Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

Semua organ dibentuk dari tiga lapisan lembaga yang dihasilkan selama gastrulasi, yaitu lapisan ektoderem, lapisan mesoderem, dan lapisan endoderem. Pada tahap perkembangan selanjutnya, ektoderem berekembang menjadi antara lain tabung saraf, neural crest, mata, telinga, ektoderem ekstra embrio dari amion dan chorion, epitel permukaan tubuh, rambut, dan kelenjar. Sementara itu lapisan mesoderem lateral. Dari mesoderem dorsal akan dibentuk, antara lain skeleton aksial, otot, dan jaringan ikat kulit. Dari mesoderem intermediat dibentuk, antara lain jaringan ikat, otot polos organ-orgaan visera dan pembuluh darah, jantung, dan stroma gonad. Dari lapisan endodrem dibentuk saluran pencernaan dan derivatnya. Pembentukan organ tubuh membutuhkan suatu mekanisme yang sangat rumit dan kompleks. Mekanisme pembentukan organ disebut organogenesis. Organogenesis merupakan proses pembentukan organ. Proses pembentukan organ pada makhluk hidup berbeda-beda. Organogenesis diantaranya meliputi pembentukan sel saraf atau neurolasi. Neurolasi adalah proses pembentukan bumbung neural yang merupakan bakal system saraf pusat. Embrio yang mengalami neurolasi disebut neurula. Pembentukan jaringan saraf merupakan hal yang penting dalam proses neurolasi, dimana jaringan saraf merupakan salah satu jaringan dasar pembentuk tubuh manusia yang mengatur seluruh aspek yang berkaitan dengan fungsi-fungsi tubuh yang diperlukan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
1

BAB II PEMBAHASAN

Semua organ dibentuk dari tiga lapisan lembaga yang dihasilkan selama gastrulasi, yaitu lapisan ektoderem, lapisan mesoderem, dan lapisan endoderem. Pada tahap perkembangan selanjutnya, ektoderem berekembang menjadi antara lain tabung saraf, neural crest, mata, telinga, ektoderem ekstra embrio dari amion dan chorion, epitel permukaan tubuh, rambut, dan kelenjar. Sementara itu lapisan mesoderem lateral. Dari mesoderem dorsal akan dibentuk, antara lain skeleton aksial, otot, dan jaringan ikat kulit. Dari mesoderem intermediat dibentuk, antara lain jaringan ikat, otot polos organ-orgaan visera dan pembuluh darah, jantung, dan stroma gonad. Dari lapisan endodrem dibentuk saluran pencernaan dan derivatnya. Pembentukan organ tubuh membutuhkan suatu mekanisme yang sangat rumit dan kompleks. Mekanisme pembentukan organ disebut organogenesis. Agar organ-organ tersebut dapat terbentuk, sejumlah proses ikut terlibat dan untuk setiap jenis organ mempunyai cara pembentukan yang berbeda. Adapun cara-cara tersebut antara lain penebalan lokal, pemisahan lapisan sel, pelipatan, penebalan dan pembentukan rongga, fusi jaringan, dan pembentukan sel-sel mesenkim.

A. CARA PEMBENTUKAN ORGAN 1. Penebalan Lokal Penebalan lokal terjadi akibat akumulasi sel-sel pada tempat tertentu pada suatu lapisan sel. Sel-sel tersebut berasal dari daerah sekitarnya pada lapisan sel yang sama. Peristiwa ini disebut penebalan lokal. Pada tempat-tempat dimana terjadi penebalan lokal, biasanya aktivitas mitosis meningkat, walaupun hal tersebut tidak selalu terjadi. Biasanya penebalan lokal dihasilkan oleh migrasi sel. Ada dua tipe penebalan lokal, yaitu penebalan kontinyu dan penebalan yang tidak kontinyu. Penebalan kontinyu dapat dijumpai pada proses pembentukan lempeng saraf (neural plate). Penebalan yang tidak kontinue dapat dijumpai pada pembentukan folikel-folikel rambut. Folikel-folikel rambut dibentuk dari epidermis pada berbagai tempat. Setiap folikel tidak berhubungan dengan yang lainnya. 2. Pemisahan lapisan Lapisan multiselluler dari suatu lapisan jaringan dapat memisah membentuk dua atau lebih lapisan yang baru. Pemisahan jaringan dapat berlangsung dengan dua cara, yaitu secara horisontal dan vertikal. Pemisahan secara horisontal dapat dijumpai pada pembentukan mesoderem somatik dan mesoderem viseral dari emesoderem lateral.

3. Pelipatan Pelipatan lapisan sel dapat terjadi dengan berbagai cara, yaitu pelipatan memanjang pada tempat-tempat tertentu dari suatu lapisan sel membentuk lekuk yang memanjang, misalnya pada pembentukan tabung saraf atau neural tube dan pelipatan berbatas pada daerah-daerah tertentu dari suatu lapisan sel. Hal tersebut dapat berupa pelipatan ke dalam (Invaginasi) misalnya pembentukan pada vesikula auditori dari ektoderem dan pelipatan keluar (evaginasi) misalnya pada pembentukan kelenjar pencernaan dari endoderem. 4. Penebalan dan pembentukan rongga Tabung saraf pada myxanoid dan ikan bertulang sejati dibentuk dengan cara penebalan lapisan ektoderem, dan pada akhirnya terbentuk batang saraf yang kompak. Batang saraf yang kompak mengalami cavitasi atau peronggaan, dan akhirnya membentuk tabung saraf.

5. Fusi Bagian tepi dari suatu lapisan sel dapat berfusi untuk

menyempurnakan pembentukan suatu struktur, misalnya fusi dari pematang saraf (Neural ridge) pada pembentukan tabung saraf.

6. Pemisahan dari lapisan induk Kadang-kadang beberapa sel dari suatu lapisan sel terpisahkan dan bergerak untuk membentuk struktur-struktur pada tempat-tempat lain dari embrio, misalnya pembentukan neural crest atau pial neural. 7. Pembentukan sel-sel mesenkim Sel-sel mesenkim berasal dari lapisan mesoderem, dan kemudian menjadi sel-sel yang lepas. Sel-sel mesenkim bersifat amuboid, dan membantu dalam pembentukan pembuuh darah, dan jaringan ikat pada berbagai jenis organ di dalam tubuh. Sel-sel mesenkim juga berperan dalam pembentukan otot polos pada saluran pencernaan makanan.

STADIUM ORGANOGENESIS Organogenesis merupakan stadium terakhir dari proses perkembangan embrio. Stadium ini merupakan proses pembentukan organ-organ tubuh makhluk hidup yang sedang berkembang. Sistem organ-organ tubuh berasal dari tiga buah daun kecambah, yaitu ektodermal, endodermal, dan mesodermal. Pada ektodermal akan membentuk organ-organ susunan (sistem) saraf dan epidermis kulit. Endodermal akan membentuk saluran pencernaan beserta kelenjar-kelenjar pencernaan dan alat pernafasan, dan mesodermal akan membentuk rangka, otot, alat-alat peredaran darah, alat eksresi, alat- alat reproduksi, dan korium (chorium) kulit. Jika proses organogenesis ini telah sempurna maka akan dilanjutkan dengan proses penetasan telur. Organ-organ tersebut merupakan perkembangan lebih lanjut dari ketiga lapisan embrionik yang terbentuk saat gastrulasi. Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indra. Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah, dan alat ekskresi seperti ginjal. Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, dan alatalat pernapasan seperti paru-paru.

A. TURUNAN EKTODERM Ektoderm sebagai lapisan luar dari embrio terdiri dari bakal bumbung neural, bakal pial neural, dan bakal epidermis. Bumbung neural (neural tube) merupakan bakal dari sistem saraf pusat sedangakan pial neural (neural chest) akan membentuk sistem saraf periferi serta ganglion, medulla adrenal, sel-sel pigmen, rawan larinks dan rawan kepala. Turunan epidermis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu: Yang berasal dari penebalan epidermis (plakioda), seperti lensa mata, telinga bagian dalam, putingputing pengecap dan epidermis lainnya akan membentuk epidermis kulit, rambut, tanduk, kuku, dan lapisan permukaan mulut dan anus, serta hipofisa anterior. . Sistem Saraf Pusat Pembetukan sistem saraf pusat diawali dengan pembentukan bumbung neural atau neuralisasi dan embrio pada stadium ini dikenal dengan neurula. Setelah notocord dibentuk, notocord akan menginduksi ektoderm yang ada diatasnya untuk mulai

terjadi neuralisasi. Sel-sel ektoderm akan berubah bentuk menjadi panjang seperti palisade sehingga daerah ini menjadi lebih tebal dan mendatar bila dibandingkan dengan daerah disekitarnya dan penebalan ini selanjutnya disebut keping neural.Tidak lama kemudian bagian tepi keping neural menebal serta tumbuh diatas membentuk lipatan neural dengan parit neural dibagian tengahnya. Lipatan neural akan tumbuh sehingga mendekati daerah dorso medial embrio. Setelah bertemu, mereka akan melebur menjadi bumbung neural yang diliputi oleh ektoderm diatasnya. Sel-sel yang terdapat pada antara bumbung neural dengan ektoderm luar menjadi selsel pial neural yang kelak akan bermigrasi keseluruh tubuh embrio untuk membentuk sel-sel pigmen, sistem saraf tepi dan medula adrenal.diferensiasi bumbung neural menjadi daerah daerah sistem saraf pusat berlangsung melalui tiga cara serentak. Secara anatomi, bumbung neural dan rongganya menggelembung, berkonstriksi sehingga terbentuk ruang-ruang. Pada tangkai jaringan, sel-sel pada dinding bumbung neural menyusun diri sehingga membentuk bagian-bagian fungsional khusus dari otak dan sumsum tulang belakang dan pada tingkat selular, sel-sel akan berdiferensiasi menjadi neuron dan sel-sel penunjang. Pada awalnya bumbung neural membentuk lurus. Sebelum bumbung neural posterior terbentuk, bumbung neural bagian paling anterior telah memulai dengan pembentukan otak. Bumbung neural menggelembung membentuk tiga vesikula: otak depan (prosensefalon), otak tengah (mesensefalon) dan otak belakang

(rhombensefalon). Pada waktu ujung posterior bumbung neural menutup, dibentuk penonjolan baru, vesikula optik, yang menonjol pada sisi lateral otak depan.
9

Telensefalon kelan akan menjadi serebrum (otak besar) sendang diensefalon akan menjadi talamus, hifotalamus, epifisa, dan hipofisa posterior. Mesensefalon tidak berubah dan rongganya menjadi aquaduct serebral. Rhombosensefalon terdiferensiasi menjadi metensefalon disebelah anterior dan miensefalon disebelah posterior. Mielensefalon kelak akan menjadi medula oblongata sedang metensefalon menjadi serebelum (otak kecil) dan pons varoli (jembatan varoli) Pada daerah otak depan bagian posterior terbentuk vesikula optik yang merupakan penonjolan kearah lateral. Vesikula optik menyentuh ektoderm dan menginduksi ektoderm membentuk plakoda. Induksi ini sangat spesifik, bila vesikula optik dipindahkan kedaerah lain dari kepala, ia akan mengiduksi ektoderm untuk membentuk lensa bukan epidermis kepala. Setelah plakoda lensa terbentuk, ia akan berinvaginasi dan mengiduksi balik vesikula optik dan menyebabkan perubahan pada vesikula tersebut. Vesikula optik berinvaginasi sehingga terbentuk suatu cawan optik dengan dinding rangkap. Sambil invaginasi berlangsung lebih lanjut, hubungan antara cawan optik dan otak menyempit menjadi tangkai optik, sedang lapisan cawan optik mengalami diferensiasi. Sel-sel pada lapisan luar menghasilkan pigmen dan disebut lapisan berpigmen retina yang akhirnya menjadi retina berpigmen. Lapisan dalam memperbanyak diri dengan cepat dan membentuk neuron, glia, interneuron dan selsel ganglion, lapisan ini disebut lapisan sensori retina yang kelak akan menjadi retina sensoris. Akson dari sel-sel ganglion bertemu pada bagian dasar mata sepanjang tangkai optik dan menjadi saraf mata. Bakal lensa berinvaginasi dan membentuk gelembung, kemudian
10

melepaskan diri dari ektoderm. Lensa bersentuhan dan menginduksi ektoderm yang menutupinya untuk membentuk kornea. Lensa mengalami diferensiasi sehingga menjadi transparan. Diferensiasi ini menyangkut perubahan struktur sel maupun terjadinya sintesis suatu protein spesifik yang disebut kristalin. Sel-sel lensa pada sisi dekat retina mula-mula berubah menjadi panjanf berbentuk serabut dan menghasilkan kristalin. Sel-sel tumbuh terus sehingga mengisi rongga lensa, dengan demikian lensa sekarang terisi penuh dengan sel-sel kristalin yang jernih atau transparan serta tidak berisi. Langsung dimuka lensa terdapat jaringan ikat, yaitu iris, yang berasal dari ektoderm daerah cawan optik yang tidak terdiferensiasi menjadi retina sensoris. Lapisan koroid dan sklera, yaitu lapisan luar dari mata yang dibentuk dari mesenkim yang berakumulasi mengelilingi bola mata. Kornea akan menjadi jernih karena pigmen pada sel-sel epidermis hilang.

B. TURUNAN MESODERM

Sistem Ekskresi Pada manusia pronefros, mesonefros dan metanefros terbentuk secara berurutan. Pronefros merupakan ginjal yang pertama dibentuk dan terletak paling kranial, sangat vestigial. Kemudian dibentuk mesonefros yang terletak lebih kaudal dari pronefros. Mesonefros merupakan organ ekskresi pada embrio, tetapi seperti pronefros pada dewasa akan hilang kecuali sebagian salurannya yang akan menjadi saluran genital jantan. Metanefros merupakan ginjal yang paling akhir dibentuk dan
11

terletak paling kaudal. Mulai berfungsi pada tahapan akhir embrio kalau mesonfros mengalami regresi dan akan berfungsi sebagai ginjal fungsionalpada individu dewasa

Sistem Genitalia Gonad dibentuk sebagai suatu penebalan pada permukaan ventromedial mesonefros. Penebalan ini berbentuk sebagai suatu pematang yang membujur antero-posterior serta menonjol kedalam coelem disebut pematang genital. Pematang genital terdiri atas mesenkim dibagian dalam dan epitelium bagian luar bersambung dengan epitelium mesonefros. Epitelium pematang genital tumbuh dan disebut epitel germinal. Pada epitel germinal inilah BSK, yang datang dari luar gonad pertama kali berada didalam gonad. Epitel germinal pematang gonad berfoliferasi kearah dalam dan membentuk pita-pita seks primer. Pada tahap ini belum dapat dipisahkan antara gonad jantan dan betiana dan disebut gonad indiferen. Pada embrio jantan(dengan kromosom XY), pita seks primer serta BSK yang terdapat didalamnya akan berfoliferasi, uterus masuk kedalam jaringan ikat. Pita-pita ini bersambungan satu dengan yang lainnya membentuk suatu jalan pita-pita sek internal. Pada ujung distal rete testis. Pita-pita ini kemudian akan melepas dari epitel germinal dan mereka dipisahkan oleh suatu lapisan yang disebut tunika albuginea. Pada awalnya pita-pita testis ini adalah fasif, baru pada periode pubertas akan membentuk ronggadan menjadi tubulus seminiferus yang bermuara di duktus eferensia. Selama periode fetus, mesenkim yang terdapat di antara pita-pita testis berdiferensiasi menjadi sel

12

Leydigyang menghasilkan testosteron sedan pita-pita testis berdiferensiasi menjadi sel Sertoli. Pada betina (dengan kromosom XY), BSK berada pada epitelium germinal pita sek yang pertama dibentuk dan akan berdegenerasi dan gonad bagian dalam berisi mesenkim dan pembuluh darah. Epitelium germinal atau korteks menebal dan sel-sel korteks sebelah dalam berkelompok mengelilingi BSK yang kelak menjadi folikel frimer dari ovarium. Lapisan-lapisan mesoderm parietal dan viseral Kedua lapisan ini membatasi selom intra-embrional. Mesoderm pariental bersama ektoderm disekitarnya membentuk dinding lateral dan ventral tubuh. Mesoderm viseral dan entoder embrional membentuk dinding usus.

Sistem Peredaran Darah Pembentukan Jantung Jantung dibentuk sangat awal sebelum embrio dari kantung yolk tumbuh. Embrio pada tahap ini terletak diatas permukaan yolk dan mesoderm lateralnya terdapat mengarah ke blastoderm. Mesoderm tidak dapat bertemu pada bagian ventral embrio karena terhalang oleh yolk. Mesoderm bakal jantung terdapat pada dua daerah terpisah, masing-masing terletak pada kedua sisi tubuh embrio yang merupakan bagian dari mesoderm akan menjadi usus depan embrio

13

Gambar Proses Pembentukan Jantung Setelah usus depan dibentuk, pada stadium lipatan kepala, sel-sel mesoderm splanknik bakal jantung melepaskan diri dan membentuk sepasang tabung yang dibatasi oleh endokardium. Dengan bertambah panjangnya usus depan, kedua saluran yang terletak didepan portal usus depan bertemu dan kemudian melebur menjadi suatu tabung sisa mesoderm splanknik bakal jantung saling berdekatan dan membentuk epimiokardium yang akan membentuk otot pada dinding jantung. Portal usus memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan jantung serta masing-masing bakal jantung mampu berkembang menjadi jantung utuh. Jantung pada awalnya merupakan tabung yang lurus dan tidak mempunyai ruang-ruang khusus didalamnya. Baru kemudian tabung ini berubah melalui beberapa cara. Mulai dari belakang jantung ini tumbuh kedepan, lalu belok ke bawah dan kekanan kemudian membelok lagi kekiri mengarah keatas dan kedepan. Jantung sekarang

14

berbentuk huruf S. Jantung kemudian pada beberapa tempat membuat konstriksi dan pada tempat ini menggelembung sehingga terbagi menjadi empat bagian utama. Sinus venosus terletak pada bagian posterior dan berkelanjutan dengan vena viteling. Atrium terdapat pada ujung belokan pertama, ventrikel terdapat pada bagian turun belokan pertama dan kedua. Bagian yang mengarah kedepan dari belokan kedua menjadi trunkus arterorius berkelanjutan dengan aorta. Sebelum pembagian ini berlangsung, jantung telah berfungsidan melai berdenyut dengan teratur. Dari seluruh organ pada hewan jantung merupakan organ yang pertama kali berfungsi

C. TURUNAN ENDODERM

Endoderm membangun permukaan dua saluran didalam tubuh. Saluran pertama, terbentang disepanjang tubuh, yaitu saluran pencernaan. Tunas-tunas yang keluar dari saluran ini adalah hati, kantung empedu, dan pankreas. Saluran kedua bercabang membentuk saluran pernapasan. Saluran pencernaan dan pernapasan terbagi menjadi suaru ruangan pada bagian anterior embrio, yaitu pada farinks. Kantung-kantung yang keluar dari farinks membentuk kelenjar tonsil, tiroid, timus, dan paratiroid. Saluran pernapasan dan pencernaan keduanya berasal dari usus primitif. Setelah embrio membuat lipatan kepala dan lipatan ekor, usus dapat dibagi menjadi 3 wilayah, yaitu usus depan, usus tengah dan usus belakang. Pada awalnya ujung oral
15

tertutup, ektoderm disebut sebagai keping oral atau stomodium, lalu pecah dan terbentuk lubang dibatasi oleh endoderm pada ujung saluran pencernaan. Ektoderm keping oral berhubungan dengan ektoderm otak telah melekuk ke ventral embrio. Kedua ektoderm bersatu, atap-atap dari daerah oral menjadi bagian anterior dari hipofis. Sedang jaringan neural dari jaringan neural dari dasar diensefalon membentu tinfunddilibumi yang kelak akan menjadi bagian neural dari hipofisa

Saluran Penceraan Pada posterior dari faringks dibentuk eksofagus, lambung, usus halus, usus kasar. Lapisan permukaaan dalam dari saluran ini serta kelenjar-kelenjarnya berasal dari endoderm tetapi otot pada dinding, jaringan ikat, pembuluh darah, mensenterium dan epitel yang menutupi permukaan usus awal, saluran pencernaan merupakan saluran sederhana. Pada ujung kaudal usus terjadi suatu lekukan tempat pertemuan ektoderm dan endoderm dan kedua lapisan ini dibatasi oleh membran kloaka yang akan pecah dan menjadi anus. Disebelah kauda lambung terbentuk ketiga turunan saluran pencernaan. Devertikulum hati merupakan saluran yang keluar dari usus depan, masuk ke mesenkim yang ada disekeliling lambung. Mesenkim menginduksi endoderm untuk berfoliferasi, bercabang dan membentuk sel-sel hati. Sebagian divertikulum hati akan berfungsi sebagai saluran dari hati dan cabangya akan

membentuk kantung empedu. Pankreas dibentuk sebagai fusi dari divertikulum yang berasal dari sebelah dorsal dan ventral saluran pencernaan tepat disebelah kaudal empedu.
16

Saluran Pernapasan Paru-paru berasal dari saluran pencernaan walaupun tidak mempunyai peranan dalam pencernaan. Pada bagian tengah farinks antara kantung faringks ke tempat keluar alur laringo farinks yang tumbuh keventral. Alur ini bercabang dua sebagai cabang utama dari paru-paru. Endodermnya membentuk batas permukaan trakea, bronchii, dan alveolus paru-paru. Seperti hal nya pada hati percabangan dari saluran-saluran disini juga tergantung pada interaksi dengan mesenkim yang ada disekitarnya

C. Neurulasi Neurulasi adalah proses pembentukan saraf. Neurulasi ditandai dengan terjadinya interaksi antara kelompok -kelompok sel -sel korda mesoderem (mesendoderem) dengan sel sel ektoderem di atasnya. Hasil interaksi kedua lapisan sel tersebut menyebabkan sel-sel ektoderem di atasnya terinduksi dan membentuk tabung saraf atau neural tube. Embrio yang berada pada stadium tersebut disebut stadium neurula. Neurulasi merupakan dasar organogenesis dalam pembentukan system saraf. Akibat interaksi sel-sel ektoderem dengan sel-sel kordamesoderem

menyebabkan sel-sel ektoderem menjadi menebal dan mendatar membentuk lempeng saraf atau neural plate. Batas lateral dari lempeng saraf terangkat membentuk lipatan saraf atau neural fold dan mengapit lekuk saraf atau neural groove. Kedua tepi lateral

17

dari lipatan neural akhirnya secara bersama-sama berfusi pada bagian mediodorsal embrio dan membentuk tabung saraf atau neural tube. Tabung saraf akhirnya memisah dari lapisan epidermis dan pada ujungnya terbuka. Bagian anterior dari tabung saraf yang terbuka disebut anterior neuropor, sedangkan bagian belakang dari tabung yang terbuka disebut posterior neuropor. Anterior neorpor biasanya menutup lebih dahulu dibandingkan dengan posterior neuropor. Pada embrio manusia, anterior neuropor menutup pada stadium 18-20 somit sedangkan menutup kira-kira dua hari kemudian. Mekanisme pembentukan tabung saraf pada amfibia, reptilian, burung, dan mamalia mempunyai pola dasar yang sama, namun dalam beberapa hal juga terdapat perbedaan. Pada myxanoid dan ikan bertulang sejati, pembentukan tabung saraf ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan bentuk sel-sel neuroepitel yang mengalami pemanjangan dan konstriksi pada bagian apeks sel. Perubahan bentuk sel disebabkan karena terjadinya polimerasi mikrotubulmikrotubul disepanjang aksis sel, dan menyebabkan sel-sel ectoderem menjadi memanjang. Sementara itu mikrofilamen-mikrofilamen yang ada pada bagian apeks sel mengalami kontriksi sehingga bagian apeks sel menjadi sempit.

18

BAB III KESIMPULAN

Kesimpulan dari hasil pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Organogenesis adalah mekanisme pembentukan oragan. Cara pembenrukan organ meliputi penebala lokal, pemisahan lapisan, pelipatan, penebalan dan pembentukan rongga, fusi, pemisahan dari lapisan induk, dan pembentukan selsel mesenkim. Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indra. Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah, dan alat ekskresi seperti ginjal. Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, dan alatalat pernapasan seperti paru-paru. 2. Neurolasi adalah proses pembentukan saraf. Neurolasi ditandai dengan terjadinya interaksi antara kelompok-kelompok sel-sel korda mesoderem dengan sel-sel ektoderem diatasnya.

19

DAFTAR REFERENSI

Adnan. 2010. Biologi reproduksi dan perkembangan embional. Makassar : UNM Press Campbell, N. A, Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell. 2004. Biologi Jilid 3. Terj. Wasmen Manalu. Jakarta: Erlangga Olympiade, Tim. 2007. Biologi. Jakarta: Erlangga. http://barbienetter.blogspot.com/2010/02/neurulasi.html

20