Anda di halaman 1dari 19

PERTEMUAN XII

AS STATIS TAK TENTU

ANALISIS STRUKTUR PORTAL BERGOYANG


DENGAN METODE TAKABEYA

PENDAHULUAN
Salah satu metode yang sering digunakan dalam perhitungan konstruksi statis
tak tentu, khususnya pada konstruksi portal yang cukup dikenal adalah
perhitungan konstruksi dengan metode TAKABEYA. Dibandingkan dengan
metoda yang lain, seperti metode Cross dan metode Kani, untuk penggunaan
metode ini terutama pada struktur portal bertingkat banyak merupakan
perhitungan yang paling sederhana dan lebih cepat serta lebih mudah untuk
dipelajari dan dimengerti dalam waktu yang relatif singkat.
Persamaan - persamaan yang digunakan dalam metoda perhitungan ini hanya
merupakan persamaan dasar dari Takabeya sendiri, dimana persamaanpersamaan tersebut hanya dapat digunakan khusus untuk portal yang
sederhana dan hal-hal yang berhubungan dengan pergoyangan dalam satu
arah saja yaitu goyangan dalam arah horizontal. Mengenai goyangan dalam
dua arah ( harizontal dan vertikal) persamaan-persamaan dasar yang
digunakan dalam teks ini masih perlu diturunkan lebih lanjut.

PERSAMAAN DASAR METODA TAKABEYA


Dalam perhitungan konstruksi portal dengan metoda Takabeya, didasarkan
pada asumsi-asumsi Bahwa :
a. Deformasi akibat gaya aksial (Tarik dan Tekan) dan gaya geser dalam
diabaikan (= 0).
b. Hubungan antara balok-balok dan kolom pada satu titik kumpul adalah
kaku sempurna.
Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, maka pada titik kumpul akan terjadi
perputaran dan pergeseran sudut pada masing-masing batang yang bertemu
yang besarannya sebanding dengan momen-momen lentur dari masingmasing ujung batang tersebut.

Gambar tersebut memperlihatkan dimana ujung batang (titik b) pada


batang ab bergeser sejauh '' relatif terhadap titik (a) Besarnya momenmomen akhir pada kedua ujung batang (Mab dan Mba) dapat dinyatakan
sebagai fungsi dari perputaran dan pergeseran sudut.
Kemudian keadaan pada gambar tersebut, selanjutnya diuraikan menjadi
dua keadaan seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

Perjanjian Tanda
Momen ditinjau terhadap ujung batang dinyatakan positif (+) apabila berputar
ke kanan dan sebaliknya negatif (-) apabila berputar ke kiri.

Arah momen selalu dimisalkan berputar ke kanan pada tiap-tiap ujung batang
dari masing-masing free body. Apabila ternyata pada keadaan yang sebenarnya
berlawanan (berputar ke kiri), diberikan tanda negatif (-) sesuai dengan
perjanjian tanda.

Tabel Hitungan Momen Primer ()

Contoh Soal
Hitung momen akhir dan reaksi perletakan dengan metode Takabeya pada
struktur portal tidak bergoyang berikut ini :

Penyelesaian :
A. Menghitung Momen-momen Parsiil
1. Hitung Angka Kekakuan Batang (k)
K1A
= I/H = 1/4
= 0,25
K12
= I/L
= 1/6
= 0,167
K2B
= I/H = 1/4
= 0,25
Konstanta K diambil =1
Jadi :
k1A
= kA1 = 0,25/1
k12
= k21 = 0,167/1
k2B
= kB2 = 0,25/1

= 0,25
= 0,167
= 0,25

2. Hitung Nilai tiap titik hubung :


1 = 2 (k1A+ k12)
= 2 (0,25 + 0,167) = 0,833
2 = 2 ( k12 + k2B)
= 2 (0,167 + 0,25) = 0,833

3. Hitung Nilai (Koefisien Rotasi) batang :


1A
12
21
2B

= k1A/1 = 0,25/0,833 = 0,3


= k12/1 = 0,167/0,833 = 0,2
= k21/2 = 0,167/0,833 = 0,2
= k2B/2 = 0,25/0,833 = 0,3

4. Hitung Momen Primer () (rumus berdasarkan tabel) :


1
1
1
1
12 = - ( .q.L2 + .P.L) = -( .3.62 + .4.6) = -12 tm
12
8
12
8
21 = 12 tm
1A = 2B = 0 (Tudak bekerja beban)
5. Hitung Jumlah momen primer tiap titik hubung () :
1 = 12 + 1A = -12 + 0 = -12 tm
2 = 21 + 2B = 12 + 0 = 12 tm
6. Hitung Momen rotasi Awal (0 )
10 = - (1/1) = - (- 12/0,833) = 14,4 tm
20 = - (2/2) = - (12/0,833) = -14,4 tm

B. Pemberesan Momen-Momen Parsiil


Pemberesan momen parsiil dimulai dari titik 1 ke titik 2 dan kembali ke titik
1 kemudian ke titik 2 dan seterusnya, secara beraturan sampai seimbang.
Iterasi 1
11 = 10 + (-12 . 20 ) = 14,4 + (-0,2 . 14,4) = 11,52
21 = 20 + (-21 . 11 ) = -14,4 + (-0,2 . 11,52) = -16,7
Iterasi 2
12 = 10 + (-12 . 21 ) = 14,4 + (-0,2 . -16,7) = 17,74
22 = 20 + (-21 . 12 ) = -14,4 + (-0,2 . 17,74) = -17,95
Iterasi 3
13 = 10 + (-12 . 22 ) = 14,4 + (-0,2 . -17,95) = 18
23 = 20 + (-21 . 13 ) = -14,4 + (-0,2 . 18) = -18

Catatan : Oleh karena pada suatu perletakan jepit tidak terjadi


perputaran sudut, maka besarnya nilai mA = mB = 0.

C. Perhitungan Momen Akhir (Design Moment).


12

= k12 (2 13 + 23 ) + 12
= 0,167 (2 . 18 + (-18)) + (-12) = -9 tm

21

= k21 (2 23 + 13 ) + 21
= 0,167 (2 . (-18) + 18) + 12 = 9 tm

= k1A (2 13 + 3 ) + 1A
= 0,25 (2 . 18 + 0) + 0 = 9 tm

= k2B (2 23 + 3 ) + 2B
= 0,25 (2 . (-18) + 0) + 0 = -9 tm

= kA1 (2 3 + 13 ) + A1
= 0,25 (2 . 0 + 18) + 0 = 4,5 tm

= kB2 (2 3 + 23 ) + B2
= 0,25 (2 . 0 + (-18)) + 0 = -4,5 tm

Diagram Free Body

4T

9 Tm

3 T/m

9 Tm

3,375 T

3,375 T
11 T

11 T

1,5 T

1,5 T

1,5 T

1,5 T

11 T

11 T

11 T

11 T

1,125 T
3,375 T

2,25 T

3,375 T

2,25 T

9 Tm

4,5 Tm 4,5 Tm

9 Tm

1,125 T
2,25 T

4,5 Tm

2,25 T 3,375 T
1,125 T

1,125 T
11 T

11 T

3,375 T

Gambar BMD
9 Tm

9 Tm

9 Tm

10,5 Tm

12
21
1
2
1
2
12

= -9 tm
= 9 tm
= 9 tm
= -9 tm
= 4,5 tm
= -4,5 tm
= 11 t

= 12 . ( )2 12
1
2

1
2

= 11. . 6

1
2
1
1
. 3. ( 6)2
2
2

4,5 Tm

1
2

9 = 10,5 tm

4,5 Tm

9 Tm

Gambar SFD
11 T
4T

11 T
3,375 T

12
21
1
1
2
2

= 11 t
= 11 t
= 3,375 t
= 3,375 t
= 3,375 t
= 3,375 t

3,375 T

Gambar NFD

2
-3,375 T

-11 T

12
21
1
1
2
2

= 3,375 t
= 3,375 t
= 11 t
= 11 t
= 11 t
= 11 t

-11 T