Anda di halaman 1dari 48

KUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN

I. PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN DAN USAHANYA

1. Pengertian dan Karakteristik Persekutuan


1.1. Pengertian Persekutuan
Persekutuan (Partnership) adalah suatu penggabungan diantara dua orang (badan) atau lebih
untuk memiliki bersama-sama dan menjalankan suatu perusahaan guna mendapatkan
keuntungan atau laba.
Didalam persekutuan pemisahan pemilik dan manajemen hampir tidak ada, namun demikian
penyelenggaraan akuntansi harus berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang diatur oleh
prinsip-prinsip yang lazim. Dari segi akuntansinya, persekutuan sebagai suatu unit usaha
harus dianggap mempunyai kedudukan terpisah dengan para pemiliknya.

1.2. Karakteristik Persekutuan


Secara umum ada 5 yang menjadi karakteristik persekutuan yaitu :
a. Berusaha Bersama-sama (Mutual Agency)
Setiap anggota merupakan agen dari pada persekutuan untuk mencapai tujuan usahanya
b. Jangka waktu terbatas (Limited life)
Persekutuan tetap ada selama orang-orang (badan-badan) yang mengadakan persekutuan itu
ada dan masing-masing masih tetap menghendakinya. Setiap perubahan yang berhubungan
dengan maksud mengkahiri penjanjian dari para anggota berarti membubarkan persekutuan.
Penarikan modal atau kaitan seorang anggota otomatis membubarkan persekutuan.
c. Tanggung jawab tidak terbatas (Unlimited Liability )
Tangung jawab seorang anggota terbatas pada jumlah yang ditanam di dalam usaha
persekutuan. Apabila di dalam keadaan tertentu persekutuan tidak dapat membayar hutang-
hutangnya karena jumlah kekayaan tidak cukup, maka kreditur berhak menagih pada salah
satu seorang dari anggota persekutuan tersebut.
d. Memiliki suatu bagian/hak di dalam persekutuan (Ownership of an Interest in a Partnership)
Kekayaan yang ditanam di dalam perusahaan tidak lebih dari hak milik yang terpisah dari
anggota yang menjadi kekayaan persekutuan. Anggota yang menanamkan kekayaan ke
dalam persekutuan berarti menyerahkan haknya untuk mengusahakan dan menggunakan
kekayaannya itu, dan sepenuhnya rela untuk dipakai guna mencapai tujuan-tujuan
persekutuan. Hak yang diberikan kepada persekutuan ini memberikan hak yang sama dengan
anggota lainnya untuk memimpin dan menjalankan usaha persekutuan.
e. Pengembalian bagian keuntungan persekutuan
Setiap anggota mendapat bagian dari keuntungan persekutuan. Suatu persetujuan yang dibuat
untuk membagi keuntungan itu sendiri, tidak merupakan suatu bentuk persekutuan.

2. Bentuk-Bentuk Persekutuan dan Perjanjian dalam Persekutuan


2.1. Bentuk-Bentuk Persekutuan
Persekutuan dapat diklasifikasikan ke dalam :
a. Persekutuan Perdagangan
Adalah persekutuan yang usaha pokoknya adalah pembuatan, pembelian, dan penjualan
barang dagangan.
b. Persekutuan Jasa-jasa
Adalah persekutuan yang bertujuan untuk memberikan jasa-jasa karena keahliannya,
misalnya persekutuan antara akuntan, advokat dll.
Selain itu persekutuan dapat pula dibedakan antara :
a. Persekutuan Umum
Adalah suatu bentuk persekutuan dimana semua anggotanya dapat bertindak atas nama
perusahaan dan kepadanya dapat diminta pertanggung jawaban atas kewajiban-kewajiban
persekutuan. Masing-masing anggota disebut sekutu umum.
b. Persekutuan Terbatas
Suatu persekutuan dimana aktivitas angota tertentu dibatasi dan sebaliknya tanggung jawab
masing-masing anggota akan dibatasi samapi jumlah tertentu, yang mungkin sejumlah
investasi yag telah diberikannya. Angota tersebut disebut sekutu terbatas.
c. Join Stock Companies
Adalah bentuk persekutuan dimana struktur modalnya berupansaham-saham yang dapat
dipindah tangankan. Perpindahan hak atas saham-saham tersebut tidak boleh mengganggu
kontinuitas usaha persekutuan. Tanggung jawab para anggota tidak terbatas seperti halnya
pada persekutuan umum.
2.2. Perjanjian Dalam Persekutuan
Dalam persekutuan tentu harus da perjanjian sebagai dasar pijakan pembentukan persekutuan
tersebut. Pada perjanjian persektuan berisi tentang, nama persekutuan, anggota, tanggal
berdiri, sifat serta bidang usaha, dan beberapa hal yang harus ada yaitu a;
- Besarnya investasi dari masing-masing anggota
- Hak dan kewajiban anggota
- Buku-buku catatan dan laporan keuangan
- Pembagian keuntungan
- Hal-hal khusus yang menyangkut masalah pembebanan dan penerimaan imbalan jasa
tertentu diantara para anggota.
- Penarikan kembali modal yang disetor
- Asuransi jiwa kematian salah satu anggota
- Penyelesaian apabila ada perselisihan ddiantara para anggota dan lain-lain.

2.3. Penyertaan Modal dalam Persekutuan


Proses akuntansi yang spesifik pada persekutuan adalah masalah pencatatan
pengakuan dan pengukuran milik atau penyertaan (hak) masing-masing anggota dalam
persekutuan. Hak masing-masing angota diikhtisarkan dalam rekening modal masing-masing
anggota sekutu.
2.3.1. Pembentukan Awal Persekutuan
Contoh :
Tuan Petruk, Gareng dan Semar sepakat mendirikan sebuah persekutuan dengan investasi
masing-masing sebesar Rp. 7.500.000, Rp. 6.000.000 dan Rp. 8.000.000. dalam persekutuan
tersebut mereka sepakat untuk melakuka pembagian keuntungan dengan perbandingan yang
sama. Pada tahun pertama persekutuan mendapat keuntungan sebesar Rp. 3.000.000,-.
Pencatatan atas modal dan kuntungan masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
Modal Petruk Modal gareng Modal Semar Kekayaan Bersih Keterangan
7.500.000 6.000.000 8.000.000 21.500.000 Investasi awal
1.000.000 1.000.000 1.000.000 3.000.0000 Keuntungan
8.500.000 7.000.000 9.000.000 24.500.000

Bentuk jurnal yang dibuat adalah :


Uraian D K
Kas 21.500.000
Modal Gareng 7.500.000
Modal Petruk 6.000.000
Modal Semar 8.000.000
Laba Rugi 6.000.000
Pribadi Gareng 1.000.000
Pribadi Petruk 1.000.000
Pribadi Semar 1.000.000

Apabila persekutuan tersebut menderita kerugian kerugian sebesar Rp. 18.000.000, dengan
porsi pembagian rugi di bagi dengan perbandingan yang sama, maka :
Modal Petruk Modal gareng Modal Semar Kekayaan Bersih Keterangan
7.500.000 6.000.000 8.000.000 21.500.000 Investasi awal
(6.000.000) (6.000.000) (6.000.000) (18.000.0000) Rugi
1.500.000 0 2.000.000 3.500.000
Pada saat persekutuan akan dilkuidasi, maka Gareng tidak akan mendapatkan pengembalian
modal karena modal tersebut sudah habis untuk membayar kerugian persekutuan, sedangkan
Petruk dan Semar akan mendapatkan pengembalian sebesar sisa masing-masing modal
setelah di potong dengan kerugian persekutuan.
2.3.2. Pembentukan dengan Menggabungkan Perusahaan yang Sudah Berjalan
Dalam kasus ini ada dua permasalahan yang bisa timbul yaitu yaitu :
1. Apabila persekutuan akan melanjutkan pembukuan dari salah satu perusahan yang
sudah ada atau membentuk pembukuan tersendiri.
2. Apakah perubahan atau penilaian tertentu terhadap posisi aktiva, hutang dari masing-
masing perusahaan yang akan digabungkanperlu diadakan atau tidak perlu diadakan.
Contoh :
Tuan Petruk, dan Gareng masing-masing sepakat untuk membentuk persekutuan
Petruk telah memiliki perusahaan yang sudah berjalan, dimana Gareng bermaksud akan
menggabungkan diri ke dalam perusahaan tersebut dengan setoran modal Gareng
sebesar Rp. 10.000.000,-.
Adapaun neraca perusahaan yang dimiliki oleh Petruk adalah :
PETRUK
NERACA, PER 31 DESEMBER 2007
URAIAN D K
Kas 4,500,000
Piutang Dagang 12,000,000
Cadangan Kerugian Piutang (1,200,000)
Persediaan Barang Dagangan 14,000,000
Suplies Kantor 1,500,000
Peralatan Kantor 5,000,000
Kendaraan 15,000,000
Akumulasi Penyusutan Pralatan 2,000,000
Akumulasi peyusutan Kendaraan 4,500,000
Hutang 37,300,000
Modal Petruk 20,000,000
Jumlah .. 57,300,000 57,300,000
Dalam pembentukan persekutuan tersebut ke dua belah pihak sepakat dengan perjanjian
sebagai berikut :
1. Uang kas diambil seluruhnya oleh Petruk
2. Dari seluruh piutang dagang yang ada, sebesar Rp 4.000.000 dianggap tidak bisa
tertagih dan cadangan kerugian ditetapkan sebesar Rp. 10% dari saldo piutang yang baru.
3. Setelah diadakan penilian kembali terhadap persediaan barang dagangan berdasarkan
harga pasar, nilai persediaan menjadi Rp. 18.000.000
4. Kendaraan dinilai sebesar Rp. 20.000.000 tetapi telah disusutkan sebesar 50%,
sehingga menjadi Rp. 10.000.000
5. Good wil diberikan kepada Petruk atas prestasi perusahaannya sebesar Rp.
15.000.000

Persekutuan yang baru dibentuk melanjutkan pembukun yang sudah ada


a. Mencatat penilaian kembali berbagai macam aktiva :
Cadangan Kerugian piutang 800.000
Persediaan Barang Dagangan .. 4.000.000
Akumulasi Peny. Kendaraan 4.500.000
Good Will 15.000.000
Piutang Dagang .. 4.000.000
Kendaraan ... 5.000.000
Modal Petruk 15.300.000
b. Mencatat Setoran Modal Gareng
Kas 10.000.000
Modal Gareng .. 10.000.000
c. Mencatat pengambilan uang kas oleh Petruk
Modal Petruk 4.500.000
Kas . 4.500.000
Pencatatan dengan membentuk buku-buku baru tersendiri
a. Mencatata kekayaan Petruk sebagai setoran modal
Piutang dagang . .. 14.000.000,-
Persed. Brg. Dagangan 18.000.000
Suplies kantor . 1.500.000
Peralatan Kantor 5.000.000
Kendaraan ... 10.000.000
Goodwil . 15.000.000
Cadangan Kerugian . 400.000,-
Hutang . 37.300.000
Modal Petruk 25.800.000
b. Mencatat setoran modal Gareng
Kas 10.000.000
Modal Gareng .. 10.000.000

Maka neraca persekutuan Petruk dan Gareng dalah sebagai berikut :


PERSEKUTUAN PETRUK DAN GARENG
NERACA, PER JANUARI 2008
URAIAN D K
Kas 10,000,000
Piutang Dagang 14,000,000
Cadangan Kerugian Piutang (400.00)
Persediaan Barang Dagangan 18,000,000
Suplies Kantor 1,500,000
Peralatan Kantor 5,000,000
Kendaraan 10,000,000
Akumulasi Penyusutan Pralatan 0
Akumulasi peyusutan Kendaraan 0
Goodwill 15.000.000
Hutang 37,300,000
Modal Gareng 10.000.000
Modal Petruk 25,800,000
Jumlah .. 73.100.000 73.100.000

2.4. Pembagian Laba dalam Persekutuan


Dalam perjanjian pembentukan persekutuan biasanya dicantumkan tata cara pembagian
laba bagi para anggota sekutu. Tetapi apabila tata cara ini tidak terdapat dalam perjanjian,
maka pembagian laba bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :
1. Laba dibagi sama
2. Dengan perbandingan atas dasar kesepakatan bersama
3. Dengan perbandingan penyertaan modal
4. Mula-mula ditentukan bunga modal dari masing-masing anggota, selebihnya di bagi atas
dasar perjanjian.
5. Mula-mula diberikan gaji sebagai pemilik dan bonus kepada anggota yang aktif bekerja,
sisanya dibagi atas dasar perjanjian.
6. Mula-mula ditetpkan bunga modal dari angota, kemudian gaji untuk anggota-angota yang
dianggap berjasa sisanya dibagi atas dasar perjanjian.

Contoh :
Petruk, Gareng dan Semar telah mendirikan sebuah perusahaan bersama, pada akhir tahun
2007, perusahaan tersebut mendapatkan laba sebesar Rp. 30.000.000,-. Pada akhir tahun 2007
komposisi modal dan prive masingmasing sekutu adalah sebagai berikut :
Modal Petruk
01 Jan Setoran 2.500.000
01 Juli Setoran 3.500.000

Modal Gareng
01 Jan Setoran 2.000.000
01 Mei Setoran 2.000.000

Modal Semar
01 Jan Setoran 3.000.000
01 Agustus Setoran 5.000.000

1. Berdasarkan kesepakatan bersama laba akan di sama


Pencatatannya adalah sbb :
Laba Rugi . Rp. 30.000.000,-
Pribadi Petruk Rp. 10.000.000
Pribadi Gareng .. Rp. 10.000.000
Pribadi Semar Rp. 10.000.000
2. Disetujui laba dibagi dengan perbandingan
10 bag utk Petruk, 8 Bag untuk Gareng dan 12 bag untuk Semar (10:8:12)
Laba Petruk 10/30 x 30.000.000 = 10.00.000
Laba Gareng 8/30 x 30.000.000 = 8.000.000
Laba Semar 12/30 x 30.000.000 = 12.000.000
Laba Rugi . Rp. 30.000.000,-
Pribadi Petruk Rp. 10.000.000
Pribadi Gareng .. Rp. 8.000.000
Pribadi Semar Rp. 12.000.000
3. Pembagian didasarkan pada jumlah penyertaan modal
a. Sesuai dengan perbandingan jumlah modal awal
Nama Sekutu Saldo Modal Awal Rasio Pembagian Hak atas laba
Petruk 2.500.000 25/75x30.000.000 10.000.000
Gareng 2.000.000 20/75x30.000.000 8.000.000
Semar 3.000.000 30/75x30.000.000 12.000.000
Jumlah 7.500.000 75/75x30.000.000 30.000.000

Laba Rugi . Rp. 30.000.000,-


Pribadi Petruk Rp. 10.000.000
Pribadi Gareng .. Rp. 8.000.000
Pribadi Semar Rp. 12.000.000

b. Sesuai dengan perbandingan jumlah modal akhir


Nama Sekutu Saldo Modal Akhir Rasio Pembagian Hak atas laba
Petruk 6.000.000 6/18x30.000.000 10.000.000
Gareng 4.000.000 4/18x30.000.000 6.700.000
Semar 8.000.000 8/18x30.000.000 13.300.000
Jumlah 18.000.000 18/18x30.000.000 30.000.000

Laba Rugi . Rp. 30.000.000,-


Pribadi Petruk Rp. 10.000.000
Pribadi Gareng .. Rp. 6.700.000
Pribadi Semar Rp. 13.300.000

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT karena buku ini dapat
selesai disusun dengan lancar. Adapun buku Akuntansi Keuangan Lanjutan ini
disusun dengan tujuan agar dapat memperluas wawasan dan pengetahuan
mahasiswa jurusan akuntansi tentang masalah akuntansi yang bersifat khusus,
yang tidak dibahas dalam pengantar akuntansi dan akuntansi keuangan
menengah. Oleh karena itu matakuliah akuntansi keuangan lanjutan merupakan
matakuliah yang diberikan setelah mahasiswa memperoleh pemahaman dari
matakuliah pengantar akuntansi dan akuntansi menengah sehingga sangat
cocok untuk mahasiswa tingkat atas.

Bobot matakuliah akuntansi keuangan lanjutan adalah sebanyak 3 SKS (3x


50 menit) dengan 14 kali tatap muka dalam satu semester. Guna memperkuat
praktek dan ketrampilan mahasiswa dalam menerapkan akuntansi keuangan
lanjutan ini maka perlu didampingi dengan praktikum atau kelas asistensi.

Selain itu tujuan mempelajari Akuntansi Keuangan Lanjutan adalah agar


mahasiswa mampu menerapkan teori dan teknis akuntansi untuk masalah
akuntansi khusus tersebut sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi yang
mengacu pada penciptaan mahasiswa yang siap menghadapi dunia kerja
maupun menciptakan pekerjaan. Akuntansi khusus antara lain mempelajari
akuntansi hubungan kantor Pusat dan Cabang kemudian mempelajari akuntansi
transaksi valuta asing, pendirian dan pembubaran Firma, pembubaran Perseroan,
Laporan Segmen dan Interim, organisasi nir laba, akuntansi penjualan cicilan dan
konsinyasi.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada


semua pihak yang telah memberi bantuan dan dorongan dalam bentuk apapun
sehingga dapat tersusun buku ini dengan lancar. Namun demikian buku ini masih
jauh dari kesempurnaan sehingga pintu penulis sangat terbuka bagi semua
pembaca yang memberikan kritik, saran atau masukan yang dapat memperbaiki
buku ini di masa datang.

Yogyakarta, Nopember 2005

Penulis
BAB1

PENDAHULUAN

Mempelajari matakuliah akuntansi keuangan lanjutan sama halnya dengan


mempelajari matakuliah akuntansi lainnya, tidak hanya dengan menghapal teori
dan rumusnya tetapi harus bisa memahami dan selanjutnya dapat menerapkan
penghitungan maupun pembuatan jurnal dan laporan untuk setiap kasus
berbeda.
Pada bab 1 buku ini akan dibahas kedalam dua bagian (topik) yaitu:
1. Mengenai persekutuan dimulai dari seluk beluk persekutuan seperti
pengertian, karakteristik, sampai dengan isi perjanjian pembentukan
persekutuan (75 menit).
2. Penghitungan dan pengakuan modalsampai dengan pembuatan jurnal pada
pendirian persekutuan.(75 menit).

Dengan demikian diharapkan dapat tercapai tujuan dari pempelajaran bab 1


dalam buku ini adalah:
1. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang persekutuan.
2. Mahasiswa dapat menyebutkan isi perjanjian persekutuan.
3. Mahasiswa dapat menyebutkan karakteristik persekutuan.
4. Mahasiswa dapat membedakan jenis-jenis persekutuan.
5. Mahasiswa mampu memahami aturan penjurnalan dalam persekutuan dan
mampu melakukan penjurnalan.
6. Mahasiswa mampu membedakan antara penghitungan dengan metode bonus
maupun metode goodwill dan mampu menyajikan jurnal maupun laporan
keuangan yang diperlukan.

A. Pengertian Persekutuan dan Unsur Pokok Persekutuan

Pengertian Persekutuan
Secara umum Persekutuan dapat didefinisikan sebagai suatu gabungan atau
asosiasi dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan
suatu usaha secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba.

Unsur Pokok Persekutuan yaitu :


Gabungan atau asosiasi para sekutu.
Sebagai suatu asosiasi dari beberapa sekutu ( individu ) maka persekutuan
tidak dapat dipisahkan dengan kesepakatan atau perjanjian, yaitu perjanjian
untuk mendirikan, memiliki, dan mengelola persekutuan.
Pemilikan dan pengelolaan bersama.
Didalam Persekutuan harus selalu dituntut adanya kebersamaan, yaitu :
a) Persekutuan dimiliki bersama.
b) Persekutuan dikelola bersama.
c) Kalau ada risiko ditanggung bersama.
d) Kalau memperoleh laba dibagi bersama.
3. Tujuan untuk memperoleh laba.
Laba dibagi secara adil menurut rasio atau metode pembagian laba yang
telah disepakati.

B. Ketentuan di dalam Perjanjian Persekutuan

Perjanjian persekutuan akan berisi ketentuan-ketentuan yang disepakati


oleh para sekutu mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan
persekutuan sampai pembubarannya.Isi perjanjian antara lain :
1. Ketentuan mengenai persekutuan.
2. Ketentuan mengenai sekutu.
3. Ketentuan yang berhubungan dengan modal persekutuan.
4. Ketentuan mengenai pembagian laba.
5. Ketentuan yang berhubungan dengan pembubaran persekutuan.
6. Ketentuan mengenai pertanggungan ( asuransi ) terhadap masing-masing sekutu.

Isi perjanjian persekutuan akan dipakai sebagai :


Dasar pencatatan setoran modal.
Dasar perhitungan modal.
Dasar pembagian laba.
Dasar pencatatan transaksi-transaksi persekutuan yang menyangkut modal.
Dasar pembagian aktiva dalam likuidasi.

Dari uraian diatas terlihat bahwa perjanjian mempunyai peranan yang sangat
penting dalam persekutuan mulai dari pendirian hingga pembubarannya.

C. Penggolongan Persekutuan

Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :


1. Persekutuan Firma ( Fa ), adalah :
Suatu usaha kerjasama yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dengan
menggunakan nama bersama dan semua sekutu dalam usaha tersebut
bertanggung jawab penuh (dan biasanya ikut aktif) mengelola perusahaan.
2. Persekutuan Komanditer ( cv ), adalah : Suatu bentuk perjanjian kerja sama
untuk berusaha di mana salah satu atau lebih dari anggotanya bertanggung
jawab terbatas.
a. Sekutu Aktif, adalah :
Sekutu yang ikut aktif mengelola perusahaan dan bertanggung jawab penuh
dengan seluruh harta pribadinya.
b. Sekutu Pasif (Silent Partner), adalah :
Sekutu yang hanya menyetor modal saja tanpa ikut mengelola perusahaan.
3. Joint Stock Company, adalah :
Persekutuan yang struktur modalnya terbagi atas saham-saham yang dapat
dipindah-tangankan. Besarnya saham masing-masing sekutu didalam Joint Stock
Company tidak menunjukkan besarnya tanggung jawab sekutu yang
bersangkutan melainkan hanya menunjukkan besarnya kepemilikan.

D. Karakteristik Utama Persekutuan

Karakteristik utama adalah merupakan sifat utama atau ciri khas persekutuan
yang meliputi:
1. Mutual Agency
Masing-masing sekutu merupakan agen ( wakil, perantara, perpanjangan
tangan ) dari persekutuan.
2. Limited Life
Umur persekutuan adalah terbatas. Hal-hal yang mebatasi umur persekutuan
antara lain perjanjian persekutuan, ketentuan hukum serta putusan pengadilan.
Sewaktu-waiktu persekutuan dapat bubar karena masuknya sekutu baru,
pengunduran sekutu dan sebagainya.
3. Unlimited Liability
Tanggung jawab masing-masing sekutu ( kecuali sekutu pasif ) tidak terbatas
pada modal yang telah disetor saja.
4. Ownership of an Interset in a Partnership
Kekayaan yang telah disetor ke dalam persekutuan sudah bukan lagi milik sekutu
penyetor, melainkan milik semua sekutu.
5. Participation on Partnership Profit
Masing-masing sekutu mempunyai hak di dalam pembagian laba atau rugi
persekutuan.
6. Right to Dispose of a Partnership Interest
Masing-masing sekutu mempunyai hak untuk menjual atau memindahkan
haknya atas modal dan hak atas laba kepada orang lain, baik kepada anggota
sekutu maupun bukan.
7. Mutual Liabiliy
Semua sekutu bertanggung jawab terhadap utang persekutuan. Jadi utang
persekutuan adalah juga utang seluruh sekutu

E. Alasan Pemilihan Persekutuan Atau Bentuk Badan Usaha Lainnya

Pertimbangan untuk memilih bentuk badan usaha berupa persekutuan


atau bukan adalah berdasarkan kelemahan dan kelebihan persekutuan
dibandingkan bentuk badan usaha lainnya seperti perseroan terbatas dan lain-
lain. Oleh karena itu perlu dibahas mengenai kelebihan dan kelemahan
persekutuan.

Kelebihan Bentuk Usaha Persekutuan:


1. Bentuk persekutuan seperti firma lebih mudah dalam pendiriannya.
2. Bentuk persekutuan seperti firma juga lebih mudah dalam pembubarannya
misalkan akan berubah menjadi bentuk perseroan terbatas.
3. Bentuk persekutuan juga mempunyai kebebebasan dan keluwesan dalam
menentukan bentuk usahanya.
4. Kebebasan masing-masing sekutu dalam pengambilan keputusan.
5. Persekutuan hanya wajib melaporkan pajaknya tetapi bukan pembayar
pajaknya karena yang membayar pajak adalah para sekutu yang memperoleh
laba persekutuan. Pajaknya berupa pajak penghasilan.

Kelemahan Bentuk Usaha Persekutuan:


1. Tanggung jawab pribadi sekutu akan hutang perusahaan.
2. Kelangsungan hidup perusahaan biasanya terbatas karena ikut ditetukan oleh
perjanjian dalam pendirian persekutuan.
3. Kesulitan dalam memindahtangankan kepentingan pemilik.

F. Akuntansi Dalam Persekutuan

Pada persekutuan laba atau rugi selalu dibagi di antara para sekutu sesuai
dengan metode pembagian laba yang telah disepakati. Pembagian laba adalah
pemindahan saldo laba ( rugi ) persekutuan ke rekening modal masing-masing
sekutu. Mengenai modal sekutu pada dasarnya merupakan keseluruhan dari hak
para sekutu terhadap persekutuan. Pada umumnya hubungan ekonomis antara
persekutuan dan para sekutu ditampung di dalam tiga rekening, yaitu :

1. Rekening Modal
Rekening modal menunjukkan besarnya hak modal sekutu yang
bersangkutan. Modal masing masing sekutu berasal dari setoran modal mula-
mula. Selanjutnya akan bertambah dengan setoran tambahan modal dan
pembagian laba serta berkurang dengan pengambilan modal dam pembgian
rugi. Rekening modal akan didebit apabila berkurang dan dikredit apabila
bertambah.

Aktiva Kas XX
..
Aktiva - Non Kas XX
..
Modal Sekutu X XX

Modal Sekutu Y XX

Modal Sekutu Z XX

2. Rekening prive
Rekening prive juga diselenggarakan untuk tiap-tiap sekutu. Rekening akan
didebit apabila terjadi pengambilan harta persekutuan untuk sekutu. Sedangkan
Rekening akan dikredit dengan bagian laba ( apabila tidak langsung ditutup ke
rekening modal ).

Modal . XX
Prive .. XX
Pada akhir periode saldo rekening prive ini akan dipindah ke rekening modal
sekutu yang bersangkutan yaitu :
Ke sisi debit, apabila rekening prive bersaldo debit.
Ke sisi kredit apabila rekening prive bersaldo kredit.
Jadi setelah tutup buku saldo rekening prive selalu nol.

4. Rekening Utang Kepada Sekutu


Rekening ini akan di debit apabila utang kepada sekutu berkurang dan di
kredit apabila utang kepada sekutu bertambah. Dalam hal persekutuan
dilikuidasi maka saldo rekening ini ikut dipertimbangkan di dalam menghitung
bagian kas sekutu yang bersangkutan. Di dalam neraca saldo disajikan pada
kelompok pasiva, yaitu utang.

Kas . XX
Utang Sekutu XX
.

4. Rekening Piutang Kepada Sekutu


Rekening ini didebit apabila piutang kepada sekutu bertambah dan
dikredit apabila piutang kepada sekutu berkurang. Dalam hal persekutuan
dilikuidasi (dilebur) yaitu mengurangi hak sekutu yang bersangkutan. Didalam
neraca saldo rekening disajikan dalam kelompok aktiva, yaitu piutang.

Piutang .. XX
Kas XX

Piutang kepada pihak ketiga:

Piutang Dagang XX
Penjualan XX
...

LATIHAN: 1.1
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan
anda mengerjakan latihan berikut ini !
1) Apa yang dimaksud dengan Persekutuan dalam arti luas maupun dalam arti sempit ?
2) Apa saja yang menjadi ketentuan dalam perjanjian pendirian persekutuan?
3) Sebutkan jenis persekutuan !
4) Apa yang dimaksud dengan silent partner?
5) Sebutkan karakteristik utama dari persekutuan!

Pembentukan Persekutuan

A. Pembentukan Persekutuan Baru


Yaitu merupakan pembentukan persekutuan yang samasekali baru
berdasarkan kesepatan dua orang sekutu atau lebih.
Masing-masing sekutu menyetor modal untuk mendirikan perusahaan baru
yang akan dimiliki bersama. Setoran modal tersebut dapat berupa kas, aktiva
nonkas atau bahkan aktiva tidak berujudseperti kemampuan lebih yang
dimiliki oleh seorang sekutu diatas kemampuan sekutu yang lain. Bila aktiva
berupa non-kas maka penilaian besarnya modal harus dengan persetujuan
masing-masing sekutu agar mendapatkan nilai yang wajar dan memenuhi prinsip
keadilan sehingga biasanya digunakan nilai pasarnya yang wajar. Penurunan nilai
aktiva juga harus ditetapkan secara bersama.
Bila terdapat kemampuan lebih dari sekutu maka perlakuan terhadap
kemampuan lebih yang dimiliki sekutu ada 2 metode pengakuan modal yaitu:
1. Metode Bonus
2. Metode Goodwill

Metode Bonus:
Di asumsikan bhw jumlah Setoran modal mula-mula = jumlah rerata modal mula-mula

Metode Goodwill
Mengasumsi bhw jumlah setoran modal mula-mula = jumlah rerata modal mula-
mula di+ goodwill
yang diakui

A.1. Setoran Modal berupa Kas (contoh dan penyelesaiannya)


Tuan Artha & Tuan Graha sepakat mendirikan usaha persekutuan firma
dengan nama GATRA . Sebagai setoran awal masing-masing sekutu
menyetorkan sbb :

Artha : Sebesar Rp 240.000.000 sedangkan Graha sebesar Rp 200.000.000

a). Bagaimana pengakuan dan pencatatan setoran modal awal pendirian


persekutuan tersebut dengan menggunakan metode bonus dan metode
goodwill? Buatlah juga jurnal yang diperlukan!

Jawab A.1. :
a). Jurnal untuk Setoran Modal ke Fa. GATRA dalam Rp

Kas .. 440.000.0
00,-
Modal Artha 240.000.00
0,-
Modal Graha 200.000.0
00,-
Bila dalam pendirian persekutuan tidak ada ketentuan proporsi pengakuan
modal di dalam perjanjian, maka proporsi pengakuan modal dengan metode
bonus besarnya dibagi rata (dibagi sama besar). Dengan demikian penyelesaian
soal A.1 adalah:
Masing-masing modal diakui sebesar Rp 220.000.000,- (440.000.000 2) oleh
karena pengakuan modal dalam Fa. GATRA dengan menggunakan metode Bonus
maka perhitungannya seperti berikut:
b). Pengakuan Modal dengan Metode Bonus

Keterangan Setoran Metode Besarnya


Modal Bonus
Bonus
(1) (2) (1 - 2)
Setoran Artha 240.000.0 220.000.0 20.000.000
00 00 *
Setoran Graha 200.000.0 220.000.0 (20.000.000)
00 00
Jumlah setoran 440.000.0 440.000.0 0
00 00
* Jurnal untuk mencatat besarnya bonus

Modal Artha 20.000.00


0,-
Modal Graha 20.000.00
0,-

Neraca Fa. GATRA

Aktiva Pasiva
Kas 440.000.00 Modal
0,- Artha 220.000.000,
-
Modal
Graha 220.000.000,
-
Total 440.000.00 Total
0,- 440.000.000,
-

c). Pengakuan Modal dengan Metode Goodwill

Keterangan Setoran Metode Besarnya


Goodwill
Modal Goodwill
(1) (2) (2 - 1)
Setoran Artha 240.000.000 240.000.000 0
Setoran Graha 200.000.000 240.000.000 40.000.000
Jumlah setoran 440.000.000 480.000.000 40.000.000

Jurnal untuk mencatat besarnya goodwill

Goodwill 40.000.00
0,-
Modal Graha 40.000.00
0,-

Neraca Fa. GATRA

Aktiva Pasiva
Kas 440.000.00 Modal
0,- Artha 240.000.000,
-
Goodwill Modal
40.000.000 Graha 240.000.000,
,- -
Jumlah 480.000.00 Jumlah
0,- 480.000.000,
-

Demikian contoh sederhana tentang pembentukan persekutuan (Fa) dengan


setoran modal awalnya berupa uang kas. Dalam contoh ini juga telah dijelaskan
bagaimana kita melakukan perhitungan dan perekayasaan pencatatan apabila
salah satu dari anggota sekutu mempunyai kemampuan lebih dalam
persekutuan, sehingga pengakuan modal-nya terhadap setoran modal para
sekutu dapat diakui dengan menggunakan 2 metode yaitu Bonus dan Goodwill.

Sub pembahasan berikutnya adalah pembentukan Fa. dengan setoran


modal awalnya berupa Aktiva Non-kas. Apabila penyetoran modalnya berupa
aktiva non-kas maka penilaian besarnya modal harus memenuhi prinsip keadilan
dan biasanya di nilai berdasarkan harga pasar yang wajar. Berikut adalah contoh
sederhana mengenai penyetoran modal berupa aktiva non-kas.

A.2. Penyetoran Modal berupa Aktiva Non-Kas (contoh dan penyelesaiannya)

Bapak Upin & Ipin mendirikan usaha dengan nama PT. MAKMUR. Masing-
masing menyetorkan modal: Upin berupa uang tunai (Kas) Rp 150.000.000.- dan
Ipin berupa Gedung, Tanah dan Truk dengan nilai Rp 225.000.000,-; Rp
160.000.000,- dan Rp 175.000.000,-.

Dari informasi ini Saudara diminta (a) menyusun bagaimana cara


mengakui setoran modal awal pendirian persekutuan tersebut apabila
menggunakan metode bonus dan metode goodwill? (b) buatlah jurnal yang
diperlukan dan Neraca awal atas setoran perdirian firma tersebut!

Jawab A.2. :
a). Jurnal untuk mencatat setoran Modal Upin dan Ipin ke PT MAKMUR adalah (Rp)

Kas 150.000.0
00,-
Gedung 225.000.0
00,-
Tanah 160.000.0
00,-
Truk 175.000.0
00,-
Modal Upin 150.000.0
00,-
Modal Ipin 560.000.0
00,-

b). Pengakuan Modal dengan Metode Bonus


Keterangan Setoran Metode Besarnya
Modal Bonus Bonus
(1) (2) (1 - 2)
Setoran Upin 150.000.0 355.000.0
00 00 (205.000.000
)*
Setoran Ipin 560.000.0 355.000.0 205.000.000
00 00
Jumlah 710.000.0 710.000.0 0
setoran 00 00

Jurnal untuk mencatat besarnya bonus: (Bonus untuk Ipin)


Modal Ipin .. 205.000.0
00,-
Modal Upin 205.000.0
.. 00,-

Neraca awal atas setoran modal Upin dan Ipin : (metode bonus)
Neraca PT. MAKMUR

Aktiva Pasiva
Kas Modal Upin 355.000.00
710.000.000 0,-
,-
Modal Ipin 355.000.00
0,-
Total Aktiva Total 710.000.00
710.000.000 Pasiva 0,-
,-
Atau bisa juga dibuat seperti berikut:
Neraca PT. MAKMUR

Aktiva Pasiva
Kas Modal 355.000.00
150.000.000 Upin 0,-
,-
Gedung Modal 355.000.00
225.000.000 Ipin 0,-
,-
Tanah
160.000.000
,-
Truk
175.000.000
,-
Total Aktiva 710.000.00 Total 710.000.00
0,- Pasiva 0,-

c). Pengakuan Modal dengan Metode Goodwill

Keterangan Setoran Metode Besarnya


Modal Goodwill
Goodwill
(1) (2) (2 - 1)
Setoran Upin 150.000.0 560.000.000 410.000.0
00 00
Setoran Ipin 560.000.0 560.000.000 0
00
Jumlah setoran 710.000.0 1.120.000.0 410.000.0
00 00 00

Jurnal untuk mencatat besarnya goodwill

Goodwill 410.000.0
00,-
Modal Upin 410.000.0
00,-

Neraca Fa. GATRA

Aktiva Pasiva
Kas Modal
710.000.000,- Upin 560.000.000,
-
Goodwill 410.000.000,- Modal
Ipin 560.000.000,
-

Jumlah 1.120.000.000,- Jumlah 1.120.000.00


0,-

B. Mengubah Pemilikan Perusahaan Perseorangan Yang Sudah Ada

Adanya peluang dan kerja-sama dalam bisnis, biasa pemilik perusahaan ingin
mengembangankan perusahaan dengan menambah/ membuka peluang bagi
orang atau pengusaha lain untuk bergabung dalam perusahaan. Apabila ini
dilakukan maka pencatatan atas bergabungnya pihak lain tersebut akan dicatat
melalui satu dari dua metode pencatatan yang digunakan, yaitu metode
pembukuan lama (berdasarkan pembukuan/ pencatatan dari perusahaan
sebelumnya) dan metode pembukuan baru. Perlakuan atas perubahan
kepemilikan ini akan mengakibatkan adanya hal-hal sebagai berikut:
Penilaian (kembali) Aktiva Bersih yang Disetor atau Revaluasi Aktiva
Penentuan Modal masing-masing Sekutu
Pembukuan atau akuntansinya disesuaikan dengan metode pembukuan yang
digunakan.
SKEMA PERUBAHAN PERUSAHAAN PERORANGAN
MENJADI PERSEKUTUAN
B.1. Contoh Soal Pendirian Persekutuan Yang Sudah Ada:
Pada awal tahun 2001 Upin dan Ipin sepakat mendirikan Persekutuan
Murah Rejeki. Upin sudah mempunyai perusahaan perseorangan Sumber
Rejeki yang bergerak di bidang servis dan perawatan kendaraan bermotor dan
akan menggunakan aktiva bersih perusahaan perseorangan tersebut sebagai
setoran modal. Sedangkan Ipin akan menyetor modal berupa kas sebesar Rp
375.000.000,- untuk mendirikan persekutuan baru. Neraca perusahaan
perseorangan Upin pada saat itu sebagai berikut:

Perusaha Jasa Sumber Rejeki


Neraca per 31 Desember 2000
(dalam Rp)
Aktiva:
Kas 37.500.000
Piutang Dagang 45.000.000
Persediaan Brg. 52.500.000
Dagang
Tanah 42.000.000
Gedung 37.500.000
Akumulasi 22.500.000
Penyusutan
15.000.000
Mebel dan 22.500.000
Peralatan
Akumulasi 12.000.000
Penyusutan
10.500.000
Total Aktiva 202.500.000
Pasiva:
Utang Bank 82.500.000
Modal Upin 120.000.000
Total Pasiva 202.500.000

Dalam hubungannya dengan setoran Upin tersebut telah disepakati adanya


penyesuaian sebagai berikut :
1. Cadangan kerugian piutang diakui sebesar 10 % dari saldo piutang dagang.
2. Persediaan barang dagangan dinilai berdasarkan nilai pasarnya yaitu Rp
60.000.000
3. Diakuinya adanya goodwill sebesar Rp 15.000.000
4. Nilai tanah disepakati sebesar Rp 75.000.000
5. Diakuinya adanya utang biaya sebesar Rp 6.000.000
Pertanyaan:
a) Atas transaksi tersebut diatas buatlah Neraca dan pencatatan pembentukan
persekutuan denganmetode pembukuan lama (metode pembukuan melanjutkan
pencatatan persekutan lama)?
b) Atas transaksi tersebut diatas buatlah Neraca dan pencatatan pembentukan
persekutuan denganmetode pembukuan baru?

Jawab B.1. :
a) Pengakuan Modal Pendirian Persekutuan Murah Rejeki Menggunakan Metode
Buku Lama:
Persediaan :
- Nilai Pasar Persd. Brg. Dagangan 60.000.0
00
- Nilai Buku 52.500.0
00
Kenaikan nilai persd. Brg Dagangan 7.500.00
0
Tanah :
- Nilai Pasar Tanah 75.000.0
00
- Nilai Buku 42.000.0
00
Kenaikan nilai Tanah 33.000.000
Pengakuan adanya Goodwill 15.000.000
Jumlah penambahan modal karena Penilaian 55.500.
kembali 000
(Revaluasi Aktiva)

- Cadangan Kerugian Piutang (10% x 4.500.0


45.000.000) 00
- Utang Biaya 6.000.0
00
Jumlah Pengurangan Modal karena (10.500.00
penilaian kembali 0)
Kenaikan Modal Upin karena 45.000.0
Revaluasi Aktiva 00

Jurnal penyesuaian atas Revaluasi aktiva (penilaian kembali) yaitu :


Persediaan Barang Dagangan 7.500.000
Tanah 33.000.00
0
Goodwill 15.000.00
0
Cadangan Kerugian 4.500.000
Piutang
Utang Biaya 6.000.000
Modal Upin 45.000.00
0

Mencatat setoran Ipin :


Kas 375.000.0
00
Modal Ipin 375.000.0
00

Dengan demikian untuk mengakui adanya penilaian kembali (revaluasi) atas


aktiva tetap yang diserahkan Upin tersebut kita diwajibkan mencatat dan menilai
kembali untuk rekening persediaan barang dagangan, Tanah, goodwill serta
cadangan kerugian piutang dan utang. Sekaligus mencatat setoran Ipin berupa
kas. Dan dalam metode pembukuan lama ini , neraca dari persekutuan baru
yang mereka dirikan merupakan gabungan antara nilai aktiva perusahaan lama
+ penyesuaian + setoran modal sekutu baru, yaitu sebagai berikut:
Perusaha Jasa Murah Rejeki
Neraca per 1 Januari 2001

Aktiva:
Kas 412.500.0
(37.500.000+375.000.000 00
)
Piutang Dagang 45.000.00
0
Cad. Kerugian Piutang (4.500.00
0)
40.500.00
0
Persediaan Brg. Dagang 60.000.00
0
Tanah 75.000.00
0
Gedung 37.500.00
0
Akumulasi Penyusutan 22.500.00
0
15.000.00
0
Mebel dan Peralatan 22.500.00
0
Akumulasi Penyusutan 12.000.00
0
10.500.00
0
Goodwill 15.000.00
0
Total Aktiva 628.500.0
00

Pasiva:
Utang Bank 82.500.00
0
Utang Biaya 6.000.000
Modal Upin 165.000.0
00
Modal Ipin 375.000.0
00
Total Pasiva 628.500.0
00

b) Pengakuan Modal Pendirian Persekutuan Murah Rejeki Menggunakan


Metode Buku Baru :

Pertanyaan dan Latihan


Untuk memperluas cakrawala pemahaman saudara mengenai materi
pembentukan persekutuan, silahkan mengerjakan latihan berikut ini !
1. Apa yang dimaksud denganOwnership of an Interest in a Partnership?
2. Apa yang dimaksud dengan Right to Dispose of Partnership Interest?
3. Sebutkan cara pembentukan persekutuan !
4. Apa perbedaan pembentukan persekutuan antara metode goodwill dengan
metode bonus?
5. Tiga orang yaitu Doni, Endah (keduanya bekas foto model) dan Ferdy 2001
mendirikan persekutuan yang usahanya berupa foto studio bernama MODEL
. Mereka menyetorkan modal, masing-masing:
Doni Rp 12.500.000 dan kursi dengan nilai buku Rp 3.000.000 dan nilai pasar Rp
5.000.000
Endah Rp 15.000.000 dan peralatan foto dengan nilai buku Rp 2.500.000 dan
nilai pasarnya Rp 4.500.000.
Ferdy Rp 2.000.000 dan Ruko dengan nilai buku Rp 20.000.000 namun nilai
pasarnya Rp 23.000.000
Berapakah besarnya setoran modal yang diakui bila persekutuan yang akan
didirikan menggunakan metode bonus? Buatlah laporan pengakuan setoran dan
jurnal untuk setiap transaksi yang berkaitan dengan setoran modal tersebut dan
neracanya setelah ada pemberian bonus!
6. Tiga orang yaitu Andi, Beni, dan Cindy pada tahun 1991 mendirikan
persekutuan yang usahanya berupa caf bernama MOGE . Mereka
menyetorkan modal sebesar:
Andi Rp. 10.500.000 dan kursi dengan nilai buku Rp. 3000.000 dan nilai pasar
Rp. 4000.000.
Beni Rp. 13.000.000 dan peralatan dapur dengan nilai buku Rp. 2500.000 dan
nilai pasarnya Rp. 4500.000.
Cindy Rp. 1000.000 dan tanah dan bangunan dengan nilai buku Rp 19.000.000
namun nilai pasarnya Rp. 21.000.000.
Berapakah besarnya setoran modal yang diakui bila persekutuan yang akan
didirikan menggunakan metode goodwill? Buatlah laporan pengakuan setoran,
jurnal untuk setiap transaksi yang berkaitan dengan setoran modal tersebut dan
neracanya setelah ada pengakuan goodwill!

7). Perhatikan neraca dari perusahaan dagang di bawah ini!


Perusahaan dagang SANTOSO
Neraca Per 31 Desember 2000

Aktiva:
Kas
45.000.000
Piutang Dagang
77.500.000

Cad. Kerugian Piutang


(5.000.000)

72.500.000
Persediaan Brg. Dagang
52.500.000
Tanah

45.000.000
Gedung
60.000.000

Akumulasi Penyusutan
(22.500.000)

37.500.000
Mebel dan Peralatan
30.000.000

Akumulasi Penyusutan
(12.000.000)

18.000.000

Total Aktiva

270.500.000
Pasiva:
Utang Bank

112.500.000
Modal Burhan

158.000.000
Total Pasiva

270.500.000

Pada 10 Januari 2001 Tuan Burhan dan Tuan Teddy sepakat untuk
mendirikan persekutuan baru dengan nama RUKUN SANTOSO. Tuan Burhan
sebelumnya telah memiliki perusahaan perorangan dengan neraca seperti diatas
dan Tuan Teddy akan menyetorkan modal berupa kas sebesar Rp. 170.000.000.
Bila kemudian terdapat beberapa hal untuk penyesuaian berikut:
1. Cadangan kerugian piutang perlu diakui sebesar 10% dari saldo piutang dagang.
2. Persediaan dinilai dari nilai pasarnya sebesar Rp. 50 juta,
3. Diakui adanya goodwill yang timbul dari usaha yang dijalankan selama ini sebsar Rp. 15
juta.
4. Nilai tanah dinilai kembali seharga Rp. 45 juta. Diakui adanya hutang gaji sebesar Rp 7 juta.
Buatlah system pencatatan secara lengkap untuk mendirikan persekutuan
RUKUN SANTOSO dengan metode pembukuan lama (berdasarkan neraca
perusahaan SANTOSO milik Tuan Burhan).

RANGKUMAN:
Pengakuan setoran modal dengan metode bonus maka penghitungannya = total
modal sekutu dibagi banyaknya sekutu.
Besarnya bonus = sebelum memperoleh bonus dikurangi setelah memperoleh
bonus.
Pengakuan setoran modal dengan metode goodwill maka penghitungannya
modal masing-masing sekutu dinaikkan sebesar setoran modal tertinggi
sehingga besarnya goodwill = setelah pengakuan goodwill dikurangi modal
masing-masing sebelumnya.
Pembentukan persekutuan dimana salah satu sekutunya sudah mempunyai
perusahaan sebelumnya: Pencatatan akuntansinya dengan metode pembukuan
lama maka harus melakukan penyesuaian terhadap penilaian kembali aktiva
non-kasnya, kemudian langsung menambahkan dalam neracanya.

TES FORMATIF 1

Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang
disediakan !
1) Berikut ini yang bukan merupakan prinsip pemilikan dan pengelolaan
bersama,adalah:
A. Pemilikan bersama dari persekutuan
B. Bila ada resiko ditanggung bersama
C. Bila memperoleh laba dibagi bersama
D. Silent Partner tidak memperoleh laba, hanya gaji saja.
E. Tidak ada jawaban yang benar
2) Pernyataan berikut ini yang bukan merupakan ketentuan yang diatur di dalam
perjanjian persekutuan adalah:
A. Ketentuan mengenai Sekutu
B. Ketentuan mengenai Pembagian Hutang.
C. Ketentuan mengenai Pembagian Laba
D. Ketentuan mengenai Permodalan
E. Tidak ada jawaban yang benar
3) Karakteristik persekutuan adalah umurnya terbatas, hal ini disebut juga:
A. Unlimited Liability
B. Mutual Liability
C. Limited Life
D. Mutual Agency
E. Tidak ada jawaban yang benar
4) Karakteristik persekutuan yang menyebutkan Participation on Partnership
Profit, artinya adalah:
A. Masing-masing sekutu mempunyai hak di dalam pembagian laba atau rugi
persekutuan.
B. Kekayaan yang disetor ke dalam sekutu sudah bukan lagi milik sekutu
penyetor.
C. Tanggung jawab masing-masing sekutu tidak terbatas, kecuali sekutu pasif
sebatas modal saja
D. Masing-masing sekutu berpartisipasi sebagai agen (wakil)
E. Tidak ada jawaban yang benar
5) Karakteristik persekutuan yang menyebutkan Mutual Liability, artinya
adalah:
A. Masing-masing sekutu mempunyai hak di dalam pembagian laba atau rugi
persekutuan
B. Kekayaan yang disetor ke dalam sekutu sudah bukan lagi milik sekutu
penyetor
C. Tanggungjawab terhadap utang persekutuan adalah pada sekutu-sekutunya
D. Tanggung jawab masing-masing sekutu tidak terbatas, kecuali sekutu pasif
sebatas modal saja
E. Tidak ada jawaban yang benar
6) Yang menyebabkan modal persekutuan dicatat disisi kredit adalah:
A. Penambahan Piutang
B. Penambahan modal dan pembagian laba
C. Transaksi Prive
D. Penambahan hutang
E. Tidak ada jawaban yang benar
7) Berikut ini pernyataan yang benar mengenai cara mendirikan persekutuan
dengan mengubah
pemilikan perusahaan perseorangan yang sudah ada:
A. Pengakuan Aktiva Bersih yang disetor
B. Pembukuan Hutang masing-masing sekutu
C. Penilaian Modal masing-masing sekutu
D. Penentuan modal masing-masing sekutu
E. Tidak ada jawaban yang benar
8) Yang menyebabkan rekening Prive di dalam persekutuan dicatat disisi debet
adalah, kecuali:
A. Penerimaan laba persekutuan
B. Pembayaran gaji sebagai pembagian laba
C. Pembayaran bonus sebagai pembagian laba
D. Bagian rugi yang harus ditanggung sekutu
E. Tidak ada jawaban yang benar
9) Apabila Avin dan Huges mendirikan persekutuan Gono-Gini dengan
perbandingan modal 1: 3
dengan total modal Rp. 600 juta apabila kemudian masuk sekutu baru Reza
yang menyetor modal
Rp. 240 juta maka besarnya modal bila diakui dengan metode bonus adalah
sebesar:
A. Rp. 240 juta
B. Rp. 300 juta
C. Rp. 270 juta
D. Rp. 280 juta
E. Tidak ada jawaban yang benar
10) Apabila Avin, Huges dan Reza yang mendirikan persekutuan Gono-Gini
tersebut diatas (no.9),
Modalnya diakui dengan metode goodwill. Atas masuknya Reza sebagai
sekutu baru maka
besarnya goodwill Reza adalah:
A. Rp. 50 juta
B. Rp. 60 juta
C. Rp. 40 juta
D. Rp. 55 juta
E. Tidak ada jawaban yang benar
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Jawaban yang benar dalam diskusi kelas dan
refensi buku, dan hitunglah jumlah jawaban yang benar. Kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan dalam materi
Kegiatan Belajar 1.
Rumus

Arti tingkat penguasaan materi :


90 % - 100 % = baik sekali
80 % - 89 % = baik
70 % - 79 % = sedang
< 70 % = baik sekali
If you reaching to level domination of item more than 80%
You can distribute to next module.!!
But you level domination of item less than 80%
you have to repeat activity learn which not yet been mastered.

Tes Formatif 1
1) D 2) B 3) C 4) A 5) C 6) B 7) C 8) A 9) D 10) B

Daftar Kepustakaan
Allan R. Drubin. (1999), Advanced Accounting, 5 th edition, South Western, reissue by
Binarupa Aksara, Jakarta.
Beam, John (1998), Advanced Accounting, 5 th edition, Prentice Hall, London, reissue
by Salemba Empat, Jakarta.
Suparwoto, L (1999), Akuntansi Keuangan Lanjutan 1, Cetakan ke-7, BPFE, UGM,
Yogyakarta.
Kalau Saudara mencapai tingkat penguasaan materi lebih dari 80 % , itu
artinya Bagus! Dan saudara dapat meneruskan ke modul berikutnya. Tetapi
kalau nilai Anda di bawah 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar,
terutama yang belum Anda kuasai.

PEMBAGIAN LABA - RUGI PERSEKUTUAN


Pendahuluan
Karakteristik utama yang kelima dari persekutuan adalah participation in
partnership profit maka laba rugi persekutuan harus dibagi kepada para sekutu
secara adil, artinya adil dalam pembagian laba kepada masing-masing sekutu
disesuaikan dengan kontribusinya baik berupa waktu, modal dan kemampuan
pribadi dalam menghasilkan laba.
Di samping itu adil juga berarti tidak ada perbedaan yang mencolok dari
besarnya masing-masing bagian rugi-laba yang diberikan kepada sekutu. Oleh
karena itu diperlukan metode penghitungan untuk pembagian laba-rugi yang
disepakati bersama. Selanjutnya metode-metode yang dapat digunakan akan
dibahas ke dalam dua bagian atau topik, yaitu:
acam Metode Pembagian Laba
mbagian Laba dengan Penghitungan Khusus
Tujuan yang ingin didapat dari pembelajaran dari materi ini adalah:
1. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami prinsip pembagian laba-rugi
persekutuan dan latar belakangnya.
2. Mahasiswa dapat menyebutkan dan memahami 3 metode yang dapat
digunakan dalam pembagian laba-rugi persekutuan.
3. Mahasiswa dapat menghitung, menjurnal serta menyusun laporan pembagian
laba dengan masing-masing metode yang ada.

Metode Pembagian Laba

A. Pengertian Metode Pembagian Laba


Metode pembagian laba adalah metoda atau cara yang digunakan untuk dasar
penghitungan pembagian laba. Ada berbagai macam Metode Pembagian Laba
yang digunakan:
1. Laba dibagi sama
2. Laba dibagi dengan rasio tertentu
3. Laba dibagi menurut perbandingan modal
4. Laba dibagi dengan memperhitungkan bunga modal dan sisanya dibagi
menurut metode 1,2, atau 3.
5. Laba dibagi dengan memperhitungkan gaji dan atau bonus dan sisanya dibagi
menurut metode 1,2 atau 3
6. Laba dibagi dengan memperhitungkan bunga modal serta gaji dan atau bonus
dan sisanya dibagi menurut metode 1,2 atau 3

1. Laba Dibagi Sama (Kasus 1)


Masing-masing sekutu selalu mendapatkan bagian laba yang sama.
Misalnya : A menyetor = Rp 51.000.000
B menyetor = Rp 54.000.000
C menyetor = Rp 45.000.000
Jumlah modal disetor Rp 150.000.000
Maka apabila persekutuan memperoleh laba Rp 9.000.000,- dan metode
pembagian laba memakai metode dibagi sama maka rerata masing-masing
sekutu mendapatkan laba Rp 3.000.000 (9.000.000 3 ).

2. Laba Dibagi Dengan Rasio Tertentu (Kasus 2)


Misalnya : Sekutu A = Rp 51.000.000
Sekutu B = Rp 54.000.000
Sekutu C = Rp 45.000.000
Rp 150.000.000
Laba atau rugi persekutuan dibagi dengan rasio 3 : 4 : 3, dengan laba Rp
9.000.000
Maka :
Sekutu A = 30 % x Rp 9.000.000 = Rp 2.700.000
Sekutu B = 40 % x Rp 9.000.000 = Rp 3.600.000
Sekutu C = 30 % x Rp 9.000.000 = Rp 2.700.000

3. Laba Dibagi Dengan Rasio Modal (Kasus 3)


snya antara lain:
a. Modal Mula-mula adalah modal masing-masing sekutu pada saat persekutuan berdiri.
b. Modal Awal Periode adalah saldo modal pada awal periode yang bersangkutan.
Pada umumnya
saldo modal masing-masing sekutu setiap periodenya mengalami perubahan
karena berbagai
macam sebab, seperti :

macam sebab, seperti :


a) Setoran modal.
b) Penarikan modal.
c) Pemindahan saldo rekening prive.
d) Bagian laba.
e) Pembebanan bagian rugi.

c. Modal Akhir Periode adalah saldo rekening Modal pada akhir periode
sebelum pemindahan
saldo rekening prive dan pembagian laba atau rugi. Pada umumnya saldo
modal akhir ini setiap
periodenya juga mengalami perubahan.
d. Modal Rata-rata adalah modal rata-rata masing-masing sekutu selama satu
periode.
e. Dalam menghitung besarnya modal rata-rata ini ada 2 faktor yang
diperhitungkan, yaitu saldo
modal dan jangka waktu, sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:

Untuk menguji pemahaman Saudara mengenai metode pembagian laba rugi


(cara ke 3) ini, silakan saudara mengerjakan latihan berikut ini. (Cermatilah
cara menghitung dan analisisnya seperti Clue yang ada ditabel tersebut)

LATIHAN 1
Perhatikan rekapitulasi saldo modal sekutu X, Y dan Z pada Tahun 2000 di bawah
ini, untuk
menjawab soal no. 1 sampai dengan 4!

Sekutu Periode Saldo Modal

Sekutu X 1/1-1999 Rp. 64.000.000


1/5-1999 Rp. 70.000.000
1/9-1999 Rp. 75.000.000

Sekutu Y 1/1-1999 Rp. 64.000.000


1/7-1999 Rp. 74.000.000

Sekutu Z 1/1-1999 Rp. 60.000.000


1/4-1999 Rp. 70.000.000
1/8-1999 Rp. 80.000.000

Laba yang dibagi pada akhir tahun 1999 adalah sebesar Rp 25.000.000

1. Berdasarkan tabel di atas hitunglah pembagian rugi-laba persekutuan X, Y dan


Z berdasarkan saldo modal awal!
2. Berdasarkan tabel di atas hitunglah pembagian rugi-laba persekutuan X, Y dan
Z berdasarkan saldo modal akhir!
3. Bila ada tambahan informasi sebagai berikut: Bunga modal 10%, Gaji perbulan
X, Y dan Z masing-masing Rp. 600.000, Rp. 600.000, dan Rp. 750.000, Bonus 5%
untuk X karena prestasi kerjanya. Pembagian laba perusahaan pada akhir tahun
1999 meningkat menjadi Rp. 50.000.000, maka:
3.1. Hitunglah pembagian laba mereka setelah bunga modal, gaji dan bonus
mereka dengan metode rasio modal rata-rata.
3.2. Buatlah laporan perubahan modal bila diketahui prive X, Y dan Z masing-
masing Rp. 5.000.000, Rp. 6.500.000, dan Rp. 6.500.000.
4. Buatlah jurnal dari semua transaksi akuntansi dari soal no. 3 dan laporan
perubahan modalnya!

Langkah pengerjaan kasus 3, Latihan 1:


(a) Hitung rasio modal rata-ratanya dengan melihat periodenya; (b) Hitung
bunga modal masing-masing = prosentase x Jml modal rata-ratanya. (c) Hitung
gaji disetahunkan untuk masing-masing sekutu. (d) Buatlah daftar perhitungan
pembagian laba yang disusun mulai dari bunga modal, gaji sampai pada bonus,
kemudian ketiganya dijumlahkan. (e) Laba perusahaan total dikurangi jumlah
tersebut kemudian sisanya dibagi sebesar rasio modal rata-ratanya.

Pembagian Laba dengan Perhitungan Khusus

Dalam metode ini, semua faktor yang menentukan besarnya andil masing-
masing sekutu di dalam menghasilkan laba atau rugi. Perubahan metode
pembagian laba ini harus disetujui oleh para sekutu. Metode pembagiannya
adalah sebagai berikut :
1. Laba dibagi dengan memperhitungkan bunga modal
2. Laba dibagi dengan memperhitungkan Gaji dan/ atau Bonus
3. Laba dibagi dengan memperhitungkan Bunga modal, Gaji dan/ atau Bonus
4. Penghitungan Perubahan Metode Pembagian Laba
5. Jurnal Pembagian Laba

1. Laba dibagi dengan memperhitungkan bunga modal


Dalam metode ini, bunga modal dan sisanya dibagi menurut metode laba
dibagi rata, rasio tertentu, atau rasio modal. Bunga dapat dihitung berdasarkan
rasio modal sebagai berikut:
1. Modal mula-mula
2. Modal awal periode
3. Modal akhir periode
4. Modal rata-rata
5. Kelebihan modal diatas jumlah tertentu.
Besarnya bagian laba masing-masing sekutu adalah sama dengan bunga
modal ditambah bagian sisanya. Apabila setelah diperhitungkan bunga tersebut
menjadi minus, yang berarti rugi, maka besarnya bagian laba masing-masing
sekutu adalah sama dengan bunga modal dikurangi dengan bagian sisa rugi.
Bunga modal ini hanya sebagai alat pembagian laba saja, sehingga tidak
mempengaruhi besarnya laba

2 Laba dibagi dengan memperhitungkan Gaji dan/ atau Bonus


Di dalam metode ini laba yang ada dikurangi gaji dan atau bonus terlebih
dahulu baru kemudian sisanya dibagi menurut laba dibagi rata, rasio tertentu
atau metode rasio modal.
sehingga sisa tersebut dapat positif maupun negatif. Bila negatif berarti
mengalami rugi riil meskipun sebenarnya ada laba namun setelah dikurangi gaji
dan bonus menjadi rugi karena gaji dan bonusnya terlalu besar. Gaji biasanya
dihitung dalam satuan waktu satu tahun (disetahunkan) sedangkan bonus
dihitung dengan prestasi atau berdasarkan setoran modalnya.

3. Laba dibagi dengan memperhitungkan Bunga Modal, Gaji dan/ atau


Bonus
Dalam metode ini pertama-tama laba dikurangi bunga modal, gaji dan bonus
(gabungan metode 1 dan 2) kemudian sisanya dibagi menurut metode laba
dibagi rata, rasio tertentu atau metode rasio modal. Dalam metode ini, semua
faktor yang menentukan besarnya andil masing-masing sekutu di dalam
menghasilkan laba atau rugi. Perubahan metode pembagian laba ini harus
disetujui oleh para sekutu.

Contoh Soal:
Perhatikan tabel Fa X tentang rekapitulasi setoran modal masing-masing sekutu menurut
periodenya

Periode Sekutu X Sekutu Y Sekutu Z


setoran
1 Jan 2001 55.000.000 65.000.00 60.000.000
0
1 April 2001 60.000.000 - -
1 Juni 2001 65.000.000 70.000.00 60.000.000
0
1 Agustus 2001 75.000.000 72.000.00 75.000.000
0
1 Sept 2001 - 78.000.00 -
0
Apabila dalam satu tahun operasi Fa X memperoleh laba sebesar Rp 36.000.000,- maka
Hitunglah :
1. Pembagian laba masing-masing sekutu berdasarkan metode rasio tertentu!
2. Pembagian laba masing-masing sekutu berdasarkan metode modal awal!
3. Pembagian laba masing-masing sekutu berdasarkan metode modal akhir!
4. Pembagian laba masing-masing sekutu berdasarkan metode modal rata-rata!
5. Buatlah jurnal untuk pencatatan laba dengan metode rata-rata!
6. Buatlah laporan perubahan modal setelah penentuan laba berdasarkan metode rata-
rata!

Jawaban Soal I:
Diketahui komposisi setoran modal masing-masing sekutu sebagai berikut:

Periode Sekutu X Sekutu Y Sekutu Z


setoran
1 Jan 2001 55.000.000 65.000.000 60.000.000
1 April 2001 60.000.000 - -
1 Juni 2001 65.000.000 70.000.000 60.000.000
1 Agustus 2001 75.000.000 72.000.000 75.000.000
1 Sept 2001 - 78.000.000 -
255.000.000 285.000.000 195.000.000

Maka perhitungan Laba Rugi untuk masing-masing metode sebagai berikut:


1. Metode rasio tertentu

Jumlah Modal Proporsi Laba yang dibagi


dengan
Sekutu Rasio tertentu
X 255,000,000,- 0,35* 36.000.000 12.489.79
6
Y 285,000,000,- 0,39 36.000.000 13.959.18
4
Z 195,000,000,- 0,27 36.000.000 9.551.020
100% 36.000.0
00

2. Metode Modal awal

Jumlah Modal Proporsi Laba yang dibagi


dengan
Sekutu Rasio tertentu
X 55,000,000,- 0,31*) 36.000.000 11.000.00
0
Y 65,000,000,- 0,36 36.000.000 13.000.00
0
Z 60,000,000,- 0,33 36.000.000 12.000.00
0
100% 36.000.0
00

3. Metode Modal Akhir

Jumlah Modal Proporsi Laba yang dibagi


dengan
Sekutu Rasio tertentu
X 75,000,000,- 0,33 36.000.000 11.842.10
5
Y 78,000,000,- 0,34 36.000.000 12.315.78
9
Z 75,000,000,- 0,33 36.000.000 11.842.10
5
100% 36.000.0
00

4. Metode Modal Rata-rata

Sekutu Periode Modal Modal Rerata


X 1/1 - 1/4 = 55.000.000 13.750.000
3/12
1/4 - 1/6 = 60.000.000 10.000.000
2/12
1/6 - 1/8 = 65.000.000 10.833.333
2/12
1/8 - 31/12 = 75.000.000 31.250.000
5/12
65.833.333

Y 1/1 - 1/6 = 65.000.000 27.083.333


5/12
1/6 - 1/8 = 70.000.000 11.666.667
2/12
1/8 - 1/9= 1/2 72.000.000 6.000.000
1/9 - 31/12 = 78.000.000 26.000.000
4/12
70.750.000

Z 1/1 - 1/6 = 60.000.000 25.000.000


5/12
1/6 - 1/8 = 60.000.000 10.000.000
2/12
1/8 - 31/12 = 75.000.000 31.250.000
5/12
66.250.000
Jumlah Propors Laba yang dibagi
Modal i dengan
Rerata Rasio tertentu
Sekutu
X 0,32 36.000.000 11.520.000
65,833,333,-
Y 0,35 36.000.000 12.600.000
70,750,000,-
Z 0,33 36.000.000 11.880.000
66,250,000,-
100% 36.000.000

Jurnal-jurnal yang diperlukan dalam pembagian laba:

Rugi laba 36.000.00


0,-
Modal X 11.742.3
62
Modal Y 12.440.9
58
Modal Z 11.816.6
80

Laporan Perubahan Modal

Keterangan Setoran X Setoran Y Setoran Z


Saldo 55.000.000 65.000.000 60.000.000
Setoran 20.000.000 13.000.000 15.000.000
Laba 11.742.362 12.440.958 11.816.680
Prive ( 6.000.000 ) ( 7.500.000 ) ( 6.500.000)
Modal akhir 80.692.800 82.887.600 80.419.600
Setoran = Saldo akhir Saldo awal

II. Menghitung pembagian Laba dengan memperhitungkan Bunga


Modal, Gaji dan Bonus

Periode Sekutu X Sekutu Y Sekutu Z


setoran
1 / 1 01 55.000.000 65.000.000 60.000.000
1 / 4 01 60.000.000 - -
1 / 6 01 65.000.000 70.000.000 60.000.000
1 / 8 01 75.000.000 72.000.000 75.000.000
1 / 11 01 - 78.000.000 -

Laba yang dibagi Rp 36.000.000. Masing-masing sekutu melakukan


prive sbb:
Sekutu X 6.000.000
Sekutu Y 7.500.000
Sekutu Z 6.500.000
Diketahui informasi sebagai berikut:
a) laba Rp 40.000.000
b) gaji sekutu X = Rp 550.000
c) gaji sekutu Y = Rp 700.000
d) gaji sekutu Z = Rp 450.000
e) bonus untuk sekutu Y sebesar 5 % dari laba total
f) bunga modal 5% dari modal awal
g) proporsi pembagian laba berdasarkan rasio modal awal.

Pertanyaan:
Hitung berapa pembagian laba-rugi setelah memperhitungkan bunga modal; gaji &
bonus?
Jawaban permasalahan soal II

Keterangan Total Sekutu X Sekutu Sekutu Total


Y Z
Jumlah Setoran 180.000. 0,3055~ 0,36 0,33 100%
Modal Awal 000 0,31
BUNGA 5% dari 9.000.00
setoran Modal awal 0
X. 2.750.00
0
Y. 3.250.0
00
Z. 3.000.0
00
Total bunga 9.000.0
00
GAJI
X. 550.000 6.600.00
0
Y. 700.000 8.400.0
00
Z. 450.000 5.400.0
00
Total gaji 20.400.
000
BONUS
B. 5 % x 40.000.000 - 2.000.0 - 2.000.0
00 00
Sisa (saldo) LABA :
40.000.000 8.600.0
31.400.000 00

X. 0,306 x 2.631.60
8.600.000 0
Y. 0,361 x 8.600.000 3.104.6
00
Z. 0,333 x 2.863.8
8.600.000 00

Laba masing- 11.981.6 16.754. 11.263. 40.000.


masing 00 600 800 000

c. Laba dibagi sesuai dengan modal rata-rata tahunan


Nama Sekutu Tgl Mutasi Saldo Modal Jk. Wkt Jmlh Mdal dalam Rasio Pemb. Laba Hak atas Laba

Mutasi Mdl Jk. Waktunya

Petruk 01 Jan 2.500.000 2.500.000 6 bln 15.000.000 36/106x30.000.000 10.188.000

01 Juli 3.500.000 3.500.000 6 bln 21.000.000

12 bln 36.000.000

Gareng 01 Jan 2.000.000 2.000.000 4 bln 8.000.000 24/106x30.000.000 6.792.000

01 Mei 2.000.000 2.000.000 8 bln 16.000.000

12 bln 24.000.000

Semar 01 Jan 3.000.000 3.000.000 7 bln 21.000.000 46/106x30.000.000 13.020.000

01 Agst 5.000.000 5.000.000 5 bln 25.000.000

12 bln 46.000.000

Jumlah 106.000.000 30.000.000

Laba Rugi . Rp. 30.000.000,-


Pribadi Petruk Rp. 10.188.000
Pribadi Gareng .. Rp. 6.792.000
Pribadi Semar Rp. 13.020.000
4. Pembagian Laba dibagi dengan menghitung bunga modal terlebih dahulu lalu sisanya dibagi
sesuai dengan kesepakatan yaitu 35 %: 25%:40% untuk Petruk, Gareng dan Semar. (Bunga
modal ditetapkan sebesar 8%).

Nama Bunga Modal RasioPembagian Hak atas laba


Sekutu
Petruk 8% 8% x (36.000.000/12) 240.000
Gareng 8% 8% x (24.000.000/12) 160.000
Semar 8% 8% x (106.000.000/12) 706.660
Jumlah 1.106.600
Sisa laba yang akan di bagi berdasarkan perjanjian yang telah disepakati yaitu :
30.000.000 1.106.600 = 28.893.400
Maka pembagian sisa laba yaitu :
Petruk = 35% x 28.893.400 = 10.112.690 + 240.000 = 10.352.690
Gareng = 25% x 28.893.400 = 7.223.350 + 160.000 = 7.383.350
Semar = 40% x 28.893.400 = 11.557.360 + 706.000 = 12.263.360
Laba Rugi . Rp. 30.000.000,-
Pribadi Petruk Rp. 10.352.690
Pribadi Gareng .. Rp. 7.383.350
Pribadi Semar Rp. 12.263.360

5. Pembagian laba dilakukan dengan menghitung gaji terlebih dahulu kemudian sisanya di bagi
sesuai dengan perbandingan modal akhir.
Ditetapkan gaji kepada masing-masing sekutu adalah :
Petruk : 750.000 x 12 = 9.000.000
Gareng : 600.000 x 12 = 7.200.000
Semar : 850.000 x 12 = 10.200.000
Total gaji sekutu = 26.400.000
Nama Saldo Modal Rasio Pembagian Hak atas Gaji Total
Sekutu Akhir laba
Petruk 6.000.000 6/18x3.600.000 1.200.000 9.000.000 10.200.00
0
Gareng 4.000.000 4/18x3.600.000 800.000 7.200.000 8.000.000
Semar 8.000.000 8/18x3.600.000 1.600.000 10.200.00 11.800.000
0
Jumlah 18.000.000 18/18x3.600.000 3.600.000 26.400.00 30.000.00
0 0
Laba Rugi . Rp. 30.000.000,-
Pribadi Petruk Rp. 10.200.000
Pribadi Gareng .. Rp. 8.000.000
Pribadi Semar Rp. 11.800.000
6. Apabila pembagian laba disetujui dengan perjanjiansebagai berikut :
a. Bunga Modal ditetapkan sebesar 8% setahun dari modal rata-rata
b. Untuk Petruk diberikan bonus sebesar 10 % dari jumlah laba yang diterima setelah di kurangi
dengan bunga modal.
c. Sisa Laba di bagi dengan perbandingan 35:25:40.
Perhitungan pembagian laba untuk masing-masing seukutu adalah sbagai berikut :

Nama Bunga Rasio Pembagian Hak atas Bonus Pemb. Sisa Total
Sekutu Modal laba
Petruk 8% 8% x (36.000.000/12) 240.000 2.889.340 9.101.421 12.230.761
Gareng 8% 8% x (24.000.000/12) 160.000 0 6.501.015 6.661.015
Semar 8% 8% x (106.000.000/12) 706.660 0 10.401.624 11.108.284
Jumlah
Laba Rugi . Rp. 30.000.000,-
Pribadi Petruk Rp. 12.230.761
Pribadi Gareng .. Rp. 6.661.015
Pribadi Semar Rp. 11.108.284