0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
410 tayangan25 halaman

Analisis Regresi Medis dengan SPSS

Dokumen ini membahas analisis data medis menggunakan regresi linier dan regresi logistik untuk memprediksi berat badan berdasarkan tinggi badan dan umur serta status gizi berdasarkan PMT, daerah, dan ekonomi. Metode analisis mencakup model summary, ANOVA, koefisien regresi, uji asumsi, serta uji omnibus, classification table, dan pseudo R-square untuk regresi logistik."

Diunggah oleh

ulva
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
410 tayangan25 halaman

Analisis Regresi Medis dengan SPSS

Dokumen ini membahas analisis data medis menggunakan regresi linier dan regresi logistik untuk memprediksi berat badan berdasarkan tinggi badan dan umur serta status gizi berdasarkan PMT, daerah, dan ekonomi. Metode analisis mencakup model summary, ANOVA, koefisien regresi, uji asumsi, serta uji omnibus, classification table, dan pseudo R-square untuk regresi logistik."

Diunggah oleh

ulva
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS DATA MEDIS INFERENSIAL

( Regresi Linier dan Regresi Logistik)


Tugas Parktikum

Oleh
Ulva Dwi F

(G41140442)

Golongan B

PROGRAM STUDI REKAM MEDIK


JURUSAN KESEHATAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
KEMENTERIAN RISTEK DAN PENDIDIKAN TINGGI
2016

REGRESI LINIER
1. Hipotesis statistik
a) H0 = tidak ada pengaruh secara signifikan antara
tinggi badan dan umur terhadap berat badan
b) Ha = ada pengaruh secara signifikan antara tinggi
badan dan umur terhadap berat badan
2. Nilai = 0.05
Aplikasi SPSS
Variabel view

Data View

Proses pengerjaan

1. Klik analyze -> Regression -> Linear

2. Muncul jendela seperti di bawah ini dan masukkan variable


sesuai yang tertera dalam gambar (Dependent -> Variabel
terikat ( berat badan ) sedangkan Independent -> Variabel
bebas ( umur dan tinggi badan ) )

3. Pilih Statistic dan akan muncul window seperti di bawah ini


lalu tandai pada estimates, model fit dan collinearity
diagnostic pada kolom regression coefficient
kolom

residuals

tandai

pada

durbin-watson

dan pada
lalu

klik

continue

4. Pilih Plot lalu akan muncul window seperti di bawah ini dan
masukkan *SDRESID pada kolom Y dan *ZPRED pada kolom
X, dan tandai semua pilihan dalam kolom Standarized
Residual Plots dan klik continue

Output dari SPSS

Analisis
MODEL SUMMARY

Dari output model summary diatas terlihat bahwa nilai R


(koefisien
bahwa

korelasi)

korelasi

sebesar

antara

0.740

variable

yang

menandakan

independent

dengan

variable dependent sangat kuat dikarenakan nilaipada R

mendekati angka 1
Berdasarkan gambar diperoleh angka adjusted R Square
sebesar 0.448 atau 44.8%.
tinggi

badan

dan

umur

Hal ini menunjukkan bahwa


mempengaruhi

berat

badan

sebesar 44.8% sedangkan sisa persen sebesar 55.2%


merupakan pengaruh dari factor lain ang tidak diteliti.

Std. error of the estimate (SEE) sebesar 5.437. Makin kecil


nilai SEE akan membuat model regresi semakin tepat
dalam

memprediksi

pengaruh

terhadap

variable

dependent.

Durbin-Watson
Sedangkan pada Durbin-Watson meruapakan hasil SPSS
yang

menerangkang

apakah

terdapat

autokorelasi

di

antara variable independent berdasarkan jumlah sampel

yang di ambil yang di wakili dengan nilai dL dan dU


- Jumlah variabel bebas : k = 2
- Jumlah sampel : n = 12
Tabel Durbin-Watson menunjukkan bahwa nilai dL = 0,8122
dan nilai dU = 1,5794 sehingga dapat ditentukan kriteria
terjadi atau tidaknya autokorelasi yang dapat dilihat pada

Tabel statistic Durbin-Watson : 5 per cent.


Nilai DW hitung sebesar 1,133 lebih kecil dari 1,5794 dan
lebih besar dari 0,8122 yang artinya berada pada daerah
ragu-ragu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam
model regresi linier berkemungkinan memiliki autokorelasi
di setiap variable independent.

ANOVA
Untuk menguji apakah model regresi yang di estimasi layak

digunakan atau tidak.


Dan dalam hasil SPSS yaitu 0,028 lebih kecil dari tingkat
kesalahan/eror (alpha) 0,05 sehingga dapat disimpulkan
bahwa model regresi yang diestimasi layak untuk di
gunakan.

Analisis
COEFFICIENT

Pada tabe coefficient merupakan hasil dari uji koefisien


regresi yang dapat membuktikan bahwa parameter yang
meliputi intersep (konstanta) dan slope ( koefisien dalam
persamaan linier ) mampu menjelaskan perilaku variable

bebas dalam mempengaruhi variable terikatnya.


Dan dari hasil SPSS dapat di simpulkan bahwa t hitung ( sig
) dari umur adalah 0.,800 lebih besar dari alpha ( 0,05 )
sehingga variable bebas umur tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap berat badan sedangkan sig pada tinggi
badan adalah 0,142 lebih besar dari alpha ( 0,05 ) sehingga
variable bebas tinggi badan tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap berat badan

Analisis
Pada Normal P-P Plot merupakan hasil dari uji normalitas
yang dalam asumsi klasik merupakan pendekatan OLS adalah
( data ) residual yang dibentuk model regresi linier bedistribusi
normal, bukan variable bebas maupun variable terikatnya.

Kriteria sebuah (data) residual berdistribusi normal atau tidak


dapat dilihat dari pendekatan pada Normal P-P Plot.
Dari hasil SPSS di atas dapat disimpulkan bahwa (data)
residual terdistribusi normal karena titik-titik pada gambar
Normal P-P Plot di atas relative mendekati garis lurus atau
garis prediksi.

Analisis
Pengujian heteroskedasitas dapat dilakukan dengan melihat
scatterplot ( alur sebaran ) antara residual dan nilai prediksi dari
variable terikat yang telah di standarisasi.
Dari hasil scatterplot di atas dapat disimpulkan bahwa
sebaran titik membentuk tidak membentuk suatu pola/alur
tertentu,

sehingga

dapat

disimpulkan

bahwa

tidak

terjadi

heteroskeraditas atau dengan kata lain terjadi homoskedasitas.

REGRESI LOGISTIK ( GANJIL )


1. Hipotesis statistic
- H0 : tidak ada hubungan secara signifikan antara PMT,
-

Daerah dan ekonomi terhadap gizi


Ha : ada hubungan secara signifikan antara PMT, Daerah

dan ekonomi terhadap gizi


2. Alpha yang digunakan 0,05
Aplikasi SPSS
Variable view

Memberi

nilai

values

pada

variable

gizi

kurang

dan

normal ),PMT ( tidak PMT dan PMT ) dan daerah ( rural dan
urban )
a. Variable gizi

b. Variabel PMT

c. Variabel daerah

Data View

Proses pengerjaan
1. Klik analyze -> Regression -> Binary Logistic

2. Maka akan muncul window seperti ini, masukkan gizi pada


kolom dependent sebagai variable terikat dan sisanya di
masukkan dalamkolom covariates sebagai variable bebas

3. Pilih Option lalu tandai Classification plots, Hosmerlemeshow goodness-of-fit, Casewise listing residuals
dan pilih Outliers outside dan isi dengan angka 2,
Correlation of estimates, Iteration history, CI for
exp(B) dan isi dengan 95, Dan terakhir klik continue

4. Pilih Categorical lalu masukkan semua covariates ke dalam


kolom categorical covariates lalu klik continue

5. Pilih Save lalu tandai Probabilities, Group membership,


Unstandardized
Continue.

dan

Studentized

kemudian

klik

Output dari SPSS

Analisis
CASE PROCESSING SUMMARY
Di atas pada tabel Case Processing Summary adalah ringkasan
jumlah sampel, yaitu sebanyak 30 sampel.
DEPENDENT VARIABLE ENCODING
Di atas adalah kode variabel dependen. Yaitu kategori "kurang"
dengan kode 0 dan "normal" dengan kode 1.

Analisis
ITERATION HISTORY
Pada

block

atau

saat

variabel

independen

tidak

dimasukkan dalam model


N = 30 mendapatkan Nilai -2 Log Likelihood: 38.191.
Degree of Freedom (DF) = N - 1 = 30-1= 29. Chi-Square (X 2)
Tabel Pada DF 29 dan Probabilitas 0.05 = 42.557
Nilai -2 Log Likelihood (38.191) < X2 tabel (42.557) sehingga
menerima

H 0,

maka

menunjukkan

bahwa

model

sebelum

memasukkan variabel independen adalah FIT dengan data.

Analisis
CLASSIFICATION TABLE
Merupakan tabel kontingensi 2 x 2 yang seharusnya terjadi
atau disebut juga frekuensi harapan berdasarkan data empiris
variabel dependen, di mana jumlah sampel yang memiliki
kategori variabel dependen referensi atau akibat buruk (kode 1)
yaitu "Normal" sebanyak 20. Sedangkan yang "Kurang" sebanyak

10 orang. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Sehingga nilai


overall percentage sebelum variabel independen dimasukkan ke
dalam model sebesar: 20/30 = 66,67%.

VARIABLES IN THE EQUATION


Saat sebelum var independen di masukkan ke dalam model,
maka belum ada variabel independen di dalam model. Nilai Slope
atau Koefisien Beta (B) dari Konstanta adalah sebesar 0,693
dengan Odds Ratio atau Exp(B) sebesar 2,000. Nilai Signifikansi
atau p value dari uji Wald sebesar 0,074.
Perlu diingat bahwa nilai B identik dengan koefisien beta
pada Ordinary Least Square (OLS) atau regresi linear. Sedangkan
Uji Wald identik dengan t parsial pada OLS. Sedangkan Exp(B)
adalah nilai eksponen dari B, maka Exp(0,693) = 2,000.

VARIABLES NOT IN THE EQUATION


Di atas pada tabel Variables not in the Equation: Menunjukkan
variabel yang belum dimasukkan ke dalam model regresi, yaitu
variabel PMT, daerah dan ekonomi.

Analisis
Di atas pada tabel Iteration history Block 1 atau saat
variabel independen dimasukkan dalam model: N= 30. Degree of
Freedom (DF) = N - jumlah variabel independen - 1 = 30-3-1=
26. Chi-Square (X2) Tabel Pada DF 26 dan Prob 0.05 = 38,885.
Nilai -2 Log Likelihood (10,549) < X2 tabel (38,885) sehingga
menerima

H0,

maka

menunjukkan

bahwa

model

dengan

memasukkan variabel independen adalah FIT dengan data. Hal


ini berbeda dengan Block Beginning di atas, di mana saat
sebelum variabel independen dimasukkan ke dalam model,
model FIT dengan data.

Analisis
OMNIBUS TEST
Tampak di atas bahwa selisihnya (-2 Log likelihood sebelum
variabel

independen

masuk model: 38,191 dikurangi

-2

Log

likelihood setelah variabel independen masuk model: 10,549 =


27,642) adalah nilai chi-square 27,642.
Nilai X2 27,642 > X2 tabel pada DF 9 yaitu 16,919 atau
dengan signifikansi sebesar 0,001 < (0,05) sehingga menolak H 0,
yang menunjukkan bahwa penambahan variabel independen
DAPAT memberikan pengaruh nyata terhadap model, atau
dengan kata lain model dinyatakan FIT.
Perlu diingat jika pada OLS untuk menguji signifikansi
simultan menggunakan uji F, sedangkan pada regresi logistik
menggunakan

nilai

Chi-Square

dari

selisih

antara

-2

Log

likelihood sebelum variabel independen masuk model dan -2 Log


likelihood setelah variabel independen masuk model. Pengujian
ini disebut juga dengan pengujian Maximum likelihood.
Sehingga jawaban terhadap hipotesis pengaruh simultan
variabel

independen

terhadap

variabel

dependen

adalah

menerima Ha dan menolak H0 atau yang berarti ada pengaruh


signifikan

secara

simultan

merokok

dan

riwayat

keluarga

terhadap kejadian kanker paru oleh karena nilai p value ChiSquare sebesar 0,001 di mana < Alpha 0,05 atau nilai Chi-Square
Hitung 27,642 > Chi-Square tabel 16,919.
PSEUDO R-SQUARE
Di

atas

kemampuan

pada

tabel

variabel

Model

Summary:

independen

Untuk

dalam

melihat

menjelaskan

variabel dependen, digunakan nilai Cox & Snell R Square dan


Nagelkerke R Square.
Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,836 dan Cox & Snell R
Square 0,602

yang

menunjukkan

bahwa

variabel independen dalam


variabel dependen adalah

kemampuan
menjelaskan

sebesar

0,836

atau

83,6% dan terdapat 100% - 83,6% = 16,4% faktor lain di luar


model yang menjelaskan variabel dependen.
HOSMER AND LEMESHOW TEST
Hosmer and Lemeshow Test adalah uji Goodness of fit test
(GoF), yaitu uji untuk menentukan apakah model yang dibentuk
sudah tepat atau tidak. Dikatakan tepat apabila tidak ada
perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya.
Nilai Chi Square tabel untuk DF 5 pada taraf signifikansi
0,05 adalah sebesar 11,070. Karena nilai Chi Square Hosmer and

Lemeshow hitung 0,000 < Chi Square table 11,070 atau nilai
signifikansi sebesar 1,000 > (0,05) sehingga menerima H 0, yang
menunjukkan bahwa model dapat diterima dan pengujian
hipotesis dapat dilakukan sebab ada perbedaan signifikan antara
model dengan nilai observasinya

Analisis
CLASSIFICATION TABLE
Berdasarkan tabel Classification Table di atas, jumlah sampel
yang gizinya normal 1 + 19 = 20 orang. Yang benar-benar
gizinya normal sebanyak 19 orang dan yang seharusnya gizinya
normal namun ternyata gizinya kurang sebanyak 1 orang. Jumlah
sampel yang gizinya kurang sebanyak 8 + 2 = 10 orang. Yang
benar-benar

gizinya

kurang

sebanyak

orang

dan

yang

seharusnya gizinya kurang namun ternyata gizinya normal


sebanyak 2 orang.
Tabel di atas memberikan nilai overall percentage sebesar
(8+19)/30 = 90,0% yang berarti ketepatan model penelitian ini
adalah sebesar 90,0%.

Analisis
VARIABLES IN THE EQUATION
Lihat tabel Variabel in the equation di atas: semua variabel
independen nilai P value uji wald (Sig) > 0,05, artinya masingmasing

variabel

tidak

mempunyai

pengaruh

parsial

yang

signifikan terhadap gizi balita di dalam model. PMT mempunyai


nilai Sig Wald 0,999 > 0,05 sehingga menerima H 0 atau yang
berarti PMT tidak memberikan pengaruh parsial yang signifikan

terhadap status gizi balita. Daerah mempunyai nilai Sig Wald


0,999 > 0,05 sehingga menerima H0 atau yang berarti daerah
tidak memberikan pengaruh parsial yang signifikan terhadap
status gizi balita.
Besarnya pengaruh ditunjukkan dengan nilai EXP (B) atau
disebut juga ODDS RATIO (OR). Variabel PMT dengan OR 1,651
maka PMT (kode 1 variabel independen), lebih berpengaruh
terhadap

status

gizi

balita

sebanyak

1,651

kali

lipat

di

bandingkan yang tidak PMT (kode 0 variabel independen). Nilai B


= Logaritma Natural dari 1,651 = 18,922. Oleh karena nilai B
bernilai

positif,

maka

PMT

mempunyai

hubungan

positif

denganstatus gizi balita.


Variabel daerah dengan OR 0,000 maka daerah tidak
berpengaruh terhadap status gizi balita. Oleh karena nilai B
bernilai negatif, maka daerah tidak mempunyai hubungan positif
dengan status gizi balita.
Variabel

ekonomi

dengan

OR

2,446

maka

daerah

berpengaruh terhadap status gizi balita sebanyak 2,446 kali.


Oleh karena nilai B bernilai positif, maka ekonomi mempunyai
hubungan positif dengan status gizi balita.

Analisis
OBSERVED GROUPS AND PREDICTED PROBABILITIES
Di atas adalah grafik klasifikasi dari observed group dan
predicted group membership.
CASEWISE LIST
Berisikan daftar sampel yang menjadi outlier beserta nilai
studentized Residual.

Anda mungkin juga menyukai