Anda di halaman 1dari 11

Daftar Pertanyaan MPIP

Baik tidaknya suatu


pencampuran salah satunya

Mixing, Filtrasi, Sentrifugasi, Material

berhubungan dengan cost

Handling

produksi. Setelah ditentukan


bilangan reynold (tipe aliran)

dan dihitung cost produksi

Mixing

pada pencampuran dihasilkan


panas akibat gaya gesek
antara inpeller/pengaduk
dengan bahan. Bagaimana
cara menangani bahan yang
tidak tahan panas agar tidak
rusak saat pencampuran?
Menggunakan mixer yang
tidak menggunakan
pengaduk, yaitu tipe tumbling
mixer (v mixer, y mixer, bold
mixer). Kerja alat tersebut

berdasarkan gaya gravitasi)


Apakah contoh aplikasi alat

maka dapat ditentukan mana

proses yang paling efisien.


Alat ultra high shear mixer
untuk bahan seperti apa?
Bagaimana cara kerjanya?
Terdapat dua tipe untuk alat
tersebut, yaitu pencampuran
horizontal dan vertikal. Alat
dapat digunakan untuk
mencampur/menghomogenka
n bahan yg berbeda ukuran
partikel dengan bantuan
pengaduk yg memiliki
shear/pisau dgn kecepatan
tinggi yang dapat

static inline mixer pada bidang

mencacah/memperkecil

pangan? Untuk pencampuran

ukuran partikel sehingga

bahan fluida viskos, seperti

membentuk campuran yang

minyak.
Apa perbedaan pencampuran

homogen.

dengan aliran turbulen dan


aliran laminar? Mengapa
disebutkan aliran turbulen
lebih baik untuk
pencampuran? Koreksi
pernyataan: aliran laminar dan
turbulen pada pencampuran

Filtrasi
1. Perusahaan biasanya menggunakan alat yg
cost nya paling murah, mana alat filtrasi yg
cost nya paling murah?
Jawaban :
Dari berbagai alat filtrasi yang telah
dijelaskan yang memiliki cost paling murah
yaitu Flate and frame filter karena framenya

dapat ditentukan melalui

bisa diatur sesuai kebutuhan kita sehingga

bilangan reynold, dimana NRe

bisa mengurangi cost yg digunakan.

bergantung pada massa jenis,


velocity, dan viskositas dari
fluida. Nre<2100 aliran
laminar dan
Nre>10000aliran turbulen.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju filtrasi


diantaranya tahanan media, debit filtrasi, dan
kedalaman media, jelaskan lagi!
Jawaban :
1. Tahanan media

Media filter yang berpori memiliki

dan

kemampuan

menyaring

partikel

banyak saluran (kapiler atau pori-pori).

halus yang terdapat dalam air baku. Lubang

Tahanan

yang

pori yang terlalu besar akan meningkatkan

menembusnya semakin kecil jika diameter

rate dari filtrasi dan juga akan menyebabkan

kapiler semakin besar, yang berarti jumlah

lolosnya partikelpartikel halus yang akan

kapiler per satuan luas semakin sedikit.

disaring. Sebaliknya lubang pori yang terlalu

Tahanan media juga semakin kecil jika

halus

kapiler semakin pendek. Ini berarti bahwa

menyaring

semakin tipis dan kasar media filter itu,

menyebabkan clogging(penyumbatan lubang

semakin besar daya filtrasinya.

pori

media

terhadap

aliran

2. Debit filtrasi
Debit yang terlalu besar akan

akan

oleh

meningkatkan
partikel

dan

partikelpartikel

kemampuan
juga

dapat

halus

yang

tertahan) yang terlalu cepat.

menyebabkan tidak berfungsinya filter secara


efisien. Sehingga proses filtrasi tidak dapat
terjadi

dengan sempurna, akibat adanya

aliran air yang terlalu cepat dalam melewati


rongga diantara butiran media pasir. Hal ini
menyebabkan berkurangnya waktu kontak
antara permukaan butiran media penyaring
dengan air yang akan disaring. Kecepatan
aliran yang terlalu tinggi saat melewati
rongga antar butiran menyebabkan partikel

3. Syarat-syarat penyaringan yang baik?


Jawaban :
1. Kuat menahan filtrasi
2. Tahan terhadap korosi
3. Porositas tinggi, bisa menyaring
4. Murah
Tambahan : cara mencuci filter yaitu
menggunakan air dan airnya diberi zat
warna tujuannya agar menjadi indikator
bahwa filter yg di cuci sudah bersih.

partikel yang terlalu halus yang tersaring akan


lolos.
3. Kedalaman media
Pemilihan media dan ukuran
merupakan

keputusan

penting

dalam

perencanaan bangunan filter. Tebal tipisnya


media akan menentukan lamanya pengaliran
dan daya saring. Media yang terlalu tebal
biasanya mempunyai daya saring yang sangat
tinggi, tetapi membutuhkan waktu pengaliran
yang lama. Keadaan
kasar

atau

media

terlalu

menimbulkan variasi

yang

terlalu

halus

akan

dalam

ukuran

Sentrifugasi
1. Aplikasi di bidang pangan untuk
sentrifugasi
Dapat digunakan dalam
pembuatan minyak kelapa, pada
mesin decanter banyak juga
digunakan untuk pembuatan
minyak sawit, digunakan juga
untuk pemisahan krim susu,
memproduksi minyak jeruk,
mengklarifikasi sari dan gula
sirup, memisahkan lemak daging,

rongga antar butir. Ukuran pori sendiri

nozzle dan mesin dapat

menentukan besarnya

membuka diri untuk dewatering

tingkat

porositas

pati dan sentrifus untuk

konsentrasinya dan suhunya,

memulihkan protein dari hewan

dialirkan dengan flowrate

dan tumbuhan, memisahkan

terstandar dan waktu yg

comminuted kopi dan the slurries.

terstandar. Cop dilakukan untuk

Alat yang digunakan untuk

bagian yang kurang maksimal

aplikasi di bidang pangan

untuk dilakukan cip / dapat

menggunakan alat berbahan

dilepas dengan mudah biasanya

stainless no 340 (food grade)


2. Apakah BJ, kecepatan
mempengaruhi sentrifugasi ?
Tidak ada klasifikasi khusus
masalah kapasitas produksi untuk
mesin sentrifus, karena kapasitas
dapat di adjust dan dirancang
sesuai kegunaan dan
kepentingan, meneurut fellows
Yang mempengaruhi sentrifugasi

dilakukan cop.

Material
Handling
1. Faktor yang beresiko dalam material
handling?
Setiap material handling pasti
ada resiko, baik resiko kerusakan,

hanya ukuran partikel dan

kecelakaan dan lainnya.


Resiko kerusakan diminimalisir

kandungan padatan pada bahan.

dengan beberapa cara, diantaranya

Jadi tiap jenis sentrifugasi

packaging yang baik (kemasan tidak

aplikasinya beda beda,

mudah rusak saat dipindahkan),

tergantung dari range ukuran

pemilihan peralatan material

partikel dalam kandungan

handling yang tepat (misalnya

padatannnya. Missal disc bowl

dilengkapi dengan pallet), pelatihan

range ukuran partikelnya 0.5-500


dan kandungan padatan

pegawai, dll.
Resiko kecelakaan

bahannnya <5 maka digunakan

diminimalisir dengan penggunaan

untuk liquid-liquid extraction,

safety yang baik dan

separation of liquid mixture,

benar,pelatihan, dl. Bagi pegawai,

clarification of liquid.
3. Bagaimana cara pembersihan
pada alat sentrifugasi
Untuk alat skala lab (kecil)

ada kriteria tertentu untuk


melakukan manual material handling
guna menghindari kecelakaan kerja.

Manual Material

viasanya dilakukan cop, dengan


pembongkaran lalu dibersihkan
dengan larutan detergen,
sedangkan untuk skala industry

Handling (MMH)
Pemindahan Bahan Secara Manual

(besar) biasanya dilakukan cip,


dengan mengalirkan bahan kimia
(biasnya cautic kuat dan acid
kuat) yang telah terstandar

Pengertian
pemindahan beban secara manual, menurut Amer
ican Material
Handling Society bahwa material handling dinyat

akan sebagai senidan ilmu yang


meliputi penanganan

train (rasa nyeri) yang berlebihan, sedangkan 5% l

(handling),

(moving),

pemindahan

ainnya pada hernia. Dari data tentang strain 61%di

Pengepakan

antaranya berada pada bagian punggung.

(packaging), penyimpanan (storing)

Rasa nyeri yang kronis ini membutuhkan pe

dan pengawasan(controlling) dari material denga

nyembuhan yang cukup lama. Disamping itu, biaya

n segala bentuknya.(Wignjosoebroto, 1996).

pada

yang

Selama ini pengertian MMH hanya sebatas

dikeluarkan merupakan bagian dominan darikeselur

kegiatan lifting danlowering yang

uhan biaya kecelakaan.

melihat

aspek kekuatan vertikal. Padahal kegiatan MMH

Faktor yang berpengaruh terhadap timbuln

tidak terbatas pada kegiatan tersebut diatas, masih

ya nyeri punggung ( b a c k

ada kegiatan pushing dan pullingdi dalam kegiatan

i n j u r y ) adalah arah beban

MMH. Kegiatan MMH yang sering dilakukan oleh

yang akan diangkat dan frekuensi aktivitaspemin

pekerja di dalam industri antara lain :


1.
2.
3.
4.

Task)

dahan. Usaha untuk mengurangi hal tersebut adal

Kegiatan pengangkatan benda (LiftingTask)


Kegiatan pengantaran benda (Caryying

ah dengan cara mengadakan pelatihan, pendidikan

Kegiatan mendorong benda (Pushing Task)


Kegiatan menarik benda (Pulling Task)
Pemilihan manusia sebagai tenaga kerja

perhatian khusus

dan penyuluhan tentang pengaruhnegatifnya serta


pada perancangan produk yang nantinyaakan diko
nsumsi masyarakat.

dalam melakukan kegiatan penanganan material

bukanlah tanpa sebab. Penanganan material secara

Masyarakat harus sadar bahwa pada usia

manual memiliki beberapa keuntungan sebagai

menengah (diatas 40 tahun)merupakan usia yang

berikut :

berpeluang besar untuk mendapatkan resiko ini.


Beberapaparameter

Fleksibel dalam gerakan sehingga memberikan

yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

kemudahan pemindahan beban pada ruang terbatas


dan pekerjaan yang tidak beraturan.

Untuk beban ringan akan lebih murah bila

Beban yang harus diangkat.

Perbandingan antara berat bahan dan operator.

Jarak horisontal dari beban terhadap operator.

Ukuran beban yang diangkat ( beban yang berdi

dibandingkan menggunakan mesin.

Tidak semua material dapat dipindahkan dengan


alat.

mensi besar akanmempunyai jarak pusat gravitasi

Pemindahan bahan secara manual jika tid

yang lebih jauh dari tubuh dan dapatmengganggu j

ak dilakukan secara ergonomis akan menimbulka

arak pandangan ).

n kecelakaan kerja, yaitu kerusakan jaringantubuh


yang diakibatkan oleh beban angkat yang berlebih
an.Data mengenai insiden tersebut telah mencapai
nilai rata- rata 18% dariseluruh kecelakaan selama
tahun

1982-

1985 menurut data statistik tentangkompensasi


para pekerja di Negara bagian New
Australia. Dari

South

Wales
data

kecelakaan ini 93% diantaranya diakibatkan oleh s

a.

Manual Material Handling Menurut OSHA


Akivitas manual
handling merupakan

material
sebuah

aktivitas

memindahkan beban oleh tubuh secara manual


dalam rentang waktu tertentu. Berbeda dengan
pendapat di atas menurut Occupational Safety and
Health Administration (OSHA) mengklasifikasikan

kegiatan manual

material

handling menjadi lima yaitu :


1.

4.

Membawa (Carrying)

Mengangkat/Menurunkan (Lifting/Lowering)

Kegiatan membawa merupakan kegiatan

Mengangkat adalah kegiatan memindahkan

memegang

atau

mengambil

barang

dan

barang ke tempat yang lebih tinggi yang masih

memindahkannya. Berat benda menjadi berat total

dapat dijangkau oleh tangan. Kegiatan lainnya

pekerja.

adalah menurunkan barang.

5.
2.

Menahan (Holding)

Mendorong/Menarik (Push/Pull)
Kegiatan

mendorong

adalah

Memegang obyek saat tubuh berada dalam


kegiatan

posisi diam (statis)

menekan berlawanan arah tubuh dengan usaha


yang

bertujuan

untuk

memindahkan

obyek.

Kegiatan menarik kebalikan dengan itu.

4.
3.

Faktor Resiko

Memutar (Twisting)

Beberapa factor yang berpengaruh dalam p


emindahan material adalah sebagai berikut :

Kegiatan memutar merupakan kegiatan


MMH yang merupakan gerakan memutar tubuh

bagian atas ke satu atau dua sisi, sementara tubuh

Berat bahan yang harus diangkat dan perbandinga


nnya terhadap beratbadan operator.

bagian bawah berada dalam posisi tetap. Kegiatan


memutar ini dapat dilakukan dalam keadaan tubuh

Jarak horisontal dari beban relatif terhadap operat


or.

yang diam.

Ukuran beban yang harus diangkat (ukuran beba


n yang besar) akanmemiliki pusat massa yang leta
knya jauh dari badan operator dan juga akanmeng
halangi pandangan operator.

Ketinggian beban yang harus diangkat dan jarak p

6.

Penyelesaian untuk Pemindahan Material S


ecara Teknis

erpindahan beban(mengangkat beban dari permuk


aan lantai akan relatif lebih sulit daripadamengang

Beberapa penyelesaian secara teknis untuk

kat beban dari ketinggian pada permukaan pinggan

pemindahan material secara manual adalah sebagai

g).

berikut :

Beban puntir pada badan operator selama aktivitas


angkat beban.

n yang lebih tinggi dan turunkan dengan bantuan


gaya gravitasi.

Prediksi terhadap berat bahan yang diangkat. Hal


ini adalah untukmengantisipasi beban yang lebih be
rat dari yang diperkirakan.

Stabilitas beban yang akan diangkat.

Kemudahan untuk dijangkau oleh operator.

Berbagai macam rintangan yang menghalangi at


au keterbatasan posturtubuh yang berada

Berikan peralatan yang dapat mengangkat.

Desainlah kotak tempat benda kerja yang disertai


hendel yang ergonomissehingga mudah pada waktu
mengangkat.

Frekuensi aktivitas angkat.

Aturlah peletakan fasilitas sehingga semakin mem


udahkan metodologiangkat benda pada ketinggian

pada

permukaan pinggang.

suatu tempat kerja.

Letakkan benda kerja yang besar pada permukaa

Bebaskan area kerja dari gerakan dan peletakan m


aterial yang mengganggujalur dari operator.

Metode angkat yang benar (tidak boleh mengangk


at beban secara tiba-tiba).

Hindarkan lantai kerja dari sesuatu

yang

dapat membuat licin sehingga

Tidak terkoordinasi kelompok kerja.

Pengangkatan suatu beban dalam suatu periode.

mambahayakan operator pada saat perjalanan mem


indahkan material.

Buatlah suatu ruang kerja yang cukup gerakan din


amis bebas operator.

5.

Beberapa Pendekatan untuk Mengurangi


Resiko

Tempatkan semua material sedekat mungkin oper


ator.

Kebutuhan untuk
mengangkat secara manual harus benar-benar diteli
tisecara

7.

ergonomis. Penelitian ini akan menghasilkan adany

Pendekatan

a standarisasi dalamaktivitas angkat manusia.


Standar kemampuan angkat tersebut tidak
hanya meliputi arah beban,tetapi juga berisi keting
gian dan jarak operator terhadap beban dan met
odeangkat terbaik harus diimplementasikan.

Batasan Beban Yang Boleh Diangkat


terhadap

batasan

dari massa beban yang akan diangkut meliputi :


A.

Batasan

Angkat

Secara

Legal (Legal

Limitations)
Dalam rangka menciptakan suasana kerja
yang aman dan sehat maka perlu adanya suatu
batasan angkat untuk operator. Pada bagian ini

akan dijelaskan beberapa batasan angkat secara


legal

dari

berbagai

Negara

bagian

benua Australia yang digunakan untuk pabrik dan

kg )

system bisnis manufaktur lainnya. Batasan angkat


ini

dipakai

sebagai

batasan

angkat

Sekali - kali

secara

(k
g)

10

10

internasional. Adapun variabelnya adalah sebagai


berikut :
Terus menerus

Pria dibawah usia 16th, maksimum angkat adalah

5 18

14 kg

Sumber : (Suma mur P. K, 1998:28).

Pria usia diantara 16th dan 18th, maksimum angkat


18 kg
B.

Pria usia lebih dari 18th, tidak ada batasan angkat

Wanita usia diantara 16th dan 18th, maksimum

Batasan Angkat Secara Biomekanika


Batasan angkat biomekanika adalah analis
a biomekanika tentangrentang postur atau posisi

angkat 11 kg

aktivitas kerja, ukuran badan dan ukuran manus


ia. Kriteria

Wanita usia lebih dari 18th, maksimum angkat

keselamatan

adalah berdasarkan beban tekan(compression load

adalah 16 kg

) pada intervertebral disc antara lumbar nomor lim

Batasan angkat ini dapat membantu untuk

a dansacrum nomor satu (L5/S1). National Institut

mengurangi rasa nyeri, ngilu pada tulang belakang

e of Occupational Safetyand Health (NIOSH) Am

bagi

erika Serikat merekomendasikan batasan angkatseb

para

wanita (back

injuries

incidence

to

agai berikut :

women). Batasan angkat ini akan mengurangi


ketidaknyamanan kerja pada tulang belakang,
terutama bagi operator untuk pekerjaan berat.

1.

Batasan gaya angkat maksimum yang diijinkan (t


he maximumpermissible limit) adalah berdasarkan
gaya tekan sebesar 6500 Newtonpada L5/S1.

Batasan angkat di Indonesia ditetapkan me


lalui Peraturan MenteriTenaga Kerja Transmigrasi
dan Koperasi No. PER.01/Men/1978 tentangKeseh

2.

atan dan Keselamatan Kerja dalam bidang Peneb


angan danPengangkutan Kayu. Beban angkat dite
tapkan dengan dasar perhitungan 5/7 kg berat

Batasan gaya angkat normal (the action limit) adal


ah berdasarkan gayatekan
sebesar 3500 Newton pada L5/S1.
Batasan gaya angkat normal ditentukan mel

badan., contohnya seorang lelaki dengan berat b


adan 70 kg berarti beban yang dapat diangkat s
ebesar 50 kg. Batasan tersebutdapat dilihat pada ta
ble berikut:

alui rumus :
AL(kg) = 40

(15/H) (1-0,004/V-

75/) (0,7+7,5/D) (1-F/Fmax)


Dimana :

Aktivitasmengangkat

Dewa
L
aki lakianita

H
= Posisi horizontal (cm), arah titik tengah antara m
ata kaki padatempat

e) selama aktivitas angkat dan menghasilkan bat

= Posisi vertikal (cm) pada tempat asal sebelum be

asan gaya angkat terhadapbeban kerja manual.

ban diangkat
D. Batasan Angkat Secara Psiko Fisik

= Jarak angkat vertikal (cm) antara tempat asal dan


tujuan dariaktivitas angkat tersebut.

Metode ini berdasarkan pada sejumlah


eksperimen yang

Fmax = Frekuensi maksimum yang dapat d

berupayamendapatkan berat pada berbagai keadaa

ilaksanakan

n dan ketinggian beban yangberbeda-beda. Ada


Tabel.

tiga kategori posisi angkat yang ditemukan yaitu :

Batasan Gaya Angkat Normal

1.

Dari permukaan lantai ke ketinggian genggaman (


knuckle height)

2. Dari ketinggian genggaman tangan (knuckle hei


Posisi ght) ke ketinggian bahu (shoulder height)
Periode angkatan

3. Dari ketinggian bahu (shoulder height) ke ma


Berdiriksium jangkauan tangan vertikal (vertical arm re
ach)
Batasan berat beban yang dapat diangkat
berdasarkan kategori di atas
dapat dilihat pada tabel tabel berikut ini :

V>
1 jam

Tabel.

18
Berat beban yang dapat ditolelir untuk aktiv

8 jam

itas angkat yang sering

15

Sumber : (Eko nurmianto, 1998:167).


Frekuensi angkat
Satu kali dalam 30 menit
C.

Batasan Angkat Secara Fisiologis

Satu kali dalam 25 menit

Batasan angkatan secara fisiologis ditetap


kan denganmempertimbangkan rata- rata beban
metabolisme dan aktivitas angkatberulang (repeti
tive lifting)

Satu kali dalam 15 20 men


it

Satu

kali dalam 10 15 menit

Satu kali dalam 5 menit

atau dapat juga ditentukan dari jumlahkonsumsi


oksigen. Metode lain adalah
dengan cara pengukuran langsungpada tekanan ya
ng ada di adalam perut (intra abdominal pressur

Sumber : (Eko Nurmianto,1998 :179).

Berat

Tabel.

aksimu 0

25

eban yang dapat ditolerir untuk diangkat


0

enis rak

ng
pu

ra
d

18
0

g ntar

tai

beban

sampai sampai

dan

tinggi

pekerja

genggam

n tangansam

an

1
5

ptimum 2

satgravita iijinkan inggi lan enggama gi bahu


si

ara
t

1
3

aksimu 4

erat ya arakanta arak ant arak

antara
elami

ptimum 0
M

Batasan berat beban dengan metode berat b

Ja

aksimu 6

1
4

3
1

m
b ang

Sumber : (Eko Nurmianto,1998:149)

ahu (cm) an

tangan
an

Pekerja yang boleh mengangkat beban ma


ksimum adalah bebanpekerja yang sehat berusia 1
8 60 tahun. Diharapkan beban yangdiangkat pad

cm
38
ria

ptimum 3

dilaksanakan dibawah pengawasan supervisoryang

1
9

a batas ini
bertangging jawab menangani masalah pemilihan

pekerja yang
M

aksimu 9

2
4

mempunyai kondisi fisik, kebugara dan penga


3

laman yang cukup.Pekerja yang berusia pada atau l

m
25
0

ebih dari 60 tahun tidak diharapkanuntuk mengan


O

ptimum 6
M

9
3

aksimu 4

gkat beban optimum. Data-data yang ada pada

tabel

diatas dikurangi 25 % untuk pekerja yang berusia di

2
4

bawah 16 tahun.

m
18
0

ptimum 9

2
0

8.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi MMH

9
Semua

aksimu 7

2
6

handling melibatkan faktor-faktor sebagai berikut :


4
1.

m
38
anita 0

ptimum 7
M

1
3

aktivitas manual

masing-masing

berbeda dan mempengaruhi jenis dan jumlah


2

Karakteristik Pekerja
Karakteristik
pekerja

pekerjaan yang dapat dilakukan. Karakteristik


pekerja terdiri dari :

a.

Fisik, yang meliputi ukuran pekerja secara umum

Karakeristik tugas ini meliputi kondisi

seperti usia, jenis kelamin, antropometri, dan postur

pekerjaan manual material handling yang akan

tubuh.

dilakukan. Terdiri dari :

b. Kemampuan sensorik, ukuran kemampuan sensorik

a.

pekerja yang meliputi penglihatan, pendengaran,


kinestetik, sistem keseimbangan danproprioceptive.

pergerakan, langkah yang harus ditempuh, dll.


b.

c. Motorik, ukuran kemampuan motorik/gerak pekerja

d. Psikomotorik,

kemampuan

pekerja

informasi,

waktu

respon,

dan

koordinasi
e.

Personal, ukuran nilai dan kepuasan pekerja

Training/pelatihan,

d.

ukuran

Lingkungan kerja, seperti suhu, pencahayaan,

Status kesehatan

h.

Aktivitas dalam waktu luang

menyelesaikan

kemampuan

kerja

atau

sikap

pekerjaan/tugas.

dalam

Pengamatan

meliputi pada :
a.

Individu, merupakan ukuran metode operasional,


memindahkan.

b.

2. Karakteritik Material
Karakteristikmaterial atau bahan, meliputi :
ukuran

metode

seperti kecepatan, ketepatan, cara/postur saat

g.

berat

benda,

usaha

yang

dibutuhkan untuk mengangkat, maupun momen


inersia benda.

Organisasi, berkaitan dengan organisasi kerja


seperti luas bangunan pabrik, keberadaan tenaga
medis, maupun utilitas kerjasama tim.

c.

Administrasi,
keselamatan

seperti
kerja,

sistem

insentif

kompensasi,

rotasi

untuk
kerja

maupun pengendalian dan pelatihan keselamatan.

Dimensi, atau ukuran benda seperti lebar, panjang,


tebal, dan bentuk benda baik itu kotak, silinder, dll.

c.

Kompleksitas pekerjaan, termasuk didalamnya

melibatkan

keterampilan dalam menangani instruksi MMH.

b.

frekuensi

4. Sikap Kerja
Penanganan manual material handling juga

pendidikan pekerja dalam training formal atau

Beban,

termasuk

untuk

komponen pendukungnya.

persepsi kebutuhan ekonomi, dll

a.

pekerjaan

dibutuhkan

kebisingan, getaran, bau bauan, juga daya tarik kaki.

dengan melihat tingkah laku, penerimaan resiko,

f.

yang

ketepatan penempatan, tujuan aktivitas maupun

menghadapi proses mental dan gerak seperti


memproses

waktu

pekerjaan yang dilakukan.


c.

mengukur

Frekuensi,

menyelesaikan

yang meliputi kekuatan, ketahanan, jangkauan, dan


karakter kinematis.

Geometri tempat kerja, termasuk didalamnya jarak

Aktivitas manual material handling banyak


digunakan karena memiliki fleksibilitas yang tinggi,

Distribusi beban, ukuran letak unit CG dengan

murah dan mudah diaplikasikan. Akan tetapi

reaksi pekerja untuk membawa dengan satu atau

berdasar data diatas dapat diambil kesimpulan

dua tangan.

bahwa

aktivitasmanual

material

handling juga

diikuti dengan resiko apabila diterapkan pada


d.

Kopling, cara membawa benda oleh pekerja


berkaitan dengan tekstur, permukaan, atau letak.

e.

Stabilitas beban, ukuran konsistensi lokasi CM

kondisi lingkungan kerja yang kurang memadai, alat


yang kurang mendukung, dan sikap kerja yang
salah. Penelitian yang dilakukan NIOSH (NIOSH,
1981)

3. Karakteristik Tugas/Pekerjaan

memperlihatkan

sebuah

statistik

yang

menyatakan bahwa dua -pertiga dari kecelakaan

akibat

tekanan

berlebihan,

berkaitan

Konveyor: untuk bahan padat


Bucket elevator: untuk serbuk
Forklift: untuk bahan yang

dengan

aktivitas menaikkan barang (lifting loads activity).

9.

telah dikemas
3. Konveyor yang dilengkapi metal
detector?
Metal detector biasanya

Jarak Angkat
Penelitian yang dilakukan oleh Gracovetsjy
untuk

aktifitas

angkatmaterial, mengemukakan bahwa 65% kasus


diakibatkan oleh kerusakan
akibatbeban torsi (Torsional Damage) pada samb
ungan apophyeseal (sambunganyang

diletakkan di akhir produk jadi, pada


industri pangan jarang digunakan
metal detector di awal proses atau
pada raw material.
4. Kendala bucket elevator dari plastic?
Tidak sekuat bucket dari

berada diantara vertebral), ligamen dan annulus

logam, pembersihan mungkin lebih

fibrusus (lapisan pembungkus disk).

sulit.

Kerusakan tersebut lambat untuk disembuhkan.

Namun bukan berarti bucket

Dia juga menemukan bahwa lamanya pembebana

plastic tidak lebih baik dari bucket

n terhadap segmen tulang, merupakan factor ya

logam. Masing-masing mempunyai

ng dapat mempertinggi derajat kerusakan (EkoNur

keunggulan tersendiri. Bucket plastic

mianto,2003:164).

dapat digunakan untuk bahan yg

Batasan gaya angkat maksimum yang dijin


kan (the MaximumPermissible Limit) yang direko
mendasikan oleh NIOSH (1981) adalahberdasarkan
gaya tekan
6500 Newton pada L5/S1 (Lumbar nomor 5/Sakru
mnomor 1). Namun hanya 25%

reaktif terhadap logam, bahan yg


mempunyai kemungkinan kerusakan
yan tinggi bila ditangani dengan
logam, dll
5. Selama pemindahan adakah
kontaminasi silang?
Kemungkinan kontaminasi

pria dan 1% wanita yang diperkirakan mampumele

pasti ada. Oleh karena itu, dilakukan

wati batasan gaya angkat ini.

berbagai cara agar kontaminasi

Batasan gaya angkat normal (the Action Limit) d

tersebut bernilai minim, misalnya

iberikan oleh NIOSH

dengan kemasan yang terlindung,

(1981) dan berdasar gaya tekan 3500 Newtonpada


L5/SI (Lumbar 5/Sakrum 1). Ada 99%
dan 75%

pria

wanita yang mampumengangkat beban

diatas ini (Eko Nurmianto, 2003:165).

2. Karakteristik bahan untuk masingmasing mesin?


Berbeda-beda untuk setiap
mesin, bergantun pada karakteristik
bahan itu sendiri. Beberapa contoh:

penyimpanan bahan yang terpisah


agar tidak saling mengkontaminasi,
design layout yang tepat sehingga
proses produksi berjalan dengan
efisien, kontaminasi minim dan hasil
maksimal.