Anda di halaman 1dari 15

RS MEKAR SARI

BEKASI

PROGRAM KERJA PENGELOLAAN PERALATAN


UNIT LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK RS MEKAR SARI
TAHUN 2015

RUMAH SAKIT MEKAR SARI


BEKASI
2015

DAFTAR ISI

Halaman Judul
Daftar Isi..

1. Pendahuluan...
2. Latar Belakang
3. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus..
a. Tujuan Umum
b. Tujuan Khusus .
4. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan...
5. Cara Melaksanakan Kegiatan
..
6. Sasaran
7. Skedul (Jadwal) Pelaksanaan Kegiatan.
8. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
9. Pencatatan , Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan
10. Penutup

RUMAH SAKIT MEKAR SARI


DIVISI PENUNJANG MEDIS

i
ii

1
1
1
1
1
2-3
3
4
4
4
5
5

PROGRAM KERJA PENGELOLAAN PERALATAN UNIT LABORATORIUM PATOLOGI


KLINIK
RUMAH SAKIR MEKAR SARI BEKASI

1. Pendahuluan

Dalam halnya laboratorium pada masa era globalisasi sekarang ini, mutu/ kualitas pelayanan
sangat di prioritaskan sehingga dalam rangka melakukan pelayanan laboratorium dapat berjalan
dengan baik dan sesuai dengan visi dan misi.
Dalam upaya pencapaian mutu/ kualitas pelayanan laboratorium yang akurat, perlu adanya
dukungan sumber daya berupa sumber daya manusia (SDM), sarana, prasarana, serta peralatan
medis yang lengkap. Berdasarkan uraian di atas, maka laboratorium khususnya dalam hal peralatan
medis perlu melakukan kegiatan berupa pengadaan, inventarisir, dokumentasi, kalibrasi serta
pemantapan mutu baik internal maupun eksternal guna memonitoring fungsi dari peralatan agar
berfungsi dengan baik dan layak untuk digunakan dalam usaha melakukan pelayanan laboratorium
secara PRIMA.
2.

Latar Belakang

Laboratorium Patologi Klinik sebagai salah satu bagian dari rumah sakit sangat dituntut untuk
melakukan pelayanan kesehatan yang PRIMA, oleh karena itu salah satu dukungan berupa
peralatan medis/ laboratorium yang memadai sangat diperlukan. Dengan demikian, khususnya dalm
hal peralatan laboratorium adalah faktor yang sangat potensial untuk menunjang berjalannya
pelayanan laboratorium. Dan dalam pelaksanannya perlu adanya tindakan quality control dan
maintenance yang dilakukan secara baik dan periodik.

3. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus


a. Tujuan Umum

untuk meningkatkan mutu pelayanan Laboratorium, sehingga dapat memberikan


kontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Rumah sakit.
b.

Tujuan Khusus

1) Tersedianya peralatan laboratorium yang lengkap.


2) Tersedianya sarana prasarana peralatan laboratorium yang memadai
3) Dapat terwujudnya pelayanan laboratorium secara cepat dan akurat.
4. Kegiatan Pokok
a. Melakukan seleksi dan pengadaan alat laboratorium
b. Melakukan tindakan inventarisasi alat
c. Melakukan tindakan inspeksi
d. Melakukan kalibrasi dan pemeliharaan alat
e. Melakukan monitoring dan tindak lanjut
f. Mendokumentasikan program pengelolaan
5. Sasaran

a.

Tercapainya pelaksanaan laboratorium sesuai SPO.

b.

Tercapainya palayanan laboratorium dalam skala besar.

c.

Terpenuhinya sarana peralatan laboratorium yang kompeten

Penanggung Jawab : Kepala Unit Laboratorium Patologi Klinik


6. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Waktu pelaksanaan trial alat adalah waktu dimana dilakukan uji coba terhadap kemampuan
alat dengan maksud yaitu agar kita dapat mengetahui kemampuan dari alat guna mendukung
pelayanan laboratorium yang PRIMA. Adapun

7. Seleksi dan Pengadaan Alat


Alur pengadaan barang

a. Pengadaan Alat Dengan Sistem KSO


Laboratorium

Manager Penunjang Medis

Tim Terima Barang


Pengguna

Dir. RS

Kepala Tim Pengadaan

PT. KM

Manager Keuangan

Sistem KSO

b. Pengadaan Alat Dengan Sistem Pembelian


Laboratorium
Tim Terima Barang
Pengguna

Manager Penunjang Medis


Kepala Tim Pengadaan

Karumkit

PT.KM

Manager Keuangan

Beli

8. Perkiraan kebutuhan alat laboratorium


Perkiraan kebutuhan alat laboratorium dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
laboratoium akan peralatan guna menunjang pelayanan laboratorium yang prima. Berdasarkan data
mengenai kelemahan alat yang lama, dimaksudkan untuk menjadi acuan terhadap pengadaan
peralatan yang akan datang. Sedangkan keberadaan alat yang sudah memenuhi syarat dengan
minimnya complain atau laporan trouble alat, maka alat akan dilanjutkan dengan system KSO
sedangkan non KSO akan dilakukan perawatan secara periodik kalau ada. Adapun daftar alat yang
akan diajukan guna menunjang pelayanan laboratorium yang prima adalah:
No
1

Alat Kesehatan
Auto analyzer mindray
200E
Auto analyzer mindray BC
-3600

Merk

Butuh

Fungsi/bagian

keterangan

Mindray

Kimia klinik

Lab PK

Mindray

Kimia klinik

Lab PK

9. Perkiraan waktu training alat


Waktu pelaksanaan trial alat adalah waktu dimana dilakukan uji coba terhadap kemampuan
alat dengan maksud yaitu agar kita dapat mengetahui kemampuan dari alat guna mendukung
pelayanan laboratorium yang prima.
10. Hasil seleksi alat
Seleksi alat adalah system pemilihan secara selektif untuk mengetahui kemampuan alat
dengan tujuan untuk mendapatkan alat yang handal. Seleksi alat ini dimaksudkan untuk

meningkatkan mutu pelayanan laboratorium melalui upaya seleksi kelayakan alat berdasarkan nilai
akurasi, presisi, serta stabilitas dari kalibrasi dan QC alat.
No
1

Alat Kesehatan

Merk

Butuh

Fungsi/bagian

keterangan

Auto analyzer

Tokyo

Kimia klinik

Layak

TRX 7010

Boeki

Auto analyzer

Horiba

Hematologi

Layak

Bayer

AGD dan

Layak

Micros 60
3

Auto analyzer
Rapidlab 348

Elektrolit

BAB III

Inventarisasi Alat

1. Pengertian
Inventarisasi alat adalah segala kegiatan mencatat daftar alat laboratorium yang sudah
dimiliki oleh suatu laboratorium baik kepemilikan oleh itu sendiri ataupun secara KSO. Aspek
dalam melakukan inventarisasi alat yaitu meliputi daftar nama alat, jumlah alat yang dimiliki
serta keterangan dari alat tersebut. Setelah alat - alat tersebut sudah terdata maka yang perlu
dilakukan selanjutnya adalah inventarisasi dilakukan secara berkala dan tertib yaitu setiap ada
perubahan data inventaris baik penambahan jumlah atau pengurangan jumlah serta pelaporan
data mengenai perubahan kondisi.
2. Daftar Inventaris
Adapun daftar alat medis laboratorium yaitu:
NO.

JENIS ALKES

JUMLAH

KONDISI

Tokyo Boeki TRX 7010 set

1 Unit

Sedang

RapidLab 436 Blood Gas

1 Unit

Baik

Advia 60 Bayer

1 Unit

Sedang

Micros 60 Bayer

1 Unit

Sedang

Centrifuge

1 Unit

Baik

Centrifuge Hettich

1 Buah

Baik

Microskop binokuler

1 Buah

Baik

DCA 2000+

1 Buah

Baik

Cardiac Marker h232

1 Buah

Baik

10

Coatron M 1

1 Buah

Baik

11

Pipet Volume 2 ml

1 Buah

Baik

12

Pipet Volume 3 ml

1 Buah

Baik

13

Pipet Volume 5 ml

1 Buah

Baik

14

Mikropipet 10 ul

1 Buah

Baik

15

Mikropipet 25 ul

1 Buah

Baik

16

Mikropipet 50 ul

1 Buah

Baik

17

Mikropipet 500 ul

1 Buah

Baik

18

Mikropipet 1000 ul

1 Buah

Baik

19

Glukometer

3 Buah

Baik

20

Tourniquete

3 Buah

Baik

21

Autoclick

3 Buah

Baik

BAB IV

Inspeksi dan Alat Pengetesan

1. Pengertian inspeksi

Inspeksi dilakukan dengan tujuan agar kita dapat mengetahui stabilitas alat serta untuk
mengetahui apakah alat bekerja sesuai dengan prosedur awal tanpa mengalami perubahan atau
mengalami perubahan dari fungsinya. Inspeksi dilakukan oleh tenaga analis kesehatan dengan
pelaporan kepada dokter penanggungjawab lab yaitu oleh seorang dokter spesialis patologi
klinik secara periodik. Aspek penilaian inspeksi yaitu meliputi akurasi, presisi, kecepatan alat.
a) Inspeksi Akurasi dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan parameter secara
random dan dilakukan secara duplo, dimaksudkan agar nilai yang dicapai sama atau
tidak lebih dari 1 SD.
b) Inspeksi Presisi dilakukan sama dengan prosedur akurasi tetapi dimaksudkan untuk
mengetahui apakah nilai yang dicapai bersifat tetap dan stabil.
c) Inspeksi Kecepatan alat dilakukan dengan cara membandingkan data kecepatan alat
yang tertera atau tertulis di buku alat dengan pengerjaan sampel dengan parameter
parameternya.
2. Perkiraan waktu inspeksi dan alat pengetesan

No

Bulan th.2015

Kegiatan
1

10

11

12

Auto analyzer TRX 7010

Auto analyzer Micros 60

Auto analyzer Rapidlab 348

3. Hasil inspeksi dan alat pengetesan


Dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pelayanan laboratorium melalui upaya inspeksi
kelayakan alat berdasarkan nilai akurasi, presisi, serta stabilitas dari kalibrasi dan QC alat.
No

Alat Kesehatan

Merk

Fungsi/bagian

Hasil Inspeksi

Auto analyzer TRX 7010

Tokyo Boeki

Kimia Klinik

Sesuai fungsi

Auto analyzer Micros 60

Horiba

Hematologi

Sesuai fungsi

Auto analyzer Rapidlab 348

Bayer

AGD dan

Sesuai fungsi

Elektrolit

BAB V

Kalibrasi Dan Pemeliharaan Alat


1. Pengertian
Kalibrasi adalah salah satu upaya untuk merekondisi suatu fungsi alat agar berfungsi sesuai
dengan ketentuan dan bersifat teliti sesuai dengan peranan dan fungsinya. Kalibrasi dilakukan
secara periodik dan terjadwal guna memantau fungsi dari alat yang akan dilakukan oleh badan yang

berwenang yaitu BPFK. Namun untuk laboratorium RS Mekar Sari, kalibrasi alat medis dilakukan
oleh pemasok alat yaitu oleh PT. Ajidarma Medica
Pemeliharaan alat adalah upaya memelihara dan merawat alat agar berfungsi sesuai dengan
fungsinya dan biasanya dapat dilakukan oleh alat yang bersifat analyzer dengan system KSO
melalui data maintenance alat oleh teknisi. Sehingga pemantauan data pemeliharaan alat dapat
diamati melalui kartu maintenance alat oleh teknisi alat yang berwenang dan berkompeten.
2. Waktu Kalibrasi
Berdasarkan pengadaan alat kalibrasi, ada dua system kerja yakni melalui BPFK untuk
wewenang melakukan kalibrasi pada alat non medis ,sedangkan untuk alat medis dilakukan oleh
teknisi alat yang terkait serta berkompeten.

N
O
1

1
2
3
4
5

LEMBAGA YANG
MENGKALIBRASI
4
BPFK

INTERVAL
KALIBRASI
5

Tokyo Boeki

PT. Ajidarma Medika

1 tahun

Horiba

PT. Ajidarma Medika

1 tahun

Bayer

PT. Ajidarma Medika

1 tahun

Bayer

PT. Ajidarma Medika

1 tahun

NAMA ALAT

MERK

Rotator
Auto analyzer TRX
7010
Auto analyzer
Micros 60
Auto analyzer
Rapidlab 348
DCA 2000+

3. Waktu pemeliharaan alat


Untuk pemeliharaan alat/ maintenance dilakukan setiap 2 minggu sekali ( Alat medis KSO )
oleh teknisi yang terkait dan sebagai bukti tindakan pemeliharaan/ maintenance yaitu dengan
mengisi kartu maintenance yang terpasang pada alat.

BAB VI

Monitoring dan Tindak Lanjut


Pengertian
Monitoring dimaksudkan sebagai system pengawasan dan cara untuk pelaporan
pertanggungjawaban kepada atasan atas perihal permasalahan peralatan medis laboratorium dan
disertai laporan tindak lanjut atas permasalahan tersebut.
Pelaporan monitoring dan tindak lanjut berupa tabel dengan rincian yaitu tanggal
permasalahan, jenis alat yang bermasalah, jenis permasalahan yang terjadi serta tindak lanjut dan
petugas yang mengatasi permasalahan tersebut. Perlu dimengerti bahwa untuk petugas yang

mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan oleh teknisi alat atau oleh analis yang telah
mendapat pelatihan trouble shooting dari teknisi alat.
Waktu Monitoring dan Tindak Lanjut
Monitoring dilakukan setiap terjadi permasalahan dan dilaporkan secara cepat dan teratasi
secara cepat sehingga tidak menghambat pelayanan laboratorium yang sedang berlangsung.
Pelaporan monitoring dan tindak lanjut dilakukan setiap bulan dan disertai dengan evaluasi dan
kesimpulan tindak lanjut dan dengan mengetahui Manager Penunjang Medis.

BAB VII

Dokumentasi Program Pengelolaan Alat


Pengertian
Dokumentasi program pengelolaan alat adalah suatu tindakan mendokumentasikan seluruh
kegiatan pengelolaan yang berkaitan dengan alat. Dokumentasi Program pengelolaan bertujuan
untuk mendapatkan data arsip program pengelolaan alat. Kemudian data yang tersedia tersebut
digunakan untuk menjamin ketersediaan dan berfungsi / layak pakainya peralatan medis. Adapun
kegiatan dokumentasi yaitu:
a)
b)
c)
d)

Melakukan inventarisasi peralatan medis


Melakukan pemeriksaan peralatan medis secara teratur
Melakukan uji coba peralatan medis sesuai dengan penggunaan dan ketentuannya
Melakukan pemeliharaan preventif

BAB VIII

Kesimpulan
Program pengadaan alat laboratorium dilakukan secara terkoordinir dan tertib, mulai dari
pembuatan program kerja, pengajuan peralatan sampai pada tahap alat di uji coba dengan system
seleksi alat inventarisasi alat, inspeksi dan alat pengetesan , kegiatan kalibrasi dan pemeliharaan
alat, monitoring dan tindak lanjut, serta sampai pada proses dokumentasi program pengelolaan alat,
pelaporan dan evaluasi. Program ini berkaitan dengan data bukti pelaksanaan secara lengkap
dengan AP5.4.9 serta bagian mutu.
Untuk pelaporan dan evaluasi dilakukan setahun sekali, data pelaporan berupa akumulasi
data dari bulan Januari sampai Desember 2015, dan dilaporkan pada bulan Januari 2015

BAB IX

Penutup
Demikian program kerja pengelolaan peralatan laboratorium dan bukti pelaksanaannya
laboratorium patologi klinik yang akan dilaksanakan pada T.A 2015

Manager Penunjang Medik

Marlina, SFarm, Apt

Mengetahui
Bekasi, 20 Mei 2015
Kanit laboratorium

Nurhayati, AMAK

Ditetapkan,
Direktur RS Mekar Sari

dr. Eko S Nugroho, MPH