Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS SWOT PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN DI

PUSKESMAS
TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS

Oleh:
Lisfa Dayani

142310101001

Wahyu Rahmadani 142310101064

Velinda Dewi 142310101004

Nanda Ema Avista

142310101120

Gafinda Andri

142310101006

Annisa Clara

142310101123

Mufreda Y. I

142310101008

Nur Afif Abdullah

142310101136

Efi Z. K

142310101044

Delia Nurfalahita

142310101139

Karina Bariroh

142310101053

Rizal Amirullah

142310101141

Widiyatus S

142310101056

Koyyimatus S

142310101146

Niken Oktaviani

142310101059

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2016

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu kesatuan
organisasi

fungsional

yang

langsung

memberikan

pelayanan

secara

menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam


bentuk usaha-usaha kesehatan pokok. Puskesmas sangat berperan aktif di
wilayah desa ataupun perkotaan. Terdapat tiga fungsi pokok puskesmas, yaitu:
1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat
3. Memberikan pelayanan kesehatan secara meyeluruh dan terpadu
kepada masyarakat di wilayah kerjanya
SWOT adalah singkatan dari lingkungan Internal Strengths dan
Weaknesses serta lingkungan eksternal Opportinities dan Threats. Analisis
SWOT membandingkan antara faktor eksternal Peluang (opportunities) dan
Ancaman (threats) dengan faktor internal Kekuatan (strengths) dan
Kelemahan (weaknesses). Upaya pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
meliputi:
1. Pelayana kesehatan masyarakat yang lebih mengutamakan pelayanan
preventif dan promotif dengan pendektana kelompok masyarakat serta
sebagian besar diselenggarakan bersama masyarakat yang bertempat
tinggal di wilayah kerja puskesmas
2. Pelayanan medik dasar yang lebih mengutamakan pelayanan kuratif
dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan keluarga pada
umumnyamelalui upaya rawat jalan dan rujukan. Pada kondisi tertentu
dan

bila

memungkinkan

dapat

dipertimbangkan

puskesmas

memberikan pelayanan rawat inap sebagai rujukan antara sebelum


dirujuk ke rumah sakit
Upaya pelayanan

kesehatan yang diselenggarakan di suatu wilayah

diselenggarakan dengan menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan pada


kondisi kesehatan masyarakat pada daerah tersebut. Puskesmas memberikan
pelayanan kesehatan di masyarakat seperti membuat program kesehatan ibu
anak (KIA), keluarga berencana (KB), gizi, promosi kesehatan, kesehatan
lingkungan , kesehatan jiwa, dan lain-lain.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa definisi analisis SWOT?
1.2.2 Apa faktor-faktor yang Mempengaruhi?
1.2.3 Apa upaya program di Puskesmas?
1.2.4 Apa kebijakan yang mepengaruhi?
1.2.5 Bagaimana trend dan isu strategis?
1.3 Tujuan Analisis
1.3.1 Untuk mengetahui definisi analisis SWOT
1.3.2 Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi analisis SWOT
1.3.3 Untuk mengetahui program di Puskesmas
1.3.4 Untuk mengetahui kebijakan yang mempengaruhi
1.3.5 Untuk mengetahui trend dan isu strategis
1.4 Metode
1.4.1 Mendifinisikan Masalah
1.4.2 Mendiagnosis masalah
1.4.3 Merumuskan Altenatif Strategi
1.4.4 Menentukan dan menerapkan Strategi
1.4.5 Mengevaluasi Keberhasilan Strategi
1.5 Manfaat
1.5.1 Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang analisis SWOT
1.5.2 Memberikan informasi masalah kesehatan yang ada di Puskesmas
1.5.3

Enggal Waras
Membantu program yang dilakukan oleh tenaga kesehatan

BAB 2. TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian
Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun eksternal
suatu organisasi yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk
merancang strategi dan program kerja. Analisis Internal meliputi
penilaian

terhadap

faktor

kekuatan

(Strength)

dan

kelemahan

(Weakness). Sementara, analisis eksternal mencakup faktor peluang


(Opportunity) dan tantangan (Threaths).
2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
A. Strengths (Kekuatan)
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga

puskesmas

adalah

melaksanakan upaya penyuluhan, penceghahan dan penanganan kasuskasus penyakit di wilayah kerjanya, secara terpadu dan terkoordinasi
sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. Hal ini
bisa disesuaikan dengan fungsi puskesmas yaitu sebagai pusat penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat
dan keluarga dalam pembangunan kesehatan, serta pusat pelayanan
kesehatan tingkat pertama.
Dalam skenario di Puskesmas Enggal Waras

memunculkan

kekuatan yaitu adanya sumber daya manusia dari tenaga kesehatan yang
cukup memadai sejummlah 22 orang meliputi 4 perawat, 1 perawat gigi, 1
dokter umum, 2 dokter gigi, 4 bidan, 1 petugas sanitasi, 1 petugas gizi, 1
petugas obat, 1 pekerja kebersihan, 2 tata usaha, 1 sopir. 3 honorer.
Adanya sarana puskesmas pembantu sejumlah 2 puskesmas yang berjarak
tidak jauh dari Puskesmas Enggal Waras, sarana gedung sejumlah 4 unit,
sarana transportasi kendaraan pusling 1 unit dan kendaraan roda 2
sebanyak 2 unit dan sarana komunikasi sebanyak 1 unit.
Kegiatan yang telah dilakukan oleh Puskesmas Enggal Waras
meliputi kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan pemberantasan penyakit
menular, perawatan kesehatan masyarakat. Hasil yang didapat setelah
dilakukannya kegiatan diatas memiliki tingkat keberhasilan mencapai
diatas 60% disetiap kegiatannya. Adapun kegiatan yang memiliki

keberhasilan tertinggi adalah perawatan kesehatan masyarakat yaitu


kegiatan ini tertuju kepada keluarga dengan kelompok khusus yaitu
jumlah keluarga dengan rawan yang mendapat pelayanan kesehatan,
jumlah keluarga rawan yang dibina secara efektif, dan

jumlah

penanganan dengan peralatan khusus pada kasus menular mencapai


80,95% .
B. Weakness ( Kelemahan )
Kelemahan merupakan suatu hal yang wajar yang terpenting
adalah bagaimana suatu puskesmas dapat meminimalisir keadaan
tersebut. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat berupa kurangnya tenaga
perawat di dalam kader kesehatan dan fasilitas pendidikan yang kurang
tercukupi di wilayah Anggur dan Nanas.
C. Opportunities ( Kesempatan )
Kesempatan atau peluang adalah suatu kondisi eksternal berasal
dari lingkungan sekitar yang bersifat menguntungkan misalnya adanya
fasilitas kesehatan Pemerintah dan Swasta yang terdiri dari Rumah sakit 2
unit, Balai pengobatan/ rumah Bersalin 2 unit, Klinik kecantikan 8 unit,
Apotik 9 unit, Optik 2 unit, Laboratorium 2 unit, Praktik perawat 10 Unit,
Praktik dokter umum/ gigi 5 unit, dan praktik dokter spesialis 2 unit.
Dengan banyaknya masyarakat yang bekerja dapat disimpulkan
bahwa masyarakat di daerah puskesmas Enggal Waras memiliki
penghasilan yang berkecukupan serta agama yang dianut masyarakat
daerah tersebut adalah mayoritas Islam sehingga diharapkan program
yang ada di puskesmas untuk pemerataan dalam pelayanan kesehatan
dapat diterima dengan baik di masyarakat.
D. Threats ( Ancaman )
Ancaman merupakan sutau kondisi lingkungan yang kurang
menguntungkan dengan kata lain ancaman merupakan kebalikan dari
kesempatan atau peluang. Contoh ancaman yang ada menurunnya
keterminatan masyarakat terhadap kesehatan, kurangnya motivasi untuk
hidup sehat, rendahnya tingkat pendidikan serta kurang kepercayaan
masyarakat terhadap tenaga pelayanan yang ada.
2.3 Upaya Program di Puskesmas
Upaya pelayanan kesehatan yang diselenggarakan meliputi
pelayanan preventif dan promotif dengan melakukan pendekatan

kelompok masyarakat, pelayanan medic mengutamakan pelayanan kuratif


dan rehabilitative dengan melakukan pendekatan individudan keluarga.
Upaya pelayanan kesehatan diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu
dan berkesinambungan serta berorientasi kepada kondisi kesehatan di
masyarakat.
Dalam scenario Puskesmas Enggal Waras telah melakukan
program kesehatan Ibu dan Anak, Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit

Menular,

Perawatan

Kesehatan

Masyarakat,

Keluarga

Berencana, Gizi, Kesehatan Lingkungan, PKM, UKS, Kesehatan gigi dan


mulut, Kesehatan Jiwa, Laboratorium, dan Pengobatan.
2.4 Kebijakan yang Mempengaruhi
Puskesmas diselenggarakan

bertujuan

untuk

mewujudkan

masyarakat yang memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran,


kemauan dan kemampuan hidup sehat, mampu menjangkau pelayanan
kesehatan bermutu hidup dalam lingkungan sehat dan memiliki derajat
kesehatan yang optimal baik individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.
Prinsip

penyelenggaraan

Puskesmas

yaitu

mencegah

dan

mengurangi resiko kesehatan yang di hadapi individu, keluarga,


kelompok dan masyarakat, bertanggung jawab terhadap pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya, mendorong kemandiriran hidup sehat bagi
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, menjadi pelayanan
kesehatan yang dapat diakses dan terjangkau oleh seluruh masyarakat di
wilayah kerjanya secara adil tanpa membedakan status social, ekonomi,
agama, budaya dan kepercayaan serta menyelenggarakan pelayanan
kesehatan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan
kebutuhan pelayanan, mudah dimanfaatkan dan tidak berdampak buruk
bagi lingkungan.
2.5 Trend dan Isu Strategis
A. Trend Strategis
1. Manajemen puskesmas dengan cara penempatan SDM kesehatan
yang memiliki kemampuan manajemen yang mumpuni
2. Sarana prasarana yang tidak memadai di puskesmas

B. Isu Strategis
1. Penguatan Puskesmas dalam mendukung upaya promotif dan
preventif guna terimplementasinya pendekatan keluarga dalam
pembangunan kesehatan
2. Upaya pencapaian target akreditasi Puskesmas (1 Kecamatan
minimal 1 Puskesmas)

BAB III Pengumpulan Data


3.1 Visi dan Misi Puskemas
A. Visi puskesmas
Visi puskesmas pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh
puskessmas adalah tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya
Indonesia sehat. indikator Kecamatan Sehat yang ingin dicapai mencakup
4 indikasi utama yakni :
1. Lingkungan yang sehat
2. Perilaku sehat
3. Cakupan pelayanan yang bermutu
4. Derajat kesehatan penduduk kecamatan
B. Misi Puskesmas
Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas
adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional.
Misi tersebut adalah :
1. Menggerkkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah
kerjanya.
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat
di wilayah kerjanya
3. Memelihara dan

meningkatkan

mutu,

pemerataan

dan

keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.


4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya.
3.2 Analisis Lingkungan Kesehatan
Kecamatan ini dikatakan cukup baik dalam pelayanan kesehatan,
karena idealnya satu kecamatan memiliki 1 Puskesmas Induk dan beberapa
puskesmas pembantu seperti yang terdapat dalam kecamatan tersebut.
Didalam satu Kecamatan ini terdapat 1 Puskesmas Induk yaitu Puskesmas
Enggal Waras. Puskesmas Enggal Waras memiliki 2 Puskesmas Pembantu,
yakni Puskemas Mangga dan Puskesmas Melon. Jarak antara Puskesmas
Induk dengan Puskesmas Pembantu 5 km, sedangkan jarak dengan Ibu
Kota Madya 8 km. Dalam kecamatan tersebut juga terdapat 35
Posyandu. Dalam segi tenaga pelaksana juga cukup baik. Tenaga yang
terdapat dipuskesmas tersebut ada sebanyak 22 orang, yang terdidi dari : 4
perawat, 1 perawat gigi, 1 dokter umum, 2 dokter gigi, 4 bidan, 1 petugas

sanitasi, 1 petugas gizi, 1 petugas obat, 1 pekerja kebersihan, 2 tata usaha,


1 sopir dan 3 tenaga honorer.
Lingkungan puskesmas sendiri dalam sarana gedung dan
pembagian ruang lingkupnya cukup baik. Pada bangunan puskesmas
sendiri terdapat 4 unit bangunan yaitu :
a. Bangunan induk : ruang pendaftaran, ruang pemeriksaan
umum, ruang pemeriksaan gigi/mulut, ruang administrasi,
ruang apotek, ruang kepala puskesmas, ruang tunggu, kamar
mandi/WC
b. Bangunan pemeriksaan laboratorium
c. Gudang
d. Perumahan dinas tenaga kesehatan
3.3 Analisis Data Kesehatan Puskesmas
Program puskesmas yang telah dilaksanakan di Puskesmas Enggal Waras adalah
sebagai berikut.
1. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
Target capaian yang paling tinggi sebesar 65.22%.
2. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
Target capaian memiliki rata-rata nilai yang sama yaitu sebesar 71.20%
3. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
Target capaian memiliki rata-rata nilai yang sama yaitu sebesar 80.95%
4. Upaya Keluarga Berencana
Hasil program keluarga berencana telah tercapai sebanyak 100.96%
5. Upaya Peningkatan Gizi
Hasil program peningkatan gizi telah tercapai sebanyak 85%
6. Upaya Kesehatan Lingkungan
Hasil program kesehatan lingkungan telah tercapai sebanyak 88.23%
7. Upaya Pengobatan
Hasil program pengobatan telah tercapai sebanyak 86%
8. Upaya Penyuluhan Kesehatan
Hasil program penyuluhan kesehatan masyarakat telah tercapai sebanyak
79.07%
9. Upaya Kesehatan Sekolah
Hasil program UKS telah tercapai sebanyak 106%
10. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
Hasil program Kesehatan Gigi dan Mulut telah tercapai sebanyak 93%
11. Upaya Kesehatan Jiwa
Hasil program Kesehatan Jiwa telah tercapai sebanyak 53.25%
12. Upaya Laboratorium
Hasil program Laboratorium telah tercapai sebanyak 96.82%

Ada beberapa program puskesmas yang belum dilaksanakan


1.
2.
3.
4.

Upaya Kesehatan Olahraga


Upaya Kesehatan Kerja
Upaya Kesehatan Mata
Upaya Pencatatan dan Pelaporan dalam Rangka Sistem Informasi

Kesehatan
5. Upaya Kesehatan Lanjut Usia
6. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional
Puskesmas Enggal Waras hanya melaksanakan beberapa program dari 18
program puskesmas. Menurut kelompok kami komunitas Puskesmas Enggal
Waras merupakan komunitas sehat karena angka rata-rata capaian program
kesehatan telah melebihi setengah dari target yang dibuat, bahkan ada juga
beberapa program yang melebihi target seperti program keluarga berencana dan
program UKS. Pada scenario, juga diketahui bahwa jumlah persalinan yang
ditolong oleh dukun sudah tidak ada, yang mana hal tersebut menunjukkan tingkat
pengetahuan komunitas tinggi.

3.4 Analisis Program Unggulan Puskesmas


Berdasarkan analisis program unggulan di puskesmas Enggal Waras belum
ada dan belum dipersiapkan. Pada Puskesmas Enggal Waras masih
menerapkan program kegiatan yang dilaksanakan sesuai turun temurun.
Adapun gambaran puskesmas Adem Ayem program unggulannya sedang
dipersiapkan. Program unggulan tersebut meliputi:
1. Promosi kesehatan yang berkesinambungan pada kelompok sasaran anak
usia sekolah di seluruh jenjang (playgroup, SD, SMP, SMA baik di
lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional maupun Kementrian Agama)
2. Promosi kesehatan yang berkesinambunga pada kelompok sasaran (ibu
hamil/ibu menyusui, lansia, kelompok kebutuhan khusus, kelompok
beresiko termasuk pus, dll)
3. Alokasi anggaran 80% diarahkan pada upaya promotif dan preventif
disemua program Puskesmas
4. Pelayanan klinis dengan menerapkan standar ISO 9001 : 2000
5. Pelayanan ambulans gratis untuk rujukan dan pengantaran jenazah

Pada gambaran program unggulan dari Puskesmas Adem Ayem bisa


dijadikan contoh untuk Puskesmas Enggal Waras untuk lebih memiliki
target agar program puskesmas lebih maju.

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Analisis Faktor Internal
a. Kekuatan
1. Sumber daya
di puskesmas tersebut terdapat tenaga kehatan dokter yang
memumpuni dengan 1 dokter umum dan 2 dokter gigi
2. Sarana Prasarana
puskesmas tersebut memiliki sarana dan prasarana yang memadai
antara lain
Puskesmas terdiri dari: 1 puskesmas induk, 2 puskesmas pembantu,
dan 35 Posyandu
Bangunan induk terdiri dari: ruang pendaftaran loket karcis, runag
pemeriksaan/pengobatan/poli umum, ruang pemeriksaan gigi/ mulut,
ruang administrasi ruang apotik ruang kepala puskesmas ruang tunggu
kamar mandi. puskesmas juga memiliki bangunan untuk pemeriksaan
laboratorium, gudang, perumahan untuk dinas tenaga kesehatan.
3. Program
Puskemas tersebut memiliki beberapa program antara lain:
1. kesehatan ibu dan anak
2. pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
3. perawatan kesehatan masyarakat
dengan program kesehatan yang lain antara lain;
1. keluarga berencana
2. Gizi
3. kesehatan lingkungan
4. PKM
5. UKS
6. kesehatan gizi dan anak
7. kesehatan jiwa
8. Laboratorium
9. pengobatan
b. Kelemahan
1. Sarana Komunikasi dan Sarana Transportasi
Puskesmas Enggal Waras hanya memiliki 1 kendaraan roda 2 dan, 1
kendaraan Posling diamana Puskesmas tersebut tidak memiliki
cadangan untuk Pelayanan kedaruratan, 1 alat komunikasi dimana
Puskesmas tidak bisa mengoptimalkan layanan komunikasi di rumah
sakit tersebut baik antara tenaga kesehatan maupun antara
2. Sumber daya

Puskesmas tersebut hanya memiliki 4 orang perawat , 1 perawat gigi


dan bidan 4 orang dimana yang di butuhkan 10 orang perawat dan 6
orang bidan dengan ketentuan Puskesmas Perawatan
3. Program
Puskesmas tersebut memang memiliki kegiatan dalam menangani
penyakit yang ada pada masyarakat seperti pemberantasan penyakit
menular adan kesehatan ibu dan anak akan tetapi dalam hasil
pencapaiannya Puskesmas Enggal Waras tidak optimal.
4.2 Analisis Faktor Eksternal
a. Kesempatan
1. Sumberdaya
Puskesmas Enggal Waras memiliki kader kesehatan yang terdiri
dari: Guru UKS 23 orang, Bidan desa 4 orang, Kader Posyandu 223
orang, Dukun terlatih 6 orang. Puskesmas ini merupakan puskesmas
induk dan memiliki puskesmas pembantu.
2. Orang
Puskesmas Enggal waras memiki peluang kerjasama terkait
peningkatan status kesehatan masyarakat dengan lintas sector/
program, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader. Masyarakat
bersedia untuk diberi pelayanan kesehatan.
3. Pendanaan
Puskesmas Enggal Waras, menyediakan fasilitas seperti askes dan
kartu sehat dalam pelayanan kesehatan.
b. Ancaman
Sarana dan prasarana di puskesmas Enggal Waras, seperti sarana
komunikasi (telpon) hanya tersedia 1. Banyak berdiri balai atau
pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan yang sama.
Kemudian beberapa masyarakat mempunyai persepsi biaya pelayanan
kesehatan yang mahal.
c. Matriks Analisis SWOT
IFAS
EFAS
KESEMPATAN
(Opportunities = O)

KEKUATAN
(Strength =S)
Menggunakan kekuatan
untuk memanfaatkan
kesempatan yang ada

KELEMAHAN
(Weakness = W)
Menghilangkan
kelemahan dan
memanfaatkan

ANCAMAN
(Threats = T)

pada puskesmas Enggal


Waras
Menggunakan kekuatan
untuk menghindari
ancaman yang dihadapi
puskesmas seperti sarana
dan prasarana

kesempatan
Meminimalkan
kelemahan untuk
menghindarkan ancaman

BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari analisis SWOT program pelayanan kesehatan di puskesmas
meliputi sumber daya profesi adanya dokter umum dan dokter gigi sebagai
sumber kekuatan puskesmas, jumlah pekerja di puskesmas hanya sedikit.
Sementara yang di butuhkan 10 orang perawat dan 6 orang bidan dengan
ketentuan Puskesmas Perawatan. Puskesmas Enggal waras memiki peluang
kerjasama terkait peningkatan status kesehatan masyarakat dengan lintas
sector, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader, puskesmas Enggal Waras
menyediakan pendanaan seperti askes dan kartu sehat. Sarana dan Prasaranan
di Puskesmas Enggal Waras sebagai puskesmas induk dan memiliki
puskesmas pembantu serta pusat posyandu, puskesmas tersebut tidak memiliki
cadangan untuk Pelayanan kedaruratan, hanya memiliki 1 alat komunikasi.
Puskesmas Enggal Waras memiliki beberapa program untuk memenuhi
pelayanan kesehatan masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan.
Namun program pemberantasan penyakit menular dan kesehatan ibu dan anak
hasilnya tidak optimal. Untuk ancaman di Puskesmas Enggal Waras adalah
banyak berdiri balai atau pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan
yang sama.

kemudian beberapa masyarakat mempunyai persepsi biaya

pelayanan kesehatan yang mahal.


5.2 Saran
Berdasarkan kelemahan dari Puskesmas Enggal Waras perlu dilakukan
penambahan jumlah sumber daya tenaga kesehatan sehingga akan sesuai
dengan jumlah minimal puskesmas, kemudian untuk transportasi dan
komunikasi perlu diperhatikan guna menjalin kerjasama dan pelayanan
darurat, membuat kesepakatan dengan masyarakat terkait fungsi dan manfaat
dari puskesmas, sehingga dapat dengan optimal memanfaatkan puskesmas
guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Effendy, Nasrul. 1998. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.


Jakarta: EGC