Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH URBAN PEST RAYAP

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dari Mata Kuliah Urban Pest

Disusun Oleh : Haryo B Prasetio 1 !11!!"!1#$

A%ROTEKNOLO%& 'AKULTAS PERTAN&AN UN&(ERS&TAS PAD)AD)ARAN )AT&NAN%OR *!1*

BAB & PENDAHULUAN Bagi masyarakat pengendali hama, pengenalan, biologi dan perilaku (etologi) rayap merupakan pengetahuan esensial, sedangkan bagi masyarakat umum hal ini di samping bermanfaat sebagai penambah pengetahuan untuk menghindari kerugian ekonomis yang ditimbulkan oleh oleh kerusakan terhadap bangunan habitat pemukimannya, karena dengan demikian dapat dilakukan tindakan atau perlakuan khusus untuk mengendalikan hama perusak kayu ini. Kepustakaan mengenai rayap sudah ada sejak akhir abad ke-19, tetapi terutama berkembang selama abad ke-2 . !i antara peneliti dan penulis penting yang memberikan keterangan menyeluruh adalah " Kofoid (19#$) dan Krishna dan %eesner (19& ). 'asyarakat umum juga sudah memaklumi bah(a rayap adalah serangga yang merugikan karena merusak (makan) kayu. )al ini tergambar dalam pepatah lama *bak kayu dimakan rayap* yang mengungkapkan kehan+uran, kelemahan atau deteriorasi -- atau -- *anai-anai makan di ba(ah* -- mengungkapkan proses kerusakan yang tak tampak atau tersembunyi. Kedua ungkapan ini diambil dari aspek-aspek biologi dan perilaku rayap yaitu" rayap makan kayu dan hidupnya (habitat dan proses makannya) tersembunyi (kriptobiotik ). !i seluruh dunia jenis-jenis rayap yang telah dikenal (dideskripsikan dan diberi nama) ada sekitar 2 spesies (dari padanya sekitar 12 spesies merupakan hama), sedangkan di spesies yang dikenal baru sekitar 2 spesies yang diketahui negara kita dari kurang lebih 2

berperan sebagai hama perusak kayu serta hama hutan atau pertanian. ,elanjutnya berdasarkan suntingan dari Krishna dan %eesner, bah(a perilaku rayap sebagai serangga sosial akan dijelaskan se+ara menyeluruh mengenai pembahasan dari berbagai segi seperti perilaku makan, membuat sarang dan liang kembara, penyerangan, komunikasi, peran feromon dalam perkembangan (ontogenesis) dan aspek-aspek perilaku lainnya yang dalam banyak hal agak berbeda dari serangga-serangga sosial lainnya. !erajat kemiripan dalam bentuk dan perilaku di antara jenis-jenis rayap juga menimbulkan banyak masalah dalam taksonomi rayap. Keadaan ini menyebabkan beberapa kasus penamaan ganda, karena tak jarang terjadi sejenis rayap yang telah didekripsi seorang pengarang ternyata spesies yang persangkutan telah diberi nama sebelumnya oleh pengarang lain. !alam banyak hal, para pengarang-pakar

taksonomi mengandalkan pada ukuran badan yang ternyata manfaatnya sangat terbatas, demikian pula jumlah ruas antena (misalnya" Cryptotermes javanicus Kemner, C. buiterzorgi Kalsho.en dan C. cynocephalus /ight ). 0leh karena itu, bahasan yang terdapat dalam makalah ini hanya men+akup garis-garis besarnya saja. 1ntuk mengetahui lebih banyak dan lebih luas mengenai rayap, maka pemba+a dapat men+ari kepustakaan dari literatur lainnya.

BAB && PEMBAHASAN !apat dikatakan bah(a sebagian besar masyarakat 2ndonesia mengenal jenis-jenis serangga yang umum kita sebut rayap. ,ebutan lain yang juga umum adalah semut putih. !i daerah ,umatera digunakan istilah anai-anai di 3a(a rangas, sedangkan beberapa jenis rayap di daerah 3a(a Barat disebut rinyuh, sumpiyuh. Bergantung jenisnya, panjang tubuh rayap berkisar di antara # - 11 mm, dan umumnya indi.idu-indi.idu rayap yang tak bersayap ber(arna keputihputihan. !ari sini mun+ul nama 4semut putih5. !i antara jenis-jenis rayap banyak yang mirip satu sama lain sehingga bagi mereka yang belum terlatih, agak sulit membedakannya, ke+uali beberapa jenis yang umum seperti rayap kayu kering (6ryptotermes) yang menghuni dan makan kayu kering, dan rayap subteran (seperti 'a+rotermes) yang sarang koloninya umumnya terdapat dalam tanah lembab, dengan ukuran tubuh relatif besar.

(7ambar 1. ,emut (kiri) dan prajurit rayap (kanan). (8rsip 9,2) 29B)) 9enampilan rayap memang mirip semut. :etapi perbedaannya +ukup banyak, bahkan semut merupakan salah satu musuh utama dari rayap. !ari segi sistematika-filogenetika semut mendekati golongan lebah, sehingga kedua serangga ini di+akup dalam 0rdo )ymenoptera (bersayap selaput). *+1 )enis ,an Penye-a- A,anya Ha.a Raya/ Berdasarkan lokasi sarang utama atau tempat tinggalnya, rayap perusak kayu dapat digolongkan dalam ti/e0ti/e berikut "

1. ;ayap pohon, yaitu jenis-jenis rayap yang menyerang pohon yang masih hidup, bersarang dalam pohon dan tak berhubungan dengan tanah. 6ontoh yang khas dari rayap ini adalah Neotermes tectonae (famili Kalotermitidae), hama pohon jati. 2. ;ayap kayu lembab, menyerang kayu mati dan lembab, bersarang dalam kayu, tak berhubungan dengan tanah. 6ontoh" 3enis-jenis rayap dari genus 7lyptotermes ( lyptotermes spp., famili Kalotermitidae).

<. ;ayap kayu kering, seperti Cryptotermes spp. (famili Kalotermitidae), hidup dalam kayu mati yang telah kering. )ama ini umum terdapat di rumah-rumah dan perabot-perabot seperti meja, kursi dsb. :anda serangannya adalah terdapatnya butir-butir ekskremen ke+il ber(arna ke+oklatan yang sering berjatuhan di lantai atau di sekitar kayu yang diserang. ;ayap ini juga tidak berhubungan dengan tanah, karena habitatnya kering. #. ;ayap subteran, yang umumnya hidup di dalam tanah yang

mengandung banyak bahan kayu yang telah mati atau membusuk, tunggak pohon baik yang telah mati maupun masih hidup. !i 2ndonesia rayap subteran yang paling banyak merusak adalah jenisjenis dari famili ;hinotermitidae. :erutama dari genus 6optotermes (Coptotermes spp.) dan ,+hedorhinotermes. 9erilaku rayap ini mirip rayap tanah seperti 'a+rotermes namun perbedaan utama adalah kemampuan 6optotermes untuk bersarang di dalam kayu yang diserangnya, (alaupun tidak ada hubungan dengan tanah, asal saja sarang tersebut sekali-sekali memperoleh lembab, misalnya tetesan air hujan dari atap bangunan yang bo+or. 6optotermes pernah diamati menyerang bagian-bagian kayu dari kapal minyak yang melayani pelayaran 9alembang-3akarta. 6optotermes +ur.ignathus )olmgren sering kali diamati menyerang pohon 9inus merkusii dan banyak meyebabkan kerugian pada bangunan.

=. ;ayap tanah. 3enis-jenis rayap tanah di 2ndonesia adalah dari famili :ermitidae. 'ereka bersarang dalam tanah terutama dekat pada bahan organik yang mengandung selulosa seperti kayu, serasah dan humus. 6ontoh-+ontoh :ermitidae yang paling umum menyerang bangunan adalah Macrotermes spp. (terutama '. gil.us) !dontotermes spp. dan Microtermes spp. 3enis-jenis rayap ini sangat ganas, dapat menyerang obyek-obyek berjarak sampai 2 meter dari sarangnya. 1ntuk men+apai kayu sasarannya mereka bahkan dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa +m, dengan bantuan en>im yang dikeluarkan dari mulutnya. 'a+rotermes dan 0dontotermes merupakan rayap subteran yang sangat umum menyerang bangunan di 3akarta dan sekitarnya.

(7ambar 2. Macrotermes spp."kiri#, !dontotermes spp. (tengah), Microtermes spp."kanan#) Penye-a- yang menjadi alasan utama dari meningkatnya populasi rayap adalah perubahan kondisi habitat akibat akti.itas manusia, yang sangat potensial mengubah status rayap menjadi serangga merugikan, misalnya pemanfaatan lahan dari areal perkebunan menjadi daerah permukiman. )abitat alami rayap yang terganggu membuat mereka men+ari sumber makanan baru, berupa kayu atau material berselulosa lain yang terdapat pada bangunan. 9enyebab lain, penyebaran rayap adalah lokasi yang berada pada dataran rendah dengan suhu hangat dan kelembaban tinggi. Kondisi lingkungan ini sangat disukai beberapa jenis rayap. :anah merah gembur dan bekas tanaman, ditengarai 9 persennya mengandung populasi rayap +ukup tinggi.

*+* Peranan Raya/ Keberadaan koloni rayap tidak mutlak selalu merugikan bagi kehidupan manusia. Beberapa peranan rayap bila ditinjau se+ara keseluruhan dari keberadaannya dimuka bumi, antara lain "
Keberadaan koloni rayap berperan penting dalam siklus biogeochemical (dekomposer

bahan organik) seperti siklus ?itrogen, Karbon, ,ulfur, 0ksigen, dan @osfor.
Keberadaan koloni rayap disuatu daerah mampu memengaruhi bentuk .egetasi yang

tumbuh dan berkembang di sekitar koloni itu dengan alti.itas dari rayap tersebut melalui modifikasi profil dan sifat kimia tanah.
!i daerah 7urun 8frika ,elatan, rayap )odotermes berperan dalam proses siklus nutrisi

tanah. 8kti.itas rayap memba(a air ke daerah yang ditumbuhi tanaman sangat menguntungkan karena ketersediaan air pada tanaman menjadi lebih banyak. !i daerah berpasir, rayap mampu meningkatkan infiltrasi air dan mengembalikannya ke bagian atas tanah.
'engakibatkan kerusakan pada bangunan, seperti" perumahan, perkantoran, gedung

olahraga dan lain sebagainya. ,elain itu rayap juga dapat merusak tanaman, buku, arsip ataupun dokumen lainnya karena mereka dapat men+erna atau menguraikan selulosa. *+$ Proses Raya/ ,ala. Pen1uraian Selulosa2 sehin11a ti.-ul a3i-at Ban1unan Ro-oh Keberadaan koloni rayap ini disebabkan kesamaan habitat, yakni hidup pada daerah kering dan lembab. 'akanan utama rayap adalah kayu atau bahan yang mengandung selulosa. Berdasarkan penelitian, terdapat berbagai proto>oa flagellata yang ditemukan di dalam usus bagian belakang rayap (pada jenis rayap tingkat rendah) yang berperan sebagai simbion dalam proses pen+ernaan rayap dalam penguraian dan penyerapan selulosa. 9ada men+apai sasarannya, rayap tanah dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa +m, menghan+urkan plastik, kabel, dan penghalang fisik lainnya. ;ayap mampu menembus lubang terbuka atau +elah seke+il ,# mm sehingga bisa menyerang bangunan dengan berbagai ma+am +ara, seperti" - kayu yang berhubungan langsung dengan tanah - retakan-retakan pada dinding dan pondasi - membentuk liang-liang kembara pada permukaan kayu,beton, pipa, dll.

,ekali rayap mampu men+apai sasarannya, maka rayap akan memperluas serangannya sampai bagian-bagian yang tinggi dengan membuat sarang-sarang antara di dalam bangunan yang jauh dari tanah (sarang utama) dan memanfaatkan sumber-sumber kelembapan yang tersedia di dalam bangunan tersebut. )al ini terutama berlaku untuk rayap tanah yang hidupnya mutlak bergantung dari adanya air dan tanah yang merupakan sumber utama bagi kehidupan rayap. ;ayap kayu kering memiliki kemampuan hidup pada kayu-kayu kering di dalam bangunan gedung. ;ayap ini tidak membangun sarang atau liang-liang kembara pada tempattempat terbuka sehingga sukar untuk diketahui. 8danya serangan rayap seringkali baru diketahui setelah kayu yang diserang menjadi keropos tanpa adanya pe+ahan pada permukaannya. ,erangan rayap kayu kering dapat dikenali dari eksremen-eksremen berupa butiran ke+il, lonjong, ber(arna +oklat muda. !ari berbagai tingkat serangan yang ada, apabila serangan rayap sudah semakin parah, maka akan dapat mengakibatkan bangunan tersebut menjadi rusak atau bahkan sampai roboh. *+# Biolo1i ,an E3olo1i Raya/ 2.#.1 Biologi ;ayap !ilihat dari biologinya, koloni rayap sendiri oleh beberapa pakar dianggap sebagai supraorganisma, yaitu koloni itu sendiri dianggap sebagai makhluk hidup, sedangkan indi.iduindi.idu rayap dalam koloni hanya merupakan bagian-bagian dari anggota badan supraorganisma itu. 9erbandingan banyaknya neoten, prajurit dan pekerja dalan satu koloni biasanya tidak tetap. Koloni yang sedang bertumbuh subur memiliki pekerja yang sangat banyak dengan jumlah prajurit yang tidak banyak (kurang lebih 2 - # persen). Koloni yang mengalami banyak gangguan, misalnya karena terdapat banyak semut di sekitarnya akan membentuk lebih banyak prajurit (& - 1 persen), karena diperlukan untuk mempertahankan sarang. ;ayap merupakan serangga dengan metamorfosis tidak sempurna. ,iklus hidup rayap terdiri dari telur --A nympa --A de(asa B sedangkan semut ber-metamorfosis sempurna yang meliputi fase telur --A lar.a --A pupa --A de(asa.

@eromon dasar" pengatur perkembangan !i samping feromon penanda jejak, para pakar etologi (perilaku) rayap juga menganggap bah(a pengaturan koloni berada di ba(ah kendali feromon dasar (primer pheromones ). 'isalnya, terhambatnya pertumbuhan- embentukan neoten disebabkan oleh adanya sema+am feromon dasar yang dikeluarkan oleh ratu, yang berfungsi menghambat diferensiasi kelamin. ,egera setelah ratu mati, feromon ini hilang sehingga terbentuk neoten-neoten pengganti ratu. :etapi kemudian neoten yang telah terbentuk kembali mengeluarkan feromon yang sama sehingga pembentukan neoten yang lebih banyak dapat dihambat. @eromon dasar juga berperan dalam diferensiasi pembentukan kasta pekerja dan kasta prajurit, yang dikeluarkan oleh kasta reproduktif. 2.#.2. Ckologi ;ayap Koloni rayap -- masyarakat kriptobiotik 3ika kita menilik kehidupan rayap, kita tak akan menjumpai seekor rayap yang mengembara sendirian seperti halnya kupu-kupu yang terbang solo atau kumbang yang makan sendirian (soliter). ,ebagai serangga sosial rayap hidup dalam masyarakat yang disebut koloni. 3ika kita hendak menguji keampuhan obat (insektida) terhadap beberapa ekor ayap dari kasta yang sama (misalnya kasta pekerja) yang dipisahkan dari koloninya, maka hasilnya akan sia-sia. Karena tanpa diberi ra+unpun mereka akan mati. 'engeluarkan indi.idu rayap dari koloninya, sama saja dengan membunuhnya. 'ereka hanya bisa hidup jika (dan hanya jika) mereka berada dalam masyarakatnya (koloninya). )al tersebut dikarenakan di dalam koloninya terdapat bahan-bahan dan proses-proses yang dapat menjamin kelanjutan hidupnya. 2barat seorang penderita penyakit yang seumur hidupnya mutlak memerlukan sejenis obat yang selalu ditelannya pada saat-saat tertentu, dan jika diumpamakan bah(a obat itu tak dapat diba(anya ke mana-mana, hanya dapat disimpan di rumahnya, berarti ia tak dapat meninggalkan rumahnya. 2a dapat hidup normal jika rumahnya ia perpanjang dengan menambah lorong-lorong sempit, misalnya ke tempat kerjanya, ke sekolah, ke pasar dsb. !an lorong-lorong sempit yang tertutup ini merupakan bagian dari rumahnya, di mana ia dapat memperoleh obat demi kelangsungan hidupnya. !emikianlah halnya dengan kehidupan rayap. )al ini dapat kita amati pada kehidupan rayap subteran. 2a hanya dapat men+apai makanannya (bangunan atau kayu) dengan menambah-

nambah panjang *rumahnya* dengan membuat tero(ongan-tero(ongan kembara, yaitu jalurjalur sempit yang berasal dari pusat sarang ke arah kembara di mana makanannya berada, yang hanya dapat dilalui sekaligus oleh sekitar < - # ekor rayap. :ero(ongan kembara ini ditutupnya dengan bahan-bahan tanah sehingga pada galibnya liang-liang kembara tetap merupakan bagian dari sarang koloninya. !engan adanya liang-liang tertutup ini maka praktis seluruh ruangan dari sarang rayap termasuk liang-liang kembara merupakan lingkungan yang sangat lembab yang menjamin kehidupan rayap tanah atau rayap subteran. !alam kaitan dengan kehidupan masyarakat rayap, terdapat beberapa istilah kun+i yang perlu diungkapkan, yaitu " polimorfi, feromon, trofalaksis, dan homeostatis. *+ Perila3u Seran11a Sosial Koloni rayap yang merupakan jenis serangga sosial terbagi atas tiga kasta yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda. Ketiga kasta tersebut adalah kasta reproduksi, kasta prajurit, dan kasta pekerja. :idak kurang daro D -9 E populasi koloni rayap merupakan kasta pekerja. 9enjelasan dari kasta-kasta tersebut adalah sebagai berikut" 1. Kasta reproduktif 9ada kasta ini terdiri atas indi.idu-indi.idu seksual yaitu betina (yang abdomennya biasanya sangat membesar) yang tugasnya bertelur dan jantan (raja) yang tugasnya membuahi betina. ;aja sebenarnya tak sepenting ratu jika dibandingkan dengan lamanya ia bertugas karena dengan sekali ka(in, betina dapat menghasikan ribuan telurB lagipula sperma dapat disimpan oleh betina dalam kantong khusus untuk itu, sehingga mungkin sekali tak diperlukan kopulasi berulang-ulang. 3ika koloni rayap masih relatif muda biasanya kasta reproduktif berukuran besar sehingga disebut ratu. Biasanya ratu dan raja adalah indi.idu pertama pendiri koloni, yaitu sepasang laron yang mulai menjalin kehidupan bersama sejak penerbangan alata. 9asangan ini disebut reprodukif primer. 3ika mereka mati bukan berarti koloni rayap akan berhenti bertumbuh. Koloni akan membentuk *ratu* atau *raja* baru dari indi.idu lain (biasanya dari kasta pekerja) tetapi ukuran abdomen ratu baru tak akan sangat membesar seperti ratu asli. ;atu dan raja baru ini disebut reproduktif suplementer atau neoten. 3adi, dengan membunuh ratu atau raja kita tak perlu sesumbar bah(a koloni rayap akan punah. Bahkan dengan matinya ratu, diduga dapat terbentuk berpuluh-puluh neoten yang menggantikan tugasnya untuk bertelur. !engan adanya banyak

neoten maka jika terjadi ben+ana yang mengakibatkan sarang rayap terpe+ah-pe+ah, maka setiap pe+ahan sarang dapat membentuk koloni baru. 2. Kasta prajurit Kasta ini ditandai dengan bentuk tubuh yang kekar karena penebalan (sklerotisasi) kulitnya agar mampu mela(an musuh dalam rangka tugasnya mempertahankan kelangsungan hidup koloninya. 'ereka berjalan hilir mudik di antara para pekerja yang sibuk men+ari dan mengangkut makanan. ,etiap ada gangguan dapat diteruskan melalui *suara* tertentu sehingga prajurit-prajurit bergegas menuju ke sumber gangguan dan berusaha mengatasinya. 3ika tero(ongan kembara diganggu sehingga terbuka tidak jarang kita saksikan pekerjapekerja diserang oleh semut sedangkan para prajurit sibuk bertempur mela(an semut-semut, (alaupun mereka umumnya kalah karena semut lebih lin+ah bergerak dan menyerang. :api karena prajurit rayap biasanya dilengkapi dengan mandibel (rahang) yang berbentuk gunting maka sekali mandibel menjepit musuhnya, biasanya gigitan tidak akan terlepas (alaupun prajurit rayap akhirnya mati. 'andibel bertipe gunting (yang bentuknya juga berma+amma+am) umum terdapat di antara rayap famili :ermitidae, ke+uali pada ?asutitermes ukuran mandibelnya tidak men+olok tetapi memiliki nasut (yang berarti hidung, dan penampilannya seperti *tusuk*) sebagai alat penyemprot ra+un bagi musuhnya. 9rajurit 6ryptotermes memiliki kepala yang berbentuk kepala bulldogtugasnya hanya menyumbat semua lobang dalam sarang yang potensial dapat dimasuki musuh. ,emua musuh yang men+apai lobang masuk sulit untuk luput dari gigitan mandibelnya. 9ada beberapa jenis rayap dari famili :ermitidae seperti 'a+rotermes, 0dontotermes, 'i+rotermes dan )ospitalitermes terdapat prajurit dimorf (dua bentuk) yaitu prajurit besar (p. makro) dan prajurit ke+il (p. mikro) <. Kasta pekerja Kasta ini membentuk sebagian besar koloni rayap. :idak kurang dari D persen populasi dalam koloni merupakan indi.idu-indi.idu pekerja. :ugasnya melulu hanya bekerja tanpa berhenti hilir mudik di dalam liang-liang kembara dalam rangka men+ari makanan dan mengangkutnya ke sarang, membuat tero(ongan-tero(ongan, menyuapi dan membersihkan

reproduktif dan prajurit, membersihkan telur-telur, dan -- membunuh serta memakan rayaprayap yang tidak produktif lagi (karena sakit, sudah tua atau juga mungkin karena malas), baik reproduktif, prajurit maupun kasta pekerja sendiri. !ari kenyataan ini maka para pakar rayap sejak abad ke-19 telah mempostulatkan bah(a sebenarnya kasta pekerjalah yang menjadi *raja*, yang memerintah dan mengatur semua tatanan dan aturan dalam sarang rayap. ,ifat kanibal terutama menonjol pada keadaan yang sulit misalnya kekurangan air dan makanan, sehingga hanya indi.idu yang kuat saja yang dipertahankan. Kanibalisme berfungsi untuk mempertahankan prinsip efisiensi dan konser.asi energi, dan berperan dalam pengaturan homeostatika (keseimbangan kehidupan) koloni rayap. @eromon penanda jejak dan pendeteksi makanan. :elah merupakan suatu diktum bah(a rayap (pekerja dan prajurit) itu buta. 'ereka jalan beriiringan atau dapat menemukan obyek makanan bukan karena mereka mampu melihat atau men+ium bau melalui *hidung*. Kemampuan mendeeksi dimungkinkan karena mereka dapat menerima dan menafsirkan setiap bau yang esensial bagi kehidupannya melalui lobang-lobang tertentu yang terdapat pada rambut-rambut yang tumbuh di antenanya. Bau yang dapat dideteksi rayap berhubungan dengan sifat kimia(i feromonnya sendiri. @eromon adalah hormon yang dikeluarkan dari kelenjar endokrin., tetapi berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan empengaruhi indi.idu lain yang sejenis. 1ntuk dapat mendeteksi jalur yang dijelajahinya, indi.idu rayap yang berada didepan mengeluarkan feromon penanda jejak (trail follo(ing pheromone) yang keluar dari kelenjar sternum (sternal gland di bagian ba(ah, belakang abdomen), yang dapat dideteksi oleh rayap yang berada di belakangnya. ,ifat kimia(i feromon ini sangat erat hubungannya dengan bau makannannya sehingga rayap mampu mendeteksi obyek makanannya. :rofalaksis" masyarakat rayap yang terintegrasi ;ayap muda yang baru saja ditetaskan dari telur belum memiliki proto>oa yang diperlukannya untuk men+ernakan selulosa. !emikian pula setiap indi.idu rayap yang baru saja berganti kulit tak memiliki proto>oa karena simbion ini telah keluar bersama kulit yang

ditanggalkannya (karena kulit usus juga ikut berganti). 2ndi.idu rayap tersebut diberi *re-infeksi* proto>oa oleh para pekerja dengan melalui trofalaksis. :rofalaksis adalah perilaku berkerumun di antara anggota-anggota koloni, dan saling *menjilat* anus dan mulut. !engan perilaku ini proto>oa dapat ditularkan kepada indi.idu-indi.idu yang memerlukannya. 9enyebaran feromon dasar juga diduga terlaksana melalui perilaku trofalaksis. *+4 Proses Perila3u Ma3an Raya/ ,emua jenis rayap makan kayu dan bahan berselulosa, tetapi perilaku makan (feeding beha.ior ) jenis-jenis rayap berma+am-ma+am. )ampir semua jenis kayu potensial untuk dimakan rayap. 'emang ada yang relatif a(et seperti bagian teras dari kayu jati tetapi kayu jati kini semakin langka. 1ntuk men+apai kayu bahan bangunan yang terpasang rayap dapat *keluar* dari sarangnya melalui tero(ongan-tero(ongan atau liang-liang kembara yang dibuatnya. Bagi rayap subteran (bersarang dalam tanah tetapi dapat men+ari makan sampai jauh di atas tanah), keadaan lembab mutlak diperlukan. )al ini menerangkan mengapa kadang-kadang dalam satu malam saja rayap 'a+rotermes dan 0dontotermes telah mampu mengin.asi lemari buku di rumah atau di kantor jika fondasi bangunan tidak dilindungi. ,ebaliknya, rayap kayu kering (6ryptotermes) tidak memerlukan air (lembab) dan tidak berhubungan dengan tanah. 3uga tidak membentuk tero(ongan-tero(ongan panjang untuk menyerang obyeknya. 'ereka bersarang dalam kayu, makan kayu dan jika perlu menghabiskannya sehingga hanya lapisan luar kayu yang tersisa, dan jika di tekan dengan jari serupa menekan kotak kertas saja. 8da pula rayap yang makan kayu yang masih hidup dan bersarang di dahan atau batang pohon, seperti Neotermes tectonae yang menimbulkan kerusakan (pembengkakan atau gembol) yang dapat menyebabkan kematian pohon jati. *+5 Strate1i Pen1en,alian !ari uraian di atas, dapatlah ditarik kesimpulan bah(a untuk menghindar atau meminimumkan kemungkinan terjadinya serangan rayap pada bangunan perlu diperhatikan halhal berikut.

1. )indari adanya bahan-bahan kayu seperti sisa-sisa tunggak pohon di sekitar halaman bangunan, yang potensial untuk menjadi sumber infeksi rayap. !emikian pula adanya pohonpohon tua yang sebagian jaringan pohon maupun akarnya telah mati merupakan sumber makanan rayap dan dapat menjadi lokasi sarang perkembangan koloni rayap. 2. )indari kontak antara tanah dengan bagian-bagian kayu dari bangunan. %alaupun +ara ini tidak mutlak mampu men+egah serangan rayap karena rayap mampu membuat tero(ongan kembara di atas tembok, lantai dan dinding untuk men+apai obyek kayu makanannya tetapi bagi bangunan sederhana +ara ini dapat memperlambat serangan rayap, dan adanya tero(ongantero(ongan dapat dideteksi. <. 9ergunakan kayu yang a(et (seperti bagian teras kayu jati), atau kayu yang telah dia(etkan dengan bahan-bahan penga(et anti rayap. 1ntuk kayu-kayu yang digunakan di ba(ah atap jenisjenis garam penga(et seperti garam %olman dengan retensi yang +ukup telah memadai, sedangkan bagi kayu di luar bangunan diperlukan bahan penga(et larut minyak seperti kreosot . #. 6ara yang paling efektif adalah melindungi bangunan dengan +ara membuat *benteng yang kuat terhadap rayap* di bagian fondasi dengan +ara menyampur bahan fondasi dengan termitisida atau memperlakukan tanah di ba(ah dan di sekitar fondasi dengan termitisida yang tahan pen+u+ian (persisten) serta memiliki afinitas dengan tanah. =. 3ika bangunan telah terserang, gunakanlah +ara-+ara pengendalian yang ramah lingkungan, seperti dengan pengumpanan dan pengendalian koloni dengan menggunakan insektisida penekan pertumbuhan kutikel seperti heksaflumuron dsb.

BAB &&& KES&MPULAN ;ayap adalah detri.ores (pengkonsumsi material organik yang membusuk), khususnya di daerah subtropis dan tropis, dan kemampuan mereka mendaur ulang kayu dan bahan tanaman lain adalah hal yang penting bagi keseimbangan ekologi. ,ebagai serangga sosial, rayap hidup dalam bentuk koloni. ,ebuah koloni de(asa dapat beranggotakan ratusan hingga jutaan indi.idual. Kehadiran rayap di bangunan adalah sebagai konsekuensi dari pembukaan lahan yang pada a(alnya adalah habitat mereka untuk men+ari makan, kemudian diubah menjadi bangunan pemukiman yang berakibat hilangnya sumber makanan bagi rayap. ?amun tidak mutlak keberadaan rayap selalu merugikan manusaia, ada beberapa peranan penting rayap yang sangat menguntungkan sebagai siklus biogoechemical dalam ekosistem. 1ntuk itu, seyogyanya kita lebih bijak dalam melakukan pengendalian rayap dengan memilih pengendalian yang ramah lingkungan.

DA'TAR PUSTAKA CFterra. 2 9. :entang ;ayap - ,ejarah singkat mengenai rayap beserta jenisnya.

http"--(((.solusiantirayap.+om-info-rayap-tentang-rayap-sejarah-singkat-mengenairayap-beserta-jenisnya. !iakses pada tanggal 1 0ktober 2 11 9rasetyo K.%, dkk. 'en+egah G 'embasmi ;ayap se+ara ;amah /ingkungan G Kimia(i. 8gromedia 9ustaka" !epok ;agam. 2 1 . ;ayap, si Ke+il 9erusak Bangunan. http"--suaramerdeka.+om-.1-indeF.php-read-+etak-2 1 - #-2<-1 $&$9-;ayap-si-Ke+il9erusak-Bangunan. !iakses pada tanggal 9 0ktober 2 11 ,entri+on. 2 1 . Biologi ;ayap. http"--termite-killer.blogspot.+om-. !iakses pada tanggal 1 0ktober 2 11 :arumingkeng, ;udi. 2 11. Biologi dan 9erilaku ;ayap. http"--(((.rudy+t.+om-biologiHdanHperilakuHrayap.htm. !iakses pada tanggal 1 0ktober 2 11