Anda di halaman 1dari 2

Kondiloma Akuminatum

I. Definisi

Kondiloma akuminatum ialah vegetasi oleh human papilloma virus tipe tertentu, bertangkai dan
permukaan berjonjot. Bentuknya seperti kembang kubis (cauliflower) dengan di tengahnya
jaringan ikat dan ditutup terutama di bagian atas oleh epitel dengan hyperkeratosis. Penyakit
terdapat dalam bentuk kecil dan besar, sendirian atau berkelompok. Lokasinya ialah pada
berbagai bagian vulva dan perineum, pada daerah perianal, pada vagina dan serviks uteri, pada
penyakit ini dapat timbul leukorea.

II. Epidemiologi

Penyakit ini merupakan penyakit akibat hubungan seksual (PHS). Angka kejadian pada wanita
maupun pria sama. Tersebar kosmopolit dan transmisi melalu kontak kulit langsung.

III. Etiologi

Virus penyebabnya adalah Virus Papilloma Humanus (HPV), ialah virus DNA yang tergolong
dalam keluarga virus Papova. Terdapat sekitar 70tipe VPH, namun tidak seluruhnya dapat
menyebabkan kondiloma akuminatum. Tipe yang pernah ditemui pada kondiloma akuminatum
adalah tipe 6, 11, 16, 18, 30, 31, 33, 35, 39, 41, 4, 44, 51, 52, dan 56.

Infeksi ini menyebar melalui kontak kulit langsung (kontak seksual), masa inubasi dari infeksi
ini adalah 3 minggu hingga 8 bulan, tetapi umumnya 3 bulan.

Beberapa tipe VPH tertentu mempunyai potensi ongkogenik yang tinggi, yaitu tipe 16 dan tipe
18. Tipe ini merupakan jenis virus yang paling sering dijumpai pada kanker serviks. Sedangkan
tipe 6 dan 11 lebih sering dijumpai pada kondiloma akuminatum dan neoplasia intraepithelial
serviks derajat ringan.

IV. Gejala Klinis

Umumnya gejalanya asimptomatis. Penyakit ini terutama terdapat di daerah lipatan yang lembab,
misalnya di daerah genitalia eksterna. Pada wanita tempat predileksinya di daerah vulva dan
sekitarnya, introitus vagina, kadang-kadang pada porsio uteri. Kondiloma dapat juga ditemukan
pada lidah, atau didalam rongga mulut, uretra, kantung kemih, atau daerah rectum. Pada wanita
yang banyak mengeluarkan flour albus atau wanita hamil pertumbuhan penyakit akan lebih
cepat.

Kelainan kulit berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan kalau masih baru, jika
telah lama agak kehitaman. Permukaannya berjonjot (papilomatosa) sehingga pada vegetasi yang
besar dapat dilakukan percobaan sondase. Jika timbul infeksi sekunder warna kemerahan akan
berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak enak.

Vegetasi yang besar disebut sebagai giant condyloma (Buschke) yang pernah dilaporkan
menimbulkan degenerasi maligna, sehingga harus dilakukan biopsi.

V. Diagnosis

Lesi pada vagina atau serviks kadang-kadang eksofitik atau papilomatosa (seperti kutil) tetapi
dapat juga dengan permukaan agak granular atau inversi. Pada pemereksaan kolopscopic setelah
diberikan acetic acid3-5% tampak lesi puti plaque yang mengkilap, dengan permukaan agak
granular dan memberi gambaran mozaik (sebgaian disertai bintik-bintik). Kondiloma runcing
adalah lesi hyperkeratosis dengan penonjolan permukaan dan ujung kapileryang mencolok. Pada
kondilomata inversi tumbuh ke dalam kelenjar serviks sehingga tidak muncul dalam vagina.

VI. Penatalaksanaan

Kondiloma akuminatum yang kecil dapat disembuhkan dengan larutn 10% podofilin dalam
gliserin atau dalam alkohol. Pada saat pengobatan daerah sekitarnya harus dilindungi dengan
vaselin, dan setelah beberapa jam tempat pengobatan harus dicuci dengan air dan sabun. Pada
kondiloma yang luas, dilakukan pengangkatan dengan pembedahan atau kauterisasi. Unuk
mencegah timbulnya residif harus diusahakan kebersihan pada tempat bekas kondiloma
akuminata, dan leukorea harus diobati.