Anda di halaman 1dari 13

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN

AKTIVITASTERHADAP KINERJA KEUANGAN


(Studi kasus : pada perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang
terdaftar di BEI Tahun 2011 - 2015)
Dewi Kurniawati
NPM 12.10.0.015
Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Riau Kepulauan Batam

Dosen Pembimbing
Cahyo Budi Santoso, SE, M.Ak

ABSTRACT

Each company will undoubtedly conduct financial statement analysis. This sort of
thing is done to find out how far the company is developing. In addition, to make
comparisons from year to year. It is very useful to know the performance, cash
turnover, asset ratio, ability to pay debts, determine the prospect of the company
and so forth. To analyze it need to be done calculation-some ratios in accordance
with applicable accounting standards.
Based on the results of observation, the research conducted on companies
listed on the Indonesia Stock Exchange due to easy to obtain financial statements
of the company. In addition, the data to be compared also more to meet the
sample standards.
Keywords : financial analysis report, financial analysis ratio, liquidity ratio,
solvability ratio, activify ratio, profitability ratio

1. PENDAHULUAN Industri otomotif nasional


Perencanaan merupakan merupakan salah satu motor
kunci sukses bagi manajer keuangan. penggerak perekonomian Indonesia.
Rencana keuangan dapat disajikan Industri otomotif memiliki mata
dalam berbagai bentuk, akan tetapi rantai bisnis mulai manufaktur
setiap rencana keuangan yang baik komponen, manufaktur kendaraan
harus dikaitkan dengan kekuatan dan itu sendiri, jaringan distribusi dan
kelemahan perusahaan pada saat ini. layanan purna jualnya, baik bengkel
Kekuatan perusahaan harus resmi maupun umum, termasuk
dipahami jika hendak dimanfaatkan jaringan penjualan suku cadang di
dengan tepat dan kelemahan seluruh Indonesia.Di samping itu
perusahaan harus dikenali jika industri ini juga mengembangkan
hendak dilakukan tindakan industri penunjang lainnya seperti
perbaikan.Faktor fundamental selalu pembiayaan dan asuransi.Dengan
dijadikan acuan investor dalam demikian mata rantai industri
membuat keputusan investasi di otomotif ini juga menciptakan
pasar modal.Analisis faktor peluang kerja yang sangat besar bagi
fundamental didasarkan pada masyarakat.Berdasarkan data
laporan keuangan untuk mengukur Gaikindo, industri otomotif berada
kinerja keuangan perusahaan. pada urutan ke-empat penyumbang
1
pajak. Lebih jauh lagi, pesatnya indikasi kinerja perusahaan yang
perkembangan industri otomotif akan datang.
nasional akan menarik minat Berdasarkan laporan
investor asing untuk ikut keuangan perusahaan otomotif dan
mengembangkan usahanya di komponen yang dipublikasikan di
Indonesia. Bursa Efek Indonesia periode 2010-
Analisis laporan keuangan 2013 dapat dilihat bahwa rata-rata
yang meliputi perhitungan dan Return On Asset perusahaan
interpretasi rasio diperlukan untuk otomotif dan komponen mengalami
dapat memahami informasi tentang kecenderungan penurunan dari tahun
laporan keuangan.Rasio yang 2010 sampai tahun 2013. Dari
dimaksud adalah suatu angka yang laporan keuangan yang di
menunjukkan hubungan antara satu publikasikan tersebut dapat dilihat
unsur dengan unsur lainnya dalam bahwa rata-rata ROA pada
laporan keuangan.Rasio keuangan perusahaan otomotif dan komponen
dapat digunakan sebagai dasar tahun 2011 mengalami penurunan
pembuatan keputusan, serta untuk dari 9,64% menjadi 7,67%, pada
membandingkan kinerja perusahaan tahun 2012 mengalami peningkatan
yang satu dengan yang lainnya. Dari menjadi 8,80% dan pada tahun 2013
sisi eksternal, rasio keuangan mengalami penurunan menjadi
digunakan untuk menentukan 4,29%. Hal ini menunjukkan bahwa
pembelian atau penjualan saham kinerja keuangan yang diukur
suatu perusahaan, pemberian dengan ROA menurun pada tahun
pinjaman serta untuk memprediksi 2011 dan 2013.
kekuatan keuangan perusahaan di Hal-hal yang dipertanyakan
masa mendatang. adalah : 1) Bagaimana pengaruh
Analisis rasio keuangan rasio likuiditas(current ratio)
dapat membantu para pelaku bisnis, terhadap kinerja perusahaan pada
pemerintah dan para pemakai industri otomotif selama periode
laporan keuangan lainnya untuk 2011-1015, 2) Bagaimana pengaruh
menilai kondisi keuangan suatu rasio solvabilitas (debt to equity
perusahaan. Pemakaian rasio ratio) terhadapkinerja perusahaan
keuangan dalam mewakili kinerja pada industri otomotif selama
keuangan berdasarkan pada hasil periode 2011- 1015, 3) Bagaimana
penelitian terdahulu membuktikan pengaruh rasio aktivitas (Receivable
bahwa terdapat pengaruh dan Turn Over) terhadap
hubungan yang kuat antara rasio kinerjaperusahaan pada industri
keuangan dengan perubahan harga otomotif selama periode 2011-1015,
saham, dan kegunaan rasio keuangan 4) Bagaimana pengaruh rasio
dalam mengukur dan memprediksi likuiditas (current ratio), solvabilitas
kinerja keuangan.Analisis rasio (debt to equity ratio), dan aktivitas
keuangan merupakan alternatif (inventory turn over) terhadap kinerja
untuk menguji apakah informasi perusahaan pada industri otomotif
keuangan bermanfaat untuk selama periode 2011-1015.
melakukan klasifikasi atau prediksi Tujuan dari penelitian ini
terhadap harga saham. Analisis rasio adalah : 1) Untuk mengetahui
keuangan didasarkan pada data pengaruh rasio likuiditas (current
keuangan historis yang tujuan ratio) terhadap kinerja
utamanya memberikan suatu perusahaanpada industri otomotif
2
selama periode 2011-1015, 2) Untuk berkaitan dengan posisi keuangan
mengetahui pengaruh rasio perusahaan saat ini.
solvabilitas(debt to equity ratio) 4. Untuk melakukan penilaian
terhadap kinerja perusahaan pada kinerja manajemen ke depan
industri otomotif selama periode apakah perlu penyegaran atau
2011-1015, 3) Untuk mengetahui tidak,
pengaruh rasio aktivitas (Receivable 5. Untuk pembanding dengaan
Turn Over) terhadap kinerja perusahaan sejenis tentang hasil
perusahaanpada industri otomotif yang mereka capai.
selama periode 2011-2015, 4) Untuk
mengetahui pengaruh rasio likuiditas Analisis Rasio Keuangan
(current ratio), solvabilitas (debt to Menurut Jumingan (2011,
equity ratio), dan aktivitas (inventory p.118) analisis rasio keuangan yaitu
turn over) terhadap kinerja :Angka yang menunjukkan
perusahaanpada industri otomotif hubungan antara suatu unsur dengan
selama periode 2011-1015. unsur lainnya dalam laporan
keuangan.Hubungan antara unsur-
2. TINJAUAN PUSTAKA unsur laporan keuangan tersebut
Analisis Laporan Keuangan dinyatakan dalam bentuk matematis
Menurut Harahap (2009:190) yang sederhana.Secara individual
analisis laporan keuangan mencakup rasio itu kecil artinya kecuali jika
penerapan metode dan teknik dibandingkan dengan suatu rasio
analisis atas laporan keuangan dan standar yang layak dijadikan dasar
data lainnya untuk melihat dari pembanding.Apabila tidak ada
laporan itu ukuran-ukuran dan standar yang dipakai sebagai dasar
hubungan tertentu yang sangat pembanding dari penafsiran rasio-
berguna dalam proses pengambilan rasio suatu perusahaan, penganalis
keputusan.Angka-angka dalam tidak dapat menyimpulkan apakah
laporan keuangan akan sedikit rasio-rasio itu menunjukkan kondisi
artinya kalau dilihat secara sendiri- yang menguntungkan atau tidak
sendiri. Dengan analisis pemakaian menguntungkan.
laporan keuangan akan lebih mudah Analisis rasio adalah
menginterprestasikannya. berorientasi dengan masa depan,
Tujuan laporan keuangan artinya bahwa dengan analisis rasio
menurut Kasmir, (2011, p. 68) dapat digunakan sebagai alat untuk
bahwa tujuan analisis laporan meramalkan keadaan keuangan serta
keuangan antara lain adalah : hasil usaha di masa yang akan
1. Untuk mengetahui posisi datang. Analisis rasio keuangan
keuangan perusahaan dalam satu dapat membantu para pelaku bisnis,
periode tertentu, baik aset, pihak pemerintah, dan para pemakai
kewajiban, modal maupun hasil laporan keuangan lainnya dalam
usaha yang telah dicapai untuk menilai kondisi keuangan suatu
beberapa periode tertentu, perusahaan.Rasio keuangan juga
2. Untuk mengetahui kelemahan- bermanfaat dalam memprediksi laba
kelemahan apa saja yang menjadi perusahaan. Selain itu rasio
kekurangan perusahaan. keuangan digunakan untuk
3. Untuk mengetahui langkah- memutuskan apakah akan membeli
langkah perbaikan apa saja yang saham perusahaan, untuk meminjam
perlu dilakukan ke depan yang uang, atau memprediksi kekuatan
3
perusahaan di masa depan. Apabila besar uang kas yang tersedia untuk
kinerja keuangan perusahaan baik membayar utang.
maka pertumbuhan laba meningkat,
dan sebaliknya kinerja perusahaan Kas ( cash )
tidak baik maka pertumbuhan laba Cash Ratio= -------------------------- x 100%
menurun.Dalam hal ini pertumbuhan Hutang Lancar
laba merupakan peningkatan laba
yang diperoleh perusahaan 3) Quick Ratio (Rasio Cepat).
dibandingkan dengan tahun Merupakan rasio yang
sebelumnya. menunjukkan kemampuan
Analisis rasio dapat perusahaan dalam memenuhi atau
digunakan untuk membimbing membayar kewajiban atau hutang
investor dan kreditur untuk membuat lancar dengan aktiva lancar tanpa
keputusan atau pertimbangan memperhitungkan nilai perusahaan.
tentang pencapaian perusahaan dan
prospek di masa datang, Menurut Aktiva Lancar Persediaan
Weston (2001).Menurut Rahardjo Quick Ratio = --------------------- x 100%
(2007 : 104) rasio keuangan Hutang Lancar
perusahaan diklasifikasikan menjadi
lima kelompok, yaitu :
A. Rasio Likuiditas B. Rasio Solvabilitas
Rasio likuiditas merupakan Menurut Sutrisno
rasio untuk mengukur kemampuan (2007:217) menyatakan
dalam memenuhi kewajiban jangka bahwa ada lima rasio
pendeknya pada saat ditagih oleh solvabilitas yang bisa dimanfaatkan
suatu perusahaan. Dengan kata lain oleh perusahaan yakni sebagai
dapat membayar kembali pencairan berikut:
dana depositnya pada saat ditagih 1. Total debt to total asset ratio
serta dapat mencukupi permintaan Rasio yang digunakan untuk
kredit yang telah diajukan menghitung seberapa jauh dana yang
(Kasmir,2013: 130). Rasio likuiditas disediakan oleh kreditur. Semakin
ini terdiri dari(Kasmir, 2013: 134- tinggi rasio ini menunjukkan
142) : perusahaan semakin
1) Current Ratio (Rasio Lancar). berisiko.Semakin berisiko, kreditur
Merupakan rasio untuk meminta imbalan semakin tinggi.
mengukur kemampuan perusahaan Untuk menghitung total debt to total
dalam membayar kewajiban jangka asset ratio bisa menggunakan rumus
pendek atau hutang yang segera sebagai berikut:
jatuh tempo pada saat ditagih secara
keseluruhan. Total Hutang
Total Dept To = ------------------ x100%
Total Asset Ratio
Aktiva Lancar
Total Aktiva
Current ratio = ------------------ x 100%
Hutang Lancar
2. Debt to equity ratio
2) Cash Ratio (Rasio Kas). Rasio imbangan antara
Merupakan alat yang hutang yang dimiliki perusahaan
digunakan untuk mengukur seberapa dengan modal sendiri.Semakin
tinggi rasio ini berarti modal sendiri
4
semakin sedikit dibanding dengan 5. Debt service ratio
hutangnya. Untuk menghitung debt ratio merupakan
to equity ratio bisa menggunakan kemampuan perusahaan dalam
rumus sebagai berikut: memenuhi beban tetapnya termasuk
angsuran pokok pinjaman. Untuk
Total Hutang menghitung debt sevice ratio bisa
Dept To Equity Ratio = -----------x100% menggunkan rumus sebagai
Modal berikut:

Laba Sebelum
3. Times interest earning Bunga dan Pajak
Ratio yang sering disebut Dept Service Ratio =-------------- x100%
C. Rasio Aktivitas
coverage ratio merupakan ratio Bunga+Sewa+AngsuranBunga
Munawir (2002) menulis,
antara laba sebelum bunga dan pajak dan Pajak/(1-tarif pajak)
Rasio Aktivitas, yaitu rasio untuk
dengan beban bunga.Rasio ini
menilai kemampuan perusahaan
mengukur kemampuan perusahaan
dalam melaksanakan aktivitas
memenuhi beban tetapnya berupa
sehari-hari ataukemampuan
bungan dengan laba yang
perusahaan dalam penjualan,
diperolehnya, atau mengukur berapa
penagihan pihutang maupun
kali besarnya laba bisa menutup
pemanfaatan aktiva yang dimiliki
beban bunganya. Untuk menghitung
(h.240).
times interest earning ratio bisa
menggunakan rumus sebagai
Jenis-jenis rasio aktivitas :
berikut:
a. Rasio Perputaran Persediaan
Laba Sebelum (Inventory turnover ratio)
Bunga dan Pajak Rasio perputaran
Time Interest persediaan, mengukur aktivitas atau
Earning Ratio = ------------------- x100% likuiditas dari persediaan
Beban Bunga perusahaan. Rumusnya
Harga Pokok
4. Fixed chage coverage Penjualan
Ratio adalah rasio yang Inventory Turn-over = --------- x 100%
mengukur kemampuan perusahaan Persediaan
unutk menutup beban tetapnya
termasuk pembayaran deviden
b. Rasio Perputaran Total Aktiva
saham preferen, bunga, angsuran
(Total Asset Turn Over Ratio)
pinjaman, dan sewa. Untuk
menghitung Fixed chage coverage Perputaran total aktiva
ratio bisa menggunakan rumus menunjukkan efisiensi dimana
sebagai berikut: perusahaan menggunakan seluruh
aktivanya untuk menghasilkan
EBIT+Bunga+
Angsuran Lease
penjualan.
Fixed chage coverage =-------------- x100%
Bunga+Angsuran

5
memperoleh laba, baik dalam
Penjualan hubungannya dengan penjualan,
Total Asset Turn-over = ----------- x 100% asset, maupun terhadap modal
Modal Aktiva sendiri. Dengan demikian, rasio
profitabilitas akan mengukur
efektivitas manajemen secara
c. Rasio Perputaran Piutang keseluruhan sebagaimana
(Receivable Turn Over) ditunjukkan dalam keuntungan/laba
Rasio untuk mengukur yang diperoleh dari penjualan dan
tingkat perputaran piutang dengan investasi. Berbagai rasio yang
membagi nilai penjualan kredit dipergunakan untuk mengukur
terhadap piutang rata-rata. Semakin profitabilitas tersebut dapat
tinggi rasio ini akan semakin baik dijelaskan sebagai berikut:
dan menunjukan modal kerja yang 1. Gross Profit Margin (Margin
ditanamkan dalam piutang rendah. Laba Kotor)
Rumus rasio tersebut sebagai Gross profit margin ialah
berikut: persentase laba kotor dibandingkan
Penjualan dengan sales. Semakin besar gross
Receivable Turn Over = ---------- x100% profit margin akan semakin baik
Piutang rata-rata keadaan operasi pada perusahaan,
disebabkan karena hal tersebut
menunjukkan bahwa harga pokok
d. Rasio Perputaran Piutang Harian penjualan relatif lebih rendah
(Receivable Turn-over in Day) dibandingkan dengan sales,
Rasio untuk mengukur demikian juga sebaliknya, semakin
berapa lama waktu yang rendah gross profit margin akan
dibutuhkan oleh perusahaan dalam semakin kurang baik operasi pada
menerima seluruh tagihan dari perusahaan (Syamsuddin, 2009).
konsumen. Gross profit margin tersebut
Piutang X Jumlah dihitung dengan formula:
Hari dalam Setahun
Receivable
Turn-Over in day = --------------- x100%
Penjualan Kredit

D. Rasio Profitabilitas
Menurut G. Sugiyarso dan
F. Winarni (2005:118) profitabilitas 2. Net Profit Margin (Margin Laba
adalah kemampuan perusahaan Bersih)
memperoleh laba dalam hubungan Rasio ini ialah mengukur
dengan penjualan total aktiva laba bersih setelah pajak terhadap
maupun modal sendiri. Dari penjualan.Semakin tinggi Net profit
definisi ini terlihat jelas bahwa margin tersebut maka semakin baik
sasaran yang akan dicari adalah operasi suatu perusahaan.
laba perusahaan. Net profit margin tersebut
Rasio profitabilitas dihitung dengan rumus:
bertujuan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam
6
5. Return on Asset
Return On Asset(ROA)
menurut Kasmir (2012:201) adalah
rasio yang menunjukan hasil
(return)atas jumlah aktiva
yangdigunakan dalam perusahaan.
3. Basic earning power (rentabilitas Selain itu, ROA memberikan ukuran
ekonomi) yang lebih baik atas profitabilitas
Rasio ini digunakan untuk perusahaan karena menunjukan
mengukur seberapa besar efektivitas manajemen dalam
kemampuan asset yang dimiliki menggunakan aktiva untuk
untuk dapat menghasilkan tingkat memperoleh pendapatan.Semakin
pengembalian ataupun pendapatan tinggi rasio tersebut akan semakin
dengan kata lain Rentabilitas baik keadaan pada suatu perusahaan.
Ekonomi tersebut menunjukkan Return on Asset dihitung
pada kemampuan total aset dalam dengan rumus:
menghasilkan laba.
Rentabilitas Ekonomi tersebut
dihitung dengan rumus: Laba Bersih
Setelah Pajak
Return On Asset = ---------------------
Total Asset

6. Return on Equity
Return on equity ialah rasio
yang memperlihatkan sejauh
4. Operating Profit Margin(Margin manakah perusahaan tersebut
Laba Operasi) mengelola modal sendiri (net worth)
Operating profit margin ialah dengan secara efektif, mengukur
perbandingan antara laba usaha dan tingkat keuntungan dari investasi
juga penjualan. Operating profit yang telah dilakukan pemilik modal
margin adalah rasio yang sendiri ataupun pemegang saham
menggambarkan apa yang biasanya suatu perusahaan. ROE tersebut
disebut dengan pure profit yang menunjukkan rentabilitas modal
diterima atas setiap rupiah dari sendiri atau yang sering disebut
penjualan yang dilakukan dengan rentabilitas usaha (Sawir
(Syamsuddin, 2009). 2009).
Operating profit margin Return on equity dapat
dihitung sebagai berikut: dihitung dengan formula:

7
7. Earning per share (EPS) sampel terdaftar di Bursa Efek
Earning per share ialah rasio Indonesia tahun 2010-2015 dalam
yang menggambarkan jumlah rupiah kelompok perusahaan otomotif yang
yang diperoleh pada setiap lembar menerbitkan laporan keuangan serta
saham biasa . Oleh Sebab itu pada disajikan di web BEI secara
umumnya manajemen perusahaan, berturut-turut. 2) Perusahaan sampel
pemegang saham biasa dan juga mempunyai laporan keuangan yang
calon pemegang saham sangat berakhir 31 Desember dan
tertarik akan earning per share. menggunakan rupiah sebagai mata
Earning per share ialah suatu uang pelaporan. 3) Perusahaan
indikator keberhasilan suatu sampel memiliki semua data yang
perusahaan (Syamsuddin, 2009). diperlukan secara lengkap. Dari
Earning per share dihitung kriteria tersebut diperoleh 13
dengan rumus: perusahaan sebagai sample penelitian.

Daftar Perusahaan Yang Sesuai


Dengan Kriteria
Nama
No Kode Tanggal ISO
Perusahaan

PT. Astra
1 ASII Internasional 4 April 1990
Tbk
3. METODOLOGI
PT. Astra
PENELITIAN 2 AUTO
Otoparts Tbk
15 Juni 1998
Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini, jenis dan 3 BOLT
PT. Garuda
7 Juni 2015
Metalindo Tbk
sumber data yang digunakan yaitu
berupa data sekunder. Data sekunder 4 BRAM
PT. Indo Kordsa 5 September
Tbk 1990
merupakan data dan informasi yang
diperoleh dengan mengumpulkan 5 GDYR
PT. Goodyear 1 Desember
Indonesia Tbk 1980
data-data yang telah diolah oleh
perusahaan antar lain 6 GJTL
PT. Gajah
8 Mei 1990
strukturorganisasi perusahaan, Tunggal Tbk
PT. Indomobil
sejarah perusahaan, laporan Sukses 15 September
7 IMAS
keuangan yang diperoleh dari bagian International 1993
Tbk
personalia dan bagian keuangan
PT. Indospring 10 Agustus
perusahaan pada industri otomotif 8 INDS
Tbk 1990
selama periode 2011-2015 secara PT. Multi Prima
tahunan. 9 LPIN 5 Februari 1990
Sejahtera Tbk
PT. Multistrada
Populasi dan Sampel 10 MASA Arah Sarana 9 Juni 2005
Tbk
Populasi dalam penelitian ini
PT. Nippres
adalah perusahaan otomotif yang 11 NIPS
Tbk
24 Juli 1991
selalu menyajikan laporan keuangan PT. Prima Alloy
di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 12 PRAS Steel Universal 12 Juli 1990
Tbk
tahun 2011- 2015. Adapun kriteria
yang digunakan untuk memilih PT. Selamat 9 September
13 SMSM
Sempurna Tbk 1996
sampel pada penelitian ini adalah
sebagai berikut: 1) Perusahaan

8
Teknik Pengumpulan Data 4. UJI AUTOKORELASI
Teknik pengumpulan data Uji autokorelasi merupakan
yang digunakan dalam penelitian ini pengujian yang dilakukan untuk
adalah metode Purposive Sampling, melihat apakah terdapat hubungan
yaitu berdasarkan pertimbangan linear antara variabel.
tertentu. Kriteria pertimbangan
tertentu tersebut adalah : 4. PEMBAHASAN
a. Perusahaan otomotif yang Perbandingan Rasio Likuiditas,
tercatat di Bursa Efek Indonesia Solvabilitas, dan Aktifitas
periode 2011-2015. terhadap ROA
b. Tersedia laporan keuangan
lengkap dan publikasi tahun 2011- Perbandingan RasioLikuiditas,
2015 yang terdiri dari Solvabilitas, danAktifitas
:laporan posisi keuangan, terhadap ROA
laporan laba/rugi dan saldo
laba,laporan perubahan ekuitas,

Perusahaan
Likui Solva Aktifi

Nama
laporan laba/rugi komprehensif, Tahun ditas bilitas tas
ROA
(X)
laporan arus kas, dan catatan atas (X) (X) (X)

laporankeuangan konsolidasian.. 2011 1,189 0,342 1,643 0,371


2012 1,19 0,416 1,74 0,303
Internasional
PT. Astra
2013 1,073 0,465 1,699 0,294
Teknik Analisis Data Tbk 2014 1,047 3,347 1,647 0,267
Metode analisis data yang
2015 1,161 0,347 2,589 0,03
digunakan dalam penelitian ini
antara lain Analisis Statistik 2011 1,097 1,559 6,343 0,224
Otoparts Tbk

2012 1 2,113 6,017 0,134


Deskriptif untuk mendeskripsikan
PT.Astra

2013 1,657 2,464 3,687 0,104


data yang dilihat dari mean, median, 2014 0,977 2,165 5,248 0,077
standar deviasi, nilai minimum, dan 2015 1,333 0,551 5,207 0,082
nilai maksimum. Uji Asumsi Klasik 2011 0,687 3,268 5,375 0,365
yang terdiri dari Uji Normalitas, 2012 0,619 1,06 5,974 1,09
2013 0,662 1,35 5,596 0,567
PT.Garuda
Metalindo

Multikolinearitas,Heteroskedastisitas 2014 1,387 0,5 5,932 0,13


Tbk

dan Autokorelasi.
2015 1,117 0,9 3,159 0,6
1. UJI NORMALITAS
2011 2,899 0,303 1,749 0,214
Uji normalitas merupakan 2012 2,406 0,413 1,829 0,413
Kordsa Tbk

pengujian untuk melihat apakah data


PT.Indo

2013 2,112 0,361 1,167 0,017


penelitian tersebut terdistribusi 2014 1,716 0,506 1,036 0,204

secara normal. 2015 1,572 0,682 1,491 0,098

2. UJI MULTIKOLINEARITAS 2011 0,899 1,878 2,397 0,009


Indonesia Tbk
PT.Goodyear

2012 0,895 1,349 1,296 0,054


Uji Multikolinearitas 2013 0,941 1,247 2,665 0,019
merupakan pengujian yang 2014 0,944 1,225 1,199 0,022

dilakukan untuk melihat apakah 2015 0,937 1,151 1,156 1,457

terdapat korelasi antar variabel 2011 1,749 0,953 4,591 0,059


Tunggal Tbk

2012 1,719 0,798 4,375 0,088


independen.
PT.Gajah

2013 2,318 2,74 2,261 0,033


3. UJI 2014 2,016 1,686 4,376 0,017
HETEROSKEDASTISITAS 2015 1,819 3,567 0,983 0,354
Uji heteroskedastisitas 2011 1,368 1,54 3,425 0,075
International Tbk
PT.Indomobil

merupakan pengujian untuk 2012 1,232 2,079 4,41 0,051


Sukses

melihat apakah terdapat kesamaan 2013 1,085 2,339 2,299 0,053


2014 1,032 2,489 1,902 1,293
variabel dari pengamatan yang satu
2015 0,935 2,712 1,627 1,894
ke pengamatan yang lain.
9
2011 2,404 0,803 5,419 0,106 Hasil penelitian ini sejalan

PT.Indosp
2012 2,333 0,465 6,163 0,081

rin g Tbk
2013 3,856 0,253 5,497 0,067 dengan hasil penelitian yang oleh
2014 2,912 2,175 5,502 0,056
2015 2,231 0,331 5,331 0,007
Nidya Afrinda (2010) dan Zuni
2011 2,936 0,331 1,471 0,02 Hidayati Setyoningsih (2014) yang
Sejahtera Tbk
2012 2,901 0,277 2,598 0,041
menemukan bahwa Current Ratio
PT.Multi
Prima
2013 2,484 1,253 3,267 0,096
2014 2,163 0,333 2,8 0,044 berpengaruh negatif terhadap ROA,
2015 0,777 1,301 2,095 1,583
namun tidak sejalan dengan hasil
2011 0,482 1,68 1,035 0,03 penelitian oleh Niko Nurcahyo
PT.Multistrada
Arah Sarana

2012 1,393 0,679 6,093 0,022 (2009). Semakin besar rasio lancar,
Tbk

2013 1,567 0,676 2,211 0,033


2014 1,748 0,668 4,203 0,023 maka menunjukkan semakin besar
2015 1,583 0,662 3,183 1,272
kemampuan perusahaan untuk
2011 0,108 1,691 1,873 0,02 memenuhi kewajiban jangka
2012 1,107 1,605 1,605 0,03
pendeknya. Hal ini menunjukkan
PT.Nippres

2013 1,051 2,384 3,565 3,473


Tbk

2014 1,294 1,096 3,119 0,041 perusahaan melakukan penempatan


2015 1,047 1,541 3,067 0,02
dana yang besar pada sisi aktiva
2011 1,138 2,447 2,189 0,003 lancar. Penempatan dana yang
PT.Prima Alloy
Steel Universal

2012
2013
1,121
1,031
1,198
0,958
1,053
1,677
0,004
0,005
terlalu besar pada sisi aktiva
Tbk

2014 3,921 0,876 3,694 0,009 memiliki dua efek yang sangat
2015 1,005 1,126 5,332 0,004
berlainan. Di satu sisi, likuiditas
2011 2,616 0,713 2,649 0,935
perusahaan semakin baik. Namun
2012 3,309 0,617 0,617 0,889 disisi lain, perusahaan kehilangan
Sempurna Tbk
PT.Selamat

2013 2,069 0,657 0,657 0,81


2014 2,112 0,699 4,566 0,241 kesempatan untuk
2015 1,96 0,697 1,986 0,697 mendapatkantambahan laba, karena
dana yang seharusnya digunakan
Rata-Rata 1,257 1,257 3,117 0,334 untuk investasi yang
menguntungkan, dicadangkan untuk
memenuhi likuiditas. Pada
Berdasarkan table diatas,
penelitian ini, Perusahaan Otomotif
dapat di lihat bahwa rata rata rasio
yang terdaftar di Bursa Efek
likuiditas dari ketigabelas
Indonesia (BEI) memiliki Current
perusahaan tersebut sebesar 1,257,
Ratio yang rendah yang berarti
rasio solvabilitas dari ketigabelas
bahwa semakin produktifnya aset
perusahaan tersebut sebesar 1,257,
yang dimiliki perusahaan sehingga
dan rasio aktifitas dari ketiga belas
efektivitasnya meningkat ditandai
perusahaan tersebut sebesar 0,334.
dengan meningkatnya return.
Semakin besar dana yang
Pengaruh Current Ratio terhadap ditempatkan untuk memenuhi
Profitabilitas likuiditas perusahaan, maka
Hasil Uji Statistik t perusahaan dapat kehilangan
menunjukkan bahwa Current Ratio kesempatan untuk mendapatkan
secara parsial berpengaruh negatif tambahan dana karena dana yang
dan signifikan terhadap profitabilitas dimiliki tidak menghasilkan
Perusahaan Otomotif yang terdaftar keuntungan
di Bursa Efek Indonesia (BEI)
periode 2011-2015.Hal ini berarti Pengaruh Debt to Total Equity
hipotesis yang menyatakan bahwa Ratio (DER) terhadap
Current Ratio berpengaruh negatif Profitabilitas
dan signifikan terhadap profitabilitas Hasil Uji Statistik t
perusahaan dapat diterima. menunjukkan bahwa Debt to Total
10
Equity Ratio (DER) secara Overberpengaruh negative dan
parsialberpengaruh positif namun signifikan terhadap profitabilitas
tidak signifikan terhadap perusahaan otomotif yang terdaftar
profitabilitas Perusahaan Otomotif di Bursa Efek Indonesia (BEI)
yang terdaftar di Bursa periode 2011- 2015. Hal ini berarti
EfekIndonesia (BEI) periode 2011- hipotesis yang menyatakan bahwa
2015. Hal iniberarti hipotesis yang Receivable Turn
menyatakan bahwa Debt to Total Over(RTO)berpengaruh positif
Equity Ratio berpengaruh terhadap nilai perusahaan tidak dapat
posotifterhadap profitabilitas diterima.
perusahaan dapatditerima. Hasil penelitian ini sejalan
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Evi
dengan hasil penelitian oleh Niko Juliana (2012) yang menemukan
Nurcahyo (2009) yang menemukan bahwa adanya pengaruh positif yang
bahwa secara parsial DER signifikan antara Receivable Turn
berpengaruh positif terhadap ROA Overdengan ROA, namun tidak
perusahaan, namun tidak sejalan sejalan dengan hasil penelitian oleh
dengan hasil penelitian oleh Nidya Wahyu Suciningsih
Afrinda (2010). Pada saat Debt to (2011).Receivable Turn Overyang
Total Equity Ratio rendah, hutang tinggi ini akan semakin baik dan
rendah maka profitabilitas menunjukan modal kerja yang
perusahaan meningkat karena ditanamkan dalam piutang rendah
perusahaan tidak harus menanggung dapat memberikan peluang bagi
beban bunga dan mengurangi resiko perusahaan untuk secara lebih
financial distress. Adanya pengaruh leluasa demi tercapainya
yang tidak signifikan dapat profitabilitas yang baik.
diartikan bahwa di sisi lain tingginya
rasio DER mengindikasikan adanya Uji Statistik Hubungan
dana besar dari sumber hutang yang Likuiditas, Solvabilitas, dan
dapat dimanfaatkan dalam Aktifitas Terhadap Kinerja
operasional perusahaan dalam Perusahaan
meningkatkan profitabilitas. Dengan Dari hasil perhitungan
demikian analisis yang dapat statistika di atas menunjukan bahwa
diberikan adalahbahwa DER yang modal kerja mempunyai hubungan
sangat tinggi akan menurunkan yang positif terhadap laba usaha.Hal
profitabilitas perusahaan karena ini dikarenakan elemen pembentuk
meningkatnya biaya bunga dan modal kerja terdiri dari aktiva lancar
resiko gagal bayar, namun apabila yaitu kas, persediaan, piutang, dan
DER meningkat dengan wajar akan hutang lancar. Di mana dalam
membantu kemampuan pendanaan mendapatkan laba, perusahaan
operasional perusahaan tersebut membutuhkan aktiva lancar untuk
dalam rangka meningkatkan kegiatan operasinya, jika hutang
profitabilitas lancar lebih besar dari aktiva lancar
maka modal kerjanya minus, yang
Pengaruh Receivable Turn berakibat laba usaha akan
Over(RTO) terhadap mengalami penurunan. Nilai R
Profitabilitas square sebesar 0,057 menunjukkan
Hasil Uji Statistik t bahwa perubahan laba usaha
menunjukkan bahwaReceivable Turn
11
dipengaruhi oleh modal kerja rationya secara efisien sehingga
sebesar 5,7% dan sisanya 94,3% dapat menghasilkan laba usaha
dipengaruhi oleh faktor lain, yang cukup tinggi.
misalnya tingkat penjualan, 4. Berdasarkan hasil perhitungan
pendapatan, beban usaha dan statistik dengan menggunakan
kondisi ekonomi pada saat itu. Dari SPSS, diperoleh nilai R hitung
hasil uji t didapat jika modal kerja sebesar 0,238 yang artinya
mengalami kenaikan 1 satuan, maka terdapat hubungan yang kuat
akan mempengaruhi kenaikan laba dan searah. Ini berarti bahwa
usaha yang diperoleh sebesar -0,070 modal kerja berhubungan
%, 0,099%, dan -0,454%.Hal ini positif dengan laba usaha
menunjukkan jika aktiva lancar yang dimana jika modal kerja tinggi
terdapat pada perusahaan lebih besar maka laba usaha juga tinggi.
dari hutang lancarnya maka laba Dari hasil uji t didapat
perusahaan akan meningkat. persamaan regresi Y = 0,454 +
-0,070X + 0,099X + -
5. KESIMPULAN 0,042Xartinya jika modal kerja
Dari hasil analisis kinerja naik sebesar Rp. 1 maka laba
perusahaan dengan menggunakan usaha juga naik sebesar Rp. -
rasio likuiditas, aktivitas, dan 0,070, 0,099, dan -0,454.
solvabilitas dapat diambil
kesimpulan : DAFTAR PUSTAKA
1. Berdasarkan analisis rasio Afrinda, Nadya. 2013. Analisis
likuiditas, diperoleh current Pengaruh Likuiditas Dan
ratio dari ketigbelas perusahaan Solvabilitas Terhadap
rata-rata diatas 100%. Ini Profitabilitas Pada
menunjukan bahwa perusahaan Perusahaan Makanan Dan
dapat memenuhi kewajibannya Minuman Yang Terdaftar Di
untuk membayar hutang- Bursa Efek Indonesia
hutangnya. (BEI).Jurnal. Universitas
2. Berdasarkan analisis rasio Sriwijaya. Palembang
aktivitas, diperoleh perputaran Hanafi, M. M. 2009. Analisis
persediaan yang cukup tinggi Laporan Keuangan. Edisi
dari setiap perusahaan hal ini Keempat. UPP STIM YKPN.
menunjukan persediaan yang Yogyakarta.
tersimpan digudang tidak Jaka Wasana, M.S.M dan Ir.
terlalu lama, sehingga Kibrandoko, M.S.M.
menghemat biaya Manajemen Keuangan Edisi
penyimpanan. Pada perputaran
Revisi Jilid 1. Binarupa
piutanganya terjadi cukup cepat
Aksara Publisher. Tangerang
dalam satu periode. Sehingga Kasmir. 2008. Analisis Laporan
secara keseluruhan dana yang Keuangan. Erlangga. Jakarta.
ada di perusahaan telah Kasmir (2011).Analisis Laporan
digunakkan secara efektive. Keuangan edisi pertama
3. Berdasarkan analisis cetakan keempat. Rajawali Pers.
solvabilitas menunjukan bahwa Jakarta.
ketigabelas perusahaan emiten Kasmir. 2012. Analisis Laporan
industri otomotif mampu Keuangan. RajaGrafindo.
menggunkan debt to equity
12
Jakarta. fek_Indonesia_Bei_
Munawir, S. 2002. Analisis Laporan http://www.spssindonesia.com/2014
Keuangan (Edisi ke-4). Liberti. /01/uji-normalitas
Yogyakarta Syamsuddin, kolmogorov-smirnov-
Lukman. 2009. Manajemen spss.html
Keuangan Perusahaan https://www.statistikian.com/2012/
(Konsep Aplikasi Dalam 08/analisis-regresi
Perencanaan Pengawasan korelasi.html2014
Dan Pengambilan Keputusan). https://www.statistikian.com/2012/
Raja Grafindo Persada. 09/uji-normalitas-dengan-
Jakarta. kolmogorov-
Nurcahyo, Nico. 2009. Analisis smirnov-spss.html
Kinerja Likuiditas, Aktivitas, https://www.statistikian.com/2016/1
Rentabilitas, Dan Analisis 1/uji-multikolinearitas.html
Hubungan Modal Kerja
Terhadap Laba Perusahaan
Pada Industri Otomotif Di
BEI. Jurnal. Universitas
Gunadarma. Jakarta
Weston, J. Fred dan Copeland,
Thomas. E. 2010. Diahli
Bahasakan Oleh Drs, A.
Sawir, Agnes. 2009. Analisa
Kinerja Keuangan dan
Perencanaan Keuangan
Perusahaan. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.
www.Kajianpustaka.Com/2012/12/Lapo
ran Keuangan.html
www. Sahamok.Com
http://bimbingan-skripsi-
malang.blogspot.co.id/2015/05/
cara-melakukan-uji-normalitas-
melalui.html
http://ejournal.amikompurwokerto.a
c.id/index.php/probisnis/articl
e/viewFile/319/ 293
http://fatkhan.web.id/2016/12/15/uji
-asumsi-klasik/
https://srinurdianti26.wordpress.com
//01/14/pengaruh-likuiditas-
terhadap-profitabilitas/
Https://Www.Academia.Edu/64098
78/Analisis_Pengaruh_Likuidi
tas_Dan_Solvabilitas_Terhada
p_Profitabilitas_Pada_Perusah
aan_Makanan_Dan_Minuman
_Yang_Terdaftar_Di_Bursa_E

13