Anda di halaman 1dari 66

PELUANG

(PROBABILITAS)

Ir. ADI SAMPURNO, M.Si


5 www.pojokkampusblog.blogspot.com
Pengantar :
2

Mengambil sebuah keputusan merupakan


hasil proses yang relatif terseleksi dari
beberapa alternatif keputusan yang
mungkin dapat diambil.
Keputusan yang diambil tentu berdasarkan
pd pertimbangan yang rasional dan matang;
mempertimbangkan banyak faktor.
Jadi setiap keputusan yang diambil dapat
memberikan peluang terjadinya peristiwa
positip atau negatif.
3

Sehingga perhitungan mengenai peluang


suatu peristiwa terjadi hendaknya benar-
benar diperhatikan.
Peluang amat penting, bukan hanya
dalam statistika, tetapi juga dalam
kehidupan sehari-hari; contoh :
Hari mendung, bawalah payung

Berarti bahwa ada cukup besar


peluang akan turun hujan.
Definisi : Peluang
4

Kata Peluang sering disebut dengan istilah :


Probabilitas dan Kemungkinan Teori
Peluang/Kemungkinan/Probabilitas
Secara umum definisi probabilitas = peluang
bahwa sesuatu (peristiwa) akan terjadi
Semakin besar nilai probabilitas menyatakan
bahwa peristiwa itu akan sering terjadi.
5

Besar probabilitas suatu peristiwa terjadi


antara 0% - 100% (0,00 1,00)
p = 0% suatu peristiwa acak
(random) pasti tidak akan terjadi
p = 100% suatu peristiwa acak
(random) pasti akan terjadi
Namun kenyataannya dalam kehidupan
sifatnya relatif.
Contoh Peluang
6

Pada lemparan koin uang yang memiliki


sisi ANGKA dan GAMBAR, ada peluang
untuk keluar ANGKA

Pada hasil ujian mata kuliah statistika, ada


peluang untuk memperoleh nilai B
SEJARAH DIBALIK PROBABILITY THEORY
7

Studi probabilitas muncul dari analisa


permainan peluang (gambling/judi)
Selanjutnya banyak penerapan
aplikasinya pada berbagai cabang sains
dan teknik
DEFINISI
8

PERCOBAAN PERISTIWA RUANG SAMPEL


TITIK SAMPEL

*PERCOBAAN (EKSPERIMEN) = Proses


Dimana Pengamatan Atau Pengukuran
Dilaksanakan
PERISTIWA (EVENT)
9

*PERISTIWA/KEJADIAN/EVENT
Setiap Percobaan Dapat
Menghasilkan Satu Hasil (Outcome)
Atau Lebih, Yang Disebut Peristiwa
(Event) Atau Peristiwa-peristiwa
(Events), Yang Diberi Lambang E .
RUANG SAMPEL
10

*RUANG SAMPEL (SAMPLE SPACE) =


himpunan/kumpulan semua hasil
(Event) yg mungkin dari suatu
eksperimen, biasa dilambangkan
dengan S.
TITIK SAMPEL
11

*TITIK SAMPEL (sample point)


SATU PERCOBAAN HANYA AKAN
MENGHASILKAN SATU PERISTIWA
SEDERHANA (SIMPLE EVENT) KEJADIAN
TITIK SAMPEL
KEJADIAN SEDERHANA MERUPAKAN SUATU
PERISTIWA YANG TIDAK DAPAT DIURAI.
DIAGRAM VENN
12

Ruang sampel

Titik Sampel/
Peristiwa
Sederhana
13

RUANG SAMPEL = HIMPUNAN DARI SEMUA


HASIL YANG MUNGKIN PADA SUATU
PERCOBAAN/KEJADIAN, DAN DILAMBANGKAN
SEBAGAI HURUF S.
TITIK SAMPEL ADALAH ANGGOTA-ANGGOTA
DARI RUANG SAMPEL ATAU KEMUNGKINAN-
KEMUNGKINAN YANG MUNCUL (E)
14

Kejadian yang pasti = Ruang sampel


Kejadian yang tidak mungkin =

himpunan kosong ()
Contoh dari percobaan
15

Percobaan melempar mata uang logam,


hasil yang muncul adalah :
sisi gambar (G) atau
sisi angka (A).
*Ruang sampelnya adalah S = {A, G}.
*Titik sampel/kejadiannya adalah
E = A dan G
Percobaan melempar sebuah dadu dan
mencatat angka yang muncul :
16

*Ruang sampel :
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} mata dadu
*Kejadiannya :

A = Kejadian munculnya angka genap


A = {2, 4, 6}
B = Kejadian munculnya angka 5 atau lebih
B = {5, 6}
C = Kejadian tidak ada muka yang muncul
C = {0}
17

BAGAIMANA DENGAN RUANG


SAMPEL PADA PERCOBAAN
MELEMPAR (TOSS) UANG LOGAM?
PERCOBAAN MELEMPAR
SEKEPING UANG LOGAM 1x
18

SISI MATA UANG

A= Angka G=Gambar

S = {A, G} kemungkinan 2 hasil (outcomes) 21


(keluar A atau G)
PERCOBAAN MELEMPAR
2 KEPING UANG LOGAM 1x
19

Kemungkinan

S = {(AA), (AG), (GA), (GG)} kemungkinan 4 kejadian 22


PERCOBAAN PELEMPARAN
3 KEPING UANG LOGAM 1x
20

S = {(AAA), (AAG), (AGA), (AGG), (GAA), (GAG), (GGA), (GGG)}


kemungkinan 8 kejadian 23
21

BAGAIMANA DENGAN RUANG SAMPEL


PADA PERCOBAAN MELEMPAR (TOSS)
SEKEPING UANG LOGAM 2X?
PERCOBAAN MELEMPAR
SEKEPING UANG LOGAM 2x
22

KEMUNGKINAN HASIL

S = {(AA), (AG), (GA), (GG)}


G

A
MACAM KEJADIAN/PERISTIWA
23

KEJADIAN SEDERHANA
KEJADIAN MAJEMUK

KEJADIAN BEBAS/INDEPENDEN

KEJADIAN TIDAK

BEBAS/BERSYARAT/TERIKAT
KEJADIAN SALING ASING
KEJADIAN SEDERHANA
24

KEJADIAN SEDERHANA (dasar) = kejadian yang


hanya terdiri dari satu titik contoh saling
terpisah
Contoh :
Percobaan : Melempar koin satu kali
*Kejadian sederhana:
Ruang sampel S = {E1, E2} atau S={A, G}
*Kejadian = sederhana
E1 = muncul sisi Angka (A)
E2 = muncul sisi Gambar (G)
KEJADIAN MAJEMUK
25

KEJADIAN MAJEMUK = kejadian yang terdiri dari 2 atau


lebih titik sampel/kejadian sederhana
Contoh : Melempar 2 buah dadu bersamaan dan
mencatat angka yang muncul
Ruang sampel
S = {(1, 1), (1, 2), (1, 3), ..., (6, 6)}
*Kejadian majemuk :
A = Kejadian munculnya angka yang sama pada 2 dadu
A = {(1, 1), (2, 2), (3, 3), (4, 4), (5, 5), (6, 6)} atau
B = Kejadian munculnya jumlah angka 10 atau lebih
B = {(4, 6), (5, 5), (5, 6), (6, 4), (6, 5), (6, 6) }
KEJADIAN BEBAS
26

KEJADIAN BEBAS = Apabila Terjadinya Dua Kejadian Atau


Lebih, Dimana Kejadian Yg Satu Tidak Dipengaruhi Oleh
Atau Tidak Ada Hubungannya Dengan Kejadian Yg Lain
Contoh :
Melempar 2 buah dadu bersamaan dan mencatat angka
yang muncul 2 kejadian (A & B saling bebas terjadinya)
Ruang sampel :
S = {(1, 1), (1, 2), (1, 3), ..., (6, 6)}
*Kejadian bebas :
A = Kejadian munculnya 2 angka genap yang sama
A = {(2, 2), (4, 4), (6, 6)}
B = Kejadian munculnya 2 angka ganjil yang sama
B = {(1, 1), (3, 3), (5, 5)}
KEJADIAN TIDAK BEBAS/TERIKAT
27

KEJADIAN TIDAK BEBAS = Apabila terjadinya kejadian


yang satu merupakan akibat dari (dipengaruhi oleh)
terjadinya satu kejadian yg lain.
Contoh :
Pelemparan 2 buah dadu bersamaan dan mencatat
angka yang muncul 2 kejadian (A&B Terikat)
Ruang sampel
S = {(1, 1), (1, 2), (1, 3), ..., (6, 6)}
A = Kejadian munculnya angka yang sama pada 2 dadu
A = {(1, 1), (2, 2), (3, 3), (4, 4), (5, 5), (6, 6)}
B = Kejadian munculnya jumlah angka 12
B = {(6, 6)} kejadian B dipengaruhi A
KEJADIAN SALING ASING
28

KEJADIAN SALING ASING= Apabila terjadinya kejadian


yang satu menghilangkan kemungkinan terjadinya
kejadian-kejadian yg lain.
Contoh : Pada suatu ujian
Ruang sampel :
S = {(lulus), (tidak lulus)}
*Kejadian saling asing :
L = kejadian lulus
L = {(lulus)}
G = kejadian tidak lulus
G = {(tidak lulus)}
RUANG SAMPEL DAN DIGRAM VENN
29

Anggota A

Ruang sampel S Himpunan semesta S = (A, B, C)


Kejadian A Himpunan bagian A (kejadian majemuk)
Titik sampel a Anggota himpunan A (kejadian dasar)
OPERASIOPERASI DALAM KEJADIAN
30

Ada 3 macam operasi kejadian majemuk


1. Gabungan/Paduan (Union) (AUB)
2. Irisan/Potongan (Intersection) (AB)
3. Komplemen/Tandingan (Complement) (A)
GABUNGAN (U) 2 KEJADIAN
31

Gabungan kejadian A dan B = (AUB) adalah


kejadian yang mencakup semua unsur atau
anggota A atau B atau keduanya

contoh :
Jika A= {2, 3,5, 8} dan B = {3, 6, 8}, maka
(AUB) = {2, 3, 5, 6, 8}
IRISAN () 2 KEJADIAN
32

Irisan (AB) adalah kejadian yang


mengandung semua unsur persekutuan
kejadian A dan B.

A B
contoh :
Jika A = {1, 2, 3, 4, 5} dan B = {2, 4, 6, 8},
maka (AB) = {2, 4}
33

Dua kejadian A dan B dikatakan saling


bebas (terpisah) apabila A B

Artinya kejadian A dan kejadian B tidak


memiliki unsur persekutuan
KOMPLEMEN () SUATU KEJADIAN
34

Komplemen suatu kejadian A adalah himpunan


semua anggota S yang bukan anggota A. Lambang
komplemen A adalah A.

contoh : Ruang U sampel = {buku, anjing, rokok, uang


logam, peta, perang}. Jika A = {anjing, perang, buku,
rokok}, maka A = {uang logam, peta}
35
36

BERSAMBUNG...
Rumus : Peluang Kejadian
37

Peluang suatu kejadian A adalah hasil bagi dari


banyaknya kemungkinan cara terjadinya kejadian
A dengan banyaknya seluruh kemungkinan
kejadian di sekitar kejadian A; ditulis P(A), dimana
rumusnya :
n( A) n
P ( A)
n( S ) N
P(A) = Peluang A
n(A) = Banyaknya peluang yang muncul untuk kejadian A
n(S) = Banyaknya peluang yang muncul untuk ruang sampel S
(seluruh kejadian)
CONTOH 1 : PELUANG MUNCULNYA MATA DADU ANGKA GANJIL

38
n( A) n
P ( A)
n( S ) N
39

Berapakah peluang munculnya mata dadu


angka ganjil pada pelemparan sebuah dadu?
Jawab :
Peluang munculnya mata dadu angka ganjil
pada tiap lemparan adalah 1, 3, dan 5. Maka :

3 mata dadu angka ganjil (g)


thd 6 mata dadu (N)
SIFAT-SIFAT PELUANG KEJADIAN A
40

0 P(A) 1 , artinya nilai peluang kejadian A


selalu terletak antara 0 dan 1
P(A) = 0, artinya dalam hal kejadian A tidak
terjadi (himpunan kosong), maka peluang
kejadian A adalah 0. Dapat dikatakan bahwa
kejadian A mustahil untuk terjadi.
P(A) = 1, artinya dalam hal kejadian A, maka
peluang kejadian A adalah 1. Dapat dikatakan
bahwa kejadian A pasti terjadi.
Jika A menyatakan bukan peristiwa A, maka :
41

P(A) = 1 - P(A)
Berlaku hubungan :

P(A) + P(A) = 1
Contoh (1) : Pada pelemparan dadu
Jika A = mendapat mata 6; maka P(A) = 1/6
Jelas A = bukan mendapat mata 6 = mata 1, 2, 3, 4, 5
P(A) = 5/6
Contoh (2) : Undian hadiah
Jika peluang dapat hadiah = 0,61; maka peluang untuk
tidak mendapat hadiah = 1 - 0,61 = 0,39
RUMUS-RUMUS DASAR PELUANG
42

1. Rumus Peluang Gabungan (Paduan) :

RUMUS DASAR
43

a) Bila A dan B dua kejadian saling bebas/saling


lepas/independen, maka berlaku :
P( A B) P( A) P( B)
Maka banyak anggota himpunan gabungan
A dan B adalah : n(AB) = n(A) + n(B)

b) Bila A dan B dua kejadian tidak bebas


(terikat), maka berlaku :
P( A B) P( A) P( B) P( A B)
44

c) Bila A, B, dan C tiga kejadian saling bebas,


maka berlaku :
P( A B C ) P( A) P( B) P(C )

d) Bila A, B, dan C tiga kejadian tidak bebas,


maka berlaku :
P( A B C ) P( A) P( B) P(C ) P( A B)
P( A C ) P( B C ) P( A B C )
Contoh 2 : P( A B) P( A) P( B)
45

Pada pelemparan 2 buah dadu, tentukan berapa


peluang mendapatkan jumlah 7 atau 11?
Jawab :
Misal A = kejadian munculnya jumlah 7
B = kejadian munculnya jumlah 11
Tentukan ruang sampelnya dulu!
Dari ruang sampel akan diperoleh :
A = {(6,1),(5, 2),(4, 3),(2, 5), (1, 6), (3, 4)} 6
titik sampel dari 36 titik sampel dalam ruang sampelnya.

B = {(6, 5),(5, 6)} 2 titik sampel dari 36 titik


sampel
Semua titik sampel sama-sama berpeluang muncul,
maka :
46

P(A) = 6/36 = 1/6 dan P(B) = 2/36 = 1/18

Kejadian A dan B saling bebas, karena jumlah 7 dan


jumlah 11 tidak mungkin muncul bersamaan dalam 1
kali lemparan 2 dadu.
Maka P(AB) = 0 yang berarti A dan B saling
bebas.
P( A B) P( A ) P(B)
P(A) = 1/6 , P(B)=1/18 sehingga :
Peluang untuk mendapatkan jumlah 7 atau 11=
1/6 + 1/18 = 2/9
Contoh 3 : P( A B) P( A) P( B) P( A B)
47

Peluang seorang mahasiswa lulus statistika (A) adalah 2/3 dan


peluang lulus matematika (B) adalah 4/9. Peluang sekurang-
kurangnya lulus salah satu pelajaran tersebut adalah 4/5.
Berapa peluang lulus kedua pelajaran tersebut?
Misal A = kejadian lulus Statistika
B = kejadian lulus Matematika

Catatan: - Peluang lulus salah satu = P(AUB)


- Peluang lulus keduanya = P(AB)
48

2. Rumus Peluang Irisan (Potongan) :


a) Bila A dan B dua kejadian saling bebas, maka
berlaku : A B

P( A B) P( A) . P( B)
49

b) Bila A dan B dua kejadian tidak bebas


(terikat), maka berlaku :

P( A B) P( A) P( B) P( A B)

Lihat Contoh-3
Contoh 4:
50

Suatu acara kunjungan perusahaan diikuti oleh


125 mahasiswa peserta. Kunjungan dilakukan di
perusahaan A dan perusahaan B.
Peserta ke perusahaan A ada 75 mahasiswa
dan ke perusahaan B ada 83 mahasiswa.
Jika kepada setiap mahasiswa dipersyaratkan
harus ikut minimal ke salah satu dari dua
perusahaan tersebut, maka hitunglah :
Pertanyaan
51

a. Banyaknya peserta yang ikut ke A dan B sekaligus


n( A B) ?
b. Banyaknya peserta yang hanya ikut ke A saja.
n( A B ) ?
c. Peluang seorang peserta ikut ke dua perusahaan
sekaligus.
P( A B) ?
d. Peluang seorang peserta hanya ikut ke B saja.
P( B A) ?
Jawaban : kasus dua kejadian tidak bebas
52

Dari soal didapatkan bahwa :


n( AUB) 125 n( A) 75 n( B) 83 n( S ) n( AUB) 125

a. n( A B) n( A) n( B) n( A B)
n( A B) n( A) n( B) n( A B) 75 83 125 33
b. n( A B) n( A) n( A B) 75 33 42
n( A B ) 33
c. P( A B)
n( S ) 125

n( B ) n( A B ) 83 33 50
d. P ( B A)
n( S ) 125 125
53

3. Rumus Peluang Komplementer :


Bila A dan A dua kejadian dalam ruang contoh U
yang saling komplementer, maka berlaku :

P( A' ) 1 P( A)
atau
P( A) P( A' ) 1
Contoh 5 :
54

Jika S = {1, 2, 3, 4, 5} dan A = {2, 4},


maka A = {1, 3, 5}
Untuk S = { , , } dan A = {}, maka

A = {, , }
Contoh 6 :
55

Pada pelemparan 2 dadu, jika A adalah kejadian munculnya muka


dadu sama, hitunglah peluang munculnya muka 2 dadu yang tidak
sama.
Jawab : Misal A = kejadian munculnya muka 2 dadu yang sama
= {(1,1), (2,2) , (3,3), (4,4), (5,5), (6,6)}
maka P(A) = 6/36
Sehingga,

Peluang munculnya muka dua dadu yang tidak sama = P(A) adalah:
P(A) = 1 P(A)
= 1 6/36
= 30/36
Contoh 7 :
56

Sekeping uang logam dilemparkan 6 kali berturut-turut.


Berapa peluang sekurang-kurangnya sisi Gambar akan muncul
sekali?
Jawab :
Misal E = adalah kejadian yang ditanyakan.
E = sisi Gambar tidak muncul sekalipun atau semua
pelemparan menghasilkan sisi angka hanya terjadi 1 kali.
Karena setiap pelemparan menghasilkan 2 kemungkinan (sisi
Gambar atau Angka), maka ruang contoh S pempunyai 26 =
64 titik contoh (atau 2x2x2x2x2x2 = 64)
P( E ) 1 P( E ' )
= 1-1/64 = 63/64
57

4. Rumus Peluang Bersyarat :


Jika A dan B adalah dua peristiwa dalam
ruang sample S, maka peluang terjadinya A
bersyarat B adalah : peluang suatu
kejadian A terjadi dengan syarat
kejadian B lebih dulu terjadi atau akan
terjadi atau diketahui terjadi.
58

Ditunjukkan dengan P(AB) yang dibaca


peluang terjadinya A karena B telah
terjadi
Contoh 8 :
59

Survei yang dilakukan oleh MarketPlus


terhadap 700 responden untuk mengetahui
selera konsumen terhadap sabun yang diberi
aroma dan tidak beraroma menghasilkan
data sebagai berikut :
60

Berapakah peluang terpilihnya seseorang


secara acak dia tidak menyukai sabun
beraroma dengan syarat dia adalah seorang
pria
syarat
tidak menyukai sabun beraroma adalah seorang pria
61

Misal A : peristiwa terpilihnya pria


B : peristiwa terpilihnya yang tidak
menyukai sabun beraroma
BA : peristiwa terpilihnya seseorang
yang tidak menyukai sabun beraroma dan
seorang pria
HUBUNGAN ANTAR KEJADIAN
62

1) HUBUNGAN ATAU kejadian2 saling eksklusif


Peluang kejadian akan semakin besar

P(A1 atau A2 atau ... Ak) = P(A1)+P(A2)+.. P(Ak)

Contoh : Peluang munculnya angka 3 atau 4 pada


pelemparan sebuah dadu adalah :
63

2) HUBUNGAN DAN peluang bersyarat


Peluang kejadian akan semakin kecil
Jika kejadian A dan B saling bebas/independen,
maka :
P(A dan B) = P(A) x P(B)
Contoh : Peluang munculnya angka 3 dan 4 pada
pelemparan sebuah dadu sebanyak 2x adalah :
64

3) HUBUNGAN ATAU ... ATAU ... ATAU


KEDUANYA kejadian2 saling inklusif
Jika kejadian A dan B punya hubungan inklusif :
P(A dan atau B) = P(A) + P(B) - P(A dan B)

Peluang kejadian akan semakin besar


Contoh 9 : P( A B) P( A) P( B) P( A B)
65

Suatu campuran kembang gula berisi 6 mint, 4 coffee, dan 3


coklat. Bila seseorang membuat suatu pemilihan acak dari salah
satu kembang gula ini, carilah peluang untuk mendapatkan :
(a) mint, dan (b) coffee atau coklat.
Jawab :
Misal, M = mint , C = coffee , T = coklat
(a). Peluang mendapatkan mint = P(M )
n( M )

6
n( S ) 13

(b). Peluang mendapatkan coffee atau coklat =


n(C T ) n(C ) n(T ) n(C T ) 4 3 0 7
P (C T )
n( S ) n( S ) 13 13
66

KERJAKAN TUGAS TAKE HOME (PR)

DILANJUTKAN MINGGU DEPAN


POKOK BAHASAN : PENDUGAAN PARAMETER