Anda di halaman 1dari 37

MAKALAH

ANATOMI SISTEM SIRKULASI (CARDIOVASCULER)

DOSEN PEMBIMBING : GHAZALI INDRA PUTRA, M.Or.

DISUSUN OLEH KELOMPOK III:


1. RENDI GUNTUR
2. AGUS ANDRIKO PUTRA SZ
3. MUHARDI
4. SUTRA JUANDA
5. RUSMIATI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO
TAHUN AKADEMIK 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan yang maha esa. Atas
kehendaknya, saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan Judul Makalah
Anatomi Sistem Sirkulasi (Cardiovasculer).
Dengan selesainya makalah ini penuis mengucapkan banyak terimakasih
kepada guru pembimbing yang telah banyak memberi bantuan kepada penulis
demi terselesainya makalah ini dengan baik.
Selanjutnya penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak
mengalami kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis
berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi khususnya dan bagi pembaca
umumnya.

Muara Bungo,

Februari 2016

Penulis

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................

ii

DAFTAR ISI ..........................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................

A. Latar Belakang .......................................................................

B. Rumusan Masalah ..................................................................

C. Tujuan Pembuatan ..................................................................

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................

A. Pengertian dan Fungsi Sistem Sirkulasi .................................

B. Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran darah ........................

C. Bagian Bagian Darah...........................................................

D. Alat Alat Peredaran Darah ..................................................

21

E. Proses Peredaran Darah ..........................................................

28

BAB III PENUTUP ...............................................................................

32

A. Kesimpulan ............................................................................

32

B. Saran ......................................................................................

33

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................

34

iii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Agar dapat beraktivitas, manusia memerlukan O2 sebagai sumber bahan
bakar penghasil energi yang diangkut melalui sistem peredaran darah. Sistem
peredaran darah manusia disebut Sistem Kardiovaskuler (Yunani, kardia: jantung;
vasculum: pembuluh). Sistem ini berguna untuk mengangkut zat makanan dan
oksigen ke seluruh tubuh. Mengangkut sisa metabolisme dari jaringan ke organ
ekresi, dan mengedarkan hormon serta kelenjar endokrim kebagian-bagian tubuh
tertentu. Karena darah mengalir melalui saluran atau pembuluh, maka sistem
peredaran manusia bersifat tertutup. Sistem kardiovaskuler terdiri atas jantung,
pembuluh darah dan darah. Namun banyak sekali ganguan yang dapat terjadi pada
sistem peredaran darah contohnya Leukimia.

B. Rumusan Masalah
a. Apa itu sistem sirkulasi ?
b. Apa struktur dan fungsi dari sistem sirkulasi pada manusia ?
c. Apa saja kelainan yang mungkin terjadi pada sistem sirkluasi ?

C. Tujuan Pembuatan
a. Untuk mengetahui struktur dan fungsi dari sistem sirkluas.
b. Untuk mengetahui bagian bagian darah.
c. Untuk mengetahui kelainan kelainan yang mungkin terjadi pada sistem
peredara darah manusia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Fungsi Sistem Sirkulasi


Sistem Sirkulasi atau Sistem Peredaran Darah adalah suatu sistem yang
berhubungan dengan pergerakan darah di dalam pembuluh darah dan
perpindahann darah dari satu tempat ke tempat lain. Fungsi sistem peredaran
darah manusia untuk mengangkut darah dan oksigen dari paru-paru ke berbagai
jaringan tubuh. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sistem limfatik
merupakan perpanjangan dari sistem peredaran darah manusia yang meliputi
sistem kekebalan yang dimediasi sel dan antibodi-mediated. Komponenkomponen sistem peredaran darah manusia termasuk jantung, darah, sel darah
merah dan putih, trombosit, dan sistem limfatik.

Gambar : Sistem Peredaran Darah

Fungsi sistem peredaran darah :


1. Mengangkut nutrisi (zat makanan) dari usus ke seluruh tubuh.
2. Mengangkut zat ampas dari jaringan tubuh ke alat pembuangan.
3. Mengangkut O2 dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh.
4. Mengangkut CO2 dari seluruh jaringan tubuh ke paru paru.

5. Mengangkut hrmon dari kelenjar endoktrin ke tempat sasaran.


6. Mendistribusikan panas dari sumbernya ke seluruh bagian tubuh.
B. Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran darah
1. Hati
Hati manusia adalah berukuran sebesar kepalan tinju. Ini berisi empat ruang
: atrium dua dan dua ventrikel. Darah miskin oksigen memasuki atrium kanan
melalui vena besar yang disebut vena cava. Darah melewati katup trikuspid ke
ventrikel kanan. Selanjutnya, darah dipompa melalui arteri pulmonalis ke paruparu untuk pertukaran gas. Kembali darah yang kaya oksigen ke atrium kiri
melalui darah yang kaya oksigen paru vein.The mengalir melalui bikuspid ( mitral
) katup ke ventrikel kiri, dari yang dipompa melalui arteri utama, aorta. Dua katup
semilunar disebut katup ditemukan dalam arteri pulmonalis dan aorta.
Ventrikel kontrak sekitar 70 kali per menit, yang merupakan denyut nadi
seseorang. Tekanan darah, sebaliknya, adalah tekanan yang diberikan terhadap
dinding arteri. Tekanan darah diukur dengan mencatat ketinggian yang kolom
merkuri dapat didorong oleh darah menekan dinding arteri. Tekanan darah normal
adalah ketinggian 120 milimeter air raksa selama kontraksi jantung ( sistole ), dan
tinggi 80 milimeter air raksa selama relaksasi jantung ( diastole ). Tekanan darah
normal biasanya dinyatakan sebagai 120 di atas 80.
Arteri koroner memasok darah ke otot jantung. Jantung dikendalikan oleh
saraf yang berasal di sisi kanan di daerah atas atrium di node sinoatrial. Node ini
disebut alat pacu jantung. Ini menghasilkan impuls saraf yang menyebar ke node
atrioventrikular dimana impuls diperkuat dan menyebar ke daerah lain jantung
dengan saraf yang disebut serat Purkinje.

Gambar : Hati

2. Darah
Darah adalah suatu jaringan tubuh yang berada pada pembuluh darah.
Bagian cairan darah, theplasma, adalah cairan kekuning-kuningan terutama terdiri
dari air. Semua nutrisi penting, hormon, dan protein pembekuan serta produk
limbah diangkut dalam plasma. Sel darah merah dan sel darah putih juga
ditangguhkan dalam plasma. Plasma dari mana protein pembekuan telah dihapus
adalah serum.
Fungsi Darah :
1) Membawa nutrien dari saluran pencernaan ke seluruh jaringan tubuh.
2) Membawa O2 dari paru paru ke jaringan.
3) Membawa CO2 dari jaringan ke paru paru.
4) Membawa produk buangan dari berbagai jaringan ke ginjal untuk di
ekskresikan.
5) Membawa hormon dari kelenjar endoktrin ke organ dalam tubuh
6) Mengendalikan suhu tubuh.
7) Mempertahankan keseimbangan air.
8) Mengandung faktor penting untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit.

3. Sel Darah Merah


Sel darah merah adalah eritrosit. Ini adalah sel berbentuk disk yang
diproduksi di sumsum tulang. Sel darah merah tidak memiliki inti, dan sitoplasma
mereka dipenuhi dengan hemoglobin.
Hemoglobin adalah protein pigmen merah yang mengikat secara longgar
untuk atom oksigen dan molekul karbon dioksida. Ini adalah mekanisme
transportasi zat-zat ini. ( Karbon dioksida Banyak juga diangkut sebagai ion
bikarbonat. ) Hemoglobin juga mengikat karbon monoksida. Sayangnya,
mengikat ini ireversibel, sehingga sering menyebabkan keracunan karbon
monoksida.
Sebuah sel darah merah beredar selama sekitar 120 hari dan kemudian
dihancurkan di limpa, organ yang terletak dekat perut dan terutama terdiri dari
jaringan kelenjar getah bening. Ketika sel darah merah hancur, komponen besi

yang diawetkan untuk digunakan kembali dalam hati. Sisa dari hemoglobin
diubah menjadi bilirubin. Ini amber substansi adalah pigmen utama dalam
empedu manusia, yang diproduksi di hati.
Sel darah merah umumnya memiliki kekebalan-merangsang polisakarida
yang disebut antigen pada permukaan sel mereka. Individu yang memiliki antigen
A memiliki golongan darah A (serta antibodi anti B), individu yang memiliki
antigen B memiliki golongan darah B (serta anti A antibodi), individu yang
memiliki antigen A dan B memiliki golongan darah AB (namun tidak ada anti A
atau anti B antibodi), dan individu tidak memiliki antigen memiliki golongan
darah O (serta anti A dan antibodi anti B).

4. Sel Darah Putih


Leukosit (sel darah putih) ,bentuknya berubah ubah ,dan memiliki inti.
Leukosit dibentuk di sumsum tulang dan kelenjar limfa. Bentuk leukosit tidak
tetap karena bersifat amoeboid, diapedesis, dan fagositosis. Amoeboid artinya
dapat bergerak bebas. Diapedesis artinya dapat menembus dinding pembuluh
kapiler. Fagositosis, yaitu dapat membunuh kuman dengan cara memakannya.
Jumlah leukosit normal adalah 4.000 10.000 per mm3 darah. Saat terjadi infeksi,
jumlahnya dapat melebihi 10.000 per mm3 darah yang disebut leukositosis. Jika
kadar leukosit kurang dari 4.000 per mm3 disebut menderita penyakit leukopenia.
Leukosit berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh dan kekebalan,yaitu
membunuh dan memakan mikroorganisme dan zat asing yang masuk ke dalam
tubuh.

Macam macam leukosit :


1. Agranulosit
Sel leukosit yang tidak mempunyai granula di dalamnya. Terdiri dari:
Limfosit dan Monosit.
2. Granulosit
Terdiri dari : Neutrofil, Eosinofil, Basofil.

5. Trombosit
Trombosit adalah fragmen darah berbentuk cakram kecil yang diproduksi
dalam sumsum tulang. Mereka tidak memiliki inti dan jauh lebih kecil dari
eritrosit. Juga dikenal teknis asthrombocytes, mereka berfungsi sebagai bahan
awal untuk pembekuan darah. Trombosit mematuhi merusak dinding pembuluh
darah, dan tromboplastin dibebaskan dari jaringan yang terluka. Tromboplastin,
pada gilirannya, mengaktifkan faktor pembekuan lainnya dalam darah. Seiring
dengan ion kalsium dan faktor lainnya, tromboplastin mengubah protrombin
protein darah ke trombin. Trombin kemudian mengkatalisis konversi yang
fibrinogen protein darah ke protein yang disebut fibrin, yang membentuk mesh
tambal sulam di lokasi cedera. Seperti sel-sel darah yang terjebak dalam jaring,
sebuah bentuk bekuan darah.
6. Sistem Limfatik
Sistem limfatik merupakan perpanjangan dari sistem peredaran darah terdiri
dari cairan yang dikenal sebagai getah bening, kapiler disebut pembuluh limfatik,
dan struktur yang disebut nodes.Lymph getah bening merupakan cairan berair
yang berasal dari plasma yang telah merembes keluar dari sistem kapiler darah
dan bercampur dengan sel. Daripada kembali ke jantung melalui pembuluh darah
darah, getah bening ini memasuki serangkaian pembuluh limfatik satu arah yang
mengembalikan cairan ke sistem peredaran darah. Sepanjang jalan, saluran
melewati ratusan kecil, badan capsulelike disebut kelenjar getah bening. Terletak
di leher, ketiak, dan selangkangan, kelenjar getah bening mengandung sel-sel
yang menyaring getah bening dan phagocytize partikel asing.
Limpa terdiri terutama dari jaringan kelenjar getah bening. Berbohong dekat
dengan perut, limpa juga merupakan situs di mana sel-sel darah merah yang
hancur. Limpa berfungsi sebagai cadangan suplai darah bagi tubuh.
Kelenjar getah bening juga merupakan situs utama dari sel darah putih yang
disebut lymphocytes. Tubuh memiliki dua jenis limfosit : limfosit B dan T
limfosit. Kedua sel ini dapat dirangsang oleh mikroorganisme atau lainnya
calledantigens benda asing dalam darah. Antigen dijemput oleh fagosit dan getah

bening dan dikirim ke kelenjar getah bening. Di sini, limfosit dirangsang melalui
proses yang disebut respon theimmune.
Antigen tertentu, terutama orang-orang dari jamur dan protozoa,
merangsang T limfosit. Setelah stimulasi, limfosit ini meninggalkan kelenjar
getah bening, memasuki sirkulasi, dan lanjutkan ke situs di mana antigen
mikroorganisme yang terdeteksi. T limfosit berinteraksi dengan sel
mikroorganisme ke sel dan menghancurkan mereka. Proses ini disebut imunitas
diperantarai sel.
Limfosit dirangsang terutama oleh bakteri, virus, dan bahan terlarut. Pada
stimulasi, B limfosit kembali ke besar sel yang memproduksi antibodi yang
disebut sel plasma. Plasma protein sel-sel mensintesis disebut antibodi, yang
dilepaskan ke dalam sirkulasi. Antibodi mengalir ke situs antigen dan
menghancurkan mikroorganisme dengan reaksi kimia dengan mereka dengan cara
yang sangat spesifik. Reaksi mendorong fagositosis, menetralkan racun banyak
mikroba, menghilangkan kemampuan mikroorganisme untuk bergerak, dan
menyebabkan mereka untuk mengikat bersama-sama dalam massa yang besar.
Proses ini disebut imunitas antibodi dimediasi. Setelah mikroorganisme telah
dihapus, antibodi tetap dalam aliran darah dan memberikan perlindungan seumur
hidup untuk tubuh. Dengan demikian, tubuh menjadi kebal terhadap
mikroorganisme penyakit tertentu.
Mekanisme sistem peredaran limfa pada tubuh manusia :
Peredaran limfa merupakan peredaran yang terbuka. Peredaran ini dimulai
dari jaringan tubuh dalam bentuk cairan jaringan. Cairan jaringan ini selanjutnya
akan masuk ke dalam kapiler limfa. Kemudian kapiler limfa akan bergabung
dengan kapiler limfa yang membentuk pembuluh limfa yang lebih besar dan
akhirnya bergabung menjadi pembuluh limfa besar yaitu pembuluh limfa kanan
dan kiri. Kurang lebih 100 mil cairan limfa akan dialirkan oleh pembuluh limfa
menuju vena dan dikembalikan ke dalam darah.
Fungsi sistem limfa yaitu:

Mengembalikan cairan & protein dari jaringan ke sirkulasi darah.

Mengangkut limfosit.

Membawa lemak emulsi dari usus.

Menyaring dan menghancurkan mikroorganisme untuk menghindarkan


penyebaran.

Menghasilkan zat antibodi.

C. Bagian Bagian Darah


Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk
mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga
menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme,
dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan
mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem
endokrin juga diedarkan melalui darah.
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen
sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah
disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang
mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya
molekul-molekul

oksigen.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir
dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh
jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon
dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa
kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke
seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah membawa oksigen ke
seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah
kemudian

kembali

ke jantung melalui

pembuluh

darah vena

cava

superior dan vena cava inferior.


Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan
bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang
sebagai air seni.
1. Komposisi Darah

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45%


bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel
darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55%
yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang
disebut plasma darah.
Korpuskula darah terdiri dari:

Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).

Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)

Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

Susunan Darah.

Serum darah atau plasma terdiri atas:


1. Air

: 91,0%

2. Protein : 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)


3. Mineral :

0.9%

(natrium

bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor,

klorida, natrium
kalium

dan

zat

besi,nitrogen, dll)
4. Garam
2. Sel Sel Darah
1. Sel Darah Merah (Eritrosit)
Eritrosit normal bernbentuk cakram bikonkaf berdiameter kira-kira 8m,
dan tidak memilik nukleus. Bentuk eritrosit sebenarnya dapat berubah-ubah ketika
sel-sel tersebut dapat beredar melalui kapiler-kapiler. Eritrasit dapat dianggap
kantung yang dapat berubah menjadi berbagai jenis bentuk. Pria dewasa normal
memiliki 5,4 juta sel darah merah per mikroliter (L) darah. Wanita normal
memiliki 4,8 juta sel darah merah mikroliter darah (1 L = 1mm3; 1 tetes darah
kira-kira 50 mm3). Jumlah sel darah merah ini bervariasi pada perbedaan jenis
kelamin dan umur.
Setiap butir eritrosit mengandung hemoglobin. Hemoglobin adalah protein
pigmen yang member warna merah pada darah.

Pembentukan eritrosit disebut juga eritropoiesis. Eritroposis terjadi disumsum


tulang. Pembentukannya diatur oleh suatu hormone glikoprotein yang disebut
dengan eritropoetein. Sel pertama yang diketahui sebagai rangkaian pembentukan
eritrosit disebut proeritroblas. Dengan rangsangan yang sesuai. Sel-sel baru dari
generasi pertama disebut basofil eritroblas sebab dapat dicat dengan zat warna
basa.
Jangka hidup eritrosit kira-kira 120 hari. Eritrosit yang telah tua akan ditelan
oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan limfa. Didalam hati, hemoglobin
diubah menjadi bilirubin yang berwarna kehijauan. Pigmen empedu diekskresikan
oleh hati kedalam empedu. Zat besi dari hemoglobin tidak di ekskresikan untuk
membuat eritrosit baru.
Eritrosit (sel darah merah) berfungsi untuk mengangkut hemoglobin yang
berperan sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida. Bentuk eritrosit
bikonkaf dan tidak berinti. Eritrosit dibentuk di sumsum merah tulang pipa dan
tulang pipih, Eritrosit yang telah tua dan rusak dirombak di dalam limpa.

Gambar : Komposisi Darah


2. Sel Darah Putih (Leukosit)
Leukosit terdapat di dalam darah manusia dan berjumlah sekitar 5.000
10.000 butir untuk setiap mikroliter darah manusia. Masa hidup leukosit berbedabeda, granulosit sekitar 12 jam, monosit sulit dinilai karena selalu mengembara,

10

tetapi diduga selama beberapa minggu atau bulan, limsofit umumnya bertahun
selama 100-300 hari. Bahan-bahan yang di perlukan untuk membentuk leukosit
adalah vitamin dan asam amino seperti hal nya sel-sel lainnya.
Leukosit keluar dari pembuluh kapiler apabila ditemukan antigen. Proses
keluarnya leukosit disebut dengan diapedesis. Leukosit yang berperan melawan
penyakit yang masuk kedalam tubuh disebut antibodi. Leukosit memiliki sebuah
nukleus yang tidak berwarna (bening), dan menunjukkan gerakan amuboid.
Leukosit dibagi 2, yaitu : leukosit granulosit ( plasmanya bergranuler) sedangkan
agranulosit (plasmanya tidak bergranuler). Leukosit granulosit dikelompokan
menjadi tiga jenis yaitu neutrofil, basofil, dan eosinofil. Leukosit agranulosit
dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu monosit dan limfosit.
Neutrofil memiliki nikleus yang terdiri dari dua sampai lima lobus (ruang).
Sel-sel ini berukuran sekitar 8 m dalam keadaan segar. Neutrofil bersifat fogosit
dengan cara masuk ke jaringan yang terinfeksi. Saat mendekati suatu pertikel
untuk difagositosis, sel-sel neutrofil mula-mula melekat pada reseptor yang
terdapat pada partikel, kemudian membuat ruangan tertutup yang berisi partikelpartikel yang sudah di fagositosis. Setelah itu ruangan itua akan melekuk kedalam
rongga sitoplasma dan akan melepaskan diri dengan bagian luar membrane sel
membentuk gelembung faguositik yang mengapung dengan bebas. Sebuah sel
neotropil dapat memfagositosis 5-20 bakteri sebelum sel neutrofil menjadi inaktif
dan mati. Neutrofil hanyak aktif sekitar 6-20 jam.
Basofil memiliki nucleus brbentuk S bersifat faguosit basofil melepaskan
heparin kedalam darah. Heparin adalah mukopolisakarida yang banyak terdapat
didalam hati dan paru-paru. Heparin dapat mencegah pembekuan darah. Basofil
juga melepaskan histamin. Histamin adalah suatu senyawa yang dibebaskan
sebagai reaksi terhadap antigen yang sesuai.
Eosinofil berbentuk hamper seperti bola, merukuran sekitar 9m dalam
keadaan segar. Eosinofil memiliki nucleus yang terdiri dari dua lobus yang
bersifat fagosit dengan daya fagositosis yang lemah. Eosinofil memiliki
kecenderungan berkumpul dalam jaringan yang mengalami reaksi alergi dan dapat

11

mendetsifikasi toksin penyebab radang. Eosinofil dilepaskan oleh sel basofil


atau jaringan yang rusak.
Monosit memiliki satu nucleus besar dan berbentuk tapal kuda atau ginjal.
Monosit berdiameter 12-20 m. monosit berpindah dari aliran darah kejaringan.
Didalam

jaringan

monosit

membesar

dan

bersifat

fagosit

dan

menjadi makrofag. Makrofag bersama neotrofil merupakan leukosit fagosit utama,


paling efektif, dan berumur panjang.
Limfosit berbentuk seperti bola berdiameter 6-14 m. Limfosit dibentuk
disumsum tulang sedangkan pada janin dibuat di hati. Terdapat dua jenis sel
limfosit, yaitu limfosit B dan limsofit T. Limfosit berperan dalam pembentukan
antibody sedangkan limfosit T berfungsi menghancurkan sel yang terserang virus.

Gambar : Sel Darah Putih


Orang dewasa memiliki sekitar 4.800-10.800 leukosit permililiter kubik
darah, terdiri dari 62% neutrofil, 2.3% eosinofil, 0,4 % basofil, 5,3 % monosit,
dan 30 % limfosit.

3. Trombosit (Sel darah pembeku/ keping darah)


Trombosit berbentuk bulat kecil 2-4 m dan tidak memiliki inti. Trombosit
dibentuk dalam sumsum tulang dari megakariosit.Megakariosit merupakan
trombosit yang sangat besar dalam sumsum tulang. Masa hidupnya dalam darah
5-9 hari. Trombosit tua atau mati diambil dari sistem peredaran darah. Jumlah
keping darah adalah 150 ribu 0 400 ribu per mm3 darah.
Trombosit berperan dalam pembekuan darah. Trombosit pada luka yang
akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase.Protombin merupakan protein
tidak stabil yang tidak dengan mudah dapat pecah menjadi senyawa-senyawa
yang lebih kecil salah satunya adalah trombin. Pembentukan protombin

12

dipengaruhi oleh vitamin K. Trombin adalah sebuah enzim yang mengkatalis


perubahan fibrinogen (protein plasma yang dapat larut dalam plasma darah)
menjadi fibrin (protein yang tidak dapat larut dalam plasma darah). Pembentukan
benag-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup.

Gambar : Trombosit (Platelet)

3. Plasma Darah
Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cairan berwarna kuning
yang menjadi medium sel-sel darah, dimana sel darah ditutup, yang berbentuk
butiran-butiran darah. Di dalamnya terkandung benang-benang fibrin/fibrinogen
yang berguna untuk menutup luka yang terbuka.
Plasma darah merupakan komponen terbesar dalam darah, dimana besar
volume nya 55% dari volume darah yang terdiri dari 90% berupa air dan 10%
berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon dan karbon
dioksida. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma
darah selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial. Dalam waktu 1
menit sekitar 70% cairan plasma bertukaran dengan cairan interstisial.
Fungsi plasma darah adalah mengangkut sari makanan ke sel-sel serta
membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan serta menghasilkan zat
kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi.
Isi Kandungan Plasma Darah Manusia :
1.

Gas oksigen, nitrogen dan karbondioksida

2.

Protein seperti fibrinogen, albumin dan globulin

3. Enzim

13

4. Antibodi
5.

Hormon

6. Urea
7.

Asam urat

8. Sari makanan dan mineral seperti glukosa, gliserin, asam lemak, asam
amino, kolesterol, dan sebagainya.
Plasma darah dapat dipisahkan di dalam sebuah tuba berisi darah segar yang
telah dibubuhi zat anti-koagulan yang kemudian diputar sentrifugal sampai sel
darah merah jatuh ke dasar tuba, sel darah putih akan berada di atasnya dan
membentuk lapisan buffy coat, plasma darah berada di atas lapisan tersebut
dengan kepadatan sekitar 1025 kg/m3.
Serum darah adalah plasma tanpa fibrinogen, sel dan faktor koagulasi
lainnya. Fibrinogen menempati 4% alokasi protein dalam plasma dan merupakan
faktor penting dalam proses pembekuan darah.
Protein plasma juga mempunyai peran yang penting dalam pengaturan
distribusi air antara plasma dan ruang interstisial, karena sebagai protein ia tidak
dapat melewati dinding kapiler. Dengan demikian, tekanan osmotik koloidnya
akan menahan air dalam sirkulasi darah. Peran yang terbesar dilakukan albumin
(80%). Albumin juga mempunyai arti yang besar untuk ikatan protein obat.
Tekanan osmosis plasma yaitu 7,3 atm dan dijaga dengan pengaturan
osmosis yang berfungsi dengan baik. Pada tekanan ini, yang berperan sampai 96%
elektrolit anorganik. Perbandingan ion yang satu terhadap ion yang lain dan pH
plasma juga dijaga hampir tetap oleh proses pengaturan khusus. Kation dengan
konsentrasi plasma tertinggi adalah natrium sedangkan anion plasma yang secara
kuantitatif paling berarti adalah klorida.

14

Gambar : Bagian Bagian Sel Darah

4. Golongan Darah
Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu
berdasarkan

ada

atau

tidak

adanya

zat antigen warisan pada

permukaan

membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan
jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut.
Dua

jenis

penggolongan

darah

yang

paling

penting

adalah

penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal
sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang
dijumpai.

Transfusi

darah dari

golongan

yang

tidak

kompatibel

dapat

menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal


ginjal, syok, dan kematian.
Golongan

darah

manusia

ditentukan

berdasarkan

jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen
A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen
B dalam serumdarahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif
hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau
O-negatif.

Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel


darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum
darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat
menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif

15

Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan


antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A
maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat
menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan
disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif
tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi
memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan
golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan
golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang
dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama Onegatif.
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di

dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan


darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B.
Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B,
golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.
Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam
bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara
penggolongan darah A,B, dan O.
a) Frekuensi
Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia
tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan
distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.

16

Tabel : Penyebaran Golongan Darah Berdasarkan Populasi Atau


Ras Di Dunia.
Populasi

AB

Suku pribumi Amerika Selatan

100%

Orang Vietnam

45.0%

21.4%

29.1%

4.5%

Suku Aborigin di Australia

44.4%

55.6%

Orang Jerman

42.8%

41.9%

11.0%

4.2%

Suku Bengalis

22.0%

24.0%

38.2%

15.7%

Suku Saami

18.2%

54.6%

4.8%

12.4%

b) Pewarisan
Tabel : Pewarisan Golongan Darah
Ayah
Ibu
O

AB

O, A

O, B

A, B

O, A

O, A

O, A, B, AB

A, B, AB

O, B

O, A, B, AB

O, B

A, B, AB

AB

A, B

A, B, AB

A, B, AB

A, B, AB

c) Rhesus
Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan
memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari
monyet

jenis

Rhesus

yang

diketahui

memiliki

faktor

ini

pada

tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh

17

di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka


yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut
memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali
digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang
paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih
dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan
golongan darah B.
Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan
golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat
menyebabkan

produksi

antibodi

terhadap

antigen

Rh(D)

yang

mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang


pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat memengaruhi
janin pada saat kehamilan.

d) Kecocokan Golongan Darah


Tabel : Kecocokan Golongan Darah
Golongan
resipien

darah Donor
O

O+

O
O+
A
A+
B
B+

18

A+

B+

AB AB+

AB
AB+

Tabel : Kecocokan Plasma


Donor
Resipien
O

AB

O
A
B
AB

e) Golongan Darah Lainnya


1. Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan
pribumi Amerika.
2. Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna
untuk tes kesuburan.
3. Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika.
4. Sistem Lutherans yang mendeskripsikan satu set 21 antigen.
5. Dan system lainnya meliputi Colton, Kell, Kidd, Lewis, LandsteinerWiener,

P, Yt

atau Cartwright,

XG, Scianna,

Dombrock,

Chido/Rodgers, Kx, Gerbich, Cromer, Knops, Indian, Ok, Raph dan


JMH.

5. Pembekuan Darah
Proses pembekuan darah atau penggumpalan darah merupakan proses yang
kompleks untuk mencegah tubuh kehilangan banyak darah ketika terjadi luka.
Proses tersebut meliputi pengetatan pada dinding pembuluh darah yang terluka,
pelepasan zat untuk menarik keping-keping darah ke daerah luka, dan

19

pembentukan benang-benang fibrin. Komponen darah yang terlibat dalam proses


penggumpalan darah adalah keping-keping darah (trombosit) dengan bantuan ion
kalsium.
Apabila luka terjadi pada pembuluh darah yang tipis, pengetatan dindingdinding pembuluh darah dapat mencegah pengeluaran darah. Tetapi, jika terjadi
kerusakan cukup besar pada pembuluh darah, keping-keping darah atau yang
disebut trombosit akan berkumpul di sekitar luka dalam jumlah besar dan
menempel pada pembuluh darah, kemudian membentuk jala fibrin yang menahan
keluarnya sel darah. Keping-keping darah akan mengirim zat kimia yang bekerja
sama dengan zat lainnya dalam plasma darah untuk membentuk benang-benang
fibrin. Jala atau benang-benang fibrin yang terbentuk pada permukaan luka dapat
menahan keping-keping darah dan sel-sel darah merah agar tidak menetes keluar.
Luka yang besar dan tidak bisa diperbaiki sendiri oleh tubuh perlu dijahit dengan
benang khusus yang biasanya dilakukan oleh dokter agar bagian yang terbuka
menjadi lebih sempit. Dengan demikian, fungsi benang-benang fibrin dan kepingkeping darah menjadi lebih efisien.
Skema pembekuan darah adalah sebagai berikut: 1) Terjadi luka, 2) Darah
keluar, 3) Keping darah (trombosit pecah), 4) Menghasilkan enzim trombokinase,
5) Bersama ion kalsium dan vitamin K mengubah protrombin menjadi trombin, 6)
Memengaruhi fibrinogen membentuk benang-benang fibrin, 7) Membendung
darah dan membeku, 7) Menutup luka.
Salah satu antibodi untuk mencegah bibit penyakit masuk ke dalam tubuh adalah
Betadine,dan sebagainya
Dalam proses pembekuan darah, keping-keping darah (trombosit) yang
menyentuh permukaan luka yang kasar, akan pecah dan mengeluarkan
trombokinase. Trombokinase akan mengubah protrombin menjadi trombin.
Protrombin merupakan enzim yang belum aktif, berupa senyawa globulin yang
dihasilkan di hati dengan pertolongan vitamin K, sedangkan trombin merupakan
enzim yang telah aktif. Pengubahan protrombin menjadi trombin sangat
memerlukan zat kalsium untuk mempercepat proses tersebut. Trombin lalu
mengubah fibrinogen (protein yang larut dalam plasma darah) menjadi fibrin yang

20

berbentuk benang-benang. Benang-benang tersebut menjaring keping-keping


darah dan sel-sel darah merah, dan kemudian perlahan menambal luka tersebut.

Gambar : Skema Pembekuan Darah


D. Alat Alat Peredaran Darah
Alat peredaran darah terdiri atas jantung (cor) dan pembuluh darah. Jantung
berfungsi memompa darah, sedangkan pembuluh darah bertugas mengalirkan
darah dari jantung hingga sampai ke jaringan tubuh.

1. Jantung

Jantung terletak di pusat rongga dada dan terdiri dari tiga lapisan,
yaitu :

Endokardium merupakan selaput yang membatasi ruangan jantung, lapisan


ini mengadung pembuluh darah, saraf, dan cabang-cabang dari sistem
peredaran darah ke jantung.

Miokardium merupakan lapisan otot jantung yang tersususn dari berkasberkas otot.

Perikardium merupakan selaput pembungkus jantung.

21

Pada dasarnya jantung merupakan alat pemompa darah yang terdiri


dari dua pompa yang terpisah, yaitu :

Jantung kanan memompakan darah menuju ke paru-paru.


Jantung kiri memompakan darah ke seluruh tubuh kecuali paru-paru.

Tiap bagian jantung yang terpisah ini merupakan dua ruang pompa
yang data berdenyut, yaitu atrium dan ventrikel.

Fungsi utama atrium adalah tempat masuknya darah dan membantu


mengalirkan darah masuk kedalam ventrikel.

Kemudian ventrikel menyediakan tenaga utama untuk mendorong darah.

Jantung terdiri dari 4 Ruangan yaitu :

Atrium Kanan
Atrium Kiri
Ventrikel Kanan
Ventrikel Kiri
Ventrikel kiri mempunyai miokardium yang paling tebal karena harus
memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan atrium lebih tipis dari ventrikel
karena bekerja lebih ringan dari ventrikel.
Jantung

manusia

pada

saat

masih

janin

memiliki

lubang

yang

disebut foramen ovale. Lubang ini terletak antara atrium kiri dan atrium kanan.

Jantung juga memiliki katup yang berfungsi agar darah tidak mengalir
kearah sebaliknya.

Katup Trikuspidalis
kanan, Katup ini

: Terletak diantara atrium kanan dengan ventrikel


berfungsi untuk mencegah agar darah dalam ventrikel

kanan tidak masuk kembali ke atrium kanan, Terdiri dari 3 daun katup.

Katup Bikuspidalis

: Terletak diantara atrium kiri dengan ventrikel kiri,

Katup ini berfungsi untuk mencegah agar darah dalam ventrikel kiri tidak

22

mengalir kembali ke atrium kiri, katup ini sering disebut juga katup mitral,
terdiri dari 2 daun katup.

Katup Aorta

: Terletak diantara ventrikel kiri dan aorta, katup ini

berfungsi mengalirkan darah dari ventrikel kiri ke aorta dan tidak


sebaliknya, katup ini disebut juga katup semilunaris aorta, terdiri dari3
daun katup.

Katup Pulmonalis

: Terletak diantara ventrikel kanan dan arteri

pulmonalis, katup ini berfungsi mengalirkan darah dari ventrikel kanan ke


arteri pulmonalis dan tidak sebaliknya, katup ini disebut jugakatup
semilunaris pulmonalis, terdiri dari 3 daun katup.

Pembuluh darah pada jantung

Aorta

: Merupakan pembuluh darah yang keluar dari

ventrikel kiri dan akan mendistribusikan darah ke seluruh tubuh. Aorta


merupakan pembuluh nadi (arteri) yang terbesar.

Arteri Pulmonalis

: Merupakan pembuluh darah yang keluar dari

ventrikel kanan, bercabang menjadi 2 masing- masing menuju ke paruparu kanan dan kiri.

Vena pulmonalis

: Terdapat 4 vena pulmonalis yang mengalirkan

darah masuk ke atrium kiri, 2 vena di kanan dan 2 vena di kiri.

Vena Cava Inferior

: Membawa darah yang berasal dari bagian tubuh di

bawah jantung ke atrium kanan, vena cava inferior termasuk vena yang
berukuran besar

Vena Cava Superior : Membawa darah yang berasal dari bagian tubuh
diatas jantung ke atrium kanan, vena cava superior termasuk vena yang
berukuran besar.

Sinus Coronarius

: Membawa darah yang berasal dari dinding jantung

sendiri ( dari arteri coronaria) menuju ke atrium kanan.

23

2. Anatomi Jantung

Gambar : Bagian Bagian Jantung

Jantung memegang peranan penting dalam menentukan berapa banyak


darah yang dipompa dalam satu periode tertentu.
Misalnya, pada waktu istirahat jantung berdenyut 70 kali per menit (pada
laki-laki dewasa) dengan memompa kira-kira 5 liter darah. Darah yang dipompa
keluar jantung diteruskan oleh arteri (pembuluh nadi). Sifat arteri yang elastis
menyebabkan arteri ikut berdenyut.
Denyut jantung pada saat istirahat tersebut berbeda dengan denyut jantung
ketika orang tersebut sedang berolahraga atau sedang tidur, disinilah peran
jantung dalam menentukan berapa banyak darah yang dipompa dalam satu
periode tertentu.
3. Tekanan Darah

24

Tekanan darah biasanya menunjukan tekanan dalam arteri utama. Tekanan


darah ialah tekanan tekanan yang diberikan oleh darah yang mengalir terhadap
pembuluh darah (arteri, kapiler, vena). Jadi tekanan darah terdapat baik pada
arteri, kapiler, maupun vena.
Tekanan darah pada saat jantung mengembang dan darah mengalir kedalam
jantung disebut diastol. Sebaliknya, tekanan darah saat otot jantung berkontraksi,
sehingga jantung

mengempis

jantung disebut sistol.

Tekanan

dan

darah
darah

dipompa
dapat

keluar

diukur

dari
dengan

menggunakan tensimeter atausphygmanometer. Tekanan darah pada orang normal


antara 120 mmhg pada sistol dan 80 mmhg pada diastole. Dengan mengetahui
tekanan darah seseorang, kita mengetahui kekuatan jantung ketika memompa
darah.

25

4. Pembuluh Darah
Berdasarkan fungsinya pembuluh darah dibedakan menjadi arteri, vena dan
kapiler.

Arteri (Pembuluh Nadi)


1. Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke
jaringan.
2. Dinding arteri tebal, kuat, dan elastis.
3. Lapisan paling dalam pada arteri adalah endothelium yang dikeliligi
oleh Tunika intima, Tunika media, dan Tunika adventitia.
4. Arteri terletak lebih kedalam dari permukaan tubuh.
5. Arteri yang keluar dari ventrikel kiri dan mengalirkan darah yang kaya
akan oksigen ke seluruh tubuh adalahaorta.
6. Percabangan dari aorta adalah arteri.
7. ARTERIOL adalah pembuluh nadi yang berhubungan dengan kapiler.
Pada

umumnya

arteri megalirkan

darah

yang

kaya

akan

oksigen, kecuali pada arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis merupakan pembuluh


nadi yang mengalirkan darah yang kaya akan kerbondioksida dari ventrikel kanan
ke paru-paru.

Vena ( Pembuluh Balik)


1. Vena merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari kapiler ke
jantung.
2. Dinding vena tipis dan tidak elastis.

26

3. Lapisan

dalam

vena bersifat licin karena

dilapisi endothelium yang

dikelilingi oleh Tunika intima, Tunika media,dan Tunika adventitia.


4. Vena terletak dekat ke permukaan tubuh.
5. Vena yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung melalui
ventrikel kanan adalah vena cava.
6. Venula adalah vena yang berhubungan dengan kapiler.
Pada

umumnya

vena

membawa

darah

yang kaya

akan

karbondioksida, kecuali vena pulmonalis.


Vena pulmonalis merupakan vena yang mengalirkan darah yang kaya akan
oksigen dari paru- paru menuju ke atrium kiri.

Pembuluh Kapiler
1. Merupakan pembuluh darah kecil dengan diameter 5-20m.
2. Menghubungkan arteriol dan venula
3. Dinding kapiler sangat tipis, tidak mempunyai otot halus dan jaringan ikat,
serta hanya tersusun oleh selapis endothelium.
Di kapiler terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida dari
jaringan, selain itu kapiler berfungsi untuk pertukaran cairan, makanan, hormon
dan bahan lainnya diantara plasma darah dan cairan jaringan.

Gambar : Pembuluh Arteri, Vena, Dan Kapiler

27

PERBEDAAN ANTARA ARTERI DAN VENA


Faktor Pembeda

Arteri

Vena

Dinding

Tebal dan elastic

Tipis, tidak elastic

Klep

Hanya terdapat pada aorta Banyak, guna mencegah


kembalinya aliran darah

Aliran Darah

Meninggalkan jantung

Kandungan Gas

Banyak oksigen, kecuali Banyak


arteri pulmonalis

Letak

Menuju jantung
karbondioksida,

kecuali vena pulmonalis

Umumnya lebih kedalam Umumnya

Tekanan

dekat

dari permukaan tubuh

permukaan tubuh/ kulit

Kuat, darah memancar

Lemah, darah menetes

ke

Tabel : Perbedaan Pembuluh Arteri Dan Vena.

E. Proses Peredaran Darah


1. Sistem Peredaran Darah
Bila SA Node mengeluarkan impuls akan menyebabkan atrium berkontraksi
sehingga darah dipompa menuju ke ventrikel. Impuls yang mengalir akhirnya
merangsang AV Node sehingga juga mengeluarkan impuls yang menyebabkan
otot ventrikel berkontraksi, dan darah dipompa keluar jantung.
Bila ventrikel kiri berkontraksi darah dipompa ke seluruh tubuh melalui
aorta (nadi besar). Darah yang mengalir ini kaya akan oksigen dan nutrisi. Di
jaringan tubuh nutrisi dan oksigen diambil oleh sel - sel tubuh. Kemudian sel
melepaskan CO2 dan sisa metabolisme yang kemudian diangkut oleh darah
melalui pembuluh vena cava superior dan vena cava inferior kembali menuju
atrium kanan. Pola peredaran ini disebut peredaran darah besar.
Dari atrium kanan darah dipompa masuk ke ventrikel kanan lalu mengalir
meninggalkan jantung menuju ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Darah
yang mengalir ini membawa banyak CO2 yang hendak dibuang. Di paru-paru
CO2dilepaskan

dan

oksigen

diikat,

lalu

darah

mengalir

melalui vena

pulmonalis kembali ke jantung masuk ke atrium kiri. Pola peredarah ini

28

disebut peredaran darah kecil. Dari atrium kiri darah masuk ke ventrikel kiri,
dan siklus yang sama terulang.
Perlu diperhatikan bahwa kontraksi atrium kanan dan kiri berlangsung bersamaan.
Demikian pula kontraksi ventrikel kanan dan kiri juga bersamaan. Jadi aliran
darah pada peredaran darah besar dan kecil berlangsung serentak, dan bukannya
bergantian.
Saat ventrikel berkontraksi timbul tekanan yang disebut tekanan sistole.
Saat ventrikel berelaksasi masih ada tekanan yang disebut tekanan diastole.
Umumnya pada orang muda yang sehat besarnya tekanan sistole dan diastole
adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah ini akan semakin tinggi sejalan dengan
pertambahan usia.
Sebenarnya masalah tekanan sistole dan diastole ini juga terjadi pada saat
kontraksi atrium. Jadi ada sistole atrium dan diastole atrium. Tapi di dunia medis
konteks tekanan sistole dan diastole tampaknya lebih mengacu pada kontraksi
ventrikel.

Gambar : Proses Peredaran Darah

29

2. Macam Macam Peredaran Darah


Peredarah darah manusia dibagi menjadi dua kelompok yaitu peredaran
darah besar dan peredaran darah kecil. Nama lain peredaran darah besar dalah
peredaran darah sistemik sedangkan nama lain peredaran darah kecil disebut
dengan peredaran darah pulmonalis. Jalur Peredaran darah kecil meliputi jantung
kemudian ke menuju paru-paru dan kembali lagi ke janung. Sedangkan peredaran
darah besar mengambil jalur dri jntung kemudian menuju seluruh tubuh kemudian
kembali lagi ke jantung. Lihat gambar berikut ini !

Gambar : Peredaran Darah

30

Kelainan Kelainan Yang Mungkin Terjadi Pada Sistem Peredaran Darah


Teknologi yang berhubungan dengan sistem peredaran darah manusia, di
antaranya EKG (Elektrokardiograf), alat pacu jantung (defibrilator), dan kateter
balon. Alat-alat ini diciptakan karena terdapat beberapa penyakit atau kelainan
yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah manusia. Sehingga dapat
memudahkan untuk mendeteksi sakit yang terjadi karena adanya kelainan dan
penyakit pada sistem peredaran darah.

Contoh-contoh Kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah :

Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak


berbentuk plak (kerak) yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos
yang di infiltrasi oleh lipid (lemak)

Emboli yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.

Anemia atau biasa disebut penyakit kurang darah yaitu rendahnya kadar
hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah

Varises yaitu pelebaran pembuluh darah

Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak


bergerak .

Hemofili yaitu kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku


(diturunkan secara hereditas)

Leukemia (kanker darah) yaitu peningkatan jumlah eritrosit secara tidak


terkendali.

Erithroblastosis fetalis yaitu rusaknya eritrosit bayi/janin akibat aglutinasi


dari antibodi yang berasal dari ibu.

Thalasemia yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk


hemoglobin yang bersifat menurun.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi akibat arteriosklerosis

Hemeroid (ambeien) pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur

31

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem sirkulasi ( kardiovaskuler) pada manusia terdiri atas jantung(sebagai
alat peredaran darah), pembuluh darah dan darah. Jantung merupakan alat
pemompa darah yang terdiri dari dua pompa yang terpisah yaitu jantung kanan
yang memompa darah menuju paru-paru dan jantung kiri yang memompakan
darah menuju arteri, vena dan kapiler. Dan terletak di pusat rongga dada.
Pembuluh Darah terdiri dari pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena)
dan kapiler. Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari
jantung ke jaringan. Berfungsi membawa darah dari jantung dan umumnya
banyak mengandung oksigen. Vena berfungsi sebagai pembuluh yang membawa
darah kembali ke jantung yang umumnya mengandung karbondioksida. Kapiler
merupakan pembuluh darah kecil dengan diameter 5-20 m, berfungsi untuk
pertukaran cairan makanan, hormon, dan bahan lainnya.
Darah merupakan unit fungsional seluler pada manusia yang berperan untuk
membantu proses fisiologis. Dikelompokan menjadi eritrosit (sel darah merah),
leukosit (sel darah putih) dan Trombosit (Sel darah pembeku / keeping darah).
Golongan darah dikelompokan menjadi golongan darah A, golongan darah B,
golongan darah AB, golongan darah O, golongan darah AB merupakan resipien
universal (dapat menerima semua jenis golongan darah), golongan darah O
merupakan donor universal (dapat diterima semua jenis golongan darah). Ada
dua macam peredaran darah dalam tubuh manusia yaitu Peredaran darah kecil,
adalah peredaran darah dibilik vertikel kanan jantung menuju paru-paru melewati
arteri pulmonalis dan kembali ke serambi kiri jantung melewati vena
pulmonalis.dan peredaran darah besar adalah peredaran darah dari bilik (vertikel)
ke seluruh jaringan tubuh ke jantung ke seluruh tubuh melalui aorta dan akhirnya
kembali ke serambi kanan jantung melalui vena kava.

32

Kelainan kelainan yang mungkin terjadi pada sistem peredaran darah


seperti Arteriosklerosis, Emboli, Anemia, Varises, Trombus, Hemofili, Leukimia,
Erithroblastis fetalis, Thalasemia, Hipertensi, Hemeroid.

B. Saran
Dari pemaparan diatas, penulis memberikan saran agar dalam ilmu
kesehatan maupun ilmu alam lainnya penting sekali memahai anatomi sistem
kardiovaskuler secara tepat agar terhindar dari kelalaian baik itu dirumah sakit
maupun di alam yang berkaitan dengan perubahan fungsi tubuh akibat
kurangnya aktifitas positif untuk memberikan kesehatan terhadap jantung
sebagai pusat kehidupan.

33

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/55255412/Anatomi-FisiologiSistemKardiovaskular/
07/04/20120_11.00
Syaifuddin,H.2002. Anatomi fisiologi berbasis kompetensi untuk keperawatan dan
kebidanan.Jakarta:Penerbi EKG
Syaifuddin,Haji.2006. Anatomi fisiologis mahasiswa keperawatan. Jakarta
Penerbit:EKG
Syaifuddin. 2009. Fisiologi tubuh manusia untuk mahasiswa keperawatan.
Jakarta
Penerbit: Salemba Medika.
Muttaqin,Arif.2009. Asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem
kardiovaskuler. . Jakarta. Penerbit: Salemba Medika

34