Anda di halaman 1dari 3

METODA PENGUJIAN

TRIAXIAL UNTUK TANAH KOHESIF


DALAM KEADAAN TANPA KONSOLIDASI DAN DRAINASE
SNI 03-4813-1998
(PD M-22-1996-03)
RUANG LINGKUP
Metoda ini membahas tentang penentuan kekuatan contoh uji tanah kohesif berbentuk silinder dalam keadaan tanpa konsolidasi dan drainase,
baik contoh terganggu, cetak ulang maupun yang dipadatkan pada kecepatan deformasi tetap dari bahan kompresi pada benda uji yang diberi
tekanan cairan dari semua arah di dalam sel triaxial, dan selama pengujian air tidak dialirkan ke atau dari contoh uji. Pengujian ini untuk
menentukan kuat geser serta hubungan antara tegangan dan regangan contoh uji. Metoda ini tidak meliputi penggunaan tekanan balik untuk
penjenuhan. Bila tekanan penjenuhan diperlukan, peralatan harus ditambah dengan peralatan seperti untuk pengujian Triaxial CU (Consolodated
Undrained). Pengujian ini tidak meliputi pengukuran tekanan air pori karena pada kecepatan regangan yang digunakan akan menghasilkan
tekanan air pori yang kurang teliti.
RINGKASAN
Pengujian triaxial adalah pengujian benda uji tanah kohesif berbentuk silinder yang dibungkus karet kedap air yang diberi tekanan ke semua arah
dan diberi tekanan aksial sampai terjadi kelongsoran. Kelongsoran adalah suatu keadaan tegangan deviator maksimum telah tercapai atau
keadaan tegangan deviator yang telah mencapai 15% regangan aksial, yang mana tercapai terlebih dahulu.
Bila benda uji jenuh sempurna, proses konsolidasi tidak terjadi jika tekanan samping diberikan karena aliran tidak diperbolehkan ke luar atau
masuk, jadi untuk beberapa hal benda uji yang mempunyai kadar air dan angka pori sama, akan mempunyai harga kuat geser yang hampir sama,
atau sudut geser mendekati nol. Bila benda uji jenuh sebagian (benda uji dipadatkan), konsolidasi mungkin terjadi pada saat pemberian tekanan
samping dan tekanan aksial, hal tersebut akan menghasilkan harga kuat geser yang berbeda-beda.
Contoh uji sebanyak minimal 3 contoh, mempunyai diameter minimal 30 mm, tinggi antara 2 sampai 2,5 kali diameter contoh uji.
Peralatan terdiri atas pembebanan aksial, peralatan pengontrol tekanan, peralatan ukur, sel triaxial dan perlengkapannya. Peralatan lainnya
meliputi alat pembentuk contoh, alat pemadat contoh dengan tabung belah, tabung pengembang membran karet, ekstruder, kaleng contoh untuk
uji kadar air, air suling.
Perhitungan menggunakan rumus :
) / (
) (cm tanah Volume
(gr) basah h Berat tana
3
3
m kN
n
=
Regangan dengan rumus :

% 100
0
x
L
L
=

dengan,
= regangan aksial (%);
= perubahan dari contoh tanah yang terbaca pada arloji pengukur (mm);
L0 = panjang/ tinggi awal contoh tanah (m).
Penampang rata-rata:
) 100 (
100
0

=
A
A

dengan,
A = luas penampang rata-rata contoh uji pada regangan tertentu (cm
2
);
A0 = luar rata-rata sebelum diuji (cm
2
).
Tegangan deviator :
) / ( /
2
3 1
m kN A P =
,
dengan,
1 - 3 = tekanan deviator;
P = gaya aksial, dibaca pada cincin pembeban x faktor kalibrasi (kN);
A = luas rata-rata contoh uji (m
2
).
Koreksi karet membran bila perbedaan tegangan >5%:
D t E
m
/ 4 ) (
3 1
=

) / 4 ( A D =

dengan,
1 - 3 = koreksi terhadap tegangan deviator
D = diameter benda uji
T = tebal karet;
= tegangan aksial
L A FL E
m m
= /

dengan,
Em = modulus karet (tipikal 1400 kN/m
2
.
F = gaya untuk mengembangkan karet;
Am = tebal dua kali lipat tebal karet;
L = panjang karet sebelum mengembang;
L = perubahan panjang karet akibat gaya F