Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Dewasa ini penyakit periodontal merupakan Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit tertinggi ke enam yang dikeluhkan masyarakat Indonesia. menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT, 2001) dan menempati peringkat ke empat penyakit termahal dalam pengobatan (The World Oral Health Report, 2003). Ada dua penyakit gigi dan mulut yang mempunyai prevalensi cukup tinggi di Indonesia yaitu karies dan penyakit periodontal. Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit yang sangat meluas dalam kehidupan manusia, sehingga kebanyakan masyarakat menerima keadaan ini sebagai sesuatu yang tidak terhindari. Salah satu etiologi dari gangguan pada periodontal adalah TFO (Trauma From Occlusion). Trauma From Occlusion ( TFO ) adalah kerusakan jaringan periodonsium akibat tekanan oklusi yang melebihi kapasitas adaptasi jaringan periodonsium. Trauma oklusi juga dapat didefinisikan sebagai kerusakan pada bagian dari system mastikasi yang dihasilkan oleh kontak oklusal. Koronoplasti merupakan salah satu terapi evaluasi oklusi yang dapat meringankan gejala TFO.

1.2

Rumusan Masalah 1. Apa saja etiologi dari Trauma From Occlusion? 2. Bagaimana mekanisme dari Trauma From Occlusion? 3. Bagaimana cara pemeriksaan dari Trauma From Occlusion? 4. Bagaimana prosedur evaluasi oklusi Koronoplasti?

1.3

Tujuan 1. Mengetahui dan menjelaskan etiologi dari Traumatic From Occlusion 2. Mengetahui dan menjelaskan mekanisme dari Trauma From Occlusion 3. Mengetahui dan menjelaskan cara pemeriksaan dari Trauma From Occlusion 4. Mengetahui dan menjelaskan prosedur evaluasi oklusi Koronoplasti

KESIMPULAN

1. Trauma From Occlusion ( TFO ) adalah kerusakan jaringan periodonsium akibat tekanan oklusi yang melebihi kapasitas adaptasi jaringan periodonsium. 2. Beberapa faktor penyebab yang dapat meningkatkan tekanan pada jaringan periodonsium yaitu: Ketidakseimbangan oklusi Hambatan oklusal pada waktu oklusi sentris ( kontak premature) Gigi hilang tidak diganti Perbandingan mahkota akar tidak seimbang Kontak edge to edge Alat prostetik dan restorasi yang buruk Kebiasaan buruk Bruxism 3. Pemeriksaan oklusi untuk melihat ada atau tidaknya Trauma From Occlusion bisa dilakukan dengan: 1. Maximum Intercuspation or Intercuspal position 2. Excursive movement 3. Initial contact in centric relation closure arc 4. Tooth mobility 6. Penggunaan kertas artikulasi 4. Koronoplasti merupakan suatu upaya untuk mencapai oklusi yang optimal, yang sering juga disebut dengan occlusal adjustment (penyesuaian oklusal). Gangguan yang memerlukkan tindakan koronoplasti adalah gangguan kontak oklusi yang terdapat kontak prematur atau kontak berlebih, yaitu pada kondisi oklusi : 1. Retruded contact position (RCP) 2. Intercuspal Contact Position (ICP) 3. Protrusive contact position (PCP) 4. Working side contact position 5. Non-working side contact position (Balancing side)