Anda di halaman 1dari 17

Skenario 6

Update euy... Semenjak drg. Peni bertugas sebagai dokter gigi PTT di daerah terpencil, dia kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang perkembangnan ilmu kedokteran gigi. Suatu ketika drg. Peni diutus oleh pihak puskesmas untuk mengikuti seminar ilmiah yang diadakan oleh FKG UNAND dengan tema update prosthodonti. Dalam seminar tersebut, drg. Peni memperoleh berbagai informasi ter-update dibidang prosthodonti seperti imlan, flexible denture, dan kaitan presisi. Drg. Peni terkesiam dan menyadari bahwa dia harus selalu belajar walaupun berada di daerah terpencil sekalipun.

Terminologi 1. Update prostodonti Perkembangan terbaru dari ilmu prosthodonsia baik dalam bidang teknologi maupun bahan material. 2. Kaitan presisi Kaitan yang dibuat secara terpisah dan dipasangkan pada gigi tiruan serta dibuat oleh mesin khusus. Salah satu komponen kaitan presisi tersebut menempel pada satu atau lebih gigi penyangga sedangkan komponen yang lain berintegrasi dengan GTSL. 3. Flexible denture Gigi tiruan lepasan yang terbuat dari bahan yang fleksibel (Nylon Thermoplastics) 4. Implan Suatu metal frame work yang terdapat pada permukaan tulang dibawah mukoperiosteum (sub periostal implant) atau tertanam di dalamtulang (endosteal implan). merupakan suatu alat yang menahan protesa baik dalam bentuk plastis taupun logam dengan berbagai cara dan sistem serta dimasukkan ke dalam tulang alveolaryang tinggal pada maksila atau mandibula.

Identifikasi Masalah 1. Apa saja indikasi dan kontraindikasi implan ? 2. Apa jenis-jenis implan dan syarat-syarat material implan 3. Apa indikasi dan konteraindikasi flexible denture ? 4. Apa kelebihan dan kekurangan flexible dentur? 5. Apa kelebihan dan kekurangan precision attachment beserta indikasi dan kontraindikasinya ? 6. Apa saja update prostodonti yang lain ? Analisa Masalah 1. Implan Indikasi : Kesehatan mulut dan tubuh pasien baik Pasien yang kehilangan satu atau seluruh gigi dan ingin digantikan dengan gigi tiruan, namun sulit untuk memakai gigi tiruan lepasan. Pasien yang kehilangan satu gigi dan indikasi untuk gigi tiruan jembatan, namun menolak untuk diasah giginya. Pasien memiliki koordinasi otot yang lemah sehingga stabilitas dan retensi gigi tiruan lepasan sulit dicapai. Kondisi tulang rahang baik dan bebas dari penyakit periodontal, dengan ketinggian tulang rahang mencukupi sehingga material implan gigi dapat ditanam ke dalam tulang. Rahang atas dan rahang bawah harus mempunyai lengkung yang baik sehingga orientasi cukup memuaskan untuk penanaman implant dental. Rongga sinus pada rahang atas atau saraf pada rahang bawah harus terletak pada posisi tidak akan menggangu penemapatan implan dental Ketebalan tulang harus cukup adekuat untuk memberi dukungan implan dental. Pasien perduli terhadap kesehatan mulutnya dan dapat membersihkan sendiri implan dental. Pasien tidak mempunyai kelainan sistemik. Kontraindikasi : Pasien menderita penyakit sistemik yang sangat serius dan beresiko sangat tinggi, seperti rheumatoid arthritis atau osteogenik imperfekta, atau pasien HIV dan pasien yang sedang dalampengobatan yang menggunakan obat-obatan penekan sistem imun Pasien menderita penyakit sistemik yang beresiko tinggi seperti diabetes mellitus, penyakit kelainan darah, dan sedang menjalani terapi radiasi untuk perawatan kankerKontraindikasi dari aspek lokal di antaranya : Pasien tidak kooperatif dalam hal penjagaan oral hygiene Pasien adalah perokok atau peminum berat yang dapat mempengaruhi kesuksesan implan jangka panjang Terdapat sisa akar atau infeksi pada daerah yang akan dipasangkan implan gigi Pasien menderita xerostomia (mulut kering) yang cukup berat Pasien memiliki kebiasaan buruk seperti bruxism (mengerat gigi di malam hari). 2. Jenis-jenis implan : Dental implan memiliki berbagai macam bentuk dan lokasi jaringan tempat dental implanditanam, yaitu:

1. Subperiostal implan Implan ini tidak ditanam ke dalam tulang melainkan diletakkan di atas tulang linggir alveolar dandibawah periosteum. Subperiosteal implan digunakan pada rahang yang tidak bergigi baik padamaksila maupun mandibula. 2. Endosseous atau endosteal implan Implan ini ditanam ke dalam tulang menembus gingival dan periosteum, sebagian tertanam dan terkait dalam tulang. Contoh dari endosteal implan : endosseous bone pin,the core vent titanium dan the branemark osseointegrated titanium implan 3. Transosteal atau transosseous implan Implan ini menembus tulang rahang bawah. Penggunaannya terbatas hanya pada mandibula yang mengalami resorpsi berat. 4. Intra mucosal atau sub mucosal implan Implan ini ditanam pada mukosa palatum dan menyerupai kancing sehingga disebut button insert.Implan ini hanya terbatas pada maksila yang tidak bergigi. Implan ini terbuat dari logam ataukeramik. Syarat-syarat material implan : Biokompatibel, yaitu kemampuan suatu material untuk berinteraksi dengan sel atau jaringan hidup tanpa menimbulkan reaksi toksik atau memicu reaksi imun saat berfungsi. Demikian juga sebaliknya, di mana tubuh tidak memberi reaksi merugikan terhadap material. Mampu menahan beban-beban mekanik yang tinggi saat sedang berfungsi, terutama beban pengunyahan Tahan terhadap korosi saat bereaksi dengan cairan-cairan di dalam tubuh Aktif dengan jaringan di sekitar tubuh sehingga terjadi osseointegrasi yaitu penyatuan material implan dengan jaringan sekitar Bahan-bahan dental implan: 1. Logam Stainless Steel Stainless steel yang digunakan adalah stainless steel austenitic dengan komposisi karbonbesi0,5%, chromium 18%, dan 8% nikel. Logam paduan cobalt-chromium-molybdenum based Komposisi logam ini terdiri dari 63% kobalt, 30% chromium, 5% molybdenum, sedikit karbon,magnesium, dan nikel. Titanium Terbagi dalam dua bentuk yaitu titanium murni dan logam campur titanium dengan campuran 6%aluminium, 4% vanadium. Logam dengan selubung permukaan Desain beberapa implan baru menggunakan titanium yang sudah diselubungi dengan lapisan tipiskeramik kalsium phosphate atau plasma semprot pada bagian substruktur implan. 2. Keramik a. Bioaktif: hidroksiapatit, bioglass. Hidroksiapatit adalah bahan yang memiliki kompatibilitas yang tinggi dan mempunyai sifatbioaktif. Hidroksiapatit (Ca5OH(PO4)3) terutama digunakan untuk bahan implan dalam usahapeninggian linggir alveolar atau mengisi cacat tulang. Bahan bioaktif lain adalah bioglass yitukeramik padat terbuat dari CaO, Na2O, P2O5 dan SiO2.

b. Non reaktif: aluminium oksida, polykristal dan single Kristal.Satu bentuk non reaktif keramik yang telah dibuktikan dengan percobaan klinik adalah aluminiumoksida, dalam benuk polykristalin atau single Kristal (sapphire). Bahan ini tidak bersifat bioaktif seperti kalsium phosphate keramik, tetapi memiliki kekakuan dan kekerasan yang tinggi. 3. Polimer dan komposit Pemakaian polimer dan komposit pada saat ini terus meluas. Polimer dibuat dalam bentuk padatdan porus digunakan untuk peninggian gigitan dan penggantian tulang. Macam-macam jenis polimer: a. Polymeric material b. Porous material meakrilat (PMMA) c. PMMA yang dikombinasi dengan vitreous carbon d. PMMa yang dikombinasikan dengan silica. 4. Karbon Gabungan-gabungan karbon digunakan untuk mengganti akar gigi pada tahun 1970-an. Bergunas ebagai pelapis implan logam dan keramik. Macam-macam bentuk karbon: a. Vitreous cabon b. Pyrolitic carbon atau low temperature iso tropic (LTI) c. Vapor deposit carbon atau ultra low temperature isotropic (ULTI) 3. flexible denture Indikasi : Untuk semua kasus gigi tiruan Pada pasien yang tidak menginginkan kunjungan yang lama Pasien yang alergi terhadap akrilik Mengutamakan estetik Tidak menginginkan pengasahan pada gigi Dapat menutupi resesi gingiva Kontraindikasi : Deep overbites (4mm atau lebih) di mana gigi anterior dapat dicopot pada gerakan ekskursi. Sisa gigi yang sedikit dengan retensi undercut yang minimal. Ruang inter-oklusal posterior yang kurang dari 4mm Bilatateral free-end distal extansions dengan ridge yang tajam atau torus lingualis padamandibula. Bilatateral free-end distal extansions pada maksila dengan atropi alveolar ridge yang parah. 4. flexible dentur kelebihan : tipis ringan untuk pasien alergi akrilik fleksibel estetik tinggi biokompatibel tahan lama nyaman

kuat mudah diinsersi Kekurangan : tidak dapat digunakan pada kasus free end harga relatif lebih mahal bukan pengantar suhu yang baik tidak untuk pemakaian jangka waktu yang lama menyerap air dan dapat berubah warna permukaannya kasar tidak bisa digunakan pad kasus full denture 5. Precision attachment Kelebihan : Mudah dibersihkan dan tidak ada masalah dengan self cleansing Kekurangan :Biaya relatif lebih mahal Prosedur yang sulit Pembuatan yang lama Kontraindikasi : Gigi dengan mahkota klinis yang pendek dan kecil Pada gigi yang ruang pulpanya yang kecil Gigi yang rotasi dan berjejal 6. Update prostodonti yang lain : Maryland Seperti bridge tetapi memiliki sayap yang dilekatkan dengan cara etching pada gigi tetangga dan gigi tersebut dilakukan preparasi.

Skema

drg. Peni

Seminar Ilmiah FKG UNAND

Update Prostodonsia

Implan

Flexible denture

kaitan presisi

maryland

update Prosthodonti yang lain

Indikasi dan kontraindikasi

kelebihan dan kekurangan

LO 1. Dental Implant Dental implant yaitu suatu pengganti gigi asli yang ideal, dengan penanaman akar gigi tiruan dengan bahan metal, mempunyai sifat & bentuk yang menyerupai gigi asli.

Indikasi : 1. Rahang atas dan rahang bawah mempunyai lengkung yang baik sehingga orientasi cukup memuaskan untuk penanaman implant dental 2. Rongga sinus pada rahang atas atau saraf pada rahang bawah harus terletak pada posisi yang tidak akan mengganggu penanaman dental implant 3. Ketebalan tulang harus cukup adekuat untuk memberi dukungan dental implant 4. Pasien peduli terhadap kesehatan rongga mulutnya dan dapat membersihkan sendiri dental implan 5. Pasien tidak mempunyai kelainanan sistemik 6. Motivasi tinggi pasien 7. Pasien kooperatif

Kontraindikasi absolut : Usia dibawah 16 tahun Gangguan hematopoesis Penyakit kasrdiovaskuler Tumor ganas Gangguan sistem imun Gangguan mental

Kontraindikasi relatif : Alergi Rheumatoid ringan Fokal infeksi menyeluruh Penyakit akut Kehamilan Adiksi obat Stres fisik

Keuntungan dental implan : 1. Meningkatkan kenyamanan. Gigi implan dapat menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat pemakaian gigi tiruan lepasan 2. Implan ditanam didalam tulang sehingga mencegah timbulnya iritasi gusi dan rasa sakit yang biasanya dapat ditimbulkan karena pemakaian gigi tiruan konvensional 3. Meningkatkan penampilan

4. 5.

6.

7.

Apabila kehilangan gigi, tulang rahang mengecil dan membuat wajah terlihat lebih tua. Dengan dental implan, bisa menghentikan proses tersebut Meningkatkan kepercayaan diri Dengan dental implan kita bisa mendapatkan hal yang sama dengan gigi asli Kemampuan bicara lebih baik Biasanya pemasangan gigi tiruan yang tidak baik dapat mengganggu bicara pasien, mengeluarkan ucapan yang tidak jelas atau terdengar bunyi klik yang mengganggu, otot-otot wajah tegang. Namun dental implan memudahkan pasien untuk berbicara dan makan dengan nyaman Fungsi mastikasi lebih efisien Kemampuan mengunyah sebanding dengan gigi asli dan tanpa penutupan palatum sehingga pasien dapat merasakan dan menikmati makanan lebih baik Memberikan perlindungan pada gig asli yang masih ada Jika memakai gigi tiruan lepasan, gigi yang tinggal dapat mengalami perubahan posisi sedangkan pada dental implant tidak, karna ruang kosong tidak ada

Klasifikasi dental implan : 1. Implant subperiosteal Terletak diatas linggir tulang dan berada di bawah periosteum untuk rahang atas dan rahang bawah yang tidak bergigi 2. Implant trassoseous / transosteal Terletak menembus tulang rahang bawah 3. Implant intramukosa / submukosa Terletak pada rahang atas yang tidak bergigi dan ditanam pada mukosa palatum, menyerupai kancing (button insert) 4. Implant endodontik Terletak ke dalam tulang melalui saluran akar gigi yang sudah dipersiapkan pengisian saluran akar , tujuannya untuk stabilisasi gigi yang memiliki akar pendek 5. Implant endoseous / endosteal Ditanam di dalam tulang menembus gusi dan periosteum. Jenis ini paling banyak digunakan oleh praktisi maupun pakar Macam macam bentuk dental implant : Blade Silinder Screw

Bahan dental implan : 1. Logam : co base alloys, coNi base alloys, stainless steel 2. Logam paduan - Titanium tantalum - Titanium vanadium - Aluminium alloy

3. Bukan logam Keramik, karbon, polimer, komposit

Bagian dental implan : 1. Infrastruktur : yang tertanam di dalam tulang dan berfungsi menggantikan akar gigi 2. Suprastruktur : fungsinya menggantikan mahkota

Syarat material dental implant : 1. Biokompatibel Yaitu kemampuan material untuk berinteraksi dengan sel atau jaringan hidup tanpa menimbulkan reaksi toksik atau memicu reaksi imun saat berfungsi 2. Mampu menahan beban mekanik yang tinggi saat berfungsi terutama beban pengunyahan 3. Non imunogenik 4. Non karsinogenik 5. Elastisitas tinggi 6. Mudah digunakan 7. Dapat meniru seperti gigi 8. Tahan terhadap korosi saat bereaksi dengan cairan tubuh 9. Aktif dengan jaringan sekitar tubuh sehingga terjadi penyatuan material implan dengan jaringan sekitar 10. Resistensi tinggi terhadap termal dan korosi 11. Dapat dibuat dalam berbagai bentuk 12. Tidak mahal

Kriteria keberhasilan dental implant ( konsensus Harvard 1978) Suatu dental implant harus dapat mendukung fungsi selama 5 tahun pada 75% kasus Kriteria subjektif keberhasilan implant : Berfungsi dengan baik Nyaman dipakai Meningkatkan estetik Meningkatkan status psikis dan mental

Kriteria objetif keberhasilan dental implant : Kerusakan tulang tidak melebihi 1/3 ketinggian vertikal protesa Keseimbangan oklusal dan dimensi vertikal yang baik Keradangan gingival bisa dirawat Mobilitas tidak melebihi 1 mm dalam segala arah Tidak adanya gejala infeksi Tidak terjadi kerusakan pada gigi di dekatnya Tidak terjadi parestesi pada canalis mandibularis , sinus maksilaris atau dasar rongga hidung

LO. 2 Flexible Denture ( valplast ) Yaitu gigi tiruan lepasan dengan bahan nylon termoplastik, lebih tipis dan fleksibel, tanpa menggunakan frame metal atau cangkolan kawat

Indikasi valplast : Pasien tidak dapat menggunakan bridge tetapi memprioritaskan penampilan / estetik Keuangan pasien terbatas Pasien tidak menginginkan prosedur invasif Pasien tidak menginginkan kunjungan rutin untuk pemeliharaan gigi tiruan Pasien alergi

akrilik

Kontraindikasi valplast : Jarak interoklusal pada bagian posterior kurang dari 4 mm karna dengan valplast perlu dipastikan adanya oklusal clearence yang cukup antara rahang atas dan rahang bawah untuk pemasangan gigi Bila ada torus mandibula atau maksila serta bentuk ridge yang knife edge pada bilateral free end , flat ridge Deep overbite ( 4 mm atau lebih) dimana gigi anterior dapat menghalangi dalam pergerakan yang tidak teratur yang tidak dianjurkan pada penggunanan immediate

Kelebihan valplast : 1. Dapat dibuat lebih tipis dan fleksibel 2. Dibuat tanpa menggunakan frame metal ( cangkolan kawat ) 3. Dapat menempel di sekitar gigi asli dan jaringan gingiva dengan aman dan lebih nyaman dibandingkan dengan gigi tiruan cangkolan logam 4. Memiliki warna dan bentuk yang menyatu dengan warna alami gingiva sehingga tak terlihat saat digunakan 5. Kuat dan tak mudah patah jika dibandingkan akrilik 6. Tidak memerlukan preparasi gigi 7. Lebih tahan lama dibanding akrilik

kekurangan valplast : 1. Lebih mahal

Prosedur pembuatan : Buat cetakan RA dan RB dengan sendok cetak Membuat relasi oklusi dan cetakan dengan sendok cetak individual Try in model malam protesa yang sudah dipasang gigi, jika pasien puas kirim ke lab dental untuk pembuatan flexible denture Insersi flexible denture, cek oklusi

Perawatan : Bersihkan protesa secara teratur setiap kali habis makan Bersihkan partikel- partikel yang menempel pada protesa dengan air mengalir Rendam dalam air 10-15 menit per hari atau semalaman minimal 3 kali seminggu Taruh di dalam air atau pembersih protesa apabila tidak dipakai utnuk mencegah permukaan menjadi kering Tetap menggosok gigi yang masih ada

LO.3

Kaitan Presisi

Kaitan merupakan suatu alat mekanis guna menambah daya /kekuatan untuk fiksasi, retensi, stabilisasi dan dapat mendukung protesa gigi. Kaitan presisi merupakan Suatu retainer yang dipakai pada bidang prostodontik baik untuk fixed dan removabel yang terdiri dari bagian metal (matrix), dan bagian untuk mengkaitkan ( patrix ). Matrix terletak dibawah kontur terbesar mahkota gigi penyangga yang normal atau yang melebar. Bagian Patrix adalah kaitan pada pontik atau frame denture. Indikasi penggunaan kaitan presisi yaitu disaat pertimbangan Estetik yang diminta oleh pasien, tidak dapat diberikan dengan penggunaan GTL konvensional. Sedangkan kontraindikasinya yaitu, jika pertimbangan estetik sudah cukup memuaskan pasien dengan penggunaan desain clasp konvensional. Aplikasi ini lebih kepada gigi yang menahan GTL. Ada beberapa pembagian kaitan presisi. Menurut Korenhof (berdasarkan derajatnya), terdiri dari: a. derajat 0 : tidak diperbolehkan gerakan antara patrix dan matrix b. derajat 1 : gerakan rotasi seperti engsel c. derajat 2 : rotasi pada bidang sagital dan translasi pada bidang vertikal Menurut Preiskel (berdasarkan bentuk penjangkaran) 1. 2. 3. 4. 5. Intrakoronal ekstrakoronal tombol batang selongsong sekrup atau paku

Menurut Alan G & Jhonson W 1. klas I : kaitan mahkota, I A : Ekstrakoronal, I B : Intrakoronal 2. klas II : kaitan permukaan akar, II A : tipe pentul , II B : batang, II C : magnit Kaitan Intrakoronal merupakan kaitan yang melekat dibawah kontur terbesar gigi (bagian mahkota gigi )asli yang normal. Keuntungannya dapat digunakan gigi penyangga dan kontur prothesa pada kondisi jaringan periodontal yang sehat, dapat dipakai saat berkurangnya jarak antar lengkung/arch yang tampak pada penyesuaian mekanisme kaitan dan posisi gigi tiruan dan meningkatkan penyaluran daya /kekuatan gigi penyangga di bagian apikal secara langsung. Sedangkan kekurangannya yaitu, membutuhkan modifikasi gigi yang besar untuk menempatkan kaitan matrix, dan membutuhkan

dimensi okluso-gingival yang adekuat dari gigi penyangga untuk fiksasi efektif. Kesejajaran sisi intrakoronal kaitan presisi biasanya dibutuhkan lebih kurang 4 mm dari dimensi okluso-gingival , tinggi mahkota harus 7 mm agar tersedia embrasur proksimal dari okluso-gingival yang adekuat. Kaitan Ekstrakoronal merupakan suatu kaitan yang meluas keluar atau letaknya diluar bagian mahkota gigi asli. Keuntungankaitan ini yaitu, berkurangnya kebutuhan perluasan modifikasi gigi, dan kebutuhan akan tinggi okluso-gingival dari gigi penyangga berkurang. Sedangkan kekurangannya yaitu, penggabungan elemen yang dihasilkan kontur gigi penyangga atau prothesa tidak kondusif pada jaringan periodontal sehat, dibutuhkan jarak antar lengkung/arch pada penyesuaian mekanisme kaitan dan posisi gigi tiruan yang adekuat, dan kemampuan terhadap kekuatan yang langsung terdapat pada sumbu panjang gigi penyangga dapat di kompromikan. Daya vertikal adalah bagian eksternal pada batas mahkota klinis dari gigi penyangga. Pemasangan kaitan presisi berdasarkan hasil diagnosa merupakan hal penting untuk memeriksa panjang kaitan yang akan digunakan dan pemasangan secara detail untuk menghindari kesalahankesalahan yang mungkin terjadi. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangankan untuk perawatan kaitan presisi Pertama, kemampuan dukungan Jaingan dento alveolar. Dukungan tulang alveolar yang baik dibutuhkan seiring peningkatan daya yang akan digunakan pada gigi penyangga. Yang harus diperhatikan yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Jaringan periodontal yang sehat & higienis Index tulang alveolar Morfologi akar Tinggi mahkota okluso-gingival Rasio akar dan mahkota Kebutuhan untuk fixed splinting dari gigi penyangga

Kedua, kebutuhan dukungan jaringan mukosa tulang. Dukungan jaringan mukosa tulang yang baik dibutuhkan untuk mengurangi kekuatan lain yang langsung pada gigi penyangga, khususnya pada mukosa gigi yang menahan GTL. Yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Indeks basal dan residual bone ridge 2. Mukosa yang sehat & higienis 3. Pertimbangan anatomis, seperti kontur palatal (Palatum durum yang cukup luas memberikan dukungan yg menguntungkan ) dan tinggi dan kesesuaian residual ridge Ketiga, dukungan dari penggunaan kekuatan/daya. Kekuatan fungsional yang berlebih akan meningkatkan antisipasi beban pada jaringan pendukung. Yang perlu diperhatikan yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Oklusi yang berlawanan Dukungan daya otot Kebiasaan parafungsional Lamanya rentang odontulous Riwayat kegagalan prothesa Riwayat toleransi minimnya dukungan jaringan.

Kentungan dari kaitan presisi yaitu:

Estetis Kecembungan stabilitas Mencegah penimbunan sisa makanan Mengurangi tekanan pada gigi penyangga tidak menimbulkan beban lateral

Kerugian dari kaitan presisi yaitu: Preparasi luas pada gigi penyangga Harga semakin mahal dan waktu perawatan panjang Panjang mahkota dan besarnya pulpa Kesulitan pemasangan

LO.4

Maryland/ adhesive bridge

Maryland bridge adalah salah satu jenis dari gigi tiruan jembatan dimana bagian pontiknya terbuat dari porselen atau akrilik. Sedangkan kedua sayapnya terbuat dari metal atau bisa juga dari komposit. Sayap dari Maryland bridge ini dilekatkan pada kedua sisi dari gigi penyangga dengan penyemenan. Kelebihan dari Maryland bridge adalah tidak diperlukannya pengurangan gigi yang banyak pada saat preparasi. Pengurangan gigi hanya dilakukan untuk menyiapkan tempat saat sayap akan dilekatkan pada gigi penyangga. Jadi preparasi yang dilakukan tidaklah maximal.dan juga saat preparasi dilakukan, tidak diperlukan penggunaan anastesi pada pasien, kerna hanya akan melakukan pengasahan yang minimal pada gigi penyangga, kecuali pada pasien yang memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi. Kekurangan dari gigi tiruan ini adalah hanya bisa diindikasikan pada pasien yang memiliki kasus dengan space yang kecil atau terjadi kehilangan gigi tidak banyak Indikasi 1-2 gigi (pontik) anterior/posterior Splinting periodontal Pasien muda (pulpa masih besar) Space maintenance

Kontraindikasi Kebiasaan jelek Kehilangan gigi lebih dari 2 Mahkta klinis kurang memadai

Embrasure kurang

Untuk mendapatkan retensi dan stabilitas yang baik, maka terlebih dahulu dilakukan survey model agar didapatkan permukaan terbesar dari gigi yang akan kita pertimbangkan untuk preparasi gigi penyangga. Retensi pada adhesive bridge ini ada dua, yaitu retensi makro mekanis dan retensi mikro mekanis. Retensi makro didapatkan dari pengasahan minimal yang meliputi prinsip preparasi dan prinsip desain dan modifikasi desain apakah diperlukan pembuatan onlay, inlay atau mahkota yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Prinsip desain
Memiliki komponen retainer oklusal

Memiliki komponen retainer lingual

Memilki retainer bukal

Prinsip preparasi desain Menciptakan arah pasang tunggal yaitu secara vertikal Membentuk proksimal sehingga membentuk wrap around Sandaran oklusal Akhiran servikal berbentuk knife edge dengan akhiran pada 1 mm diatas supra gingiva

Untuk mempreparasi gigi penyangga di anterior, bagian yang harus dipreparasi adalah bagian proksimal dan singulum. Untuk gigi posterior, bagian proksimal, lingual/ palatal, dan oklusal. Pada preparasi proksimal harus menciptakan dinding yang sejajar. Mengasah setebal 1 mm dari margin menggunakan bur intan tapered 0,3mm -0,5mm. Tujuan preparasi proksimal agar didapatkan retensi dan stabilitas yang baik, arah pasang vertikal, dan mencegah bergerak ke arah bukolingual. Pada preparasi oklusal haruslah berbentuk spoon shape dengan kedalaman 0,75 sampai 1 mm menggunakan round bor no 6 dan lebar sepertiga mesio distal atau 1,5 sampai 2 mm dari dinding proksimal ke arah fossa sentral. Preparasi oklusal ini bertujuan untuk menahan pergerakan sewakru berfungsi. Kemudian preparasi lingual/ palatal, dilakukan dengan mengurangi kecembungan gigi agar memeudahakan arah pasang. Untuk gigi anterior, preparasi singulum ditamabhkan dimple untuk menambah retensi.

Selain retensi makro mekanis, adhesive bridge juga memiliki retensi mikro mekanis yaitu dari permukaan gigi yang didaptkan dari etsa asam sehingga menghasilkakan mikro porous dan permukaan logam yang didapatkan dari etsa kimia( klinik), etsa elektrolisa( lab), dan sandblaster( lab). Adhesive bridge dipasang dengan semen yaitu adhesive resin cement yang mengandung dimethacrylate resin dan glass filler dan self adnesive resin cement yang mengandung diacrylate resin dengan acidic dan adhesive group dan glass filler. Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan lekat maryland, yaitu: 1. Kekuatan lekat antara enamel dan resin 2. Kekuatan kohesi adhesive resin 3. Kekuatan lekat antara resin dan logam LO. 5. Update Prostodontia yang lain A. CAD/CAM dentistry(Computer-Aided Design and Computer-Aided Manufacturing in dentistry) Merupakan teknologi terkini dari kedokteran gigi yang menggunakan Cad atau Cam teknologi yang digunakan untuk dental restorasi seperti pembuatan crowns, crown lays, veneers, inlays and onlays, fixed bridges, dental implant restorations and orthodontic appliances. alat yang terintegrasi menggunakan kamera, komputer dan mesin pembuat onlay. Dokter gigi menggunakan kamera khusus untuk mengambil gambar gigi yang rusak, kemudian gambar di tampilkan di layar. Dokter gigi mendesain bentuk restorasi di layar dengan CAD sedangkan alat kemudian secara otomatis membuat restorasi di saat pasien menunggu. Dalam waktu singkat restorasi selesai, dokter gigi bisa langsung menginsersi restorasi tersebut. Semua proses ini hanya membutuhkan waktu 1 jam saja, jauh lebih singkat bila kita mengirim ke lab. B. Implan Zirconia

Gambar 2. Implant Zirconia Sumber:http://www.google.co.id/images?hl=id&q=zirconia+dental&um=1&ie=UTF8&source=univ&ei=ZTDTOKQAsGecKqzucwN&sa=X&oi=image_result_group&ct=title&resnum=2&ved=0CCwQs AQwAQ&biw=1366&bih=551

Implan yang terbuat dari zirkonia telah digunakan secara luas selama beberapa tahun terakhir. Beberapa perusahaan di Eropa (Nobel Biocare, Oral Iceberg, Straumann, dan lain-lain) telah bereksperimen dengan perangkat implan yang terbuat dari zirkonia dimana menunjukkan bahwa implant zirconia ini bias menggantikan kedudukan dari titanium dan dapat meningkatkan kesehatan periodontal. Zirkonia implan yang digunakan di Eropa banyak digunakan untuk menggantikan gigi di bagian anterior dan hasilnya sangat baik. Satu penelitian di Jerman melaporkan bahwa tingkat kelangsungan hidup setinggi 96,6 persen. 23 Selama berabad-abad, implan gigi yang dibuat dari bahan titanium murni telah menunjukkan keberhasilan di seluruh dunia. Material ini menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi serta biokompatibel. Branemak menemukan bahwa titanium murni dapat menyatu dengan tulang di sekitarnya. Sebagai hasil penemuan tersebut, Osseointegrasi didefinisikan sebagai kontak langsung dari tulang vital dengan permukaan sebuah implan tanpa lapisan jaringan penghubung di antaranya. Pada tahun 1985, definisi ini disempurnakan sebagai struktur dan hubungan fungsional langsung antara tulang vital dengan permukaan implan.24 Berbeda dengan titanium, full ceramic material memiliki kecenderungan penurunan korosi. Ceramic material memiliki sifat inert (tidak lembam) dan daya larut yang rendah. Bahan ini juga menunjukkan resistensi temperatur yang baik dan konduktivitas elektrik yang rendah. Aspek negatif dari titanium yang telah disebutkan sebelumnya tidak ditemukan pada ceramic material. Lebih jauh lagi, penggunaan titanium dapat tidak bermanfaat dalam hal estetik jika bahan tersebut berkilau di sepanjang bukal gingival yang tipis. Masalah ini dapat meningkat dengan adanya reaksi lokal dari jaringan lunak saat berinteraksi dengan titanium.24

Gambar 3. Pemasangan Implant Zirconia pada Pasien Sumber:http://www.google.co.id/images?hl=id&q=zirconia+dental&um=1&ie=UTF8&source=univ&ei=ZDTOKQAsGecKqzucwN&sa=X&oi=image_result_group&ct=title&resnum=2&ved=0CCwQsAQw AQ&biw=1366&bih=551 Perawatan gigi terbaru hanya diizinkan untuk implan yang terbuat dari titanium murni, tetapi kedokteran gigi telah menemukan cara untuk menghindari potensi titanium berbahaya dan sekarang telah memberikan penerapan implan berbasis zirconium. Laporan kasus berikut merupakan salah satu dari 70 kasus penggantian gigi selama 2,5 tahun terakhir dengan implan yang bebas logam. Pasien mengalami kehilangan beberapa gigi setelah preparasi untuk mahkota dan jembatan. Pasien tersebut meminta agar giginya dikembalikan seperti sedia kala dengan restorasi yang bebas dari logam. Implant titanium tidak diterima. Dengan informed consent dari pasien, implan 8 buah zirconium dioxide zirconia dibuat dan diinsersikan pada bulan April 2002. Implan tersebut merupakan mahkota zirconia bebas logam yang digunakan setelah penyembuhan dalam jangka waktu 6 bulan. Sama halnya dengan insersi implan, pengangkatan sinus

pada region 15 dan 16 juga dilakukan. Kedelapan implant tersebut menunjukkan stabilitas primer dan osseointegrasi dari kedelapan implant tersebut juga berhasil. Selama fase penyembuhan, pasien diinstruksikan mengenakan splint pelindung untuk menghindari tekanan pada implant. Saat pembukaan dengan proses bedah jaringan lunak, dan pemasangan mahkota, tidak satupun dari implant tersebut menunjukkan kehilangan atau mobilitas, namun ditemukan adanya bunyi saat diperkusi. Tes radiologi tidak dilakukan pada wanita yang sedang hamil. Selama bedah pembukaan attached gingival, dipasangkan pasak dari zirconia. Hasil preeliminari menunjukkan bahwa rehabilitasi dengan bahan bebas logam tidak hanya mungkin untuk dilakukan namun juga menunjukkan manfaat yang baik bagi kesehatan jaringan periodontal yang dipasangkan implan serta mendukung estetik. Dilihat dari sudut pandang kesehatan, keuntungan dari zirconia implan adalah:

Tidak ada reaksi alergi Tidak korosiTahan terhadap Tingkat asam yang dihasilkan

Zirkonium implan gigi telah digunakan di Eropa tetapi belum di Amerika Serikat. Beberapa orang tidak ingin menempatkan logam [titanium] dalam tulang karena banyak menimbulkan peradangan maupun alergi peradangan yang sekarang sedang dikaitkan dengan penyakit jantung dan kanker sehingga mungkin zirkonium implant gigi mungkin lebih aman. Titanium implan gigi lebih rentan terhadap peradangan dari implan zirconium. Oleh karena itu lebiha banyak orang memilih implan zirconium untuk pemasangan implan gigi.