Anda di halaman 1dari 22

POMPA INJEKSI TIPE DISTRIBUTOR

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH


Teknologi Motor Diesel
Yang dibina oleh Bapak Sutijono

Oleh
Mohamad Adib Ansori

140513602768

Muhammad Sifaur Rahman

140513602688

Ricky Arianto

140513603509

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
MARET 2016
1

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.................................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR....................................................................................................... iii
1. Pendahuluan........................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................ 2
1.3 Tujuan............................................................................................................... 2
2. Pembahasan........................................................................................................... 2
2.1 Definisi Pompa Distributor................................................................................2
2.2 Fungsi Pompa Distributor................................................................................. 3
2.3 Komponen Komponen Pompa Distributor......................................................4
2.4 Konstruksi Pompa Distributor.........................................................................13
2.5 Cara Kerja Pompa Distributor.................................................................................14
3. Penutup................................................................................................................ 17
3.1 Kesimpulan..................................................................................................... 17
3.2 Saran.............................................................................................................. 18
Daftar Rujukan.......................................................................................................... 18

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1

Pompa Injeksi Distributor..............................................................................

Gambar 2.2

Cara Kerja Pompa Penyalur............................................................................ 5

Gambar 2.3

Konstruksi Regulating Valve.........................................................................

Gambar 2.4

Konstruksi Over Flow Valve.......................................................................... 6

Gambar 2.5

Penampang Samping dengan Elemen Pompa Distributor VE....................... 6

Gambar 2.6

Konstruksi Cam Plate dan Plunyer................................................................. 7

Gambar 2.7

Penampang Roller dan Silinder...................................................................... 7

Gambar 2.8

Proses Isap..................................................................................................... 8

Gambar 2.9

Proses Injeksi................................................................................................. 8

Gambar 2.10 Proses Akhir Penginjeksian............................................................................ 9


Gambar 2.11 Penyamaan Tekanan...................................................................................... 9
Gambar 2.12 Kerja Solenoid Pemutus Bahan Bakar.......................................................... 10
Gambar 2.13 Posisi Governoor di dalam Pompa Injeksi tipe Distributor VE.................... 10
Gambar 2.14 Bagian-bagian Governor................................................................................ 11
Gambar 2.15

Komponen Auto

Timer................................................................................. 12
Gambar 2.16

Posisi Dasar Auto

Timer............................................................................... 12
Gambar 2.17

Posisi Auto Timer Saat Putaran

Tinggi......................................................... 13

Gambar 2.18

Pengajuan

Penyemprotan.............................................................................. 13
Gambar 2.19 Cara Kerja Pompa Injeksi tipe Distributor VE............................................

14

Gambar 2.20 Kerja Governor saat Mulai Start.................................................................

15

Gambar 2.21 Kerja Governor saat Putaran Idle...............................................................

15

Gambar 2.22 Kerja Governor Beban Penuh.....................................................................

16

Gambar 2.23 Kerja Governor saat Putaran Maksimum....................................................

17

1. Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan dijabarkan mengenai: (1) latar belakang, (2)
rumusan masalah, dan (3) tujuan masalah.
1.1

Latar Belakang
Sejak diperkenalkan pertama kali oleh Rudolf Diesel pada 1892 di Jerman, mesin diesel

telah mengalami perkembangan yang sangat pesat mulai penggunaan bahan bakar hingga
peningkatan kinerja yang berhubungan dengan teknologi mekanis hingga improvement power,
dan konsumsi bahan bakar agar lebih bersahabat dengan lingkungan. Motor diesel sebagai
sebuah sumber tenaga penggerak memiliki prinsip yang hampir sama dengan motor bensin
(gasoline engine) dimana energi dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar, Ada beberapa
perbedaan utama antara karakteristik mesin bensin dan mesin diesel.
Mesin diesel menggunakan prinsip auto-ignition (terbakar sendiri). Sedangkan mesin
bensin menggunakan prinsip spark-ignition (pembakaran yang dipicu oleh percikan api pada
busi). Oleh karenanya motor diesel sering juga disebut dengan compression ignition engine.
Agar dapat mencapai suhu dan tekanan pembakaran, tekanan kompresi pada mesin diesel
diusahakan mampu mencapai 30-45kg/cm2, agar temperatur udara yang dikompresikan
mencapai 500 derajat celsius, sehingga bahan bakar mampu terbakar dengan sendirinya tanpa
dipicu oleh letikan bunga api dari busi.
Sistim bahan bakar (fuel system) pada motor diesel memiliki peranan yang sangat penting
dalam menyediakan dan mensupply sejumlah bahan bakar yang dibutuhkan sesuai dengan
kapasitas mesin, putaran motor dan pembebanan motor. Oleh karenannya performance fuel
system sangat menentukan kinerja dari motor diesel. Dalam sistim bahan bakar motor diesel
dikenal beberapa macam sistim penyaluran bahan bakar berdasarkan jenis pompa injeksinya
diantaranya terdapat sistim penyaluran bahan bakar dengan pompa injeksi in-line dan pompa
injeksi distributor.
Pemilihan sistem penyaluran bahan bakar ini didasarkan pada konstruksi ruang bakar dan
besarnya tekanan bahan bakar yang dibutuhkan. Oleh karenanya banyak idtemukan penggunaan
pompa injeksi in-line digunakan pada kendaraan komersial (bus dan truk) yang memiliki
kapasitas silinder lebih besar, sementara pompa injeksi distributor digunakan pada kendaraan
penumpang yang memiliki kapasitas kecil dan membutuhkan kenyamanan lebih tinggi. Namun
1

dalam perkembangan selanjutnya penggunaan teknologi elektronik telah mampu meningkatkan


performance pompa distributor.
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka berikut ini dijabarkan beberapa

rumusan masalah yang menjadi fokus pembahasan.


1) Apa itu pompa distributor pada motor diesel?
2) Apa fungsi pompa distributor pada motor diesel?
3) Apa saja komponen yang terdapat pada pompa distributor?
4) Bagaimana konstruksi pompa distributor pada motor diesel?
5) Bagaimana cara kerja pompa distributor pada motor diesel?
1.3

Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, maka berikut ini dijabarkan beberapa

tujuan masalah yang akan menjadi hasil dalam makalah ini.


1)
2)
3)
4)
5)

Menjelaskan definisi pompa distributor pada motor diesel.


Menjelaskan fungsi pompa distributor pada motor diesel.
Menjabarkan komponen komponen pada pompa distributor.
Menjelaskan konstruksi pompa distributor pada motor diesel.
Menjabarkan cara kerja pompa distributpr pada motor diesel.

2. Pembahasan
Dalam pembahasan ini akan dijabarkan secara rinci mengenai: (1) definisi
pompa distributor, (2) fungsi pompa distributor, (3) komponen komponen pompa distributor,
(4) kontruksi pompa distributor, dan (5) cara kerja pompa distributor.
2.1

Definisi Pompa Distributor


Ada dua tipe penyemprotan sistem injeksi pada motor diesel, yaitu pompa injeksi in-line

dan pompa injeksi distributor. Pembahasan kita fokus pada pompa injeksi distributor. Pompa
injeksi jenis distributor ini dirancang khusus dengan menggunakan plunger tunggal untuk
mengatur banyaknya bahan bakar yang diinjeksikan dengan tepat dan membagi pemberian bahan
bakar ke setiap silinder mesin sesuai dengan urutan penginjeksiannya melalui delivery valve.
Pompa jenis ini dirancang khusus digunakan pada mesin diesel kecil, pompa injeksi jenis
distributor ini dibuat lebih ringan dan ringkas bila dibandingkan dengan pompa injeksi
konvensional jenis inline dalam kapasitas yang sama.
2

Gambar 2.1 Pompa Injeksi Distributor


Pompa injeksi distributor (tipe VE) mempunyai bentuk dan ciri sebagai berikut:
1) Kecil, ringan dan mampu bekerja pada putaran tinggi.
2) Penekanan bahan bakar dengan menggunakan plat nok (face cam plate) dan plunyer
tunggal.
3) Di dalam unit pompa terdapat governor.
4) Terdapat pengatur saat penyemprotan yang dikontrol oleh tekanan bahan bakar, dan
pompa penyalur/pengisian tipe rotari.
5) Bahan bakar secara otomatis diputus saat kunci kontak dimatikan.
6) Pelumasan elemen pompa dengan bahan bakar.
2.2

Fungsi Pompa Distributor


Berdasarkan pengertian sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel di atas, maka fungsi

sistem injeksi bahan bakar mesin diesel yaitu:


1) Menyimpan bahan bakar.
2) Menyaring bahan bakar.
3) Memompa atau menginjeksi bahan bakar ke dalam ruang bakar silinder mesin.
4) Mengabutkan bahan bakar ke dalam ruang bakar silinder mesin.
5) Memajukan saat penginjeksian bahan bakar.
6) Mengatur kecepatan mesin sesuai dengan bebannya melalui pengaturan penyaluran
bahanbakar.
7) Mengembalikan kelebihan bahan bakar ke dalam tangki bahan bakar.

2.3

Komponen Komponen Pompa Distributor

a. Pompa Penyalur (feed pump)


Pompa penyalur tipe vane/rotary mempunyai 4 sudu dan digerakkan oleh poros
penggerak. Bahan bakar dikirimkan ke rumah pompa dengan tekanan. Diameter rotor lebih kecil
dari pada diameter rotor housing. Posisi rotor tidak dipasang persis pada sumbu rotor housing.
Seperti terlihat pada gambar 2.2 Pada sisi kanan celah rotor terhadap rotor housing lebih besar
dari pada sisi kiri. Saluran masuk pompa terletak pada bagian bawah. Sedangkan saluran tekan
menuju rumah pompa terletak pada sisi atas. Akibatnya saat rotor digerakkan oleh poros engkol
melalui poros nok searah tanda panah maka sudu (blade)akan terbawa oleh gerakan rotor ini.
Saat blade berada di sisi kiri blade rapat ke dalam celahnya, sedangkan saat berada disebelah
bawah dan kanan blade akan terdorong akibat beratnya sendiri menempel pada rotor housing.
Dengan terbawanya blade yang selalu menempel pada rotor housing ini, maka saat
berada disisi bawah ruang blade akan membesar dan bahan bakar yang berada disaluran masuk
kedalam celah blade dibagian bawah dan bersama dengan berputarnya rotor dan blade bahan
bakar ini terbawa ke sisi kanan. Bahan bakar ini kemudian dibawa menuju ke saluran tekan. Saat
berada disaluran teka volume ruang blade semakin menyempit, akibatnya tekanan bahan bakar
akan naik dan terdorong ke saluran tekan menuju ke housing pump.

Gambar 2.2 Cara Kerja Pompa Penyalur


b. Katup Pengatur Tekanan dan Katup Kelebihan Aliran Bahan Bakar
Katup ini berfungsi untuk membatasi tekanan maksimum bahan bakar yang dihasilkan
oleh pompa penyalur. Konstruksi dari komponen ini dapat dilihat seperti gambar 2.3.
Cara kerja katup ini adalah saat tekanan di bawah piston lebih tinggi dari tekanan pegas
maka pistonakan terdorong ke atas, sehingga saluran pengembali terhubung dengan saluran
4

tekan. Akibatnya sebagian bahan bakar yang menuju ke pump housing dibocorkan kembali
menuju ke saluran masuk pompa. (lihat Gambar 2.3).

Gambar 2.3 Konstruksi Regulting Valve

c. Katup Kelebihan Bahan Bakar (Over Flow Valve)


Fungsi dari komponen ini adalah untuk mengembalikan kelebihan bahan bakar yang
berada di ruang pompa untuk dikembalikan ke tangka bahan bakar.

Gambar 2.4 Konstruksi Over Flow Valve


d. Penginjeksian Bahan Bakar
Pompa penyalur (feed pump), pelat nok (cam plate) dan plunyer (plunger) digerakkan
oleh poros penggerak (drive shaft). Dua pegas plunyer (plunger spring) menekan plunyer untuk
selalu kembali pada posisi semula melawan gerakan cam plate. Seperti terlihat gambar 2.5 , cam
plate mempunyai 4 nok (sesuai dengan jumlah silinder motor).

Gambar 2.5 Penampang Samping dengan Elemen Pompa Distributor VE

Gambar 2.6 Konstruksi Cam Plate dan Plunyer


Saat cam plate berputar permukaan nok menaiki rollers dan mengakibatkan cam plate
terdorong ke kanan menggerakkan plunyer, oleh karena itu dengan satu putaran cam plate
plunyer yang ikut berputar satu kali juga terdorong kea rah penginjeksian bahan baar sebanyak 4
kali. Atau boleh dikatakan bahan bakar untuk setiap silinder disemprotkan pada setiap putaran
saat gerak bolak balik plunyer.
Plunyer pompa mempunyai 4 alur isap (suction groove) dan satu saluran distribusi
(distribution port). Plunyer dipasangkan dengan silinder yang juga berfungsi sebagai kepala
pompa. Pada silinder juga terdapat 4 saluran distribusi (distribution passage). Saat satu dari 4
alur isap dalam plunyer bertemu dengan saluran hisap, maka penghisapan bahan bakar
berlangsung. Penekanan atau penginjeksian bahan bakar terjadi saat saluran distribusi plunyer
bertemu dengan satu dari 4 saluran distribusi silinder dan bahan bakar diinjeksikan ke setiap
silinder oleh injector.

Gambar 2.7 Penampang Roller dan Silinder


1. Proses Isap
Pada gambar 2.8 terlihat, saat plunyer pompa bergerak ke kiri, salah satu dari empat alur
isap dalam silinder pompa akan lurus dengan port/saluran isap dan bahan bakar akan masuk ke
ruang tekan plunyer.

Gambar 2.8 Proses Isap


2. Proses Penekanan/Injeksi
Selama cam plate dan plunyer berputar, saluran isap ditutup dan saluran distribusi
plunyer akan bertemu dengan satu dari 4 saluran distribusi dalam silinder. Sambil berputar
plunyer bergerak ke kanan. Akibatnya bhan bakar yang berada di distribution port akan tertekan
dan disalurkan ke distribution passage pada silinder untuk disemprotkan ke dalam ruang bakar
melalui injector.

Gambar 2.9 Proses Injeksi


3. Proses Akhir Injeksi
Pada waktu plunyer bergerak jauh ke kanan saluran pembuang (spill port) terbuka oleh
ring pembuang (spill ring) dan akibatnya tekanan bahan bakar didalam plunyer hilang. Akibat
masih bergeraknya plunyer, maka bahan bakar didalam plunyer akan dikembalikan keruang
pompa, sehingga tekanan penginjeksian turun dengan tiba tiba dan penginjeksian bahan bakar
berhenti.

Gambar 2.10 Proses Akhir Penginjeksian


4. Proses Penyamaan Tekanan
Jika plunyer berputar 180 derajat setelah penyemprotan bahan bakar, maka coakan
penyama tekanan (preasure equalizing groove) yang terdapat pada plunyer bertemu dengan
saluran distribusi pada silinder, sehingga tekanan bahan bakar pada distribution passage akan
disamakan dengan tekanan bahan bakar di dalam rumah pompa.

Gambar 2.11 Penyamaan Tekanan


e. Solenoid Pemutus Bahan Bakar
Mematikan motor dapat dilakukan dengan menyetop aliran bahan bakar ke plunyer
pompa melalui fuel cut off solenoid. Pada saat kunci kontak pada posisi IG, solenoid akan
membuka saluran ke ruang plunyer, maka bahan bakar yang sudah diberikan tekanan oleh pompa
penyalur akan dapat masuk melalui saluran isap (suction port). Bila kunci kontak off maka aliran
bahan bakar dihentikan dan motor akan mati.

Gambar 2.12 Kerja Solenoid Pemutus Bahan Bakar


f. Governour Sentrifugal
Berfungsi untuk mengatur jumlah bahan bakar yang disemprotkan sesuai dengan beban
dan putaran motor.

Gambar 2.13 Posisi Governoor di dalam Pompa Injeksi tipe Distributor VE

Gambar 2.14 Bagian-bagian Governor


Roda gigi governor berputar 1.6 kali lebih cepat kalua dibandingkan dengan putaran

poros pompa (drive shaft).


Terdapat 4 bobot sentrifugal (fly weight) di dalam penahan bobot, komponen ini
mendeteksi putaran dengan gaya sentrifugal dan lengan penghantar goevernor (governor

sleeve) akan meneruskan gaya tersebut.


Regangan pegas pengontrol (control spring) akan mengontrol variasi dari beban.
Tuas pengontrol (control lever) akan menggerakan ring pelepas tekanan bahan bakar
(spill ring) sesuai dengan beban dan putaran motor.
Unit tuas pengontrol governor (governor lever assembly) terdiri dari tuas pengarah (guide

lever) tuas pengontrol (control lever) dan tuas peregang (tension lever) Guide lever ditahan oleh
fulcrum D pada rumah governor, sedangkan control lever dan tension lever berhubungan dengan
fulcrum A dan terdapat juga berbagai jenis pegas.
10

g. Pengajuan Penyemprotan (Auto Timer)


Berfungsi untuk memajukan waktu penyemprotan bahan bakar sesuai
dengan putaran motor. Untuk mengajukan saat penyemprotan cam plate
harus dapat maju sesuai dengan putaran poros pompa. Atau dengan cara
menggerakkan roller ring ke arah berlawanan dengan arah putaran poros
pompa.

Gambar 2.15 Komponen Auto Timer


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pompa penyalur akan
menghasilkan tekanan bahan bakar di ruang pompa. Besarnya tekanan
tersebut tergantung dari putaran pompa. Bila putaran motor bertambah
maka tekanan bahan bakar dalam rumah pompa yang dihasilkan oleh pompa
pengalir juga akan baik. Besarnya kenaikan tekanan bahan bakar yang
terjadi dalam rumah pompa diatur oleh katup pengatur tekanan.

11

Gambar 2.16 Posisi Dasar Auto Timer


Tekanan bahan bakar tersebut akan mendorong piston timer ke arah
kiri. Gerakan ini akan mengakibatkan roller ring ikut bergerak kearah kiri
bersama slide pin. Akibatnya cam plate akan bertemu dengan roller ring
lebih cepat, sehingga saat pengimplikasian bahan bakar lebih maju.

Gambar 2.17 Posisi Auto Timer Saat Putaran Tinggi

Gambar 2.18 Pengajuan Penyemprotan

12

2.4

Konstruksi Pompa Distributor


a) Pompa penyalur tipe vane/rotary (feed pump) mengalirkan bahan bakar dari tangka
melalui sedimenter, filter dan mengirimnya ke dalam rumah pompa distributor.
b) Katup pembatas tekanan (regulating valve) mengontrol tekanan bahan bakar yang
dihasilkan oleh feed pump yang aan dikirim ke rumah pompa distributor.
c) Kelebihan bahan bakar dikembalikan ke tangka melaui katup aliran lebih (overflow
valve). Kelebihan bahan bakar tersebut juga digunakan untuk pendinginan.
d) Pelat Nok (face cam plate) digerakkan oleh poros penggerak pompa. Plunyer pompa
digerakkan oleh pelat nok dan bahan bakar diinjeksikan oleh putaran dan gerak bolakbalik plunyer ini.
e) Banyaknya penyemprotan/injekksi dikontrol oleh governor mekanik (governor).
f) Waktu injeksi dikontrol oleh timer (timer piston) yang dioperasikan oleh tekanan bahan
bakar.
g) Solenoid bertugas membuka dan memutuskan aliran bahan bakar ke plunyer pompa
(fuel cut solenoid) berdasarkan posisi kunci kontak.
h) Katup penyalur (delivery valve) berfungsi mencegah bahan bakar dalam pipa tekanan
tinggi berbalik ke plunyer dan hisapan sisa bahan bakar dalam nozel setelah injeksi.

Gambar 2.19 Cara Kerja Pompa Injeksi tipe Distributor VE.


2.5

Cara Kerja Pompa Distributor

1) Saat Motor Start

13

Saat pedal gas ditekan maka adjusting lever akan bergerak ke posisi membuka penuh.
Tension lever tertarik oleh control spring sampai kontak dengan stopper. Saat motor mati, bobot
governor (flyweight) tidak bergerak, control lever menekan start spring melalui goevernor sleeve
dengan tekanan ringan.Dengan demikian bobot governor dalam keadaan menutup penuh.
Pada situasi ini control lever berada pada fulcrum Abergerak balik berlawanan arah jarum
jam dan menggerakkan spill ring (ring pelepas tekanan) kearah posisi start (penginjeksian
maksimum).

Gambar 2.20 Kerja Governor saat Mulai Start


2) Saat Motor Idle
Setelah motor mulai hidup dan pedal gas bebas, adjusting lever pada posisi idle. Pada
posisi ini, tegangan control spring pada adjusting lever tidak terlalu kuat. Oleh karena itu pada
RPM rendah, fly weight mengembang ke luar. Idle spring dan damper spring menjadi mengkerut
oleh dorongan sleeve, sehingga control lever bergerak ke kanan. Jadi control lever berputar
searah jarum jam pada titik A, memposisikan spill ring pada posisi idle (penyemprotan
minimum). Dalam hal ini gaya sentrifugal bobot dan tegangan pada damper dan idle spring
akan menjadi seimbang untuk mempertahankan putaran agar stabil.

14

Gambar 2.21 Kerja Governor saat Putaran Idle


3) Saat Beban Penuh
Selama pedal gas ditekan maka adjusting lever bergerak ke posisi full, dan tegangan pada
control spring menjadi lebih besar. Damper spring akan mengkerut penuh dan tidak bekerja.
Tension lever akan berhubungdengan stopper atas dan tetap tidak bergerak. Selanjutnya, control
lever menjadi lebih besar. Damper spring akan mengkerut penuh dan tidak bekerja. Tension
lever akan berhubung dengan stopper atas dan tetap tidak bergerak. Selanjutnya, control lever
juga didorong oleh sleeve, control lever menjadi berhubunngan dengan tension lever, dengan
demikian spill ring mempertahankan pada posisi full load (penyemprotan maksimum). Bila fuel
set screw (untuk penyetelan volume injeksi full load) diputar searah jarum jam, guide lever akan
berputar berlawanan jarum jam pada titik tumpu D sehingga control lever yang diikat pada titik
tumpu A, akan bergerak berlawanan jarum jam disekitar titik tumpu D, menggerakan spill ring
kea rah (kanan) memperkaya bahan bakar.

15

Gambar 2.22 Kerja Governor Beban Penuh


4) Pengontrol Putaran Maksimum
Saat putaran motor bertambah, dorongan fly weight menjadi lebih besar dibanding
tegangan control spring. Tension lever dan control lever akan terdorong oleh sleeve secara
bersama-sama dan berputar searah jarum jam pada titik tumpu A, dengan demikian spill ring
bergerak kea rah memperkurus bahan bakar untuk mencegah overrunning.

Gambar 2.23 Kerja Governor saat Putaran Maksimum

16

3. Penutup
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, maka bagian ini akan
dijelaskan mengenai (1) kesimpulan dan (2) saran.
3.1

Kesimpulan
Dari isi makalah tersebut dapat disimpulkan bahwa Motor Diesel

merupakan sebuah sumber tenaga penggerak memiliki prinsip yang hampir sama dengan motor
bensin (gasoline engine) dimana energi dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar, perbedaan
yang mendasar yaitu bahan bakar dan juga cara penyalaan bahan bakar serta pendistribusiannya.
Dalam sistim bahan bakar motor diesel dikenal beberapa macam sistim penyaluran bahan bakar
berdasarkan jenis pompa injeksinya diantaranya terdapat sistim penyaluran bahan bakar dengan
pompa injeksi in-line dan pompa injeksi distributor.
Pompa injeksi jenis distributor dirancang khusus dengan menggunakan plunger tunggal
untuk mengatur banyaknya bahan bakar yang diinjeksikan dengan tepat dan membagi
pemberian bahan bakar ke setiap silinder mesin sesuai dengan urutan penginjeksiannya melalui
delivery valve. Dalam pendistribusian bahan bakar, terdapat beberapa langkah, yaitu langkah
isap, penekanan/injeksi, akhir injeksi, dan proses penyamaan tekanan yang selanjutnya bahan
bakar akan diinjeksikan ke setiap silinder melalui nosel-nosel.
3.2

Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca agar dapat mengetahui konsep

dan cara kerja dari pompa injeksi tipe distributor. Pembaca juga harus dapat
memahami

komponen-komponen

yang

ada

dari

pompa

injeksi

tipe

distributor. Selain itu bagaimana kontruksi yang ada dalam pompa injeksi
tipe distributor.

Daftar Rujukan
Anonim. 1995. Technical Guide Toyota Diesel. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor.
Anonim. 1995. Fuel Injection Equeipment. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor.
Daryanto. 2001. Teknik Servis Mobil. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
17

Nugroho D. 2013. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kompetensi Menganalisis


Gangguan Pompa Injeksi Tipe VE Distributor Pada Mata Kuliah Praktik Motor Diesel.
Semarang:Universitas Negeri Semarang.
Rabiman dan Arifin Z. 2011. Sistem Bahan Bakar Motor Diesel. Yogyakarta:Graha Ilmu.

18