0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
159 tayangan45 halaman

Rangkaian ADC Arduino dan LCD

1. Praktikum ini bertujuan untuk membuat rangkaian simulasi akses ADC Arduino dan menghubungkan ADC ke LCD dengan LED sebagai output. 2. ADC digunakan untuk mengubah sinyal analog dari sensor menjadi sinyal digital yang dapat diproses oleh mikrokontroler seperti Arduino. 3. Rangkaian ini menggunakan komponen seperti Arduino, LCD, potensiometer dan resistor untuk mewakili sensor serta menampilkan hasil konversi ADC

Diunggah oleh

Sukma Paniadani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
159 tayangan45 halaman

Rangkaian ADC Arduino dan LCD

1. Praktikum ini bertujuan untuk membuat rangkaian simulasi akses ADC Arduino dan menghubungkan ADC ke LCD dengan LED sebagai output. 2. ADC digunakan untuk mengubah sinyal analog dari sensor menjadi sinyal digital yang dapat diproses oleh mikrokontroler seperti Arduino. 3. Rangkaian ini menggunakan komponen seperti Arduino, LCD, potensiometer dan resistor untuk mewakili sensor serta menampilkan hasil konversi ADC

Diunggah oleh

Sukma Paniadani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

JUDUL PRAKTIKUM
Akses ADC (Analog to Digital Converter) Arduino
B. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa mampu membuat Rangkaian simulasi Akses ADC
Arduino.
2. Mahasiswa mampu menghubungkan ADC ke LCD dengan led
menjadi outputnya.
C. TEORI DASAR
Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah input
analog menjadi kode kode digital. ADC banyak digunakan
sebagai

pengatur proses industri, komunikasi

digital

dan

rangkaian pengukuran/pengujian. Umumnya ADC digunakan


sebagai perantara antara sensor yang kebanyakan analog
dengan

sistim

komputer

seperti

sensor

suhu,

cahaya,

tekanan/berat, aliran dan sebagainya kemudian diukur dengan


menggunakan sistim digital (komputer). ADC (Analog to Digital
Converter) memiliki 2 karakter prinsip, yaitu kecepatan sampling
dan resolusi. Kecepatan sampling suatu ADC menyatakan
seberapa sering sinyal analog dikonversikan ke bentuk sinyal
digital pada selang waktu tertentu. Kecepatan sampling biasanya
dinyatakan dalam sample per second (SPS).
Analog to Digital Converter (ADC) adalah sebuah piranti
yang dirancang untuk mengubah sinyal-sinyal analog menjadi
bentuk sinyal digital. IC ADC 0804 dianggap dapat memenuhi
kebutuhan dari rangkaian yang akan dibuat. IC jenis ini bekerja
secara cermat dengan menambahkan sedikit komponen sesuai
dengan

spesifikasi

yang

harus

diberikan

dan

dapat

mengkonversikan secara cepat suatu masukan tegangan. Hal-hal

yang juga perlu diperhatikan dalam penggunaan ADC ini adalah


tegangan maksimum yang dapat dikonversikan oleh ADC dari
rangkaian pengkondisi sinyal, resolusi, pewaktu eksternal ADC,
tipe keluaran, ketepatan dan waktu konversinya. Ada banyak cara
yang dapat digunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi
sinyal digital yang nilainya proposional. Jenis ADC yang biasa
digunakan

dalam

perancangan

adalah

jenis Successive

Approximation Convertion (SAR) atau pendekatan bertingkat


yang memiliki waktu konversi jauh lebih singkat dan tidak
tergantung pada nilai masukan analognya atau sinyal yang akan
diubah.
Display LCD

sebuah

liquid

crystal

atau

perangkat

elektronik yang dapat digunakan untuk menampilkan angka atau


teks. Ada dua jenis utama layar LCD yang dapat menampilkan
numerik (digunakan dalam jam tangan, kalkulator dll) dan
menampilkan teks alfanumerik (sering digunakan pada mesin foto
kopi dan telepon genggam).
Light Dependent Resistor atau disingkat dengan LDR
adalah jenis Resistor yang nilai hambatan atau nilai resistansinya
tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya. Nilai
Hambatan LDR akan menurun pada saat cahaya terang dan nilai
Hambatannya akan menjadi tinggi jika dalam kondisi gelap.
Dengan kata lain, fungsi LDR (Light Dependent Resistor) adalah
untuk menghantarkan arus listrik jika menerima sejumlah
intensitas cahaya (Kondisi Terang) dan menghambat arus listrik
dalam kondisi gelap.
Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang
memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran
listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai

dalam penelitian ini berupa komponen elektronika elektronika


yang diproduksi oleh National Semiconductor. LM35 memiliki
keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibandingkan
dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran
impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat
dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus
serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan.
Komponen lain dalam praktikum ini diantaranya yaitu :

Resistor, resistor sangat berpengaruh besar di dalam


rangkaian elektronika karena dapat digunakan sebagai
penahan arus sementara sebelum arus tersebut diproses dan

dislurkan pada komponen elektronika lainnya.


Ground adalah komponen rangkaian yang berfungsi untuk

membumikan tegangan yang berlebih atau bocor.


Vcc atau power, digunakan sebagai sumber tegangan.
Label (Wire Label Mode) digunakan untuk menandai
penghubung atau wire. Bisa juga dikatakan sebagai pengganti
kabel dalam simulasi rangkaian.

D. ALAT DAN BAHAN


ALAT

: - PC Atau Laptop

BAHAN : - Proteus Profesional


- Arduino Uno

E. LANGKAH KERJA
RANGKAIAN ADC (Analog to Digital Converter)
1. Buka Aplikasi ISIS 7 Professional.

2. Tampilan lembar kerja ISIS 7 Professional.

3. Buka menu pick device, pada tab library klik pick parts from
library atau dengan menekan tombol P pada keyboard.

4. Ketikkan arduino sebagai kata kunci

lalu pilih arduino r3

seperti pada gambar di bawah ini.

5. Masukkan kata kunci komponen yang ingin di cari yaitu LCD


pada kolom keyword seperti pada gambar di bawah ini.

6. Masukkan kata kunci komponen yang ingin di cari yaitu POT


DEVICE dan POT-HG pada kolom keyword, seperti pada
gambar di bawah ini.

7. Klik Terminal Mode pilih Ground lalu klik dua kali pilihan
Ground tersebut dan enter seperti pada gambar di bawah ini.

8. Klik Terminal Mode pilih Power lalu klik dua kali pilihan power
tersebut dan enter, seperti pada gambar di bawah ini.

9. Wire Label Mode, digunakan untuk menandai penghubung


atau wire, seperti pada gambar di bawah ini.

10. Letakkan Arduino R3 dan LCD 16*2 pada lokasi rangkaian


proteus, seperti pada gambar di bawah ini.

11. Tarik kabel pada pin 12 di Arduino dan pada pin 4 di Lcd
setelah itu beri label kedua pin tersebut dengan wire label
(RS) seperti pada gambar dibawah ini.

12. Tarik kabel pada pin 11 di Arduino dan pada pin 6 di Lcd
setelah itu beri label kedua pin tersebut dengan wire label
(E).seperti pada gambar di bawah ini

13. Dan untuk selanjutnya tarik kabel pada pin di Arduino dan
pada pin di Lcd setelah itu labeli dengan kedua pin tersebut
dengan wire label dengan nama yang sama seperti pada
gambar di bawah ini

14. Lalu tambahkan Ground pada pin ke-5 di Lcd,seperti pada


gambar di bawah ini

15. Tarik kabel dari Pin 1 Lcd dan hubungkan dengan ground, lalu
tambahkan label VSS, seperti pada gambar di bawah ini

16. Tarik kabel dari pin 2 pada Lcd lalu tambahkan label VDD dan
berikan power di pin tersebut seperti pada gambar di bawah
ini.

17. Tarik kabel dari pin 3 pada Lcd lalu labeli dengan VEE dan
tambahkan POT yang salah satu ujungnya di sambungkan di

Ground dan yang satunya lagi di sambungkan pada


Power,seperti pada gambar di bawah ini

18. Hubungkan power ke pin AREF pada arduino, seperti pada


gambar dibawah.

19. Tambahkan kembali POT sehingga menjadi 2 POT yang


digunakan, sambungkan POT yang ditambahkan dengan
power dan groud serta sambungkan dengan pin A0 pada
arduino.

20. Gambar rangkaian untuk rangkaian ADC yang selesai di buat.

21. Jalankan aplikasi arduino yang ada pada Laptop/Pc anda,


seperti pada gambar di bawah ini.

22. Masukkan script seperti pada gambar dibawah ini

23. Compile script yang sudah di ketik , lalu copy alamat script
yang berakhiran hex, seperti pada gambar dibawah ini

24. Klik 2 kali pada arduino maka akan muncul jendela seperti
gambar dibawah, lalu pastekan alamat script tadi ke program
file. Dan klik ok

25. Lalu klik play untuk melihat hasil dari rangkaian yang telah
dibuat

RANGKAIAN MEMBACA DATA SENSOR CAHAYA


1. Buka Aplikasi ISIS 7 Professional.

2. Tampilan lembar kerja ISIS 7 Professional.

3. Buka menu pick device, pada tab library klik pick parts from
library atau dengan menekan tombol P pada keyboard.

4. Ketikkan arduino sebagai kata kunci lalu pilih arduino r3 seperti


pada gambar di bawah ini.

5. Masukkan kata kunci

komponen yang ingin di cari yaitu LCD

pada kolom keyword seperti pada gambar di bawah ini.

6. Masukkan kata kunci komponen yang ingin di cari yaitu POT


DEVICE pada kolom keyword, seperti pada gambar di bawah ini.

7. Masukkan kata kunci komponen yang ingin di cari yaitu resistor


pada kolom keyword, seperti pada gambar di bawah ini.

8. Masukkan kata kunci komponen yang ingin di cari yaitu torch


pada kolom keyword, seperti pada gambar di bawah ini.

9. Klik Terminal Mode pilih Ground lalu klik dua kali pilihan Ground
tersebut dan enter seperti pada gambar di bawah ini.

10. Klik Terminal Mode pilih Power lalu klik dua kali pilihan power
tersebut dan enter, seperti pada gambar di bawah ini.

11. Wire Label Mode, digunakan untuk menandai penghubung atau


wire, seperti pada gambar di bawah ini.

12. Letakkan Arduino R3 dan LCD 16*2 pada lokasi rangkaian


proteus, seperti pada gambar di bawah ini.

13. Tarik kabel pada pin 12 di Arduino dan pada pin 4 di Lcd setelah
itu beri label kedua pin tersebut dengan wire label (RS) seperti
pada gambar dibawah ini.

14. Tarik kabel pada pin 11 di Arduino dan pada pin 6 di Lcd setelah
itu beri label kedua pin tersebut dengan wire label (E).seperti
pada gambar di bawah ini

15. Dan untuk selanjutnya tarik kabel pada pin di Arduino dan pada
pin di Lcd setelah itu labeli dengan kedua pin tersebut dengan
wire label dengan nama yang sama seperti pada gambar di
bawah ini.

16. Lalu tambahkan Ground pada pin ke-5 di Lcd,seperti pada


gambar di bawah ini

17. Tarik kabel dari Pin 1 Lcd dan hubungkan dengan ground, lalu
tambahkan label VSS, seperti pada gambar di bawah ini

18. Tarik kabel dari pin 2 pada Lcd lalu tambahkan label VDD dan
berikan power di pin tersebut seperti pada gambar di bawah ini.

19. Tarik kabel dari pin 3 pada Lcd lalu labeli dengan VEE dan
tambahkan POT yang salah satu ujungnya di sambungkan di
Ground

dan

yang

satunya

lagi

di

sambungkan

pada

Power,seperti pada gambar di bawah ini

20. Hubungkan power ke pin AREF pada arduino, seperti pada


gambar dibawah.

21. Hubungkan resistor dengan torch-ldr, seperti pada gambar


dibawah ini.

22. Hubungkan ground ke torch-ldr, seperti pada gambar dibawah ini.

23. Hubungkan resistor dengan power, lalu hubungkan ke pin A0


pada arduino, seperti pada gambar dibawah ini.

24. Tambahkan current probe mode pada kabel Torch-ldr seperti


gambar dibawah

25. Gambar rangkaian untuk membaca data sensor LCD yang


selesai di buat

26. Jalankan aplikasi arduino yang ada pada Laptop/Pc anda, seperti
pada gambar di bawah ini.

27. Masukkan script seperti pada gambar dibawah ini

28. Compile script yang sudah di ketik , lalu copy alamat script yang
berakhiran hex, seperti pada gambar dibawah ini

29. Klik 2 kali pada arduino maka akan muncul jendela seperti
gambar dibawah, lalu pastekan alamat script tadi ke program file.
Dan ok

30. Lalu klik play untuk melihat hasil dari rangkaian yang telah dibuat

RANGKAIAN MEMBACA DATA SENSOR SUHU


1. Buka Aplikasi ISIS 7 Professional.

2. Tampilan lembar kerja ISIS 7 Professional.

3. Buka menu pick device, pada tab library klik pick parts from
library atau dengan menekan tombol P pada keyboard.

4. Ketikkan arduino sebagai kata kunci lalu pilih arduino r3 seperti


pada gambar di bawah ini.

5. Masukkan kata kunci

komponen yang ingin di cari yaitu LCD

pada kolom keyword seperti pada gambar di bawah ini.

6. Masukkan kata kunci komponen yang ingin di cari yaitu POT


DEVICE pada kolom keyword, seperti pada gambar di bawah ini.

7. Masukkan kata kunci komponen yang ingin di cari yaitu LM 35


pada kolom keyword, seperti pada gambar di bawah ini.

8. Klik Terminal Mode pilih Ground lalu klik dua kali pilihan Ground
tersebut dan enter seperti pada gambar di bawah ini.

9. Klik Terminal Mode pilih Power lalu klik dua kali pilihan power
tersebut dan enter, seperti pada gambar di bawah ini.

10. Wire Label Mode, digunakan untuk menandai penghubung atau


wire, seperti pada gambar di bawah ini.

11. Letakkan Arduino R3 dan LCD 16*2 pada lokasi rangkaian


proteus, seperti pada gambar di bawah ini.

12. Tarik kabel pada pin 12 di Arduino dan pada pin 4 di Lcd setelah
itu beri label kedua pin tersebut dengan wire label (RS) seperti
pada gambar dibawah ini.

13. Tarik kabel pada pin 11 di Arduino dan pada pin 6 di Lcd setelah
itu beri label kedua pin tersebut dengan wire label (E).seperti
pada gambar di bawah ini

14. Dan untuk selanjutnya tarik kabel pada pin di Arduino dan pada
pin di Lcd setelah itu labeli dengan kedua pin tersebut dengan
wire label dengan nama yang sama seperti pada gambar di
bawah ini

15. Lalu tambahkan Ground pada pin ke-5 di Lcd,seperti pada


gambar di bawah ini

16. Tarik kabel dari Pin 1 Lcd dan hubungkan dengan ground, lalu
tambahkan label VSS, seperti pada gambar di bawah ini

17. Tarik kabel dari pin 2 pada Lcd lalu tambahkan label VDD dan
berikan power di pin tersebut seperti pada gambar di bawah ini.

18. Tarik kabel dari pin 3 pada Lcd lalu labeli dengan VEE dan
tambahkan POT yang salah satu ujungnya di sambungkan di
Ground

dan

yang

satunya

lagi

di

sambungkan

pada

Power,seperti pada gambar di bawah ini

19. Hubungkan power ke pin AREF pada arduino, seperti pada


gambar dibawah.

20. Hubungkan resistor dengan LM 35 pada power dan ground serta


hubungkan dengan pin A0 pada arduino, seperti pada gambar
dibawah ini.

21. Gambar rangkaian untuk sensor suhu yang selesai di buat

22. Jalankan aplikasi arduino yang ada pada Laptop/Pc anda, seperti
pada gambar di bawah ini.

23. Masukkan script seperti pada gambar dibawah ini

24. Compile script yang sudah di ketik , lalu copy alamat script yang
berakhiran hex, seperti pada gambar dibawah ini

25. Klik 2 kali pada arduino maka akan muncul jendela seperti
gambar dibawah, lalu pastekan alamat script tadi ke program file.
Dan ok

26. Lalu klik play untuk melihat hasil dari rangkaian yang telah dibuat

TANTANGAN
(MENYALAKAN DAN MEMATIKAN PENDINGIN)
MENGGUNAKAN SENSOR SUHU
1. Buka Aplikasi ISIS 7 Professional.

2. Tampilan lembar kerja ISIS 7 Professional.

3. Buka menu pick device, pada tab library klik pick parts from
library atau dengan menekan tombol P pada keyboard.

4. Ketikkan arduino sebagai kata kunci lalu pilih arduino r3 seperti


pada gambar di bawah ini.

5. Masukkan kata kunci

komponen yang ingin di cari yaitu LCD

pada kolom keyword seperti pada gambar di bawah ini.

6. Masukkan kata kunci komponen yang ingin di cari yaitu POT


DEVICE pada kolom keyword, seperti pada gambar di bawah ini.

7. Masukkan kata kunci komponen yang ingin di cari yaitu LM 35


pada kolom keyword, seperti pada gambar di bawah ini.

8. Masukkan kata kunci komponen yang ingin dicari yaitu led-yellow


pada kolom keyword, seperti pada gambar di bawah ini.

9. Klik Terminal Mode pilih Ground lalu klik dua kali pilihan Ground
tersebut dan enter seperti pada gambar di bawah ini.

10. Klik Terminal Mode pilih Power lalu klik dua kali pilihan power
tersebut dan enter, seperti pada gambar di bawah ini.

11. Wire Label Mode, digunakan untuk menandai penghubung atau


wire, seperti pada gambar di bawah ini.

12. Letakkan Arduino R3 dan LCD 16*2 pada lokasi rangkaian


proteus, seperti pada gambar di bawah ini.

13. Tarik kabel pada pin 12 di Arduino dan pada pin 4 di Lcd setelah
itu beri label kedua pin tersebut dengan wire label (RS) seperti
pada gambar dibawah ini.

14. Tarik kabel pada pin 11 di Arduino dan pada pin 6 di Lcd setelah
itu beri label kedua pin tersebut dengan wire label (E).seperti
pada gambar di bawah ini

15. Dan untuk selanjutnya tarik kabel pada pin di Arduino dan pada
pin di Lcd setelah itu labeli dengan kedua pin tersebut dengan
wire label dengan nama yang sama seperti pada gambar di
bawah ini

16. Lalu tambahkan Ground pada pin ke-5 di Lcd,seperti pada


gambar di bawah ini

17. Tarik kabel dari Pin 1 Lcd dan hubungkan dengan ground, lalu
tambahkan label VSS, seperti pada gambar di bawah ini

18. Tarik kabel dari pin 2 pada Lcd lalu tambahkan label VDD dan
berikan power di pin tersebut seperti pada gambar di bawah ini.

19. Tarik kabel dari pin 3 pada Lcd lalu labeli dengan VEE dan
tambahkan POT yang salah satu ujungnya di sambungkan di
Ground

dan

yang

satunya

lagi

di

sambungkan

pada

Power,seperti pada gambar di bawah ini

20. Hubungkan power ke pin AREF pada arduino, seperti pada


gambar dibawah.

21. Hubungkan resistor dengan LM 35 pada power dan ground serta


hubungkan dengan pin A0 pada arduino, seperti pada gambar
dibawah ini.

22. Tambahkan Led-yellow dan ground yang kemudian dihubungkan


dengan pin 13 pada arduino.

23. Gambar

rangkaian

sensor

suhu

untuk

mematikan pendingin yang selesai di buat.

menyalakan

dan

24. Jalankan aplikasi arduino yang ada pada Laptop/Pc anda, seperti
pada gambar di bawah ini.

25. Masukkan script seperti pada gambar dibawah ini

26. Compile script yang sudah di ketik , lalu copy alamat script yang
berakhiran hex, seperti pada gambar dibawah ini

27. Klik 2 kali pada arduino maka akan muncul jendela seperti
gambar dibawah, lalu pastekan alamat script tadi ke program file.
Dan ok

28. Lalu klik play untuk melihat hasil dari rangkaian yang telah dibuat
Menyalakan Pendingin

Mematikan Pendingin

F. HASIL DAN PEMBAHASAN (ANALISA)


Pada praktikum kali ini yang dipraktikkan adalah Membuat
rangkaian ADC (Analog to Digital Converter), rangkaian sensor
cahaya, rangkaian suhu dan rangkaian untuk menyalakan dan
mematikan pendingin menggunakan sensor suhu. Namun terlebih
dahulu membuka aplikasi Proteus 7.9 yang telah diinstal
sebelumnya untuk membuat rangkaian. Dimana Proteus 7.9 (ISIS
7 Professional) adalah aplikasi untuk menjalankan simulasi pada
rangkaian.

Dan

menggunakan

software

Arduino

untuk

memasukkan kode program yang akan dihubungkan dengan ISIS


7 Professional sehingga rangkaian dapat disimuasikan.
Rangkaian pertama yang dibuat pada praktikum ini adalah
rangkaian ADC (Analog to Digital Converter), dimana komponen
yang digunakan untuk membuat rangkaian ini antara lain: arduino
uno, LCD (Liquid Crystal Display), Pot Device, Pot-hg, ground,
power dan label yang digunakan untuk menghubungkan antara
pin arduino dan pin LCD. Dimana komponen utama yang sangat
berpengaruh pada rangkaian ini adalah Pot-hg.
Rangkaian kedua yang dibuat adalah rangkaian sensor
cahaya, dimana komponen yang digunakan untuk membuat
rangkaian ini antara lain: arduino uno, LCD (Liquid Crystal
Display), Pot Device, Resistor, Torch-ldr, ground, power dan label
yang digunakan untuk menghubungkan antara pin arduino dan
LCD. Dimana komponen utama yang sangat berpengaruh pada
rangkaian ini adalah Torch-ldr. Torch-ldr (Light Dependent
Resistor) atau disingkat dengan LDR adalah jenis Resistor yang
nilai hambatan atau nilai resistansinya tergantung pada intensitas
cahaya yang diterimanya. Nilai Hambatan LDR akan menurun
pada saat cahaya terang dan nilai Hambatannya akan menjadi
tinggi jika dalam kondisi gelap.

Rangkaian ketiga yang dibuat adalah rangkaian sensor


suhu, dimana komponen yang digunakan untuk membuat
rangkaian ini antara lain: arduino uno, LCD (Liquid Crystal
Display), Pot Device, LM 35, ground, power dan label yang
digunakan untuk menghubungkan antara pin arduino dan LCD.
Dimana komponen utama yang sangat berpengaruh pada
rangkaian ini adalah LM-35.

Sensor suhu LM35 adalah

komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah


besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan.
Rangkaian keempat yang dibuat adalah rangkaian untuk
menyalakan dan mematikan pendingin menggunakan sensor
suhu, dimana komponen yang digunakan untuk membuat
rangkaian ini antara lain: arduino uno, LCD (Liquid Crystal
Display), Pot Device, LM 35, Led-yellow, ground, power dan label
yang digunakan untuk menghubungkan antara pin arduino dan
LCD. Dimana komponen utama yang sangat berpengaruh pada
rangkaian ini adalah LM 35 untuk menaikkan dan menurunkan
suhu dan Led yellow sebagai penanda apakah pendingin
dinyalakan atau dimatikan dengan melihat berapa sensor suhu
pada LCD.
Untuk keempat rangkaian yang dibuat rangkaiannya, pin 4
pada LCD dihubungkan dengan pin 12 pada Arduino dengan cara
diberi label RS. Pin 5 pada LCD dihubungkan dengan ground. Pin
6 pada LCD dihubungkan dengan pin 11 pada Arduino dengan
label E. Pin 11 pada LCD dihubungkan dengan pin 5 pada
Arduino dengan label D4. Pin 12 pada LCD dihubungkan dengan
pin 4 pada Arduino dengan label D5. Pin 13 pada LCD
dihubungkan dengan pin 3 pada Arduino dengan label D6. Pin 14
pada LCD dihubungkan dengan pin 2 pada Arduino dengan label
D7. Pin 2 pada LCD dihubungkan dengan power dengan label

VDD. Pin 3 pada LCD dihubungkan dengan pot dengan diberi


label VEE.
Untuk rangkaian sensor cahaya, Terdapat resistor, power,
torch-ldr dan ground yang dihubungkan ke pin A0 pada arduino.
Untuk rangkaian sensor suhu, diperlukan sebuah LED
yang dihubungkan dengan ground lalu dihubungkan ke pin 13
pada arduino. Juga terdapat LM35 sebagai pengatur suhu, power
dan ground yang dihubungkan ke pin A0 pada arduino uno.
Adapun syntaks yang digunakan untuk rangkaian ADC
(Analog to Digital Converter), rangkaian sensor cahaya dan
sensor suhu adalah #include<LiquidCrystal.h> digunakan untuk
memasukkan

pustaka

LiquidCrystal.h.

LiquidCrystallcd

(12,11,5,4,3,2); adalah yang di gunakan sesuai urutan koneksi


RS,E,D4,D5,D6,D7; int analogPin=0; Untuk mendeklarasikan
penulisan Pin, int a = 0; digunakan untuk mendeklarasi variable
yang akan di terbaca untuk ditampilkan hasilnya. const int
ledPin13=13; Untuk mendeklasarikan Led Pin 13.
void setup(){

Digunakan untuk inisialisasi variable,

pinmode, penggunaan library, dan sebagainya. Hanya dijalankan


sekali, pada saat Arduino pertama kali dinyalakan, atau setelah
reset. lcd.begin(16,2); adalah pengaturan inisialisasi jumlah baris
dan kolom yang kita gunakan, pinMode (ledPin13,OUTPUT);
adalah untuk inisialisasi led Pin 13 sebagai output yang akan
menyala pada rangkaian.
void loop() { digunakan untuk menjalankan program utama
dalam Arduino secara berulang terus-menerus, hingga Arduino
dimatikan atau reset. a=analogRead(analogPin); adalah proses
pembacaan Pin yang digunakan, lcd.setCursor(0,0);

adalah

pengaturan untuk

posisi kursor atau teks (kolom,baris)

lcd.print(Sensor Cahaya); adalah teks yang akan muncul pada


LCD, lcd.setCursor (0,1); adalah pengaturan posisi kursor atau
teks (kolom, baris) lcd.print(a); untuk menampilkan variabel a.
Dan syntaks untuk rangkaian menyalakan dan mematikan
pendingin menggunakan sensor suhu sama halnya dengan
syntax pada ketiga rangkaian sebelumnya. Syntaks tambahan
yang diberikan untuk rangkaian ini adalah . if (a>=55) adalah
perintah untuk mendeklarasikan fungsi jika { lcd.print("Nyalakan
Pendingin"); menampilkan tulisan tersebut ke lcd,
(ledPin13,HIGH);

digitalWrite

adalah perintah untuk menyalakan Led

pada pin 13, Delay (1000); adalah waktu jeda selama 1000
milisecond,

for(int x=0; x<16; x++){

adalah perintah untuk

menuliskan karakter, lcd.scrollDisplay Left(); digunakan untuk


menampilkan tulisan ke kiri, delay(250);}

adalah waktu jeda

selama 250 milisecond, lcd.clear(); digunakan untuk menghapus


posisi sursor, if (a<35) adalah perintah yang digunakan untuk
mendeklarasikan fungsi jika,

{ lcd.print("Matikan Pendingin ");

digunakan untuk menampilkan tulisan tersebut ke lcd,


digitalWrite (ledPin13,LOW); adalah perintah untuk mematikan
Led pin 13,

delay (1000);

adalah waktu jeda selama 1000

milisecond, for(int x=0; x<16; x++) { adalah perintah untuk


menuliskan karakter sebanyak 16 karakter lcd.scrollDisplayLeft();
digunakan untuk

menampilkan tulisan ke kiri,

delay(250);}

adalah peintah untuk waktu jeda selama 250 milisecond,


lcd.clear();} adalah perintah untuk menghapus posisi kursor.
Hasil yang ditampilkan pada keempat rangkaian ini adalah
berupa nilai yang akan tampil pada LCD dengan melakukan
pengaturan naik atau turunnya sensor cahaya maupun suhu dan
lampu led yang akan menyala jika pada sensor suhu diatas 55 o

dan mati jika sensor suhu dibawah 35o . Jika semua rangkaian
dapat menyala sesuai yang diinginkan maka rangkaian yang
dibuat dikatakan berhasil.
KESIMPULAN
Pada praktikum ini kita telah membuat empat rangkaian
diantaranya rangkaian ADC (Analog to Digital Converter),
rangkaian sensor cahaya, rangkaian sensor suhu dan rangkaian
menyalakan dan mematikan pendingin menggunakan sensor
suhu. Komponen utama yang digunakan pada rangkaian ini
adalah pot-hg, torch-ldr untuk menghantarkan arus listrik jika
menerima sejumlah intensitas cahaya dan LM 35 untuk
mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk
tegangan.
Yang dapat disimpulkan dari praktikum ini adalah kita
mampu membuat Rangkaian simulasi Akses ADC Arduino dan
kita mampu menghubungkan ADC ke LCD dengan led menjadi
outputnya.

Anda mungkin juga menyukai