Anda di halaman 1dari 13

Jelaskan perbedaan antara impor untuk dipakai dan impor sementara?

Impor untuk dipakai Impor sementara

Dimiliki dikuasai oleh orang yang Tidak dimiliki/dikuasai oleh


berdomisili di indonesia orang yang berdomisili di
Indonesia
Tidak dimaksudkan diekspor kembali
Dimaksudkan untuk diekspor
Permanen kembali

BM dan PDRI dilunasi Jangka waktu tertentu

Tidak dalam pengawasan pabean Seluruh sebagian B/M dan PDRI


ditangguhkan

Dalam pengawasan pabean

Jelaskan bagaimana proses pengajuan untuk barang impor sementara?


Importir mengajukan permohonan ke DJBC/ Kepala Kantor Pabean dengan menyebutkan

Rincian jenis, jumlah, spesifikasi, identitas, dan perkiraan nilai pabean.

Pelabuhan tempat pemasukan barang impor sementara.

Tujuan penggunaan barang impor sementara.

Lokasi penggunaan barang impor sementara.

Jangka waktu impor sementara.

Permohonan ijin impor sementara paling sedikit dilampiri dengan:

Dokumen pendukung yang menerangkan bahwa barang tersebut akan diekspor kembali.

Dokumen identitas pemohon seperti NPWP, SIUP, API/APIT dll

Dokumen pendukung lainnya : invoice/proforma invoice, kontrak

Rekomendasi dari instansi terkait apabila barang impor sementara dalam kondisi bukan
baru dan/atau yang diatur tata niaga impornya.
Jelaskan tentang jangka waktu untuk impor sementara?

1. Jangka waktu izin impor sementara paling lama 3 tahun terhitung sejak tanggal
pendaftaran PIB.

2. Jangka waktu izin impor sementara kurang dari 3 tahun dapat diperpanjang lebih dari 1
kali sepanjang jangka waktu impor sementara secara keseluruhan tidak lebih dari 3 tahun.

3. Jika jangka waktu persetujuan impor sementara sudah berakhir sedangkan Importir belum
menyelesaikan barang tersebut, barang impor sementara bersangkutan dilakukan
penyegelan.

Sebutkan dasar hukum Cukai dan Kepabeanan?


Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 (UU No.17 Tahun 2006) tentang Kepabeanan dan
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (terbaru UU No. 39 Tahun 2007).

Sebutkan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)?
Tugas DJBC adalah:
Merumuskan serta melaksanakan kewajiban dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan
cukai sesuai dengan kebijakan yang di tetapkan oleh menteri keuangan, dan berdasarkan
peraturan perundang-udangan yang berlaku.
Fungsinya DJBC adalah:

Penyiapan perumusan kebijakan departeman keuangan di bidang kepabeanan dan cukai.

Pelaksanaan kewajiban di bidang kepabeanan dan cikai.

Penyusunan standar, norma, pedoman kriteria, dan prosedur di bidang kepabeanan dan
cukai.

Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepabeanan dan cukai.

Apa yang di maksud dengan:

1. Bea Masuk adalah pungutan negara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan yang


dikenakan terhadap barang yang diimpor.

2. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan yang


dikenakan terhadap barang ekspor.
3. Fasilitas Kepabeanan adalah pemberian insentif oleh pemerintah/DJBC berkaitan
dengan kegiatan ekspor-impor yang akan memberikan manfaat bagi perekonomian
nasional.

4. Tempat penimbunan Pabean adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang
disamakan dengan itu, yang disediakan oleh pemerintah di kantor pabean, yang berada di
bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menyimpan barang yang
dinyatakan tidak dikuasai, barang yang dikuasai negara, dan barang yang menjadi milik
negara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan.

5. Tempat penimbunan berikat adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhi
persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun barang dengan tujuan tertentu
dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.

6. Tempat penimbunan sementara adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain
yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang, sementara
menunggu pemuatan atau pengeluarannya.

7. Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut, bandar
udara, atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada
di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

8. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat,
perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat- tempat tertentu di Zona Ekonomi
Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-Undang Kepabeanan.

9. Gudang berikat Adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas batas tertentu yang
didalamnya dilakukankegiatan usaha penimbunan, pengemasan, penyortiran,
pengepakan, pemberian merek/label, pemotongan atau kegiatan lain dalam rangka
fungsinya sebagai pusat distribusi barang barang asal imporuntuk tujuan dimasukkan ke
DPIL (daearah pabean Indonesia lainnya), KB atau direekspor tanpa adanya pengolahan.

10. Kawasan berikat adalah suatu bangunan, tempat atau kawasan dengan batas batas
tertentu yang didalamnya dilakukan kegiatan industri pengolahan barang dan bahan,
kegiatan rancang bangun, perekayasaan, penyortiran, pemeriksaan awal dan akhir dan
pengepakan atas barang dan bahan asal impor atau barang dan bahan dari daerah pabean
Indonesia lainnya yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor.

11. Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang
mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang ini.

12. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu
lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan
bea keluar.
Apa yang dimaksud dengan:

1. Barang dumping adalah barang yang diimpor dengan tingkat harga ekspor yang lebih
rendah daripada nilai nominalnya di negara peng ekspor.

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah seluruh penerimaan Pemerintah


Pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan.

3. Bank Persepsi adalah bank umum yg ditunjuk oleh Menkeu. Untuk menerima setoran
penerimaan negara dalam rangka exim yg meliputi penerimaan pajak, cukai dlm negeri
dan PNBP

4. Bank devisa persepsi adalah bank umum yang ditunjuk Menkeu untuk menerima
setoran penerimaan negara dalam rangka exim

5. Pos persepsi adalah kantor pos yg ditunjuk Menkeu Untuk menerima setoran
penerimaan negara.

6. Nota pelayanan ekspor (NPE) adalah nota yg diterbitkan oleh pejabat pemeriksa
dokumen ekspor atau sistem komputer pelayanan atau PEB yg disampaikan utk
melindungi pemasukan barang yg akan diekspor ke kawasan pabean/atau pemuatannya
ke sarana pengangkut.

7. Surat persetujuan pengeluaran beang ekspor (SPPBE) yaitu surat persetujuan


pengeluaran barang ekspor dr kawasan pabean pelabuhan muat ke daerah pabean.

8. Surat setoran pabean cukai dan pajak (SSPCP) yaitu surat yang digunakan utk
melakukan pembayaran dan sebagai bukti pembayaran atau penyetoran penerimaan
negara.

9. Nota pemberitahuan persyaratan dukumen (NPPD) yaitu pemberitahuan kepada


eksportir oleh pejabat pemeriksa dokumen ekspor atau sistem komputer pelayanan
dikantor pabean pemuatan untuk menyerahkan dokumen yang dipersyaratkan oleh
instansi tekait.

10. Pemberitahuan pemeriksaan barang (PPB) yaitu pemberitahuan kepada eksportir oleh
pejabat pemeriksa dokumen ekspor atau sistem komputer pelayanan dikantor pabean
pemuatan untuk dilakukan pemeriksaan fisik terhadap barang ekspor.

11. Pemberitahuan ekspor barang (PEB) adalah suatu dokumen yang digunakan untuk
memasukan barang ekspor dari kawasan pabean atau tempat penimbunan.

12. Pemeritahuan impor barang (PIB) adalah

13. pemberitahuan oleh pemberitahu atas barang yang akan diimpor berdasarkan dokumen
pelengkap Pabean sesuai prinsip self asessment.
Sebutkan apa yang termasuk penerimaan negara bukan pajak?
PNBP yaitu seluruh penerimaan Pemerintah Pusat yang tidak berasal dari penerimaan
perpajakan.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan, barang kena cukai?


Barang kena cukai adalah barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang
ditetapkan dalam Undang-Undang Cukai.

Terdiri dari apa saja barang kena cukai tersebut?


Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 (pembaharuan UU No. 39 Tahun 2007) tentang
Cukai, BKC terdiri dari :

Etil alkohol (EA) atau etanol

Minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA)

Hasil tembakau

Sebutkan macam / jenis sistem penjaluran secara teknis yang di gunakan oleh DJBC?

1. Jalur prioritas yang khusus untuk importir yang memiliki track record sangat baik, untuk
importir jenis ini pengeluaran barangnya dilakukan secara otomatis (sistem otomasi) yang
merupakan prioritas dari segi pelayanan, dari segi pengawasan maka importir jenis ini
akan dikenakan sistem Post Clearance Audit (PCA) dan sesekali secara random oleh
sistem komputer akan ditetapkan untuk dikenakan pemeriksaan fisik.

2. Jalur hijau, jalur ini diperuntukkan untuk importir dengan track record yang baik dan dari
segi komoditi impor bersifat resiko rendah (low risk) untuk kedua jalur tadi pemeriksaan
fisik barang tetap akan dilaksanakan dengan dasar-dasar tertentu misalnya
terkena random sampling oleh sistem, adanya nota hasil intelejen (NHI) yang mensinyalir
adanya hal-hal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap barang.

3. Jalur merah (red chanel) ini adalah jalur umum yang dikenakan kepada importir baru,
importir lama yang memiliki catatan-catatan khusus, importir dengan resiko tinggi karena
track record yang tidak baik, jenis komoditi tertentu yang diawasi pemerintah,
pengurusannya menggunakan jasa customs broker atau PPJK perusahaan pengurusan jasa
kepabeanan ( "biro Jasa" atau "calo"), dsb.

Untuk kategori barang ekspor yang bagaimanaang mendapat / memerlukan pemeriksaan


fisik barang?
Pemeriksaan fisik barang dilakukan terhadap barang ekspor yang ;
1. Akan diimpor kembali.

2. Pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali

3. Mendapat fasilitas KITE.

4. Dikenai bea keluar.

5. Berdasarkan informasi dr Dirjen pajak.

6. Berdasarkan hasil analisis informasi dari unit pengawasan terdapat indikasi yg kuat akan
terjadi pelanggaran atau telah trjadi pelanggaran ketentuan UU.

Jika dari hasil pemeriksaan fisik barang jumlah dan jenis barang telah sesuai, maka apa
tindakan selanjutnya oleh eksportir?

1. Pemeriksa menerbitkan NPE.

2. Pejabat pemeriksa dokumen ekspor melakukan penelitian perhitungan bea keluar, dalam
hal barang dikenai bea keluar.

Jika dari hasil pemeriksaan fisik barang jumlah dan jenis barang tidak sesuai, maka apa
tindakan selanjutnya oleh eksportir?

1. Barang ekspor yang akan diimpor kembali, pejabat pemeriksa documen ekspor
menerbitkan nota pembetulan.

2. Barang ekspor yang saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali, pejabat pemeriksa
documen ekspor menerbitkan nota pembetulan dan menyerahkan documen ekspor yang
didalamnya sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik dengan dilampiri nota
pembetulan kepada pejabat bea dan cukai yang menangani administrasi impor sementara
untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

3. Barang ekspor yang mendapat fasilitas KITE, pejabat pemeriksa documen ekspor
menerbitkan nota pembetulan dan menyerahkan documen ekspor yang didalamnya
sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik dengan dilampiri nota pembetulan, kepada
unit pengawasan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

4. Barang ekspor yang dikenai bea keluar, pejabat pemeriksa documen ekspor menyerahkan
documen ekspor yang didalamnya sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik , kepada
unit pengawasan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
5. Barang ekspor yang termasuk barang yang dilarang atau dibatasi, pejabat pemeriksa
documen ekspor menyerahkan documen ekspor yang didalamnya sudah dicantumkan
hasil pemeriksaan fisik , kepada unit pengawasan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Pemeriksaan fisik terhadap barang ekspor hanya dilakukan dalam hal tertentu, yaitu
terhadap barang yang bagaimana, sebutkan?
Pemeriksaan fisik barang dilakukan terhadap barang ekspor yang ;

1. Akan diimpor kembali.

2. Pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali.

3. Mendapat fasilitas KITE.

4. Dikenai bea keluar.

5. Berdasarkan informasi dr Dirjen pajak.

6. Berdasarkan hasil analisis informasi dari unit pengawasan terdapat indikasi yang kuat
akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan UU.

Sebutkan tujuan bea keluar dikenakan terhadap barang eksport?


Bea keluar dikenakan terhadap barang ekspor dengan tujuan untuk:

1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan dalam negeri;

2. Melindungi kelestarian sumber daya alam;

3. Mengantisipasi kenaikan harga yang cukup drastis dari komoditi ekspor tertentu
dipasaran internasional; atau

4. Menjaga stabilitas harga komoditi tertentu di dalam negeri.

Jelaskan prosedur pendaftaran PEB barang ekspor dangan system PDE pada kantor
pelayanan bea dan cukai tempat pemuatan barang eksport?

1. Data elektronik atau tulisan diatas formulir.

2. Paling cepat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal perkiraan ekspor dan paling lambat sebelum
dimasukkan ke kawasan pabean
3. Sebelum keberangkatan sarana pengangkut

4. Secara periodik paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah pemeriksaan jumlah pengiriman
pada alat ukur yang ditetapkan.

Jelaskan tentang perubahan / pembetulan data PEB untuk barang ekspor?


Pembetulan/ perubahan data PEB wajib diberitahukan oleh eksportir ke kantor pabean dengan
menggunakan Pemberitahuan Pembetulan PEB (PP-PEB). Pembetulan/ perubahan data PEB
mengenai jenis dan atau jumlah dan atau harga barang dapat dilayani sepanjang barang ekspor
belum dimuat kesarana pengangkut kecuali dalam hal :

1. Ekspor barang cair yang pemuatannya melalui saluran pipa paling lama 3 (tiga) hari
setelah dinyatakan ekspor,

2. Short shipment paling lama 3 (tiga) hari setelah dinyatakan ekspor,

3. Pembetulan data PEB mengenai jenis barang, jumlah barang, nomor peti kemas, jenis
valuta, dan atau nilai FOB barang dapat dilayani sebelum barang masuk kawasan pabean,

4. Pembetulan/ perubahan data PEB mengenai penggantian nama sarana pengangkut, nomor
voyage, tanggal keberangkatan sarana pengangkut, yang disebabkan oleh tidak
terangkutnya barang ekspor secara keseluruhan, dilakukan paling lama 3 (tiga) hari kerja
terhitung sejak keberangkatan sarana pengangkut semula,

5. Pembetulan/ perubahan data PEB dapat dilayani paling lama satu bulan sejak PEB
mendapat Nomor Pendaftar.

6. Terhadap kesalahan data PEB tidak dapat dilakukan pembetulan data PEB.

Sebutkan lokasi-lokasi yang bisa digunakan untuk pemeriksaan fisik barang ekspor?

1. Kawasan Pabean

2. Gudang eksportir, atau Tempat lain yang digunakan eksportir untuk menyimpan barang
ekspor.

Untuk kategori barang ekspor yang bagaimana yang tidak wajib menggunakan
PEB.PEB Dikecualikan untuk barang ekspor seperti?

1. Barang penumpang dan barang awak sarana pengangkut dengan menggunakan Deklarasi
Pabean;
2. Barang pelintas batas yang menggunakan Pemberitahuan Pabean sesuai ketentuan
perjanjian perdagangan pelintas batas;

3. Barang dan atau kendaraan bermotor yang diekspor kembali dengan menggunakan
dokumen yang diatur dalam ketentuan Kepabeanan Internasional (ATA CARNET,
TRIPTIEK ATAU CPD CARNET) .

4. Barang kiriman melalui PT.( Persero ) Pos Indonesia dengan menggunakan Declaration
En Douane (CN 23).

Jelaskan prosedur pemeriksaan pengiriman lewat pengusaha jasa titipan?

1. Pengusaha jasa titipan wajib memberitahukan barang impor yang dikirim melalui
perusahaan jasa titipan kepada Pejabat Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan Pabean
dengan menggunakan Pemberitahuan Pengiriman Barang Melalui Jasa Titipan.

2. Pejabat Bea Cukai memberikan persetujuan pengeluaran barang impor setelah dilakukan
penetapan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya.

3. Pemeriksaan barang kiriman melalui Pengusaha jasa titipan dilakukan secara selektif.

Jelaskan prosedur pemeriksaan pengiriman laewat pos?

1. Terhadap barang import yang dikirim melalui Pos dilakukan pemeriksaan Pabean secara
selektif oleh Pejabat Bea Cukai.

2. Dalam hal diperlukan pemeriksaan fisik barang maka pemeriksaan dilakukan oleh
Pejabat Bea Cukai dengan disaksikan oleh petugas Pos.

3. Barang kiriman Pos yang telah ditetapkan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor
lainnya diserahkan oleh penerima Pos untuk diterima oleh penerima setelah Bea Masuk
dan Pajak Dalam Rangka Impor lainnya dilunasi.

Sebutkan informasi-informasi tentang uraian barang apa saja yang diperlukan dalam
proses penetapan identifikasi barang?
Untuk proses identifikasi barang diperlukan informasi uraian barang antara lain dari :

1. Pemberitahuan Pabean Invoice, Packing List, B/L, AWB atau dokumen pelengkap pabean
lainnya;

2. Laporan hasil pemeriksaan barang oleh Pejabat Bea dan Cukai;


3. Hasil pengujian laboratorium;

4. Dokumen Pendukung Klasifikasi Barang (DPKB).

Jelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam proses penetapan klasifikasi barang?


Proses penetapan klasifikasi barang dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

1. Perhatikan hasil identifikasi barang.

2. Lihat Daftar Isi Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI), tentukan Bab-bab terkait.

3. Teliti masing-masing Bab terkait tersebut.

4. Perhatikan Catatan Bagian/Bab/Sub Bab/Sub Pos dan uraian barang.

5. Inventarisir pos-pos yang relevan dan setara;

6. Gunakan referensi-referensi World Customs Organization/WCO (jika diperlukan).

7. Tentukan pos yang tepat.

Sebutkan barang apa saja yang mendapat pembebasan bea masuk dalam impor
sementara?

1. Barang untuk keperluan pameran selain di tempat penyelenggaraan pameran berikat.

2. Barang untuk keperluan seminar.

3. Barang untuk keperluan peragaan atau demonstrasi.

4. Barang untuk keperluan tenaga ahli.

5. Barang untuk keperluan penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

6. Barang untuk keperluan perlombaan di bidang olah raga.

7. Kemasan yang digunakan untuk pengangkutan barang impor atau ekspor secara berluang-
ulang.

8. Barang keperluan contoh atau model.

9. Kendaraan atau sarana pengangkut yang digunakan sendiri oleh wisatawan manca
negara.
10. Kendaraan atau sarana pengangkut yang masuk melalui lintas batas dan penggunaannya
tidak bersifat regular.

11. Barang untuk diperbaiki, direkondisi, diuji, dan dikalibrasi.

12. Binatang hidup untuk keperluan pertunjukan umum, olah raga, perlombaan, pelatihan,
pejantan, dan penanggulangan gangguan keamanan.

13. Peralatan khusus yang digunakan untuk penanggulangan bencana alam, kebakaran, dan
gangguan keamanan.

14. Kapal niaga yang diimpor oleh perusahaan pelayaran niaga nasional.

15. Pesawat dan mesin pesawat yang diimpor oleh perusahaan penerbangan nasional.

16. Barang yang dibawa penumpang dan akan dibawa kembali ke luar negeri.

17. Barang pendukung proyek pemerintah yang dibiayai dengan pinjaman dari luar negeri.

Kewajiban pabean apa saja yang harus dilakukan importir terhadap barang impor yang
diberikan pembebesan bea masuk?
Importir menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Pabean, sebesar Bea Masuk dan Pajak
impor yang seharusnya dikenakan.

Kewajiban pabean apa saja yang harus dilakukan importir tehadap barang impor yang
diberikan keringanan bea masuk?

1. Membayar BM sebesar 2% per bulan selama jangka waktu izin impor sementara
dikalikan jumlah BM yang seharusnya dikenakan.

2. Membayar PPN atau PPN dan PPnBM.

3. Menyerahkan jaminan sebesar selisih antara BM yang seharusnya dibayar dengan yg


telah dibayar ditambah dengan PPh Pasal 22.

Sebutkan beberapa tujuan dari pengeluaran barang impor?

1. Diimpor untuk dipakai.

2. Diimpor sementara.

3. Ditimbiun di TPB.
4. Diangkut ke TPS lainnya.

5. Diangkut/lanjut atau diangkut terus.

6. Diekspor kembali.

Jelaskan 3 tingkatan dalam pemeriksaan fisik barang?


Antara lain :

1. Mendalam (bearang diperiksa 100%)

2. Sedang (bearang diperiksa 30%)

3. Rendah (bearang diperiksa 10%)

Apa yang dimaksud dengan?


Angkutan multimoda adalah angkutan barang dengan menggunakan paling sedikit 2 (dua)
moda angkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kontrak pengangkutan yang menggunakan
dokumen angkutan multimoda dari satu tempat diterimanya barang oleh operator angkutan
multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penyerahan barang tersebut.
(ref. Pasal 1 angka 10 UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran).
Pelabuhan muat asal adalah pelabuhan laut atau udara tempat dimuatnya barang yang akan
diekspor ke sarana pengangkut dalam negeri yang bukan merupakan bagian dari angkutan
multimoda.
Pelabuhan muat ekspor adalah pelabuhan laut atau udara tempat dimuatnya barang ekspor
ke:

sarana pengangkut yang akan berangkat menuju ke luar daerah pabean

sarana pengangkut dalam negeri yang merupakan bagian dari angkutan multimoda.

Jelaskan apa yang dimaksud kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET)


Kawasan pengembangan ekonomi terpadu adalah wilayah geografis dengan batas batas tertentu
dan memenuhi persyaratan :

1. Memiliki potensi cepat tumbuh

2. Punya sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi diwilayah


sekitarnya

3. Memerlukan dana investasi yang besar bagi pengembangnya, yang penetapannya sebagai
KAPET berikut batas batasnya dilakukan dengan keputusan Presiden
Apakah yang dimaksud dengan ekspor
Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari pabean

Apakah yang dimaksud dengan impor


Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean.

Apakah yang dimaksud dengan Barang Kena Cukai (BKC)?


Barang kena cukai adalah barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang
ditetapkan dalam Undang-Undang Cukai.

Apakah yang dimaksud dengan Fasilitas Kepabeanan?


Fasilitas Kepabeanan adalah pemberian insentif oleh pemerintah/DJBC berkaitan dengan
kegiatan ekspor-impor yang akan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional