Anda di halaman 1dari 7

Definisi Implan Gigi

Implan gigi merupakan salah satu cara untuk mengganti gigi yang
hilang sehingga diperoleh fungsi pengunyahan, estetik dan kenyamanan
yang ideal. Implan gigi adalah suatu alat yang ditanam secara bedah ke
dalam jaringan lunak atau tulang rahang sehingga dapat berfungsi sebagai
akar pengganti untuk menahan gigi tiruan maupun jembatan.
Menurut Federation Dental of America (FDA) pengertian Dental Implan
adalah:
Bila ditinjau secara lokal : merupakan suatu alat yang menahan protesa
baik dalam bentuk plastis taupun logam dengan berbagai cara dan sistem
serta dimasukkan ke dalam tulang alveolaryang tinggal pada maksila atau
mandibula.
Bila ditinjau secara prosthesis : merupakan suatu metal frame work yang
terdapat pada permukaan tulang dibawah mukoperiosteum (sub periostal
implant) atau tertanam di dalamtulang (endosteal implan)

Sejarah Implan Gigi


Dental implant telah dikenal sejak beberapa tahun yang silam, dan
mengalami kemajuan pesat sejak tahun 1987. Dinegara-negara maju,
pemasangan dental implant merupakan prosedur bedah yang rutin
dikerjakan pada prakter dokter gigi seperti halnya pencabutan gigi.
Professor Ingle Brnemark dari Swedia merupakan pelopor
pengembang dental implant yang mulaidikembangkannya sejak tahun 1967.
Saat ini dental implant terus berkembang sehingga seluruh negara industry
maju ikut mengembangkan dan memproduksi dental implant.

Sejak tahun 1980-an diperkenalkan implan gigi yang terbuat dari


bahan titanium dan telah memperlihatkan hasil cukup menggembirakan
dengan dasar tolok ukur setelah lima tahun terpasang, masih dapat bertahan
di dalam rongga mulut sekitar 85-100 persen. Implan gigi biasanya di bagian
permukaan luarnya mendapat tambahan bahan lain yang bertujuan
mendapatkan hubungan atau penyatuan maksimal dengan tulang rahang
yang dikenal dengan istilah Osseointegration. Penelitian membuktikan bahan
ini aman digunakan, dapat diterima oleh tubuh manusia dalam pengertian
tidak ditolak oleh tubuh sebagai benda asing ataupun memberikan reaksi
negatif, serta mempunyai kemampuan beradaptasi maksimal dengan tulang
dan jaringan lunak lainnya seperti gusi di dalam mulut. Proses pembuatan
implan gigi dilakukan dengan sistim pencairan logam pada suhu sangat
tinggi di dalam ruangan hampa udara.
Sejarah Perkembangan Implan gigi ITI
Dental implanology berkembang parallel dengan perkembangan
metoda operasi patah tulang dan endoprotesa. Pada awal tahun 1960 telah
terbentuk sebuah tim kerja osteosintesa yang dipelopori oleh Dr. Fritz
Straumann dan Prof. Andre Schoeder, yang mempelopori inplan dental.
Mereka pertamakali mencoba implan metal pada kera. Hasilnya terbukti
biokompatibel dan oseointegrasi implan gigi terjadi pada rahang yang sama
pada tulang panjang. Untuk mengkoordinasi tim kerja osteosintesa maka
terbentuk grup khusus yang menangani implan denta yaitu grup ITI (Foitzk,
1994) yang merupakan singkatan dari International Team For Oral
Implanology . Saat ini ITI mempunyai anggota lebih dari 200 orang dari
seluruh dunia dan kelompok ini terbentuk pada tahun 1980 (Schroeder, dkk,
1996). Tim ini terdiri atas 4 dokter gigi, ahli bedah mulut dan maksilofasial,
ahli teknik, ahli anatomi, ahli fisika. Ahli metal, dental tekniker dan ahli-ahli
lainnya, yang berdedikasi untuk mengembangkan lebih lanjut oral
implanology. Tim ini murni berorientasi keilmuan yang bekerja tanpa
pemikiran mencari untung (Straumann, 1995). Prinsip-prinsip yang
mendasari sistim ITI mulai dikembangkan pada awal tahun l970 an oleh
Conservation Dentistry Departement dari University of Berne Switzerland.
Prinsip-prinsip ini telah diterapkan dengan sukses dan didokumentasikan
secara klinis sejak tahun 1974. Kemudian kerja sama dilakukan dengan tim
internasional untuk oral implanologi yang telah menghasilkan sistim implan
endosteal yang kita kenal saat ini. Sistim ini telah terbukti baik dan masih
dikembangkan lebih lanjut (Straumann, 1955).

Macam Macam Implan Gigi


2.3 Klasifikasi Implan Gigi
Implan dapat diklasifikasikan kepada tiga kategori, antara lain :
1. Berdasarkan bahan yang digunakan.
2. Berdasarkan penempatannya dalam jaringan.
3. Berdasarkan pilihan perawatan.
2.3.1 Berdasarkan bahan yang digunakan
Bahan yang digunakan untuk implan gigi, antara lain : (8,9)
1. Logam
Terdiri dari Stainless Steel, Vitallium, Titanium dan logam. Pemakaian
Stainless Steel merupakan kontra indikasi bagi pasien yang alergi terhadap
nikel, pemakaiannya juga dapat menyebabkan arus listrik galvanik jika
berkontak dengan logam campuran atau logam murni. Vitallium paling sering
digunakan untuk kerangka implan subperiosteal. Titanium terdiri dari
titanium murni dan logam campuran titanium yang tahan terhadap korosi.
Implan yang dibuat dari logam dengan lapisan pada permukaan adalah
implan yang menggunakan titanium yang telah diselubungi dengan lapisan
tipis keramik kalsium fosfat pada bagian strukturnya.

2. Keramik

Keramik terdiri keramik bioaktif dan bio-inert. Bioaktif berarti bahan


yang memiliki kemampuan untuk merangsang pertumbuhan tulang baru
disekitar implan, contoh dari bahan ini adalah hidroksiapatit dan bioglass.
Bio-inert adalah bahan yang bertolenrasi baik dengan tulang tetapi tidak
terjadi formasi tulang.
3. Polimer dan komposit
Polimer dibuat dalam bentuk porus dan padat, digunakan untuk
peninggian dan penggantian tulang. Ia merupakan suatu bahan yang sukar
dibersihkan pada bagian yang terkontaminasi dan pada partikel porusnya
karena sifatnya yang sensitif terhadap formasi sterilisasi.

2.3.2 Berdasarkan penempatannya dalam jaringan.


Menurut lokasi tempat implan ditanam, maka implan gigi terdiri dari :
a) Implan subperiosteal

Implan ini lebih lama dibanding jenis implan yang lain dan pertama
sekali diperkenalkan oleh Muller dan Dahl pada tahun 1948.(17) Implan ini
tidak ditanam ke dalam tulang, melainkan diletakkan diatas tulang alveolar
dan dibawah periosteum.Terutama digunakan pada kondisi rahang yang
mengalami atrofi yang hebat, apabila pasien telah mengalami kegagalan

berkali-kali dalam pemakaian protesa atau pada kasus dimana proses atrofi
menimbulkan rasa sakit pada daerah mentalis.(18)
Implan ini memerlukan teknik insersi dua tahap.(17) Penggunaan
implan subperiosteal pada rahang atas telah dibatasi karena dilaporkan
bahwa keberhasilannya dalam lima tahun tidak mencapai 75%. Implan ini
juga tidak dianjurkan untuk ditempatkan pada tempat yang antagonisnya
merupakan gigi asli.

b) Implan endosteal

Implan endosteal ditanam ke dalam tulang rahang melalui gusi dan


periosteum, sebagian tertanam dan terkait dalam tulang. Implan ini
mempunyai tiga desain dasar yaitu blade, cylinder dan screw.Dalam implan

endosteal diharapkan terjadi osseointegrasi yaitu penyatuan tulang dengan


implan tanpa diperantarai jaringan lunak.
Popularitas implan endosteal semakin meningkat, terlihat dari
banyaknya pilihan desain yang dapat digunakan. Laporan-laporan
menyebutkan bahwa tingkat keberhasilannya dapat melebihi 15 tahun
apabila teknik bedah dan perawatan pasca bedah dilakukan dengan baik.
(18)
Ditinjau dari teknik bedahnya, implan endosteal terdiri dari teknik
insersi satu tahap dan insersi dua tahap.(17,18) Pada teknik satu tahap,
pembedahan hanya dilakukan sekali sehingga tonggak abutment menonjol
keluar mukosa setelah operasi selesai. Sedangkan pada teknik dua tahap,
operasi dilakukan dua kali yaitu operasi pertama untuk meletakkan implan
pada tulang rahang. Setelah masa penyembuhan, dilakukan operasi kedua
untuk pemasangan abutment. Merupakan implan gigi yang menembus
tulang rahang dan hanya digunakan pada rahang bawah. Implan jenis ini
jarang dipakai dan dilaporkan memiliki tingkat keberhasilan yang rendah.
Pada tahun 1989, Misch melaporkan bahwa terdapat lima pilihan
perawatan berdasarkan prostetik pada implan. Dari kelima pemilihan
perawatan tersebut tiga yang pertama merupakan protesa cekat (FP),
dimana ia boleh disekrupkan atau disemenkan. Protesa cekat diklasifikasikan
berdasarkan jumlah struktur jaringan keras dan lunak yang diganti.(8) Dua
lagi merupakan protesa lepasan (RP) yang diklasifikasikan berdasarkan
kekuatannya.(8)
FP-1 : Protesa cekat, hanya mahkota gigi yang diganti; tampak seperti
gigi asli
FP-2 : Protesa cekat; mahkota dan sebagaian dari akarnya tampak
normal
pada sebagian oklusal tetapi mengalami elongasi pada sebagian
gingiva.
FP-3 : Protesa cekat; menggantikan mahkota yang hilang dan warna
gingiva sebagian dari ruang edentulus; protesa yang paling sering
digunakan adalah gigi palsu dan gingiva akrilik, tetapi boleh dibuat
dari

porselen atau logam


RP-4 : Protesa lepasan; dukungan overdenture sepenuhnya oleh
implan.
RP-5 : Protesa lepasan; dukungan overdenture oleh jaringan lunak dan
implan.