Anda di halaman 1dari 11

BAB V

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum RSUD Benyamin Guluh Kolaka

Rumah Sakit Benyamin Guluh Kab. Kolaka terletak di Kel.

Lamokato, Kec.Kolaka, Kab.Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di

jalan Dr.Sutomo No.1. Rumah Sakit Benyamin Guluh Kab. Kolaka di bangun

pada tahun 1979 di atas tanah seluas 1 Ha dengan luas bangunan 2.737 m2.

RSBG Kab. Lokasi ini sangat strategis karena terletak di pusat kota Kolaka

sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Rumah Sakit ini adalah Rumah

Sakit Tipe C yang merupakan pusat rujukan pasien yang berasal dari unit-unit

pelayanan kesehatan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kolaka dan

sekitarnya. Rumah sakit ini mampu memberikan pelayanan kedokeran dengan

24 dokter. Rumah sakit ini tersedia tempat tidur di semua kelas kamar, dari

kelas I sampai kelas VVIP terdiri dari 121 tempat tidur inap di rumah sakit ini.

B. Hasil Penelitian

Penelitian ini menggunakan data pasien rawat inap demam berdarah

dengue di RSUD Benyamin Guluh Kabupaten Kolaka Tahun 2015. Penelitian

ini berlangsung mulai bulan November 2016 hingga bulan Januari 2017.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan jumlah

trombosit, leukosit dan hematokrit dengan lama rawat inap pasien Demam

Berdarah Dengue di RSUD Benyamin Guluh Kolaka Tahun 2015. Jumlah

sampel minimal yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 119 orang.

50
51

Subjek penelitian ini diambil dari Simple random sampling yang telah

memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

Data dari pasien demam berdarah dengue diperoleh dari pengisisan daftar

checklist yang secara langsung diperoleh melalui data rekam medik pasien.

Data yang diperoleh kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel

frekuensi dan tabulasi silang sesuai dengan tujuan penelitian.

a. Analisis Univariat

1. Distribusi Subjek Berdasarkan Karakteristik Demografi

Tabel 5.2 Distribusi Subjek Berdasarkan Karakteristik Demografi

Jumlah persentase
No Variabel Subgroup N
(%)

Balita (5 tahun) 25 21

Anak-anak (6-18
1 Umur 89 74,8
tahun)

Dewasa (>18 tahun) 5 4,2

Jenis Laki-laki 68 57,1


2
Kelamin Perempuan 51 42,9

Dalam kota 73 61,3


3 Asal Daerah
Luar kota 46 38,7

Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka

Dari tabel 5.2 diatas, didapatkan hasil pada umur penderita DBD sangat

bervariasi. Usia termuda pada penderita DBD adalah 5 tahun dan yang

tertua >18 tahun usia terbanyak pada usia 6-18 tahun yaitu 89 orang
52

dengan persentase sebesar 74,8%. Menurut Jenis kelamin penderita laki-

laki lebih banyak yaitu 68 orang dengan jumlah persentase 57,1% dan

pada perempuan yaitu 51 orang dengan persentase sebesar 42,9%.

Selain itu, subjek pada penelitian ini mayoritas berasal dari dalam

kota Kolaka, tetapi ada beberapa yang berasal dari luar kota

Kolaka.Dengan persentase pasien dari dalam kota sebanyak 73 orang

dengan persentase 61,3% dan pasien dari luar kota sebanyak 46 orang

dengan persentase 38,7%.

2. Distribusi Subjek Berdasarkan Karakteristik Klinik

Tabel 5.2 Distribusi lama rawat inap pasien

No. Lama rawat inap Jumlah

1 3 hari 1 orang

2 4 hari 5 orang

3 5 hari 7 orang

4 6 hari 16 orang

5 7 hari 38 orang

6 8 hari 26 orang

7 9 hari 8 orang

8 10 hari 4 orang

9 11 hari 7 orang

10 12 hari 7 orang

Jumlah total 119 orang

Rata-rata lama rawat inap 7 hari


53

Tabel 5.3 Distribusi Subjek Berdasarkan Karakteristik Klinik

Jumlah persentase
No Variabel Subgrup n
(%)

Lama rawat 6 hari (Memendek) 29 24,4


1
inap >6 hari (memanjang) 90 75,6

Hipotermi <36,5 c 20 16,8

2 Suhu tubuh Normal 36,5-37,5c 23 19,3

Demam/Hipertermi>37,5c 76 63,9

Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka

Berdasarkan tabel 5.3 distribusi karakteristik klinik pasien dari

tabel dapat dilihat, karakteristik pada lama rawat inap pasien DBD,

penderita dengan rawat inap 6 hari sebanyak 29 orang dengan persentase

sebesar 24,4% dan penderita DBD dengan lama rawat inap >6 hari

sebanyak 90 orang dengan persentase 75,6%. Hal ini menunjukkan bahwa

kebanyakan pasien DBD dengan lama rawat inap >6 hari dengan

persentase 75,6%.

Dari 119 penderita DBD didapatkan pasien yang mengalami DBD

memiliki suhu tubuh dengan hipotermi sebanyak 20 orang dengan

persentase 16,8%, Suhu tubuh normal sebanyak 23 dengan persentase

19,3% dan demam sebanyak 76 orang dengan persentase 63,9%.


54

Berdasarkan penelitian didapatkan lama rawat inap pasien DBD di

RSUD Benyamin Guluh didapatkan rata rata adalah 7 hari dan rentang

waktu lama perawatan terpendek 3 hari dan perawatan terlama 12 hari.

3. Distribusi Subjek Berdasarkan Karakteristik Laboratorium

Trombositopenia adalah penyebab terjadinya pendarahan. Tetapi

pada pasien Demam Berdarah Dengue yang mengalami trombositopenia

tidak selalu disertai dengan perdarahan. Apabila kadar trombosit seseorang

kurang dari 100.000/l maka dikatakan mengalami trombositopenia. Pada

pasien Demam Berdarah Dengue dapat terjadi leukopenia yakni nilai

leukosit kurang dari normal.

Tabel 5.4 Distribusi Subjek Berdasarkan Karakteristik Laboratorium

Jumlah persentase
No Variabel Subgrup n
(%)

<100.000(Trombositopenia) 113 95
1 Trombosit
>100.000(Normal) 6 5

<4.000(Leukopenia)
41 34,5
2 Leukosit

>4.000(Normal) 78 65,5

<35% (Ht rendah)


36 30,3%
3 Hematokrit

>35% (Normal) 83 69,7

Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka


55

Pada tabel 5.4 diatas menunjukkan bahwa subjek pada penelitian

ini kebanyakan pada kadar trombosit yang nilainya berada pada <100.000

sebayak orang 113 dengan presentase sebesar 95%. Pada kadar leukosit

nilainya >4.000 sebanyak 78 orang dengan persentase 65,5%. Sedangkan

kadar hematokrit dengan nilai terbanyak >35% sebanyak 83 orang dengan

persentase 69,7%.

b. Analisis Bivariat

Analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah

trombosit, leukosit dan hematokrit dengan lama rawat inap pasien DBD di

RSUD Benyamin Guluh Kabupaten Kolaka Tahun 2015.

1. Hubungan Antara Kadar Trombosit, Leukosit dan Hematokrit

Dengan Lama Rawat Inap Pasien DBD RSUD Benyamin Guluh.

Untuk melihat hubungan antara jumlah trombosit, leukosit dan

hematokrit dengan lama rawat inap pasien DBD di RSUD Benyamin

Guluh Kabupaten Kolaka Tahun 2015 dapat dilihat pada tabel

dibawah ini. Apabila kadar trombosit <100.000/l disebut

trombositopenia.

Dan leukopenia apabila kadar leukosit <4.000 adalah pertanda

dalam 24 jam kemudian demam akan turun dan pasien akan masuk

dalam masa kritis.


56

Tabel 5.5 Hubungan Antara Kadar Trombosit, Leukosit dan Hematokrit

Dengan Lama Rawat Inap Pasien DBD

Lama rawat inap

>6 hari
6 hari P
Variabel Nilai (memanjan OR CI%
(memendek) value
g)

N % N %

Trombosit <100.000 24 21,2 89 78,8 0,006-


0,003 0,054
>100.000 5 83,3 1 16,7 0,484

Leukosit <4.000 5 12,2 36 87,8


0,109-
0.025 0,313
>4.000 24 30,8 54 69,2 0,895

<35% 7 19,4 29 80,6


0,257-
Hematokrit 0,410 0.669
1,745
>35% 22 26,5 61 73,5

Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka

Pada tabel 5.5 terlihat bahwa kadar trombosit pada kelompok lama

rawat inap 6hari yang jumlah trombositnya <100.000/l adalah

sebanyak 24 pasien dengan persentase sebesar 21,2 %,sedangkan nilai

trombosit normal sekitar 5 pasien dengan persentase 83,3 %. Dan pada

kelompok dengan lama rawat inap > 6 hari Jumlah trombosit dalam
57

keadaan normal atau >100.000/l adalah 1 pasien dengan persentase

16,7 % sedangkan nilai trombosit Dengan nilai value P dari kadar

trombosit sebesar <100.000/l sebanyak 89 pasien dengan persentase

78,8% dengan nilai P value kadar trombosit sebesar 0,003.

Kadar leukosit pada kelompok lama rawat inap 6hari

kebanyakan kadar leukosit normal yakni sebanyak 24 pasien dengan

persentase 30,8 %, sedangkan pasien yang mengalami leukopenia

sebanyak 5 pasien dengan persentase 12.2 %. Hal ini sama dengan

pasien pada kelompok lama rawat inap >6 hari yakni sebesar 54 orang

dengan persentase 69,2%, sedangkan pasien yang mengalami

leukopenia 36 pasien dengan persentase 87,8%. Dengan nilai P value

pada kadar leukosit sebesar 0.025.

Sedangkan Kadar hematokrit pada kelompok lama rawat inap

6hari kebanyakan kadar hematokritnya >35% yakni sebanyak 22

pasien dengan persentase 26,5%, sedangkan pasien yang mengalami

hematokrit rendah sebanyak 7 pasien dengan persentase 19,4 %.

Namun persentase tertinggi pada kelompok lama rawat inap >6 hari

dengan kadar hematokritnya >35%sebanyak 61 pasien dengan

persentase 73,5%, sedangkan pasien yang memiliki hematokrit <35%

yakni sebesar 29 orang dengan persentase 80,6%. Dengan nilai P value

pada kadar hematokrit sebesar 0.410.


58

Tabel.5.6 Kekuatan Hubungan Asosiasi Antara Masing-Masing

Variabel Uji Bivariat.

Hubungan Antara P
OR CI (%)
variable value

Kadar Trombosit

dengan lama rawat 0,003 0,054 0,006-0,484

inap

Kadar Leukosit

dengan lama rawat 0.025 0,313 0,109-0,895

inap

Kadar Hematokrit

dengan lama rawat 0,410 0.669 0,257-1,745

inap

Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka

Berdasarkan tabel 5.6 diatas, pada kolom hubungan antara kadar

trombosit dengan lama rawat inap nilai P 0,003 yang berarti Ho ditolak

atau ada hubungan yang bermakna antara jumlah trombosit dengan lama

rawat inap pasien DBD karena didapatkan nilai P < 0,05. Pada kolom

hubungan antara jumlah leukosit dengan lama rawat inap nilai p 0,025

yang berarti ada hubungan bermakna antara jumlah leukosit dengan lama

rawat inap pasien DBD . Sedangkan pada kolom hubungan antara

jumlah hematokrit dengan lama rawat inap nilai p 0,410 yang berarti
59

tidak ada hubungan yang bermakna antara jumlah hemtokrit dengan

lama rawat inap pasien DBD karena didapatkan nilai P > 0,05.
60