Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

DEMAM BERDARAH DENGUE


A. DEFINISI
Demam dengue/of dan demam berdarah dengue/DBD(Dengue haemorrhagie
fever) DHF adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan
manifikasi klinis demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disetai leukopenia, ruam
limfa denopati, trombositopenia dan ditesis hemoragif pada DBD terjadi
perembesan plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi (Peningkatan
hematocrit) atau penumpukan cairan dirongga tubuh.
Demam Berdarah Dengue diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Derajat I :Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket
positif, trombositopenia, dan hemokosentrasi.
2. Derajat II : Derajat I disertai perdarahan spontan dikulit atau perdarahan lain
3. Derajat III : Kegagalan sirkulasi : nadi cepat dan lemah, hipotensi, kulit dingin
lembab, gelisah.
4. Derajat IV : Renjatan berat, denyut nadi, dan tekanan darah tidak dapat diukur.
Yang disertai dengan Dengue Shock Sindrom.

B. ETIOLOGI
Virus dengue tergolong dalam family Flaviviridae dan dikenal ada 4
serotipe. Dengue 1&2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia II,
sedangkan dengue 3 & 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 19531954. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termolabil, sensitif terhadap
inaktivasi oleh dietileter dan natrium dioksilat, stabil pada suhu 700C (Djamin,
2013).
Vektor utama dengue di Indonesia adalah nyamuk Aedes aegypti, di
samping pula Aedes albopictus. Vektor ini mepunyai ciri-ciri (Djamin,2013):
1. Badannya kecil, badannya mendatar saat hinggap
2. Warnanya hitam dan belang-belang
3. Menggigit pada siang hari
4. Gemar hidup di tempat tempat yang gelap
5. Jarak terbang <100 meter dan senang mengigit manusia

6. Bersarang di bejana-bejana berisi air jernih dan tawar seperti bak


mandi, drum penampung air, kaleng bekas atau tempat-tempat yang
berisi air yang tidak bersentuhan dengan tanah.
7. Pertumbuhan dari telur menjadi nyamuk sekitar 10 hari.

C. FATHOFISIOLOGI
Virus Dengue akan masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes
Aegepty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody dan terbentuklah
kompleks virus antibodi, dalam sirkulasi akan mengaktifasi sistem komplemen.
Akibat aktifasi C3 danC5 akan dilepas C3a dan C5a, 2 peptida berdaya untuk
melepaskan histamin dan merupakan mediator kuat sebagai faktor meningginya
permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma melalui
endotel dinding itu.

D. MANIFESTASI KLINIS
1. Demam tinggi 5-7 hari.
2. Perdarahan, terutama perdarahan bawah kulit ; ptekie, ekhimosis,
3. Epistaksis, hematemesis, melena, hematuria.
4. Mual, muntah, tidak ada napsu makan, diare, konstipasi.
5. Nyeri otot, tulang dan sendi, abdomen dan ulu hati.
6. Sakit kepala.
7. Pembengkakan sekitar mata.
8. Pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening.
9. Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah
menurun, gelisah, capillary reffil time lebih dari dua detik, nadi cepat dan
lemah).

Pada bayi dan anak-anak kecil biasanya berupa:


1. Demam disertai ruam-ruam makulopapular.

2. Pada anak-anak yang lebih besar dan dewasa, bisa dimulai dengan demam
ringan atau demam tinggi (>390C) yang tiba-tiba dan berlangsung selama 2
- 7 hari, disertai sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan
otot, mual-muntah dan ruam-ruam.
3. Bintik-bintik perdarahan di kulit sering terjadi, kadang kadang disertai
bintik-bintik perdarahan di farings dan konjungtiva.
4. Penderita juga sering mengeluh nyeri menelan, tidak enak di ulu hati, nyeri
di tulang rusuk kanan dan nyeri seluruh perut.
5. Kadang-kadang demam mencapai 40 - 410C dan terjadi kejang demam pada
bayi.

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Darah lengkap : hemokosentrasi (hematokrit meningkat 20 % atau lebih),
trombositopenia (100.000/mm3 atau kurang)
2. Serologi uji HI (hemoglutination inhibition test)
3. Rontgen toraks : efusi pleura. (Suriadi dan Rita Yuliani, 2006).
F. MASALAH YANG LAZIM MUNCUL
1.Ketidak efektifan perfusi jaringan perifel b.d kebocoran plasma darah.
2. Nyeri akut.
3. Hipertermia b.d proses infeksi virus dengue.
4. Kekurangan volume cairan b.d pendarahan cairan intravaskuler ke
ekstravaskuler.
5. Resiko pendarahan b.d penurunan faktor-faktor pembekuan darah.

ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1. Identitas
Nama

: Ny. F

Umur

: 17 Thn

Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Alamat

: Citereup.

Pekerjaan

: Pegawai.

2. KELUHAN UTAMA
- Keluhan Utama Saat MRS
- Keluhan Utama Saat Pengkajian

: Pusing, lemas
: Demam

3. DIAGNOSA MEDIS
Demam Berdarah Dengue

4. RIWAYAT KESEHATAN
- Riwayat Penyakit Sekarang :
Klien mengatakan pusing disertai demam 1 minggu dan lemas

Riwayat Kesehatan Yang Lalu :


Klien mengatakan sebelumnya klien belum pernah terkena penyakit DBD

Riwayat Kesehatan Keluarga :


Tidak terkaji.

5. PEMERIKSAAN FISIK
- Pemeriksaan TTV :
S : 39C
N : 82x/menit
RR : 22x/menit
-

Pemeriksaan kepala :
Tidak terdapat nyeri tekan pada kepala
Pemeriksaan mata :
1. Mata kanan dan kiri simetris
2. Tidak terdapat nyeri tekan disekitar mata
3. Fungsi penglihatan normal
Pemeriksaan telinga :
1. Telinga kanan dan kiri simetris
2. Tidak terdapat pendarahan
3. Tidak terdapat nyeri tekan disekitar telinga

4. Fungsi pendengaran normal


Pemeriksaan hidung dan sinus :
1. Lubang hidung kanan dan kiri simetris
2. Terdapat sekresi
3. Tidak terdapat pendarahan
4. Fungsi penciuman normal
Pemeriksaan mulut :
1. Mukosa mulut nampak kering
2. Tidak terdapat stomatitis
Pemeriksaan leher :
Tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid
Pemeriksaan dada :
Pengembangan dada bagian kiri dan kanan simetris
Pemeriksaan abdomen :
1. Warna kulit sawo matang
2. Tidak terdapat nyeri tekan
Pemeriksaan ekstremitas :
1. Ekstremitas atas
: tangan kanan dan kiri dapat bergerak dengan
bebas
2. Ekstremitas bawah : kaki kanan dan kiri dapat bergerak dengan bebas

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
ANALISA DATA
1. DS :
- Klien mengatakan demam selama 1 minggu
DO:
-

Tubuh kelien terasa hangat


Suhu tubuh 39C
Kulit nampak kemerahan

Dx : Peningkatan suhu tubuh (hipertermia) b.d infeksi virus.

2. DS :
- Klien mengatakan tubuhnya terasa lemas
- Klien mengatakan merasa kesulitan saat bergerak
-

DO:
Klien nampak lemas
Klien hanya berbaring ditempat tidur
Dx : Gangguan aktivitas sehari-hari b.d kelemahan tubuh.

3. DS :
- Klien mengatakan mual dan kadang muntah
- Klien mengatakan demam sering terjadi di pagi dan malam hari
-

DO:
Klien nampak lemas
Bibir klien nampak kering dan pucat
Kulit klien nampak kemerahan
Dx : Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b.d permeabilitas
kapiler, muntah dan demam.

DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL :


1. Peningkatan suhu tubuh (hipertermia) b.d infeksi virus.
2. Gangguan aktivitas sehari-hari b.d kelemahan tubuh.
3. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b.d permeabilitas kapiler, muntah
dan demam.

C. INTERVENSI KEPERAWATAN

1. Peningkatan suhu tubuh b.d (hipertermia) b.d infeksi virus.


Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam diharapkan tanda
tanda vital dalam rentan normal.

Kriteria Hasil :
-

Suhu tubuh dalam rentan normal 36C-37,5C


Nadi dan RR dalam rentan normal

Intervensi keperawatan :
1. Monitor suhu sesering mungkin
R/ Untuk mengetahui perkembangan suhu klien
2. Monitor Nadi dan RR klien
R/ Untuk mengetahui perkembangan Nadi dan RR klien
3. Berikan penjelasan mengenai penyebab demam atau peningkatan suhu
tubuh.
R/ Untuk memberikan pengetahuan pemahaman tentang penyebab dan
memberikan kesadaran kebutuhan belajar.
4. Catatlah asupan dan keluaran cairan.
R/ Untuk mengetahui keseimbangan cairan tubuh klien

2. Gangguan aktivitas sehari-hari b.d kelemahan tubuh.


Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam klien diharapkan
dapat istirahat sesuai kebutuhan.
Kriteria Hasil :
- Klien dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan
- Kebutuhan istirahat klien dapat terpenuhi
Intervensi keperawatan :
1. Bantulah klien untuk memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari
R/ Untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat melakukan aktivitas
2. Libatkan keluarga dalam memenuhi kebutuhan klien
R/ Agar klien merasa nyaman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh
3. Dekatkan dan siapkan alat-alat yang dibutuhkan di dekat klien
R/ untuk mempermudah klien dalam mengambil keperluannya

3. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b.d permeabilitas kapiler,


muntah dan demam
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam Anak diharapkan
menunjukkan terpenuhinya tanda-tanda kebutuhan cairan.
Kriteria Hasil :
- Klien mendapatkan cairan yang cukup
- Menunjukan tanda-tanda hidrasi yang adekuat
Intervensi Keperawatan :
1. Monitor keadaan umum klien
R/ Untuk mengetahui perkembangan penyakit
2. Observasi tanda-tanda vital setiap 2-3 jam
R/ Untuk meningkatkan hidrasi dan mencegah dehidrasi
3. Monitor nilai laboratorium : elektrolit darah, serum albumin.
R/ Untuk menentukan adanya ketidakseimbangannya cairan
4. Monitor dan mencatat berat badan.
R/ Untuk melihat perkembangan nutrisi klien

D. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
1. Peningkatan suhu tubuh b.d (hipertermia) b.d infeksi virus.
Implementasi keperawatan :
1. Memonitor Suhu sesering mungkin
2. Memonitor Nadi dan RR Klien
3. Memberikan penjelasan mengenai penyebab demam atau peningkatan
suhu tubuh
2. Gangguan aktivitas sehari-hari b.d kelemahan tubuh.
Implementasi keperawatan :
1. Membantulah klien untuk memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari.
2. Mendekatkan dan siapkan alat-alat yang dibutuhkan di dekat klien
3. Melibatkan keluarga dalam memenuhi kebutuhan klien
3. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b.d permeabilitas kapiler,
muntah dan demam
1. Memonitor keadaan umum klien
2. Mengobservasi tanda-tanda vital setiap 2-3 jam
3. Memonitor dan mencatat berat badan

E. EVALUASI KEPERAWATAN
1. Peningkatan suhu tubuh b.d (hipertermia) b.d infeksi virus.
-

Evaluasi keperawatan :
S : Klien mengatakan tidak demam lagi.
O : S=36,5 C.
A : Masalah teratasi.
P : Intervensi dihentikan.

2. Gangguan aktivitas sehari-hari b.d kelemahan tubuh.


-

S : Klien mengatakan lemas berkurang.


O : Klien mulai beraktivitas sendiri
A : Masalah teratasi.
P : Intervensi dihentikan.

3. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b.d permeabilitas


kapiler, muntah dan demam.
-

S : Klien mengatakan sudah tidak merasa mual lagi.


O : Klien mulai bisa makan seperti biasa

A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan.