Anda di halaman 1dari 14

ADMINISTRASI PUBLIK & PEMERINTAHAN

LOKAL/DAERAH
Konsep administrasi publik:
1. Administration of public
2. Administration for public
3. Administration by public
Fesler mendefenisikan administrasi publik, yaitu: the administration of
governmental affairs.

Definisi administrasi publik melihat variasinya:

John M. Pfiffner & Robert V. Presthus. Menurutnya administrasi publik (1)


meliputi implementasi kebijakan (2) koordinasi pelaksanaan kebijakan
pemerintah (3) proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan dan
pengarahan kecakapan.

Marshal E. Dimock, Gladys O. Dimock & Louis W. Koening, administrasi publik


sebagai kegiatan pemerintah dalam melaksanakan kekuasaan politiknya.

Borton & Chappel, the work of government.

Starling, semua yang dicapai pemerintah atau dilakukan, sebagaimana


dijanjikan dalam kampanye pemilihan.

Felix A. Nigro & Lloyd G. Nigro, (1) kerjasama dalam lingkungan pemerintah,
(2) meliputi eksekutif, legislatif dan yudikatif, (3) perumusan kebijakan
pemerintah,(4) kelompok swasta dan perorangan dalam menyajikan
pelayanan kepada masyarakat

George J. Gordon, pelaksanaan hukum dan peraturan yang dikeluarkan oleh


badan legislatif, eksekuif dan peradilan.

Dwight Waldo, adm. publik = manajemen dan organisasi.

Rossenbloom,pemanfaatn teori-teori dan proses-proses manajemen, politik


dan hukum.

Nicholas Henry, kombinasi yang kompleks antara teori dan praktek.

Pemerintahan Daerah/Lokal (local government)

Administrasi termasuk kelompok applied science.

Pemerintah daerah/lokal (local government) disebut juga pemerintahan


daerah,

Kamus Oxford (1995) diartikan the system of administration of a district,


county etc by elected refresentatives of people who live there

Atau pemerintahan yang mewakili pemerintah pusat di daerah dalam wilayah


suatu negara.

istilah inggris local government atau istilah Belanda local bestuur.

Basis politiknya adalah lokalitas dan bukan bangsa.

Menurut Hoessein (2001) local government mengandung pengertian:

Pertama, local government dalam pengertian pemerintahan lokal yang sering


dipertukarkan dengan local authority.

Kedua, local government dalam pengertian pemerintahan lokal yang


dilakukan oleh pemerintah lokal sesuai kewenangan yang diberikan oleh
pemerintah pusat

Ketiga, local government dalam pengertian sebagai daerah otonom.

Perbedan local government antara negara degan sistem federal dan kesatuan
(Hossein:1999) daerah otonom yang dibentuk tidak akan memiliki kedaulatan
atau semi kedaulatan seperti negara bagian dalam sistem federalisme.

Wajong (1975), menyebutkan istilah pemerintah daerah (local authority)


sebagai badan yang menjalankan pemerintahan daerah , sedangkan
pemerintah daerah (local government) adalah kegiatan yang dilakukan oleh
pemerintaah daerah.

Jenis-jenis Pemerintahan Lokal/Daerah


1. Pemerintahan lokal Administratif (local state-government).
Statusnya adalah sebagai bagian atau wakil pemerintah pusat di
daerah.penyerahan tugas dan pendelegasian wewenang dari pemerintah pusat
kepada pemerintah lokal administratif, untuk menyelenggarakan seluruh
kepentingan rakyat, disebut dengan asas dekonsentrasi.
Pemerintahan lokal administratif dibagia atas:
a. Pemerintahan khusus pusat di daerah
b. Pemerintahan umum di daerah
2. Pemerintahan Lokal yang mengurus rumah tangga sendiri
Pemerintahan ini bukan merupakan bagian atau cabang dari pemerintahan pusat
atau pemerintah atasannya.
Statusnya adalah sebagai daerah otonom, dulu dikenal dengan sebutan daerah
swapraja, dan daerah swatantra.
Dalam teori administrasi negara, penyerahan segenap urusan pemerintahan
kepada pemerintah daerah untuk dilaksanakan sendiri oleh daerah, disebut dengan
asas desentralisasi, sebagai kebalikan dari asas sentralisasi.
Dalam sejarah di Indonesia ada daerah swapraja , pemerintahan jenis ini juga
merupakan pemerintahan lokal yang barhak mengatur dan mengurus rumah
tangganya sendiri tetapi tidak dibentuk dan bekerja berdasarkan peraturan per-UUan yang berlaku.

Unsur-unsur, Manfaat dan Tujuan Pemerintah Lokal/Daerah


Dalam bukunya Het Nederlanddsch Gemeeenterecht and Administration karya Mr.
J. Oppenheim yang dikutip Wajong (1975), disebutkan lima unsur pokok
pemerintahan daerah:
1. Adanya lingkungan atau daerah dengan perbatasan yang lebih kecil daripada
negara
2. Adanya penduduk dalam jumlah yang mencukupi
3. Adanya kepentingan-kepentingan yang pada coraknya sukar dibedakan dari
yang diurus oleh negara,
4. Adanya suatu organisasi yang memadai untuk menyelenggarakan
kepeningan-kepentingan itu,
5. Adanya kemampuan untuk menyediakan biaya yang diperlukan
Elemen pokok yang membentuk pemerintah daerah
1. Adanya urusan otonomi yang merupakan dasar dari kewenangan daerah
untuk mandiri
2. Adanya kelembagaan yang merupakan perwadahan dari otonomi yang
diserahkan kepada daerah
3. Adanya personil
4. Adanya sumber-sumber keuangan
5. Adanya unsur perwakilan
6. Adanya manajemen urusan otonomi
7. Adanya pengawasan
Manfaat pemerintahan local
1. Memberikan kontribusi positif bagi pengembangan demokrasi nasional,
2. Memberikan manfaat bagi masyarakat setempat (locality)
Menurut Antift dan Novack (1998): accountability, accesssibility, responsiveness,
opportunity for experimentation, publik choice, spread of power dan democratic
values.

Dalam pustaka Belanda pemerintah daerah mempunyai dua tugas, pertama


mengatur (regeling) dan kedua mengurus (bestuur)

Pemerintah daerah otonominya ditujukan untuk mecapai dua tujuan utama,


yaitu tujuan politis dan tujuan administratif.

Tujuan politis akan memposisikan pemerintah daerah sebagai instrumen


pendidikan politik di tingkat lokal secara agregat akan menyumbangkan

pendidikan politik secara nasional sebagai elemen dasar dalam menciptakan


persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.

Tujuan administratif adalah mengisyaratkan pemerintah daerah untuk


mencapai efisiensi, efektifitas dan ekonomis dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya.

Dari kedua tujuan tadi melahirkan fungsi pemerintah daerah yang harus
bertindak ekonomis, efektif, efisien dan akuntabel.
Pertama, dalam pengertian ekonomis terkandung makna pemerintahan daerah
dalam pelaksanaan ugasnya akan menghilangkan atau memberaikan citra
pemborosan.
Kedua, dalam pengertian efektif terkandung makna bahwa dalam menjalankan
tugas pokok dan fungsinya pemerintah daerah dapat mencapai sasaran yang
direncanakan.
Ketiga, dalam pengertian efisien terkandung makna bahwa output yang dihasilkan
dari setiap penyelenggaraan urusan otonomi tercapai dengan resources inputs yang
minimal.
Keempat, dalam pengertian akuntabel terkandung makna bahwa pemerintah
daerah mengutamakan kepentingan warganya dengan jalan
mempertanggungjawabkan pelaksanaan otonominya kepada masyarakat melalui
wakil-wakil rakyat dalam yuridiksi-nya.
Disamping itu, tujuan penyelenggaraan pemerintah di Indonesia adalah:
1. Tujuan politis
2. Tujuan formal
3. Tujuan operasional
4. Tujuan administratif
Azas Penyelenggaraan Pemerintah di Daerah
I. Desentralisasi, yaitu penyerahan wewenang dari pemerintah negara kepada
pemerintah lokal untuk mengatur dan mengurus urusan-urusan tertentu sebagai
rumah tangga sendiri (secara otonom).
Menurut Rondinelli (1981) desentralisasi dalam arti luas mencakup setiap
penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat baik kepada pemerintah daerah
maupun kepada pejabat pemerintah pusat yang ditugaskan di daerah.
Model-model pelaksanaan desentralisasi
1. Pelaksanaan Devolusi

Diwujudkan dengan pembentukan daerah otonom dan pemberian otonomi


serta dibentuknya lembaga daerah seperti pemerintah daerah dan DPRD.
2. Pembentukan lembaga yang dibentuk dengankebijakan dekonsentrasi.
3. Adanya kebijakan delegasi
4. Kebijakan privatisasi
Bayu Suryaningrat (1980), desentralisasi ada dua macam, yaitu:
1. Desentralisasi jabatan, tidak lain adalah dekonsentrasi
2. Desentralisasi kenegaraan, konsep ini mirip dengan devolusi
a. Desentralisasi teritorial
b. Desentralisasi fungsional

II. Dekonsentrasi
Pada prinsipnya adalah bagian tak terpisahkan dari sentralisasi
Menurut Peterson & Plowman (1984), sentralisasi = dekonsentrasi
sentralisasi berarti konsentrasi
Menurut Smith (1985), kebijakan dekonsentrasi disebut field adminstration,
katanya ada dua cara yang dapat ditempuh pemerintah pusat dalam
membentuk pemerintah wilayah: (1) functional field administration, (2)
integrated fied administration.
A. M. Downer, dekonsentrasi adalah pengarahan pada pengumpulan semua
kekuasaan pada satu atau sejumlah jabatan yang sedikit-dikitnya
Danoeredjo (1961), (1) dekonsentrasi secara tidak teknis, yaitu tindakan
mengambil atau melepaskan dari suatu pusat yang sama, dan (2)
dekonsentrasi secara teknis yaitu pelimpahan wewenang dari organ-organ
lebih tinggi kepada orang-orang bawahan setempat dan administratif.
III. Tugas Pembantuan (asas medebewind)
Yaitu tugas untuk turut serta dalam melaksanakan urusan pemerintah yang
ditugaskan kepada pemerintah daerah oleh pemerintah atau pemerintah
daerah tingkat atasnya denga kewajiban mempertanggungjawabkan kepada
yang menugaskan.
Istilah medebewind disebut juga serta tantra atau tugas pembantuan.
Mr. Tresna , asas mebedewind itu termasuk dalam asas desentralisasi, dan
desentralisasi mempunyai dua wajah, yaitu: otonomi dan medebewid
(zelfbestuur)
Daerah otonom tidak dapat diminta pertanggungjawaban atas pelaksanaan
tugas medebewind tersebut.
Asas umum bagi pemerintahan yang baik

1. Asas kepastian hukum


2. Asas keseimbangan
3. Asas kesamaan dalam pengambilan keputusan
4. Asas bertindak cermat
5. Asas motivasi untuk setiap keputusan
6. Asas jangan mencampur adukkan kewenangan
7. Asas permainan yang layak
8. Asas keadilan atau kewajaran
9. Asas menanggapi pengharapan yang wajar
10.Asas meniadakan akibat suatu keputusan yang batal
11.Asas perlindungan atas pandangan (cara) hidup pribadi
12.Asas kebijaksanaan
13.Asas penyelenggaraan kepentingan umum

HUBUNGAN ILMU ADMINISTRASI DENGAN


ILMU PENGETAHUAN LAINNYA
Perbandingan Administrasi Negara
Fenomena-fenomena yang berhubungan dengan aktivitas, terutama antara
manusia yang satu dengan yang lain dinamakan fenomena sosial (social
phenomenon), sedangkan dalam hubungan kerjasama secara organisasional
disebut fenomena kerjasama organisasional (organizational phenomenon).
salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari fenomena sosial yang
berhubungan dengan kerja sama dan dinamika manusia dalam mencapai
tujuan ialah Ilmu Administrasi.

Sebagai cabang ilmu sosial yang tergolong relatif muda, maka dalam
tahap perkembangannya banyak disiplin ilmu lain yang memberikan
sumbangan langsung pada teori administrasi.

Ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, seperti Ekonomi, Psikologi, atau


Psikologi Sosial, Antropologi, Politik, Hukum dan ilmu-ilmu eksakta,
seperti Matematika, Statistik, dan Tekhnik semuanya memberikan

sumbangan agar lebih dimengerti bagaimana seseorang/sekelompok


orang dapat mencapai tujuannya dalam kegiatan organisasi.

Administrasi dengan Ilmu Politik

Ahli-ahli ilmu politik memberikan sumbangan dalam pengalokasian


kekuasaan dan wewenang, juga penyusunan konflik.

Pandangan mereka yang paling diperhatikan adalah tentang


bagaimana seseorang memanipulasi kekuasaan (to manipulate power)
untuk kepentingan diri sendiri.

Semakin banyak kita belajar tentang politik (politics), kekuasaan


(power) dan konflik(conflict) merupakan realitas dalam aktivitas
organisasi.

Hubungan antara keduanya sangat erat sekali bahkan sangan sulit


dibedakan, sebab kebanyakan apa yang dilakukan administrasi negara
dimulai dengan konsep-konsep ilmu Politik.

Namun ada perbedaan administrasi negara yang dapat kita lihat disini
adalah Ilmu politik merupakan teori dan pihak lain sebagai suatu
penerapan (praktek)

Administrasi dengan Ilmu Ekonomi

Antara Ilmu Administrasi dengan Ilmu Ekonomi juga memperlihatkan


hubungan yang sangat erat, saling melengkapi dan bahkan kadangkadang sering overloping (tumpang tindih) antara satu dengan yang
lain.

Dilihat dari prinsip Ekonomi denga prinsip administrasi, maka


keduanya adalah sama yakni masalah efisiensi dan efektivitas.

Satu perkembangan yang memperat hubungan Ilmu Ekonomi dengan


Ilmu Administrasi adalah sama-sama menelaah lembaga-lembaga
ekonomi atau organisasi-organisasi perusahaan (Firma, CV, PT, Perum,
Perjan.

Dalam bidang telaahan tersebut, antara Administrasi dan Ekonomi


saling mengisi, melengkapi dan saling membantu.

Selanjutnya,ahli-ahli Ekonomi (economists) telah banyak menyumbang


untuk administrasi dalam hal meramalkan (forecasting) dan
pembuatan keputusan (decision making).

Adminisrasi dengan Psikologi dan Psikologi Sosial

Pendekatan Psikologi sangat membantu perkembangan ilmu


administrasi

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari untuk mengukur,


menerangkan dan kadang-kadang mengubah tingkah laku manusia
dan makhluk-makhluk lain.

Para psikolog memperhatikan mereka denga belajar dan mencoba


untuk mengerti tingkah laku individu

Para ahli psikologi yang menyumbang dan terus berusaha


meningkatkan atau memajukan bidang administrasi adalah ahli-ahli
yang mempelajari teori kepribadian (personality theorists), psikologi
penyluluhan, psikologi bahasa dan tentu saja ahli psikologi organisasi.

Psikologi sosial mempelajari perilaku hubungan antar individu atau


antar manusia, dan mencoba menerangkan bagaimana dan mengapa
individu berperilaku seperti yang mereka lakukan dalam kegiatan
kelompok atau organisasi.

Para ahli psikologi sosial memberikan sumbangan yang penting dalam


penilaian dan pemahaman sikap, proses pemecahan masalah, pola
komunikasi dan bagaimana aktivitas kelompok dalam memuaskan
kebutuhan individu.

Administrasi dengan Sosiologi

Sosiologi mempelajari manusia dalam hubungannya dengan


sesamanya, interaksi sosial, status sosial, stratifikasi sosial dan
perubahan sosial.

Para ahli Sosiologi memberikan sumbangan pemikiran melalui studi


tentang perilaku kelompok dalam organisasi, khususnya organisasi
informal dan kompleks.

Administrasi dengan Antropologi

Bagaimana kita berperilaku adalah suatu fungsi dalam kebudayaan


kita dan hal ini merupakan sumbangan para ahli antropologi untuk
bidang administrasi.

Seperti kita ketahui bersama, perbedaan perbadaan kebudayaan ada


didalam bangsa juga antarbangsa. Ada perbedaan dalam asas
penilaian, sikap-sikap dan norma-norma dalam penerimaan perilaku.

Sistem penilaian yang bersifat individu yang merupakan prioritas


terhadap apa yang penting akan mempengaruhi sikap kita dan juga
perilaku kita dalam kerja.

KEDUDUKAN ILMU
ADMINISTRASI
Perbandingan Adm. Publik
1. Administrasi sebagai seni
Seni merupakan kecakapan penerapan pengetahuan yang

dimiliki pada situasi dan tempat dan jenis kegiatan tertentu.


George R. Terry (1977) mengatakan, art is personal creative

power plus skill in performance


seni merupakan kemampuan atau kemahiran seseorang untuk
menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam menjalankan

fungsi atau tugas


Seni adalah know-how dalam menyelesaikan pekerjaan secara
efektif dan efisien.

Keterampilan administratif atau keterampilan manajerial diantaranya:


penggunaan kemahiran, kecerdikan, pengalaman, firasat dan
penerapan pengetahuan secara sistematis.

Oleh karena itu administrator-administrator harus merupakan orang


yang mempunyai kemampuan istimewa dalam kegiatan yang mereka
pimpin.

Seseorang dapat memiliki seni administrasi karena:

Pembawaan kodrati (bakat)

Pendidikan dan latihan

Pengalaman praktek

2,,,Administrasi sebagai Ilmu

Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematik,


pengetahuan daripadanya dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu
menurut kaidah-kaidah yang umum.

Ilmu ialah pengetahuan yang sudah dicoba dan diatur menurut urutan
dan arti serta menyeluruh dan sistematik.

Ilmu mencakup lapangan yang luas, menjangkau semua tentang


manusia secara menyeluruh.

Ilmu pengetahuan merupakan usaha yang bersifat multidimensional,


yang karenanya dapat didefinisikan dengan berbagai cara.

Ada beberapa pendekatan non-ilmiah yang digunakan dalam menemukan


kebanaran, yaitu:

Melalui akal sehat (common sense)

Melalui prasangka (prejudice)

Melalui intuisi (intuition)

Secara kebetulan

Secara coba-coba (trial and error)

Melalui spekulasi

Melalui wahyu

Jika ingin mengenal teori ada tiga hal yang harus diperhatikan
1. Teori adalah seperangkat proposisi yang terdiri dari konstruk yang
sudah didefinisikan secara luas den dengan hubungan unsur-unsur
dalam seperangkat proposisi tersebut secara jelas.
2. Teori menjelaskan hubungan antarvariabel sehingga pandangan yang
sistematik dari fenomena-fenomena yang diterangkan oleh variabel
dengan jelas kegiatan.
3. Teori menerangkan fenomena dengan cara menspesifikasi variabel
mana berhubungan dengan variabel mana.
Tugas-tugas ilmu (Depdikbud, 1983), dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Mengadakan deskriptif
b. Menerangkan (eksplanasi)
c. Menyusun teori
d. Memprediksi (prediction)
e. Pengendalian
Administrasi sebagai ilmu memiliki sifat-sifat dan landasan pendekatan
ilmiah
1. Landasan ontologik,
2. Landasan epistemologik
3. Landasan aksiolagik
Disamping itu administrasi juga memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri untuk
disebut sebagai ilmu (Tha Liang Gie, 1980), yaitu:
1. Empiris
2. Sistematis
3. Objektif
4. Analitis
5. Dapat dibuktikan ketidakbenarannya

3,,,Administrasi sebagai Bidang Studi

Sehubungan dengan kedudukan administrasi sebagai ilmu, hal ini berarti


administrasi dapat dipelajari dan diajarkan. Perkembangan dewasa ini
menunjukkan bahwa dewasa menunjukkan bahwa disiplin ilmu
administrasi telah diajarkan dan sekaligus menjadi bidang studi dan kajian
dalam Fakultas Ilmu Administrasi dengan spesialisasi administrasi negara
(public administration) dan administrasi niaga (bussines administration)
4,,,,Administrasi sebagai Profesi
Profesi tidak sekedar pekerjaan apabila dijabarkan lebih lanjut memiliki
karakteristik atau kriteria sebagai berikut:
1. Profesi memiliki badan pengetahuan dan teori yang esoterik artinya
tidak dimiliki oleh sembarang orang kecuali yang sudah pernah
mendapatkannya.
2. Profesi merupakan suatu keahlian (expertise) yang diperoleh melalui
proses pendidikan formal yang ketat, melalui latihan (training) dan
pengalaman praktek.
3. Profesi memiliki kode etik yang ketat yang mengatur hubungan antar
anggota.
4. Profesi memiliki tanggung jawab dan dedikasi sosial insitusional atau
organisasional sesuai dengan kode etik.
5. Profesi memiliki perhimpunan yang mendapat pengakuan dari
pemerintah, masyarakat dan lingkungan.
6. Untuk memasuki profesi ditetapkan berdasarkan kriteria-kriteria dan
syarat-syarat tertentu.

SEJARAH PEMIKIRAN ADMINISTRASI

Para ahli teori klasik yang banyak dibicarakn adalah pemikiran dari F.
W. Taylor, Henry Fayol dan Max Weber dengan kontribusi para ahli teori
klasik lainnya. Yang akan dibahas diantaranya pendekatan hubungan
manusia, pendekatan perilaku, pendekatan proses, pendekatan

kuantitatif, pendekatan sistem dan pendekatan kontigensi yang


merupakan acuan pendekatan dalam studi administrasi modern.

Setiap teori administrasi cenderung menyajikan suatu wawasan yang


jelas mengenai bagian tertentu dari kehidupan kerja sama
keorganisasian dan mungkin mengabaikan bagian bagian lain.

Menurut Oliver Wendell Holmes Jr. jika ingin mengerti atau mencoba
menentukan apa yang akan terjadi hari esok maka perlu melihat
kebelakang

Harvey C. Mansfield menyatakan ada tiga kegunaan dari sebuah


analisis sejarah administrasi :

dalam teknik analisis atau teknik pemecahan masalah

dalam teknik administrasi.

HAKEKAT KONSEP ADMINISTRASI


Arti Administrasi secara Etimologis

administer = pembantu, abdi, kakitangan, penganut

administration = pemberian bantuan, pemeliharaan, perlakuan,


pelaksanaan, pimpinan, pemerintahan, pengelolaan.

Administro = membantu, mengabdi, memelihara, menguruskan,


memimpin, mengemudikan, mengatur.

Administrator = pengurus, pengelola, pemimpin.

Administrasi dalam Arti Sempit

Tatausaha ( pengendalian informasi) yang terdiri dari

Korespondensi atau surat menyurat

Ekspedisi yaitu pencatatan setiap informasi yang dikirin dan diterima

Pengarsipan (filing), yaitu proses pengaturan dan penyimpanan


informasi secara sistematis.

Administrasi dalam Arti Luas


Kerjasama 2 orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama.
Ciri pokok administrasi :

sekelompok orang,

kerjasama,

pembagian tugas,

adanya tahapan dalam segala kegiatan,

tujuan (goal)

Istilah administrasi publik menurut Chandler dan Plano adalah proses,


seni dan ilmu.

Administration of public menunjukkan bagaimana pemerintah berperan


sebagai agen tunggal yang berkuasa atau sebagai regulator.

Administration for public, pemerintah lebih berperan dalam


mengemban misi pemberian pelayanan public (service provider)

Administration by public, merupakan suatu konsep yang sangat


berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat.

Dilihat dari kategori mata pencaharian administrasi publik merupakan


suatu bentuk profesi.
Makna penting yang harus diingat berkenaan dengan hakekat
administrasi publik, yaitu:

1. Bidang tersebut berkaitan dengan dunia eksekutif, meskipun juga


berkaitan dengan dunia yudikatif dan legislatif.
2. Bidang tersebut berkenaan dengan formulasi dan implementasi
kebijakan publik
3. Bidang tersebut juga berkaitan dengan berbagai masalah manusiawi
dan usaha kerja sama untuk mengemban tugas-tugas pemerintah
4. Meskipun bidang tersebut berbeda dengan administrasi swasta tapi ia
overlapping dengan administrasi swasta.

Nicholas Henry (1995) memberikan ruang lingkup yang dapat dilihat


dari unsur-unsur berikut:

1. Organisasi publik
2. Manajemen publik
3. Implementasi

James L. Perry dalam bukunya Handbook of public Administration, juga


menguraikan unsur-unsur sebagai berikut:

Tantangan-tantangan administrasi publik dan bagaimana administrasi


publik seharusnya menyesuaikan diri

Sistem administrasi dan organisasi yang efektif

3. Usaha memperkuat hubungan dengan badan legislatif, badan-badan


yang diangkat atau dipilih, dan dengan masyarakat.
4. Bagaimana menyusun kebijakan dan program-program secara sukses.
5. Administrasi perpajakan dan anggaran yang efektif.
6. Manajemen sumber daya manusia
7. Bagaimana memperbaiki operasi dan pelayanan publik,
8. Bagaimana praktek administrasi publik yang profesional dan etis.
Menurut Sharfritz dan Russe (1997):
1. Lingkungan politik budaya
2. Penerapan lanjutan dari ajaran reinventing government
3. Hubungan antar kelembagaan pemerintahan
4. Perkembangan teori manajemen dan organisasi
5. Perilaku organisasi
6. Managerialisme dan manajemen kinerja
7. Manajemen strategis di sektor publik
8. Kepemimpinan dan akuntabilitas
9. Manajemen personalia dan hubungan kerja
10.

Keadilan sosial

11.

Manajemen keuangan

12.

Auditing dan evaluasi

13.

Penghargaan dan etika