Negatif


Diketahui : Mu negatif maksimum = . 300,96 = 75,24 kNm
Mn perlu

M u 75, 24

94,050 kNm
0,8

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang:


ab = 1.

600
600
.447,5 = 228,225 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:


Mb = 0,85. f 'c .bw .ab . d

ab

= 0,85.25.300.228, 225 447,5 228, 225

= 485,057 kNm

Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:


0,75 . Mb = 0,75 . 485,057 = 363,793 kNm
0,75 . Mb = 363,793 kNm > Mn = 94,050 kNm (digunakan tulangan tunggal)
Mencari nilai a : C = 0,85 . fc . bw . a = 0,85 . 25 . 300 . a = 6375 . a

a
a

M n .106 C. d 6375.a. 447,5


2
2

3187,5a2 2852812,5 + 94,05 . 106 = 0


a2 895a + 29506 = 0
Dengan rumus ABC diperoleh:

b b 2 4ac 895 8952 4.29506

= 34,28 mm
2a
2

a 34, 28

= 40,33 mm

0,85

c=

T = C = 6375 . a = 6375 . 34,28 = 218,538 kN


Periksa regangan tulangan tarik:

447,5 40,33
d c
. c =
.0, 003 = 0,030 > y = 0,002
40,33
c

s =

Luas tulangan tarik (fs = fy)

164

T 218538
= 546,345 mm2

f y 400

As =

1, 4.bw .d 1, 4.300.447,5
2

= 469,875 mm
f y
400

Asmin =

Digunakan tulangan 2D25 = 981,748 mm2

Mn = As . f y . d

a
32, 28

981, 748.400. 447,5


= 75,24 kNm
2
2

. Mn = 0,8 . 75,24 = 169,002 kNm


. Mn = 169,002 kNm > Mu = 75,24 kNm Aman

As 981748

= 0,0073
bw .d 300.447,5

Periksa rasio tulangan :


Syarat :

min

<

perlu

0,0035 <

<

max

0,0073 <

0,0203 (syarat terpenuhi)


2D25

500

2D25

300

Gambar 4.15 Penampang Balok Daerah Lapangan (B2) 300x500 pada SRPMM
D. Penulangan Geser Balok
Vu =

M nl M nr Wu .ln 262, 6 300,96 1, 2.4, 7 1, 0.2,5 .5, 6

=
= 148,4 kN

5, 6
2
ln
2
1
6

Kuat geser beton : Vc =

f 'c .bw .d =
25 .300.447,5 = 111,875 kN
6

. Vc = 0,75 . 111,875 = 83,906 kN

2
3

2
3

. Vc + . f 'c . bw . d = 83,906 + . 25 . 300 . 447,5 = 447,584 kN

165

Karena di daerah sendi plastis gaya geser dipikul seluruhnya oleh tulangan geser
maka : Vc = 0
Vs =

Vu

Vc

148, 423
0 = 197,897 kN
0, 75

Jika digunakan sengkang 2 kaki dengan diameter 10 mm Av = 157 mm2


mutu baja 400 MPa, maka:

Av . f y .d

s =

Vs

157.400.447,5
= 142,080 mm > d/4 = 111,875 mm
197,897

Spasi maksimum tulangan sengkang pada daerah plastis tidak boleh melebihi :
1. . d = . 447,5 = 111,875 mm
2. 8 kali diameter tulangan longitudinal terkecil = 8 . 25 = 200 mm
3. 24 kali diameter sengkang = 24 . 10 = 240 mm
4. 300 mm
Sehingga spasi maksimum pada daerah sendi plastis adalah 100 mm.

1
6

Vu

Vc

Vc = . 25 .300.447,5 = 111,875 kN
Vs =

s =

Av . f y .d
Vs

197,897
111,875 = 86,022 kN
0, 75

157, 08.400.447,5
= 326,859 mm > d/2 = 223,75 mm
86, 022

Untuk spasi maksimum tulangan sengkang di luar sendi plastis tidak boleh melebihi:
1

. d = . 447,5 = 223,75 mm

600 mm

Sehingga spasi maksimum di luar sendi plastis digunakan 200 mm.

4.6.4

Perencanaan Penulangan Lentur dan Geser Balok B3

Tabel 4.32 Resume Momen untuk Balok B3 250x300 pada SRPMM


Beban

Lokasi

Momen (kNm)

Dead

Tumpuan Kiri (-)

-15.90

Lapangan

13.87

Tumpuan Kanan (-)

-22.52

166

Live

Tumpuan Kiri (-)

-7.35

Lapangan

6.60

Tumpuan Kanan (-)

-10.33

Tumpuan Kiri (-)

-22.27

Lapangan

19.42

Tumpuan Kanan (-)

-31.53

Tumpuan Kiri (-)

-30.84

Lapangan

27.20

Tumpuan Kanan (-)

-43.54

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX +

Tumpuan Kiri (-)

-19.44

1,3 WY

Lapangan

23.07

Tumpuan Kanan (-)

-44.69

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX

Tumpuan Kiri (-)

-33.43

1,3 WY

Lapangan

23.41

Tumpuan Kanan (-)

-30.01

1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX +

Tumpuan Kiri (-)

-23.92

0,8 WY

Lapangan

23.48

Tumpuan Kanan (-)

-39.38

1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX

Tumpuan Kiri (-)

-39.38

0,8 WY

Lapangan

23.00

Tumpuan Kanan (-)

23.00

Tumpuan Kiri (-)

-7.32

Lapangan

-7.32

Tumpuan Kanan (-)

-27.61

Tumpuan Kiri (-)

-21.31

Lapangan

12.66

Tumpuan Kanan (-)

-12.93

Tumpuan Kiri (-)

-11.81

Lapangan

12.72

Tumpuan Kanan (-)

-22.30

Tumpuan Kiri (-)

-16.82

1.4 DL

1.2 DL + 1.6LL

0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

167

Lapangan

12.25

Tumpuan Kanan (-)

-18.24

Momen tumpuan kiri maksimum

= - 39.38 kNm

Momen tumpuan kanan maksimum

= - 44.69 kNm

Momen lapangan maksimum

= 27.20 kNm

Sebelum dilakukan penulangan baiknya dilakukan kontrol syarat-syarat


komponen beton bertulang yang merupakan bagian SPBL tersebut di pasal 23.2 SNI
03-2847-2002 untuk WG 4, sebagai berikut:

Beban aksial balok sudah pasti sangat kecil (Pu < 0.1Agfc)

Bentang bersih minimum harus lebih besar dari 4d


Bentang bersih = 4,5 m 0,7 m > 4 x 252 mm
3.8 m > 1,008 m

bw 25
=
0,833 > 0,3
h 30

Ratio

bw = 250 mm > 250 mm

bw = 250 < lebar kolom + 1,5d


= 250 < 300 + 1,5 (252) = 250 mm < 378 mm Oke

Tinjauan pada balok 250x300 mm, no elemen B3 :


Mu-

= 44.69 kNm;

Mu+

= 27.20 kNm

= 300 mm;

= 250 mm

fc

= 25 MPa (karena fc 30 MPa maka 1 = 0,85)

fy

= 400 MPa;

= 30 mm

DP = 16 mm (diameter tulangan pokok); DS= 10 mm (diameter tulangan sengkang)


A. Perencanaan Balok Tumpuan Momen Negatif
Diketahui : Mu negatif maksimum = 44,69 kNm

M u 44, 69

= 55,863 kNm
0,8

Mn perlu =

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang:


ab = 1.

600
600
.252 = 128,52 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:

168

Mb = 0,85. f 'c .bw .ab . d

ab

= 0,85.25.250.128,52 252 128,52

= 128,182 kNm

Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:


0,75 . Mb = 0,75 . 128,182 = 96,136 kNm
0,75 . Mb = 96,136 kNm > Mnperlu = 55,863 kNm (digunakan tulangan tunggal)
Mencari nilai a : C = 0,85 . fc . bw . a = 0,85 . 25 . 250 . a= 5312,5 . a

a
a

M n perlu .106 C. d 5312,5.a. 252


2
2

2656,25a2 1338750a + 55,86 . 106 = 0


a2 504a + 21031 = 0
Dengan rumus ABC diperoleh:

b b 2 4ac 895 5042 4.21031

= 45,909 mm
2a
2
a 45,909

= 54,011 mm
1 0,85

c=

T = C = 5312,5 . a = 5312,5 . 45,909 = 243,893 kN


Periksa regangan tulangan tarik:

252 54, 011


d c
. c =
.0, 003 = 0,011 > y = 0,002
c
54, 011

s =

Luas tulangan tarik (fs = fy)

T
fy

As =

243893
2

= 609,732 mm
400

1, 4.bw .d 1, 4.250.252
2

= 220,5 mm
f y
400

Asmin =

Digunakan tulangan 4D16 = 804,248 mm2

Mn = As . f y . d

a
45,909

804, 248.400. 252


= 73,684 kNm
2
2

. Mn = 0,8 . 73,684 = 58,947 kNm


. Mn = 58,947 kNm > Mu = 44,69 KNm Aman

169

As 804, 248

= 0,0128
bw .d 250.252

Periksa rasio tulangan :


Syarat :

min

<

perlu

0,0035 <

<

max

0,0128 <

0,0203 (syarat terpenuhi)

B. Perencanaan Balok Tumpuan Momen Positif


Menurut SNI 03-2874-2002 pasal 23.3.2(2), Kuat lentur positif komponen struktur
lentur pada muka kolom tidak boleh lebih kecil dari dari setengah kuat lentur
negatifnya pada muka tersebut.
Diketahui :
Mu+ = 27,2 kNm > . Mu- = . 44,69 = 22,345 kNm
Digunakan nilai Mu+ = 27,2 kNm
Mn perlu

M u 27, 2

= 34 kNm
0,8

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang:


ab = 1.

600
600
.252 = 128,52 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:


Mb = 0,85. f 'c .bw .ab . d

ab

= 0,85.25.250.128,52 252 128,52

= 128,182 kNm

Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:


0,75 . Mb = 0,75 . 128,182 = 96,136 kNm
0,75 . Mb = 96,136 kNm > Mnperlu = 34 kNm (digunakan tulangan tunggal)
Mencari nilai a : C = 0,85 . fc . bw . a = 0,85 . 25 . 250 . a = 5312,5 . a

a
a

M n .106 C. d 5312,5.a. 252


2
2

2656,25a2 1338750a + 34 . 106 = 0


a2 504a + 12800 = 0
Dengan rumus ABC diperoleh:

b b 2 4ac 895 5042 4.12800


a

= 26,825 mm
2a
2

170

a 26,825

= 31,558 mm
1 0,85

c=

T = C = 5312,5 . a = 5312,5 . 26,825 = 142,505 kN


Periksa regangan tulangan tarik:

252 31,558
d c
. c =
.0, 003 = 0,021 > y = 0,002
c
31,558

s =

Luas tulangan tarik (fs = fy)

T 142505
= 356,263 mm2

f y 400

As =

1, 4.bw .d 1, 4.250.252
2

= 220,5 mm
f y
400

Asmin =

Digunakan tulangan 2D16 = 402,124 mm2

Mn = As . f y . d

a
26,825

402,124.400. 252
= 38,277 kNm
2
2

. Mn = 0,8 . 38,277 = 30,701 kNm


. Mn = 30,701 kNm > Mu = 27,2 kNm Aman

As 402,124

bw .d 250.252

Periksa rasio tulangan :


Syarat :

min

<

0,0035 <

perlu

<

0,0064 <

= 0,0064

max
0,0203 (syarat terpenuhi)
3D16

300

2D16

250

Gambar 4.16 Penampang Balok Daerah Tumpuan (B3) 250x300 pada SRPMM
C. Perencanaan Balok Lapangan Momen Positif

171

Menurut SNI 03-2874-2002 pasal 23.3.2(2), kuat lentur momen positif maupun kuat
lentur momen negatif pada setiap irisan penampang di sepanjang bentang tidak
boleh kurang dari seperempat kuat lentur momen maksimum yang terdapat pada
kedua ujung komponen struktur tersebut.
Diketahui:
Mulap = 27,22 kNm > . Mu- = . 44,69 = 11,1725 kNm
Digunakan nilai Mu+ = 27,2 kNm
Mn perlu

M u 27, 2

= 34 kNm
0,8

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang:


ab = 1.

600
600
.252 = 128,52 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:


Mb = 0,85. f 'c .bw .ab . d

ab

= 0,85.25.250.128,52 252 128,52

= 128,182 kNm

Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:


0,75 . Mb = 0,75 . 128,182 = 96,136 kNm
0,75 . Mb = 96,136 kNm > Mnperlu = 34 kNm (digunakan tulangan tunggal)
Mencari nilai a : C = 0,85 . fc . bw . a = 0,85 . 25 . 250 . a = 5312,5 . a

a
a

M n .106 C. d 5312,5.a. 252


2
2

2656,25a2 1338750a + 34 . 106 = 0


a2 504a + 12800 = 0
Dengan rumus ABC diperoleh:

b b 2 4ac 895 5042 4.12800

= 26,825 mm
2a
2

a 26,825

= 31,558 mm
1 0,85

c=

T = C = 5312,5 . a = 5312,5 . 26,825 = 142,505 kN


Periksa regangan tulangan tarik:

172

252 31,558
d c
. c =
.0, 003 = 0,021 > y = 0,002
c
31,558

s =

Luas tulangan tarik (fs = fy)

T
fy

As =

142505
2

= 356,263 mm
400

1, 4.bw .d 1, 4.250.252
2

= 220,5 mm
f y
400

Asmin =

Digunakan tulangan 2D16 = 402,124 mm2

Mn = As . f y . d

a
26,825

402,124.400. 252
= 38,277 kNm
2
2

. Mn = 0,8 . 38,277 = 30,701 kNm


. Mn = 30,701 kNm > Mu = 27,2 kNm Aman

As 402,124

bw .d 250.252

Periksa rasio tulangan :


Syarat :

min

<

perlu

0,0035 <

<

= 0,0064

max

0,0064 <

0,0203 (syarat terpenuhi)

D. Perencanaan Balok Lapangan Momen Negatif


Diketahui : Mu negatif maksimum = . 44,69 = 11,1725 kNm
Mn perlu

M u 11,1725

13,966 kNm
0,8

Mencari blok tekan beton kondisi berimbang:


ab = 1.

600
600
.252 = 128,52 mm
.d = 0,85.
600 400
600 f y

Menghitung momen kondisi berimbang:


Mb = 0,85. f 'c .bw .ab . d

ab

= 0,85.25.250.128,52 252 128,52

= 128,182 kNm

Kontrol 0,75 Mb terhadap Mn:


0,75 . Mb = 0,75 . 128,182 = 96,136 kNm
0,75 . Mb = 96,136 kNm > Mn = 13,966 kNm (digunakan tulangan tunggal)

173

Mencari nilai a : C = 0,85 . fc . bw . a = 0,85 . 25 . 250 . a = 5312,5 . a

a
a

M n .106 C. d 5312,5.a. 252


2
2

2656,25a2 - 1338750a + 13,97 . 106 = 0


a2 504a + 5258 = 0
Dengan rumus ABC diperoleh:

b b 2 4ac 895 5042 4.5258


= 10,657 mm

2a
2
a 10, 657

= 12,538 mm
1 0,85

c=

T = C = 5312,5 . a = 5312,5 . 10,657 = 56,616 kN


Periksa regangan tulangan tarik:

252 12,538
d c
. c =
.0, 003 = 0,057 > y = 0,002
c
12,538

s =

Luas tulangan tarik (fs = fy)

T
fy

As =

56616
2

= 141,541 mm
400

1, 4.bw .d 1, 4.250.252
2

= 220,5 mm
f y
400

Asmin =

Digunakan tulangan 1D16 = 201,062 mm2

Mn = As . f y . d

a
10, 657

201, 062 .400. 252


= 19,838 kNm
2
2

. Mn = 0,8 . 19,838 = 15,871 kNm


. Mn = 15,871 kNm > Mu = 11,173 kNm Aman

As 201, 062

bw .d 250.252

Periksa rasio tulangan :


Syarat :

min

<

0,0035 <

perlu

<

0,0032 <

= 0,0032

max
0,0203 (syarat terpenuhi)
2D16

174

300

2D16

250

Gambar 4.17 Penampang Balok Daerah Lapangan (B3) 250x300 pada SRPMM

E. Penulangan Geser Balok


Vu =

M nl M nr Wu .ln 39,38 44, 69 1, 2.4, 65 1, 0.2,50 .4,5

=
= 29,72 kN

4,5
2
ln
2
1
6

Kuat geser beton: Vc =

f 'c .bw .d =
25 .250.252 = 52,5 kN
6

. Vc = 0,75 . 52,5 = 39,375 kN

2
3

2
3

. Vc + . f 'c . bw . d = 39,375 + . 25 . 250 . 252 = 210,039 kN


Karena di daerah sendi plastis gaya geser dipikul seluruhnya oleh tulangan geser
maka : Vc = 0
Vs =

Vu

Vc

29, 728
0 = 39,637 kN
0, 75

Jika digunakan sengkang 2 kaki dengan diameter 10 mm Av = 157 mm2


mutu baja 400 MPa, maka :
s =

Av . f y .d
Vs

157.400.252
= 399,461 mm > d/4 = 63 mm
39, 637

Spasi maksimum tulangan sengkang pada daerah plastis tidak boleh melebihi:
1. . d = . 252 = 63 mm
2. 8 kali diameter tulangan longitudinal terkecil = 8 . 25 = 128 mm
3. 24 kali diameter sengkang = 24 . 10 = 240 mm
4. 300 mm
Sehingga spasi maksimum pada daerah sendi plastis adalah 50 mm.

175

1
6

Vu

Av . f y .d

157, 08.250.252
= 1230,985 mm > d/2 = 126 mm
12,863

Vc = . 25 .250.252 = 52,5 kN; Vs =


s =

Vs

Vc

29, 728
52,5 = 12,863 kN
0, 75

Untuk spasi maksimum tulangan sengkang di luar sendi plastis tidak boleh melebihi:
1

. d = . 252 = 126 mm

600 mm

Sehingga spasi maksimum di luar sendi plastis digunakan 100 mm.


5.6.5

Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 700x700

Tabel 4.33 Resume Momen untuk Kolom 700x700 pada SRPMM


Beban

Lokasi

Momen (kNm)

Dead

Momen Atas

-49.5698

Momen Bawah

23.2093

Momen Atas

-12.0774

Momen Bawah

7.0442

Momen Atas

-69.3977

Live

1.4 DL

Momen Bawah 32.493


1.2 DL + 1.6LL

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

Momen Atas

-78.8075

Momen Bawah

39.1219

Momen Atas

-112.1812

Momen Bawah

441.1294

Momen Atas

-30.941

Momen Bawah

-371.3386

Momen Atas

34.7253

Momen Bawah

154.6609

Momen Atas

-57.9118

176

0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

Momen Bawah

-84.8701

Momen Atas

-85.2329

Momen Bawah

427.1223

Momen Atas

-3.9927

Momen Bawah

-385.3456

Momen Atas

-58.262

Momen Bawah

140.6538

Momen Atas

-30.9635

Momen Bawah

-98.8771

Perancangan kolom 700mm x 700mm, Nomor elemen 22:


Pu

= 1742,55 kN; Mu

= 397,05 kNm

= 700 mm;

= 700 mm

fc

= 25 MPa;

fy

= 400 MPa

= 30 mm (selimut beton)

Dp = 19 mm (diameter tulangan pokok); Ds = 12 mm (diameter tulangan geser)


Lu

= 3670 mm

Penyelesaian :
A. Perhitungan Tulangan Longitudinal Kolom
Menentukan tinggi efektif kolom

d h s Ds
d ' s Ds

Dp
2

Dp
2

700 30 12 19 648,5 mm
2

30 12 19 61,5 mm
2

Ec 4700 fc ' 4700 25 23500 MPa


d = 0,5
Analisis tampang kolom:
1) Kolom no. 22 (700 mm x 700 mm)

1
1
I gk b h 3 700 7003 20008333333 mm4
12
12

177

Ec I gk 23500 20008333333

2,5
2,5

1, 254 1014 Nmm2


EI

1 d
1 0,5
L = 3670 mm
2) Balok nomor elemen 937 (300 mm x 500 mm)

1
1
I gb b h3 300 5003 3125000000 mm4
12
12
Ec I gb 23500 3125000000

5
5
9,792 1012 Nmm2
EI b

1 d
1 0,5
L = 7325 mm
3) Balok nomor elemen 115 (300 mm x 500 mm)

1
1
I gb b h3 300 5003 3125000000
12
12

mm4

Ec I gb 23500 3125000000

5
5
9,792 1012 Nmm2
EI b

1 d
1 0,5
L = 4500 mm
4) Kolom nomor elemen 229 (600 mm x 600 mm)

1
1
I gk b h 3 600 6003 10800000000 mm4
12
12
Ec I gk 23500 10800000000

2,5
2,5
6,768 1013 Nmm2
EI

1 d
1 0,5
L = 3200 mm
5) Faktor kekangan ujung yang terjadi pada kolom

EI K

l
A K
EI B

lB

EI K 1, 254 1014 6, 768 1013

3200
= 15,75
l K 3670
EI B 9, 792 1012 9, 792 1012


7325
4500
l

B = 0 (tumpuan jepit)

178

Dari grafik nomogram panjang efektif kolom dengan pengaku diperoleh nilai
faktor k sebesar = 0,69
6) Menentukan angka kelangsingan kolom :

r 0,3 h

0,3 untuk kolom persegi

0,3 700 210


k lu
r

M1
0, 69 3670

12, 059 34 12

210


M2

k lu
r

336,197
0, 69 3670
12, 059 34 12

210


397, 053

k lu
r

0, 69 3670
12, 059 12,122 Kolom Pendek

210

7) Eksentrisitas:

M 397, 05
e u ,k
227,857 mm
Pu 1742,55
emin 0,10 h 0,10 700 70 mm
8) Perhitungan Pnb pendekatan:

Cb

600
600
d
648,5 389,1 mm
600 f y
600 400

a 1 Cb 0,85 389,1 330,735 mm


'
Pnb 0,85 f c a b 0,85 25 330,735 700

4919683,13 N 4919,683 kN
9) Perhitungan Pn perlu:

0,10 fc ' Ag 0,10 25 700 700 1225000 N


1225 kN Pu 1742,55 kN
Digunakan faktor reduksi kekuatan sebesar = 0,65 sehingga diperoleh:

P
Pn perlu u

1742,55

0,65

= 2680,846 kN < Pnb = 4931,063 kN Diperkirakan runtuh tarik

179

Pn perlu
0,85 f c b
'

2680846
180, 225 mm
0,85 25 700

Pn perlu e h a
2
2
As
'
fy d d

2680846 227,857 700 180, 225


2
2
As
= 365,706 mm2
400 648,5 61,5
As = As
10) Kontrol luas tulangan:

Ast As As ' = 365,706 + 365,706 = 731,411 mm2

Ast

min

1% Ag 0, 01 700 700 4900 mm2

11) Direncanakan:

As 9D19 2551,517 mm2 ; As ' 9D19 2551,517 mm2


Ast 2551,517 2551,517 = 5103,517 mm2 = 1,04 % . Ag
12) Perhitungan regangan dan tegangan baja:

cu 0,003 ; Es 200000 MPa


c

600
600
d
648,5 389,1 mm
600 400
600 f y

389,1 61,5
cd'
0, 003 0, 0025
cu
389,1
c

fy
Es

400
0,002 ; s > y fs = fy = 400 MPa
200000

13) Perhitungan gaya-gaya dalam:


T As f y 2551,517 400 1020703 N 1020,703 kN

Cc 0,85 fc ' a b 0,85 25 180, 225 700


2680846 N 2680,846 kN

Cs As ' f y 2551,517 400 1020703 N 1020,703 kN

Pnb Cs Cc T
1020703 2680846 1020703 2680846 N 2680,846 kN

180

h a
h

M nb T d Cc Cs d '
2

2 2
2

700

700 180, 225


1020703 648,5

2680846

2
2

700

1020703
61,5
2

1295871000 Nmm 1295,871 kNm

M nb 1295,871

0, 483381 m 483,381 mm
Pnb
2680,846

eb

e < eb, Kolom Runtuh Tekan


14) Pola keruntuhan tekan (menggunakan pendekatan Whitney):

An Ag Ast 490000 5103,517 484896, 483 mm2


Pn 0 An 0,85 f c ' Ast f y

484896, 483 0,85 25 5103,517 400

12345457 N 12345, 457 kN

Pn

Pn

Pn 0
P
e
1 n 0 1
Pnb
eb

12345457
4573474 N 4573, 474 kN
12345457
227,857
1
1
2680846
483,381

15) Kontrol keamanan:

Pu 0,1 f c ' Ag
1742550 N 0,1 25 700 700

1742550 N 1225000 N digunakan faktor reduksi = 0,65

Pn 0,65 4573474

Pn 2972,758 kN Pu 1742,55 Kolom Aman


B. Perhitungan Penulangan Geser Kolom
Mnt = 560,33 kNm; Mnb = 661,76 kNm

181

M M nb
Vu ut
ln

560,33 661, 76

387,963 kN
3, 670

Pu
Vc 1
14 A
g

1

6

'
f c bw d

1742,55 1

1
25 700 648,5 474384 N 474,384 kN
14 700 700 6

Vc 0,75 474,384 355,788 kN > Vu 387,963 kN


1 V 0,5 0, 75 474,384 177,894 kN
c
2

Vc f c ' bw d 0,75 475, 481 25 700 650


3
3
1513522 N 1513,522 kN

Vc Vu Vc fc ' bw d
3
Maka diperlukan tulangan geser sebesar Vs
Menentukan jarak sengkang pada daerah sendi plastis (10)
Jarak maksimum 10 tidak boleh kurang dari nilai terbesar :
-

1/6 tinggi bersih kolom

= 1/6 . 3670

= 561,667 mm

Dimensi terbesar penampang

=h

= 700 mm

500 mm

Digunakan 10 = 700 mm

Vc 0 kN
Vs

Vu

Vc

387,963
0 517, 284 kN
0, 75

Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

Av f y d
Vs

226,195 240 648,5


68, 057 mm
517, 284 103

Dipakai jarak sengkang, s = 70 mm


Spasi maksimum sengkang tidak boleh lebih dari :
S0 = 8 . DP

= 8 . 19

= 152 mm

S0 = 24 . Ds

= 24 . 12

= 288 mm

182

S0 = 0,5 . b

= 0,5 . 700

= 350 mm

S0 = 300 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 70 mm dipasang sepanjang 700
mm dari permukaan hubungan balok kolom.
Menentuukan jarak sengkang pada daerah diluar sendi plastis (> 10):

Pu
Vc 1
14 A
g

1

6

'
f c bw d

1742550 1

1
25 700 648,5 474384 N 474,384 kN
14 700 700 6

Vs

Vu

Vc

387,963
474,384 42,9 kN
0, 75

Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

Av f y d
Vs

226,195 240 648,5


820, 625 mm
42,9 103

Dipakai jarak sengkang, s = 400 mm


Spasi maksimum sengkang yang terpasang pada daerah > 10 tidak boleh lebih dari:
2 . S0 = 2 . 200 = 400 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 150 mm dipasang sepanjang >
700 mm dari muka hubungan balok kolom.

5.6.6

Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 600x600

Tabel 4.34 Resume Momen untuk Kolom 600x600 pada SRPMM


Beban

Lokasi

Dead

Momen Atas

-36.091
43.8016

Live

Momen
Bawah
Momen Atas
Momen
Bawah
Momen Atas
Momen
Bawah
Momen Atas

10.8484
-50.5274
61.3222

Momen

69.9193

1.4 DL

1.2 DL + 1.6LL

Momen (kNm)

-8.11

-56.2853

183

Bawah
1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX +
1,3 WY

Momen Atas

-198.0718

Momen
Bawah
Momen Atas

251.0988

Momen
Bawah
Momen Atas

-124.2782

Momen
Bawah
Momen Atas

117.365

Momen
Bawah
Momen Atas

9.456

227.110

0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY

Momen
Bawah
Momen Atas
Momen
Bawah
Momen Atas

93.376

0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY

Momen
Bawah
Momen Atas

1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX


1,3 WY
1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX +
0,8 WY
1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX
0,8 WY
0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY

0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY

95.2333

-91.499

-11.340

-179.134

114.171
-148.267
-72.561

7.597

Momen
-14.533
Bawah
Perancangan kolom 600mm x 600mm, Nomor elemen 229:
Pu

= 1287,43 kN; Mu

= 251,1 kNm

= 600 mm;

= 600 mm

fc

= 25 MPa;

fy

= 400 MPa

= 30 mm (selimut beton)

Dp = 19 mm (diameter tulangan pokok); Ds = 12 mm (diameter tulangan geser)


Lu

= 3200 mm

Penyelesaian : (Perhitungan analog dengan hal. 162)


A. Perhitungan Tulangan Longitudinal Kolom
Menentukan tinggi efektif kolom
D = 548,5 mm; d = 61,5 mm; Ec = 23500 MPa; d = 0,5
Analisis tampang kolom :
1) Kolom no.229 (600 mm x 600 mm)

184

Igk = 1,08.109 mm4; EI = 6,768.1013 Nmm2; L = 3200 mm


2) Balok no. 328 F53 (300 mm x 500 mm)
Igb = 3,125.109 mm4; EIb = 9,792.1012 Nmm2; L = 7325 mm
3) Balok no. 329 (300 mm x 500 mm)
Igb = 3,125.109 mm4; EIb = 9,792.1012 Nmm2; L = 4500 mm
4) Kolom no. 443 (600 mm x 600 mm)
Igk = 1,08.109 mm4; EI = 6,768.1013 Nmm2; L = 3200 mm
5) Faktor kekangan ujung yang terjadi pada kolom
A = 12,04; B = 0 (tumpuan jepit)
Dari grafik nomogram panjang efektif kolom dengan pengaku diperoleh nilai
faktor k sebesar = 0,69
6) Menentukan angka kelangsingan kolom:

r 0,3 h

0,3 untuk kolom persegi

0,3 600 180


k lu
r

M1

12, 267 34 12 M

k lu
r

12, 267 41,541 kolom tersebut termasuk Kolom Pendek

7) Eksentrisitas:

e 195,039 mm ; emin 60 mm
8) Perhitungan Pnb pendekatan:

Cb 329,1 mm ; a 279,735 mm ; Pnb 3566621, 25 N 3566,62 kN


9) Perhitungan Pn perlu:

0,10 fc ' Ag 900000 N 900 kN Pu 1287, 43 kN


Digunakan faktor reduksi kekuatan sebesar = 0,65 sehingga diperoleh :

Pn perlu 1980,662 kN Pnb 3566,62 kN


a 155,346 mm

As = 277,457 mm2; As = As
10) Kontrol luas tulangan:

Diperkirakan runtuh tarik

185

2
Ast = 554,915 mm ; Ast

min

1% Ag 0,01 600 600 3600 mm2

11) Direncanakan:

As 7D19 1984,701 mm2 ; As ' 7D19 1984,701 mm2


Ast 1984,701 1984,701 = 3984,402 mm2 = 1,10 % . Ag
12) Perhitungan regangan dan tegangan baja:
cu = 0,003;

Es = 200000 MPa

c = 329,1 mm
s = 0,0024
y = 0,002; s > y fs = fy = 400 MPa
13) Perhitungan gaya-gaya dalam:
T = 793880 N = 793,88 kN;

Cc = 1980662 N = 1980,662 kN

Cs = 340234 N = 340,234 kN;

Pnb = 1980662 N = 1980,662 kN

Mnb = 826974000 Nmm = 826,974 kNm


eb = 417,524 mm > e = 195,039 mm Kolom Runtuh Tekan
14)

Pola keruntuhan tekan:


An = 356030,598 mm2; Pn0 = 9153,411 kN; Pn = 3400,649 kN
Kontrol keamanan:
Pu = 1287,43 kN > 900 kN (digunakan faktor reduksi = 0,65)
.Pn = 2210,422 kN > Pu = 1287,43 kN Kolom Aman

B. Perhitungan Penulangan Geser


Mnt = 330,12 kNm; Mnb = 418,498 kNm
Vu = 237,657 kN; Vc = 344,305 kN

Vc 0,75 344,305 258, 229 kN > Vu


1 V 129,114 kN
c
2

Vc fc ' bw d 1097257 N 1097, 257 kN


3
2

Vc Vu Vc fc ' bw d
3
Maka diperlukan tulangan geser sebesar Vs
Menentukan jarak sengkang pada daerah sendi plastis (10)

186

Jarak maksimum l0 tidak boleh kurang dari nilai terbesar :


-

1/6 tinggi bersih kolom

= 1/6 . 3200

= 483,333 mm

Dimensi terbesar penampang

=h

=600 mm

500 mm

Digunakan l0 = 600 mm
Vc = 0 kN; Vs = 316,875 kN
Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

s 93,968 mm Dipakai jarak sengkang, s = 100 mm


Spasi maksimum sengkang tidak boleh lebih dari :
S0 = 8 . DP

= 8 . 19

= 152 mm

S0 = 24 . Ds

= 24 . 12

= 288 mm

S0 = 0,5 . b

= 0,5 . 600

= 300 mm

S0 = 300 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 100 mm dipasang sepanjang
600 mm dari permukaan hubungan balok kolom.
Menentukan jarak sengkang pada daerah diluar sendi plastis (> 10) :
Vc = 344,305 kN; Vs = 27,43 kN
Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

s 264,917 mm Dipakai jarak sengkang, s = 200 mm


Spasi maksimum sengkang yang terpasang pada daerah > 10 tidak boleh lebih dari:
2 . S0 = 2 . 200 = 400 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 250 mm dipasang sepanjang >
600 mm dari muka hubungan balok kolom.

5.6.7

Perencanaan Penulangan Longitudinal Kolom 500x500

Tabel 4.35 Resume Momen untuk Kolom 500x500 pada SRPMM


Beban

Lokasi

Dead

Momen Atas
Momen
Bawah
Momen Atas
Momen

Live

Momen
(kNm)
-38.4132
33.3724
-9.3885
8.1612

187

1.4 DL

1.2 DL + 1.6LL

1,2 DL + 1,0 LL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3


WY

Bawah
Momen Atas
Momen
Bawah
Momen Atas
Momen
Bawah
Momen Atas

Momen
Bawah
1,2 DL + 1,0 LL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 Momen Atas
WY
Momen
Bawah
1,2 DL + 1,0 LL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 Momen Atas
WY
Momen
Bawah
1,2 DL + 1,0 LL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 Momen Atas
WY
Momen
Bawah
0,9 DL + 1,0 EX + 0,3 EY + 0,8 WX + 1,3 WY
Momen Atas
Momen
Bawah
0,9 DL 1,0 EX 0,3 EY 0,8 WX 1,3 WY
Momen Atas
Momen
Bawah
0,9 DL + 0,3 EX + 1,0 EY + 1,3 WX + 0,8 WY
Momen Atas
Momen
Bawah
0,9 DL 0,3 EX 1,0 EY 1,3 WX 0,8 WY
Momen Atas
Momen
Bawah
Perancangan kolom 500mm x 500mm, Nomor elemen 657:
Pu

= 510,441 kN; Mu

= 158,51 kNm

= 500 mm;

= 500 mm

fc

= 25 MPa;

fy

= 400 MPa;

-53.7785
46.7214
-61.1174
53.1048
158.5103
105.4935
47.5418
-9.0773
-10.088
63.397
-27.395
33.019
-137.598
87.321
68.454
-27.250
-62.661
45.224
-6.483
14.846

s = 30 mm (selimut beton)

Dp = 16 mm (diameter tulangan pokok); Ds = 10 mm (diameter tulangan geser)


Lu

= 3200 mm

Penyelesaian : (Perhitungan Analog dengan hal. 162)


A. Perhitungan Tulangan Longitudinal Kolom
Menentukan tinggi efektif kolom

188

D = 450 mm; d = 50 mm; Ec = 23500 MPa; d = 0,5


Analisis tampang kolom:
1) Kolom no. 657 (500 mm x 500 mm)
Igk = 5,2.109 mm4; EIk = 3,2639.1013 Nmm2; L = 3200 mm
2) Balok no. 756 (300 mm x 500 mm)
Igb = 3,2125.109 mm4; EIb = 9,792.1012 Nmm2; L = 7325 mm
3) Balok no. 757 (300 mm x 500 mm)
Igb = 3,2125.109 mm4; EIb = 9,792.1012 Nmm2; L = 4500 mm
4) Kolom no. 867 (500 mm x 500 mm)
Igk = 3,2639.1013 mm4; EIk = 6,768.1013 Nmm2; L = 3200 mm
5) Faktor kekangan ujung yang terjadi pada kolom
A = 8,92; B = 0 (tumpuan jepit)
Dari grafik nomogram panjang efektif kolom dengan pengaku diperoleh nilai
faktor k sebesar = 0,69
6) Menentukan angka kelangsingan kolom:

r 0,3 h

0,3 untuk kolom persegi

0,3 500 150


k lu
r

105, 49

14, 72 34 12 158,51

k lu
r

14, 72 41,541 kolom tersebut termasuk Kolom Pendek

7) Eksentrisitas:

e 310,535 mm ; emin 50 mm
8) Perhitungan Pnb pendekatan:

Cb 270 mm ; a 229,5 mm ; Pnb 2438437,5 2438, 44 kN


9) Perhitungan Pn perlu :

0,10 fc ' Ag 625000 N 625 kN Pu 510, 441 kN


Digunakan faktor reduksi kekuatan sebesar = 0,65 sehingga diperoleh :
Pn perlu = 785,294 kN < Pnb = 2438,438 kN Diperkirakan runtuh tarik

a 73,910 mm

189

As = 478,481 mm2; As = As
10) Kontrol luas tulangan:

Ast As As ' = 478,481 + 478,481 = 956,983 mm

Ast

min

1% Ag 0, 01 500 500 2500 mm2

11) Direncanakan :

As 7D16 1407, 434 mm2 ; As ' 7D16 1407, 434 mm2


Ast = 2814,867 mm2 = 1,13 % . Ag
12) Perhitungan regangan dan tegangan baja:
cu = 0,003;

Es = 200000 MPa

c = 270 mm;

s = 0,0024

y = 0,002; s > y fs = fy = 400 MPa


13) Perhitungan gaya-gaya dalam:
T = 562973 N = 562,973 kN;

Cc = 785294 N = 785,294 kN

Cs = 562973 N = 562,973 kN;

Pnb = 785294 N = 785,294 kN

Mnb = 392492000 Nmm = 392,492 kNm


eb = 499,803 mm > e = 310,535 mm Kolom Runtuh Tekan
15)

Pola keruntuhan tekan:


An = 247185,133 mm2; Pn0 = 6378,631 kN; Pn = 1175,701 kN
Kontrol keamanan : Pu = 513,516 kN < 625 kN
digunakan faktor reduksi : 0,8

1,5 Pu
f c ' Ag = 0,68

.Pn = 796,531 kN > Pu = 510,441 kN Kolom Aman


B. Perhitungan Penulangan Geser
Mnt = 175,82 kNm; Mnb = 264,18 kNm
Vu = 139,684 kN; Vc = 215,965 kN

Vc 161,134 kN > Vu
1 V 80,567 kN
c
2

Vc fc ' bw d 750161 N 750,161 kN


3

190

Vc Vu Vc fc ' bw d
3
Maka diperlukan tulangan geser sebesar Vs
Menentukan jarak sengkang pada daerah sendi plastis (10)
Jarak maksimum l0 tidak boleh kurang dari nilai terbesar :
-

1/6 tinggi bersih kolom

= 1/6 . 3200

= 483,333 mm

Dimensi terbesar penampang

=h

= 500 mm

500 mm

Digunakan l0 = 500 mm
Vc = 0 kN; Vs = 147,245 kN
Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

s 131,165 mm Dipakai jarak sengkang, s = 130 mm


Spasi maksimum sengkang tidak boleh lebih dari:
S0 = 8 . DP

= 8 . 16

= 128 mm

S0 = 24 . Ds

= 24 . 10

= 240 mm

S0 = 0,5 . b

= 0,5 . 500

= 250 mm

S0 = 300 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 130 mm dipasang sepanjang
500 mm dari permukaan hubungan balok kolom.
Menentuukan jarak sengkang pada daerah diluar sendi plastis (> 10):
Vc = 214,845 kN; Vs = 28,699 kN
Dicoba menggunakan tulangan 12 As = 226,195 mm2

s 854,186 mm Dipakai jarak sengkang, s = 400 mm


Spasi maksimum sengkang yang terpasang pada daerah > 10 tidak boleh lebih dari:
2 . S0 = 2 . 200 = 400 mm
Sehingga tulangan sengkang yang dipakai 12 jarak 400 mm dipasang sepanjang >
500 mm dari muka hubungan balok kolom.

4.7 Momen, Beban Aksial dan Gaya Geser Nominal pada suatu Elemen.
Tabel 4.36 Momen, Beban Aksial dan Gaya Geser Nominal (kNm)
No

191

SRPMK

SRPMM

SRPMK

SRPMM

SRPMK

SRPMM

B1

260.53

304.68

168.336

184.673

75.071

106.79

B2

244.83

300.96

149.72

169.376

13.59

17.622

B3

43.60

44.69

49.14

49.11

8.57

12.06

K700

295.08

397.053

105.218

150.766

1706.77

1742.55

K600

181.275

251.099

102.132

140.366

1262.8

1287.367

K500

125.86

105.494

65.035

82.501

513.52

510.44

192

4.8 Gambar Denah, Peninjauan dan Detail Penulangan Balok Kolom

Gambar 4.18 Denah Bangunan Lantai 1 5 Typical


Keterangan:
= Potongan As-3

193

Gambar 4.19 Denah Balok Lantai 1 4 Typical


Keterangan:
B1

= Balok 1 (300x500)

B2

= Balok 2 (300x500)

B3

= Balok 3 (250x300)

194

Gambar 4.20 Denah Balok Lantai 5 (Lantai Atap)

195

Gambar 4.21 Balok Tinjauan Sumbu Lemah (B2)

196

Gambar 4.22 Balok Tinjauan Sumbu Kuat (B1 & B3)

197

Gambar 4.23 Denah Kolom Lantai 1

198

Gambar 4.24 Denah Kolom Lantai 2 & 3

199

Gambar 4.25 Denah Kolom Lantai 4 & 5

200

Gambar 4.26 Denah Balok Precast Lantai 1 5 Typical (Sumber: Shop Drawing Departemen Pekerjaan Umum)
B1

B1A
4D19

4D19

400

3D19

400

2D16
250

B4
3D16

400

2D19
250

B3
3D19

400

2D19
250

B2

400

2D16
200

Gambar 4.27 Penulangan Balok Precast (Sumber: Shop Drawing Departemen Pekerjaan Umum)

2D19
250

201

Gambar 4.28 Denah Kolom Precast Lantai 1 5 Typical (Sumber: Shop Drawing Departemen Pekerjaan Umum)
K1A (14D22)

K1 (8D19)

K2 ( 8D16)

300
500
500

500

300

350

350

Gambar 4.29 Penulangan Kolom Precast (Sumber: Shop Drawing Departemen Pekerjaan Umum)

202

Gambar 4.30 Kolom yang ditinjau


Keterangan:
K700

= Kolom 700x700 Lantai 1

K600

= Kolom 600x600 Lantai 2 dan 3

K500

= Kolom 500x500 Lantai 4 dan 5

203

Gambar 4.31 Formasi penulangan balok B1 300x500 mm SRPMK

Gambar 4.32 Formasi Penulangan B2 balok 300x500 mm SRPMK

204

Gambar 4.33 Formasi Penulangan B3 balok 250x300 mm SRPMK

Gambar 4.34 Penulangan Kolom 700x700 mm SRPMK

205

Gambar 4.35 Penulangan Kolom 600x600 mm SRPMK

Gambar 4.36 Penulangan Kolom 500x500 mm SRPMK

206

Gambar 4.37 Formasi penulangan balok B1 300x500 mm SRPMM

Gambar 4.38 Formasi penulangan balok B2 300x500 mm SRPMM

207

Gambar 4.39 Formasi penulangan balok B3 250x300 mm SRPMM

Gambar 4.40 Penulangan Kolom 700x700 mm SRPMM

208

Gambar 4.41 Penulangan Kolom 600x600 mm SRPMM

Gambar 4.42 Penulangan Kolom 500x500 mm SRPMM

209

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perencanaan bangunan dengan struktur SRPMK dan SRPMM,
dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
Gaya gempa yang bekerja pada struktur bangunan model SRPMK lebih kecil
dibandingkan dengan bangunan model SRPMM yaitu sebesar 4,6%. Karena
struktur bangunan model SRPMK direncanakan dengan factor reduksi yang
lebih besar, yaitu R = 8,5, sedangkan untuk SRPMM direncanakan dengan
faktor reduksi yang lebih kecil, yaitu R = 5,5;
Di dalam SNI 1726-2002 diberikan batasan T = . n untuk mendapatkan
perencanaan yang cukup efisien dan tidak terlalu fleksibel;
Semakin lunak kondisi tanah, semakin besar pula pengaruh beban lateral
gempa pada struktur;
Gaya gempa tidak memberikan tambahan gaya aksial kolom pada struktur
model ini;
Pada perhitungan tulangan longitudinal balok B1 (300x500) didapat hasil
yang sama pada Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
yaitu pada tumpuan ujung kiri 4D25 tulangan tarik dan 3D25 untuk tulangan
tekan; pada tumpuan ujung kanan 5D25 tulangan tarik dan 3D25 tulangan
tekan; dan 3D25 untuk lapangan;
Pada perhitungan tulangan longitudinal balok B1 (300x500) didapat hasil
yang sama pada Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah
(SRPMM) yaitu pada tumpuan ujung kiri 6D25 tulangan tarik dan 3D25 untuk
tulangan tekan; pada tumpuan ujung kanan 6D25 tulangan tarik dan 2D25
tulangan tekan; dan 3D25 untuk lapangan;
Pada perhitungan tulangan longitudinal balok B2 (300x500) didapat hasil
yang sama pada Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
yaitu pada tumpuan ujung kiri 4D25 tulangan tarik dan 2D25 untuk tulangan
tekan; pada tumpuan ujung kanan 5D25 tulangan tarik dan 3D25 tulangan
tekan; dan 2D25 untuk lapangan;

210

Pada perhitungan tulangan longitudinal balok B2 (300x500) didapat hasil


yang sama pada Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah
(SRPMM) yaitu pada tumpuan ujung kiri 6D25 tulangan tarik dan 2D25 untuk
tulangan tekan; pada tumpuan ujung kanan 6D25 tulangan tarik dan 2D25
tulangan tekan; dan 2D25 untuk lapangan;
Pada perhitungan tulangan longitudinal balok B3 (250x300) didapat hasil
yang sama pada Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
yaitu pada tumpuan ujung kiri 2D25 tulangan tarik dan 2D25 untuk tulangan
tekan; pada tumpuan ujung kanan 3D25 tulangan tarik dan 2D25 tulangan
tekan; dan 2D25 untuk lapangan;
Pada perhitungan tulangan longitudinal balok B3 (250x300) didapat hasil
yang sama pada Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah
(SRPMM yaitu pada tumpuan ujung kiri 3D16 tulangan tarik dan 2D16 untuk
tulangan tekan; pada tumpuan ujung kanan 3D16 tulangan tarik dan 2D16
tulangan tekan; dan 2D16 untuk lapangan;
Pada perhitungan tulangan longitudinal kolom K700 (SRPMK) didapat hasil
yang sama untuk semua struktur Rangka Pemikul Momen Khusus yaitu
20D19 ;
Pada perhitungan tulangan longitudinal kolom K700 (SRPMM) didapat hasil
yang sama untuk semua struktur Rangka Pemikul Momen Khusus yaitu
18D19 ;
Pada perhitungan tulangan longitudinal kolom K600 (SRPMK) didapat hasil
yang sama untuk semua struktur Rangka Pemikul Momen Khusus yaitu
16D19 ;
Pada perhitungan tulangan longitudinal kolom K600 (SRPMM) didapat hasil
yang sama untuk semua struktur Rangka Pemikul Momen Khusus yaitu
14D19 ;
Pada perhitungan tulangan longitudinal kolom K500 (SRPMK) didapat hasil
yang sama untuk semua struktur Rangka Pemikul Momen Khusus yaitu
16D16 ;

211

Pada perhitungan tulangan longitudinal kolom K500 (SRPMM) didapat hasil


yang sama untuk semua struktur Rangka Pemikul Momen Khusus yaitu
14D16 ;
Dari hasil perhitungan Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus
(SRPMK) didapat:
-

Tulangan transversal pada balok B1 (300x500) adalah 13 - 110 pada


jarak 2h dan 10 150 diluar jarak 2h.

Tulangan transversal pada balok B2 (300x500) adalah 13 - 130 pada


jarak 2h dan 10 150 diluar jarak 2h.

Tulangan transversal pada balok B3 (250x300) adalah 13 - 130 pada


jarak 2h dan 10 100 diluar jarak 2h.

Tulangan transversal pada kolom K700 adalah 12 - 100 sepanjang I0 dan


12 350 ditengah bentang.

Tulangan transversal pada kolom K600 adalah 12 - 120 sepanjang I0 dan


12 200 ditengah bentang.

Tulangan transversal pada kolom K500 adalah 10 - 100 sepanjang I0 dan


10 200 ditengah bentang.

Dari hasil perhitungan Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah


(SRPMM) didapat:
-

Tulangan transversal pada balok B1 (300x500) adalah 10 - 100 pada


jarak 2h dan 10 200 diluar jarak 2h.

Tulangan transversal pada balok B2 (300x500) adalah 10 - 100 pada


jarak 2h dan 10 200 diluar jarak 2h.

Tulangan transversal pada balok B3 (250x300) adalah 10 - 50 pada


jarak 2h dan 10 100 diluar jarak 2h.

Tulangan transversal pada kolom K700 adalah 12 - 70 sepanjang I0 dan


12 400 ditengah bentang.

Tulangan transversal pada kolom K600 adalah 12 - 100 sepanjang I0


dan 12 200 ditengah bentang.

Tulangan transversal pada kolom K500 adalah 12 - 130 sepanjang I0


dan 12 400 ditengah bentang.

212

5.2 Saran
Berdasarkan hasil pengerjaan tugas akhir ini, saran-saran yang dapat saya
berikan untuk pengembangan lebih lanjut antara lain:
Penggunaan analisis beban gempa statik ekivalen memberikan keterbatasan
dalam desain model yang di analisis, terutama dalam hal tinggi bangunan.
Untuk pengembangan studi lebih lanjut dapat digunakan analisis dinamik non
linier untuk struktur bangunan yang lebih tinggi;
Perlu untuk meninjau model struktur yang lain sehingga dapat di analisis
beberapa variasi ukuran gedung baik variasi panjang bentang maupun jumlah
tingkat, sehingga dapat diambil suatu hubungan antara pembebanan,
bentang, dan jumlah tingkat terhadap gaya-gaya rencana dalam kaitannya
dengan beban gempa;
Untuk desain yang ekonomis, desain gedung bertingkat seperti struktur
model ini harus dimulai dengan desain SRPMK atau daktilitas penuh. Namun
dalam desain ini perlu untuk menerapkan push over analysis, sehingga model
dan mekanisme keruntuhan jika terjadi gempa dasar dapat direncanakan,
dalam hal mengurangi resiko yang besar.
Sangat penting untuk memperhitungkan pengaruh gempa pada suatu
perencanaan bangunan gedung dan mengaplikasikannya pada daerah yang
rawan gempa tersebut.

213

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standarisasi Nasional (2002). SNI 03-1726-2002 Standar Perencanaan


Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung. Bandung: ICS
Badan Standarisasi Nasional (2002). SNI 03-1729-2002 Tata Cara Perencanaan
Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. Bandung: ICS
Badan Standarisasi Nasional (2002). SNI 03-2847-2002 Tata Cara Perhitungan
Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Bandung: ICS
Dewobroto, Wiryanto (2005). Aplikasi Rekayasa Konstruksi Dengan Visual Basic
6.0. Jakarta: Elex Media Komputindo
Imran, Iswandi dan Fajar Hendrik (2010). Perencanaan Struktur Gedung Beton
Bertulang Tahan Gempa. Bandung: ITB
Pramono, Handi, dkk. (2007). 12 Tutorial Dan Latihan Desain Konstruksi
Dengan SAP2000 Versi 9.0. Yogyakarta: Andi Offset

214

215

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935

Station
m
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-8.367
-8.367
-8.367
-8.367
-8.367
-7.612
-7.612
-7.612
-7.612
-7.612
-53.278
-53.278
-53.278
-53.278
-53.278
6.775
6.775
6.775
6.775
6.775
-1.253
-1.253
-1.253
-1.253
-1.253
0.259
0.259
0.259
0.259
0.259
-11.714
-11.714
-11.714
-11.714
-11.714
-22.220
-22.220
-22.220
-22.220
-22.220
-69.565
-69.565
-69.565
-69.565
-69.565
34.259
34.259
34.259
34.259
34.259
-28.283
-28.283
-28.283
-28.283
-28.283
-7.023
-7.023
-7.023
-7.023

V2
KN
-74.060
-64.851
-55.147
-45.443
-35.739
-12.262
-11.711
-10.891
-10.072
-9.253
16.345
16.345
16.345
16.345
16.345
-3.694
-3.694
-3.694
-3.694
-3.694
0.120
0.120
0.120
0.120
0.120
-0.131
-0.131
-0.131
-0.131
-0.131
-103.684
-90.791
-77.206
-63.621
-50.035
-108.490
-96.558
-83.603
-70.647
-57.692
-85.971
-74.369
-61.905
-49.441
-36.977
-116.296
-104.695
-92.231
-79.767
-67.303
-99.873
-88.271
-75.807
-63.343
-50.879
-102.395
-90.793
-78.329
-65.865

V3
KN
-2.607
-2.607
-2.607
-2.607
-2.607
-0.574
-0.574
-0.574
-0.574
-0.574
2.060
2.060
2.060
2.060
2.060
13.633
13.633
13.633
13.633
13.633
2.623E-03
2.623E-03
2.623E-03
2.623E-03
2.623E-03
0.498
0.498
0.498
0.498
0.498
-3.650
-3.650
-3.650
-3.650
-3.650
-4.047
-4.047
-4.047
-4.047
-4.047
3.097
3.097
3.097
3.097
3.097
-10.502
-10.502
-10.502
-10.502
-10.502
10.950
10.950
10.950
10.950
10.950
-18.356
-18.356
-18.356
-18.356

216

Frame
Text
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936

Station
m
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500

OutputCase
Text
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-7.023
-59.442
-59.442
-59.442
-59.442
-59.442
44.381
44.381
44.381
44.381
44.381
-18.161
-18.161
-18.161
-18.161
-18.161
3.099
3.099
3.099
3.099
3.099
-8.870
-8.870
-8.870
-8.870
-8.870
-7.805
-7.805
-7.805
-7.805
-7.805
-51.662
-51.662
-51.662
-51.662
-51.662
6.580
6.580
6.580
6.580
6.580
-1.231
-1.231
-1.231
-1.231
-1.231
0.294
0.294
0.294
0.294
0.294
-12.418
-12.418
-12.418
-12.418
-12.418
-23.132
-23.132
-23.132
-23.132
-23.132

V2
KN
-53.401
-51.491
-43.203
-34.470
-25.736
-17.003
-81.817
-73.529
-64.795
-56.062
-47.328
-65.393
-57.105
-48.371
-39.638
-30.904
-67.915
-59.627
-50.893
-42.160
-33.426
-33.832
-27.548
-20.545
-12.826
-4.879
-9.348
-8.727
-7.863
-6.759
-5.678
16.539
16.539
16.539
16.539
16.539
2.524
2.524
2.524
2.524
2.524
0.116
0.116
0.116
0.116
0.116
0.118
0.118
0.118
0.118
0.118
-47.365
-38.567
-28.763
-17.956
-6.831
-55.556
-47.020
-37.235
-26.206
-14.940

V3
KN
-18.356
4.453
4.453
4.453
4.453
4.453
-9.146
-9.146
-9.146
-9.146
-9.146
12.306
12.306
12.306
12.306
12.306
-16.999
-16.999
-16.999
-16.999
-16.999
5.835
5.835
5.835
5.835
5.835
2.226
2.226
2.226
2.226
2.226
-6.079
-6.079
-6.079
-6.079
-6.079
-13.698
-13.698
-13.698
-13.698
-13.698
-0.035
-0.035
-0.035
-0.035
-0.035
-0.596
-0.596
-0.596
-0.596
-0.596
8.169
8.169
8.169
8.169
8.169
10.564
10.564
10.564
10.564
10.564

217

Frame
Text
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937

Station
m
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000

OutputCase
Text
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic

P
KN
-68.740
-68.740
-68.740
-68.740
-68.740
31.842
31.842
31.842
31.842
31.842
-28.733
-28.733
-28.733
-28.733
-28.733
-8.165
-8.165
-8.165
-8.165
-8.165
-58.274
-58.274
-58.274
-58.274
-58.274
42.308
42.308
42.308
42.308
42.308
-18.267
-18.267
-18.267
-18.267
-18.267
2.301
2.301
2.301
2.301
2.301
9.711
9.711
9.711
9.711
9.711
2.119
2.119
2.119
2.119
2.119
-61.335
-61.335
-61.335
-61.335
-61.335
-1.358
-1.358
-1.358
-1.358
-1.358
-1.298

V2
KN
-32.404
-24.241
-14.974
-4.607
6.010
-67.490
-59.327
-50.060
-39.693
-29.076
-42.216
-34.053
-24.786
-14.419
-3.802
-57.678
-49.515
-40.248
-29.881
-19.264
-12.906
-7.250
-0.947
6.000
13.152
-47.992
-42.336
-36.033
-29.086
-21.934
-22.718
-17.062
-10.759
-3.812
3.340
-38.180
-32.524
-26.221
-19.274
-12.122
49.417
64.017
80.047
94.218
104.307
15.678
18.114
21.487
24.232
25.147
17.665
17.665
17.665
17.665
17.665
-0.046
-0.046
-0.046
-0.046
-0.046
0.124

V3
KN
-1.763
-1.763
-1.763
-1.763
-1.763
20.219
20.219
20.219
20.219
20.219
-6.815
-6.815
-6.815
-6.815
-6.815
25.272
25.272
25.272
25.272
25.272
-5.740
-5.740
-5.740
-5.740
-5.740
16.243
16.243
16.243
16.243
16.243
-10.792
-10.792
-10.792
-10.792
-10.792
21.295
21.295
21.295
21.295
21.295
-1.489
-1.489
-1.489
-1.489
-1.489
-1.293
-1.293
-1.293
-1.293
-1.293
-4.289
-4.289
-4.289
-4.289
-4.289
-3.367
-3.367
-3.367
-3.367
-3.367
-0.026

218

Frame
Text
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937

Station
m
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500

OutputCase
Text
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-1.298
-1.298
-1.298
-1.298
-0.090
-0.090
-0.090
-0.090
-0.090
13.596
13.596
13.596
13.596
13.596
15.043
15.043
15.043
15.043
15.043
-49.126
-49.126
-49.126
-49.126
-49.126
76.671
76.671
76.671
76.671
76.671
-7.747
-7.747
-7.747
-7.747
-7.747
35.291
35.291
35.291
35.291
35.291
-54.158
-54.158
-54.158
-54.158
-54.158
71.639
71.639
71.639
71.639
71.639
-12.779
-12.779
-12.779
-12.779
-12.779
30.259
30.259
30.259
30.259
30.259

V2
KN
0.124
0.124
0.124
0.124
3.118E-03
3.118E-03
3.118E-03
3.118E-03
3.118E-03
69.183
89.624
112.066
131.905
146.029
84.384
105.803
130.435
151.833
165.404
92.733
112.690
135.298
155.049
168.071
57.222
77.180
99.788
119.539
132.560
80.396
100.353
122.961
142.712
155.733
69.559
89.517
112.125
131.876
144.897
62.230
75.371
89.798
102.551
111.631
26.720
39.860
54.287
67.041
76.121
49.893
63.034
77.460
90.214
99.294
39.057
52.197
66.624
79.378
88.458

V3
KN
-0.026
-0.026
-0.026
-0.026
-0.187
-0.187
-0.187
-0.187
-0.187
-2.085
-2.085
-2.085
-2.085
-2.085
-3.856
-3.856
-3.856
-3.856
-3.856
-8.643
-8.643
-8.643
-8.643
-8.643
2.483
2.483
2.483
2.483
2.483
-7.917
-7.917
-7.917
-7.917
-7.917
1.757
1.757
1.757
1.757
1.757
-6.904
-6.904
-6.904
-6.904
-6.904
4.223
4.223
4.223
4.223
4.223
-6.178
-6.178
-6.178
-6.178
-6.178
3.497
3.497
3.497
3.497
3.497

219

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935

Station
m
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6

M2
KN-m
-3.5709
-1.7296
0.1118
1.9532
3.7945
-0.7654
-0.3601
0.0452
0.4505
0.8558
2.0085
0.5536
-0.9013
-2.3562
-3.8112
19.2388
9.6103
-0.0182
-9.6467
-19.2752
0.0102
0.0083
0.0065
0.0046
0.0027
0.6965
0.3450
-0.0066
-0.3582
-0.7098
-4.9993
-2.4214
0.1565
2.7344
5.3123
-5.5098
-2.6516
0.2065
3.0646
5.9227
3.6433
1.4562
-0.7309
-2.9179
-5.1050
-13.7443
-6.3274
1.0896
8.5065
15.9235
15.3613
7.6276
-0.1061
-7.8398
-15.5735
-25.4623
-12.4988
0.4648
13.4284

M3
KN-m
-106.4038
-57.2524
-14.8781
20.6428
49.3104
-21.2002
-12.6817
-4.7004
2.7023
9.5264
59.3839
47.8399
36.2959
24.7519
13.2079
-6.1814
-3.5728
-0.9643
1.6443
4.2529
0.4327
0.3480
0.2633
0.1786
0.0939
-0.1959
-0.1032
-0.0106
0.0821
0.1748
-148.9654
-80.1534
-20.8294
28.9000
69.0346
-161.6050
-88.9936
-25.3744
29.0951
74.4148
-91.2639
-34.4724
13.6493
52.9685
83.4850
-206.5057
-128.2968
-58.7576
1.9790
53.9129
-136.8453
-70.2357
-12.2958
36.8414
77.1761
-160.9243
-92.5335
-32.8124
18.1060

220

Frame
Text
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
935
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936

Station
m
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500

OutputCase
Text
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2

M2
KN-m
26.3920
5.4800
2.3352
-0.8096
-3.9544
-7.0992
-11.9076
-5.4484
1.0108
7.4701
13.9293
17.1980
8.5066
-0.1849
-8.8763
-17.5677
-23.6257
-11.6198
0.3861
12.3920
24.3978
5.0898
2.5734
0.0570
-2.4594
-4.9758
1.4699
0.5098
-0.4502
-1.4102
-2.3703
-6.8792
-4.2574
-1.6357
0.9861
3.6078
-17.9595
-12.0524
-6.1453
-0.2383
5.6688
-0.0430
-0.0278
-0.0127
0.0024
0.0175
-0.7744
-0.5175
-0.2606
-0.0037
0.2532
7.1257
3.6028
0.0798
-3.4431
-6.9661
8.4596
3.9038
-0.6519
-5.2076
-9.7634

M3
KN-m
60.2218
-38.1425
-4.6150
22.8132
44.0733
59.1654
-153.3843
-98.4394
-49.5938
-6.9162
29.5933
-83.7240
-40.3783
-3.1320
27.9463
52.8565
-107.8029
-62.6761
-23.6486
9.2108
35.9023
44.4929
57.7537
68.1495
75.3704
79.1830
8.2423
12.1485
15.7345
18.8960
21.5696
18.4950
11.3623
4.2297
-2.9030
-10.0356
4.1942
3.1056
2.0171
0.9285
-0.1601
0.1290
0.0791
0.0292
-0.0207
-0.0706
0.1760
0.1250
0.0740
0.0230
-0.0280
62.2901
80.8552
95.4093
105.5186
110.8562
66.5792
88.7421
106.9546
120.6780
129.5310

221

Frame
Text
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
936
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937

Station
m
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000

OutputCase
Text
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX

M2
KN-m
-5.7305
-4.9703
-4.2101
-3.4498
-2.6896
20.8858
12.1662
3.4465
-5.2732
-13.9928
-13.1210
-10.1819
-7.2428
-4.3038
-1.3647
28.2763
17.3778
6.4793
-4.4192
-15.3177
-8.7273
-6.2522
-3.7770
-1.3018
1.1734
17.8890
10.8843
3.8796
-3.1251
-10.1298
-16.1178
-11.4638
-6.8098
-2.1557
2.4983
25.2795
16.0959
6.9124
-2.2712
-11.4547
-2.5417
-1.5086
-0.4754
0.5578
1.5910
-1.8816
-0.9847
-0.0877
0.8092
1.7061
-4.7399
-1.7646
1.2107
4.1860
7.1613
-2.1677
0.1682
2.5040
4.8399
7.1758
-0.0303

M3
KN-m
81.7191
93.9728
102.4683
106.7294
106.4128
41.5485
68.9332
92.5595
111.9515
126.7657
71.6850
88.1702
100.8971
109.3896
113.3044
51.5826
74.7358
94.1308
109.2913
119.8742
60.1289
64.4982
66.2889
65.2224
61.0883
19.9583
39.4585
56.3801
70.4444
81.4412
50.0948
58.6955
64.7177
67.8825
67.9798
29.9924
45.2612
57.9514
67.7842
74.5496
80.9952
41.8519
-8.0993
-68.7834
-137.8827
23.6923
12.0658
-1.6374
-17.6020
-34.8363
-11.2643
-23.5197
-35.7751
-48.0305
-60.2859
-0.1570
-0.1253
-0.0937
-0.0621
-0.0305
-0.0761

222

Frame
Text
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937
937

Station
m
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500

OutputCase
Text
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
-0.0122
0.0060
0.0241
0.0422
-0.1225
0.0074
0.1374
0.2673
0.3972
-3.5584
-2.1120
-0.6655
0.7809
2.2274
-6.0606
-3.3857
-0.7109
1.9640
4.6389
-10.5053
-4.5091
1.4871
7.4833
13.4795
0.6420
-1.0808
-2.8035
-4.5263
-6.2490
-8.6587
-3.1660
2.3267
7.8194
13.3120
-1.2046
-2.4239
-3.6431
-4.8623
-6.0816
-7.8612
-3.0719
1.7175
6.5068
11.2961
3.2861
0.3565
-2.5731
-5.5028
-8.4324
-6.0146
-1.7288
2.5571
6.8429
11.1287
1.4395
-0.9866
-3.4127
-5.8388
-8.2649

M3
KN-m
-0.1624
-0.2486
-0.3349
-0.4211
-0.0228
-0.0250
-0.0272
-0.0293
-0.0315
113.3933
58.5927
-11.3390
-96.2968
-193.0357
135.1019
69.5275
-12.3390
-110.7033
-221.1973
109.4845
38.5683
-47.3940
-148.4972
-260.9684
132.2886
86.0078
24.6809
-51.7870
-139.6227
117.2330
54.8757
-22.5277
-115.0721
-218.9844
124.5401
69.7004
-0.1854
-85.2121
-181.6067
61.4936
13.9470
-43.3268
-110.2602
-184.7672
84.2977
61.3865
28.7481
-13.5500
-63.4216
69.2421
30.2544
-18.4605
-76.8351
-142.7833
76.5492
45.0791
3.8819
-46.9751
-105.4055

223

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66

Station
m
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
3.099
3.099
3.099
3.099
3.099
1.414
1.414
1.414
1.414
1.414
-0.094
-0.094
-0.094
-0.094
-0.094
-7.396
-7.396
-7.396
-7.396
-7.396
-2.494E-04
-2.494E-04
-2.494E-04
-2.494E-04
-2.494E-04
-0.871
-0.871
-0.871
-0.871
-0.871
4.339
4.339
4.339
4.339
4.339
5.981
5.981
5.981
5.981
5.981
1.688
1.688
1.688
1.688
1.688
8.577
8.577
8.577
8.577
8.577
-2.988
-2.988
-2.988
-2.988
-2.988
13.253
13.253
13.253
13.253

V2
KN
-65.814
-55.430
-40.516
-25.603
-15.218
-18.399
-17.174
-13.499
-9.824
-8.599
-0.865
-0.865
-0.865
-0.865
-0.865
40.499
40.499
40.499
40.499
40.499
-4.331E-03
-4.331E-03
-4.331E-03
-4.331E-03
-4.331E-03
1.860
1.860
1.860
1.860
1.860
-92.140
-77.602
-56.723
-35.844
-21.305
-108.415
-93.994
-70.218
-46.442
-32.020
-83.677
-69.990
-48.419
-26.848
-13.161
-111.076
-97.389
-75.818
-54.247
-40.560
-55.654
-41.968
-20.397
1.174
14.861
-139.098
-125.411
-103.840
-82.269

V3
KN
0.218
0.218
0.218
0.218
0.218
0.128
0.128
0.128
0.128
0.128
0.900
0.900
0.900
0.900
0.900
-0.133
-0.133
-0.133
-0.133
-0.133
0.012
0.012
0.012
0.012
0.012
1.522E-03
1.522E-03
1.522E-03
1.522E-03
1.522E-03
0.306
0.306
0.306
0.306
0.306
0.466
0.466
0.466
0.466
0.466
1.261
1.261
1.261
1.261
1.261
-0.482
-0.482
-0.482
-0.482
-0.482
0.543
0.543
0.543
0.543
0.543
0.236
0.236
0.236
0.236

-1
-1
-1
-1
-1

224

Frame
Text
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101

Station
m
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000

OutputCase
Text
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
13.253
-0.656
-0.656
-0.656
-0.656
-0.656
6.234
6.234
6.234
6.234
6.234
-5.332
-5.332
-5.332
-5.332
-5.332
10.910
10.910
10.910
10.910
10.910
3.045
3.045
3.045
3.045
3.045
1.412
1.412
1.412
1.412
1.412
0.048
0.048
0.048
0.048
0.048
-7.330
-7.330
-7.330
-7.330
-7.330
8.110E-04
8.110E-04
8.110E-04
8.110E-04
8.110E-04
-0.863
-0.863
-0.863
-0.863
-0.863
4.263
4.263
4.263
4.263
4.263
5.913
5.913
5.913
5.913
5.913

V2
KN
-68.583
-45.533
-36.187
-22.765
-9.343
3.191E-03
-72.932
-63.586
-50.164
-36.742
-27.396
-17.511
-8.165
5.257
18.679
28.025
-100.954
-91.608
-78.186
-64.764
-55.418
27.264
37.649
52.214
66.779
77.164
10.336
11.562
15.051
18.540
19.766
-0.732
-0.732
-0.732
-0.732
-0.732
36.436
36.436
36.436
36.436
36.436
-3.550E-03
-3.550E-03
-3.550E-03
-3.550E-03
-3.550E-03
1.673
1.673
1.673
1.673
1.673
38.170
52.709
73.100
93.491
108.030
49.255
63.679
86.739
109.800
124.223

V3
KN
0.236
1.068
1.068
1.068
1.068
1.068
-0.675
-0.675
-0.675
-0.675
-0.675
0.350
0.350
0.350
0.350
0.350
0.043
0.043
0.043
0.043
0.043
-0.344
-0.344
-0.344
-0.344
-0.344
-0.138
-0.138
-0.138
-0.138
-0.138
0.593
0.593
0.593
0.593
0.593
-0.141
-0.141
-0.141
-0.141
-0.141
2.993E-03
2.993E-03
2.993E-03
2.993E-03
2.993E-03
-8.197E-04
-8.197E-04
-8.197E-04
-8.197E-04
-8.197E-04
-0.481
-0.481
-0.481
-0.481
-0.481
-0.633
-0.633
-0.633
-0.633
-0.633

225

Frame
Text
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101

Station
m
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000

OutputCase
Text
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
1.794
1.794
1.794
1.794
1.794
8.338
8.338
8.338
8.338
8.338
-2.939
-2.939
-2.939
-2.939
-2.939
13.070
13.070
13.070
13.070
13.070
-0.531
-0.531
-0.531
-0.531
-0.531
6.012
6.012
6.012
6.012
6.012
-5.264
-5.264
-5.264
-5.264
-5.264
10.745
10.745
10.745
10.745
10.745

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66

Station
m
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX

M2
KN-m
0.2665
0.1137
-0.0392
-0.1920
-0.3449
0.1683
0.0790
-0.0103
-0.0997
-0.1890
1.4721
0.8420
0.2119
-0.4182
-1.0483

M3
KN-m
-58.9380
-16.2385
17.6068
40.4841
54.5072
-19.6675
-7.0740
3.8045
11.8247
18.1298
-2.3239
-1.7187
-1.1135
-0.5083
0.0969

V2
KN
55.424
69.112
90.079
111.047
124.735
30.682
44.370
65.337
86.304
99.992
80.604
94.292
115.259
136.226
149.914
5.503
19.191
40.158
61.125
74.813
36.909
46.255
59.364
72.472
81.819
12.167
21.513
34.622
47.730
57.077
62.088
71.435
84.543
97.652
106.998
-13.013
-3.666
9.442
22.551
31.897

V3
KN
2.250E-03
2.250E-03
2.250E-03
2.250E-03
2.250E-03
-1.102
-1.102
-1.102
-1.102
-1.102
-0.510
-0.510
-0.510
-0.510
-0.510
-0.591
-0.591
-0.591
-0.591
-0.591
0.243
0.243
0.243
0.243
0.243
-0.862
-0.862
-0.862
-0.862
-0.862
-0.269
-0.269
-0.269
-0.269
-0.269
-0.350
-0.350
-0.350
-0.350
-0.350

226

Frame
Text
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66
66

Station
m
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000

OutputCase
Text
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10

M2
KN-m
-0.2364
-0.1431
-0.0499
0.0434
0.1367
0.0187
0.0104
0.0021
-0.0062
-0.0145
0.0019
8.831E-04
-1.827E-04
-0.0012
-0.0023
0.3731
0.1591
-0.0549
-0.2689
-0.4829
0.5892
0.2628
-0.0636
-0.3899
-0.7163
1.9068
1.0239
0.1410
-0.7419
-1.6248
-0.9305
-0.5931
-0.2557
0.0816
0.4190
0.7192
0.3391
-0.0411
-0.4212
-0.8014
0.2571
0.0917
-0.0736
-0.2390
-0.4044
1.6585
0.9108
0.1631
-0.5846
-1.3323
-1.1788
-0.7062
-0.2336
0.2389
0.7115
0.4709
0.2260
-0.0190
-0.2639
-0.5089
0.0088

M3
KN-m
110.0419
81.6928
53.3437
24.9946
-3.3545
-0.0116
-0.0086
-0.0055
-0.0025
5.431E-04
5.0561
3.7541
2.4521
1.1502
-0.1518
-82.5132
-22.7338
24.6495
56.6778
76.3101
-102.1936
-30.8046
27.2153
67.5004
94.4164
-53.1408
1.1025
43.0056
68.8889
82.4322
-127.6454
-54.2228
6.8596
51.9223
84.6449
22.9815
57.6092
79.8968
86.1647
80.0924
-203.7677
-110.7296
-30.0316
34.6466
86.9846
-15.7919
13.0480
33.9191
44.9190
47.9502
-90.2965
-42.2773
-2.2269
27.9524
50.1629
60.3304
69.5548
70.8103
62.1948
45.6104
-166.4187

227

Frame
Text
66
66
66
66
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101

Station
m
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000

OutputCase
Text
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6

M2
KN-m
-0.0214
-0.0516
-0.0817
-0.1119
-0.4921
-0.2516
-0.0111
0.2294
0.4699
-0.2091
-0.1127
-0.0162
0.0802
0.1767
0.4704
0.0552
-0.3601
-0.7754
-1.1906
-0.1418
-0.0433
0.0553
0.1538
0.2524
3.713E-04
-0.0017
-0.0038
-0.0059
-0.0080
-0.0015
-9.010E-04
-3.272E-04
2.466E-04
8.203E-04
-0.6889
-0.3522
-0.0155
0.3212
0.6579
-0.9251
-0.4822
-0.0393
0.4037
0.8466
-0.3734
-0.3749
-0.3765
-0.3781
-0.3797
-1.2259
-0.4542
0.3175
1.0892
1.8609
-0.8010
-0.4443
-0.0875
0.2693
0.6260
-0.7983
-0.3849

M3
KN-m
-98.7840
-39.1181
10.6767
52.5026
51.8567
29.4013
-1.8769
-43.6985
-94.3429
17.2118
9.6903
0.4697
-11.3816
-24.9320
0.0855
0.5981
1.1107
1.6234
2.1360
-2.0378
-27.5431
-53.0483
-78.5536
-104.0589
5.302E-04
0.0030
0.0055
0.0080
0.0105
-0.0915
-1.2629
-2.4343
-3.6057
-4.7771
72.5994
41.1619
-2.6276
-61.1779
-132.0801
89.7669
50.7861
-1.5007
-70.6487
-153.1027
78.7955
35.6678
-19.7464
-90.4435
-173.4270
80.0842
54.2761
16.1814
-37.1961
-102.8601
77.3552
16.6019
-56.4379
-144.7605
-245.3697
81.5245
73.3420

228

Frame
Text
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101
101

Station
m
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000

OutputCase
Text
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
0.0284
0.4418
0.8552
-0.0166
-0.1868
-0.3570
-0.5271
-0.6973
-0.8691
-0.2661
0.3370
0.9401
1.5432
-0.4443
-0.2561
-0.0679
0.1202
0.3084
-0.4415
-0.1967
0.0480
0.2928
0.5375

M3
KN-m
52.8729
17.1210
-30.9174
46.0267
17.1571
-19.6531
-65.9523
-120.1921
47.3154
35.7654
16.2748
-12.7050
-49.6252
44.5864
-1.9088
-56.3446
-120.2694
-192.1348
48.7557
54.8312
52.9662
41.6121
22.3175

229

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73

Station
m
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-2.027
-2.027
-2.027
-2.027
-2.027
-0.230
-0.230
-0.230
-0.230
-0.230
14.922
14.922
14.922
14.922
14.922
1.980
1.980
1.980
1.980
1.980
0.063
0.063
0.063
0.063
0.063
0.092
0.092
0.092
0.092
0.092
-2.838
-2.838
-2.838
-2.838
-2.838
-2.800
-2.800
-2.800
-2.800
-2.800
13.024
13.024
13.024
13.024
13.024
-18.348
-18.348
-18.348
-18.348
-18.348
3.949
3.949
3.949
3.949
3.949
-9.274
-9.274
-9.274
-9.274

V2
KN
-22.600
-14.726
1.507
17.740
25.614
-10.180
-7.015
0.670
8.356
11.520
2.081
2.081
2.081
2.081
2.081
0.035
0.035
0.035
0.035
0.035
0.013
0.013
0.013
0.013
0.013
2.731E-03
2.731E-03
2.731E-03
2.731E-03
2.731E-03
-31.640
-20.617
2.110
24.836
35.859
-43.407
-28.896
2.881
34.658
49.169
-35.194
-22.582
4.584
31.750
44.362
-39.405
-26.792
0.373
27.539
40.152
-36.621
-24.008
3.157
30.323
42.936
-37.978
-25.365
1.800
28.966

V3
KN
0.065
0.065
0.065
0.065
0.065
0.014
0.014
0.014
0.014
0.014
-0.612
-0.612
-0.612
-0.612
-0.612
-0.333
-0.333
-0.333
-0.333
-0.333
-7.241E-03
-7.241E-03
-7.241E-03
-7.241E-03
-7.241E-03
-0.013
-0.013
-0.013
-0.013
-0.013
0.091
0.091
0.091
0.091
0.091
0.100
0.100
0.100
0.100
0.100
-0.644
-0.644
-0.644
-0.644
-0.644
0.827
0.827
0.827
0.827
0.827
-0.445
-0.445
-0.445
-0.445
-0.445
0.629
0.629
0.629
0.629

-4
-4
-4
-4
-4

230

Frame
Text
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73

Station
m
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000

OutputCase
Text
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-9.274
13.862
13.862
13.862
13.862
13.862
-17.510
-17.510
-17.510
-17.510
-17.510
4.787
4.787
4.787
4.787
4.787
-8.436
-8.436
-8.436
-8.436
-8.436

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73

Station
m
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1

M2
KN-m
0.2008
0.1279
0.0550
-0.0179
-0.0908
0.0307
0.0151
-4.786E-04
-0.0161
-0.0316
-1.8150
-1.1263
-0.4377
0.2510
0.9396
-0.8093
-0.4342
-0.0592
0.3159
0.6909
-0.0196
-0.0114
-0.0033
0.0049
0.0130
-0.0336
-0.0186
-0.0037
0.0113
0.0262
0.2811
0.1791
0.0770
-0.0250

M3
KN-m
-15.7593
6.3334
13.9338
2.9429
-22.5403
-7.3132
2.9523
6.6103
1.4437
-10.3303
4.4717
2.1311
-0.2095
-2.5501
-4.8907
0.3114
0.2722
0.2330
0.1938
0.1546
0.0293
0.0142
-8.770E-04
-0.0160
-0.0311
0.0180
0.0149
0.0119
0.0088
0.0057
-22.0630
8.8667
19.5073
4.1200

V2
KN
41.578
-18.235
-11.148
3.461
18.071
25.158
-22.445
-15.359
-0.749
13.861
20.947
-19.661
-12.575
2.035
16.645
23.731
-21.019
-13.932
0.678
15.287
22.374

V3
KN
0.629
-0.677
-0.677
-0.677
-0.677
-0.677
0.794
0.794
0.794
0.794
0.794
-0.479
-0.479
-0.479
-0.479
-0.479
0.595
0.595
0.595
0.595
0.595

231

Frame
Text
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73
73

Station
m
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000

OutputCase
Text
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
-0.1271
0.2900
0.1776
0.0653
-0.0471
-0.1595
-1.8454
-1.1214
-0.3973
0.3268
1.0508
2.3887
1.4585
0.5284
-0.4018
-1.3319
-1.1344
-0.6333
-0.1321
0.3690
0.8702
1.6777
0.9705
0.2632
-0.4440
-1.1512
-1.9363
-1.1748
-0.4133
0.3482
1.1097
2.2978
1.4051
0.5124
-0.3803
-1.2730
-1.2253
-0.6868
-0.1482
0.3904
0.9290
1.5868
0.9170
0.2472
-0.4226
-1.0924

M3
KN-m
-31.5564
-30.6122
12.3237
27.2970
5.8414
-43.5769
-21.6123
12.7959
23.2060
2.4819
-42.2404
-30.8364
8.3087
23.4557
7.4685
-32.5169
-24.5188
11.4943
23.5094
4.3902
-38.7271
-27.9298
9.6103
23.1523
5.5601
-36.0302
-9.5714
7.9436
12.4155
0.1553
-25.1480
-18.7954
3.4565
12.6652
5.1419
-15.4245
-12.4779
6.6421
12.7189
2.0637
-21.6347
-15.8889
4.7580
12.3619
3.2336
-18.9378

232

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22

Station
m
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-1105.215
-1083.635
-1062.056
-237.820
-237.820
-237.820
84.032
84.032
84.032
72.000
72.000
72.000
0.500
0.500
0.500
3.317
3.317
3.317
-1547.301
-1517.089
-1486.878
-1706.770
-1680.874
-1654.979
-1453.734
-1427.839
-1401.943
-1674.421
-1648.526
-1622.630
-1463.565
-1437.669
-1411.774
-1664.591
-1638.695
-1612.800
-884.350
-864.928
-845.507
-1105.037
-1085.615
-1066.194
-894.180
-874.759
-855.337
-1095.207
-1075.785
-1056.363

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
22
22
22
22
22

Station
m
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP

M2
KN-m
25.4855
2.8249
-19.8356
5.3910
1.7169

M3
KN-m
21.0696
-12.0951
-45.2599
6.1949
-2.0625

V2
KN
18.073
18.073
18.073
4.500
4.500
4.500
78.661
78.661
78.661
-0.639
-0.639
-0.639
0.674
0.674
0.674
0.017
0.017
0.017
25.303
25.303
25.303
28.888
28.888
28.888
105.218
105.218
105.218
-52.842
-52.842
-52.842
50.037
50.037
50.037
2.339
2.339
2.339
95.296
95.296
95.296
-62.764
-62.764
-62.764
40.115
40.115
40.115
-7.583
-7.583
-7.583

V3
KN
12.349
12.349
12.349
2.002
2.002
2.002
5.122
5.122
5.122
65.564
65.564
65.564
0.039
0.039
0.039
3.604
3.604
3.604
17.289
17.289
17.289
18.022
18.022
18.022
46.329
46.329
46.329
-12.687
-12.687
-12.687
86.857
86.857
86.857
-53.214
-53.214
-53.214
40.622
40.622
40.622
-18.394
-18.394
-18.394
81.150
81.150
81.150
-58.921
-58.921
-58.921

233

Frame
Text
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22
22

Station
m
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000

OutputCase
Text
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
-1.9572
16.4545
7.0561
-2.3422
221.7167
101.4058
-18.9050
0.1298
0.0577
-0.0145
11.6369
5.0234
-1.5901
35.6797
3.9549
-27.7699
39.2083
6.1370
-26.9343
134.1750
49.1613
-35.8524
-62.2277
-38.9476
-15.6675
272.1049
112.7232
-46.6585
-200.1577
-102.5095
-4.8614
121.1383
46.5969
-27.9445
-75.2644
-41.5120
-7.7596
259.0682
110.1588
-38.7506
-213.1944
-105.0739
3.0465

M3
KN-m
-10.3199
262.8435
118.5005
-25.8425
-3.0553
-1.8825
-0.7097
2.0509
0.8144
-0.4220
0.0264
-0.0045
-0.0354
29.4975
-16.9332
-63.3639
35.1954
-17.8142
-70.8237
295.0804
102.0047
-91.0709
-232.1235
-135.1581
-38.1927
109.9635
18.1461
-73.6713
-47.0066
-51.2994
-55.5923
282.5646
107.6958
-67.1730
-244.6393
-129.4670
-14.2948
97.4477
23.8371
-49.7734
-59.5224
-45.6084
-31.6944

234

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229

Station
m
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-817.039
-803.215
-789.391
-176.447
-176.447
-176.447
63.143
63.143
63.143
55.915
55.915
55.915
0.362
0.362
0.362
2.500
2.500
2.500
-1143.854
-1124.501
-1105.147
-1262.761
-1246.173
-1229.584
-1073.436
-1056.847
-1040.258
-1240.351
-1223.762
-1207.173
-1079.565
-1062.976
-1046.387
-1234.222
-1217.633
-1201.044
-651.878
-639.436
-626.994
-818.792
-806.350
-793.909
-658.007
-645.565
-633.123
-812.663
-800.221
-787.780

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
229
229
229
229
229

Station
m
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP

M2
KN-m
18.2330
2.3015
-13.6301
1.0430
0.6948

M3
KN-m
41.3869
3.0095
-35.3680
9.8663
1.0222

V2
KN
23.986
23.986
23.986
5.528
5.528
5.528
68.034
68.034
68.034
-1.693
-1.693
-1.693
0.397
0.397
0.397
-0.017
-0.017
-0.017
33.580
33.580
33.580
37.627
37.627
37.627
102.132
102.132
102.132
-33.510
-33.510
-33.510
53.530
53.530
53.530
15.091
15.091
15.091
89.408
89.408
89.408
-46.234
-46.234
-46.234
40.807
40.807
40.807
2.368
2.368
2.368

V3
KN
9.957
9.957
9.957
0.218
0.218
0.218
5.245
5.245
5.245
70.949
70.949
70.949
0.042
0.042
0.042
3.331
3.331
3.331
13.940
13.940
13.940
12.297
12.297
12.297
43.060
43.060
43.060
-18.727
-18.727
-18.727
87.408
87.408
87.408
-63.075
-63.075
-63.075
39.855
39.855
39.855
-21.932
-21.932
-21.932
84.203
84.203
84.203
-66.280
-66.280
-66.280

235

Frame
Text
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229
229

Station
m
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000

OutputCase
Text
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
0.3466
9.6700
1.2785
-7.1130
130.5658
17.0478
-96.4702
0.0766
0.0098
-0.0571
5.8357
0.5053
-4.8251
25.5262
3.2221
-19.0821
23.5485
3.8735
-15.8016
79.4101
10.5141
-58.3819
-33.5648
-3.6009
26.3629
161.1577
21.3049
-118.5479
-115.3123
-14.3917
86.5289
72.8972
9.1289
-54.6395
-40.0777
-4.9862
30.1053
154.6447
19.9196
-114.8055
-121.8253
-15.7769
90.2714

M3
KN-m
-7.8219
121.8957
13.0421
-95.8115
-2.1434
0.5647
3.2729
0.6123
-0.0222
-0.6568
0.0011
0.0282
0.0552
57.9416
4.2132
-49.5151
65.4503
5.2469
-54.9566
181.2745
17.8639
-145.5467
-62.2134
-8.5968
45.0198
94.7527
9.1045
-76.5436
24.3084
0.1626
-23.9833
158.9921
15.9389
-127.1144
-84.4958
-10.5218
63.4521
72.4703
7.1795
-58.1113
2.0260
-1.7625
-5.5510

236

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657

Station
m
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-331.635
-322.035
-312.435
-72.221
-72.221
-72.221
12.701
12.701
12.701
13.039
13.039
13.039
0.081
0.081
0.081
0.605
0.605
0.605
-464.289
-450.849
-437.409
-513.516
-501.996
-490.476
-452.719
-441.199
-429.679
-487.647
-476.127
-464.607
-452.745
-441.225
-429.705
-487.622
-476.102
-464.582
-281.008
-272.368
-263.728
-315.936
-307.296
-298.656
-281.033
-272.393
-263.753
-315.910
-307.270
-298.630

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
657
657
657
657
657

Station
m
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP

M2
KN-m
8.3176
-2.2085
-12.7346
-1.6940
-0.2022

M3
KN-m
32.9568
-2.7935
-38.5439
8.0259
-0.7264

V2
KN
22.344
22.344
22.344
5.470
5.470
5.470
33.017
33.017
33.017
-1.206
-1.206
-1.206
0.155
0.155
0.155
-0.020
-0.020
-0.020
31.282
31.282
31.282
35.565
35.565
35.565
65.035
65.035
65.035
-0.469
-0.469
-0.469
41.167
41.167
41.167
23.399
23.399
23.399
52.862
52.862
52.862
-12.643
-12.643
-12.643
28.994
28.994
28.994
11.226
11.226
11.226

V3
KN
6.579
6.579
6.579
-0.932
-0.932
-0.932
1.436
1.436
1.436
37.310
37.310
37.310
0.014
0.014
0.014
1.557
1.557
1.557
9.210
9.210
9.210
6.403
6.403
6.403
21.626
21.626
21.626
-7.702
-7.702
-7.702
45.967
45.967
45.967
-32.043
-32.043
-32.043
20.585
20.585
20.585
-8.743
-8.743
-8.743
44.926
44.926
44.926
-33.084
-33.084
-33.084

237

Frame
Text
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657
657

Station
m
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000

OutputCase
Text
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
1.2895
0.8661
-1.4309
-3.7278
45.6906
-14.0051
-73.7008
0.0131
-0.0100
-0.0331
1.9300
-0.5610
-3.0520
11.6446
-3.0919
-17.8284
7.2707
-2.9738
-13.2182
25.3798
-9.2222
-43.8242
-8.8056
3.5173
15.8402
55.7985
-17.7486
-91.2958
-39.2244
12.0438
63.3119
24.5785
-8.3574
-41.2933
-9.6069
4.3821
18.3711
54.9973
-16.8839
-88.7650
-40.0257
12.9085
65.8427

M3
KN-m
-9.4787
35.0365
-17.7904
-70.6174
-1.5673
0.3627
2.2928
0.1778
-0.0704
-0.3185
-0.0213
0.0114
0.0441
46.1396
-3.9110
-53.9615
52.3897
-4.5145
-61.4187
82.2550
-21.8017
-125.8584
12.8932
13.6444
14.3955
56.7318
-9.1354
-75.0026
38.4164
0.9780
-36.4603
64.3421
-20.2372
-104.8165
-5.0198
15.2088
35.4374
38.8189
-7.5709
-53.9607
20.5034
2.5425
-15.4184

238

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Station
m
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-9.854
-9.854
-9.854
-9.854
-9.854
-8.155
-8.155
-8.155
-8.155
-8.155
-82.324
-82.324
-82.324
-82.324
-82.324
10.467
10.467
10.467
10.467
10.467
-1.253
-1.253
-1.253
-1.253
-1.253
0.258
0.258
0.258
0.258
0.258
-13.796
-13.796
-13.796
-13.796
-13.796
-24.872
-24.872
-24.872
-24.872
-24.872
-99.829
-99.829
-99.829
-99.829
-99.829
59.870
59.870
59.870
59.870
59.870
-35.631
-35.631
-35.631
-35.631
-35.631
-4.328
-4.328
-4.328
-4.328

V2
KN
-79.625
-70.416
-60.712
-51.008
-41.304
-14.296
-13.745
-12.926
-12.106
-11.287
25.247
25.247
25.247
25.247
25.247
-5.705
-5.705
-5.705
-5.705
-5.705
0.120
0.120
0.120
0.120
0.120
-0.131
-0.131
-0.131
-0.131
-0.131
-111.474
-98.582
-84.996
-71.411
-57.825
-118.423
-106.490
-93.535
-80.579
-67.624
-86.384
-74.783
-62.319
-49.855
-37.391
-133.306
-121.704
-109.240
-96.776
-84.313
-107.925
-96.323
-83.859
-71.396
-58.932
-111.765
-100.164
-87.700
-75.236

V3
KN
-3.550
-3.550
-3.550
-3.550
-3.550
-0.898
-0.898
-0.898
-0.898
-0.898
3.173
3.173
3.173
3.173
3.173
21.064
21.064
21.064
21.064
21.064
2.499E-03
2.499E-03
2.499E-03
2.499E-03
2.499E-03
0.498
0.498
0.498
0.498
0.498
-4.970
-4.970
-4.970
-4.970
-4.970
-5.696
-5.696
-5.696
-5.696
-5.696
4.983
4.983
4.983
4.983
4.983
-15.298
-15.298
-15.298
-15.298
-15.298
17.260
17.260
17.260
17.260
17.260
-27.575
-27.575
-27.575
-27.575

239

Frame
Text
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

Station
m
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500

OutputCase
Text
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-4.328
-88.718
-88.718
-88.718
-88.718
-88.718
70.981
70.981
70.981
70.981
70.981
-24.520
-24.520
-24.520
-24.520
-24.520
6.783
6.783
6.783
6.783
6.783
-10.356
-10.356
-10.356
-10.356
-10.356
-8.347
-8.347
-8.347
-8.347
-8.347
-79.809
-79.809
-79.809
-79.809
-79.809
10.162
10.162
10.162
10.162
10.162
-1.231
-1.231
-1.231
-1.231
-1.231
0.294
0.294
0.294
0.294
0.294
-14.498
-14.498
-14.498
-14.498
-14.498
-25.782
-25.782
-25.782
-25.782
-25.782

V2
KN
-62.772
-48.201
-39.913
-31.180
-22.446
-13.713
-95.123
-86.835
-78.101
-69.368
-60.634
-69.742
-61.454
-52.720
-43.987
-35.253
-73.582
-65.294
-56.561
-47.827
-39.094
-32.050
-25.765
-18.763
-11.044
-3.097
-8.920
-8.299
-7.435
-6.331
-5.250
25.559
25.559
25.559
25.559
25.559
3.900
3.900
3.900
3.900
3.900
0.116
0.116
0.116
0.116
0.116
0.118
0.118
0.118
0.118
0.118
-44.870
-36.071
-26.268
-15.461
-4.336
-52.732
-44.197
-34.412
-23.382
-12.116

V3
KN
-27.575
6.946
6.946
6.946
6.946
6.946
-13.335
-13.335
-13.335
-13.335
-13.335
19.222
19.222
19.222
19.222
19.222
-25.612
-25.612
-25.612
-25.612
-25.612
6.828
6.828
6.828
6.828
6.828
2.567
2.567
2.567
2.567
2.567
-9.447
-9.447
-9.447
-9.447
-9.447
-21.152
-21.152
-21.152
-21.152
-21.152
-0.035
-0.035
-0.035
-0.035
-0.035
-0.595
-0.595
-0.595
-0.595
-0.595
9.560
9.560
9.560
9.560
9.560
12.302
12.302
12.302
12.302
12.302

240

Frame
Text
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3

Station
m
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000

OutputCase
Text
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic

P
KN
-98.136
-98.136
-98.136
-98.136
-98.136
56.589
56.589
56.589
56.589
56.589
-35.919
-35.919
-35.919
-35.919
-35.919
-5.628
-5.628
-5.628
-5.628
-5.628
-86.683
-86.683
-86.683
-86.683
-86.683
68.043
68.043
68.043
68.043
68.043
-24.466
-24.466
-24.466
-24.466
-24.466
5.826
5.826
5.826
5.826
5.826
8.802
8.802
8.802
8.802
8.802
1.773
1.773
1.773
1.773
1.773
-94.833
-94.833
-94.833
-94.833
-94.833
-2.093
-2.093
-2.093
-2.093
-2.093
-1.298

V2
KN
-20.404
-12.242
-2.975
7.392
18.009
-74.355
-66.193
-56.926
-46.559
-35.942
-35.567
-27.404
-18.137
-7.770
2.847
-59.193
-51.030
-41.763
-31.396
-20.779
-1.869
3.787
10.089
17.036
24.188
-55.820
-50.164
-43.862
-36.915
-29.763
-17.032
-11.376
-5.073
1.874
9.026
-40.658
-35.002
-28.699
-21.752
-14.600
53.548
68.149
84.178
98.349
108.438
17.417
19.854
23.226
25.972
26.887
27.286
27.286
27.286
27.286
27.286
-0.066
-0.066
-0.066
-0.066
-0.066
0.124

V3
KN
-5.833
-5.833
-5.833
-5.833
-5.833
27.355
27.355
27.355
27.355
27.355
-13.747
-13.747
-13.747
-13.747
-13.747
35.269
35.269
35.269
35.269
35.269
-10.448
-10.448
-10.448
-10.448
-10.448
22.739
22.739
22.739
22.739
22.739
-18.362
-18.362
-18.362
-18.362
-18.362
30.653
30.653
30.653
30.653
30.653
-1.235
-1.235
-1.235
-1.235
-1.235
-1.206
-1.206
-1.206
-1.206
-1.206
-6.682
-6.682
-6.682
-6.682
-6.682
-5.194
-5.194
-5.194
-5.194
-5.194
-0.026

241

Frame
Text
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3

Station
m
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500

OutputCase
Text
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-1.298
-1.298
-1.298
-1.298
-0.090
-0.090
-0.090
-0.090
-0.090
12.322
12.322
12.322
12.322
12.322
13.398
13.398
13.398
13.398
13.398
-84.282
-84.282
-84.282
-84.282
-84.282
108.951
108.951
108.951
108.951
108.951
-19.969
-19.969
-19.969
-19.969
-19.969
44.638
44.638
44.638
44.638
44.638
-88.695
-88.695
-88.695
-88.695
-88.695
104.538
104.538
104.538
104.538
104.538
-24.382
-24.382
-24.382
-24.382
-24.382
40.225
40.225
40.225
40.225
40.225

V2
KN
0.124
0.124
0.124
0.124
3.269E-03
3.269E-03
3.269E-03
3.269E-03
3.269E-03
74.967
95.408
117.850
137.689
151.813
92.125
113.544
138.176
159.574
173.145
109.045
129.002
151.610
171.361
184.382
54.305
74.262
96.870
116.621
129.643
89.958
109.916
132.524
152.275
165.296
73.391
93.348
115.957
135.707
148.729
75.563
88.704
103.131
115.884
124.964
20.823
33.964
48.391
61.145
70.224
56.477
69.617
84.044
96.798
105.878
39.910
53.050
67.477
80.231
89.311

V3
KN
-0.026
-0.026
-0.026
-0.026
-0.187
-0.187
-0.187
-0.187
-0.187
-1.730
-1.730
-1.730
-1.730
-1.730
-3.412
-3.412
-3.412
-3.412
-3.412
-11.193
-11.193
-11.193
-11.193
-11.193
5.816
5.816
5.816
5.816
5.816
-10.071
-10.071
-10.071
-10.071
-10.071
4.694
4.694
4.694
4.694
4.694
-9.616
-9.616
-9.616
-9.616
-9.616
7.392
7.392
7.392
7.392
7.392
-8.495
-8.495
-8.495
-8.495
-8.495
6.271
6.271
6.271
6.271
6.271

242

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Station
m
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6

M2
KN-m
-4.8831
-2.3761
0.1309
2.6379
5.1449
-1.2167
-0.5826
0.0516
0.6858
1.3200
3.0810
0.8404
-1.4002
-3.6409
-5.8815
29.7265
14.8500
-0.0266
-14.9032
-29.7798
0.0099
0.0082
0.0064
0.0046
0.0029
0.6962
0.3448
-0.0066
-0.3580
-0.7093
-6.8363
-3.3265
0.1833
3.6931
7.2029
-7.8065
-3.7834
0.2397
4.2628
8.2859
5.8355
2.3163
-1.2029
-4.7221
-8.2414
-19.9883
-9.1840
1.6204
12.4248
23.2291
24.1443
11.9547
-0.2349
-12.4245
-24.6141
-38.2971
-18.8224
0.6524
20.1271

M3
KN-m
-115.2199
-62.1385
-15.8343
23.6167
56.2142
-24.4874
-14.5321
-5.1141
3.7253
11.9861
91.7283
73.8977
56.0672
38.2367
20.4062
-9.5439
-5.5148
-1.4857
2.5434
6.5724
0.4325
0.3478
0.2632
0.1785
0.0939
-0.1955
-0.1029
-0.0104
0.0822
0.1747
-161.3078
-86.9939
-22.1680
33.0633
78.6999
-177.4436
-97.8176
-27.1837
34.3004
86.6348
-73.7943
-16.7106
31.7033
71.3146
102.1233
-251.7082
-161.4861
-79.9338
-7.1841
56.7630
-144.3708
-72.0740
-8.4470
46.3775
92.3992
-181.1317
-106.1227
-39.7835
17.7531

243

Frame
Text
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

Station
m
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.70625
1.41250
2.11875
2.82500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500

OutputCase
Text
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2

M2
KN-m
39.6018
8.5172
3.6117
-1.2938
-6.1993
-11.1048
-17.3067
-7.8886
1.5295
10.9476
20.3657
26.8259
13.2501
-0.3258
-13.9017
-27.4775
-35.6155
-17.5270
0.5615
18.6499
36.7384
6.3795
3.4347
0.4900
-2.4548
-5.3995
1.9132
0.8061
-0.3010
-1.4081
-2.5153
-10.6786
-6.6047
-2.5309
1.5429
5.6168
-27.7365
-18.6146
-9.4928
-0.3709
8.7510
-0.0430
-0.0279
-0.0127
0.0025
0.0177
-0.7736
-0.5170
-0.2604
-0.0038
0.2527
8.9312
4.8086
0.6860
-3.4367
-7.5593
10.7165
5.4115
0.1064
-5.1987
-10.5038

M3
KN-m
66.4870
-14.7409
16.4631
41.5677
60.5044
73.2730
-192.6548
-128.3124
-70.0694
-17.9944
27.9126
-85.3174
-38.9003
1.4175
35.5672
63.5489
-122.0784
-72.9491
-29.9191
6.9428
37.6367
51.0970
63.5892
73.2164
79.6687
82.7127
10.5775
14.2990
17.7004
20.6772
23.1662
28.5802
17.5578
6.5354
-4.4870
-15.5094
6.4820
4.7999
3.1179
1.4358
-0.2463
0.1290
0.0791
0.0292
-0.0207
-0.0706
0.1760
0.1250
0.0740
0.0231
-0.0279
71.5358
89.0249
102.5029
111.5362
115.7977
78.2404
99.1855
116.1803
128.6859
136.3211

244

Frame
Text
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3

Station
m
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.43125
0.86250
1.29375
1.72500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000

OutputCase
Text
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX

M2
KN-m
-10.4710
-7.9557
-5.4405
-2.9252
-0.4099
29.6082
17.8113
6.0144
-5.7825
-17.5794
-22.0463
-16.1181
-10.1899
-4.2617
1.6665
41.1835
25.9736
10.7638
-4.4460
-19.6558
-14.2981
-9.7923
-5.2864
-0.7806
3.7252
25.7811
15.9748
6.1684
-3.6379
-13.4443
-25.8734
-17.9546
-10.0359
-2.1171
5.8016
37.3564
24.1371
10.9178
-2.3014
-15.5207
-2.3872
-1.5302
-0.6731
0.1839
1.0410
-1.8290
-0.9922
-0.1554
0.6813
1.5181
-7.3585
-2.7230
1.9126
6.5481
11.1836
-3.3473
0.2564
3.8601
7.4638
11.0675
-0.0304

M3
KN-m
102.7506
109.8296
113.1504
112.2367
106.7454
41.0372
71.3826
97.9697
120.3224
138.0974
87.2583
100.8761
110.7357
116.3608
117.4082
56.5294
80.3361
100.3844
116.1983
127.4346
76.8440
76.4538
73.4851
67.6590
58.7654
15.1306
38.0068
58.3044
75.7447
90.1174
61.3517
67.5003
71.0704
71.7831
69.4282
30.6229
46.9603
60.7191
71.6206
79.4546
85.1287
43.1192
-9.6982
-73.2486
-145.2140
25.5290
12.6957
-2.2142
-19.3855
-37.8266
-17.4065
-36.3362
-55.2660
-74.1957
-93.1255
-0.2416
-0.1957
-0.1497
-0.1037
-0.0577
-0.0761

245

Frame
Text
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3

Station
m
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500
0.00000
0.69375
1.38750
2.08125
2.77500

OutputCase
Text
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
-0.0122
0.0061
0.0243
0.0426
-0.1224
0.0073
0.1369
0.2666
0.3962
-3.3421
-2.1422
-0.9423
0.2575
1.4574
-5.7910
-3.4237
-1.0564
1.3109
3.6781
-13.2398
-5.4747
2.2903
10.0553
17.8203
3.8525
-0.1820
-4.2166
-8.2512
-12.2858
-10.3859
-3.3989
3.5881
10.5751
17.5622
0.9986
-2.2579
-5.5145
-8.7710
-12.0276
-10.6946
-4.0235
2.6477
9.3188
15.9899
6.3977
1.2692
-3.8592
-8.9877
-14.1161
-7.8407
-1.9476
3.9455
9.8386
15.7318
3.5438
-0.8067
-5.1571
-9.5075
-13.8580

M3
KN-m
-0.1623
-0.2485
-0.3347
-0.4209
-0.0228
-0.0251
-0.0274
-0.0296
-0.0319
119.1802
60.3669
-13.5775
-102.5480
-203.2997
143.0009
72.0562
-15.1806
-118.9151
-234.7794
110.1139
27.8813
-69.3973
-181.8169
-305.6044
145.2530
100.9962
41.6932
-32.7507
-118.5625
122.1026
53.1111
-30.9265
-130.1051
-240.6515
133.2643
75.7664
3.2224
-84.4626
-183.5154
59.0462
2.2498
-64.2737
-140.4569
-224.2136
94.1854
75.3647
46.8169
8.6094
-37.1717
71.0350
27.4796
-25.8028
-88.7450
-159.2607
82.1966
50.1349
8.3461
-43.1025
-102.1246

246

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142

Station
m
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
3.100
3.100
3.100
3.100
3.100
1.414
1.414
1.414
1.414
1.414
-0.145
-0.145
-0.145
-0.145
-0.145
-11.429
-11.429
-11.429
-11.429
-11.429
-2.512E-04
-2.512E-04
-2.512E-04
-2.512E-04
-2.512E-04
-0.871
-0.871
-0.871
-0.871
-0.871
4.340
4.340
4.340
4.340
4.340
5.982
5.982
5.982
5.982
5.982
0.428
0.428
0.428
0.428
0.428
9.840
9.840
9.840
9.840
9.840
-7.036
-7.036
-7.036
-7.036
-7.036
17.303
17.303
17.303
17.303

V2
KN
-65.818
-55.433
-40.520
-25.606
-15.222
-18.401
-17.176
-13.501
-9.826
-8.601
-1.361
-1.361
-1.361
-1.361
-1.361
62.598
62.598
62.598
62.598
62.598
-4.474E-03
-4.474E-03
-4.474E-03
-4.474E-03
-4.474E-03
1.860
1.860
1.860
1.860
1.860
-92.145
-77.607
-56.728
-35.849
-21.311
-108.423
-94.001
-70.225
-46.449
-32.027
-77.549
-63.863
-42.292
-20.720
-7.034
-117.215
-103.529
-81.958
-60.386
-46.700
-33.710
-20.024
1.547
23.119
36.805
-161.054
-147.368
-125.797
-104.225

V3
KN
0.224
0.224
0.224
0.224
0.224
0.129
0.129
0.129
0.129
0.129
1.384
1.384
1.384
1.384
1.384
-0.206
-0.206
-0.206
-0.206
-0.206
0.012
0.012
0.012
0.012
0.012
1.554E-03
1.554E-03
1.554E-03
1.554E-03
1.554E-03
0.314
0.314
0.314
0.314
0.314
0.476
0.476
0.476
0.476
0.476
1.733
1.733
1.733
1.733
1.733
-0.936
-0.936
-0.936
-0.936
-0.936
0.625
0.625
0.625
0.625
0.625
0.172
0.172
0.172
0.172

-8
-8
-8
-8
-8

247

Frame
Text
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143

Station
m
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000

OutputCase
Text
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
17.303
-1.916
-1.916
-1.916
-1.916
-1.916
7.496
7.496
7.496
7.496
7.496
-9.380
-9.380
-9.380
-9.380
-9.380
14.960
14.960
14.960
14.960
14.960
3.045
3.045
3.045
3.045
3.045
1.412
1.412
1.412
1.412
1.412
0.073
0.073
0.073
0.073
0.073
-11.328
-11.328
-11.328
-11.328
-11.328
8.080E-04
8.080E-04
8.080E-04
8.080E-04
8.080E-04
-0.862
-0.862
-0.862
-0.862
-0.862
4.264
4.264
4.264
4.264
4.264
5.914
5.914
5.914
5.914
5.914

V2
KN
-90.539
-39.403
-30.057
-16.635
-3.213
6.133
-79.069
-69.723
-56.301
-42.879
-33.533
4.436
13.782
27.204
40.626
49.972
-122.908
-113.562
-100.140
-86.718
-77.372
27.261
37.646
52.211
66.776
77.161
10.335
11.561
15.050
18.539
19.765
-1.154
-1.154
-1.154
-1.154
-1.154
56.319
56.319
56.319
56.319
56.319
-3.680E-03
-3.680E-03
-3.680E-03
-3.680E-03
-3.680E-03
1.674
1.674
1.674
1.674
1.674
38.165
52.704
73.095
93.486
108.025
49.248
63.672
86.733
109.793
124.217

V3
KN
0.172
1.536
1.536
1.536
1.536
1.536
-1.133
-1.133
-1.133
-1.133
-1.133
0.428
0.428
0.428
0.428
0.428
-0.025
-0.025
-0.025
-0.025
-0.025
-0.346
-0.346
-0.346
-0.346
-0.346
-0.139
-0.139
-0.139
-0.139
-0.139
0.913
0.913
0.913
0.913
0.913
-0.217
-0.217
-0.217
-0.217
-0.217
2.989E-03
2.989E-03
2.989E-03
2.989E-03
2.989E-03
-7.756E-04
-7.756E-04
-7.756E-04
-7.756E-04
-7.756E-04
-0.485
-0.485
-0.485
-0.485
-0.485
-0.638
-0.638
-0.638
-0.638
-0.638

248

Frame
Text
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143

Station
m
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000

OutputCase
Text
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
0.621
0.621
0.621
0.621
0.621
9.512
9.512
9.512
9.512
9.512
-6.929
-6.929
-6.929
-6.929
-6.929
17.061
17.061
17.061
17.061
17.061
-1.705
-1.705
-1.705
-1.705
-1.705
7.187
7.187
7.187
7.187
7.187
-9.254
-9.254
-9.254
-9.254
-9.254
14.736
14.736
14.736
14.736
14.736

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142

Station
m
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX

M2
KN-m
0.2749
0.1181
-0.0388
-0.1956
-0.3525
0.1709
0.0803
-0.0103
-0.1008
-0.1914
2.2640
1.2949
0.3258
-0.6433
-1.6124

M3
KN-m
-58.9481
-16.2459
17.6019
40.4819
54.5076
-19.6722
-7.0775
3.8022
11.8236
18.1300
-3.6592
-2.7065
-1.7537
-0.8010
0.1517

V2
KN
60.962
74.650
95.617
116.584
130.272
25.134
38.822
59.789
80.756
94.444
100.354
114.042
135.009
155.976
169.664
-14.259
-0.571
20.396
41.364
55.052
42.449
51.795
64.904
78.012
87.359
6.621
15.967
29.076
42.184
51.531
81.841
91.187
104.296
117.405
126.751
-32.772
-23.425
-10.317
2.792
12.138

V3
KN
0.295
0.295
0.295
0.295
0.295
-1.404
-1.404
-1.404
-1.404
-1.404
-0.494
-0.494
-0.494
-0.494
-0.494
-0.615
-0.615
-0.615
-0.615
-0.615
0.538
0.538
0.538
0.538
0.538
-1.161
-1.161
-1.161
-1.161
-1.161
-0.251
-0.251
-0.251
-0.251
-0.251
-0.372
-0.372
-0.372
-0.372
-0.372

249

Frame
Text
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142
F142

Station
m
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000

OutputCase
Text
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10

M2
KN-m
-0.3646
-0.2207
-0.0769
0.0670
0.2109
0.0186
0.0104
0.0021
-0.0062
-0.0145
0.0020
9.173E-04
-1.706E-04
-0.0013
-0.0023
0.3849
0.1653
-0.0543
-0.2739
-0.4935
0.6033
0.2702
-0.0630
-0.3961
-0.7292
2.6729
1.4601
0.2474
-0.9654
-2.1781
-1.6714
-1.0162
-0.3610
0.2942
0.9493
0.8412
0.4039
-0.0334
-0.4706
-0.9079
0.1603
0.0400
-0.0803
-0.2006
-0.3209
2.4195
1.3444
0.2693
-0.8058
-1.8810
-1.9247
-1.1319
-0.3391
0.4537
1.2465
0.5878
0.2882
-0.0115
-0.3111
-0.6107
-0.0930

M3
KN-m
170.0895
126.2709
82.4523
38.6337
-5.1849
-0.0120
-0.0088
-0.0057
-0.0026
5.548E-04
5.0568
3.7547
2.4525
1.1503
-0.1518
-82.5273
-22.7443
24.6426
56.6746
76.3106
-102.2132
-30.8191
27.2058
67.4960
94.4170
-36.4779
13.4762
51.0901
72.6843
81.9384
-144.3418
-66.6214
-1.2412
48.1194
85.1397
82.6118
101.8786
108.8052
99.7121
78.2789
-263.4315
-155.0238
-58.9563
21.0916
88.7992
0.8787
25.4275
42.0073
48.7162
47.4561
-106.9852
-54.6702
-10.3240
24.1512
50.6575
119.9684
113.8298
99.7224
75.7440
43.7966
-226.0749

250

Frame
Text
F142
F142
F142
F142
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143

Station
m
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000

OutputCase
Text
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6

M2
KN-m
-0.0757
-0.0584
-0.0410
-0.0237
-0.4969
-0.2545
-0.0121
0.2303
0.4727
-0.2110
-0.1138
-0.0165
0.0807
0.1780
0.7250
0.0856
-0.5538
-1.1933
-1.8327
-0.2183
-0.0665
0.0852
0.2370
0.3887
3.736E-04
-0.0017
-0.0038
-0.0059
-0.0080
-0.0014
-8.835E-04
-3.406E-04
2.023E-04
7.453E-04
-0.6956
-0.3563
-0.0169
0.3224
0.6618
-0.9339
-0.4874
-0.0409
0.4055
0.8520
-0.1493
-0.3561
-0.5628
-0.7695
-0.9763
-1.4652
-0.4822
0.5008
1.4837
2.4667
-0.8087
-0.4630
-0.1172
0.2286
0.5744
-0.8058
-0.3753

M3
KN-m
-143.0725
-68.0390
-2.8766
54.3170
51.8569
29.4038
-1.8720
-43.6913
-94.3334
17.2119
9.6915
0.4720
-11.3782
-24.9276
0.1331
0.9412
1.7494
2.5575
3.3656
-3.1498
-42.5728
-81.9957
-121.4187
-160.8416
5.368E-04
0.0031
0.0057
0.0083
0.0108
-0.0915
-1.2631
-2.4346
-3.6062
-4.7778
72.5996
41.1654
-2.6208
-61.1678
-132.0668
89.7672
50.7910
-1.4913
-70.6347
-153.0842
78.5098
31.5060
-27.7843
-102.3574
-189.2171
80.3704
58.4462
24.2354
-25.2582
-87.0383
76.2577
1.6793
-85.1857
-187.3335
-301.7678
82.6225
88.2729

251

Frame
Text
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143
F143

Station
m
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000
0.00000
0.70000
1.40000
2.10000
2.80000

OutputCase
Text
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
0.0551
0.4856
0.9161
0.2108
-0.1659
-0.5427
-0.9194
-1.2961
-1.1051
-0.2921
0.5209
1.3339
2.1469
-0.4486
-0.2728
-0.0970
0.0788
0.2546
-0.4457
-0.1852
0.0753
0.3358
0.5963

M3
KN-m
81.6368
59.7179
25.5124
45.7409
12.9934
-27.6947
-77.8718
-135.9895
47.6015
39.9335
24.3250
-0.7725
-33.8107
43.4888
-16.8334
-85.0960
-162.8478
-248.5402
49.8535
69.7602
81.7264
84.2035
78.7400

252

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60

Station
m
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-2.189
-2.189
-2.189
-2.189
-2.189
-0.288
-0.288
-0.288
-0.288
-0.288
23.061
23.061
23.061
23.061
23.061
3.058
3.058
3.058
3.058
3.058
0.063
0.063
0.063
0.063
0.063
0.092
0.092
0.092
0.092
0.092
-3.065
-3.065
-3.065
-3.065
-3.065
-3.089
-3.089
-3.089
-3.089
-3.089
21.233
21.233
21.233
21.233
21.233
-27.064
-27.064
-27.064
-27.064
-27.064
7.215
7.215
7.215
7.215
7.215
-13.047
-13.047
-13.047
-13.047

V2
KN
-22.607
-14.733
1.500
17.733
25.607
-10.182
-7.018
0.668
8.354
11.518
3.213
3.213
3.213
3.213
3.213
0.054
0.054
0.054
0.054
0.054
0.013
0.013
0.013
0.013
0.013
2.735E-03
2.735E-03
2.735E-03
2.735E-03
2.735E-03
-31.650
-20.627
2.099
24.826
35.849
-43.420
-28.908
2.869
34.646
49.157
-34.067
-21.454
5.711
32.877
45.489
-40.554
-27.941
-0.776
26.390
39.003
-36.273
-23.660
3.505
30.671
43.284
-38.348
-25.735
1.430
28.596

V3
KN
0.074
0.074
0.074
0.074
0.074
0.017
0.017
0.017
0.017
0.017
-0.922
-0.922
-0.922
-0.922
-0.922
-0.522
-0.522
-0.522
-0.522
-0.522
-7.191E-03
-7.191E-03
-7.191E-03
-7.191E-03
-7.191E-03
-0.014
-0.014
-0.014
-0.014
-0.014
0.103
0.103
0.103
0.103
0.103
0.117
0.117
0.117
0.117
0.117
-0.996
-0.996
-0.996
-0.996
-0.996
1.208
1.208
1.208
1.208
1.208
-0.713
-0.713
-0.713
-0.713
-0.713
0.925
0.925
0.925
0.925

-4
-4
-4
-4
-4

253

Frame
Text
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60

Station
m
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000

OutputCase
Text
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-13.047
22.178
22.178
22.178
22.178
22.178
-26.119
-26.119
-26.119
-26.119
-26.119
8.161
8.161
8.161
8.161
8.161
-12.102
-12.102
-12.102
-12.102
-12.102

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60

Station
m
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EX
EX
EY
EY
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WX
WX
WY
WY
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB1

M2
KN-m
0.2263
0.1432
0.0601
-0.0230
-0.1061
0.0407
0.0210
0.0014
-0.0183
-0.0380
-2.7509
-1.7136
-0.6763
0.3610
1.3983
-1.2658
-0.6787
-0.0915
0.4956
1.0828
-0.0194
-0.0114
-0.0033
0.0048
0.0129
-0.0342
-0.0190
-0.0037
0.0116
0.0269
0.3168
0.2005
0.0841
-0.0322

M3
KN-m
-15.7862
6.3147
13.9233
2.9406
-22.5344
-7.3224
2.9457
6.6063
1.4422
-10.3292
6.9057
3.2913
-0.3232
-3.9377
-7.5521
0.4815
0.4208
0.3601
0.2994
0.2387
0.0293
0.0142
-8.744E-04
-0.0160
-0.0311
0.0180
0.0149
0.0119
0.0088
0.0057
-22.1006
8.8406
19.4926
4.1168

V2
KN
41.209
-17.103
-10.017
4.593
19.203
26.289
-23.590
-16.503
-1.894
12.716
19.803
-19.309
-12.223
2.387
16.997
24.083
-21.384
-14.297
0.312
14.922
22.009

V3
KN
0.925
-1.036
-1.036
-1.036
-1.036
-1.036
1.169
1.169
1.169
1.169
1.169
-0.752
-0.752
-0.752
-0.752
-0.752
0.885
0.885
0.885
0.885
0.885

254

Frame
Text
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60
F60

Station
m
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000
0.00000
1.12500
2.25000
3.37500
4.50000

OutputCase
Text
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
-0.1486
0.3367
0.2055
0.0743
-0.0569
-0.1882
-2.8784
-1.7580
-0.6377
0.4827
1.6030
3.5030
2.1438
0.7846
-0.5745
-1.9337
-1.8315
-1.0298
-0.2281
0.5735
1.3752
2.4561
1.4156
0.3751
-0.6654
-1.7059
-2.9870
-1.8220
-0.6571
0.5079
1.6729
3.3944
2.0798
0.7653
-0.5493
-1.8639
-1.9401
-1.0938
-0.2475
0.5987
1.4450
2.3474
1.3516
0.3557
-0.6402
-1.6360

M3
KN-m
-31.5482
-30.6592
12.2907
27.2780
5.8363
-43.5680
-19.1687
13.9716
23.1138
1.1217
-44.8685
-33.3628
7.0750
23.5147
8.8202
-29.8725
-23.6600
11.9619
23.5857
4.0753
-39.4333
-28.8714
9.0847
23.0428
5.8666
-35.3077
-7.1105
9.1315
12.3305
-1.2027
-27.7789
-21.3046
2.2350
12.7314
6.4958
-12.7830
-11.6018
7.1218
12.8024
1.7509
-22.3437
-16.8132
4.2447
12.2595
3.5422
-18.2182

255

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9

Station
m
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-1106.872
-1085.292
-1063.713
-239.544
-239.544
-239.544
135.696
135.696
135.696
114.042
114.042
114.042
0.525
0.525
0.525
3.406
3.406
3.406
-1549.620
-1519.409
-1489.198
-1711.516
-1685.621
-1659.725
-1393.033
-1367.138
-1341.242
-1742.547
-1716.651
-1690.756
-1409.632
-1383.736
-1357.841
-1725.949
-1700.053
-1674.157
-821.428
-802.006
-782.585
-1170.941
-1151.520
-1132.098
-838.026
-818.604
-799.183
-1154.343
-1134.921
-1115.500

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
F9
F9
F9
F9
F9

Station
m
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP

M2
KN-m
26.2775
2.9616
-20.3542
5.6738
1.7828

M3
KN-m
23.2093
-13.1802
-49.5698
7.0442
-2.5166

V2
KN
19.831
19.831
19.831
5.210
5.210
5.210
121.493
121.493
121.493
-0.984
-0.984
-0.984
0.674
0.674
0.674
0.017
0.017
0.017
27.763
27.763
27.763
32.133
32.133
32.133
150.766
150.766
150.766
-92.751
-92.751
-92.751
65.360
65.360
65.360
-7.346
-7.346
-7.346
139.606
139.606
139.606
-103.911
-103.911
-103.911
54.201
54.201
54.201
-18.505
-18.505
-18.505

V3
KN
12.706
12.706
12.706
2.120
2.120
2.120
8.314
8.314
8.314
101.224
101.224
101.224
0.040
0.040
0.040
3.600
3.600
3.600
17.789
17.789
17.789
18.640
18.640
18.640
60.762
60.762
60.762
-26.026
-26.026
-26.026
124.018
124.018
124.018
-89.283
-89.283
-89.283
54.829
54.829
54.829
-31.958
-31.958
-31.958
118.086
118.086
118.086
-95.215
-95.215
-95.215

256

Frame
Text
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9
F9

Station
m
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000
0.00000
1.83500
3.67000

OutputCase
Text
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
-2.1083
26.9952
11.7383
-3.5187
342.2763
156.5309
-29.2145
0.1343
0.0600
-0.0142
11.6210
5.0154
-1.5903
36.7885
4.1463
-28.4959
40.6111
6.4064
-27.7983
182.0996
70.6022
-40.8951
-107.6860
-59.9288
-12.1715
397.0530
169.4794
-58.0942
-322.6394
-158.8059
5.0275
168.5425
67.9310
-32.6806
-121.2431
-62.6001
-3.9570
383.4959
166.8081
-49.8796
-336.1965
-161.4772
13.2420

M3
KN-m
-12.0774
405.9728
183.0333
-39.9063
-4.7129
-2.9067
-1.1005
2.0500
0.8140
-0.4219
0.0270
-0.0043
-0.0355
32.4930
-18.4523
-69.3977
39.1219
-19.8428
-78.8075
441.1294
164.4741
-112.1812
-371.3386
-201.1398
-30.9410
154.6609
34.7253
-85.2103
-84.8701
-71.3910
-57.9118
427.1223
170.9447
-85.2329
-385.3456
-194.6691
-3.9927
140.6538
41.1959
-58.2620
-98.8771
-64.9203
-30.9635

257

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227

Station
m
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-814.378
-800.554
-786.730
-176.359
-176.359
-176.359
103.367
103.367
103.367
89.236
89.236
89.236
0.387
0.387
0.387
2.592
2.592
2.592
-1140.129
-1120.775
-1101.421
-1259.428
-1242.839
-1226.250
-1019.796
-1003.208
-986.619
-1287.428
-1270.839
-1254.251
-1030.790
-1014.202
-997.613
-1276.434
-1259.845
-1243.257
-599.124
-586.682
-574.241
-866.756
-854.314
-841.872
-610.118
-597.676
-585.235
-855.762
-843.320
-830.879

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
F227
F227
F227
F227
F227

Station
m
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP

M2
KN-m
18.2186
2.2560
-13.7066
1.0337
0.6720

M3
KN-m
43.8016
3.8553
-36.0910
10.8484
1.3692

V2
KN
24.966
24.966
24.966
5.925
5.925
5.925
104.968
104.968
104.968
-2.606
-2.606
-2.606
0.396
0.396
0.396
-0.016
-0.016
-0.016
34.953
34.953
34.953
39.439
39.439
39.439
140.366
140.366
140.366
-68.597
-68.597
-68.597
65.270
65.270
65.270
6.499
6.499
6.499
126.951
126.951
126.951
-82.012
-82.012
-82.012
51.855
51.855
51.855
-6.916
-6.916
-6.916

V3
KN
9.977
9.977
9.977
0.226
0.226
0.226
8.661
8.661
8.661
109.515
109.515
109.515
0.043
0.043
0.043
3.326
3.326
3.326
13.967
13.967
13.967
12.334
12.334
12.334
58.072
58.072
58.072
-33.676
-33.676
-33.676
127.028
127.028
127.028
-102.632
-102.632
-102.632
54.853
54.853
54.853
-36.895
-36.895
-36.895
123.809
123.809
123.809
-105.851
-105.851
-105.851

258

Frame
Text
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227
F227

Station
m
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000

OutputCase
Text
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
0.3104
16.2802
2.4228
-11.4346
201.4842
26.2607
-148.9628
0.0803
0.0109
-0.0584
5.8228
0.5013
-4.8202
25.5061
3.1584
-19.1892
23.5162
3.7825
-15.9512
107.2553
14.3407
-78.5739
-61.4632
-7.5821
46.2990
234.0268
30.7820
-172.4628
-188.2348
-24.0235
140.1878
100.7561
12.9918
-74.7724
-67.9625
-8.9310
50.1005
227.5276
29.4331
-168.6613
-194.7340
-25.3723
143.9894

M3
KN-m
-8.1100
188.1863
20.2371
-147.7120
-3.2977
0.8724
5.0425
0.6114
-0.0219
-0.6552
0.0018
0.0282
0.0546
61.3222
5.3974
-50.5274
69.9193
6.8170
-56.2853
251.0988
26.5135
-198.0718
-124.2782
-14.5225
95.2333
117.3648
12.9331
-91.4986
9.4558
-0.9421
-11.3400
227.1099
23.9877
-179.1344
-148.2671
-17.0482
114.1706
93.3759
10.4073
-72.5612
-14.5331
-3.4678
7.5974

259

Table: Element Forces - Frames, Part 1 of 2


Frame
Text
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655

Station
m
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

CaseType
Text
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
LinStatic
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination
Combination

P
KN
-329.105
-319.505
-309.905
-72.197
-72.197
-72.197
24.876
24.876
24.876
23.187
23.187
23.187
0.104
0.104
0.104
0.704
0.704
0.704
-460.747
-447.307
-433.867
-510.441
-498.921
-487.401
-434.292
-422.772
-411.252
-499.954
-488.434
-476.914
-435.774
-424.254
-412.734
-498.471
-486.951
-475.431
-263.363
-254.723
-246.083
-329.025
-320.385
-311.745
-264.846
-256.206
-247.566
-327.543
-318.903
-310.263

Table: Element Forces - Frames, Part 2 of 2


Frame
Text
F655
F655
F655
F655
F655

Station
m
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000

OutputCase
Text
MATI
MATI
MATI
HIDUP
HIDUP

M2
KN-m
8.4693
-2.3876
-13.2444
-1.6734
-0.2195

M3
KN-m
33.3724
-2.5204
-38.4132
8.1612
-0.6137

V2
KN
22.433
22.433
22.433
5.484
5.484
5.484
50.548
50.548
50.548
-1.822
-1.822
-1.822
0.152
0.152
0.152
-0.020
-0.020
-0.020
31.406
31.406
31.406
35.694
35.694
35.694
82.501
82.501
82.501
-17.693
-17.693
-17.693
45.928
45.928
45.928
18.880
18.880
18.880
70.287
70.287
70.287
-29.908
-29.908
-29.908
33.714
33.714
33.714
6.665
6.665
6.665

V3
KN
6.786
6.786
6.786
-0.909
-0.909
-0.909
3.526
3.526
3.526
57.694
57.694
57.694
0.018
0.018
0.018
1.557
1.557
1.557
9.500
9.500
9.500
6.689
6.689
6.689
30.107
30.107
30.107
-15.639
-15.639
-15.639
67.255
67.255
67.255
-52.787
-52.787
-52.787
28.980
28.980
28.980
-16.766
-16.766
-16.766
66.128
66.128
66.128
-53.914
-53.914
-53.914

260

Frame
Text
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655
F655

Station
m
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000
0.00000
1.60000
3.20000

OutputCase
Text
HIDUP
EX
EX
EX
EY
EY
EY
WX
WX
WX
WY
WY
WY
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7
COMB8
COMB8
COMB8
COMB9
COMB9
COMB9
COMB10
COMB10
COMB10

M2
KN-m
1.2345
3.7556
-1.8853
-7.5261
70.8830
-21.4272
-113.7373
0.0193
-0.0092
-0.0376
1.9362
-0.5558
-3.0478
11.8570
-3.3426
-18.5422
7.4857
-3.2162
-13.9181
36.0428
-12.1278
-60.2983
-19.0633
5.9587
30.9807
82.0734
-25.5338
-133.1411
-65.0939
19.3648
103.8235
35.1754
-11.1921
-57.5595
-19.9306
6.8945
33.7196
81.2060
-24.5981
-130.4023
-65.9613
20.3005
106.5623

M3
KN-m
-9.3885
57.8805
-22.9959
-103.8722
-2.4114
0.5038
3.4191
0.1945
-0.0488
-0.2922
-0.0209
0.0104
0.0417
46.7214
-3.5285
-53.7785
53.1048
-4.0063
-61.1174
105.4935
-26.5084
-158.5103
-9.0773
19.2322
47.5418
63.3969
-10.0882
-83.5734
33.0193
2.8120
-27.3952
87.3206
-25.1387
-137.5979
-27.2502
20.6020
68.4542
45.2240
-8.7185
-62.6610
14.8464
4.1818
-6.4828